Tag: dehidrasi

  • Ikuti Tips Minum Air Putih Ini agar Tidak Dehidrasi Selama Puasa


    Jakarta

    Saat berpuasa tubuh pasti mengalami kekurangan cairan. Karenanya, cukupi kebutuhan air putih harian selama Ramadan dengan tips ini!

    Menahan nafsu makan dan minum selama seharian tentu bukan hal yang mudah. Jika tidak cukup cairan saat sahur, tubuh akan mengalami dehidrasi yang berujung menyebabkan lemas.

    Umumnya, setiap orang disarankan untuk mengonsumsi air putih sebanyak 8 gelas per hari. Namun, karena waktu terbatas, mengonsumsi air putih pun jadi berkurang.


    Dalam kondisi ini, ada tips minum air putih agar kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi selama Ramadan, yakni dengan menerapkan pola 2-2-4.

    Dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan (04/04/23), berikut caranya!

    1. 2 gelas air putih saat berbuka

    Young woman drinking pure glass of waterMinum dua gelas saat sahur. Foto: Getty Images/seb_ra

    Saat berbuka puasa hindari minum manis yang berlebihan. Akan lebih baik jika minum air putih untuk membantu mengganti cairan tubuh yang hilang setelah seharian berpuasa.

    Biasakan untuk berbuka puasa dengan air putih, baru kemudian dilanjutkan dengan mengonsumsi makanan lainnya. Paling sedikitnya, minumlah sebanyak 2 gelas.

    Kamu bisa membaginya, satu gelas saat adzan Maghrib, dan satu gelas lagi saat menjelang adzan Isya

    2. 4 gelas saat makan malam

    Minum air putih saat malam hari harus dilakukan secara berkala. Setelah dua gelas saat berbuka, lalu bisa dilanjut dengan 4 gelas saat makan malam.

    Namun, jumlah itu dapat dibagi lagi waktunya menjadi 2 gelas pada saat makan, dan dua gelas lagi saat menjelang tidur.

    Selain mencukupi kebutuhan cairan tubuh, minum air putih sebelum dan setelah makan dapat membantu melancarkan proses pencernaan makanan.

    Tips minum air putih selama Ramadan ada di halaman berikutnya.

    3. 2 gelas air putih saat sahur

    Ilustrasi wanita minum air putih atau mineralIlustrasi wanita minum air putih atau mineral Foto: Getty Images/iStockphoto/seb_ra

    Sahur adalah waktu penting untuk mencukupi kebutuhan nutrisi tubuh, termasuk cairan. Apa yang kita makan saat sahur akan menjadi bekal energi selama berpuasa.

    Saat sahur, setidaknya kamu minum 2 gelas air, bisa dibagi dengan satu gelas saat bangun tidur. Lalu, satu gelas lagi setelah makan sahur.

    Jika kebutuhan cairan terpenuhi, maka tubuh tidak akan mengalami dehidrasi selama berpuasa.

    4. Hindari minuman berkafein

    Jika sudah memenuhi kebutuhan air putih dengan menerapkan pola 2-4-2, sebaiknya hindari minuman yang akan menyebabkan dehidrasi.

    Salah satunya minuman yang mengandung kafein, seperti kopi dan teh. Minuman berkafein bersifat diuretik yang artinya kondisi yang menyebabkan buang air kecil berlebihan.

    Dengan begitu, cairan tubuh akan berkurang melalui urine. Hal ini berisiko menyebabkan tubuh kekurangan cairan, sehingga tubuh berpotensi merasa lemas saat berpuasa.

    (raf/odi)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Anna Pelzer

  • Ini 5 Cara Mudah Kurangi Asupan Kopi Sebelum Ramadan


    Jakarta

    Sebelum memasuki bulan Ramadan, ada baiknya mengurangi asupan kopi di pagi hari. Agar tubuh terbiasa saat menjalankan ibadah puasa.

    Bulan Ramadan tinggal menghitung hari, ada banyak persiapan yang perlu dilakukan agar tubuh terbiasa menghadapi perubahan pola makan selama bulan puasa.

    Terutama bagi para penggemar kopi yang sudah terbiasa ngopi di pagi hari. Ada beberapa tips mudah untuk mempersiapkan diri mengurangi asupan kopi di pagi hari sebelum Ramadan. Berikut beberapa tips mudahnya:


    1. Kurangi Konsumsi Kopi

    Ini 5 Cara Mudah Kurangi Asupan Kopi Sebelum RamadanIni 5 Cara Mudah Kurangi Asupan Kopi Sebelum Ramadan Foto: Site News

    Sulit memang memutus langsung kebiasaan ngopi di pagi hari, terutama bagi para penggemar kopi yang sudah tidak bisa lepas dari minuman satu ini. Namun jika disiasati lebih awal, dengan mengurangi konsumsi kopi sebelum puasa, pastinya akan lebih terbiasa saat menjalani bulan ramadhan.

    Tak hanya itu, menurut Nazima Qureshi, seorang ahli gizi Muslim. Ia turut merekomendasikan orang untuk mulai menurunkan konsumsi kopi sebelum memasuki ramadan, Muslim yang sering minum kopi harus mulai menyesuaikan konsumsi kopinya dari jauh-jauh hari.

    Hal ini bertujuan agar tubuh memiliki waktu untuk beradaptasi sebelum benar-benar akan kehilangan kopi selama sebulan penuh.

    Selain membiasakan tubuh, kopi diketahui memiliki sifat diuretik yang dapat memicu dehidrasi. Tentunya efek ini sangat berbahaya bagi orang-orang yang menjalankan ibadah puasa.

