Tag: dana pendidikan

  • Penerima Beasiswa LPDP 2025 & 2026 Dibatasi, Begini Alasannya



    Jakarta

    Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Sudarto mengatakan pihaknya membatasi jumlah penerima beasiswa LPDP 2025 menjadi maksimal 4.000 orang. Kebijakan ini diambil kendati jumlah pendaftar meningkat tajam menjadi 78.000 orang pada 2025.

    “2025 ini pendaftarnya 78.000, tetapi yang kita terima awardee-nya hanya sekitar 4.000. Mengapa? Karena di tahun-tahun sebelumnya itu LPDP bersama Kemdiktisaintek dan Kemenag itu menerima jumlah awardee yang mungkin sangat banyak sebelumnya,” kata Sudarto pada Rapat Dengar Pendapat Komisi XI dengan Dirut LPDP dan Dirut BLU PKN STAN di Jakarta, Selasa (16/9/2025), disiarkan di kanal YouTube TVR Parlemen.

    Sudarto mengatakan, kebijakan pembatasan penerima beasiswa LPDP rencananya juga akan berlaku pada seleksi 2026.


    “Sehingga 2 tahun ini, 2025 dan 2026, mungkin kami akan sangat terbatas untuk menerima jumlah pendaftar tersebut meskipun jumlah pendaftarnya naik sangat tajam sekali,” imbuhnya.

    Berdasarkan data LPDP, pendaftar beasiswa LPDP 2023 sebanyak 33.398 orang. Sebanyak 9.358 pendaftar dinyatakan sebagai penerima beasiswa.

    Sementara itu pada 2024, jumlah pendaftar naik menjadi 52.842 orang. Sebanyak 8.592 orang dinyatakan sebagai penerima beasiswa. Artinya, jumlah penerima beasiswa LPDP 2025 dan 2026 dipangkas setengahnya dari tahun lalu.

    Ia menjelaskan, jumlah penerima beasiswa kolaborasi dengan Kemendikbudristek (kini Kemendikdasmen dan Kemdiktisaintek) juga turun pada 2024 (sekitar 134.000 orang) dan 2025 (491 orang) dari 2023 (319.145 orang). Penurunan juga terjadi pada beasiswa LPDP Kemenag dari 2023 (17.101 orang) ke 2024 (959 orang).

    Sudarto mengatakan, berdasarkan proyeksi arus kas, LPDP baru akan menaikkan jumlah awardee (penerima beasiswa) LPDP pada 2027.

    “Artinya bahwa dengan proyeksi cashflow yang kami lakukan, di tahun 2025-2026 ini memang kami akan membatasi jumlah awardee baru, kami akan maintain yang saat ini sudah ongoing,” kata Sudarto.

    “Nanti tahun 2027 akan kami lakukan lagi untuk peningkatan jumlah awardee kembali,” imbuhnya.

    (twu/nah)

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kimberly farmer
  • Penerima Beasiswa LPDP Mau Diarahkan ke Industri Strategis, Begini Rencananya



    Jakarta

    Direktur Utama (Dirut) Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Sudarto mengatakan pihaknya akan melakukan reformasi skema beasiswa sesuai kebutuhan pembangunan bersama Kemdiktisaintek, Kemendikdasmen, dan Kemenag. Salah satunya yakni akselerasi pengembangan SDM unggul dan industri strategis masa depan.

    Rencana peningkatan dampak LPDP 2026 ini disampaikan Sudarto pada Rapat Dengar Pendapat Komisi XI DPR dengan Dirut LPDP dan Dirut BLU PKN STAN di Jakarta, Selasa (16/9/2025), disiarkan pada kanal YouTube TVR Parlemen.

    “Kalau saat ini LPDP hanya fokus di proses penerimaan, nanti kami bersama (Kementerian) Diktisaintek, Dikdasmen, dan juga Kemenag untuk mulai grooming dari awal sehingga nanti peserta atau calon pendaftar tadi sudah akan tahu kaitannya dengan industri strategisnya, termasuk dengan universitasnya nanti dan sebagainya,” kata Sudarto.


    Sudarto mengatakan, langkahnya antara lain beasiswa LPDP akan fokus pada science, technology, engineering, and mathemathics (STEM) dan non-STEM with STEM adjective untuk mendukung delapan industri prioritas nasional. Kedelapannya yaitu pangan, energi, maritim, kesehatan, digitalisasi, pertahanan, hilirisasi, dan manufaktur maju.

    Kemudian, penetapan prioritas program studi (prodi) dan universitas kelas dunia sesuai dengan kepentingan nasional, termasuk lewat program joint, dual, atau double degree prioritas (co-funding) sehingga meningkatkan kapasitas penerima manfaat.

