Tag: david sacks

  • Hindari Konflik Kepentingan, David Sacks Jual Aset Kripto $200 Juta

    David Sacks dan perusahaan modal venturanya, Craft Ventures, telah menjual lebih dari $200 juta dalam bentuk aset kripto dan saham terkait sebelum memulai perannya sebagai pejabat di Gedung Putih.

    Cointelegraph menyebutkan pada Sabtu (15/3) bahwa langkah ini diambil untuk menghindari potensi konflik kepentingan dalam perannya sebagai pengawas kebijakan AI dan kripto di pemerintahan Donald Trump.

    Penjualan Aset Kripto untuk Mencegah Konflik Kepentingan

    Dalam sebuah memorandum Gedung Putih yang diterbitkan pada 5 Maret, dijelaskan bahwa Sacks telah menjual seluruh kepemilikan kriptonya, termasuk Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan Solana (SOL), sebelum Trump resmi dilantik sebagai presiden AS pada 20 Januari.

    Selain itu, Craft Ventures juga melepas sahamnya di perusahaan terkait kripto, seperti Coinbase (COIN) dan Robinhood (HOOD).

    Dampak Terhadap Pasar Kripto

    Setelah pelantikan Trump, pasar kripto mengalami penurunan signifikan, yang sebagian besar disebabkan oleh ketidakpastian kebijakan ekonomi, termasuk usulan tarif baru.

    Bitcoin, yang sempat mencapai rekor tertinggi $109.000 sebelum pelantikan, turun drastis ke bawah $80.000 pada akhir Februari.

    Tuntutan Transparansi dari Elizabeth Warren

    Sehari setelah memorandum tersebut dirilis, Senator Elizabeth Warren meminta Sacks untuk membuktikan bahwa ia benar-benar telah melepas semua kepemilikan aset digitalnya.

    Dalam surat tertanggal 6 Maret, Warren mempertanyakan transparansi Sacks terkait kapan tepatnya ia dan Craft Ventures menjual aset kripto mereka.

    Sikap Sacks terhadap Kebijakan Kripto

    Sejak menjabat, Sacks aktif menyuarakan berbagai kebijakan terkait kripto, termasuk mendukung pembentukan Cadangan Strategis Bitcoin dan menolak pajak transaksi kripto.

    Dalam podcast All In, ia menentang usulan pajak transaksi kripto sebesar 0,01%, dengan menyebut bahwa pajak yang awalnya kecil dapat berkembang menjadi beban besar bagi masyarakat.

    Dengan latar belakangnya sebagai investor besar di industri kripto, keputusan Sacks untuk menjual asetnya sebelum bergabung dengan pemerintahan menunjukkan upaya untuk memastikan transparansi dan menghindari konflik kepentingan dalam perannya yang baru.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • David Sacks dan Kontroversi di Balik Cadangan Kripto AS

    Pengumuman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenai pembentukan U.S. Crypto Reserve telah memicu lonjakan harga aset kripto dan meningkatkan kepercayaan pasar.

    Namun, dibalik euforia ini, muncul tuduhan bahwa White House Crypto Czar, David Sacks, memiliki konflik kepentingan terkait kebijakan ini.

    Motif Tersembunyi Dibalik U.S. Crypto Reserve?

    Dikabarkan oleh Solanafloor pada Selasa (4/3), David Sacks dituding memanfaatkan jabatannya untuk meraup keuntungan pribadi.

    Kritik muncul setelah Trump mengumumkan bahwa U.S. Crypto Reserve akan mencakup Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL), XRP, dan Cardano (ADA).

    Meskipun komunitas kripto menyambut baik langkah ini, sebagian pihak mempertanyakan apakah kebijakan ini lebih menguntungkan segelintir individu ketimbang kepentingan nasional.

    David Sacks Dituduh Memiliki Aset Kripto

    Meskipun Sacks mengklaim telah menjual semua aset kriptonya sebelum Trump menjabat, kritik tetap mengarah padanya.

    Ia diduga masih memiliki eksposur tidak langsung terhadap pasar kripto melalui berbagai investasi lain.

    Investasi di Bitwise dan Multicoin Capital

    Craft Ventures, firma investasi yang didirikan oleh Sacks, adalah investor utama di Bitwise, sebuah perusahaan investasi kripto yang mengelola dana seperti Bitwise 10 Crypto Index Fund ($BITW).

    Dana ini berisi aset yang sama dengan yang akan digunakan dalam U.S. Crypto Reserve. Selain itu, Sacks juga terlibat dalam Multicoin Capital, perusahaan modal ventura yang memiliki investasi signifikan di Solana.

    Pembelaan dari Komunitas Kripto

    Beberapa tokoh industri kripto membela Sacks, termasuk Bitcoin maksimalis Fred Kreuger, yang menyatakan bahwa kesamaan aset antara $BITW dan U.S. Crypto Reserve hanya mencerminkan indeks pasar.

    Namun, kritik tetap menuntut transparansi lebih lanjut mengenai keterlibatan Sacks dalam industri ini.

    Negara Lain yang Akan Mengadopsi Crypto Reserve?

    Langkah AS dalam membentuk cadangan kripto bisa menjadi momen penting bagi adopsi blockchain global. Beberapa negara lain, seperti El Salvador, Brasil, dan Hong Kong, juga telah mempertimbangkan untuk menyimpan aset kripto dalam cadangan nasional mereka.

    Di Timur Tengah, Abu Dhabi melalui Mubadala Investment Company telah menginvestasikan $461 juta dalam ETF Bitcoin BlackRock ($IBIT).

    Namun, rencana serupa oleh Swiss National Bank (SNB) telah ditolak oleh presidennya, Martin Schlegel.

    David Sacks tetap menjadi figur kontroversial dalam kebijakan kripto AS. Meskipun ia membantah memiliki kepentingan pribadi dalam pembentukan U.S. Crypto Reserve, hubungan bisnisnya dengan perusahaan investasi kripto menimbulkan pertanyaan tentang potensi konflik kepentingan.

    Dengan berkembangnya kebijakan ini, publik menuntut lebih banyak transparansi mengenai keterlibatan pejabat pemerintah AS dalam pasar kripto.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Efek Trump Kerek Harga Bitcoin Tembus Rp 1,6 M


    Jakarta

    Bitcoin melonjak ke rekor tertinggi hingga di atas US$ 106.000 atau lebih dari Rp 1,6 miliar pada awal perdagangan Asia pada hari Senin (16/12/2024). Hal ini lantaran didorong oleh komentar dari Presiden terpilih Donald Trump yang menyatakan bahwa ia berencana untuk membuat cadangan strategis bitcoin Amerika Serikat (AS), yang serupa dengan cadangan minyak strategisnya.

    Bitcoin yang menjadi mata uang kripto terbesar dan paling terkenal di dunia ini mencapai level tertinggi hingga sebesar US$ 106.533 dan terakhir diperdagangkan seharga US$ 105.688.

    “Kita berada di wilayah langit biru di sini. Angka berikutnya yang dicari pasar adalah US$ 110.000. Kemunduran yang ditunggu-tunggu banyak orang tidak terjadi, karena sekarang kita punya berita ini.” kata Analis IG, Tony Sycamore, melansir dari Reuters pada Senin (16/12/2024).


    “Kami akan melakukan sesuatu yang hebat dengan kripto karena kami tidak ingin Tiongkok atau negara lain – bukan hanya Tiongkok tetapi negara lain yang mengadopsinya – dan kami ingin menjadi pemimpinnya,” kata Trump kepada CNBC akhir pekan lalu.

    Trump berencana membangun cadangan kripto yang serupa dengan cadangan minyak. Negara-negara lain juga telah mempertimbangkan cadangan strategis mata uang kripto.

    Presiden Rusia Vladimir Putin awal bulan ini mempertanyakan perlunya menyimpan cadangan negara dalam mata uang asing, dan mengatakan bahwa investasi dalam negeri dalam bentuk cadangan tersebut lebih menarik.

    Putin mengatakan pemerintahan AS saat ini meremehkan peran dolar AS sebagai mata uang cadangan dalam perekonomian global dengan menggunakannya untuk tujuan politik, sehingga memaksa banyak negara beralih ke aset alternatif, termasuk mata uang kripto.

    “Misalnya bitcoin, siapa yang bisa melarangnya? Tidak ada siapa-siapa,” kata Putin.

    Namun ada yang skeptis, karena Ketua The Federal Reserve, Jerome Powell, menyamakan bitcoin dengan emas awal bulan ini.

    “Orang-orang tidak menggunakannya sebagai bentuk pembayaran, atau sebagai penyimpan nilai. Ini sangat fluktuatif, dan bukan pesaing dolar,” ujar Powell.

    Sebagai informasi, bitcoin telah melonjak lebih dari 50% sejak pemilu pada 5 November 2024, yang menyaksikan Trump terpilih bersama dengan banyak kandidat pro-kripto lainnya. Nilai total pasar mata uang kripto telah meningkat hampir dua kali lipat sepanjang tahun ini hingga mencapai rekor lebih dari US$ 3,8 triliun.

    Trump bulan ini menunjuk pejabat Gedung Putih untuk artificial intelligence (AI) dan mata uang kripto, yaitu mantan eksekutif PayPal David Sacks, dan teman dekat penasihat Trump sekaligus CEO Tesla Elon Musk. Trump juga mengatakan dia akan mencalonkan pengacara pro-kripto Washington Paul Atkins untuk mengepalai Komisi Sekuritas dan Bursa.

    (eds/eds)



    Sumber : finance.detik.com