Tag: Decentralized

  • Cara Kerja DeFi yang Jadi Revolusi Layanan Keuangan Dunia

    DeFi merupakan singkatan dari decentralized finance yang artinya keuangan terdesentralisasi. Layanan keuangan ini tentu berbeda dengan keuangan konvensional layaknya seperti bank, karena tidak ada yang memimpin dan mengatur layanan DeFi.

    DeFi bekerja dengan bantuan smart contract berupa seperangkat aturan yang sudah terprogram dengan baik. Tugas dari smart contract ini ialah untuk menerima dan membayar uang serta menyesuaikan perubahan pasar.

    Apa itu DeFi?

    Decentralized finance merupakan sebuah platform berbasis blockchain yang bertugas untuk melakukan transaksi keuangan tanpa perantara dengan menggunakan sistem smart contract atau kontrak pintar.

    Platform DeFi akan memutus perantara dan memberikan ruang kontrol yang lebih leluasa bagi pengguna dengan fleksibilitas yang tinggi, kecepatan transaksi lebih baik, dan fee yang lebih kecil.

    Baca Juga: DeFi dan NFT Masih akan Moncer di Tahun 2022, Apa Saja Proyek yang Bagus?

    Ilustrasi DeFi (decentralized finance).

    Ilustrasi DeFi (decentralized finance).

    Cara Kerja DeFi

    Cara kerja dari decentralized finance yaitu mengumpulkan informasi dari blockchain terlebih dahulu. Selanjutnya, DeFi melakukan tindakan berdasarkan informasi yang didapatkan tersebut dengan menggunakan sistem yang sesuai dengan smart contract.

    Blockchain merupakan sebuah database yang bisa memungkinkan pengguna untuk melihat, mengakses, hingga memverifikasi informasi yang diunggah. Blockchain akan membagikan data pada beberapa komputer yang disebut dengan node

    Dengan adanya pengaturan node ini, data di blockchain tidak akan bisa diubah sembarangan. Sehingga, ketika pengguna telah memasukan ke blockchain data tersebut akan bersifat permanen karena tidak dapat diubah oleh siapapun. 

    Blockchain akan merekam informasi berupa data logistik dan berbagai macam informasi yang berkaitan dengan transaksi keuangan. Selain itu, data yang sudah ada di blockchain lebih mudah untuk diakses oleh pengguna yang membutuhkannya.

    Proses transaksi ini tidak lepas dari campur tangan smart contract, sebuah bahasa pemrograman pada komputer yang akan menjalankan fungsinya tergantung pada kondisi ekonomi tertentu. Apakah kondisi ekonomi tersebut sudah terpenuhi atau tidak. Itulah sebabnya, smart contract juga dijuluki sebagai mesin penjual otomatis.

    Manfaat DeFi

    Decentralized finance ini memiliki banyak manfaat. Ketika menggunakan DeFi, kamu tidak akan lagi membutuhkan broker hingga riwayat kredit. Platform ini akan tersedia di blockchain untuk umum sehingga bisa diakses oleh siapapun tanpa penjagaan seperti layaknya bank konvensional.

    Ditegaskan oleh ketersediaan universal bahwa aplikasi DeFi ini dapat memberikan banyak manfaat bagi penggunanya. Adapun manfaatnya yaitu berupa fasilitas layanan keuangan yang terbuka untuk semua orang tanpa harus mengakses layanan perbankan.

    Ilustrasi DeFi (decentralized finance).

    Ilustrasi DeFi (decentralized finance).

    Baca Juga: 5 Proyek DeFi Potensial 2022

    Berdasarkan hasil studi World Bank’s Global Partnership soal inklusi keuangan Tahun 2021, saat ini sudah tercatat lebih dari 1,7 miliar orang di negara berkembang tidak dapat melakukan akses layanan bank. 

    Hal tersebut dikarenakan layanan dari bank konvensional relatif lambat. Bagaimana tidak? Untuk bisa memproses sebuah transaksi, bank konvensional membutuhkan waktu berhari-hari hingga berminggu-minggu. Di sinilah peran DeFi hadir, yang akan menyelesaikan semua transaksi dalam hitungan menit saja. 