    Sudarto menambahkan, beasiswa LPDP juga dialokasikan secara tematik sesuai kebutuhan industri prioritas nasional. Kemudian, lulusan LPDP dalam dan luar negeri disinergikan agar sesuai dengan kebutuhan stakeholder industri.

    Beasiswa LPDP ke depannya juga memungkinkan pengembangan keahlian prioritas, termasuk melalui program nondegree.

    Sudarto mengatakan pengelolaan beasiswa LPDP ke depan akan meliputi sosialisasi, seleksi, pembekalan, pelayanan, dan pengelolaan alumni.

    Di samping itu, kontribusi alumni pada sektor industri strategis juga akan dimaksimalkan agar optimal mendukung peningkatan PDB.

    Sudarto menambahkan, alumni LPDP juga akan didayagunakan melalui kerja sama pada tahap yang lebih awal dengan industri, Danantara atau BUMN, dan kementerian atau lembaga. Contohnya melalui ikatan dinas.

    Di samping itu, pendayagunaan alumni LPDP menurut Sudarto rencananya juga akan merangkul alumni beasiswa LPDP Putra-Putri Papua dan daerah afirmasi lain.

    (twu/nwk)

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kimberly farmer
  • Beasiswa Sejiwa buat Mahasiswa D3/S1, Dana hingga Rp 2 Juta Per Semester


    Jakarta

    Yayasan Senyum Kita membuka pendaftaran Beasiswa Sejiwa 2025 untuk mahasiswa D3 dan S1. Periode pendaftaran berlangsung mulai 7 September hingga 5 Oktober 2025.

    Senyumkita Foundation atau Yayasan Senyum Kita merupakan lembaga sosial yang bergerak di bidang pendidikan dan pemberdayaan pemuda, khususnya yang kurang beruntung seperti anak yatim atau dhuafa. Yayasan ini berlokasi Godean, Sleman, DI Yogyakarta.


    Berdasarkan panduan resminya, Program Sejiwa adalah program pengembangan karakter bagi mahasiswa. Fokusnya yakni pada kepemimpinan, kewirausahaan sosial, dan kerelawanan.

    Beasiswa Sejiwa terdiri dari dana pendidikan maksimal Rp 2 juta per semester selama maksimal 8 semester/4 tahun kuliah dan kesempatan pengembangan karakter serta jejaring. Penerima beasiswa juga akan menjadi relawan di yayasan.

    Dana beasiswa disalurkan dua kali dalam 1 semester. Dana hanya dapat digunakan untuk kebutuhan pendidikan seperti SPP, perlengkapan, seragam, dan lain-lain.

    Berminat mendaftar, detikers? Berikut informasi syarat dan ketentuannya.

    Syarat Beasiswa Sejiwa 2025 Senyum Kita

    • Mahasiswa D3 atau S1 semua jurusan
    • IPK minimal 3,00
    • Aktif berorganisasi
    • Lolos seleksi administrasi dan wawancara

    Ketentuan Beasiswa Sejiwa 2025

    • Evaluasi dilakukan setiap semester berdasarkan IPK akhir semester, kondisi ekonomi, kontribusi di yayasan, dan keuangan yayasan
    • Aktif berkontribusi minimal 1 kali per minggu atau 4-5 kali per bulan secara offline di lokasi kegiatan, kecuali ada penugasan resmi yang disetujui dilakukan secara daring
    • Program dapat ditangguhkan jika peserta tidak aktif berkontribusi selama 2 minggu tanpa pemberitahuan
    • Menyelesaikan pendidikan tepat waktu
    • Dilarang menyalahgunakan dana pendidikan untuk keperluan nonpendidikan seperti fashion, liburan, dan lainnya
    • Dilarang memberikan informasi atau dokumen palsu
    • Dilarang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba, alkohol, kriminalitas, atau pelanggaran norma sosial dan agama.

    Selengkapnya tentang Beasiswa Sejiwa 2025 bisa dicek di panduan resminya di https://s.id/PanduanSEJIWA. Pendaftaran beasiswa dibuka di https://bit.ly/PendaftaranSejiwa2025. Informasi lebih lanjut bisa diakses di akun Instagram @senyumkita.

    (twu/nwk)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kimberly farmer
  • Kemenag-LPDP Siapkan Beasiswa Riset untuk Dosen PTK, Ini Syarat Ajukannya



    Jakarta

    Kabar gembira bagi para dosen perguruan tinggi keagamaan (PTK) dan ma’had aly di seluruh Indonesia. Kementerian Agama (Kemenag) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan akan membuka program beasiswa riset kolaboratif MoRA The Air Funds untuk 2025.

    Beasiswa ini secara resmi disampaikan oleh Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Ruchman Basori saat kegiatan sosialisasi di UIN Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung, Jumat (29/8/2025).

    “Selain menangani Program Indonesia Pintar (PIP) pada pendidikan dasar dan menengah keagamaan, Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-Kuliah), Bantuan beasiswa non gelar dan investasi dan pembiayaan pendidikan, Puspenma juga menangani Bantuan Riset Kolaboratif (MoRA The Air Funds),” ujar Ruchman dikutip dari laman Kemenag, Senin (1/9/2025).


    Program MoRA The Air Funds tak hanya sekadar dana hibah. Menurut Ruchman, program ini bertujuan mendorong riset-riset inovatif yang bisa memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan keilmuan hingga peningkatan daya saing bangsa.

    “(Tujuan lainnya) meningkatkan dan mengembangkan keilmuan pada perguruan tinggi keagamaan, berbasis riset, sehingga lebih inovatif dan berdampak pada kehidupan masyarakat dan kebangsaan,” jelasnya.

    Anggaran MoRA The Air Funds Capai Rp 50 Miliar

    Anggaran untuk beasiswa ini mencapai Rp 50 miliar. Penerima beasiswa berlaku juga untuk dosen di kampus di bawah Ditjen Bimas Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu dan juga entitas ma’had aly.

    Untuk riset bertema sosial humaniora, ekonomi dan lingkungan, kebijakan layanan dan keagamaan, diberi anggaran maksimal Rp 500 juta. Sementara untuk tema sains, anggaran maksimal Rp 2 miliar.

    Fokus Bidang Riset yang Dibiayai

    Riset yang diajukan akan difokuskan pada empat tema utama, yakni:

    • Sosial humaniora
    • Ekonomi dan lingkungan
    • Kebijakan layanan pendidikan dan keagamaan
    • Sains dan teknologi

    Syarat Daftar MoRA The Air Funds 2025

    Dosen PTK

    • Warga Negara Indonesia (WNI)
    • Berasal dari perguruan tinggi keagamaan (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu)
    • Memiliki rekam jejak akademik yang baik
    • Lulusan program doktoral (S3)
    • Berpangkat minimal Lektor
    • Memiliki skor SINTA overall minimal 50
    • Diutamakan menggandeng kolaborator dari perguruan tinggi dalam atau luar negeri yang masuk 500 besar dunia versi QS World University Rankings.

    Dosen Ma’had Aly

    • Warga Negara Indonesia
    • Memiliki rekam jejak akademik baik
    • Minimal berpendidikan S2 dan memiliki SK pengangkatan dari Mudir Ma’had Aly
    • Membuat pakta integritas
    • Mendapat rekomendasi dari Majelis Masyayikh
    • Memiliki karya ilmiah berbahasa Arab yang sesuai dengan bidang keilmuan.

    Menurut Rektor UIN SATU Tulungagung, Abdul Aziz program ini dapat mendorong para dosen dalam melakukan riset. Selain itu, kapasitas riset mereka pun akan bertambah.

    “Program MoRA The Air Fund merupakan program strategis, para dosen harus memanfaatkan dana riset ini, untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas riset”, katanya.

    Pendaftaran MoRA The Air Funds dibuka mulai awal September 2025. Ikuti terus informasi pendaftarannya di https://kemenag.go.id/

    (cyu/nah)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kimberly farmer
  • Beasiswa Djitu Profesi 2025, Dana Pendidikan Apoteker hingga Ners


    Jakarta

    Yayasan Khouw Kalbe membuka pendaftaran Beasiswa Djitu Profesi 2025 hingga 9 September mendatang. Mahasiswa putri daerah Indonesia tengah dan timur dapat mendaftar.

    Beasiswa ini mendukung mahasiswa pendidikan profesi seperti apoteker, bidan, fisioterapi, gizi, perawat, psikologi klinis, dan fisikawan medis. Diharapkan, ketersediaan dan kapasitas para tenaga kesehatan di wilayah terdepan, terluar, tertinggal, dan transmigrasi (4T) dapat meningkat.


    Beasiswa Djitu Profesi berupa biaya pendidikan maksimal Rp 10 juta per semester. Dana tersebut meliputi sumbangan pengembangan institusi (SPI) 1 kali pada semester 1, uang kuliah tunggal/SPP/SKS per semester, dan biaya ujian kompetensi.

