Tag: Decentralized Finance

  • Kini Aset Crypto Dapat Dijadikan Pinjaman Berbunga Tinggi

    Melakukan peminjaman di bank konvensional tentunya hal yang lumrah, namun bagaimana jika melakukan pinjaman aset kripto? Tentunya hal yang baru bukan? Kehadiran fitur DeFi (Decentralized Finance) yang dibangun di atas teknologi blockchain membuat siapa saja dapat meminjamkan aset kriptonya. Saat ini proses pinjam meminjam bitcoin ini dikenal sebagai crypto lending

    Sebelum membahas keuntungan dan tips melakukan pinjaman aset kripto, ada baiknya mengenali terlebih dahulu perbandingan pinjaman kripto dan bank konvensional. Yuk, simak penjelasan lengkapnya!

    Perbandingan Pinjaman Bitcoin dan Bank Konvensional di Indonesia

    Saat melakukan peminjaman dana di bank konvensional tentunya Anda dihadapkan dengan beragam persyaratan administrasi yang cukup merepotkan. Seperti memberikan dokumen berupa KTP, NPWP, slip gaji, dan juga buku tabungan.

    Selain itu, tidak semua orang bisa mendapatkan akses untuk melakukan pinjaman di bank, hanya orang-orang tertentu saja yang dapat melakukan pinjaman di bank. Jika Anda memiliki catatan hutang dengan dengan skor kredit yang buruk, besar kemungkinan pinjaman yang dilakukan tidak akan berhasil.

    Proses peminjaman di bank membutuhkan waktu yang terbilang cukup lama. Sistem keuangan bank konvensional yang bekerja secara sentralisasi atau terpusat, menyebabkan ketidakefisienan dan tingkat pengamanannya kurang. Pasalnya, tidak adanya evolusi teknologi oleh lembaga keuangan dapat meningkatkan resiko transaksi dapat diretas.

    Berbanding dengan pinjaman kripto, Anda hanya perlu menyetujui beberapa persyaratan dan ketentuan yang berlaku. Seperti terdaftar dalam platform crypto lending, memberikan aset kripto sebagai jaminan, dan menetapkan jangka waktu pinjaman. Proses pinjaman hanya memerlukan waktu beberapa menit saja, sehingga lebih cepat dibandingkan bank konvensional.

    Sistem keuangannya bekerja tanpa otoritas pusat, karena data disimpan di antara berbagai node dalam jaringan, sehingga sangat amat. Selain itu, proses peminjamannya sangat efisien dan transparan kepada seluruh penggunanya. 

    Keuntungan Pinjaman Kripto

    Pinjaman kripto atau lebih dikenal dengan crypto lending memiliki sejumlah keuntungan, diantaranya sebagai berikut:

    Di dalam crypto lending, Anda memiliki potensi besar untuk mendapatkan kembali lebih banyak aset kripto dari jumlah aset yang Anda pinjamkan. Dengan demikian, Anda dapat memiliki penghasilan pasif yang bagus. 

    Terlebih lagi, apabila dibanding dengan Anda hanya melakukan HODLing, Anda memiliki kesempatan untuk mendapatkan bunga yang tentunya jauh lebih menarik.

    • Mengurangi Dampak Volatilitas Pasar

    Memberikan pinjaman aset kripto berupa stablecoin, akan menciptakan solusi baru bagi Anda dan semua pemilik aset kripto. Perlu diketahui mengenai stablecoin, merupakan jenis berupa aset kripto yang dirancang untuk menjaga nilai yang sama dengan mata uang fiat tertentu.

    Melalui pemberian pinjaman berupa stablecoin, Anda dapat menumbuhkan aset Anda tanpa risiko variasi yang biasanya Anda miliki dengan aset kripto.

    Tips Melakukan Pinjaman Kripto

    Berikut tips sebelum  Anda melakukan pinjaman kripto:

    • Menggali Informasi Sedalam-dalamnya

    Tentunya sebelum Anda terjun ke dalam crypto lending, langkah paling bijak adalah dengan mencari tahu cara kerjanya dan platform apa yang paling cocok dengan kebutuhan Anda.

    Selain itu, hal yang penting lainnya. Anda sangat perlu mencari tahu platform crypto lending yang terpercaya, agar semaksimal mungkin Anda dapat terhindar dari kecurangan ataupun pencurian.

    • Mengetahui Standar yang Dimiliki Platform Crypto Lending

    Tentunya untuk melakukan pinjaman Anda akan menjumpai syarat dan ketentuan yang berlaku. Tentu menjadi hal yang sangat penting untuk dipahami dengan baik. 

    Anda juga perlu memastikan kapan  waktunya Anda akan mendapatkan kembali aset kripto Anda, serta seberapa besar bunga yang akan Anda dapatkan dari pinjaman tersebut. 

    Anda juga harus menyiapkan strategi maupun rencana cadangan apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Salah satunya seperti peminjam tidak dapat membayar Anda. Sebaiknya anda memastikan dengan benar bahwa platform atau smart contract yang digunakan dapat mengembalikan aset kripto Anda.

