Tag: Dana Crypto

  • Arron Capital Targetkan Kucurkan $100 Juta Dana Crypto

    Arrona Capital, cabang dari blockchain Venture Smart Asia, mengumumkan mereka telah memenuhi persyaratan peraturan di Hongkong dalam mengucurkan sejumlah dana crypto. Peluncuran dana cryptocurrency pertama yang disetujui oleh Hongkong ini menargetkan dana mencapai $100 Juta untuk dikelola pada tahun pertama peluncurannya.

    Menurut laporan Bloomberg 20 April lalu, Arrano Capital mengumumkan peluncuran dana Bitcoin (BTC) baru di Hongkong. Perusahaan modal ventura ini melaporkan telah memenuhi persyaratan lisensi dana crypto oleh Securities and Futures Commission (SFC) setempat.

    Kepala Staf Invetsai Arrano (CIO) Avaneesh Acquilla mengatakan upaya pertama berfokus pada pelacak dana, membeli dan menjual BTC. Namun demikian, tujuan perusahaan adalah untuk menembus pendanaan $100 Juta dalam aset digital untuk dikelola pada tahun pertama. Acquilla juga berharap untuk meluncurkan dana yang dikelola secara aktif dengan keranjang token pada tahun 2020 ini.

    “Kami memutuskan untuk meluncurkan dana ini untuk menjawab permintaan pasar dari para investor profesional yang semakin berfokus pada Bitcoin sebagai penyimpan nilai alternatif. Pada akhirnya agar Bitcoin diterima secara luas dan bagi orang-orang yang percaya, tetap harus ada peraturan.”

    Baca juga: Bank Sentral China Suntikan Dana $4,7 Juta untuk Platform Blockchain

    Dana Crypto Masih Jarang Mendapatkan Persetujuan di Hongkong

    Sejak SFC mengumumkan secara resmi untuk memulai mengatur pertukaran crypto pada Oktober 2018, komisi telah mengeluarkan beberapa persetujuan. Perusahaan jasa keuangan Blockchain Diginex adalah sala satu dari yang pertama menerima izin untuk mengatur aset digital pada Juni 2019.

    Namun, aplikasi Venture Smart Asia menjadikan dana crypto pertama kali resmi digunakan di kawasan ekonomi khusus, yang memungkinkan investor biasa masuk ke dalam pasar BTC. Perusahaan lain yang belum memenuhi semua kriteria SFC hanya dapat memasarkan kepada investor profesional.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dana Kripto Tembus $1 Miliar Lagi! Bitcoin Disebut Jadi Safe Haven Baru?

    Produk investasi kripto kembali mencatat arus masuk dana besar dengan total mencapai lebih dari US$1 miliar dalam sepekan terakhir. Tren ini memperpanjang periode inflow menjadi tiga minggu berturut-turut, meskipun pasar global masih dibayangi ketegangan geopolitik.

    Dikutip Cointelegraph, data ini memperkuat pandangan bahwa aset digital, khususnya Bitcoin, mulai dipandang sebagai alternatif lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global.

    Produk Investasi Kripto Catat Inflow Beruntun

    Berdasarkan laporan terbaru, crypto exchange-traded products (ETP) mencatat inflow sebesar US$1,06 miliar dalam satu minggu.

    Bitcoin menjadi kontributor terbesar dengan arus masuk mencapai US$793 juta, diikuti oleh Ethereum dengan tambahan US$315 juta.

    Secara keseluruhan, selama tiga minggu terakhir, total inflow telah mencapai sekitar US$2,7 miliar.

    Bitcoin Dinilai Semakin Tahan terhadap Tekanan Global

    Kinerja positif ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, termasuk konflik di Timur Tengah.

    Menariknya, aset kripto justru menunjukkan ketahanan dibandingkan aset tradisional, dengan total dana kelolaan (AuM) produk kripto meningkat sekitar 9,4% menjadi hampir US$140 miliar.

    Hal ini mendorong pandangan bahwa Bitcoin mulai dianggap sebagai “safe haven relatif” oleh sebagian investor.

    Baca juga: Stablecoin Diam-diam Jadi Tulang Punggung Kripto, Bukan Bitcoin

    Ethereum Mulai Pulih, XRP Masih Tertekan

    Ethereum juga menunjukkan perbaikan dengan inflow signifikan, meskipun secara year-to-date masih mencatat sedikit arus keluar.

    Sementara itu, XRP mengalami tekanan dengan outflow sebesar US$76 juta dalam dua pekan terakhir.

    Di sisi lain, Solana mencatat inflow moderat sebesar US$9,1 juta, menunjukkan minat yang mulai tumbuh dari investor.

    ETF Bitcoin Jadi Penggerak Utama

    Sebagian besar inflow Bitcoin didorong oleh ETF spot di Amerika Serikat, yang mencatat arus masuk sebesar US$767 juta dalam sepekan.

    Ini menjadi streak inflow lima hari pertama di tahun 2026 untuk produk ETF Bitcoin.

    Meski demikian, secara keseluruhan ETF Bitcoin masih berada dalam posisi negatif sepanjang tahun, setelah mengalami outflow besar pada Januari dan Februari.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, data ini penting secara onchain dan aliran modal karena menunjukkan minat institusional ke aset digital belum mati meski tekanan geopolitik masih tinggi.

    “Bitcoin tetap jadi penerima utama arus safe-haven relatif, sementara arus besar ke ETH memberi sinyal bahwa pasar mulai berani naik satu tingkat di risk curve; sebaliknya, outflow lanjutan dari XRP menunjukkan seleksi modal masih keras dan tidak semua aset ikut menikmati sentimen positif yang sama,” analisanya.

    Sentimen Pasar Masih Terbelah

    Menariknya, produk short-Bitcoin juga mencatat inflow sebesar US$8,1 juta, menandakan bahwa sebagian investor masih bersikap defensif.

    Hal ini menunjukkan bahwa sentimen pasar masih terbelah, dengan sebagian melihat peluang kenaikan, sementara yang lain tetap berhati-hati terhadap risiko.

    Dengan tren inflow yang terus berlanjut, pasar kripto kini memasuki fase penting yang dapat menentukan apakah momentum ini akan berlanjut atau justru berbalik arah dalam waktu dekat.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com