Alexis Ohanian, co-founder situs media sosial Reddit, berkata fenomena game play-to-earn berbasis aset kripto akan berkuasa dan rutin bagi pemain dalam waktu lima tahun.
“90 persen orang tidak akan memainkan game kecuali mereka dihargai benar bagi waktu mereka,” jelas pengelola pemodal ventura Seven Seven Six tersebut dalam episode podcast Where It Happens.
Ia menambahkan, dalam lima tahun orang akan menghargai waktu secara benar. Saat ini pemain dipanen sebagai korban iklan atau dipaksa membayar dolar untuk membeli barang digital yang tidak benar-benar dimiliki.
Alih-alih demikian, Ohanian berkata pengguna akan memainkan game on-chain yang sama serunya tetapi benar-benar memperoleh nilai. Pengguna akan menjadi pemilik dan penghasil panen.
Game play-to-earn merupakan dunia virtual bertenaga kripto yang menjadi popular di sekeliling dunia pada tahun 2021, terutama di masa pandemi yang seret penghasilan.
Dunia game seperti Axie Infinity dan The Sandbox memakai kripto sebagai mata uang dalam game.
Gaming adalah salah satu kegunaan terbesar di metaverse, dunia virtual yang membantu pemain membangun, memiliki dan menuai untung dari pengalaman gaming mereka memakai token dalam platform game tersebut.
Menariknya, seperempat pemain Axie Infinity sebelumnya tidak memiliki akses ke rekening bank. Hal itu berarti dompet Axie adalah layanan keuangan pertama yang mereka akses.
Pakar industri kripto menduga akan ada peningkatan adopsi oleh waralaba gaming popular. Lebih banyak pemain akan menggandrungi game play-to-earn pada tahun 2022.
Di sektor metaverse, Decentraland (MANA) memiliki kapitalisasi pasar terbesar di antara token game play-to-earn menurut data CoinMarketCap.
Selain bidang play-to-earn, Ohanian memberikan dua prediksi lain.
Menurutnya, sebagian besar orang akan berpartisipasi dalam DAO dalam lima tahun berikut. DAO adalah istilah bagi sekelompok orang yang bergabung untuk mencapai tujuan bersama.
Contohnya, ConstitutionDAO adalah kelompok yang berusaha membeli salinan Konstitusi AS melalui prose lelang kendati mereka tidak berhasil memenangkannya.
“Orang-orang tidak akan menyadarinya, persoalan merk tidak penting. Mereka tidak akan peduli sebab pengalaman pengguna lebih besar dari semuanya,” jelas Ohanian soal DAO.
Ia berpendapat DAO akan menjadi hal lumrah. Kendati tidak semua orang memakainya, untuk tujuan umum, DAO akan menjadi hal yang normal.
Selain itu, Ohanian mengira pengguna internet akan lebih mengharga identitas daring dibanding identitas nyata.
DAO investasi adalah suatu organisasi yang terdesentralisasi yang menggunakan dana sebagai kelompok. Setiap individu yang memiliki token pengelola DAO investasi dapat berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan.
Semakin banyak token yang dimiliki, semakin besar pula kekuatan suara yang dimiliki. Pendanaan diperoleh melalui penjualan token, penerbitan NFT, dan penyediaan layanan yang menghasilkan pendapatan.
Legalitas DAO investasi akan tergantung pada hukum di yurisdiksi masing-masing.
Dalam praktiknya, DAO investasi telah membuka pintu bagi partisipasi yang lebih luas dalam dunia investment.
Dengan token pengelola yang dapat dibeli oleh siapa saja, individu-individu dengan modal yang lebih kecil sekalipun dapat turut serta dalam pengambilan keputusan investment dan memanfaatkan peluang pertumbuhan yang ditawarkan oleh proyek-proyek yang didanai oleh DAO.
Ini merupakan langkah menuju inklusi finansial yang lebih besar dan memungkinkan individu-individu dari berbagai latar belakang untuk terlibat dalam ekosistem investasi yang sebelumnya mungkin sulit diakses.
Keunikan dari DAO investasi terletak pada transparansi dan keterlibatan aktif anggota. Seluruh informasi terkait keputusan investasi, alokasi dana, dan kinerja portofolio dapat diakses oleh setiap anggota DAO.
Ini memberikan kesempatan bagi anggota untuk memahami lebih dalam tentang dunia investment, belajar dari pengalaman yang diperoleh, dan secara aktif berpartisipasi dalam mengatur arah dan strategi investasi DAO.
Dalam era di mana transparansi dan partisipasi adalah nilai yang semakin dihargai, DAO investasi menjadi alternatif yang menarik bagi individu yang ingin terlibat secara langsung dalam pengambilan keputusan investment.
Pendahuluan
Dengan kemampuan terdesentralisasi yang dimilikinya, blockchain telah mengubah cara kita melakukan investasi.
Para pengusaha dan startup kini tidak lagi tergantung pada perusahaan modal ventura, pendanaan modal awal (seed funding), atau metode penggalangan dana konvensional.
Membuat token khusus dan menggunakan metode on-chain untuk menjual token proyek Anda saat ini relatif mudah dilakukan.
Tidak hanya bagi penggalang dana, investor pun juga mengalami perubahan yang signifikan. Dengan adanya DAO investasi, pendekatan baru dalam mendanai proyek sekarang dapat diakses bahkan oleh investor terkecil sekalipun.
Apa Itu DAO Investasi?
DAO investasi memungkinkan anggotanya untuk menentukan kapan dan di mana mereka ingin berinvestasi. Investasi tersebut dapat dialokasikan ke dalam berbagai sektor, seperti real estat, fasilitas keuangan terdesentralisasi (DeFi), atau aset lain yang menjadi pilihan dari DAO tersebut.
DAO investasi menggunakan model Organisasi Otonom Terdesentralisasi untuk melakukan demokratisasi dan desentralisasi pada seluruh proses investment.