    Baik melalui jaminan aset maupun asuransi yang sebelumnya telah disiapkan oleh peminjam.

    Sangat menarik bukan? Dengan melakukan pinjaman bitcoin yang merupakan aset kripto, Anda berpeluang mendapatkan lebih banyak aset kripto dari jumlah aset yang Anda pinjamkan. Untuk memulai pinjaman aset kripto, Anda perlu platform terpercaya seperti Tokocrypto. 

    Tidak perlu khawatir, Tokocrypto terdaftar secara legal dan tersertifikasi ISO 27001. Tunggu apa lagi? Yuk, gabung dan memulai investasi di Tokocrypto!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Cara Kerja DeFi yang Jadi Revolusi Layanan Keuangan Dunia

    DeFi merupakan singkatan dari decentralized finance yang artinya keuangan terdesentralisasi. Layanan keuangan ini tentu berbeda dengan keuangan konvensional layaknya seperti bank, karena tidak ada yang memimpin dan mengatur layanan DeFi.

    DeFi bekerja dengan bantuan smart contract berupa seperangkat aturan yang sudah terprogram dengan baik. Tugas dari smart contract ini ialah untuk menerima dan membayar uang serta menyesuaikan perubahan pasar.

    Apa itu DeFi?

    Decentralized finance merupakan sebuah platform berbasis blockchain yang bertugas untuk melakukan transaksi keuangan tanpa perantara dengan menggunakan sistem smart contract atau kontrak pintar.

    Platform DeFi akan memutus perantara dan memberikan ruang kontrol yang lebih leluasa bagi pengguna dengan fleksibilitas yang tinggi, kecepatan transaksi lebih baik, dan fee yang lebih kecil.

    Baca Juga: DeFi dan NFT Masih akan Moncer di Tahun 2022, Apa Saja Proyek yang Bagus?

    Ilustrasi DeFi (decentralized finance).

    Ilustrasi DeFi (decentralized finance).

    Cara Kerja DeFi

    Cara kerja dari decentralized finance yaitu mengumpulkan informasi dari blockchain terlebih dahulu. Selanjutnya, DeFi melakukan tindakan berdasarkan informasi yang didapatkan tersebut dengan menggunakan sistem yang sesuai dengan smart contract.

    Blockchain merupakan sebuah database yang bisa memungkinkan pengguna untuk melihat, mengakses, hingga memverifikasi informasi yang diunggah. Blockchain akan membagikan data pada beberapa komputer yang disebut dengan node

    Dengan adanya pengaturan node ini, data di blockchain tidak akan bisa diubah sembarangan. Sehingga, ketika pengguna telah memasukan ke blockchain data tersebut akan bersifat permanen karena tidak dapat diubah oleh siapapun. 

    Blockchain akan merekam informasi berupa data logistik dan berbagai macam informasi yang berkaitan dengan transaksi keuangan. Selain itu, data yang sudah ada di blockchain lebih mudah untuk diakses oleh pengguna yang membutuhkannya.

    Proses transaksi ini tidak lepas dari campur tangan smart contract, sebuah bahasa pemrograman pada komputer yang akan menjalankan fungsinya tergantung pada kondisi ekonomi tertentu. Apakah kondisi ekonomi tersebut sudah terpenuhi atau tidak. Itulah sebabnya, smart contract juga dijuluki sebagai mesin penjual otomatis.

    Manfaat DeFi

    Decentralized finance ini memiliki banyak manfaat. Ketika menggunakan DeFi, kamu tidak akan lagi membutuhkan broker hingga riwayat kredit. Platform ini akan tersedia di blockchain untuk umum sehingga bisa diakses oleh siapapun tanpa penjagaan seperti layaknya bank konvensional.

    Ditegaskan oleh ketersediaan universal bahwa aplikasi DeFi ini dapat memberikan banyak manfaat bagi penggunanya. Adapun manfaatnya yaitu berupa fasilitas layanan keuangan yang terbuka untuk semua orang tanpa harus mengakses layanan perbankan.

    Ilustrasi DeFi (decentralized finance).

    Ilustrasi DeFi (decentralized finance).

    Baca Juga: 5 Proyek DeFi Potensial 2022

    Berdasarkan hasil studi World Bank’s Global Partnership soal inklusi keuangan Tahun 2021, saat ini sudah tercatat lebih dari 1,7 miliar orang di negara berkembang tidak dapat melakukan akses layanan bank. 

    Hal tersebut dikarenakan layanan dari bank konvensional relatif lambat. Bagaimana tidak? Untuk bisa memproses sebuah transaksi, bank konvensional membutuhkan waktu berhari-hari hingga berminggu-minggu. Di sinilah peran DeFi hadir, yang akan menyelesaikan semua transaksi dalam hitungan menit saja. 

    Ketika kamu menyimpan uang di bank konvensional atau broker, dana tersebut akan disimpan dalam sebuah rekening. Nantinya, dana tersebut akan digunakan oleh mereka untuk jaminan, atau meminjamkannya kepada orang lain kemudian mendapat keuntungan dari bunga yang ditetapkan.

