Tag: demam

  • Kisah Wafatnya Abu Bakar Ash Shiddiq, Sakit di Ujung Ajalnya



    Jakarta

    Abu Bakar Ash Shiddiq termasuk dalam golongan orang-orang pertama yang masuk surga dari kalangan sahabat Rasulullah SAW. Berikut kisah wafatnya Abu Bakar Ash Shiddiq sebagai orang yang meneruskan perjuangan Rasulullah SAW.

    Abu Bakar Ash Shiddiq adalah khalifah pertama umat Islam yang menggantikan kepemimpinan umat Islam setelah wafatnya Rasulullah SAW. Dijelaskan oleh buku 10 Kisah Pahlawan Surga Cerita Anak Shaleh & Cerdas karya Abu Zein, Abu Bakar menjadi pemimpin yang disepakati oleh muslim saat itu sebagai pemimpin yang jauh lebih baik dari semua orang.

    Abu Bakar menjalankan tugasnya dengan dedikasi yang tinggi. Setelah wafatnya Rasulullah SAW, terjadi perlawanan dari beberapa penduduk, namun Abu Bakar dengan bijaksana berhasil meredakan pertikaian di antara mereka. Dia juga melawan mereka yang menolak membayar zakat.


    Salah satu tugas terbesar yang dilakukan Abu Bakar adalah mengumpulkan lembaran-lembaran Al-Qur’an. Dia dibantu oleh para sahabatnya, Umar bin Khattab dan Zaid bin Tsabit.

    Lembaran-lembaran tersebut disimpan di rumah Ummul Mukminin, Hafshah. Kemudian, pada masa kepemimpinan Utsman bin Affan, lembaran-lembaran tersebut digabungkan menjadi sebuah kitab seperti yang sering kita baca sekarang.

    Ali bin Abi Thalib, salah satu sahabat Rasulullah SAW, pernah mengatakan, “Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada Abu Bakar, karena dialah yang memiliki kontribusi terbesar dalam pengumpulan Al-Qur’an.”

    Abu Bakar wafat pada usia 63 tahun, sama seperti Rasulullah SAW. Wafatnya Abu Bakar terjadi pada tanggal 22 Jumadil Akhir tahun 13 Hijriah, tepatnya hari Senin malam.

    Kisah Wafatnya Abu Bakar Ash Shiddiq

    Dijelaskan oleh Rizem Zaid dalam bukunya yang berjudul The Great Sahaba, wafatnya Abu Bakar disebabkan oleh penyakit yang dideritanya. Terdapat cerita bahwa penyakit yang ia alami adalah karena keracunan.

    Menurut cerita tersebut, orang-orang Yahudi diduga memasukkan racun ke dalam makanan Abu Bakar yang kemudian membuatnya jatuh sakit dan akhirnya mengakibatkan kematiannya.

    Ketika Abu Bakar memakan makanan beracun tersebut, ia didampingi oleh Attab bin Usaid. Selain itu, Al-Harits bin Kaldah juga ada di sana, tetapi ia hanya sedikit makan, sehingga racun tidak langsung berdampak padanya.

    Lama waktu antara memakan makanan beracun itu dan munculnya reaksi racun tersebut dikatakan satu tahun. Attab wafat di Makkah pada hari yang sama dengan wafatnya Abu Bakar di Madinah.

    Namun, terdapat juga versi lain mengenai penyebab wafatnya Abu Bakar. Menurut riwayat yang kuat dan diceritakan oleh Aisyah RA dalam buku Khalifah Rasulullah Abu Bakar Ash Shiddiq oleh Muhammad Husain Haikal, penyakit Abu Bakar disebabkan oleh mandi malam saat musim dingin yang membuatnya demam dan panas selama 15 hari.

    Karena kondisinya yang tidak memungkinkan untuk menjadi imam, Abu Bakar meminta Umar bin Khattab untuk menggantikannya.

    Saat penyakitnya semakin parah dan Abu Bakar berada di dekat ajalnya, seseorang menawarkan pengobatan kepadanya. Namun, Abu Bakar menolak tawaran tersebut.