Pendekatan tradisional dalam investasi memberikan kekuasaan kepada sekelompok kecil pengelola dana seperti perusahaan modal ventura (VC), kantor keluarga, dan hedge fund.
Namun, dalam DAO investasi, keputusan dibuat berdasarkan pendapat dan suara anggota yang memiliki token pengelola. Model ini lebih memprioritaskan opini dari banyak orang saat mengambil keputusan investasi, daripada mengandalkan keahlian dari sekelompok kecil individu.
Ilustrasi investasi aset kripto.
Apa Itu DAO?
DAO (Decentralized Autonomous Organization/Organisasi Otonom Terdesentralisasi) adalah suatu organisasi yang dikelola oleh smart contract, yaitu potongan kode yang dapat menjalankan dirinya sendiri di dalam blockchain.
Anggota DAO berdiskusi dan mengambil keputusan yang kemudian akan dilaksanakan melalui smart contract tersebut. Secara dasar, DAO dapat terus berfungsi tanpa harus melibatkan campur tangan manusia.
Meskipun anggota DAO kehilangan minat atau meninggalkan proyek, kerangka kerja DAO tetap aktif karena sifatnya yang tidak dapat diubah.
Mekanisme umum yang digunakan oleh DAO dalam pengambilan keputusan adalah melalui sistem voting berdasarkan token pengelola. Semakin banyak token pengelola yang dimiliki oleh anggota, semakin besar pula kekuatan suara yang dimiliki.
Beberapa DAO memungkinkan setiap anggotanya untuk membuat proposal, sedangkan yang lain membatasi hak ini hanya untuk kelompok tertentu. DAO secara umum digunakan untuk mengelola proyek DeFi (Keuangan Terdesentralisasi), blockchain, dan protokol lain dalam ruang kripto.
Bagaimana Cara Kerja DAO Investasi?
Biasanya, DAO investasi memiliki tujuan atau prinsip umum yang menjadi dasar operasionalnya. Beberapa DAO berfokus pada sektor industri tertentu, seperti protokol GameFi atau DeFi. Keputusan investasi diambil berdasarkan prinsip-prinsip ini melalui mekanisme proposal.
Pemilik token pengelola DAO investasi memiliki kemampuan untuk membuat proposal. Beberapa DAO mungkin membatasi kemampuan ini hanya untuk pemilik token dengan jumlah tertentu atau subkelompok lain.
Hal ini dilakukan untuk mencegah spam atau membatasi keputusan investasi hanya untuk anggota dengan jumlah staking yang memadai.
Setelah proposal dibuat, pengguna akan melakukan staking token atau menggunakan mekanisme snapshot untuk menggunakan hak suara mereka. Snapshot akan melihat jumlah token pengelola dalam setiap dompet, lalu mendistribusikan hak suara berdasarkan jumlah tersebut tanpa mengunci token.
Hal ini membantu mencegah pengguna mengubah suara mereka dengan cara membeli lebih banyak token setelah melihat proposal. Setelah proses voting selesai, keputusan akan diterapkan berdasarkan hasilnya.
Keuntungan dari investasi akan didistribusikan melalui airdrop kepada pemilik token pengelola atau melalui mekanisme staking. Dengan melakukan staking token pengelola, Anda akan menerima bagian dari reward yang dapat ditarik dari smart contract.
DAO investasi sering kali menjalankan saluran komunitas yang aktif di platform seperti Discord dan Telegram untuk membantu mengelola, menginformasikan, dan memfasilitasi proposal mereka.
Keberhasilan sebuah DAO sangat bergantung pada keaktifan dan kesehatan komunitasnya. Oleh karena itu, DAO perlu mempertahankan keanggotaan yang aktif dan berkelanjutan.
Sumber Dana untuk DAO Investasi
Ada beberapa cara bagi DAO investasi untuk meningkatkan perbendaharaannya. Salah satu metode yang umum adalah melalui penjualan token pengelola.
DAO baru akan mencetak token dan menawarkannya di pasar menggunakan berbagai mekanisme penjualan yang tersedia. Investor akan membeli token tersebut untuk spekulasi, hak suara, atau keduanya.
DAO yang didirikan oleh investor berpengalaman dengan strategi investment yang solid cenderung menarik minat komunitas yang besar sebagai calon anggota DAO.
Setelah menjual token pengelola dengan menggunakan mata uang kripto seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), BUSD, atau stablecoin lainnya, DAO akan menyimpan dana yang diperoleh ke dalam perbendaharaan. Mereka juga dapat menyimpan sejumlah token pengelola dalam perbendaharaan untuk dijual di masa depan.
Metode lain yang populer adalah dengan menerbitkan dan menjual Non-fungible Token (NFT). NFT ini dapat berupa barang koleksi murni atau dapat menawarkan utilitas tambahan. Misalnya, DAO dapat menerbitkan NFT yang memberikan hak pengelola tambahan.
Terakhir, beberapa DAO investasi mungkin sudah memiliki perbendaharaan dan aset digital dari keberhasilan sebelumnya. Sebagai contoh, proyek DeFi mungkin sudah memiliki pendapatan dari layanan yang mereka tawarkan. DAO tersebut dapat memutuskan untuk menginvestasikan dana tersebut. Namun, yang dibahas di sini adalah yang secara khusus berfokus pada investment saja.
Apakah DAO Investasi Legal?
Jawabannya akan tergantung pada yurisdiksi masing-masing. Mungkin tidak ada peraturan khusus yang mengatur DAO investasi di wilayah Anda, sehingga statusnya sulit untuk ditentukan. Untuk mendapatkan gambaran umum, disarankan untuk mencari informasi apakah token DAO investasi tersebut telah teregulasi.