    Berbeda halnya ketika menggunakan DeFi sebagai layanan keuangan, semua dana akan kamu pegang dan kontrol sendiri. Hal ini juga berlaku pada saat kamu berinvestasi, biasanya nasabah akan dipaksa untuk mempercayai manajer investasi dan manajer keuangan.

    Sedangkan ketika menggunakan DeFi, kamu yang akan memutuskan sendiri bagaimana pengelolaan investasi tersebut. Dengan begitu, peran DeFi ini sangat penting dalam setiap proses transaksi keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Decentralized Finance: Tantangan dan Peluang

    Decentralized Finance (DeFi) memberi akses terhadap produk dan layanan yang tidak terbatas kepada semua orang. Layanan produk keuangannya pun sangat beragam mulai dari produk tabungan sederhana hingga platform perdagangan yang kompleks tanpa hambatan, dimana membutuhkan infrastruktur yang sangat minim. Sebanyak 1,7 miliar orang dewasa yang tidak memiliki akses ke layanan bank (unbanked) dapat mengakses semua fasilitas keuangan melalui adanya decentralized finance tanpa memerlukan izin atau perantara. 

    Dengan kemampuan mengakses fasilitas keuangan tanpa perantara, DeFi berpotensi membuat produk tertentu lebih murah dimana hal ini dapat memberikan perbedaan besar antara DeFi dan keuangan tradisional dalam jangka panjang. 

    Namun, bagaimanakah dengan tantangan DeFi? Mengingat teknologi ini menawarkan berbagai macam keuntungan dan kemudahan namun belum sepenuhnya dikenal khususnya dalam dunia global.

    Baca Juga: Perbedaan Decentralized Finance dan Keuangan Tradisional

    Mengalihkan tanggung jawab dari pihak perantara ke pengguna dapat menjadi aspek negatif bagi beberapa orang. Merancang produk yang meminimalisasi resiko kesalahan pengguna merupakan tantangan yang sulit ketika produk tersebut dipasang diatas blockchain yang tidak bisa dirubah. 

    Decentralized Finance belum mencapai potensi penuhnya karena beberapa tantangan terkait dengan penipuan, volatilitas, kegunaan dan ketidakpastian regulasi. DeFi tentu bisa rentan terhadap kecurangan dan juga penyebaran inovasi keuangan yang belum teruji. Agar berhasil, DeFi perlu menumbuhkan ekosistem yang sehat yang mendorong inovasi yang bertanggung jawab sehingga dapat menyingkirkan pelaku penipuan. 

    Secara bawaan, blockchain cenderung lebih lambat daripada aplikasi sejenis lainnya yang tersentralisasi. Pengembang DeFi tentu perlu memperhitungkan keterbatasan ini dan mengoptimalkan produknya. 

    Selain itu, DeFi cenderung dibangun diatas aset kripto yang dikenal sangat mudah berubah sehingga dapat menghambat stabilitas dan adopsi. Untuk mengatasi hal ini maka munculnya stablecoin yang nilainya setara dengan aset stabil seperti USD. 

    Pada intinya, teknologi blockchain dapat mengurangi biaya transaksi, memperluas cakupan transaksi dan memberdayakan transaksi peer to peer. Paradigma baru ini menyebabkan munculnya Decentralized Finance (DeFi) yang memanfaatkan teknologi blockchain untuk menciptakan sistem keuangan alternatif yang lebih desentralisasi, inovatif, tanpa batas dan transparan. Meskipun banyak tantangan yang dihadapi, namun para wirausahawan dan inovator telah bereksperimen dengan model bisnis ini yang secara tradisional tidak dapat berjalan tanpa adanya teknologi blockchain. 

    Jika berhasil, DeFi memiliki potensi untuk membentuk kembali industri yang ada dan menciptakan landscape baru untuk kewirausahaan dan inovasi. 



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Perbedaan Decentralized Finance (DeFi) dan Keuangan Tradisional

    Decentralized Finance (DeFi) atau keuangan terdesentralisasi adalah industri baru yang menjanjikan adanya revolusi sektor keuangan tradisional. Kebutuhan akan sistem keuangan yang terbuka, transparan dan aman adalah pendorong utama suksesnya DeFi menjadi obrolan dalam dunia teknologi Blockchain setahun belakangan ini. Tidak heran jika akhirnya, DeFi muncul sebagai alternatif dari sistem keuangan saat ini. 

    Seperti yang sudah dibahas pada artikel sebelumnya, DeFi adalah sektor keuangan terbuka yang berjalan diatas perangkat lunak yang dibangun diatas blockchain dan memiliki kemampuan untuk menjadi alat keuangan yang berada diluar kendali pemerintah dan regulasi. Penciptaan sistem keuangan yang sepenuhnya terdesentralisasi dan independen terus berkembang pesat di tengah meningkatnya seruan untuk keamanan data dan privasi. 