    Ketika kamu menyimpan uang di bank konvensional atau broker, dana tersebut akan disimpan dalam sebuah rekening. Nantinya, dana tersebut akan digunakan oleh mereka untuk jaminan, atau meminjamkannya kepada orang lain kemudian mendapat keuntungan dari bunga yang ditetapkan.

    Berbeda halnya ketika menggunakan DeFi sebagai layanan keuangan, semua dana akan kamu pegang dan kontrol sendiri. Hal ini juga berlaku pada saat kamu berinvestasi, biasanya nasabah akan dipaksa untuk mempercayai manajer investasi dan manajer keuangan.

    Sedangkan ketika menggunakan DeFi, kamu yang akan memutuskan sendiri bagaimana pengelolaan investasi tersebut. Dengan begitu, peran DeFi ini sangat penting dalam setiap proses transaksi keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apakah Kita Siap Untuk Pialang Terdesentralisasi?

    Tether secara langsung membekukan 13 juta USDT terkait dengan peretasan dan memblokir sementara alamat dengan 20 juta sebagai tindakan pencegahan.

    Pertukaran lain berkomitmen untuk melacak dana, dan Silent Notary mengatakan mereka akan membakar semua token SNTR yang dirampok dan menggantinya dengan yang baru.

    Secara tidak langsung, ini telah menunjukkan masih pentingnya memiliki tingkat sentralisasi tertentu dalam sebuah protokol, sesuatu yang sangat krusial bagi keamanan dana crypto.

    Sentralisasi memang membawa risiko penyensoran, tetapi pengguna memiliki ketenangan pikiran bahwa suatu entitas akan menjaga kepentingannya. Padahal, jika terjadi masalah, dalam hal ini, korban bisa ke pengadilan untuk menuntut ganti rugi.

    Sama halnya beberapa minggu lalu, dimana orang salah mentransfer BNB dan meminta bantuan ke CEO Binance untuk mengembalikan koin tersebut.

    Jika benar-benar terdesentralisasi, orang atau investor yang menyimpan koin di Kucoin akan hilang, sama seperti orang yang mentransfer BNB. Dan, tidak ada orang yang mengurus hal ini.

    Baca Juga: Singapura Memiliki Uang Digital, Indonesia Kapan?

    Inilah sebabnya mengapa banyak yang menganggap persetujuan ETF Bitcoin dan pembuatan layanan bagi investor institusional menjadi penting untuk seluruh ekosistem crypto.

    Bukan karena uang yang akan masuk, tetapi karena kepercayaan investor akan mengetahui bahwa uang mereka aman yang tentu saja menjadi alasan utama.

    Apakah hal dalam crypto yang masih muda ini memang memerlukan sentralisasi untuk keamanan yang lebih baik, mengingat banyaknya peretasan yang sulit diselesaikan karena sifat desentralisasi? Bagaimana menurut Anda?

    artikel ini dapat dibaca kembali disini.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Aplikasi Chat LINE, Luncurkan Program Hadiah Token!

    LINE, aplikasi chat asal Jepang dengan lebih 90 Juta pengguna di Indonesia, memulai program rewards berupa token LINK (token asli dari blockchain LINE) kepada para pengguna layanan digital tersebut. Kabar ini diumumkan pada hari Jumat lalu, dengan juga meluncurkan halaman peluncuran terkait LINK Rewards Program tersebut.

    Baca Juga: Uniswap Rilis Token UNI dan Bagikan Cuma-cuma Kepada Pengguna

    Untuk saat ini, program rewards ini hanya tersedia untuk pengguna LINE di Jepang. Nantinya, pengguna akan diberikan semacam penghargaan/rewards berupa LINK dengan syarat telah menghubungkan akun LINE ke dalam tiga aplikasi seluler lainnya. Terdiri dari LINE Pay berupa produk pengiriman uang, Line Securities berupa produk investasi, dan Line Score berupa produk evaluasi kredit.  LINE Securities sendiri saat ini mulai bekerja sama dengan Nomura Holdings, salah satu pialang saham terbesar di Jepang.

    Program rewards ini merupakan bentuk dari promosi terkait dengan pembangunan jaringan blockchain LINE sendiri. Pada 2018 lalu, perusahaan tersebut membuat laboratorium internal yang berfokus pada pengembangan aplikasi terdesentralisasi (dApps) dengan dasar LINE Blockchain yang telah dipatenkan.

    Program ini sudah dijalankan tertanggal 18 September 2020 lalu. Berdasarkan laporan dari LINE, 10.000 pengguna yang memiliki kartu kredit keluarga LINE yang diterbitkan oleh LINE Pay akan menerima token LINK senilai 2.000 YEN atau setara dengan Rp283.000. Sementara pengguna LINE Securities akan mendapatkan hingga 500 YEN atau setara Rp70.500 dalam token LINK.

    Nantinya, Pengguna akan dapat mengubah token tersebut menjadi mata uang fiat melalui layanan perdagangan aset kripto LINE, Bitmax, dan lainnya dengan mendaftarkan diri pada platform-platform tersebut.

    Dengan adanya program ini, perusahaan ini bertujuan untuk mendorong penggunanya untuk ikut berpartisipasi dalam token economy dari LINK. Hal ini akan membuat banyak orang untuk menggunakan LINK sebagai alat pembayaran dan meningkatkan kegunaannya.

    Baca Juga: DeFi Semakin Tokcer, Koin Digital Ini Diprediksi Subur

    artikel ini dapat dibaca kembali disini.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengenal Serum (Part 1): Apa itu Project Serum?

    Serum diklaim sebagai bentuk “murni” dari Decentralized Finance (DeFi) yang dibangun diatas Blockchain Solana dan akan berjalan diatas batas pusat orderbook. Hal ini membuat proyek Serum sangat terukur, murah dan cepat. 

    Meskipun Serum dibangun diatas Solana, Serum dirancang untuk dapat dioperasikan sepenuhnya dengan Ethereum dan Bitcoin. Hal ini merupakan keunggulan Serum melihat banyaknya para trader yang ingin memperdagangkan aset kripto lain selain token ERC-20 yang saat ini ditawarkan oleh sebagian besar platform DeFi. Serum sepenuhnya terdesentralisasi hingga ke protokol benihnya. Ini berjalan pada pertukaran non-custodial dengan dukungan perdagangan lintas rantai atau cross-chain

    Terdapat 7 (tujuh) fitur utama Serum:

    Serum Token (SRM)

    Token tata kelola ekosistem Serum, akan diintegrasikan sepenuhnya ke dalam Serum dan mendapat manfaat dari biaya pembelian atau penjualan. 

    Cross-chain Swaps

    Sebuah protokol yang memungkinkan pengguna untuk bertukar aset tanpa hambatan antar-rantai. 

    Orderbook

    Buku pesanan yang terdesentralisasi, memberikan kendali penuh pada para trader atas pesanan yang mereka lakukan. 

    Integrasi Penuh Ethereum dan Solana

    Integrasi ini membuat Serum lebih cepat dan lebih efisien. Serum juga dapat dioperasikan dengan ekosistem Ethereum dan token ERC20

    Cross-chain Contract yang Diselesaikan Secara Fisik

    Kontrak ini memungkinkan posisi margin yang mudah di DeFi pada aset sintetis. 

    SerumBTC

    Model untuk membuat ERC20 atau tokenisasi Solana dari BTC

    SerumUSD

    Model untuk membuat stablecoin terdesentralisasi

    Baca Juga: Inisiatif Decentralized Finance, Tokocrypto Rilis Token Serum (SRM)

    Baru-baru ini, Serum meluncurkan decentralized exchange (DEX) diatas Solana, yang menawarkan lebih dari 50 ribu transaksi per detik dan decentralized automated full limit orderbook.



    Sumber : news.tokocrypto.com