Token tersebut dapat diklasifikasikan sebagai sekuritas di negara Anda dan mungkin memerlukan lisensi khusus. Selain itu, token tersebut juga dapat masuk dalam kategori peraturan kripto lainnya yang berlaku.
Konsep investasi kolektif bukanlah hal yang baru. Beberapa negara telah memiliki regulasi untuk klub investasi. Misalnya, IRS (Internal Revenue Service) memiliki persyaratan khusus bagi kelompok yang melakukan investasi kolektif untuk membagi laba. Peraturan serupa akan tergantung pada regulator di masing-masing negara.
Ilustrasi investasi aset kripto. Sumber: Oatawa/Getty Images.
Risiko DAO Investasi
Meskipun berhasil mencapai desentralisasi kekuasaan berdasarkan kepemilikan token, tetap ada risiko yang terkait. Selalu ada risiko saat menyimpan aset kripto. Selain itu, DAO investasi juga memiliki risiko khusus, antara lain:
Kegagalan smart contract – Smart contract yang menjalankan DAO dapat mengalami kegagalan akibat peretasan, eksploitasi, atau kesalahan dalam kode. Hal ini dapat mengganggu mekanisme yang diperlukan agar DAO berfungsi dengan baik dan mengelola dana yang ada.
Keputusan investasi yang buruk – dalam proyek yang menghasilkan pengembalian investasi negatif. Tidak ada jaminan bahwa keputusan mayoritas selalu merupakan keputusan terbaik.
Pengelolaan dana yang buruk – perlu mengelola dana dengan baik. Jika portofolio tidak cukup terdiversifikasi atau tidak dikelola dengan baik, maka dana yang diinvestasikan dalam DAO dapat terancam.
VC Tradisional vs DAO Investasi
Terdapat berbagai kelebihan dan kelemahan saat membandingkan VC (Venture Capital) dengan DAO investasi.
Meskipun DAO investasi telah membuka peluang profit yang sebelumnya terbatas, statusnya yang masih belum jelas dapat menyulitkan investor dan proyek dalam penggalangan dana. Dengan persyaratan yang ketat, sebagian besar DAO investasi saat ini hanya dapat mengelola proyek kripto.
Namun, DAO investasi memiliki keunggulan yang signifikan terkait dengan Web3. Perusahaan VC tradisional telah menunjukkan minat besar terhadap potensi Web3, tetapi mereka sering kali mengharapkan pengembalian yang tinggi dari investasi mereka dan membutuhkan keahlian mereka.
Namun, VC mungkin tidak memiliki pemahaman yang mendalam tentang Web3 dan teknologi blockchain sebanding dengan pesaing mereka yang terdesentralisasi.
Oleh karena itu, pendanaan melalui DAO investasi dapat memberikan prinsip yang lebih adil, keahlian yang lebih beragam, dan kesepakatan yang lebih merata.
Di sektor industri yang lebih tradisional, nilai tambah yang diberikan oleh VC masih sangat signifikan. Perusahaan VC sering kali memiliki jaringan yang mapan dan berbagai layanan pendukung yang ditawarkan.
Yang tidak kalah penting, mereka juga memiliki dukungan hukum dan kepatuhan yang diperlukan untuk beroperasi dengan lancar.
Kesimpulan
DAO investasi telah menjadi topik yang hangat sejak ledakan kripto terakhir pada tahun 2020/2021. Konsep di balik perubahan model VC tradisional menarik bagi investor kecil dan penggemar blockchain. Hubungan antara VC dan DAO masih dalam tahap perkembangan, karena konsep DAO sendiri masih berada dalam tahap awal. Seperti halnya investment lainnya, jika Anda tertarik untuk mencoba, penting untuk memahami risikonya dan melihat apakah sesuai dengan strategi portofolio Anda.
DAO adalah organisasi yang berjalan di atas teknologi blockchain, di mana keputusan-keputusan penting diambil secara kolektif oleh anggota komunitas. DAO penting untuk pengambilan keputusan, yang tentunya menentukan masa depan proyek blockchain terkait.
Namun, dengan banyaknya proyek DAO yang bermunculan, memilih proyek yang tepat menjadi tantangan tersendiri. Artikel ini akan membahas cara memilih proyek DAO yang tepat, menggunakan COW DAO sebagai studi kasus.
Apa Akibatnya Jika Salah Memilih Proyek DAO?
Salah memilih proyek DAO bisa memberikan dampak buruk bagi investor. Berikut beberapa akibatnya:
Kerugian Finansial Jika proyek DAO yang dipilih mengalami penipuan atau gagal, investor berpotensi kehilangan semua aset yang telah diinvestasikan. Ini bisa terjadi jika proyek tidak punya sistem tata kelola yang kuat atau tim yang tidak memiliki rekam jejak jelas.
Kurangnya Pengaruh dalam Pengambilan Keputusan Dalam DAO yang buruk, investor mungkin tidak memiliki pengaruh yang signifikan dalam keputusan-keputusan proyek. Hal ini membuat partisipasi mereka tidak efektif dan menurunkan nilai investasi yang diharapkan.
Kehilangan Kepercayaan pada Investasi Crypto Terlibat dalam proyek yang gagal bisa membuat investor, terutama pemula, kehilangan kepercayaan terhadap investasi di dunia crypto. Hal ini dapat menghambat mereka untuk mencoba kembali atau bahkan membatasi peluang investasi potensial lainnya di masa depan.
Risiko Keamanan dan Privasi Beberapa proyek DAO mungkin memiliki sistem keamanan yang lemah, sehingga rentan terhadap serangan siber. Jika data dan aset investor dicuri, ini bisa mengakibatkan kerugian yang signifikan serta mengancam privasi investor.
Kriteria Utama dalam Memilih Proyek DAO
Agar terhindar dari risiko di atas, berikut beberapa kriteria penting dalam memilih proyek DAO yang tepat:
Visi dan Misi Proyek Pastikan proyek DAO memiliki visi dan misi yang jelas serta tujuan jangka panjang yang masuk akal. Investor harus memahami tujuan utama proyek dan bagaimana kontribusi mereka dapat membawa proyek ke arah yang lebih baik.
Tim dan Komunitas yang Aktif Lihat siapa yang berada di balik DAO dan seberapa aktif komunitasnya dalam mendukung proyek. Proyek yang didukung oleh tim berpengalaman dengan komunitas yang solid cenderung memiliki tingkat keberhasilan yang lebih tinggi.
Struktur Tata Kelola yang Jelas DAO yang baik memiliki struktur tata kelola yang jelas, di mana anggota bisa memberikan suara dalam keputusan penting. Tata kelola yang baik menjamin bahwa semua keputusan dibuat secara demokratis dan transparan.
Transparansi dan Dokumentasi Proyek DAO yang profesional biasanya memiliki whitepaper atau dokumentasi lain yang transparan. Ini membantu investor memahami detail teknis proyek serta visi dan misinya.
Keamanan Protokol Pastikan proyek memiliki langkah-langkah keamanan yang memadai untuk melindungi dana dan data pengguna. Sistem keamanan yang baik sangat penting dalam menghindari risiko pencurian atau peretasan.
Proyek DAO yang populer saat ini:
Berikut adalah beberapa contoh proyek DAO yang berjalan dengan baik saat ini.
Uniswap DAO Uniswap adalah platform pertukaran terdesentralisasi (DEX) yang memungkinkan pengguna menukar token ERC-20 tanpa perantara. Uniswap DAO mengelola pengembangan dan peningkatan protokol melalui partisipasi komunitas.
MakerDAO MakerDAO adalah organisasi di balik stablecoin DAI, yang nilainya dipatok terhadap dolar AS. DAO ini memungkinkan pemegang token MKR untuk berpartisipasi dalam tata kelola, termasuk keputusan tentang parameter sistem dan kebijakan moneter.
Compound DAO Compound adalah protokol pasar uang yang memungkinkan pengguna mendapatkan bunga dari aset kripto mereka atau meminjam aset. Compound DAO mengelola parameter protokol dan peningkatan melalui partisipasi komunitas.
CoW DAO CoW DAO adalah organisasi yang berfokus pada pengembangan produk-produk yang melindungi pengguna dalam ekosistem DeFi. Mereka mengembangkan CoW Protocol, sebuah protokol perdagangan terdesentralisasi yang menggunakan lelang batch untuk menemukan harga terbaik dan melindungi pengguna dari serangan MEV (Maximal Extractable Value). CoW DAO juga mendukung inisiatif seperti MEV Blocker dan CoW AMM, yang bertujuan meningkatkan keamanan dan efisiensi perdagangan di Ethereum.
Tips Tambahan untuk Menilai Proyek DAO Lainnya
Selain kriteria utama dan studi kasus di atas, berikut beberapa tips tambahan yang bisa membantu dalam menilai proyek DAO lainnya:
Lakukan riset mendalam mengenai tim pendiri proyek dan pengalaman karier mereka.
Gunakan media sosial seperti Twitter, Reddit, dan forum crypto untuk mengevaluasi opini komunitas tentang proyek tersebut.
Periksa data transaksi dan perkembangan proyek di blockchain explorer untuk memastikan proyek memiliki aktivitas yang stabil dan kredibel.
Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.
DISCLAIMER: Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.
Ekosistem Decentralized Autonomous Organization (DAO) kembali menghadirkan inisiatif baru untuk meningkatkan transparansi dalam pengelolaan token.
Proposal BIP045 saat ini sedang menjalani proses voting komunitas pada 3–7 Maret untuk meresmikan Yecho Buyback Dashboard sebagai tracker resmi pembelian kembali (buyback) token BIM di jaringan Base.
Inisiatif ini bertujuan memberikan visibilitas yang lebih jelas kepada komunitas mengenai aktivitas buyback token yang berlangsung di ekosistem BIM.
Dengan adanya dashboard tersebut, data mengenai pembelian kembali token dapat dipantau secara real-time, sehingga meningkatkan kepercayaan publik terhadap mekanisme yang berjalan di dalam proyek.
Buyback token merupakan salah satu strategi yang cukup umum digunakan dalam ekosistem kripto untuk mengelola suplai token di pasar.
Melalui mekanisme ini, proyek membeli kembali token dari pasar dengan tujuan tertentu, seperti stabilisasi harga atau penguatan nilai ekosistem.
Namun, dalam banyak kasus, komunitas sering kali kesulitan memverifikasi sejauh mana proses buyback benar-benar dilakukan oleh tim proyek.
Proposal BIP045 mencoba menjawab tantangan tersebut dengan menghadirkan dashboard pelacakan buyback yang dapat diakses secara terbuka oleh publik.
Melalui Yecho Buyback Dashboard, komunitas dapat melihat aktivitas pembelian kembali token BIM secara langsung di jaringan Base, termasuk volume transaksi dan data yang relevan lainnya.
Dengan pendekatan ini, DAO berharap dapat menciptakan tingkat transparansi yang lebih tinggi dalam ekosistem serta memberikan kejelasan mengenai implementasi kebijakan buyback.
Peran Jaringan Base dalam Ekosistem
Menurut laporan Coinmarketcal, integrasi dashboard buyback dengan jaringan Base juga menjadi bagian penting dari proposal ini.
Base merupakan jaringan Layer 2 Ethereum yang dirancang untuk menawarkan transaksi lebih cepat dan biaya yang lebih rendah dibanding jaringan utama Ethereum.
Dengan memanfaatkan infrastruktur Base, proses pencatatan dan pelacakan transaksi buyback dapat dilakukan secara efisien sekaligus tetap mempertahankan transparansi berbasis blockchain.