    DeFi memanfaatkan seperangkat alat yang progresif untuk memberikan kontrol kepada pengguna. Fakta bahwa tren DeFi ini menawarkan fungsi ekstra selain mengurangi resiko operasional menjadikan DeFi sebagai pengganti ideal untuk sistem keuangan saat ini. 

    Berawal pada tahun 2018 ketika 15 proyek berbasis Ethereum datan bersama untuk membangun sistem keuangan yang independen, aman dan terbuka, sejak saat itulah DeFi terkenal sebagai pengganti sistem keuangan tradisional. 

    Baca Juga: Mengenal DeFi (Part 2): Manfaat dan Kegunaan DeFi 

    Lalu, apakah perbedaan antara Decentralized Finance dan Keuangan Tradisional?

    Ada beberapa poin utama yang membedakan antara keduanya, yaitu:

    • Dalam Decentralized Finance, blockchain berperan utama mengatur segala pengerjaan di sektor keuangan. Sebaliknya, pemerintah publik yang memerlukan hukum dan lembaga keuangan yang teregulasi bertindak sebagai sumber kepercayaan yang mengatur semua kegiatan dalam keuangan tradisional.
    • Decentralized Finance sangat menarik perhatian sejumlah kalangan karena sistemnya yang lebih terbuka dan transparan daripada keuangan tradisional. Siapapun dapat mengambil bagian dalam membuat layanan dan alat finansial diatas teknologi blockchain. Sebaliknya dalam keuangan tradisional, seseorang harus memiliki lisensi dan otorisasi dari pihak yang berwenang atau regulator, sehingga hal ini membatasi inovasi-inovasi dalam sistem keuangan tradisional. 
    • Dalam Decentralized Finance, user dapat melakukan transaksi tanpa perantara, sehingga prosesnya akan lebih cepat dan mudah. Hal ini menyebabkan DeFi juga membutuhkan biaya yang lebih rendah dibandingkan dengan keuangan tradisional

    Dari poin-poin diatas, dapat dikatakan bahwa kehadiran DeFi dapat menjembatani kesenjangan yang ada dan memungkinkan industri finansial dapat dinikmati oleh segala kalangan, setiap orang tanpa adanya batasan. DeFi membuka peluang besar bagi para pengguna untuk mengakses beberapa instrumen finansial tanpa adanya batasan-batasan umur, ras, agama, kewarganegaraan hingga masalah geografis. 

    Baca Juga: Tokocrypto Angkat Topik DeFi di Indonesia Blockchain Week



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengenal DeFi (Part 2): Manfaat dan Kegunaan DeFi

    Setelah memahami mengenai apa itu Decentralized Finance (DeFi) pada artikel bagian pertama, kini akan dibahas lebih lanjut mengenai manfaat dari DeFi ini sendiri. 

    Terbuka Bagi Siapa Saja

    Manfaat yang utama adalah, teknologi DeFi memungkinkan orang-orang yang sebelumnya tidak memiliki akses pada layanan finansial dapat berpartisipasi dalam ekonomi global. 

    Berdasarkan data dari World Bank, 1,7 miliar orang di dunia (atau 1 dari 5 orang di dunia) tidak memiliki rekening bank. Artinya, mereka tidak memiliki akses ke rekening bank. Dengan tidak memiliki akses ke layanan finansial, orang-orang tersebut tentu tidak memiliki nilai kredit. Padahal nilai kredit ini sangat penting dan terkadang dibutuhkan untuk membuka rekening bank atau melakukan pinjaman dana. 

    DeFi memungkinkan orang-orang mengakses berbagai macam layanan keuangan dengan mudah. 

    Akses ke Bentuk Modal Lain 

    Di Decentralized Finance (DeFi), tiap orang tidak perlu menerima modal yang dipusatkan oleh pemerintah. DeFi memberikan alternatif pada tiap orang untuk menyimpan asetnya dalam bentuk lain yang stabil. Misalkan, kita tidak harus menyimpan dana dalam bentuk Rupiah, namun bisa dalam bentuk USDT (USD Tether) yang nilainya setara dengan dollar Amerika. 

    Mudah Diakses 

    Bukan hanya pengguna DeFi yang dapat merasakan manfaat teknologi ini, namun banyak dari pencipta produk keuangan juga mulai membangun generasi selanjutnya diatas DeFi. Salah satu manfaat utama dari DeFi adalah bahwa sebagian besar protokol, seperti misalanya Ethereum adalah sebuah open source yang artinya dapat diakses dan digunakan oleh siapapun, untuk proyek pribadinya. Siapapun yang memiliki akses internet bisa membuat DeFi DApps. Sehingga bukan hanya sebagai produk layanan finansial terbuka bagi penggunanya, tetapi juga bagi pemiliknya. 

    Transparansi Tingkat Tinggi 

    Di DeFi, segala informasi mudah tersedia dan dapat diakses secara terbuka. Sistem ini percaya bahwa minimnya transparansi dapat mengurangi akuntabilitas dan motivasi seseorang untuk melakukan sesuatu secara bertanggung jawab. 

    Meminimalisir Biaya

    DeFi dapat mengurangi biaya transaksi karena tidak dibutuhkan perantara dalam setiap layanannya. 

    Baca Juga: Mengenal Decentralized Finance (Part 1): Apa itu DeFi?

    Saat ini, DeFi juga dapat digunakan untuk:

    Pemberian Pinjaman

    Ini adalah salah satu jenis aplikasi terpopuler dari ekosistem DeFi. Jika dibandingkan dengan sistem kredit tradisional, transaksi pinjam-meminjam dalam DeFi dapat dilakukan secara instan serta ada kemampuan untuk menjamin aset digital tanpa pemeriksaan kredit dan adanya potensi standarisasi di masa depan. 

    Layanan Moneter Perbankan 

    Layanan ini dapat mencakup penerbitan stablecoins, hipotek dan asuransi. Harga aset kripto dinilai dapat bergejolak dengan sangat cepat. Hal ini karena teknologi smart contracts yang dapat meminimalisir waktu dan biaya secara signifikan. 

     

    Pada artikel selanjutnya, kita akan membahas lebih dalam mengenai perbedaan DeFi dan Keuangan Tradisional. 

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • JP Morgan Percaya Bursa Kripto Terpusat Akan Tetap Dominan

    JP Morgan menyatakan keyakinan mereka bahwa exchange atau bursa kripto terpusat akan tetap dominan di masa mendatang. Pernyataan ini diketahui bocor ke media dari catatan yang ditujukan kepada pelanggan mereka.

    Terlepas dari peristiwa beberapa bulan terakhir yang mengguncang pasar, JP Morgan yakin bahwa peralihan ke bursa terdesentralisasi tidak akan terjadi dalam waktu dekat.

    Dengan FTX jatuh ke dalam kebangkrutan, banyak pelanggan yang mempertanyakan umur dari bursa kripto terpusat di market. Namun, JP Morgan telah meyakinkan mereka bahwa transisi apa pun dari bursa kripto terpusat tidak akan terjadi untuk waktu yang lama.

    JP Morgan Tegaskan Dominasi Bursa Kripto Terpusat

    Ilustrasi investasi di bursa kripto.
    Ilustrasi investasi di bursa kripto.

    Baca juga: NGOBRAS Season 2: Bahas Potensi Bullish Dogecoin dan MobileCoin

    Jatuhnya FTX tidak seperti perusahaan kripto mana pun yang pernah dialami di industri aset digital ini. FTX menjadi salah satu platform bursa kripto terbesar di planet ini bangkrut yang hancur dalam semalam.

    Selain itu, skandal dan penularan keruntuhan FTX menginfeksi sebagian besar industri yang lebih jauh. Peristiwa FTX ini menyebabkan banyak orang mengakui kejatuhan bursa kripto yang akan datang dari platform exchange terpusat.

    Selain itu, banyak ahli percaya bahwa jawaban atas skandal yang disebabkan oleh FTX bukanlah pada regulasi, tetapi pada kebangkitan dan penerimaan DeFi dan platform bursa kripto terdesentralisasi.

    Pandangan Negatif DeFi

    Coindesk melaporkan ada banyak yang memandang Decentralized Exchange (DEX) memiliki kecepatan transaksi yang lebih lambat, pengumpulan aset dan fitur yang cenderung membatasi partisipasi institusional. Selain itu, DEX juga menunjuk pada risiko yang melekat sebagai pencegah besar terhadap potensi kenaikannya.

    Ilustrasi DeFi (decentralized finance) jadi revolusi layanan keuangan
    Ilustrasi DeFi (decentralized finance) jadi revolusi layanan keuangan.

    Baca juga: Perusahaan Kripto BlockFi Ajukan Bangkrut Imbas FTX Runtuh

    Sebuah laporan dari Coindesk menunjuk ke catatan klien dari JP Morgan menyatakan manajemen, tata kelola, dan audit protokol DeFi tanpa terlalu banyak mengorbankan keamanan dan sentralisasi merupakan tantangan besar.

    Namun, tidak dapat disangkal bahwa popularitas pertukaran terdesentralisasi telah tumbuh sejak kejatuhan FTX.

    Data DefiLlama menunjukkan volume perdagangan naik 68%. Selain itu, mencapai US$ 97,22 miliar pada bulan Oktober saja. Selain itu, Ada peningkatan kelayakan dalam platform pertukaran terdesentralisasi seperti DexGuru, dYdX, dan Uniswap.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa itu DeFi (Decentralized Finance)? Pelajari Selengkapnya Disini!

    Apa itu DeFi? Decentralized Finance atau biasa dikenal dengan sebutan DeFi telah menjadi topik yang hangat dibicarakan di dunia blockchain di seluruh dunia, tidak terkecuali DeFi coin Indonesia. Pada dasarnya, DeFi adalah sebuah sistem yang bertujuan untuk menghadirkan layanan keuangan terbuka dan transparan.

    Menariknya, DeFi menawarkan sebuah keunggulan dimana individu dan lembaga dapat memanfaatkan akses yang lebih luas ke aplikasi keuangan tanpa memerlukan perantara pihak ketiga.

