Jakarta –
Saat berpuasa tubuh pasti mengalami kekurangan cairan. Karenanya, cukupi kebutuhan air putih harian selama Ramadan dengan tips ini!
Menahan nafsu makan dan minum selama seharian tentu bukan hal yang mudah. Jika tidak cukup cairan saat sahur, tubuh akan mengalami dehidrasi yang berujung menyebabkan lemas.
Umumnya, setiap orang disarankan untuk mengonsumsi air putih sebanyak 8 gelas per hari. Namun, karena waktu terbatas, mengonsumsi air putih pun jadi berkurang.
Dalam kondisi ini, ada tips minum air putih agar kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi selama Ramadan, yakni dengan menerapkan pola 2-2-4.
Dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan (04/04/23), berikut caranya!
1. 2 gelas air putih saat berbuka
Minum dua gelas saat sahur. Foto: Getty Images/seb_ra |
Saat berbuka puasa hindari minum manis yang berlebihan. Akan lebih baik jika minum air putih untuk membantu mengganti cairan tubuh yang hilang setelah seharian berpuasa.
Biasakan untuk berbuka puasa dengan air putih, baru kemudian dilanjutkan dengan mengonsumsi makanan lainnya. Paling sedikitnya, minumlah sebanyak 2 gelas.
Kamu bisa membaginya, satu gelas saat adzan Maghrib, dan satu gelas lagi saat menjelang adzan Isya
2. 4 gelas saat makan malam
Minum air putih saat malam hari harus dilakukan secara berkala. Setelah dua gelas saat berbuka, lalu bisa dilanjut dengan 4 gelas saat makan malam.
Namun, jumlah itu dapat dibagi lagi waktunya menjadi 2 gelas pada saat makan, dan dua gelas lagi saat menjelang tidur.
Selain mencukupi kebutuhan cairan tubuh, minum air putih sebelum dan setelah makan dapat membantu melancarkan proses pencernaan makanan.
Tips minum air putih selama Ramadan ada di halaman berikutnya.
3. 2 gelas air putih saat sahur
Ilustrasi wanita minum air putih atau mineral Foto: Getty Images/iStockphoto/seb_ra |
Sahur adalah waktu penting untuk mencukupi kebutuhan nutrisi tubuh, termasuk cairan. Apa yang kita makan saat sahur akan menjadi bekal energi selama berpuasa.
Saat sahur, setidaknya kamu minum 2 gelas air, bisa dibagi dengan satu gelas saat bangun tidur. Lalu, satu gelas lagi setelah makan sahur.
Jika kebutuhan cairan terpenuhi, maka tubuh tidak akan mengalami dehidrasi selama berpuasa.
4. Hindari minuman berkafein
Jika sudah memenuhi kebutuhan air putih dengan menerapkan pola 2-4-2, sebaiknya hindari minuman yang akan menyebabkan dehidrasi.
Salah satunya minuman yang mengandung kafein, seperti kopi dan teh. Minuman berkafein bersifat diuretik yang artinya kondisi yang menyebabkan buang air kecil berlebihan.
Dengan begitu, cairan tubuh akan berkurang melalui urine. Hal ini berisiko menyebabkan tubuh kekurangan cairan, sehingga tubuh berpotensi merasa lemas saat berpuasa.
(raf/odi)
![]() |
|||
Source : unsplash.com / Anna Pelzer
Ini 5 Cara Mudah Kurangi Asupan Kopi Sebelum Ramadan Jakarta – Sebelum memasuki bulan Ramadan, ada baiknya mengurangi asupan kopi di pagi hari. Agar tubuh terbiasa saat menjalankan ibadah puasa. Bulan Ramadan tinggal menghitung hari, ada banyak persiapan yang perlu dilakukan agar tubuh terbiasa menghadapi perubahan pola makan selama bulan puasa. Terutama bagi para penggemar kopi yang sudah terbiasa ngopi di pagi hari. Ada beberapa tips mudah untuk mempersiapkan diri mengurangi asupan kopi di pagi hari sebelum Ramadan. Berikut beberapa tips mudahnya:
1. Kurangi Konsumsi Kopi
Sulit memang memutus langsung kebiasaan ngopi di pagi hari, terutama bagi para penggemar kopi yang sudah tidak bisa lepas dari minuman satu ini. Namun jika disiasati lebih awal, dengan mengurangi konsumsi kopi sebelum puasa, pastinya akan lebih terbiasa saat menjalani bulan ramadhan. Tak hanya itu, menurut Nazima Qureshi, seorang ahli gizi Muslim. Ia turut merekomendasikan orang untuk mulai menurunkan konsumsi kopi sebelum memasuki ramadan, Muslim yang sering minum kopi harus mulai menyesuaikan konsumsi kopinya dari jauh-jauh hari. Hal ini bertujuan agar tubuh memiliki waktu untuk beradaptasi sebelum benar-benar akan kehilangan kopi selama sebulan penuh. Selain membiasakan tubuh, kopi diketahui memiliki sifat diuretik yang dapat memicu dehidrasi. Tentunya efek ini sangat berbahaya bagi orang-orang yang menjalankan ibadah puasa. 2. Porsi Kopi yang DikurangiBagi penggemar kopi mungkin awalnya susah untuk membatasi asupan kopi sebelum bulan Ramadan tiba. Tapi hal ini berguna agar tubuh lebih terbiasa saat puasa tanpa harus meminum kopi. Bisa juga dengan mengurangi jumlah asupan kopi, misalnya dari dua cangkir kopi sehari menjadi secangkir kopi sehari. Menurut situs Nutrition, kebanyakan orang yang terbiasa minum kopi akan mengalami pusing kepala karena kekurangan kafein selama puasa. Karena itu sangat penting untuk memberikan waktu pada tubuh menyesuaikan diri dengan mengurangi asupan kopi secara perlahan. 3. Perbanyak Minum Air Putih