    2. Porsi Kopi yang Dikurangi

    Bagi penggemar kopi mungkin awalnya susah untuk membatasi asupan kopi sebelum bulan Ramadan tiba. Tapi hal ini berguna agar tubuh lebih terbiasa saat puasa tanpa harus meminum kopi.

    Bisa juga dengan mengurangi jumlah asupan kopi, misalnya dari dua cangkir kopi sehari menjadi secangkir kopi sehari. Menurut situs Nutrition, kebanyakan orang yang terbiasa minum kopi akan mengalami pusing kepala karena kekurangan kafein selama puasa.

    Karena itu sangat penting untuk memberikan waktu pada tubuh menyesuaikan diri dengan mengurangi asupan kopi secara perlahan.

    3. Perbanyak Minum Air Putih

    Ini 5 Cara Mudah Kurangi Asupan Kopi Sebelum RamadanIni 5 Cara Mudah Kurangi Asupan Kopi Sebelum Ramadan Foto: Site News

    Selain mengurangi asupan kopi sebelum Radaman tiba, kunci yang paling penting dari mengubah pola makan agar terbiasa saat menjalankan ibadah puasa, adalah perbanyak konsumsi air putih. Beberapa hari sebelum ramadan, para ahli menyarankan agar orang lebih sering membiasakan diri untuk minum air putih.

    Dilansir dari Arab News (31/03), konsumsi air putih juga bisa ditambah 1-2 gelas dari konsumsi biasanya. Fungsinya agar tubuh terhindar dari dehidrasi, karena kurangnya asupan cairan.

    Dehidrasi memang tidak bisa dianggap sepele. Karena jika tubuh mengalami dehidrasi dalam waktu yang berkepanjangan, bisa mengakibatkan gangguan kesehatan. Mulai dari infeksi saluran kemih, penyakit ginjal, jantung bahkan bisa meningkatkan risiko kenaikan berat badan.

    4. Rutin Olahraga

    Ini 5 Cara Mudah Kurangi Asupan Kopi Sebelum RamadanIni 5 Cara Mudah Kurangi Asupan Kopi Sebelum Ramadan Foto: Site News

    Ahli gizi lain, seperti Anjali Chawla, mengatakan bahwa olahraga bisa membantu mengatasi efek penarikan kafein saat tubuh mulai mengurangi asupan kopi sebelum Ramadan.

    “Latihan yang mengeluarkan keringat bisa melepaskan adrenalin, seperti yang dilakukan kopi, dan membuat tubuh lebih waspada.”

    Chawla juga merekomendasikan teknik pernapasan dalam untuk meredakan perubahan suasana hati akibat penarikan kafein.

    “Mengambil nafas dengan dalam dan mengeluarkannya, dapat membantu otot lebih rileks dan mengurangi iritabilitas.” pungkas Chawla.

    5. Hindari Makanan Berlemak

    Dr. Rowaidah Idris, selaku ahli gizi ikut menyarankan agar orang-orang berhenti mengurangi asupan kopi sebulan sebelum Ramadan. Tapi jika tidak sempat, Idris menyarankan agar memastikan asupan air putih cukup antara waktu berbuka puasa atau sahur.

    “Jangan lupa tidur yang cukup, kurangi makanan yang mengandung asupan gula tinggi serta hindari makanan berlemak untuk membantu mengatasi efek dari mengurangi minum kopi,” pungkasnya.

    (sob/odi)

    Sumber : food.detik.com

  • Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Anna Pelzer

  • 5 Fakta Air Putih, Berapa Banyak untuk Kebutuhan Per Hari?

    Jakarta

    Konsumsi air putih yang cukup setiap hari sangat penting bagi kesehatan. Sederhana namun esensial, ia merupakan sumber hidrasi utama tubuh.

    Pasalnya, air membantu menjaga setiap sistem dalam tubuh berfungsi dengan baik. Simak fakta-fakta mengenai air putih di bawah ini.

    1. Manfaat Minum Air Putih

    Menurut Laporan Kesehatan Khusus Harvard Medical School tentang 6-Week Plan for Health Eating , mencatat bahwa air memiliki banyak fungsi penting. Berikut adalah manfaat dari air putih:


    • Membawa nutrisi dan oksigen ke sel-sel tubuh.
    • Membantu membuang bakteri dari kandung kemih.
    • Membantu pencernaan.
    • Mencegah sembelit.
    • Membantu menormalkan tekanan darah.
    • Sebagai bantalan sendi.
    • Melindungi organ dan jaringan.
    • Mengatur suhu tubuh.
    • Menjaga keseimbangan elektrolit (natrium).

    2. Kebutuhan Air Putih Setiap Hari

    Dilansir situs Harvard Health Publishing, kebanyakan orang membutuhkan sekitar 4-6 gelas air putih setiap hari. Aturan 4-6 gelas air putih per hari berlaku untuk orang yang umumnya sehat.

    Hal tersebut juga tergantung pada sumber cairan lain seperti kopi, teh, jus, buah, dan sayuran. Makannya, jumlah asupan air putih setiap orang bisa berbeda-beda.

    Pada dasarnya, asupan air bersifat individual, sehingga tidak ada jawaban yang cocok untuk semua orang.

    Kebutuhan air individu bergantung pada kesehatan, seperti dilihat dari seberapa aktif dirinya dan iklim tempat tinggalnya. Kamu perlu berkonsultasi dengan dokter mengenai jumlah yang tepat dirimu.

    3. Ciri-ciri Orang Kurang Minum

    Jika seseorang tidak minum cukup air setiap hari, maka ia berisiko mengalami dehidrasi. Tanda-tanda peringatan dehidrasi seperti:

    • Urin berwarna kuning tua
    • Lemas
    • Tekanan darah rendah
    • Pusing
    • Kebingungan.