    Beasiswa ini juga berupa bantuan penunjang pengembangan kapasitas sebesar Rp 1,2 juta per semester. Penerima beasiswa akan mendapat pelatihan pengembangan kapasitas, melakukan kontribusi untuk Yayasan Khou Kalbe (YKK) Community, dan berjejaring dalam ekosistem ekosistem pembelajaran YKK.

    Berminat mendaftar, detikers? Dirangkum dari panduan resminya, berikut syarat, jadwal, dan cara daftar Beasiswa Djitu Profesi 2025.

    Syarat Beasiswa Djitu Profesi 2025

    • Warga Negara Indonesia (WNI)
    • Perempuan
    • Belum menikah
    • Berasal dari 22 target provinsi, dibuktikan dengan KTP
    • Mahasiswi aktif semester 1 pendidikan profesi apoteker, bidan, fisioterapi, gizi, perawat (ners), psikologi klinis, dan fisikawan medis di PTN maupun PTS.
    • Khusus mahasiswi pendidikan profesi Poltekkes Kemenkes tidak dapat mengikuti seleksi Beasiswa Djitu Profesi, tetapi akan diarahkan ke program Sehat Profesi.
    • Maksimal durasi pendidikan 4 semester, disesuaikan dengan program studi dan dimulai sejak perjanjian ditandatangani
    • IPK minimal 3.50 saat sarjana atau sarjana terapan, dibuktikan dengan ijazah dan transkrip nilai
    • Aktif terlibat dalam organisasi, lomba atau aktivitas pengembangan diri
    • Memiliki kemampuan kepemimpinan, berinovasi, serta komitmen tinggi untuk berkontribusi positif dalam pengembangan sumber daya di daerah 4T
    • Melengkapi dokumen administratif pendaftaran sesuai persyaratan dan panduan
    • Tergabung dalam Ikatan Alumni YKK setelah lulus
    • Tidak diperkenankan cuti, pindah kampus, pindah program studi, mengalihkan beasiswa, menikah atau hamil di luar nikah selama menerima beasiswa
    • Pemberian Beasiswa dievaluasi setiap akhir periode semester, berdasarkan syarat minimal IPS 3.30 serta partisipasi penuh (100%) dalam kegiatan pengembangan kapasitas, pembekalan pembimbing, mentoring, dan program kontribusi untuk komunitas YKK

      Syarat Daerah Target

    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Selatan
    • Kalimantan Utara
    • Gorontalo
    • Sulawesi Barat
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Tenggara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Maluku
    • Maluku Utara
    • Papua
    • Papua Barat
    • Papua Barat Daya
    • Papua Selatan
    • Papua Tengah
    • Papua Pegunungan
    • NTT
    • NTB
    • Bali

    Syarat Dokumen

    • Hasil scan esai motivasi dan rencana kontribusi pascastudi 250–500 kata, ditulis tangan
    • Video perkenalan diri dan kontribusi usai studi maksimal 2 menit, tidak mengandung unsur SARA, pornografi, kekerasan, dan politik; dapat diambil menggunakan kamera, HP, laptop, dan lainnya
    • Hasil scan KTP dan kartu keluarga, digabungkan dalam 1 dokumen
    • Pasfoto 4×6 cm, format PNG/JPG
    • Curriculum vitae terbaru
    • Hasil scan ijazah/SKL dan transkrip S1/D4, digabungkan dalam satu dokumen
    • Surat keterangan mahasiswa aktif/lolos diterima pada program profesi dari institusi pendidikan masing-masing
    • Surat rekomendasi dari pembimbing akademik/atasan tempat bekerja/organisasi yang terafiliasi sesuai format di https://bit.ly/ContohFormatRekomendasi-DJITUProfesi

    Jadwal Beasiswa Djitu Profesi 2025

    • Pendaftaran: 19 Agustus-9 September 2025
    • Seleksi administrasi: 10-24 September 2025
    • Pengumuman hasil seleksi administrasi: 25-26 September 2025
    • Wawancara: 27 September – 12 Oktober 2025
    • Pengumuman hasil seleksi: 15-16 Oktober 2025
    • Pertemuan induksi: 18 Oktober 2025
    • Registrasi ulang: (18-28 Oktober 2025
    • Orientasi: November 2025

    Cara Daftar Beasiswa Djitu Profesi 2025

    Pantau hasil seleksi setiap tahap pada www.yayasankhouwkalbe.org dan akun sosial media YKK @yayasankhouwkalbe. Semoga bermanfaat, detikers!