Selain mengurangi asupan kopi sebelum Radaman tiba, kunci yang paling penting dari mengubah pola makan agar terbiasa saat menjalankan ibadah puasa, adalah perbanyak konsumsi air putih. Beberapa hari sebelum ramadan, para ahli menyarankan agar orang lebih sering membiasakan diri untuk minum air putih. Dilansir dari Arab News (31/03), konsumsi air putih juga bisa ditambah 1-2 gelas dari konsumsi biasanya. Fungsinya agar tubuh terhindar dari dehidrasi, karena kurangnya asupan cairan. Dehidrasi memang tidak bisa dianggap sepele. Karena jika tubuh mengalami dehidrasi dalam waktu yang berkepanjangan, bisa mengakibatkan gangguan kesehatan. Mulai dari infeksi saluran kemih, penyakit ginjal, jantung bahkan bisa meningkatkan risiko kenaikan berat badan. 4. Rutin Olahraga
Ahli gizi lain, seperti Anjali Chawla, mengatakan bahwa olahraga bisa membantu mengatasi efek penarikan kafein saat tubuh mulai mengurangi asupan kopi sebelum Ramadan. “Latihan yang mengeluarkan keringat bisa melepaskan adrenalin, seperti yang dilakukan kopi, dan membuat tubuh lebih waspada.” Chawla juga merekomendasikan teknik pernapasan dalam untuk meredakan perubahan suasana hati akibat penarikan kafein. “Mengambil nafas dengan dalam dan mengeluarkannya, dapat membantu otot lebih rileks dan mengurangi iritabilitas.” pungkas Chawla. 5. Hindari Makanan BerlemakDr. Rowaidah Idris, selaku ahli gizi ikut menyarankan agar orang-orang berhenti mengurangi asupan kopi sebulan sebelum Ramadan. Tapi jika tidak sempat, Idris menyarankan agar memastikan asupan air putih cukup antara waktu berbuka puasa atau sahur. “Jangan lupa tidur yang cukup, kurangi makanan yang mengandung asupan gula tinggi serta hindari makanan berlemak untuk membantu mengatasi efek dari mengurangi minum kopi,” pungkasnya. (sob/odi) |
![]() |
Source : unsplash.com / Anna Pelzer
5 Fakta Air Putih, Berapa Banyak untuk Kebutuhan Per Hari?
Jakarta – Konsumsi air putih yang cukup setiap hari sangat penting bagi kesehatan. Sederhana namun esensial, ia merupakan sumber hidrasi utama tubuh. Pasalnya, air membantu menjaga setiap sistem dalam tubuh berfungsi dengan baik. Simak fakta-fakta mengenai air putih di bawah ini. 1. Manfaat Minum Air PutihMenurut Laporan Kesehatan Khusus Harvard Medical School tentang 6-Week Plan for Health Eating , mencatat bahwa air memiliki banyak fungsi penting. Berikut adalah manfaat dari air putih:
2. Kebutuhan Air Putih Setiap HariDilansir situs Harvard Health Publishing, kebanyakan orang membutuhkan sekitar 4-6 gelas air putih setiap hari. Aturan 4-6 gelas air putih per hari berlaku untuk orang yang umumnya sehat. Hal tersebut juga tergantung pada sumber cairan lain seperti kopi, teh, jus, buah, dan sayuran. Makannya, jumlah asupan air putih setiap orang bisa berbeda-beda. Pada dasarnya, asupan air bersifat individual, sehingga tidak ada jawaban yang cocok untuk semua orang. Kebutuhan air individu bergantung pada kesehatan, seperti dilihat dari seberapa aktif dirinya dan iklim tempat tinggalnya. Kamu perlu berkonsultasi dengan dokter mengenai jumlah yang tepat dirimu. 3. Ciri-ciri Orang Kurang MinumJika seseorang tidak minum cukup air setiap hari, maka ia berisiko mengalami dehidrasi. Tanda-tanda peringatan dehidrasi seperti:
4. Akibat Kurang Minum Air PutihDehidrasi merupakan kondisi kekurangan air dalam tubuh. Umumnya, gejala dehidrasi meliputi sakit kepala, kelelahan, atau pusing. Mengutip Cleveland Clinic, berikut adalah tanda keadaan tubuh jika kekurangan air: Pada anak-anak:
Sementara, untuk gejala dehidrasi pada orang dewasa mungkin termasuk:
Cara terbaik mengatasi dehidrasi yaitu dengan minum sebelum merasa haus. 5. Waktu Terbaik Minum AirMenurut laman WebMD yang telah ditinjau secara medis oleh Jabeen Begum, MD, berikut adalah waktu terbaik untuk minum air:
(khq/fds) |
![]() |
||||
Source : unsplash.com / Anna Pelzer
5 Makanan yang Dianjurkan dan Tidak Saat Cuaca Panas, Ini Daftarnya! Jakarta – Memasuki musim panas, kamu perlu memilih makanan mana yang harus dikonsumsi agar tubuh tetap sehat. Berikut 5 makanan yang disarankan dan tidak untuk dikonsumsi saat musim panas. Beberapa bagian negara mulai memasuki musim panas, termasuk Indonesia. Bahkan, selama musim ini, seringkali terjadi gelombang panas berlebihan yang bisa membahayakan tubuh. Sengatan matahari dapat memicu dehidrasi hingga menyebabkan risiko penyakit lainnya. Oleh karena itu, untuk menghindarinya kamu perlu mengonsumsi makanan yang tepat.
Pilih makanan yang dapat menghidrasi tubuh dan memberikan nutrisi penting. Hindari makanan yang dapat menyebabkan dehidrasi semakin parah. Melansir india.com (23/04), berikut daftar makanan yang perlu dikonsumsi dan tidak selama cuaca panas. Makanan yang direkomendasikan :1. Semangka
Buah-buahan kaya akan air menjadi pilihan tepat untuk dikonsumsi saat cuaca panas. Salah satunya, semangka. Semangka kaya akan air, vitamin, mineral, dan antioksidan penting. Melansir Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), buah semangka mengandung 91,45 gram air pada setiap 100 gramnya. Kandungan air ini dapat menjaga keseimbangan elektrolit tubuh. Selain itu, kandungan vitamin C, vitamin A, hingga magnesium di dalamnya juga mampu menjadi penambah energi tubuh. Sedangkan kandungan air dan serat yang tinggi dapat mendorong pencernaan sehat. 2. Sayuran berdaun hijau
Sayuran berdaun hijau juga bagus dimakan saat musim panas. Sayuran, seperti bayam, kangkung, hingga selada kaya akan kandungan air yang memberikan nutrisi penting, seperti vitamin A, C, dan K. Kandungan antioksidan pada jenis sayuran ini mampu menangkal radikal bebas. Jika dibantu dengan gaya hidup sehat, bisa membantu pencegahan penyakit kronis. Kamu bisa mengonsumsi bayam yang mengandung 91 persen air di dalamnya. Kandungan air tersebut dapat memenuhi kebutuhan mineral dalam tubuh. Selain itu, selada juga bagus dikonsumsi karena mengandung serat dan mikronutrien yang tinggi. 3. Air kelapa
Air kelapa adalah minuman alami yang kaya elektrolit. Meminumnya dapat membantu mengisi kembali cairan dan mineral yang hilang karena berkeringat. Kandungan air yang tinggi di dalamnya juga bisa membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan baik, sehingga menghindari diri dari dehidrasi. Baca halaman selanjutnya untuk tahu makanan yang perlu dihindari saat cuaca panas.Makanan yang dihindari :4. Minuman berkafein
Minuman berkafein, seperti kopi atau teh memiliki efek diuretik. Efek ini dapat meningkatkan kehilangan cairan tubuh dan berpotensi menyebabkan dehidrasi. Diuretik merupakan zat yang mengakibatkan tubuh manusia memproduksi urin. Kafein yang ada di dalamnya menyebabkan aliran darah naik melalui ginjal, sehingga seseorang lebih cepat buang air dan akhirnya dehidrasi. Meskipun ini tidak berlaku ke semua orang, tetapi lebih baik minuman kafein dihindari saat cuaca panas karena bisa menyebabkan rasa haus. 5. Makanan pedasMakanan pedas dapat meningkatkan suhu tubuh dan membuat seseorang menjadi kepanasan dan berkeringat. Hasilnya, tenggorokan malah menjadi haus. Hal tersebut pun membuat kadar air dalam tubuh berkurang. Selain itu, makanan pedas bisa memicu diare pada beberapa orang dengan saluran pencernaan sensitif. Diare inilah yang bisa membuat dehidrasi karena tubuh kekurangan cairan. (aqr/adr) |
![]() |
| Source : unsplash.com / Jannis Brandt |









Minum kopi hanya akan membuat tenggorokan semakin haus. Foto: Getty Images/iStockphoto/PeopleImages
