    4. Akibat Kurang Minum Air Putih

    Dehidrasi merupakan kondisi kekurangan air dalam tubuh. Umumnya, gejala dehidrasi meliputi sakit kepala, kelelahan, atau pusing.

    Mengutip Cleveland Clinic, berikut adalah tanda keadaan tubuh jika kekurangan air:

    Pada anak-anak:

    • Lidah kering dan bibir kering.
    • Tidak ada air mata ketika menangis.
    • Kurang dari 6 popok basah per hari (untuk bayi), dan tidak ada popok basah atau buang air kecil selama 8 jam (pada balita).
    • Titik lunak yang cekung pada kepala bayi Anda.
    • Mata cekung.
    • Kulit kering dan keriput.
    • Bernapas dalam dan cepat.
    • Tangan dan kaki dingin dan berbintik-bintik.

    Sementara, untuk gejala dehidrasi pada orang dewasa mungkin termasuk:

    • Sakit kepala.
    • Kebingungan.
    • Kelelahan (fatique).
    • Pusing.
    • Lemas.
    • Mulut kering dan/atau batuk kering.
    • Denyut jantung tinggi tetapi tekanan darah rendah.
    • Kehilangan selera makan, tapi mungkin menginginkan gula.
    • Kulit memerah.
    • Kaki bengkak.
    • Kram otot.
    • Tidak tahan panas atau kedinginan.
    • Sembelit .
    • Kencing (urin) berwarna gelap (Kencing seharusnya berwarna pucat dan bening).

    Cara terbaik mengatasi dehidrasi yaitu dengan minum sebelum merasa haus.

    5. Waktu Terbaik Minum Air

    Menurut laman WebMD yang telah ditinjau secara medis oleh Jabeen Begum, MD, berikut adalah waktu terbaik untuk minum air:

    • Ketika kita berpikir lapar.
    • Saat bangun tidur.
    • Sebelum, selama, dan setelah olahraga.
    • Kapan pun jika berkeringat.
    • Saat sedang sakit, seperti demam, muntah dan diare.
    • Ketika sedang ada di pesawat.
    • Sebelum makan.
    • Ketika ingin menurunkan berat badan.
    • Ketika mendapatkan pijatan atau sebelum pijat tubuh.
    • Sebelum dan selama menstruasi.
    • Saat sedang lesu di siang hari.
    • Saat sedang sakit kepala.

    (khq/fds)

    Sumber : food.detik.com

  • Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Anna Pelzer

  • 5 Makanan yang Dianjurkan dan Tidak Saat Cuaca Panas, Ini Daftarnya!


    Jakarta

    Memasuki musim panas, kamu perlu memilih makanan mana yang harus dikonsumsi agar tubuh tetap sehat. Berikut 5 makanan yang disarankan dan tidak untuk dikonsumsi saat musim panas.

    Beberapa bagian negara mulai memasuki musim panas, termasuk Indonesia. Bahkan, selama musim ini, seringkali terjadi gelombang panas berlebihan yang bisa membahayakan tubuh.

    Sengatan matahari dapat memicu dehidrasi hingga menyebabkan risiko penyakit lainnya. Oleh karena itu, untuk menghindarinya kamu perlu mengonsumsi makanan yang tepat.


    Pilih makanan yang dapat menghidrasi tubuh dan memberikan nutrisi penting. Hindari makanan yang dapat menyebabkan dehidrasi semakin parah.

    Melansir india.com (23/04), berikut daftar makanan yang perlu dikonsumsi dan tidak selama cuaca panas.

    Makanan yang direkomendasikan :

    1. Semangka

    Ilustrasi jus semangkaKonsumsi buah semangka atau jusnya merupakan pilihan terbaik. Foto: Getty Images/iStockphoto/Manu_Bahuguna

    Buah-buahan kaya akan air menjadi pilihan tepat untuk dikonsumsi saat cuaca panas. Salah satunya, semangka. Semangka kaya akan air, vitamin, mineral, dan antioksidan penting.

    Melansir Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), buah semangka mengandung 91,45 gram air pada setiap 100 gramnya. Kandungan air ini dapat menjaga keseimbangan elektrolit tubuh.

    Selain itu, kandungan vitamin C, vitamin A, hingga magnesium di dalamnya juga mampu menjadi penambah energi tubuh. Sedangkan kandungan air dan serat yang tinggi dapat mendorong pencernaan sehat.

    2. Sayuran berdaun hijau

    View of Clear vegetable spinach served on white bowl Isolated on white backgroundSayur bayam juga bisa dikonsumsi karena kandungan air dan nutrisinya. Foto: Getty Images/iStockphoto/Rahmah Hastuti

    Sayuran berdaun hijau juga bagus dimakan saat musim panas. Sayuran, seperti bayam, kangkung, hingga selada kaya akan kandungan air yang memberikan nutrisi penting, seperti vitamin A, C, dan K.

    Kandungan antioksidan pada jenis sayuran ini mampu menangkal radikal bebas. Jika dibantu dengan gaya hidup sehat, bisa membantu pencegahan penyakit kronis.

    Kamu bisa mengonsumsi bayam yang mengandung 91 persen air di dalamnya. Kandungan air tersebut dapat memenuhi kebutuhan mineral dalam tubuh.

    Selain itu, selada juga bagus dikonsumsi karena mengandung serat dan mikronutrien yang tinggi.

    3. Air kelapa

    Racikan jus air kelapa muda dan kurma yang menyehatkan menurut dr. Zaidul AkbarMinum air kelapa dapat memenuhi kebutuhan cairan dengan baik. Foto: dok. dr Zaidul Akbar, iStock

    Air kelapa adalah minuman alami yang kaya elektrolit. Meminumnya dapat membantu mengisi kembali cairan dan mineral yang hilang karena berkeringat.

    Kandungan air yang tinggi di dalamnya juga bisa membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan baik, sehingga menghindari diri dari dehidrasi.

    Baca halaman selanjutnya untuk tahu makanan yang perlu dihindari saat cuaca panas.

    Makanan yang dihindari :

    4. Minuman berkafein

    Ilustrasi kopi hitamMinum kopi hanya akan membuat tenggorokan semakin haus. Foto: Getty Images/iStockphoto/PeopleImages

    Minuman berkafein, seperti kopi atau teh memiliki efek diuretik. Efek ini dapat meningkatkan kehilangan cairan tubuh dan berpotensi menyebabkan dehidrasi.

    Diuretik merupakan zat yang mengakibatkan tubuh manusia memproduksi urin. Kafein yang ada di dalamnya menyebabkan aliran darah naik melalui ginjal, sehingga seseorang lebih cepat buang air dan akhirnya dehidrasi.

    Meskipun ini tidak berlaku ke semua orang, tetapi lebih baik minuman kafein dihindari saat cuaca panas karena bisa menyebabkan rasa haus.

    5. Makanan pedas

    Makanan pedas dapat meningkatkan suhu tubuh dan membuat seseorang menjadi kepanasan dan berkeringat. Hasilnya, tenggorokan malah menjadi haus.

    Hal tersebut pun membuat kadar air dalam tubuh berkurang. Selain itu, makanan pedas bisa memicu diare pada beberapa orang dengan saluran pencernaan sensitif.

    Diare inilah yang bisa membuat dehidrasi karena tubuh kekurangan cairan.

    (aqr/adr)

    Sumber : food.detik.com

  • Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Jannis Brandt
  • Minum Kopi Saat Sahur Sebaiknya Dihindari Karena Efek Samping Ini


    Jakarta

    Bagi pencinta kopi sulit meninggalkan kopi saat sahur. Konsumsi kopi saat sahur tak dianjurkan oleh dokter, ini alasan di baliknya!

    Kopi dianggap sebagai pendorong energi di pagi hari. Karenanya sering dikonsumsi bersama sarapan. Saat bulan puasa, banyak orang mengonsumsi kopi saat makan sahur.

    Namun, sebenarnya bolehkah minum kopi saat sahur? Apakah ada efek tertentu yang disebabkan asupan kopi saat sahur?


    Dikutip dari CNN Indonesia (21/3/24), ahli kedokteran keluarga FKUI Marinda Asiah Nuril Haya mengatakan bahwa kopi sebenarnya tak disarankan dikonsumsi saat sahur. Gara-garanya adalah sifat diuretik yang dimiliki kafein.

    Bukan Mitos! Ini 5 Manfaat Minum Kopi Tanpa GulaKopi dianggap sebagai pendorong energi di pagi hari. Foto: Ilustrasi iStock

    Sifat diuretik pada kafein diketahui dapat membuat tubuh lebih cepat memproduksi urine. Akibatnya, intensitas buang air kecil akan meningkat. Bukan tak mungkin jika akhirnya bisa memicu dehidrasi.

    “Kopi itu membuat kita lebih sering untuk buang air kecil. Sementara puasa, kan, enggak minum, tuh, berkurang cairan di dalam tubuh,” ujar dokter yang akrab disapa Nuril ini, mengutip detikHealth.

    Nuril juga tak menampik sifat ‘booster’ yang dimiliki kopi. Namun, dalam waktu beberapa jam setelah minum kopi, tubuh akan mengeluarkan lebih banyak cairan.

    “Mungkin kafein booster-nya tetap dapat. Tapi di sisi lan, [efek] jangka panjangnya malah mengeluarkan cairan lebih banyak. Akhirnya bikin lemas, kekurangan cairan, dan dehidrasi,” jelas Nuril.

    Alih-alih saat sahur, Nuril menyarankan untuk mengganti waktu minum kopi saat puasa ke setelah berbuka. Hanya saja, berbukalah terlebih dahulu dengan menu takjil lain agar perut tidak dalam kondisi kosong saat meminum kopi.

    Untuk mencegah dehidrasi juga disarankan agar memenuhi kebutuhan cairan harian saat sahur dan berbuka puasa. Orang dewasa disarankan setidaknya mendapatkan asupan 2 liter cairan per hari atau setara dengan 8 gelas air.

    Kamu bisa membaginya ke dalam waktu sahur, berbuka puasa, dan saat makan malam hingga tidur dengan konsep 2-4-2. Berikut pembagiannya:

    – 1 gelas sebelum makan sahur
    – 1 gelas setelah makan sahur
    – 1 gelas sebelum menyantap takjil
    – 1 gelas setelah menyantap takjil
    – sisanya 4 gelas bisa diatur saat makan malam hingga tidur.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Simpan Botol Minum dalam Mobil, Apakah Airnya Aman Dikonsumsi?


    Jakarta

    Banyak orang meninggalkan botol minuman di dalam mobil selama beberapa hari. Apakah air minum tersebut tetap aman dikonsumsi? Ini kata peneliti!

    Sebagian orang menyimpan air putih di dalam botol minum untuk dibawa dengan mudah. Bahkan, botol minum tersebut kerap disimpan dalam mobil, bahkan sampai berhari-hari.

    Botol minum yang disimpan dalam mobil ini bisa jadi panas karena terkena suhu udara. Tentunya ini bukanlah pilihan yang baik, apalagi jika air putih itu disimpan dalam botol minum berbahan plastik.


    Dilansir dari Food NDTV (10/3), sebaiknya air dalam botol yang disimpan dalam mobil beberapa hari tidak lagi dikonsumsi karena bisa membahayakan kesehatan.

    Bahaya penggunaan botol minum plastik

    Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ‘Science of The Total Environment’ menyatakan bahwa air minum dalam botol plastik yang terkena panas dengan waktu lama dapat menyebabkan pelepasan bahan kimia berbahaya.

    Penelitian lain juga turut menjelaskan bahwa produk plastik yang bersentuhan dengan air panas ini akan melepaskan triliunan jumlah nanopartikel per liter ke dalam air putih. Karenanya jika dikonsumsi dalam waktu lama dapat menyebabkan risiko kesehatan.

    Tak hanya dari pelepasan nanopartikel ke dalam air, juga menyoal pertumbuhan bakteri. Bakteri ini bisa berasal dari air liur ketika kita meneguk air putih itu secara langsung.

    Bakteri yang berkembang biak itu bisa menimbulkan risiko kesehatan pencernaan. Bisa menyebabkan masalah perut yang berujung diare.

    Namun, ada beberapa cara yang penting diperhatikan jika ingin air putih tetap terjaga kualitas dan manfaatnya. Mulai dari pemilihan botol minum hingga cara menghidrasi tubuh yang tepat.

    Berikut 6 tips menjaga hidrasi tubuh dengan baik:

    1. Pemilihan Botol Minum

    apakah bahaya minum dari botol minum plastik di dalam mobil?apakah bahaya minum dari botol minum plastik di dalam mobil? Foto: Getty Images/iStockphoto

    Alih-alih menggunakan botol plastik, sebaiknya pilih botol minum yang berbahan baja tahan karat atau terisolasi. Botol minum ini biasanya juga cocok dijadikan sebagai termos.

    Karena air yang dikonsumsi dapat bertahan dingin atau panas. Bahan baja juga lebih aman dari paparan panas dibandingkan botol minum plastik.

    2. Atur Pengingat Hidrasi

    Agar menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik, penting untuk tidak melupakan waktu minum. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah mengatur pengingat hidrasi.

    Langkah kecil seperti ini akan membantu tubuh terjaga hidrasinya. Cairan dalam tubuh tetap terjaga dan mencegah kelelahan akibat dehidrasi.

    3. Buatlah Racikan Infused Water

    apakah bahaya minum dari botol minum plastik di dalam mobil?apakah bahaya minum dari botol minum plastik di dalam mobil? Foto: Getty Images/iStockphoto

    Selain air putih, bisa juga meracik air minum menjadi infused water. Bisa mencampurkan air putih dengan beberapa bahan makanan yang membuat rasanya lebih segar.

    Buah-buahan segar seperti lemon, mentimun, dan aneka berry bisa menambahkan kesegaran. Apalagi buah-buahan yang mengandung vitamin C. Daun mint juga dapat ditambahkan, karena bisa meningkatkan rasa lebih segar.

    Menurut TN Gov, infused water harus didiamkan minimal 4 jam, bisa juga semalaman. Harus simpan di dalam kulkas agar rasa buahnya meresap dan sensasinya dingin segar.

    Tips lainnya bisa cek halaman berikut ini…

    4. Jangan Tunggu Sampai Haus

    Hidrasi tubuh tetap terjaga jika asupan air putih ke dalam tubuh sangat lancar. Oleh karena itu, jangan menunda waktu minum air atau menunggu sampai terasa haus.

    Biasakan untuk minum air secara teratur. Anjurannya minimum 2 liter per hari dengan aturan minum setengah gelas air putih setiap 30 menit.

    5. Pastikan Botol Minum Dekat dari Jangkauan

    Agar minum air putih teratur setiap hari, pastikan botol dekat dari jangkauan. Terutama jika sedang berpergian, pastikan membawa botol minum sendiri.

    Langkah satu ini akan memudahkan untuk minum air putih sepanjang hari. Ini juga dapat mendukung proses detoksifikasi alami pada tubuh.

    6. Konsumsi Makanan Kaya Air

    Selain air putih, hidrasi tubuh dapat terjaga dengan mengonsumsi makanan yang mengandung air tinggi seperti buah-buahan. Beberapa jenis buah diketahui mengandung air yang tinggi, salah satunya semangka.

    Menurut Mayo Clinic, kandungan air pada semangka sekitar 92 persen. Tak mengherankan jika semangka dapat memberikan kesegaran saat cuaca panas terik.

    Mengutip Bupa UK, buah lainnya yang mengandung air tinggi adalah jeruk sebanyak 86 persen, dan mentimun sebanyak 96 persen. Sementara, stroberi juga mengandung air tinggi sekitar 92 persen.

    (yms/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Batasi Konsumsinya! 5 Makanan dan Minuman Ini Picu Dehidrasi Saat Berpuasa


    Jakarta

    Menjaga tubuh tetap terhidrasi selama berpuasa sangat penting. Namun, ada beberapa makanan dan minuman yang justru memicu dehidrasi jika dikonsumsi saat sahur atau berbuka.

    Dehidrasi terjadi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang diterima. Beberapa tanda dehidrasi yang perlu diwaspadai saat puasa. Seperti haus, mulut dan bibir kering, urine berwarna gelap dan berbau tajam, mudah lelah, pusing, atau lesu, dan frekuensi buang air kecil berkurang.

    Agar tetap terhidrasi, penting untuk menghindari makanan dan minuman yang justru mempercepat hilangnya cairan dari tubuh. Berikut beberapa makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari saat sahur dan berbuka, melansir Real Simple:


    1. Makanan tinggi garam

    5 Fakta Sisi Kelam Garam yang Berfungsi Melezatkan MakananGaram yang Berfungsi Melezatkan Makanan Foto: Getty Images/simarik

    Garam memiliki efek diuretik yang membuat tubuh mengeluarkan lebih banyak cairan melalui urin. Konsumsi makanan tinggi garam saat sahur atau berbuka bisa membuat tubuh lebih cepat haus dan berisiko dehidrasi.

    Beberapa makanan yang mengandung garam tinggi misalnya makanan olahan seperti sosis, nugget, daging asap, keripik, camilan asin, dan kacang berbalut garam. Kemudian ada juga makanan cepat saji seperti burger dan ayam goreng. Bahkan, kecap asin dan saus olahan yang tinggi sodium juga sebaiknya dihindari.

    Sebagai alternatif, pilih makanan segar seperti sayuran, buah, dan lauk tanpa tambahan garam berlebihan.

    2. Makanan tinggi gula

    Gula dapat menarik cairan dari sel-sel tubuh dan membuat kita lebih cepat merasa haus. Selain itu, makanan manis bisa menyebabkan lonjakan energi yang cepat tetapi diikuti dengan rasa lemas setelahnya.

    Saat sahur dan berbuka sebaiknya hindari minuman bersoda dan jus kemasan. Aneka kue, donat, hingga permen juga sebaiknya dihindari atau dikurangi. Sebagai alternatif, pilih buah segar seperti semangka, jeruk, dan melon yang mengandung banyak air serta serat alami.

    3. Makanan ultra proses

    young woman is preparing a traditional Swiss cheese raclette.makanan olahan. Foto: Getty Images/iStockphoto/Andrii Pohranychnyi

    Makanan ultra proses mengandung kombinasi tinggi garam, gula, dan lemak yang bisa memperparah dehidrasi. Selain itu, makanan ini juga rendah kandungan air, sehingga tidak membantu menjaga hidrasi tubuh.

    Contoh makanannya yakni mi instan dan makanan kalengan. Ada juga camilan kemasan seperti biskuit dan keripik, serta makanan beku siap saji.

    4. Minuman berkafein dan berkarbonasi

    Kafein memiliki efek diuretik yang meningkatkan frekuensi buang air kecil, sehingga tubuh lebih cepat kehilangan cairan. Minuman berkarbonasi juga dapat menyebabkan kembung dan tidak memberikan hidrasi yang optimal.

    5. Sayuran diuretik

    Beberapa sayuran, seperti asparagus dan seledri, bersifat diuretik alami yang dapat meningkatkan produksi urine dan menyebabkan hilangnya cairan lebih cepat.
    Pilih sayuran kaya air seperti mentimun, tomat, dan selada untuk menjaga hidrasi tubuh.

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Efek Buruk Kesehatan Akibat Terlalu Banyak Minum Kopi


    Jakarta

    Minum kopi terlalu banyak justru berbahaya untuk kesehatan tubuh. Ada beberapa tanda dalam tubuh yang merupakan sinyal orang terlalu banyak minum kopi.

    Kopi merupakan minuman berkafein pembangkit tenaga yang memiliki banyak penggemar. Sayangnya, kafein tak hanya memberikan efek membangkitkan tenaga tetapi juga efek kecanduan.

    Sebenarnya, tubuh seringkali memberikan sinyal yang jarang dipahami oleh kebanyakan orang. Salah satunya juga sinyal untuk berhenti minum kopi.


    Walaupun kopi memiliki banyak manfaat kesehatan yang bisa didapatkan. Tetapi ada beberapa tanda yang dikirim tubuh yang menandakan bahwa tubuh sudah tidak bisa lagi mengasup kopi.

    Berikut lima tanda bahwa tubuh mengasupi terlalu banyak kopi.

    1. Menganggu Kesuburan Wanita

    5 Efek Buruk Kesehatan Akibat Terlalu Banyak Minum Kopi5 Efek Buruk Kesehatan Akibat Terlalu Banyak Minum Kopi Foto: Ilustrasi iStock

    Menurut ahli gizi asal Amerika, Molly Maloof, kopi ini sebenarnya harus dihindari jika wanita sedang mencoba hamil atau tengah hamil. Karena wanita memiliki esterogen yang lebih besar di tubuh, dibandingkan pria.

    Karenanya estrogen dan kafein ini akan berkompetisi untuk membuat metabolisme lebih cepat di dalam tubuh. Jika wanita terus minum kopi secara berlebihan, kadar estrogen akan menumpuk, dan bisa menyebabkan berbagai efek pada wanita salah satunya keram, pegal-pegal dan gejala PMS lainnya.

    “Banyak yang bilang kalau wanita tidak seharusnya minum kopi terlalu banyak. Karena memang ketika saya berhenti minum kopi, saya merasa lebih sehat. Kalau kalian sedang mencoba hamil atau tengah hamil, saya sarankan untuk menghindari kopi sebisa mungkin. Karena kafein pada kopi ini berisiko menyebabkan keguguran hingga mengganggu kesuburan pada wanita,” jelas Maloof.

    2. Tekanan Darah Tinggi

    Tekanan darah tinggi menjadi tanda yang harus sangat diperhatikan oleh penggemar kopi. Kafein ternyata juga dapat menjadi salah satu penyebab meningkatnya tekanan darah.

    “Suatu penelitian mendemonstrasikan sebuah peningkatan yang berhubungan dengan tekanan darah berdasarkan usia pada pria yang mengonsumsi kopi dalam jumlah cukup banyak,” ungkap Sandy Younan Brikho yang merupakan seorang ahli gizi terdaftar.

    3. Berat Badan Naik

    5 Efek Buruk Kesehatan Akibat Terlalu Banyak Minum Kopi5 Efek Buruk Kesehatan Akibat Terlalu Banyak Minum Kopi Foto: Ilustrasi iStock

    “Minum kopi menyebabkan sensasi seperti kenyang. Seringkali perasaan kenyang ini merujuk pada melewati waktu makan atau camilan,” tutur Brikho.

    Jika sekali sudah merasakan kekenyangan seperti ini, perut akan tetap kosong dan orang biasanya akan kelaparan. Hal ini akan menjadi bumerang, sehingga orang bisa makan berlebihan di waktu makan selanjutnya.

    Keadaan ini bisa memicu kenaikan berat badan. Apalagi jika orang tersebut secara rutin mengonsumsi kopi dalam jumlah berlebih.

    4. Picu Kolesterol Tinggi

    Bagi orang-orang yang cenderung memiliki kadar kolesterol tinggi, asupan kopi seharusnya dibatasi. Menurut situs The Healthy, kopi bisa meningkatkan kadar kolesterol

    Kopi mengandung cafestol dan kahweol, sejenis minyak yang meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL). Jadi banyak para ahli yang menyebutkan kopi yang tidak disaring, bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat.

    Sebaliknya, kopi yang sudah disaring relatif lebih aman. Beberapa ahli bahkan menganjurkan kopi instan yang berkualitas, hingga espresso bagi penggemar kopi yang punya masalah dengan kolesterol.

    5. Minum Kopi Sebelum Haid

    5 Efek Buruk Kesehatan Akibat Terlalu Banyak Minum Kopi5 Efek Buruk Kesehatan Akibat Terlalu Banyak Minum Kopi Foto: Ilustrasi iStock

    Efek minum kopi bagi wanita bisa menyebabkan mood naik turun, apalagi saat sedang PMS atau menjelang datang bulan. Hindari segala macam minuman yang mengandung kafein, khususnya kopi.

    Perbanyak asupan air putih agar metabolisme tubuh berjalan dengan baik. Kafein juga menyebabkan dehidrasi sehingga menimbulkan rasa resah, dan tidak nyaman menjelang datangnya menstruasi. Dosis asupan kafein yang dianjurkan adalah 200-300 mg per hari, yaitu secangkir kopi.

    Kebanyakan konsumsi kafein juga dapat menimbulkan sakit kepala, pusing sampai kesulitan tidur atau insomnia. Jadi tetap batasi konsumsi kopi, sesuai anjuran banyak ahli kesehatan yaitu sekitar 2-3 cangkir setiap harinya.

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Minum Kopi saat Cuaca Panas Terik, Aman atau Tidak?


    Jakarta

    Minum kopi di tengah cuaca panas sering kali jadi pilihan cepat untuk menyegarkan diri, apalagi dalam bentuk es kopi. Namun apakah pilihan ini aman?

    Banyak yang bertanya-tanya apakah aman minum kopi saat suhu sedang tinggi? Ternyata jawabannya tak sesederhana kedengarannya. Meski kopi bukan penyebab langsung dehidrasi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik.

    Agar tubuh tetap aman saat ngopi di hari yang panas, kuncinya adalah menjaga keseimbangan. Kopi tetap boleh dinikmati, asal tidak berlebihan dan disertai dengan konsumsi air putih yang cukup dan berimbang.


    Dilansir dari Very Well Health (12/07/2025), ada beberapa penjelasan yang menjabarkan apakah minum kopi di cuaca terik aman atau tidak untuk tubuh. Berikut empat penjelasannya:

    1. Apakah Minum Kopi di Cuaca Panas Aman?

    Minum Kopi saat Cuaca Panas Terik, Aman atau Tidak?MApakah Minum Kopi di Cuaca Panas Aman? Foto: Getty Images/iStockphoto

    Minum kopi saat cuaca panas sebenarnya tidak berbahaya. Risiko dehidrasi hanya muncul jika kopi dikonsumsi secara berlebihan tanpa disertai asupan cairan pengganti.

    “Selama dikonsumsi dalam jumlah sedang dan tetap diimbangi dengan asupan cairan lain sepanjang hari, kopi tidak akan menyebabkan dehidrasi bahkan saat cuaca sedang panas,” jelas Rob van Dam, profesor nutrisi dan epidemiologi dari George Washington University.

    Minum air putih memang penting untuk kesehatan secara keseluruhan, tetapi manfaatnya semakin besar saat tubuh banyak kehilangan cairan akibat keringat dan buang air kecil saat cuaca sedang panas.

    2. Apa Kopi Bisa Menyebabkan Dehidrasi?

    Minum Kopi saat Cuaca Panas Terik, Aman atau Tidak?Apa Kopi Bisa Menyebabkan Dehidrasi? Foto: Getty Images/iStockphoto

    Kekhawatiran utama soal minum kopi di cuaca panas terletak pada kandungan kafein di dalamnya. Kafein merupakan zat diuretik ringan yang dapat merangsang ginjal untuk membuang lebih banyak cairan.

    Meski begitu beberapa studi menunjukkan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah sedang tidak menyebabkan dehidrasi pada orang dewasa yang sehat, karena kandungan air dalam kopi cukup untuk menyeimbangkan efek diuretik tersebut.

    Van Dam menjelaskan bahwa efek diuretik dari kafein akan lebih terasa pada orang yang tidak terbiasa mengonsumsinya. Sementara bagi peminum kopi, tubuh sudah memiliki toleransi sehingga dampaknya terhadap ginjal pun berkurang.

    Karenanya orang yang tidak terbiasa mengonsumsi kafein sebaiknya menghindari kopi atau minuman berenergi saat cuaca sedang panas.

    3. Cara Tetap Aman Ngopi di Cuaca Panas

    Supaya tubuh tetap terhidrasi saat cuaca sedang terik tapi tetap ingin ngopi, kuncinya ada pada keseimbangan. Tubuh kehilangan cairan lebih cepat saat panas, jadi penting untuk memastikan asupan air putih tetap cukup, apalagi jika kopi termasuk bagian dari konsumsi harian.

    Setiap orang tentunya punya batas toleransi kafein yang berbeda. Tapi sebagai panduan umum, konsumsi kafein disarankan tak lebih dari 400 miligram per hari. Sebagai gambaran, satu shot espresso mengandung sekitar 64 miligram kafein, sedangkan secangkir kopi ukuran 12 ons bisa mengandung 90 sampai 100 miligram kafein.

    “Kalau tubuh mulai terasa haus terus-menerus atau muncul tanda-tanda dehidrasi, itu sinyal tubuh yang memberi tahu kita untuk mengurangi kafein,” kata Natalie Newell, ahli gizi dari UNC Rex Nutrition Services.

    4. Tips Anti Dehidrasi Meski Tetap Minum Kopi

    Minum Kopi saat Cuaca Panas Terik, Aman atau Tidak? Anti Dehidrasi Meski Tetap Minum Kopi. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Agar tubuh terhindar dari risiko dehidrasi saat menikmati kopi di cuaca panas, penting untuk mengimbanginya dengan cukup minum air putih. Disarankan minum satu hingga dua gelas air untuk setiap gelas kopi yang dikonsumsi. Bila merasa air putih terlalu hambar, tambahkan irisan buah segar atau daun mint untuk memberi rasa yang lebih menarik.

    Menikmati kopi dingin juga bisa membantu tubuh terasa lebih segar. Menambahkan es tidak mengubah kandungan kopi, tapi bisa menurunkan suhu tubuh. Menambahkan susu sapi atau nabati juga bisa menjadi tambahan racikan kopi yang menyehatkan.

    Bila ingin mengurangi asupan kafein, kopi tanpa kafein bisa jadi alternatif. Selain itu teh dingin, air kelapa, jus buah atau minuman elektrolit rendah gula juga bisa membantu memenuhi kebutuhan cairan tanpa harus bergantung pada kopi saja.

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 4 Imbauan dan Warning BMKG di Tengah Cuaca yang Lagi Panas-panasnya


    Jakarta

    Cuaca yang terasa lebih panas dari biasanya ternyata ada benarnya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi suhu saat ini berada di atas rata-rata, terutama di wilayah selatan khatulistiwa seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

    Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan fenomena panas ekstrem merupakan dampak dari pergeseran semu matahari ke selatan, yang meningkatkan intensitas radiasi matahari di wilayah Indonesia bagian selatan. Kondisi ini diperparah oleh minimnya tutupan awan, sehingga sinar matahari langsung menyentuh permukaan bumi tanpa banyak hambatan.

    “Situasi ini umum terjadi saat masa pancaroba, yaitu peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan. Namun, suhu udara kali ini memang terasa lebih terik karena kelembapan udara rendah dan langit relatif cerah hampir sepanjang hari,” jelasnya, saat dihubungi detikcom Selasa (14/10/2025).


    Menurut BMKG, suhu udara maksimum di sejumlah wilayah tercatat mencapai 34 hingga 36 derajat Celsius, bahkan terasa lebih tinggi akibat efek panas permukaan. Daerah seperti DKI Jakarta, Surabaya, Semarang, hingga Bali dan Nusa Tenggara termasuk yang paling terdampak.

    BMKG memperkirakan kondisi ini masih akan berlangsung hingga akhir Oktober atau awal November 2025, sebelum berangsur mereda dengan datangnya musim hujan dan meningkatnya tutupan awan.

    Imbauan dan Warning BMKG

    Guswanto mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan risiko paparan panas ekstrem yang bisa berdampak pada kesehatan, mulai dari dehidrasi, kelelahan akibat panas (heat exhaustion), hingga heat stroke yang berpotensi fatal.

    Untuk itu, BMKG mengimbau masyarakat melakukan langkah-langkah pencegahan berikut:

    1. Hindari paparan langsung sinar matahari antara pukul 10.00-16.00 WIB, saat intensitas radiasi matahari berada pada titik tertinggi.
    2. Gunakan pelindung diri seperti topi, kacamata hitam, payung, dan tabir surya (sunscreen) saat harus beraktivitas di luar ruangan.
    3. Perbanyak minum air putih untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dan menurunkan suhu tubuh.
    4. Kurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis.

    Pantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG, termasuk aplikasi InfoBMKG dan akun media sosial resminya.

    BMKG menegaskan fenomena ini masih tergolong normal untuk periode pancaroba, meski dampaknya kini terasa lebih ekstrem karena perubahan iklim global dan urbanisasi yang memperparah efek panas permukaan.

    “Yang penting masyarakat tetap tenang, tetapi waspada. Pastikan kondisi tubuh terjaga, kurangi aktivitas di bawah matahari langsung, dan ikuti perkembangan cuaca dari sumber resmi,” tutup Guswanto.

    (naf/naf)



    Sumber : health.detik.com