    Secara umum, DeFi adalah bentuk upaya untuk mendesentralisasi kasus penggunaan keuangan tradisional inti seperti perdagangan, pinjaman, investasi, manajemen kekayaan, pembayaran dan asuransi di blockchain.

    Sejatinya, DeFi memberikan kemudahan bagi setiap orang yang sebelumnya belum memiliki akses ke perbankan atau layanan keuangan. Dengan teknologi ini, biaya pun dapat diminimalisir dan setiap orang berpenghasilan rendah juga mendapatkan manfaat dari layanan keuangan yang lebih luas. 

    Tulang punggung dari semua protokol dan aplikasi DeFi adalah “smart contract”, yaitu aplikasi kecil yang disimpan di buku besar yang dijalankan oleh banyak komputer dalam sebuah jaringan yang didistribusikan.

    Keuntungan dari smart contract adalah tingkat keamanannya yang tinggi, dimana teknologi ini menjamin eksekusi deterministik (deterministic execution) dan memungkinkan segala perubahan status yang dihasilkan dapat diverifikasi oleh siapapun. Smart contract dikenal sangat transparan dan minimnya resiko akan manipulasi dan intervensi. 

    Baca Juga: Bitcoin Adalah Alternatif Tambah Pendapatan di Masa Pandemi

    Terdapat 5 lapisan utama DeFi, yaitu:

    1. The settlement layer

    terdiri dari blockchain dan protokol aslinya. Lapisan ini memungkinkan jaringan untuk menyimpan informasi kepemilikan dengan aman dan memastikan setiap perubahan yang terjadi mematuhi aturan yang ditetapkan jaringan. 

    2. The asset layer

    terdiri dari semua token yang dikeluarkan diatas settlement layer. Lapisan ini mencakup aset protokol asli serta token tambahan apapun yang didasarkan pada standar token yang didukung blockchain. 

    3. The protocol layer

    memberikan standar khusus untuk penggunaan seperti pertukaran desentralisasi, pasar utang, derivatif dan manajemen aset on-chain. Standar-standar ini biasanya diimplementasikan sebagai sebuah smart contract dan dapat digunakan oleh setiap pengguna.

    4. The application layer

    membuat aplikasi user-oriented yang terhubung ke protokol individu. 

    5. The aggregation layer

    membuat platform yang berfokus kepada user yang terhubung ke beberapa aplikasi atau protokol. Biasanya disediakan alat untuk membandingkan dan menilai layanan, memungkinkan pengguna dengan mudah menghubungkan beberapa protokol secara bersamaan dan menggabungkan informasi yang relevan dengan jelas dan ringkas. 

    DeFi memanfaatkan seperangkat alat yang progresif untuk memberikan kontrol kepada pengguna. Fakta bahwa tren DeFi ini menawarkan fungsi ekstra selain mengurangi resiko operasional menjadikan DeFi sebagai pengganti ideal untuk sistem keuangan saat ini. 

    Lalu, apakah perbedaan antara Decentralized Finance dan Keuangan Tradisional?

    Perbedaan Antara DeFi dan Keuangan Tradisional

    • Dalam Decentralized Finance, blockchain berperan utama mengatur segala pengerjaan di sektor keuangan. Sebaliknya, pemerintah publik yang memerlukan hukum dan lembaga keuangan yang teregulasi bertindak sebagai sumber kepercayaan yang mengatur semua kegiatan dalam keuangan tradisional.
    • Decentralized Finance sangat menarik perhatian sejumlah kalangan karena sistemnya yang lebih terbuka dan transparan daripada keuangan tradisional. Siapapun dapat mengambil bagian dalam membuat layanan dan alat finansial di atas teknologi blockchain.
      Sebaliknya dalam keuangan tradisional, seseorang harus memiliki lisensi dan otorisasi dari pihak yang berwenang atau regulator, sehingga hal ini membatasi inovasi-inovasi dalam sistem keuangan tradisional. 
    • Dalam Decentralized Finance, user dapat melakukan transaksi tanpa perantara, sehingga prosesnya akan lebih cepat dan mudah. Hal ini menyebabkan DeFi juga membutuhkan biaya yang lebih rendah dibandingkan dengan keuangan tradisional

    Dari poin-poin diatas, dapat dikatakan bahwa kehadiran DeFi dapat menjembatani kesenjangan yang ada dan memungkinkan industri finansial dapat dinikmati oleh segala kalangan, setiap orang tanpa adanya batasan. DeFi membuka peluang besar bagi para pengguna untuk mengakses beberapa instrumen finansial tanpa adanya batasan-batasan umur, ras, agama, kewarganegaraan hingga masalah geografis. 

    Setelah mengetahui definisi DeFi dan perbedaannya, nah apa itu kegunaan dan manfaat DeFi itu sendiri? 

    Kegunaan dan Manfaat DeFi

    Terbuka Bagi Siapa Saja

    Manfaat yang utama adalah, teknologi DeFi memungkinkan orang-orang yang sebelumnya tidak memiliki akses pada layanan finansial dapat berpartisipasi dalam ekonomi global. 