Penggunaan jaringan Layer 2 juga memungkinkan lebih banyak aktivitas on-chain tanpa menimbulkan biaya transaksi yang terlalu tinggi, sehingga mempermudah pemantauan data oleh komunitas.
Fokus pada Transparansi dan Pengalaman Pengguna
Menurut pengamat industri, proposal BIP045 lebih menekankan pada peningkatan transparansi dan pengalaman pengguna (user experience) daripada perubahan mendasar dalam struktur ekonomi token.
Tim Research Tokocrypto menilai bahwa inisiatif ini dapat memperkuat kepercayaan komunitas terhadap proyek, meskipun dampaknya terhadap harga token kemungkinan tidak terlalu signifikan dalam jangka pendek.
“Ini upgrade di sisi transparansi dan UX, bukan perubahan tokenomik (jumlah buyback nggak nambah). Bagus buat kepercayaan komunitas jangka panjang, tapi pengaruh ke harga kemungkinan minim karena nggak ada mekanisme value-accrual baru,” papar Tim Research Tokocrypto.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa meskipun langkah ini penting dari sisi tata kelola dan akuntabilitas, investor biasanya mencari mekanisme tambahan yang secara langsung dapat meningkatkan nilai ekonomi token.
Pentingnya Transparansi dalam DAO
Dalam ekosistem DAO, transparansi menjadi salah satu prinsip utama yang membedakan model ini dari organisasi tradisional.
Karena keputusan dan pengelolaan proyek dilakukan secara kolektif oleh komunitas, akses terhadap informasi yang jelas dan terbuka menjadi hal yang sangat penting.
Dashboard seperti yang diusulkan dalam BIP045 dapat membantu menciptakan sistem yang lebih transparan dan mudah diaudit oleh publik.
Dengan data yang tersedia secara real-time, komunitas dapat memantau apakah kebijakan yang disepakati benar-benar dijalankan sesuai rencana.
Langkah ini juga dapat meningkatkan partisipasi anggota komunitas dalam proses governance karena mereka memiliki akses terhadap informasi yang lebih lengkap sebelum mengambil keputusan dalam voting.
Jika proposal BIP045 disetujui dalam voting DAO, maka Yecho Buyback Dashboard akan menjadi alat resmi untuk memantau aktivitas buyback token BIM.
Meski tidak menghadirkan perubahan pada jumlah buyback atau mekanisme tokenomik baru, kehadiran dashboard tersebut tetap memiliki nilai penting dalam membangun kepercayaan jangka panjang di dalam komunitas.
Dalam industri kripto yang sering menghadapi isu transparansi dan kepercayaan, inisiatif seperti ini dapat menjadi langkah strategis untuk menunjukkan komitmen proyek terhadap tata kelola yang lebih terbuka.
Ke depan, keberhasilan implementasi dashboard ini juga dapat menjadi contoh bagi proyek DAO lainnya untuk menghadirkan sistem pemantauan yang lebih transparan bagi komunitas mereka.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Sebagaimana dilansir dari News Bitcoin, BGD Labs mengumumkan akan mengakhiri kerja samanya dengan Aave DAO, efektif mulai 1 April 2026.
Keputusan ini mengakhiri empat tahun kolaborasi strategis, di mana BGD Labs berperan sebagai kontributor utama dalam pengembangan teknis dan keamanan protokol Aave.
Dalam pernyataan resminya, BGD Labs menyebut adanya ketidakseimbangan organisasi sebagai alasan utama tidak diperpanjangnya kontrak kerja sama tersebut.
Mereka menyoroti dominasi Aave Labs, yang dinilai memiliki kontrol signifikan terhadap brand dan proses voting dalam ekosistem Aave.
Sebagai organisasi otonom terdesentralisasi (DAO), Aave selama ini diposisikan sebagai protokol yang dikelola komunitas melalui mekanisme tata kelola berbasis token.
Namun, BGD Labs menilai struktur saat ini berpotensi menciptakan risiko sentralisasi.
Dominasi entitas komersial dalam pengambilan keputusan dinilai bertentangan dengan prinsip dasar desentralisasi.
Ketika satu pihak memiliki pengaruh besar terhadap arah pengembangan dan branding, muncul kekhawatiran bahwa independensi DAO dapat tergerus.
Isu ini bukan hal baru di dunia DeFi. Banyak DAO menghadapi dilema antara efisiensi operasional dan desentralisasi murni.
Ketika proyek berkembang pesat dan membutuhkan koordinasi skala besar, entitas komersial sering kali mengambil peran sentral untuk memastikan eksekusi berjalan lancar.
Namun, situasi tersebut juga berpotensi menimbulkan ketegangan internal, seperti yang kini terjadi di Aave.
For four years, BGD has played an important role in Aave V3’s technical development, and it is fair to say that Aave V3 would not be what it is today without their contributions. That Aave V3 has lasted this long in an ever changing industry is a testament to their dedication and…
BGD Labs dikenal sebagai salah satu pilar teknis utama dalam pengembangan Aave, khususnya dalam aspek keamanan smart contract dan audit teknis.
Kepergian mereka memunculkan pertanyaan tentang kesiapan DAO dalam menjaga stabilitas protokol ke depan.
Tim Research Tokocrypto menilai langkah ini sebagai kehilangan signifikan bagi ekosistem Aave.
“Keluarnya BGD Labs adalah kehilangan besar bagi infrastruktur teknis Aave. Ini mencerminkan tensi internal klasik dalam DAO antara entitas komersial (Aave Labs) dan kontributor independen. Pergeseran ini bisa memperlambat migrasi ke Aave v4 dan memaksa DAO untuk mencari auditor atau pengembang baru dalam waktu singkat guna menjaga stabilitas protokol,” ujar Tim Research Tokocrypto.
Potensi Dampak ke Aave v4
Salah satu agenda besar yang tengah dinanti komunitas adalah migrasi ke Aave v4. Versi terbaru ini diharapkan membawa peningkatan efisiensi modal, fleksibilitas arsitektur, serta sistem manajemen risiko yang lebih canggih.
Namun, tanpa dukungan teknis dari BGD Labs, proses transisi tersebut berpotensi mengalami penundaan.
DAO kini dihadapkan pada kebutuhan mendesak untuk menunjuk kontributor teknis baru, baik dalam bentuk firma audit independen maupun tim pengembang tambahan.
Keterlambatan dalam migrasi dapat berdampak pada daya saing Aave di tengah persaingan ketat protokol lending DeFi lainnya.
Tantangan Tata Kelola DAO
Kasus ini juga membuka diskusi lebih luas mengenai tata kelola DAO.
Apakah model desentralisasi penuh dapat berjalan efektif tanpa ketergantungan pada entitas komersial? Atau justru keseimbangan antara keduanya yang menjadi kunci keberlanjutan?
Bagi investor dan pengguna Aave, fokus utama saat ini adalah stabilitas protokol dan keamanan dana yang terkunci (TVL).
Selama tata kelola berjalan transparan dan proses transisi dilakukan secara terstruktur, dampak jangka pendek mungkin dapat dikelola.
Namun dalam jangka panjang, keseimbangan kekuasaan dalam DAO akan menjadi faktor krusial bagi reputasi dan keberlanjutan proyek.
Keputusan BGD Labs untuk hengkang dari Aave DAO menandai babak baru dalam dinamika internal salah satu protokol DeFi terbesar.
Isu sentralisasi, tata kelola, dan kesiapan teknis kini menjadi sorotan utama komunitas.
Ke depan, kemampuan Aave DAO dalam mencari mitra teknis baru dan menjaga momentum pengembangan, khususnya menuju Aave v4, akan menjadi ujian penting bagi ketahanan ekosistemnya.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Komunitas Jupiter DAO tengah menggelar pemungutan suara penting terkait proposal bertajuk “Net-Zero Emissions”.
Sebagaimana dilansir dari Coinmarketcal pada Sabtu (21/2), proposal ini bertujuan mengurangi emisi token baru JUP hingga mendekati nol, sebagai langkah strategis untuk menciptakan keseimbangan jangka panjang antara tim pengembang, komunitas, dan pemegang token.
Langkah ini dinilai sebagai salah satu perubahan tokenomics paling signifikan dalam ekosistem Jupiter, agregator DEX terbesar di jaringan Solana.
Secara sederhana, proposal ini mengusulkan penghentian atau pengurangan drastis distribusi emisi token baru JUP di masa depan.
Model ini bertujuan menekan inflasi suplai yang selama ini menjadi salah satu faktor tekanan harga pada banyak token kripto.
Dalam struktur tokenomics tradisional, emisi token baru sering digunakan sebagai insentif untuk mendorong partisipasi komunitas, staking, atau reward ekosistem.
Namun, distribusi berkelanjutan tanpa pertumbuhan permintaan yang sepadan dapat menciptakan tekanan jual yang konsisten di pasar.
Dengan pendekatan net-zero emissions, Jupiter DAO berusaha menggeser paradigma dari pertumbuhan berbasis subsidi emisi menuju model kelangkaan yang lebih berkelanjutan.
Dampak terhadap Supply JUP
Jika proposal ini disetujui, laju inflasi token JUP akan menurun drastis. Meski demikian, dampaknya terhadap suplai beredar tidak akan terjadi secara instan.
Distribusi ASR (Active Staking Rewards) untuk kuartal pertama (Q1) disebut tidak akan terpengaruh oleh proposal ini.
Artinya, perubahan struktural akan terasa dalam jangka menengah hingga panjang, bukan dalam hitungan hari atau minggu setelah voting selesai.
Namun dalam pasar kripto, perubahan narasi sering kali lebih cepat memengaruhi harga dibandingkan perubahan fundamental itu sendiri.
Tim Research Tokocrypto menilai proposal ini sebagai katalis tokenomics yang sangat kuat.
“Proposal ini adalah katalis tokenomics yang sangat kuat (bullish secara struktural) karena secara drastis mengurangi inflasi dan mengubah JUP menjadi aset yang lebih langka. Meskipun dampak supply tidak instan (karena ASR Q1 tidak terpengaruh), hasil vote ini akan menjadi penggerak utama narasi repricing JUP di mata investor jangka panjang,” ungkap Tim Research Tokocrypto.
Menurut analisis tersebut, pengurangan inflasi akan memperkuat positioning JUP sebagai aset yang lebih langka dan berorientasi jangka panjang.
Dalam banyak kasus, token dengan laju inflasi rendah atau mendekati nol cenderung memiliki daya tarik lebih tinggi bagi investor institusional dan holder jangka panjang.
Keseimbangan antara Tim dan Komunitas
Salah satu tujuan utama proposal ini adalah menciptakan keseimbangan distribusi nilai antara tim pengembang, komunitas, dan investor.
Model emisi tinggi sering kali memicu perdebatan tentang potensi dilusi terhadap pemegang token awal.
Dengan pendekatan net-zero, Jupiter DAO mencoba mengurangi potensi konflik kepentingan sekaligus memperkuat kepercayaan pasar terhadap tata kelola terdesentralisasi.
Langkah ini juga menunjukkan kedewasaan ekosistem Jupiter dalam merespons dinamika pasar dan tuntutan investor terhadap tokenomics yang lebih berkelanjutan.
Potensi Repricing JUP
Pergerakan harga Jupiter (JUP/USDT) pada Sabtu, 21 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Dalam konteks pasar, hasil voting ini berpotensi menjadi katalis narasi baru bagi JUP.
Jika komunitas menyetujui proposal tersebut, pasar dapat mulai melakukan repricing terhadap token berdasarkan ekspektasi suplai masa depan yang lebih ketat.