    (twu/nah)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kimberly farmer
  • Menkeu Sebut Jurusan-Kampus Beasiswa LPDP Akan Ditentukan Menko PMK-Mendiktisaintek



    Jakarta

    Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebutkan jurusan dan kampus beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), terutama program perguruan tinggi utama dunia (World’s Top University), nanti akan ditentukan. Fokusnya ke STEM (Science-Technology-Engineering-Math) dan mendukung industri strategis nasional.

    “Saya akan berharap lebih banyak lagi (anak Indonesia yang dapat beasiswa LPDP). Walaupun Pak Brian (Mendiktisaintek Brian Yuliarto) dan Pak Pratik (Menko PMK Pratikno), beliau akan menentukan sekolah mana yang akan menjadi destination, dan bidang apa,” ujar Menkeu Sri Mulyani.

    Hal itu disampaikannya dalam sambutan di pembukaan Konvensi Sains, Teknologi dan Industri (KSTI) Indonesia di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung, Jawa Barat, Kamis (7/8/2025).

    “Saya kira itu adalah policy dari setiap pemangku kepentingan, kami yang mengelola dananya supaya bisa sesuai dengan kepentingan dari masing-masing sektor,” jelas Sri Mulyani.

    Berdasarkan data yang dibacakan Sri Mulyani, untuk STEM, beasiswa mencapai 58.597 penerima. Sedangkan industri strategis yang akan difokuskan yakni:

    • Industri Pertahanan
    • Industri Transportasi dan Telekomunikasi
    • Industri Digital/Kreatif
    • Industri Maritim
    • Industri Pangan
    • Industri Kesehatan/Farmasi
    • Industri Energi
    • Penelitian Dasar, Terapan dan R&D

    Dilansir dari laman Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) pada Jumat (1/8/2025) lalu, Menko PMK Pratikno menegaskan bahwa transformasi LPDP akan diarahkan untuk memperkuat talenta nasional di bidang STEM meningkatkan efektivitas riset, dan mengoptimalkan beasiswa strategis nasional selaras dengan Asta Cita Presiden.

    Hal itu disampaikan Menko PMK saat memimpin Rapat Dewan Penyantun LPDP di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, pada Kamis (31/7/2025).

    “LPDP harus menjadi mesin akselerasi SDM unggul yang mampu menopang industri strategis masa depan, memperkuat daya saing teknologi, dan mendukung kebutuhan pembangunan nasional,” ujar Menko PMK.

    Transformasi kebijakan beasiswa dilakukan melalui sinergi antara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), serta Kementerian Agama (Kemenag).

    Menko PMK menjelaskan bahwa beasiswa akan dirancang lebih tepat sasaran melalui:

    • Perluasan program joint degree dan double degree dengan perguruan tinggi luar negeri bereputasi
    • Penentuan jurusan sejak awal sesuai kebutuhan SDM
    • Pemberian beasiswa bagi guru bimbingan konseling, guru bahasa Inggris, guru di bidang STEM, kader ulama dan pemuka agama, anak berbakat istimewa, hingga aparatur kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.

    “Kita ingin beasiswa LPDP benar-benar menyasar kebutuhan nyata di lapangan. Tidak hanya akademisi atau profesional di STEM, tapi juga guru, kader ulama, pemuka agama, aparatur pemerintah, dan anak-anak berbakat istimewa. Mereka semua adalah bagian dari ekosistem talenta yang harus kita dukung,” ujar Menko PMK.

    (nwk/pal)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / jess bailey
  • 5 Tips Lolos Beasiswa Tanpa Nilai Rapor Tinggi


    Jakarta

    Nilai rapor bukan satu-satunya penentu kesuksesan beasiswa! Kalau nilai rapormu tak tinggi-tinggi sekali, maka tonjolkan sisi-sisi nonakademik. Simak 5 tips ini.

    1. Jangan Malas Riset

    Nilai rapormu boleh tak tinggi-tinggi sekali asal jangan malas. Jangan malas riset, mencari tahu, memelototi dan mempelajari syarat-syarat administrasi beasiswa, terutama beasiswa yang menonjolkan prestasi nonakademik.

    Dini Agustina, SIkom, M IKom, sebagai penerima Beasiswa Unggulan pada tahun 2018 jenjang magister, memberikan tips pertama. Agar lolos seleksi berkas awal, kita harus mempersiapkan administrasi secara lengkap sesuai aturan yang tertulis dalam buku panduan beasiswa, demikian seperti dilansir dari laman Kemdikbud.


    2. Sorot Pengalaman Kepemimpinan

    Beberapa kampus di Indonesia membuka jalur penerimaan dan beasiswa berdasarkan riwayat kepemimpinan selama di sekolah seperti OSIS. Umumnya, jalur OSIS ini masuk dalam kategori jalur prestasi. Oleh karena itu, pelamar wajib melampirkan bukti dokumen prestasi sebagai pengurus OSIS.

    Di tahun 2025 ini, dari arsip detikEdu, kampus yang memiliki jalur Ketua OSIS adalah IPB University, Universitas Negeri Semarang (Unnes) dan Universitas Diponegoro (Undip).

    Jalur OSIS Undip 2025 mensyaratkan nilai rata-rata rapor per semester 70 (skala 100). Jalur OSIS IPB University tak mensyaratkan nilai rapor sama sekali, tetapi mesti ada:
    – Surat kepala sekolah yang menyatakan siswa benar bersekolah di sana dan pernah menjadi ketua OSIS selama minimal satu periode.
    – Surat keputusan kepala sekolah tentang pengangkatan pelamar sebagai ketua OSIS.

    3. Tonjolkan Prestasi Nonakademik

    Bila nilai akademikmu pas-pasan, kamu bisa menonjolkan prestasi nonakademikmu. Contohnya, IPB University menerima mahasiswa dari jalur Prestasi Internasional dan Nasional (PIN) seperti:

    • Olahraga
    • Hafiz Al-Quran
    • Pramuka
    • Seni
    • Debat bahasa Inggris, Arab, Mandarin, Rusia, Prancis, Spanyol.

    Beberapa kampus hingga pemerintah bahkan menyediakan beasiswa atlet. Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) resmi meluncurkan Program Beasiswa Keolahragaan.

    Program ini memberikan kesempatan kepada atlet aktif, mantan atlet, serta tenaga profesional di bidang olahraga untuk menempuh pendidikan pada jenjang magister dan doktor, baik di dalam maupun luar negeri. Langkah ini menandai komitmen nyata pemerintah dalam menjadikan olahraga bukan hanya sebagai prestasi sesaat, tetapi sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia unggul berkelanjutan, demikian dilansir dari laman Kemenpora, Rabu (9/7/2025).

    4. Buat Esai Personal yang Menggugah

    Ada beberapa beasiswa yang mensyaratkan untuk menulis esai. Dilansir dari laman Universitas Multimedia Nusantara (UMN), menulis esai yang baik, menggugah, realistis, rendah hati, dan jujur bisa membantumu untuk mendapatkan beasiswa.

    Usahakan kepribadianmu bisa terlihat dari esai itu. Kamu bisa menceritakan masalah terberat dalam hidup kamu, dan bagaimana kamu menghadapinya. Beasiswa cenderung memiliki tema. Jika bisa, sesuaikan esaimu dengan tema beasiswanya. Kamu harus bisa meyakinkan penyedia beasiswa bahwa kamu pantas untuk mendapatkan beasiswa tersebut!

    Dini Agustina menyarankan esai dapat menceritakan tujuan kita ke depan setelah meraih beasiswa ini. Tips lainnya yaitu isi esai sebaiknya dikaitkan dengan jurusan kuliah yang akan kita ambil dalam beasiswa ini.

    Misalnya, jika berniat meraih Beasiswa Unggulan untuk jurusan hukum, maka ceritakan target, tujuan, dan harapan yang ingin kita capai seandainya dapat berkuliah dengan beasiswa di sana.

    5. Dapatkan Rekomendasi yang Personal

    Surat rekomendasi beasiswa adalah dokumen resmi yang ditulis oleh seseorang yang memiliki hubungan profesional atau akademik dengan pelamar. Surat rekomendasi dari guru atau dosen yang mendeskripsikan etika kerja, ketekunan, dan potensi bisa lebih dipercaya daripada nilai rapor.

    Surat ini penting karena bertujuan untuk memberikan penilaian objektif mengenai kelayakan pelamar dalam menerima beasiswa, berdasarkan pengamatan langsung terhadap kemampuan, etika kerja, dan potensi yang dimiliki oleh pelamar.

    (nwk/twu)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / jess bailey
  • Sandiaga Uno Tak Bolehkan Anak Ikut Beasiswa LPDP, Kenapa?



    Jakarta

    Sandiaga Uno tak memperbolehkan anaknya ikut beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kemenkeu RI. Apa alasannya?

    Sandiaga menilai para penerima beasiswa LPDP sangat beruntung. Pasalnya hanya sedikit yang berhasil memperoleh beasiswa ini.

    “Saya melihat bahwa kalian sangat beruntung. Hanya 0,00 sekian persen dari orang Indonesia yang bisa mendapatkan LPDP,” kata Sandiaga saat bertemu dengan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Malaysia, dikutip melalui unggahan media sosialnya pada Rabu (2/7/2025).


    “Anak saya, saya larang dapat LPDP. Kenapa? Karena saya bilang kalau kamu dapat LPDP berarti kamu ngambil jatah orang lain,” ungkapnya.

    Sandiaga menceritakan salah satu anaknya baru saja lulus jenjang magister dari New York University (NYU). Namun, ia melarangnya untuk mendaftar beasiswa LPDP karena ada orang lain yang lebih berhak.

    “Karena kalian yang lebih berhak gitu. Jadi memiliki sebuah keberuntungan, memiliki LPDP itu. Seyogianya memiliki responsibility bagi Indonesia,” kata Sandiaga saat berdialog dengan PPI Malaysia.

    Beasiswa dari Negara bagi Sandiaga Bukan Utang

    Di samping itu, Sandiaga juga menilai beasiswa bukanlah utang kepada negara. Ia menyebut hal ini merupakan tanggung jawab.

    “Saya nggak menyebutnya hutang ya, tapi responsibility, tanggung jawab kita untuk membangun negeri,” kata dia.

    Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini meluruskan agar mahasiswa tidak menganggap beasiswa seperti berutang ke perusahaan pinjaman. Ia menegaskan lagi kesempatan memperoleh beasiswa dapat diartikan sebagai tanggung jawab untuk membangun negeri.

    “Jadi terpulang kepada adik-adik sekalian bagaimana menganggapnya. Tapi saya yakin keputusan terpenting itu adalah bagaimana kita tanya kepada hati kita sebagai yang memiliki keberuntungan dan keberkahan mendapat LPDP itu untuk berkontribusi kembali kepada bangsa dan negara,” pesannya.

    (nah/nwk)

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / jess bailey
  • Beasiswa Grab 2025 Dibuka, Ada Uang Sekolah dan Kuliah


    Jakarta

    Beasiswa Grab 2025 kembali dibuka melalui program GrabScholar. Periode pendaftaran berlangsung 1-31 Juli 2025.

    Beasiswa ini berupa dana pendidikan bagi siswa SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA, dan mahasiswa S1 yang sudah terdaftar di sekolah atau perguruan tinggi di Indonesia. Warga umum maupun anggota keluarga mitra Grab bisa mendaftar.

    Beasiswa Grab 2025

    Dikutip dari laman Benih Baik, berikut komponen beasiswa Grab 2025 GrabScholar:


    • Bagi siswa: Bantuan biaya pendidikan berupa uang tunai, diberikan 1 kali, dengan pencairan bertahap.
    • Bagi mahasiswa: Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama maksimal 8 semester dan biaya hidup bulanan selama 4 tahun, jumlah ditentukan pihak penyelenggara beasiswa.

    Syarat Beasiswa Grab 2025 SD hingga SMA/SMK

    • Siswa merupakan anggota keluarga para mitra Grab atau masyarakat umum
    • Siswa sudah terdaftar di SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA di Indonesia per Juli 2025
    • Rata-rata nilai rapor minimal 80.
    • Dokumen Pendaftaran Beasiswa Jenjang SD-SMA
    • KTP calon penerima beasiswa, jika sudah punya KTP
    • Kartu Keluarga
    • Surat keterangan sedang tidak menerima beasiswa lain, dapat diminta ke bagian administrasi sekolah
    • Rapor siswa selama 2 semester terakhir
    • Surat keterangan tidak mampu dari kantor kelurahan/desa setempat atau bukti tagihan listrik, tidak wajib (opsional).

    Syarat Beasiswa Grab 2025 Kuliah S1

    Pendaftar merupakan anggota keluarga para mitra Grab atau masyarakat umum

    • Sudah terdaftar sebagai mahasiswa S1 semester 1 (bukan D3 dan bukan semester 2 ke atas) di universitas negeri maupun swasta di Indonesia untuk tahun ajaran 2025/2026 pada jurusan sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM), bisnis, dan keberlanjutan (sustainability).
    • Rata-rata nilai rapor minimal 90 semasa SMA/SMK.

    Dokumen Pendaftaran Beasiswa Jenjang S1

    • KTP calon penerima beasiswa
    • Kartu Keluarga
    • Surat keterangan sedang tidak menerima beasiswa lain, dapat diminta ke bagian kemahasiswaan kampus
    • Surat keterangan penerimaan mahasiswa atau letter of acceptance (LoA)
    • Rapor SMA/SMK yang sudah dilegalisasi
    • Ijazah SMA/SMK
    • Surat keterangan lulus bagi lulusan Paket C atau homeschooling
    • Motivation letter
    • Surat keterangan tidak mampu dari kantor kelurahan/desa setempat atau bukti tagihan listrik, tidak wajib (opsional).

    Daftar Kampus yang Bekerja Sama

    Mahasiswa asal kampus berikut berpeluang lebih besar untuk mendapat beasiswa:

    • IPB University
    • Universitas Indonesia
    • Institut Teknologi Bandung
    • Universitas Diponegoro
    • Universitas Brawijaya
    • Universitas Padjadjaran
    • Universitas Sriwijaya

    Jadwal Beasiswa Grab 2025 Jenjang SD-SMA

    • Pendaftaran: 1-31 Juli 2025
    • Seleksi administrasi: 1 Agustus-13 November 2025
    • Pengumuman penerima beasiswa: 17 November 2025

    Jadwal Beasiswa Grab 2025 Jenjang Kuliah S1

    • Pendaftaran: 1-31 Juli 2025
    • Seleksi administrasi: 1 Agustus-3 September 2025
    • Pengumuman hasil seleksi administrasi: 4 September 2025
    • Tes online: 8-19 September 2025
    • Pengumuman hasil tes online: 10 Oktober 2025
    • Wawancara: 13- 24 Oktober 2025
    • Pengumuman penerima beasiswa: 17 November 2025

    Pertanyaan lebih lanjut dan pendaftaran dapat diajukan secara online melalui situs https://www.benihbaik.com/beasiswa-grab/. Semoga bermanfaat, detikers!

    (twu/faz)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / jess bailey
  • Beasiswa Doktor untuk Dosen Indonesia 2025 Diperpanjang, Cek Jadwal Terkini!


    Jakarta

    Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) belum lama ini membuka Beasiswa Program Doktor untuk Dosen Indonesia (PDDI) 2025. Kini Kemdiktisaintek memperpanjang pendaftarannya hingga 26 Juni 2025, yang semula hanya sampai 14 Juni.

    Beasiswa ini berbentuk joint degree dan dual degree. Program disediakan dengan skema program doktor by research dan doktor by coursework.

    Simak jadwal seleksi program ini setelah mendapatkan perpanjangan!


    Jadwal Beasiswa PDDI 2025

    • Penutupan pendaftaran: 26 Juni 2025 pukul 23.59 WIB
    • Seleksi administrasi: Juni 2025
    • Seleksi substansi: Juli 2025
    • Penetapan dan pengumuman hasil: Agustus 2025.

    Tahapan Seleksi Beasiswa PDDI 2025

    Dikutip dari unggahan resmi Kemdiktisaintek, berikut ini tahapan seleksi Beasiswa PDDI 2025:

    • Pendaftaran: Peserta melengkapi seluruh berkas dan syarat mendaftar.
    • Seleksi administrasi: Panitia melakukan validasi kesesuaian dan kebenaran dokumen.
    • Seleksi substansi: Wawancara dengan pendaftar untuk menilai aspek kemampuan akademik/keterampilan, sikap, dan wawasan kebangsaannya.
    • Pleno dan penetapan: Penetapan penerima Beasiswa PDDI.

    Tujuan Beasiswa PDDI 2025

    Mendiktisaintek Brian Yuliarto menyebut beasiswa ini adalah salah satu upaya peningkatan kapasitas dosen dengan menempuh program doktor. Ia menyampaikan sekitar 74,95% persen dosen di Indonesia belum memiliki kualifikasi pendidikan doktor.

    Brian menuturkan peningkatan kualifikasi dosen juga mendukung dosen untuk naik pangkat dan meningkatkan kesejahteraannya. Maka dari itu saat ini pihaknya juga sedang mengusahakan beasiswa doktor untuk dosen dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan beasiswa dari riset, khususnya topik prioritas pemerintah.

    “Barangkali tahun depan dana penelitian langsung kita blok untuk S3,” ujarnya dalam peluncuran Beasiswa PDDI 2025 di Grha Kemdiktisaintek, Jalan Pintu Satu Senayan, Jakarta (2/6/2025), dikutip dari arsip detikEdu.

    Perlu dicatat, beasiswa ini diperuntukkan bagi dosen di lingkungan koordinasi Kemdiktisaintek. Daftar perguruan tinggi yang jadi tujuan beasiswa ini bisa diakses melalui https://beasiswa.kemdiktisaintek.go.id/informasi.

    Sementara, format lampiran dokumen pendaftaran bisa dilihat dalam Buku Panduan Pendaftaran Beasiswa PDDI Tahun 2025 yang bisa diunduh melalui https://beasiswa.kemdiktisaintek.go.id/unduh/.

    (nah/nwk)

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / jess bailey