    Dikutip dari Tafsir Ibnu Katsir, Abu Bakar mengatakan bahwa ia telah melihat Allah SWT dan Dia berkata, “Sesungguhnya, Aku akan melakukan apa yang Aku kehendaki.”

    Hingga akhirnya, Abu Bakar Radhiyallahu anhu meninggal dengan damai. Wallahu’alam.

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Bapak-bapak Mohon Dicatat, 4 Tanda Ada yang Salah dengan Kesehatan Mr P

    Jakarta

    Penis merupakan salah satu organ tubuh yang penting bagi seorang pria. Oleh sebab itu, setiap pria harus memerhatikan kesehatan penis supaya fungsinya tidak terganggu.

    Sebagian orang merasa bahwa penis yang sehat adalah penis yang mampu mempertahankan ejakulasi atau ereksi. Nyatanya, kesehatan penis lebih dari itu. Waspadai jika muncul masalah seperti berikut.

    1. Ada Masalah di Testis

    Benjolan yang terasa nyeri pada testis, dua organ berbentuk telur yang menghasilkan sperma, dapat menjadi tanda infeksi atau torsi testis. Cedera biasanya menyebabkan torsi testis atau saat tali yang memasok darah ke testis terpelintir dan terputus.


    Gejala dapat muncul dengan cepat dan disertai dengan demam, nyeri perut, dan mual. Tak hanya itu saja, benjolan pada testis dapat menjadi tanda kanker testis, kanker umum yang menyerang pria 15 sampai dengan 45 tahun.

    2. Kulit Penis Terasa Nyeri

    Adanya luka pada kulit penis dapat terasa nyeri, tergantung penyebabnya. Luka yang disebabkan oleh sifilis, penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri, biasanya tidak terasa nyeri.

    Penyakit herpes genital, sebaliknya, dapat menyebabkan luka yang menyakitkan pada penis. Herpes genital merupakan IMS (infeksi menular seksual) yang disebabkan oleh virus herpes simpleks (HSV).

    3. Benjolan karena Infeksi

    Beberapa hal dapat menyebabkan benjolan pada penis. Penis yang tidak sehat dapat mengalami kondisi lesi jinak (nonkanker), seperti jerawat, kista, atau papula. Kista merupakan pertumbuhan berisi cairan, sementara papula merupakan benjolan kecil yang menonjol.

    Benjolan tertentu dapat menandakan masalah kesehatan yang serius, seperti kutil kelamin. Benjolan tersebut dapat disebabkan oleh beberapa jenis human papillomavirus (HPV), yang merupakan infeksi menular seksual (IMS). Kutil kelamin umumnya tampak seperti kepala kembang kol.

    4. Penis Mendadak Melengkung

    Penis yang sedikit melengkung merupakan tanda penis yang normal. Sebaliknya, penis yang melengkung secara tiba-tiba dapat menjadi tanda penyakit Peyronie. Adanya penumpukan jaringan parut dapat menyebabkan masalah kesehatan umum ini.

    Kelengkungan yang lebih besar dari 30 derajat dapat menyebabkan ereksi yang menyakitkan dan mengganggu aktivitas seksual. Penelitian menunjukkan bahwa seseorang dengan penyakit Peyronie memiliki peningkatan risiko beberapa jenis kanker.

    (naf/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 12 Manfaat Sehat yang Didapat Jika Tiap Hari Rutin Bercinta


    Jakarta

    Melakukan sentuhan dengan pasangan memberikan kesenangan tersendiri, apalagi jika melakukan hubungan seks. Gairah yang memuncak, akan membuat suasana menjadi lebih panas. Hal tersebutlah yang membuat seks menjadi hal yang disenangi oleh setiap pasangan.

    Ketika ingin melakukan hubungan seks, terkadang akan menjadi pertanyaan oleh sebagian orang. Kebanyakan orang akan menanyai bagaimana jika ia ingin melakukan seks setiap hari, apakah memberikan manfaat?


    Dikutip dari Entertainment Times, terdapat 12 manfaat melakukan seks setiap harinya.

    1. Memperkuat hubungan

    Pasangan yang melakukan hubungan seks akan memperkuat emosional. Setelah melakukan hubungan seks, maka pasangan akan mengobrol. Hal tersebutlah yang dapat memperkuat hubungan karena adanya kesenangan dan merasakan kepuasan.