    Berdasarkan data dari World Bank, 1,7 miliar orang di dunia (atau 1 dari 5 orang di dunia) tidak memiliki rekening bank. Artinya, mereka tidak memiliki akses ke rekening bank. Dengan tidak memiliki akses ke layanan finansial, orang-orang tersebut tentu tidak memiliki nilai kredit.

    Padahal nilai kredit ini sangat penting dan terkadang dibutuhkan untuk membuka rekening bank atau melakukan pinjaman dana. DeFi memungkinkan orang-orang mengakses berbagai macam layanan keuangan dengan mudah. 

    Akses ke Bentuk Modal Lain

    Di Decentralized Finance (DeFi), tiap orang tidak perlu menerima modal yang dipusatkan oleh pemerintah. DeFi memberikan alternatif pada tiap orang untuk menyimpan asetnya dalam bentuk lain yang stabil. Misalkan, kita tidak harus menyimpan dana dalam bentuk Rupiah, namun bisa dalam bentuk USDT (USD Tether) yang nilainya setara dengan dolar Amerika. 

    Mudah Diakses

    Bukan hanya pengguna DeFi yang dapat merasakan manfaat teknologi ini, namun banyak dari pencipta produk keuangan juga mulai membangun generasi selanjutnya di atas DeFi.

    Salah satu manfaat utama dari DeFi adalah bahwa sebagian besar protokol, seperti misalanya Ethereum adalah sebuah open source yang artinya dapat diakses dan digunakan oleh siapapun, untuk proyek pribadinya.

    Siapapun yang memiliki akses internet bisa membuat DeFi DApps. Sehingga bukan hanya sebagai produk layanan finansial terbuka bagi penggunanya, tetapi juga bagi pemiliknya. 

    Transparansi Tingkat Tinggi

    Di DeFi, segala informasi mudah tersedia dan dapat diakses secara terbuka. Sistem ini percaya bahwa minimnya transparansi dapat mengurangi akuntabilitas dan motivasi seseorang untuk melakukan sesuatu secara bertanggung jawab. 

    Meminimalisir Biaya

    DeFi dapat mengurangi biaya transaksi karena tidak dibutuhkan perantara dalam setiap layanannya. 

    Saat ini, DeFi Juga Dapat Digunakan Untuk:

    Pemberian Pinjaman

    Ini adalah salah satu jenis aplikasi terpopuler dari ekosistem DeFi. Jika dibandingkan dengan sistem kredit tradisional, transaksi pinjam-meminjam dalam DeFi dapat dilakukan secara instan serta ada kemampuan untuk menjamin aset digital tanpa pemeriksaan kredit dan adanya potensi standarisasi di masa depan. 

    Layanan Moneter Perbankan 

    Layanan ini dapat mencakup penerbitan stablecoins, hipotek dan asuransi. Harga aset kripto dinilai dapat bergejolak dengan sangat cepat. Hal ini karena teknologi smart contracts yang dapat meminimalisir waktu dan biaya secara signifikan.

    Dengan berbagai manfaat dan kegunaan yang memberikan kemudahan untuk pengguna, kepopuleran DeFi juga semakin meningkat di masyarakat Indonesia. Hal ini pula yang mendorong Tokocrypto, sebagai salah satu exchange dengan pertumbuhan terbesar di Indonesia meluncurkan proyek DeFi lokal pertama di Indonesia yaitu Toko Token (TKO)

    Toko Token (TKO) Inisiatif DeFi Pertama di Indonesia

    Resmi diluncurkan pada Rabu (31/03/2021), Toko Token (TKO) yang merupakan proyek aset kripto lokal pertama di Indonesia yang memiliki tujuan untuk memberi kemudahan kepada masyarakat yang belum memiliki akses ke fasilitas layanan perbankan. Selain itu, TKO juga menawarkan model token hybrid yang menggabungkan keunggulan dari CeFi dan DeFi dan dibangun di atas Binance Smart Chain.

    Selain, pada saat peluncurannya. Kehadiran TKO mendapat respon yang sangat positif dari masyarakat, dibuktikan dengan melambungnya harga dari TKO pada saat pertama kali listing di Tokocrypto sebesar 3000%. 

    Gimana? Sudah paham kan tentang DeFi? dengan banyaknya sisi positif yang dibawa oleh DeFi, tidak heran pula kalau sistem blockchain yang satu ini cepat populer ya. Dan untuk Anda yang ingin mendukung dan berpartisipasi dalam proyek lokal DeFi coin Indonesia yang pertama bisa banget lho Anda dapatkan di sini! Salam to the Moon!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa itu SpookySwap? Mengenal DEX Terbesar dalam Jaringan Fantom

    Saat ini, dunia kripto semakin mendapatkan banyak perhatian. Banyak pengembang menciptakan layanan jual beli aset kripto. Dalam hal jual beli aset kripto, diperlukan adanya bursa yang bisa memfasilitasi kegiatan tersebut. Salah satunya adalah Fantom sebagai aplikasi decentralized finance (DeFi) yang populer. Di dalam Fantom terdapat banyak sekali jaringan, yang salah satu yang terkenal dan populer yaitu SpookySwap. 

    Simak penjelasan lebih lanjut untuk mengetahui pengertian dan cara kerjanya di bawah ini!

    Apa Itu SpookySwap?

    SpookySwap adalah pertukaran terdesentralisasi atau decentralized exchange (DEX) yang paling besar dalam jaringan Fantom. Berdasarkan DeFiLlama per Februari 2022, saat ini menjadi protokol aplikasi DeFi dengan nilai USD 1,33 miliar. Aplikasi ini memiliki tampilan UI yang sangat mudah dimengerti. Karena itu, SpookySwap sangat digemari dan mendapat perhatian lebih. 

    Anda bisa melakukan banyak aktivitas langsung di halaman utama mereka. Aplikasi ini bisa menjadi jembatan dari jaringan blockchain lain ke Fantom ataupun sebaliknya. Selain itu, SpookySwap juga memiliki koleksi NFT tersendiri yang bernama MagiCat yang nantinya akan terintegrasi dengan ekosistem DEX serta token BOO. Token BOO itu bisa Anda beli atau dapatkan sebagai imbalan sebagai penyedia likuiditas atau LP.

    Perkembangan SpookySwap

    bentuk ilustrasi web3

    Sama seperti kebanyakan aplikasi pada umumnya, SpookySwap pun terus melakukan perkembangan. Saat ini, aplikasi ini sudah masuk dalam tahap pengembangan kemitraan. Pengembang juga sedang melakukan penyesuaian penambangan yang berdasarkan kinerja, whitelisting token, serta memperbaiki bug website dan memperbaiki kualitasnya.

    Ke depannya, SpookySwap akan menjadi platform yang lebih baik dengan BOO buybacks yang terdesentralisasi, implementasi Prop-015 atau Protocol Owned Liquidity dari Trade Fees, CEX listing, serta pemanfaatan NFT yang lebih kuat lagi.

    Fitur apa saja yang tersedia?

    SpookySwap merupakan Automated Market Maker atau AMM untuk menyediakan likuiditas dalam pool likuiditas. Harganya ditentukan secara otomatis dan juga berubah tergantung pada jumlah token yang ada dalam likuiditas. 

    Anda bisa melakukan pembelian dengan harga tertentu, namun pembelian itu baru akan terverifikasi jika harganya tercapai. Artinya, Anda bisa tidak dikenakan biaya sampai pembelian Anda diproses. Fitur tersebut terbukti signifikan meningkatkan fleksibilitas perdagangan serta merencanakan masa depan.

    Selain itu, fitur yang bisa Anda dapatkan yaitu:

    1. Swap Token 

    Fitur pertama yang bisa Anda dapatkan adalah swap token. Fitur ini, memungkinkan Anda untuk menukarkan berbagai macam token dengan biaya transaksi yang murah

    2. Staking BOO

    Staking BOO berguna saat Anda menjadi LP atau penyedia likuiditas. Setelah mendapat imbalan BOO, Anda bisa melakukan staking yang nantinya dapat dijual atau digunakan untuk staking berikutnya

    3. Memindahkan Token 

    Kemudian, fitur lainnya adalah memindahkan token dari jaringan blockchain ke Fantom. Proses ini hanya membutuhkan waktu minimal sepuluh menit hingga beberapa jam saja. 

    Baca juga: Pahami Pengertian Leverage Adalah dan Fungsinya dalam Kripto!

    Lebih Jauh tentang Token SpookySwap (BOO)

    Seperti yang sudah sempat disebutkan sebelumnya, BOO merupakan token resmi SpookySwap. Token BOO ini akan memberi pemegang sebuah hak kuasa atas perubahan platform di masa depan. Para pemegang BOO juga bisa memperoleh bagian pendapatan dari biaya perdagangan. 

    Para pemegang token diharapkan bisa menggunakan hak suaranya dengan bijak. Untuk harga BOO sendiri diperkirakan akan mencapai level tertingginya selama tahun 2022 ini, yakni di angka USD 25. Bahkan pada 2023, harga BOO bisa mencapai sekitar USD 63. Harga tersebut tentunya diprediksi akan terus meningkat.

    Baca juga: Perbedaan yang Perlu Diketahui antara Koin dan Token pada Aset Kripto

    Sebagai salah satu jaringan terbesar dalam Fantom, SpookySwap membuktikan bahwa mereka dapat bertahan lama serta banyak melakukan transaksi dan mampu menyediakan layanan yang tak ada sebelumnya di Fantom sehingga sukses meraih popularitas.Jika Anda tertarik untuk mempelajari lebih banyak mengenai SpookySwap, kunjungi website Tokonews sekarang juga!. Bergabunglah juga dalam Telegram dan Discord Tokocrypto dan mulai berinvestasi serta trading kripto di Tokocrypto!



    Sumber : news.tokocrypto.com