Namun demikian, keberhasilan strategi ini tetap bergantung pada beberapa faktor, termasuk pertumbuhan volume dan utilitas Jupiter di ekosistem Solana.
Selain itu, faktor lainnya dipengaruhi oleh stabilitas pasar kripto secara keseluruhan, kepercayaan komunitas terhadap tata kelola DAO, hingga kejelasan roadmap pengembangan produk.
Tanpa pertumbuhan utilitas yang kuat, pengurangan emisi saja mungkin tidak cukup untuk mendorong apresiasi harga yang berkelanjutan.
Voting “Net-Zero Emissions” menjadi ujian penting bagi mekanisme tata kelola Jupiter DAO.
Keputusan komunitas akan mencerminkan arah strategis jangka panjang: apakah tetap mempertahankan model insentif inflasioner atau beralih ke pendekatan berbasis kelangkaan.
Jika disetujui, proposal ini dapat menjadi tonggak penting dalam evolusi tokenomics JUP dan memperkuat posisinya sebagai salah satu aset DeFi utama di ekosistem Solana.
Ke depan, hasil voting ini akan menjadi indikator sentimen pasar sekaligus fondasi baru dalam membentuk narasi investasi JUP di mata pelaku pasar global.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Protokol derivatif terdesentralisasi dYdX kembali menjadi sorotan setelah menjalankan voting on-chain untuk Proposal #372.
Proposal ini memicu perdebatan di komunitas karena menyentuh aspek krusial dalam ekosistem DeFi: penggunaan dana cadangan (Insurance Fund) untuk membiayai operasional DAO.
Berbeda dari proposal governance pada umumnya, Prop #372 tidak hanya bersifat administratif atau kosmetik.
Usulan ini secara langsung menyentuh keseimbangan antara manajemen risiko dan keberlanjutan pendanaan protokol, dua faktor yang sangat menentukan kepercayaan pengguna.
Dalam struktur DeFi, Insurance Fund memiliki fungsi vital sebagai lapisan perlindungan terhadap risiko likuidasi ekstrem dan kerugian sistemik.
Dana ini biasanya digunakan untuk menutup kerugian yang tidak dapat ditanggung oleh mekanisme pasar, sehingga menjaga stabilitas platform dan melindungi pengguna.
Melalui Proposal #372, Coinmarketcal menyebut komunitas dYdX diminta untuk mempertimbangkan apakah sebagian dana dari Insurance Fund dapat dialokasikan untuk kebutuhan DAO Funding—yang mencakup pengembangan, operasional, hingga insentif governance.
Langkah ini secara tidak langsung menggeser fungsi dana cadangan dari proteksi risiko menjadi sumber pembiayaan, sebuah perubahan yang tidak bisa dianggap sepele.
Dilema antara Efisiensi dan Keamanan
Perdebatan utama dalam voting ini terletak pada dua perspektif yang saling bertolak belakang. Di satu sisi, penggunaan sebagian Insurance Fund dapat memperpanjang runway keuangan DAO tanpa harus mencari sumber dana eksternal atau melakukan emisi token tambahan yang berpotensi dilutif.
Namun di sisi lain, pengurangan cadangan proteksi bisa meningkatkan risiko sistemik, terutama dalam kondisi pasar yang volatil. Hal ini dapat memengaruhi persepsi pengguna terhadap keamanan protokol.
Tim Research Tokocrypto menilai bahwa proposal ini memiliki dampak yang jauh lebih besar dibandingkan sekadar perubahan kebijakan internal.
“Ini material untuk DYDX karena hasil vote dapat memengaruhi persepsi keamanan protokol dan disiplin pengelolaan cadangan, bukan sekadar proposal kosmetik. Repricing jangka pendek mungkin muncul di sekitar hasil voting, tetapi dampak besarnya akan ditentukan oleh apakah komunitas melihat langkah ini sebagai efisiensi treasury atau tanda tekanan pada model pendanaan DAO,” ujar Tim Research Tokocrypto.
Pernyataan ini menegaskan bahwa keputusan komunitas tidak hanya akan berdampak pada operasional internal, tetapi juga pada sentimen pasar terhadap token DYDX.
⛓️ On-Chain Vote Created ⛓️
Should the community approve winding down the following markets: JASMY, KOMA, LINEA, ME, NEIRO, PIPPIN, RAY, TRB, TRY, USDE, YFI and ZEREBRO?
Voting governance seperti ini sering kali menjadi katalis volatilitas jangka pendek, terutama ketika menyangkut aspek fundamental seperti manajemen dana. Jika proposal disetujui, pasar mungkin akan merespons dengan dua cara berbeda.
Sebagian investor bisa melihatnya sebagai langkah efisiensi yang cerdas, terutama jika dana digunakan secara transparan dan strategis.
Namun, ada juga potensi kekhawatiran bahwa langkah ini mencerminkan tekanan finansial dalam DAO, yang dapat memicu sentimen negatif.
Sebaliknya, jika proposal ditolak, hal tersebut bisa memperkuat persepsi bahwa komunitas lebih mengutamakan keamanan jangka panjang dibanding fleksibilitas pendanaan.
Governance DeFi Makin Dewasa
Terlepas dari hasilnya, Proposal #372 mencerminkan fase kedewasaan dalam governance DeFi.
Komunitas tidak lagi hanya membahas fitur atau insentif, tetapi juga mulai menghadapi keputusan strategis yang kompleks, mirip dengan perusahaan tradisional.
Isu seperti alokasi treasury, manajemen risiko, dan keberlanjutan pendanaan kini menjadi bagian penting dalam diskursus DAO.
Ini menunjukkan bahwa ekosistem DeFi terus berkembang menuju struktur yang lebih matang dan terorganisir.
Voting Prop #372 di dYdX menjadi momen penting yang dapat menentukan arah kebijakan keuangan protokol ke depan.
Keputusan yang diambil tidak hanya akan berdampak pada struktur treasury, tetapi juga pada kepercayaan pengguna dan investor.
Dalam jangka pendek, volatilitas harga DYDX kemungkinan akan meningkat seiring hasil voting. Namun dalam jangka panjang, dampak sebenarnya akan bergantung pada bagaimana komunitas menilai keseimbangan antara efisiensi dan keamanan.
Bagi pelaku pasar, perkembangan ini menjadi pengingat bahwa dalam dunia DeFi, governance bukan sekadar formalitas, melainkan faktor fundamental yang dapat membentuk nilai sebuah protokol.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Langkah besar dalam evolusi regulasi kripto kembali datang dari Alabama.
Negara bagian tersebut resmi mengesahkan DUNA Act, menjadikannya yurisdiksi kedua di Amerika Serikat setelah Wyoming yang memberikan status badan hukum kepada DAO (Decentralized Autonomous Organization).
Kebijakan ini dinilai sebagai terobosan penting dalam menjembatani kesenjangan antara dunia blockchain dan sistem hukum tradisional.
Dengan pengesahan ini, DAO kini tidak lagi sekadar entitas digital tanpa bentuk legal, melainkan dapat beroperasi secara resmi layaknya organisasi konvensional.
Melalui DUNA Act, DAO di Alabama memperoleh sejumlah hak fundamental yang sebelumnya sulit diakses.
Mereka kini dapat memiliki properti, menandatangani kontrak, hingga terlibat dalam proses hukum, baik sebagai pihak yang menggugat maupun digugat.
Lebih dari itu, regulasi ini juga memberikan perlindungan hukum bagi anggota dan administrator DAO dari tanggung jawab pribadi, selama organisasi tersebut memenuhi kriteria tertentu.
Salah satu syarat utama adalah memiliki minimal 100 anggota dan beroperasi untuk tujuan nonprofit bersama.
Perkembangan ini menjadi jawaban atas salah satu tantangan terbesar yang selama ini dihadapi DAO, yakni ketidakjelasan status hukum di dunia nyata.
Tanpa pengakuan legal, banyak DAO kesulitan menjalankan aktivitas dasar seperti membuka rekening bank, mengelola treasury, atau menandatangani perjanjian formal.
Dari Eksperimen ke Struktur Formal
Selama beberapa tahun terakhir, DAO berkembang pesat sebagai model organisasi berbasis blockchain yang mengedepankan transparansi dan tata kelola terdesentralisasi.
Namun, di balik inovasi tersebut, banyak DAO masih beroperasi di “area abu-abu” dari sisi regulasi.
Sebuah laporan dari Cointelegraph menyoroti bahwa langkah Alabama ini menjadi sinyal kuat bahwa regulator mulai serius mengakomodasi model organisasi Web3 dalam kerangka hukum yang ada.
Perjelas Status Hukum
Tim Research Tokocrypto melihat pengesahan ini sebagai momen krusial bagi perkembangan DAO, khususnya di Amerika Serikat.
“Ini langkah regulasi yang penting karena salah satu masalah terbesar DAO selama ini memang status hukum di dunia nyata, bukan narasi governance-nya. Kalau tren ini diikuti negara bagian lain, DAO berbasis AS bakal punya pijakan operasional yang jauh lebih solid untuk bangun treasury, kontrak, dan struktur organisasi tanpa terus hidup di area abu-abu,” ujar Tim Research Tokocrypto.
Pernyataan ini menegaskan bahwa tantangan utama DAO bukan lagi pada konsep atau teknologi, melainkan pada legitimasi hukum yang memungkinkan mereka berinteraksi dengan sistem keuangan dan hukum tradisional.
Dampak Lebih Luas bagi Ekosistem Web3
Legalisasi DAO di Alabama berpotensi menciptakan efek domino di tingkat nasional.
Jika negara bagian lain mengikuti langkah serupa, maka Amerika Serikat bisa menjadi salah satu pusat utama pengembangan DAO secara global.
Dengan kepastian hukum, DAO akan lebih mudah menarik partisipasi institusi dan investor besar.
Struktur organisasi yang lebih jelas juga membuka peluang untuk pengelolaan dana yang lebih profesional, termasuk dalam pembangunan treasury skala besar.
Di sisi lain, regulasi ini juga membantu mengurangi risiko bagi individu yang terlibat dalam DAO.
Perlindungan terhadap tanggung jawab pribadi menjadi faktor penting, terutama dalam ekosistem yang sebelumnya minim kepastian hukum.
Namun, seperti halnya regulasi kripto lainnya, implementasi DUNA Act juga akan menjadi kunci. Bagaimana aturan ini diterapkan dalam praktik akan menentukan seberapa efektif ia dalam mendorong adopsi DAO secara lebih luas.
Menuju Masa Depan DAO yang Lebih Legal dan Terstruktur
Langkah Alabama menandai fase baru dalam perjalanan DAO dari eksperimen digital menuju entitas yang diakui secara hukum.
Dengan fondasi regulasi yang semakin jelas, DAO kini memiliki peluang lebih besar untuk berkembang menjadi alternatif organisasi yang kompetitif di era digital.
Meski demikian, tantangan masih ada, terutama dalam harmonisasi regulasi antar negara bagian dan integrasi dengan sistem hukum federal.
Namun satu hal yang pasti, arah pergerakan sudah semakin jelas: DAO tidak lagi sekadar konsep futuristik, melainkan mulai menjadi bagian nyata dari lanskap ekonomi global.
Bagi pelaku industri kripto, perkembangan ini menjadi sinyal positif bahwa inovasi Web3 perlahan mendapatkan tempat dalam sistem hukum yang lebih luas.
Dan jika tren ini berlanjut, masa depan DAO bisa jadi jauh lebih terstruktur, kredibel, dan berkelanjutan.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.