    2. Meningkatkan kesehatan jantung

    Penelitian mengungkapkan bahwa seorang pria yang melakukan hubungan seks sebulan sekali, cenderung mengalami penyakit jantung dibandingkan dengan pria yang melakukan hubungan seks lebih dari dua kali seminggu.

    Seks juga dapat menurunkan tekanan darah, dan mengurangi kadar homosistein. Kadar tersebut mampu untuk mengurangi risiko penyumbatan pada pembuluh darah, ketika pembuluh darah lancar maka seseorang akan jauh lebih aman untuk tidak terkena serangan jantung.

    3. Meningkatkan kekebalan imun

    Melakukan hubungan seks secara teratur akan meningkatkan antibodi pasangan, hal ini dapat membantu pasangan tidak terkena penyakit flu maupun demam. Melakukan hubungan seks, akan membantu sel kekebalan tubuh melawan virus.

    4. Mengurangi stres

    Berhubungan seks akan meningkatkan suasana hati, ketika pasangan melakukan hubungan seks secara teratur maka dapat mengatasi stres. Kasih sayang dengan sentuhan secara langsung saat melakukan hubungan seks dapat meningkatkan suasana yang positif pada hari berikutnya.

    5. Meredakan rasa sakit

    Menurut penelitian, wanita yang melakukan hubungan seks secara teratur akan mengurangi rasa sakit pada kepalanya. Saat melakukan hubungan seks dan mencapai orgasme, maka hormon endorfin akan dilepaskan dari otak. Hormon tersebutlah yang mampu untuk menghilangkan rasa sakit.

    6. Mendapat umur yang panjang

    Melakukan hubungan seks hingga mencapai orgasme, akan meningkatkan kekebalan tubuh seseorang. Selain itu, seks juga dapat memperbaiki jaringan dan menjaga kesehatan kulit. Saat pria mengeluarkan cairan sperma dalam seminggu, maka dapat hidup lebih lama daripada pria yang hanya sekali dalam beberapa minggu melakukan seks.

    7. Meningkatkan sirkulasi darah

    Detak jantung dan darah akan meningkat ketika melakukan hubungan seks. Artinya, ketika darah didistribusikan ke organ, dan sel, maka tubuh akan menghilangkan racun dan badan akan terasa lebih segar.

    8. Meningkatkan kualitas tidur

    Setelah melakukan seks, maka tubuh akan jauh lebih santai dan cepat merasa ngantuk. Hal ini karena adanya orgasme yang menimbulkan rasa rileks, ketika seseorang tidur nyenyak maka akan meningkatkan daya tubuh dan energinya.

    9. Meningkatkan kebugaran

    Selain melakukan olahraga, seks juga dapat membuat tubuh menjadi lebih sehat dan bugar. Melakukan hubungan seks selama setengah jam akan membakar lebih dari 80 kalori.

    10. Meningkatkan kadar estrogen dan testosteron

    Hormon testosteron dapat meningkatkan gairah pria. Selain meningkatkan otot dan tulang, hormon tersebut dapat menjaga kesehatan jantung dan kadar kolesterol. Sedangkan untuk wanita, hormon estrogen akan membantu dalam penyakit jantung, dan mengeluarkan aroma pada tubuh wanita.

    11. Mengurangi tekanan depresi

    Wanita yang tidak menggunakan kondom saat melakukan hubungan seks, cenderung lebih kecil berisiko mengalami depresi dibandingkan wanita yang menggunakan kondom. Hubungan seks dapat mengatasi depresi karena adanya senyawa yang keluar dalam tubuh atau disebut dengan oksitosin, hormon ini akan membuat seseorang melakukan aktivitas seperti memeluk dan berciuman.

    12. Merasa jauh lebih baik

    Setelah melakukan hubungan seks, maka seseorang akan merasa jauh lebih baik. Hal tersebut dapat terjadi karena tubuh menjadi sehat, hubungan dengan pasangan menjadi lebih baik, dan suasana hati yang terus merasa senang.

    (up/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy