Tag: denpasar

  • Bisa Bikin Gatal-gatal, Ini Penyebab dan Cara Basmi Kamitetep


    Jakarta

    Kamitetep adalah hewan yang berukuran kecil dengan bentuk yang unik. Badannya berwarna abu abu dengan kantong tipis dari tengah ke bawah dan kepalanya seperti cacing.

    Hewan dengan nama ilmiah Phereoeca uterella ini merupakan serangga sejenis ngengat. Penghuni biasanya tidak menyadari keberadaannya karena ukuran yang kecil dan jarang mengganggu manusia.

    Meskipun begitu, kamitetep bisa menggigit manusia. Dilansir detikHealth, Prof Edhi meragukan anggapan bahwa kamitetep mengandung racun yang memicu gatal-gatal. Menurutnya, gatal-gatal muncul karena kotoran yang membungkus serangga tersebut. Ciri-ciri kulit sudah digigit kamitetep menurut seorang mahasiswi Denpasar Dwi Kukuh Wandari yang pernah digigit, gejalanya mirip dengan digigit semut, yakni muncul bentol kemerahan dengan titik di tengahnya.


    Penyebab Kamitetep Muncul di Rumah

    Setiap hewan yang muncul di rumah pasti ada penyebabnya. Lantas, kamitetep sendiri kenapa bisa muncul di rumah? Dilansir Bugwiz ini alasannya.

    1. Rumah Jarang Dibersihkan

    Kamitetep senang hidup di tempat yang kotor. Hewan ini juga mudah ditemukan di tembok-tembok, kolong meja atau lemari, hingga dekat cucian kotor.

    2. Banyak Sumber Makanan

    Kamitetep merupakan hewan pemakan debu, sarang laba-laba, rambut, hingga serangga mati. Mereka senang tinggal di tempat yang banyak sumber makanan.

    3. Lingkungan Memadai

    Kemudian, mereka juga membutuhkan lingkungan yang memudahkan untuk berkembang biak seperti tempat yang cukup lembap. Tempat yang panas juga mereka bisa hidup asalkan terlindungi dan minim gangguan.

    Cara Basmi Kamitetep

    1. Bersihkan Rumah

    Melihat dari faktor-faktor yang disukai oleh kamitetep, hewan satu ini bisa dibasmi atau diusir dengan sering membersihkan rumah. Jangan sampai ada sarang laba-laba di rumah apalagi tumpukan debu.

    2. Jaga Kelembapan Ruangan

    Lalu, usahakan rumah tidak terlalu lembap atau kering. Atur suhu agar tetap normal dengan begitu kamitetep tidak datang dan berkembang biak di rumah. Pastikan pula setiap ruangan memiliki sirkulasi yang baik.

    3. Gunakan Sabun Cuci Piring

    Jika menemukan kamitetep, penghuni dapat membasminya menggunakan sabun cuci piring. Campurkan 2 sendok makan sabun cuci piring cair ke dalam 3-4 liter air. Pastikan cairan tersebut tidak sampai banyak busa.

    Tusuk kepompong hewan agar tidak bergerak sekaligus membuat lubang kecil. Lalu, semprotkan cairan yang baru dibuat pada kamitetep.

    Itulah penyebab dan cara mengatasi kamitetep yang masuk rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Main Padel Sekarang Murah, Ini Harga Sewa Lapangan per Jam di 2025!

    Jakarta

    Lapangan padel kini semakin banyak tersebar di berbagai lokasi di beberapa kota, seiring dengan tenarnya olahraga ini di kalangan masyarakat.

    Sewa lapangan padel memiliki harga yang bervariasi, menyesuaikan dengan fasilitas, lokasi, hingga waktu bermain.

    Untuk mengetahui harga sewa lapangan padel per jam, detikers dapat menyimak artikel berikut ini.


    Harga Sewa Lapangan Padel per Jam di Jakarta

    Berdasarkan penelusuran detikcom, Jumat (11/7/2025), tarif sewa lapangan padel di Jakarta, khususnya Jakarta Selatan bervariasi, mulai dari Rp250 hingga Rp500 ribu per jam.

    Ivan Wijaya, Co-Founder komunitas padel Jakarta, “Rich Padel” menyebutkan tarif sewa lapangan padel mencapai ratusan ribu.

    “Range-nya di Rp185 sampai Rp230 ribu. Tergantung lapangan dan game apa yang kami mainin,” ujar Ivan dilansir dari detikHealth, Jumat (11/25).

    Meskipun dinilai mahal, olahraga padel masih tetap banyak digemari sebab selain melatih ketangkasan, padel juga sebagai social game, dimana pemainnya dapat menambah relasi dan networking.

    Harga Sewa Lapangan Padel per Jam di Bali

    Bali menjadi salah satu daerah dengan penggemar padel yang cukup banyak. Hal ini dapat dilihat dari berbagai lokasi lapangan padel di Bali dengan tarif sewa lapangan yang cukup bervariasi.

    Melansir dari detikBali berikut beberapa lokasi bermain padel dengan tarif sewa yang berbeda-beda:

    Bali Padel Academy

    Lokasi: Jalan Babakan Kubu, Canggu, Kabupaten Bandung

    Tarif sewa: Rp520 ribu per jam

    Jungle Padel

    Lokasi: Canggu, Kerobokan, Sanur, Kedungu, dan Ubud.

    Tarif sewa: Rp50 ribu per jam

    Monkey Padel

    Lokasi: Jalan Raya Sayan

    Tarif sewa: Rp120 ribu per jam

    Sanur Padel and Social Club

    Lokasi: Jalan Danau Poso No.58, Denpasar.

    Tarif sewa: Rp400 ribu per jam

    Indopadel

    Lokasi: Teuku Umar Barat, Denpasar

    Tarif sewa: Rp350 ribu per jam

    Amare Padel

    Lokasi: Jalan Dukuh Indah, Umalas, Kerobokan

    Tarif sewa: Rp500 ribu

    Pro Padel Bali

    Lokasi: Jalan Raya Kerobokan Seminyak

    Tarif sewa: Rp400 ribu per jam.

    Jika dilihat dari daftar harga beberapa tempat bermain padel di Bali, kisaran tarif sewa lapangan yang berlaku yaitu mulai Rp50-Rp500 ribu per jam.

    Harga Sewa Lapangan Padel per Jam di Bandung

    Untuk melihat kisaran harga sewa lapangan padel per jam di Bandung, detikers dapat menyimak daftar tempat bermain berikut ini, dilansir dari detikJabar.

    Padel Culture Club

    Lokasi: Jalan Karang Layung nomor 6

    Tarif sewa: Rp275 ribu per jam

    The Good Padel Club

    Lokasi: Jalan Gunung Kareumbi nomor 3

    Tarif sewa: Rp300 ribu per jam

    Padel Hill

    Lokasi: Jalan Sentra Dago Pakar Raya, Mekar Saluyu

    Tarif sewa: Rp300 ribu per jam

    The Six Point Club

    Lokasi: Jalan Soekarno-Hatta nomor 287

    Tarif Sewa: Rp250ribu per jam

    The Grand Central Court

    Lokasi: Jalan Teuku Umar nomor 7

    Tarif sewa: Rp250 ribu per jam

    The Cassablanka Padel Club

    Lokasi: Jalan Arjuna nomor 46

    Tarif sewa: Rp250 ribu per jam

    Berdasarkan daftar tersebut, tarif sewa lapangan di Bandung berada di kisaran Rp250 ribu – Rp300 ribu per jam. Variasi harga tersebut menyesuaikan dengan kelengkapan fasilitas dan layanan yang tersedia.

    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)



    Sumber : sport.detik.com

  • Trik Liburan Low Budget yang Wajib Dicoba, Hemat tapi Tetap Asyik


    Jakarta

    Liburan nggak selalu berarti harus keluar biaya besar. Dengan strategi yang tepat, kamu tetap bisa menjelajahi destinasi impianmu tanpa bikin dompet tipis.

    Perencanaan yang matang, mulai dari menyusun anggaran, memilih waktu yang pas, hingga berburu promo, bisa membuat perjalananmu jadi lebih hemat tanpa mengurangi keseruan. Berikut deretan trik yang bisa kamu coba untuk liburan seru yang ramah di kantong.

    1. Susun Rencana Budget Liburan


    Perencanaan adalah kunci utama liburan hemat. Sebelum memesan tiket atau hotel, tentukan terlebih dahulu batas maksimal pengeluaran dan susun perincian anggaran. Hitung biaya transportasi, penginapan, makan, hingga dana darurat.

    Mulailah dengan riset destinasi. Cari tahu biaya hidup, harga akomodasi, transportasi lokal, sampai aktivitas gratis yang bisa dinikmati. Sesuaikan budget dengan durasi perjalanan dan hitung estimasi pengeluaran per hari untuk makan, transportasi, dan akomodasi.

    Dengan perencanaan budget yang matang, kamu cukup disiplin mengikuti rencana agar kamu tidak boncos di tengah jalan. Selain itu, tetap siapkan dana darurat agar kamu tidak kebingungan ketika terjadi suatu hal di luar perkiraan.

    2. Hindari Musim Liburan (High Season)

    Harga tiket dan akomodasi biasanya lebih tinggi saat musim liburan sekolah atau akhir tahun. Untuk liburan yang lebih hemat, cobalah bepergian di luar musim liburan (low season). Selain biaya lebih rendah, suasana tempat wisata juga cenderung lebih sepi dan nyaman.

    High season sendiri adalah periode ketika jumlah turis membludak sehingga harga tiket dan akomodasi ikut naik.

    Kalau kamu mau traveling di Indonesia, waktu ideal untuk menghindari high season di pertengahan Januari-April atau September-November. Biasanya, di bulan-bulan ini juga sering ada promo menarik yang bisa kamu manfaatkan.

    3. Pesan Tiket Lebih Awal

    Memesan tiket jauh sebelum hari keberangkatan memberi kamu peluang besar mendapatkan harga murah. Menurut laman Save The Student, tiket pesawat cenderung lebih murah saat pertama kali dirilis dan harga cenderung naik mendekati tanggal keberangkatan-terutama saat musim liburan.

    Idealnya, untuk penerbangan domestik, pesanlah tiket pesawat minimal 28 hari sebelum keberangkatan untuk menghemat hingga 24%. Untuk penerbangan internasional, kamu bisa melakukan pemesanan sekitar 60 hari sebelum keberangkatan agar bisa hemat sekitar 10%.

    Umumnya, harga tiket di hari kerja juga cenderung lebih murah daripada akhir pekan. Kamu juga bisa memanfaatkan fitur kalender di situs atau aplikasi pemesanan yang menampilkan harga-harga tiket di setiap harinya. Dengan fitur ini, kamu bisa memilih tanggal dengan tiket termurah.

    4. Pilih Destinasi Ramah di Kantong

    Destinasi yang kamu pilih sangat menentukan besarnya biaya liburan. Beberapa tempat wisata populer biasanya mematok harga tiket masuk, akomodasi, dan makanan yang lebih tinggi. Untuk liburan hemat, coba pertimbangkan destinasi yang kurang ramai namun tetap menawarkan pengalaman seru, seperti kota kecil, wisata alam, atau tempat yang belum terlalu dikenal turis.

    Banyak destinasi di dalam maupun luar negeri yang ramah di kantong. Misalnya, Kuala Lumpur dan Vietnam untuk destinasi luar negeri yang terkenal murah. Selain itu, dibandingkan pergi ke daerah Eropa Barat, kamu bisa pergi ke negara-negara Eropa Timur seperti Hungaria, Polandia, dan Bulgaria yang biayanya cenderung lebih rendah.

    Selain itu, saat membeli oleh-oleh, hindari area wisata utama karena harga biasanya jauh lebih mahal. Pilih pasar tradisional atau toko lokal untuk mendapatkan harga yang lebih ramah. Hal yang sama berlaku untuk makanan, cobalah street food atau kuliner lokal yang autentik dan terjangkau, daripada makan di restoran mewah. Selain lebih hemat, kamu juga bisa mencicipi cita rasa khas daerah tersebut.

    5. Manfaatkan Promo Perjalanan

    Jangan lupa untuk selalu manfaatkan promo! Promo bisa jadi kunci penekan budget selama liburan. Gunakan penawaran spesial dari bank atau platform travel untuk memotong biaya tiket pesawat dan hotel.

    Buat kamu yang mau liburan hemat tapi tetap liburan ke tempat yang hits, ada kabar gembira! BNI wondrX 2025 menghadirkan Flash Sale tiket pesawat pulang-pergi dengan harga spesial:

    • Jakarta – Denpasar mulai dari Rp790.000
    • Jakarta – Kuala Lumpur mulai dari Rp1.079.000

    BNI wondrX hadir di ICE BSD mulai 15 Agustus 2025 sampai 17 Agustus 2025. Karena promo ini cuma berlaku di BNI wondrX 2025, pastikan kamu nggak kelewatan kesempatan emas ini! Info selengkapnya bisa kamu cek di wondrx.bni.co.id.

    (akd/akd)

    Sumber : finance.detik.com

    Alhamdulillah kaya raya uang اللهم صل على رسول الله محمد
    Image : unsplash.com / towfiqu barbhuiya
  • Lebih Dekat Yuk dengan Penyu di Rumah Penyu Denpasar



    Denpasar

    Traveler yang liburan ke Bali, sempatkan waktu berkunjung ke Rumah Penyu di Denpasar ini. Tenang saja, kamu membayar tiket seikhlasnya kok.

    Sejak tahun 2023, Rumah Penyu di Denpasar, Bali, aktif memberikan edukasi seputar penyu bagi warga hingga wisatawan. Tak ada biaya yang dipatok, pengunjung cukup berdonasi seikhlasnya untuk bisa mendapatkan wisata edukasi di Rumah Penyu.

    Total ada tiga jenis penyu yang berada di Rumah Penyu, yakni penyu hijau, penyu lekang, dan penyu sisik. Tak hanya penyu dewasa, tukik pun juga ada di Rumah Penyu.


    “Sama sekali tidak (mencari profit). Jadi kami bersyukur sudah diberikan lahan oleh pemerintah karena kami butuh tempat yang betul-betul dekat dengan air laut,” kata Inisiator Rumah Penyu Sanur Kadek Suprapta Meranggi (46) saat ditemui di Jalan Kusuma Sari, Denpasar, Bali, Minggu (7/4/2024).

    Rumah Penyu yang beralamat di Jalan Kusuma Sari, Denpasar, Bali, Minggu (7/4/2024). (Ni Made Lastri Karsiani Putri-detikBali)Rumah Penyu yang beralamat di Jalan Kusuma Sari, Denpasar (Ni Made Lastri Karsiani Putri-detikBali)

    Meskipun sifatnya donasi, pria yang akrab disapa Deck Sotto mengimbau pengunjung agar dapat mengikuti peraturan selama berada di Rumah Penyu. Salah satunya tidak menyentuh penyu secara langsung.

    “Kami punya kotak donasi, silahkan kalau mau berdonasi. Kami tidak di-funding pemerintah. Kami beli listrik, menjalankan pompa, makanan (penyu) saya beli dari teman-teman nelayan untuk (mereka) cari ikan jenis tertentu dan cari rumput-rumput laut. Itu kami bayar dengan donasi,” sebutnya.

    Deck Sotto mengungkapkan sebelum hadirnya Rumah Penyu sejak lima tahun lalu, dia bersama kelompok nelayan setempat aktif menyelamatkan tukik di sekitar Pantai Semawang, Denpasar. Keinginan untuk menyelamatkan tukik pun tercetus saat mereka melihat banyak burung kormoran di kawasan tersebut.

    Menurutnya, burung ini menjadi salah satu pemangsa tukik dan hal itu pun telah sempat dia suarakan kepada pemerintah daerah. Deck Sotto kemudian berinisiatif bersama dengan kelompok nelayan untuk menyelamatkan, merawat tukik, dan penyu hingga nantinya dapat dilepaskan ke alam.

    “Karena kami tidak punya uang kami gunakan ember (untuk menampung tukik), ganti airnya, kasih makan dan rawat. Rata-rata ada 100 tukik dan (dirawat) sampai tiga-empat bulan sehingga sizenya tiga-empat jari. (Dengan) Cangkangnya sudah kokoh dan ukurannya sudah tidak mungkin dimangsa oleh burung,” tuturnya.

    Deck Sotto memandang dengan hadirnya Rumah Penyu, banyak siswa hingga mahasiswa di Indonesia bahkan dari Singapura bisa datang untuk mempelajari penyu. Menurutnya, untuk dapat menumbuhkan kepedulian dan kecintaan terhadap penyu adalah dengan berinteraksi langsung.

    Selama ini pelajar yang berkunjung akan diajak untuk ikut memberi makan penyu. Bahkan berpartisipasi dalam membersihkan kolam.

    “Ketika mereka nyentuh (penyu atau tukik) dengan tangan yang sudah bersih, saya bisa melihat something sparkling dari mata mereka dan itu akan memorable seumur hidup mereka, menambah awareness untuk mencintai lingkungan, dan mencintai laut ini melalui penyu,” imbuh Deck Sotto.

    Adapun rata-rata jumlah kunjungan ke Rumah Penyu per hari sekitar 100-200 orang. Mereka tak hanya berasal dari Nusantara, namun juga dari berbagai negara. Untuk jam operasional Rumah Penyu mulai dari pukul 05.00-20.00 Wita.

    Deck Sotto berharap melalui hadirnya Rumah Penyu ini dapat mewujudkan keinginannya untuk melihat kembali ekosistem penyu seperti saat 1980. Di mana saat bulan-bulan tertentu seperti bulan purnama, penyu-penyu dapat naik dan bertelur di pantai.

    Untuk mewujudkan hal tersebut, dia pun mendorong agar pemerintah dapat lebih bijak dalam membuat sebuah keputusan terhadap pengembangan pantai sebagai obyek pariwisata.

    Artikel ini telah tayang di detikbali

    (sym/sym)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker
  • Cantiknya Juara! Bajra Sandhi Punya Spot Rahasia, Bisa Dapat View 360 Derajat



    Denpasar

    Belum banyak yang ahu, Bajra Sandhi mempunyai satu ruangan yang mempunyai view super cantik. Bisa dapat panorama Kota Denpasar secara 360 derajat, dari ketinggian pula. Penasaran? Kuy, simak informasi dari detikTravel.

    Monumen Bajra Sandhi, bangunan unik berbentuk bajra atau genta, itu ternyata menyimpan kisah heroik perjuangan rakyat Bali dari masa ke masa. Pendirian monumen itu bermula dari terpilihnya rancangan dari Ida Bagus Gede Yadnya, seorang mahasiswa Universitas Udayana tahun 1981.

    Setelah melalui proses perbaikan, akhiranya Bajra Sandhi mulai dibangun pada Agustus 1988 dan diresmikan pada 14 Juni 2003 oleh Presiden RI kala itu, Megawati Sukarnoputri.

    Monumen ini memiliki eksterior yang megah dan detail dengan arsitektur khas Bali yang kental. Tentu sarat dengan makna dan filosofi.

    Jika dilihat secara vertikal, monumen ini terbagi menjadi tiga bagian sesuai dengan konsep Tri Angga. Ada Nistaning Utama Mandala (Nistaning Angga) adalah lantai satu, Madyaning Utama Mandala (Madianing Angga) adalah lantai 2, dan Utamaning Utama Mandala (Utamaning Angga) adalah lantai 3.

    Belum banyak yang tahu bahwa Bajra Sandhi memiliki ruang peninjauan yang memberikan view juara. Terletak di bagian Utamaning Utama Mandala atau lantai 3 dari monumen ini. Untuk sampai ke ruang peninjauan traveler harus menaiki tangga melingkar.

    Sesampainya di atas traveler akan dibuat kagum dengan pemandangan yang juara. Ruang peninjauan yang terletak di bagian puncak Monumen Bajra Sandhi menjadi sebuah spot rahasia yang menakjubkan bagi traveler yang menemukannya.

    Dari sini, pengunjung dapat menikmati pemandangan indah Kota Denpasar secara menyeluruh dengan view 360 derajat. Traveler bisa merasakan sensasi berada di bagian teratas sebuah monumen setinggi 45 meter. Jangan lupa mengabadikan momen dengan berfoto dan video ya traveler!

    “Di ruang paling atas itu namanya Ruang Peninjauan. Pengunjung bisa memantau atau menyaksikan area sekitar monumen. Pengunjung sangat diperbolehkan untuk naik ke atas, asal tetap menjaga keselamatan,” ujar I Made Artana Yasa, kepala UPTD Monumen Perjuangan Rakyat Bali.

    Bagi traveler yang berkunjung ke Bajra Sandhi, tak boleh melewatkan untuk datang ke Ruang Peninjauan. Dijamin akan dapat view juara, dengan pemandangan 360 derajat dari ketinggian. Bener-bener cantik!

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Cek Harga Tiket dan Informasi Lain Monumen Bajra Sandhi



    Denpasar

    Denpasar mempunyai satu wisata sejarah yang menyimpan berbagai peristiwa perjuangan rakyat Bali dan arsitekturnya unik. Namanya Monumen Bajra Sandhi.

    I Made Artana Yasa, kepala UPTD Monumen Perjuangan Rakyat Bali, menjelaskan Monumen Bajra Sandhi merupakan monumen perjuangan rakyat Bali yang dibangun untuk menghormati pahlawan serta menjadi lambang semangat mempertahankan keutuhan NKRI.

    Nama Bajra Sandhi diambil karena bentuk bangunan dari monument ini menyerupai bajra atau genta yang digunakan oleh para Pendeta Hindu dalam mengucapkan mantra ketika ada upacara keagamaan.

    Mulai dibangun pada tahun 1987, Monumen Bajra Sandhi diresmikan pada 14 Juni 2003 oleh Presiden Megawati Sukarnoputri. Kawasan Monumen Bajra Sandhi memiliki luas sekitar 13,8 hektar dengan luas bangunan sekitar 4.900 meter persegi.

    “Tahun 2001 konstruksi Monumen Bajra Sandhi baru selesai dan dilanjutkan dengan pengisian diorama. Diresmikan pada 2003 oleh Ibu Presiden Megawati dan baru dibuka untuk umum tahun 2004,” kata dia.

    Bajra Sandhi juga menjadi salah satu ikon Kota Denpasar yang dikelilingi oleh Lapangan Niti Mandala Renon. Penasaran dengan kemegahan dan aktivitas menarik di Monumen Bajra Sandhi? Yuk simak ulasan dari detikTravel!

    Daya Tarik Monumen Bajra Sandhi

    Monumen Bajra Sandhi memiliki daya tarik tersendiri bagi traveler yang kepo dengan cerita sejarah perjuangan rakyat Bali. Bajra Sandhi juga sip untuk traveler pecinta foto. Lebih lengkapnya, detikTravel mengulas beberapa daya tarik dari Monumen Bajra Sandhi.

    1. Arsitektur yang Unik nan Megah

    Monumen ini memiliki arsitektur yang megah dan indah dengan desain yang menggabungkan unsur-unsur tradisional Bali dan modern. Bentuknya pun unik, menyerupai genta milik para Pendeta Hindu.

    “Dari segi fisik dan arsitektur kita itu unik, berbeda dari yang lain. Bajra Sandhi itu menyerupai genta yang digunakan oleh pendeta untuk menghantarkan upacara agama Hindu,” kata Arsana Yasa.


    2. 33 Diorama dan Ruang Pameran

    Ruang diorama terletak di lantai dua Monumen Bajra Sandhi. Terdapat 33 buah diorama yang menceritakan dan menggambarkan perjuangan rakyat Bali dari masa ke masa. Di ruangan ini akan diceritakan secara kronologis dari diorama 1 hingga diorama ke-33.

    3. Spot Foto Estetik dan Instagramable

    Bajra Sandhi memiliki arsitektur yang unik dan khas Bali. Dengan bentuk menyerupai genta, lengkap dengan penggunaan batu berwarna hitam di setiap bangunan. Membuat Bajra Sandhi memiliki banyak spot foto estetik dan instagramable.

    Favorit pengunjung adalah berfoto di depan Bajra Sandhi dengan latar belakang bangunan monumen. Traveler juga bisa menemukan beberapa spot foto seperti diorama, tangga melingkar, dan beberapa pilar besar yang estetik banget.

    4. Ruang Peninjauan 360 Derajat

    Bagian atas Bajra Sandhi terdapat ruang peninjauan yang memiliki pemandangan 360 derajat. Ruangan ini terletak di Utamaning Utama Mandala, traveler hanya perlu menaiki anak tangga melingkar untuk sampai ke ruangan ini. Di sini traveler bisa merenung dan bersantai sambil menikmati keindahan Kota Denpasar.

    Aktivitas Menarik di Monumen Bajra Sandhi

    Tidak hanya menyimpan cerita sejarah, kawasan monumen yang terletak di Kota Denpasar ini kerap ramai dikunjungi oleh warga dan wisatawan. Berikut aktivitas menarik yang bisa traveler lakukan untuk menghabiskan waktu di Monumen Bajra Sandhi.

    1. Berburu Spot Foto

    Tak lengkap rasanya jika berkunjung ke Bajra Sandhi namun traveler tak berburu setiap sudut estetik di monumen ini. Dengan arsitekturnya yang khas, Bajra Sandhi memiliki banyak spot foto yang estetik dan instagramable. Traveler bisa berfoto dan membuat video di setiap lantainya.

    “Favorit wisatawan itu biasanya di Kori (pintu masuk) dan di tangga,” katanya.

    2. Foto Pre Wedding

    Bajra Sandhi menjadi salah satu spot prewedding favorit bagi wisatawan. Dengan latar belakang bangunan berbentuk genta yang khas.

    3. Menikmati Keindahan Pemandangan Kota Denpasar dari Ketinggian

    Yang tak boleh dilewatkan jika traveler berkunjung ke Bajra Sandhi adalah naik ke lantai atas dan menikmati keindahan pemandangan dari ruang peninjauan. Traveler bisa duduk dan merenung sambil menikmati pemandangan. Jangan lupa mengabadikan momen dengan berfoto dan video ya.

    Lokasi, Harga Tiket, dan Jam Operasional Monumen Bajra Sandhi

    Monumen Bajra Sandhi berlokasi di Jalan Raya Puputan No.142, Panjer, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali. Monumen ini memiliki empat pintu masuk, namun traveler hanya bisa masuk dari pintu selatan.

    Sebelum memasuki Monumen Bajra Sandhi, traveler harus membayar tiket masuk. Berikut rincian harga tiket masuk Monumen Bajra Sandhi.
    • Wisatawan Mancanegara
    a. Dewasa : Rp 100.000/orang
    b. Anak-anak : Rp 50.000/orang
    • Wisatawan Nusantara
    a. Dewasa : Rp 30.000/orang
    b. Anak-anak : Rp 20.000/orang
    • Pengunjung Mahasiswa/Pelajar
    a. Mahasiswa Lokal Bali : Rp 10.000/orang
    b. Mahasiswa Luar Bali : Rp 20.000/orang
    c. Pelajar Lokal Bali : Rp 5.000/orang
    d. Pelajar Luar Bali : Rp 10.000/orang

    Traveler juga bisa melakukan foto shoot untuk prewedding dengan harga Rp 2.000.000 untuk prewedding mancanegara dan Rp 1.000.000 untuk prewedding nusantara.

    Monumen Bajra Sandhi buka setiap hari, kecuali hari-hari besar atau libur resmi. Untuk hari Senin-Jumat mulai pukul 08.00 – 17.00 WITA, hari Sabtu mulai pukul 09.00 – 17.00 WITA, dan hari Minggu mulai pukul 10.00 – 17.00 WITA.

    Tak jarang monumen ini akan dipadati oleh kunjungan pelajar ketika hari libur tiba. Arsana Yasa menyebut setiap harinya Bajra Sandhi bisa dikunjungi hingga 500 orang.

    Traveler penasaran bagaimana perjuangan rakyat Bali? Semua bisa traveler dapatkan di Monumen Bajra Sandhi. Tak hanya tawarkan cerita sejarah, tapi komplit dengan spot foto estetik.

    (iah/iah)



    Sumber : travel.detik.com

  • 8 Tempat Wisata Labuan Bajo yang Menawarkan Pemandangan Indah


    Jakarta

    Labuan Bajo merupakan salah satu destinasi wisata favorit bagi para turis lokal hingga mancanegara. Sebab, ada banyak tempat wisata yang menawarkan pemandangan alam indah.

    Salah satu daya tarik dari Labuan Bajo adalah keberadaan komodo di Pulau Komodo. Namun tak hanya itu, ada sejumlah daya tarik lain dari Labuan Bajo yang memukau, mulai dari keindahan bawah laut hingga view matahari terbenam. Bakal menyesal deh kalo nggak datang!

    Lalu, apa saja tempat wisata di Labuan Bajo yang menawarkan pemandangan indah? Simak ulasannya dalam artikel ini.


    Tempat Wisata Labuan Bajo yang Punya Pemandangan Indah

    Ada sejumlah tempat wisata di Labuan Bajo yang memiliki pemandangan indah. Biar nggak penasaran, simak pembahasannya di bawah ini yang telah dirangkum detikTravel.

    1. Pulau Komodo

    Pulau Komodo di Taman Nasional Komodo, NTTKomodo, satwa endemik di Labuan Bajo (Suci Risanti Rahmadania/detikcom)

    Kalau berkunjung ke Labuan Bajo, rasanya kurang lengkap jika tidak mampir ke Pulau Komodo. Di pulau ini terdapat hewan komodo, yakni kadal berukuran raksasa yang masih hidup sejak zaman pra sejarah.

    Selain melihat komodo dari dekat, kamu juga bisa menikmati keindahan alam mulai dari hamparan pepohonan, perbukitan yang hijau, dan pantai yang bersih.

    Pulau Komodo termasuk ke dalam kawasan Taman Nasional Komodo yang dikelola Pemerintah Pusat. Agar bisa sampai ke sana, kamu dapat menggunakan kapal, speedboat, atau kapal phinisi mewah agar sampai di Taman Nasional Komodo.

    Harga tiket masuk ke Taman Nasional Komodo dipatok sebesar Rp 250.000 hingga Rp 300.000 untuk turis lokal. Sedangkan untuk turis mancanegara dikenakan tarif Rp 400.000 sampai Rp 450.000.

    2. Pulau Rinca

    Selain ke Pulau Komodo, travelers juga bisa melihat komodo di Pulau Rinca. Selain melihat kadal raksasa, kamu juga bisa menikmati suasana alam yang begitu menakjubkan dari pulau ini.

    Hamparan padang rumput yang luas, pasir pantai yang putih, dan barisan bukit yang indah membuat para wisatawan betah berlama-lama di sini. Jika kamu suka mendaki, disarankan datang menjelang sore hari agar bisa melihat sunset.

    Sebagai informasi, Pulau Rinca didominasi oleh padang savana. Dengan cuaca yang terik, komodo di pulau ini memiliki sifat yang lebih ganas. Jadi, hati-hati selama di sana, ya.

    Tertarik ke Pulau Rinca? Jika iya, maka siapkan uang sebesar Rp 50.000 per orang untuk tiket masuk. Perlu diingat, harga bisa berubah sewaktu-waktu.

    3. Pulau Padar

    Pulau Padar di TN Komodo, Manggarai Barat, NTTPulau Padar (Suci Risanti Rahmadania/detikcom)

    Pulau Padar merupakan pulau terbesar ketiga di kawasan Taman Nasional Komodo setelah Pulau Komodo dan Pulau Rinca. Pulau ini menawarkan pemandangan alam yang begitu indah dengan gugusan bukit yang artistik, hamparan pasir putih, dan laut biru.

    Pulau Padar dapat dikunjungi wisatawan saat pagi dan sore hari. Waktu terbaiknya adalah di pagi hari, sebelum terik matahari menyengat. Jika beruntung, kamu bisa melihat gerombolan rusa di bibir pantai ketika turun dari kapal. Tenang saja, rusa-rusa tersebut jinak kok.

    Salah satu spot terbaik untuk menikmati pemandangan alam di Pulau Padar terletak di puncaknya. Namun, detikers harus treking dahulu dengan menaiki sekitar 840 anak tangga. Siapkan stamina yang fit agar kamu tidak kelelahan di tengah perjalanan.

    Wisatawan yang berkunjung ke Pulau Padar dikenakan tiket masuk sebesar Rp 120.000 per 1-5 wisatawan. Perlu diingat, harga bisa berubah sewaktu-waktu.

    4. Pulau Kelor

    Pulau selanjutnya yang wajib dikunjungi ketika berkunjung ke Labuan Bajo yakni Pulau Kelor. Di pulau ini, travelers bisa menikmati hamparan laut biru, pasir putih, dan hamparan bukit yang indah.

    Kamu juga bisa menyaksikan seluruh keindahan alam dari atas bukit. Butuh waktu sekitar 20 menit untuk bisa sampai di puncak. Namun hati-hati selama trekking karena jalannya licin dan tanjakannya cukup curam.

    Untuk tiket masuk ke Pulau Kelor dikenakan biaya sebesar Rp 50.000 per orang. Terdapat juga tour guide yang akan menemanimu berkeliling Pulau Kelor dengan biaya mulai dari Rp 250.000.

    5. Pantai Pink

    Wisatawan melihat komodo di Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur.Pink Beach (Rivan Awal Lingga/Antara Foto)

    Kalau berkunjung ke Pulau Komodo, sempatkan diri untuk datang ke Pantai Pink. Sesuai namanya, pasir pantainya berwarna merah muda atau pink, sehingga menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan.

    Warna pink tersebut terbentuk secara alami oleh makhluk mikroskopis bernama foraminifera. Makhluk tersebut yang memberi pigmen warna merah pada koral, sebelum koral-koral tersebut hancur dan membawa warna merah menyatu dengan warna putih pasir, sehingga menciptakan kelir merah muda.

    Selain bermain di area pantai, travelers juga bisa berenang di air laut yang biru. Tetap hati-hati saat berenang, ya!

    6. Pulau Gili Lawa

    Pulau Gili Lawa merupakan salah satu pulau yang berada di gugusan Pulau Komodo. Pulau tak berpenghuni ini memiliki view yang sangat indah, terutama saat sore hari.

    Dari atas bukit, detikers bisa melihat pemandangan laut yang luas, hamparan bukit, dan matahari terbenam. Untuk bisa sampai ke puncak bukit, travelers harus trekking sekitar 30-60 menit.

    Meski lelah, namun semua itu terbayar tuntas sesampainya di atas bukit. Dijamin, kamu nggak akan mau pulang karena pemandangan alamnya begitu menakjubkan!

    7. Pulau Manjarite

    Labuan Bajo Hari PertamaPulau Manjarite (Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)

    Rasanya kurang lengkap kalau pergi ke Labuan Bajo namun tidak menikmati keindahan bawah laut. Jika detikers ingin snorkeling, cobalah datang ke Pulau Manjarite.

    Air laut di sekitar pulau ini sangat jernih, sehingga wisatawan dapat dengan mudah melihat aneka ikan dan terumbu karang. Oh ya, terumbu karang di perairan ini juga cantik-cantik lho.

    Selain melihat keindahan laut, kamu juga bisa menikmati pasir pantai yang putih. Cocok untuk kamu yang ingin menghabiskan waktu bersantai setelah snorkeling.

    8. Bukit Sylvia

    Satu lagi destinasi wisata di Labuan Bajo yang menawarkan pemandangan alam indah, yaitu Bukit Sylvia. Penamaan bulan ini didasari oleh nama hotel yang mencakup kawasan tersebut, yakni Sylvia Resort.

    Pada awalnya, bukit ini hanya diperuntukan untuk tamu hotel yang menginap, tapi kini siapapun bisa berkunjung ke Bukit Sylvia. Dari atas bukit, travelers bisa menikmati pemandangan alam yang indah dan luas, hamparan rumput hijau, dan perbukitan.

    Jaraknya juga tidak begitu jauh dari Bandara Internasional Komodo, yakni hanya sekitar 5 kilometer atau 10 menit dengan berkendara mobil. Jadi, sebelum berlayar ke Pulau Komodo, tak ada salahnya melipir sebentar ke Bukit Sylvia.

    Labuan Bajo masuk dalam wilayah administrasi Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ada dua cara menuju ke Labuan Bajo, yakni melalui pesawat terbang atau kapal laut.

    Jika menaiki pesawat, detikers akan mendarat di Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo. Harga tiketnya cukup bervariasi, tergantung dari waktu keberangkatan.

    Misalnya berangkat dari Jakarta menuju Labuan Bajo saat akhir pekan, harga tiket pesawatnya mulai dari Rp 1,6 jutaan per orang. Apabila berangkat dari Denpasar, harga tiketnya mulai dari Rp 1,1 jutaan di hari yang sama.

    Cara lainnya adalah dengan menggunakan kapal laut. Harga tiketnya memang jauh lebih murah, namun butuh waktu perjalanan yang lebih lama dibandingkan naik pesawat.

    Jika ingin pergi ke Labuan Bajo dengan kapal laut, disarankan berangkat dari Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali. Harga tiketnya mulai dari Rp 280 ribuan per orang.

    Itu dia delapan tempat wisata Labuan Bajo yang menawarkan pemandangan indah. So, apakah travelers tertarik berkunjung ke Labuan Bajo?

    (ilf/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • 7 Rekomendasi Wisata di Bali utara



    Jakarta

    Bali Utara punya banyak destinasi wsiata ciamik yang ingin liburan seru. Mulai dari bawah lautnya yang memukau hingga desa wisatanya yang kaya.

    detikcom telah merangkum pada Jumat (23/8/2024) ragam tempat wisata di Bali utara yang bisa kamu kunjungi dan pamerkan di media sosial.

    1. Handara Gate


    Gerbang Handara BaliGerbang Handara Bali (Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)

    Handara Gate berada di Jln. Raya Singaraja-Denpasar, Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Bila ditempuh dari Bandara I Gusti Ngurah Rai butuh waktu empat jam untuk ke sini.

    Handara Gate yang ikonik ini begitu viral di media sosial. Saking ciamiknya foto di sana, sering kali netizen menyebutkan ‘Gate to the Heaven’ atau Gerbang Surga.

    Sejatinya, Gerbang ini merupakan pintu masuk menuju Handara Golf & Resort. Sesuai dengan namanya, ini adalah tempat ciamik untuk para pecinta golf bermain dan menginap.

    Bila traveler hanya ingin berfoto di gerbangnya, cukup membayar Rp 30 ribu untuk durasi foto selama tiga menit. Di saat weekend, sangat ramai turis yang mengantre untuk hunting foto di sini.

    Tidak ada jam operasional, traveler bisa datang kapanpun karena diizinkan foto ‘semenjak terang hingga gelap’ di sana.

    2. Desa Wisata Pemuteran

    Banyak kegiatan yang bisa dilakukan di Desa Pemuteran lho. Mulai dari snorkling hingga trekking.

    Di desa ini terdapat konservasi terumbu karang yang pastinya membuat bawah lautnya menjadi cantik. Kamu yang suka snorkling cocok banget nih datang dan belajar tentang terumbu karang di sini.

    Di desa ini juga ada Proyek Penyu, penangkaran penyu yang dikelola sebuah organisasi yang menggandeng masyarakat lokal. Telur-telur penyu yang didapatkan nelayan akan dikumpulkan di sini hingga dikembangbiakkan. Nanti setelah berumur 2-3 bulan, tukik-tukik ini dilepaskan ke laut. Bila kamu beruntung, bisa nih berpartisipasi dalam pelepasan tukik. Sayang sekali, tidak ada waktu khusus untuk aktivitas pelepasan ini.

    Desa Pemuteran memiliki pantai berpasir hitam. Walau begitu, sore-sore di sini bersantai juga bisa jadi keigatan seru. Setelah puas snorkling melihat aneka terumbu karang, kamu bisa bersantai menikmati es kelapa di pinggir pantai yang tenang.

    Nah, traveler yang tak bisa snorkling, bisa nih trekking ke Bukit Batu Kursi. Tempat ini rumah bagi kawasan suci bernama Pura Batu Kursi yang berada tepat di puncak bukit. Bukit ini memiliki ketinggian sekitar 800 meter. Traveler dapat menyusuri jalan setapak berupa susunan tangga batu untuk mencapai puncak bukit.

    3. Desa Les

    Penyulingan arak di Desa LesPenyulingan arak di Desa Les (Syanti Mustika/detikcom)

    Banyak desa wisata yang bisa kita kunjungi di Bali Utara, salah satunya adalah Desa Les. Di sini traveler bisa juga snorkling, trekking hingga melihat penyulingan arak Bali.

    Desa Les di Tejakula, Buleleng masuk ke dalam 50 besar ADWI 2024. Desa ini kaya akan produksi pertanian seperti lontar, aneka buah-buahahn, hingga kaya akan hasil ikan lautnya.

    Dari dulu, Desa Les memang ramai dikunjungi oleh turis asing. Namun dengan berkembangnya informasi dan sosial media, Desa Les mulai ramai dikunjungi turis domestik.

    Traveler di sini juga bisa melihat proses penyulingan arak dan gula lontar di Dapoer Moela. Kamu bisa melihat banyak kendi-kendi arak yang siap diminum para tamu yang datang.

    Setiap turis yang datang akan diajak ke tempat penyulingan sebagai kegiatan experience. Sebotol arak Bali ini dijual mulai Rp 150 ribu per botolnya (750 ml). Semakin tinggi kadar alkoholnya, semakin mahal. Sedangkan gula lontar atau juruh dijual Rp 70 ribu (600 ml).

    4. Pantai Lovina

    Lumba-lumba di Pantai LovinaLumba-lumba di Pantai Lovina (Rifkianto Nugroho/detikcom)

    Pantai Lovina dikenal sebagai tempat konservasi lumba-lumba liar. Adapun atraksi wisata yang ditawarkan adalah melihat kawanan lumba-lumba ini berenang di lautan.

    Bila ditempuh dari Bandara i Gusti Ngurah Rai, butuh waktu sekitar 2,5-3 jam dengan jarak hampir 100 km dengan mobil menuju titik ini. detikcom pun beberapa waktu lalu berangkat dari Lovina Beach Club.

    Traveler bisa menyewa perahu nelayan atau membeli paket wisata tur lumba-lumba ini. Adapun harganya Rp 125 ribu per pax, dan satu kapal itu bisa membawa 10 penumpang.

    Traveler yang ingin merasakan sensasi yang sama, hanya perlu membayar Rp 125.000 nett/pax, untuk dewasa dan minimal 10 pax ( untuk 1 kapal). Bagi yang membawa anak-anak 1-2 tahun gratis.

    Selain melihat lumba-lumba, di sini juga ada aktivitas seru lainnya seperti snorkeling, jet ski, shark boat hingga frenzy boat dan memancing.

    Untuk pemesanan traveler bisa melakukan secara online. Untuk kemudahan, disarankan traveler untuk menginap juga di hotel terdekat karena kapal berangkat pagi hari.

    5. Air Terjun Banyumala

    Air Terjun Banyumala, Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali. Foto: Made Wijaya KusumaAir Terjun Banyumala, Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng Bali. (Made Wijaya Kusuma Foto)

    Banyak spot air terjun yang bisa didatangi di Bali Utara, dan salah satunya adalah Air terjun Banyumala. Destniasi ini berada di Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.

    Bila ditempuh dari Ubud hampir 2 jam berkendara motor. Dan bila ditempuh dari Pura Ulun Danu Beratan hanya 30 menit saja.

    Adapun tiket masuk ke air terjun Rp 20 ribu per orang. Untuk sampai ke air terjun kamu harus trekking sekitar 15-20 menit, tergantung kekuatan kaki mu.

    Walau sedikit melelahkan, percayalah lelahmu terbayarkan dengan indahnya air terjun ini. Air terjun setinggi 20 meter ini mengalir deras di antara rerumputan hijau yang menghiasi tebing air.

    6. Pura Ulun Danu Bratan

    Pura Ulun Danu merupakan salah satu pura yang populer di kalangan wisatawan di Bali. Pura ini berada di Danau Beratan, Tabanan. Bila ditempuh dari Ubud sekitar 50 menit perjalanan berkendara.

    Adapun daya tarik dari pura ini adalah keindahan lokasi pura yang dikelilingi pegunungan dan danau. Serta lokasinya yang ada di dataran tinggi membuat udara di sini terasa sejuk di saat siang hari. Adapun tiket masuk ke pura yaitu Rp 40 ribu saat weekeday, Rp 50 ribu saat weekend.

    Sejarahnya, Pura Ulun Danu Beratan dibangun pada tahun 1634 oleh I Gusti Agung Putu. Fungsinya sebagai tempat pemujaan Tri Murti (Brahma, Wisnu dan Siwa).

    Selain melihat pemandangan indah ini, aktivitas lain yang bisa kamu lakukan di sini adalah menikmati wahana air. Kamu bisa berkeliling Danau Beratan dengan speed boat atau bebek air. Di sini juga ada penyewaan perahu lho.

    7. Danau Buyan

    Danau Buyan adalah salah satu danau terbesar di Bali. Terletak di dataran tinggi Bedugul, danau ini dikelilingi oleh hutan lebat dan barisan bukit, menciptakan latar belakang yang indah dan menyegarkan.

    Kawasan wisata Danau Buyan berlokasi di Desa Pancasari, tepatnya di Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali. Akses menuju Danau Buyan sangat mudah dijangkau dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Jika traveler berangkat dari Denpasar, jarak tempuhnya sekitar 57 km dengan waktu perjalanan sekitar 2 jam.

    Adapun kegiatan menarik yang bisa dilakukan di sini yaitu kemping, memancing, trekking, hingga piknik.

    (sym/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Weekend di Denpasar, Mampirlah ke Kebun Tengah Kota yang Estetik Ini



    Denpasar

    Bron Cafe Renon bisa menjadi salah satu spot untuk jeda sejenak dari hiruk pikuk keramaian Kota Denpasar, Bali. Singgah ke sana, traveler dapat menikmati kebun di tengah kota yang cukup rimbun.

    Denpasar dikenal sebagai surganya tempat hangout. Namun di tengah keramaian, ada nuansa tenang yang tersaji di Bron Cafe Renon.

    Bron Cafe Denpasar, Bali.Bron Cafe Denpasar, Bali. (Weka Kanaka/detikcom)

    Masuk ke tempat tersebut, traveler akan melewati gerbang khas bali dengan ornamen ukiran kayu. Masuk lebih dalam, traveler akan menemui nuansa rimbun dari pepohonan dan arsitektur tradisional yang mengakar. Berbagai ornamen kayu dan tembikar yang mendominasi berbagai ornamen kafe menambah kesan autentik.


    “Jadi kalau untuk konsepnya sendiri itu kita mengambil konsep yang ramah lingkungan Itu sih yang kita ambil. Jadi kita mengambil konsep bata sama kayu digabung biar cocok juga sama konsep kita yang kebun tengah kota gitu,” ujar Marketing Bron Cafe Putri Hayatunnufus saat ditemui detikTravel, Jumat (8/11/2024).

    Tak hanya itu, ada pula area kolam ikan dan jalan setapak di atas kolam. Itu membuat suasana asri semakin kuat. Setelah melewati area kolam, traveler akan tiba di area taman semi terbuka. Terdiri dari area rerumputan, pepohonan, hingga beberapa tempat duduk santai.

    Bron Cafe Denpasar, Bali.Bron Cafe Denpasar, Bali. (Weka Kanaka/detikcom)

    Dalam pantauan detikTravel, terdapat area outdoor hingga indoor di kafe tersebut. Karenanya, tempat itu layak digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti nongkrong hingga bekerja dari kafe atau work from cafe.

    Berbagai tanaman pun menghiasi tempat ini. Terlihat banyak pohon kamboja hingga beberapa pohon pakis Brazil menjulang tinggi.

    “Jadi untuk konsepnya sendiri itu kita mengambil konsep kebun tengah kota. Itu karena kita berada di tengah kota yang juga ramai, habis itu mungkin panas, terus juga sibuk lah. Jadi kita ngambil konsep itu agar tamu-tamu yang ke sini merasa fresh. Apalagi ada tanaman, Terus di sini kan juga adem jadi biar mereka bisa refreshing, biar mereka lupa hiruk pikuk kayak gimana,” jelas Putri.

    Selain itu, kafe tersebut juga ramah dengan berbagai kebutuhan pengunjung. Mereka menerapkan kebijakan pet friendly dan child friendly. Terdapat playground yang dapat menjadi spot hiburan bagi pengunjung cilik.

    Bron Cafe Denpasar, Bali.Bron Cafe Denpasar, Bali. (Weka Kanaka/detikcom)

    Tak sekedar menjadi cafe dan taman di tengah kota, Bron Cafe Renon juga terbuka untuk berbagai kebutuhan pengunjung. Misalnya saja untuk kegiatan keluarga ataupun komunitas. Putri mengeklaim tempat itu dapat menampung sekitar 200 tamu sekaligus.

    “Kalau untuk jadi pembedanya Kita ke Pet friendly karena kan jarang juga untuk cafe yang pet friendly. Juga service yang kita berikan sepenuh hati biar tamu juga merasa kangen. Terus ada banyak tempat yang bisa untuk coworking space Jadi kita ada tiga ruangan itu ruangan meeting juga bisa dipakai coworking space. Abis itu kalau mau ada Birthday, Intimate atau segala macam Itu bisa dipakai di sini,” tutur Putri.

    Nantinya, Bron Cafe juga akan menjadi tuan rumah dari event Jelajah Lensa Bali yang diselenggarakan detikcom dengan berkolaborasi bersama Iqos pada Sabtu (9/11/2024). Dalam acara tersebut, traveler akan diajak menyelam lebih jauh tentang strategi membuat konten audio-visual yang menarik untuk sosial media.

    Selain dapat nongkrong estetik, ilmu yang didapatkan dari pelatihan tersebut pun rasanya dapat langsung diterapkan di tempat itu. Jadi, tertarik berkunjung dan ikutan?

    (wkn/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Pantai Pererenan Bali, Spot Terbaik untuk Surfing hingga Nonton Sunset


    Jakarta

    Bali memiliki sejumlah pantai yang terkenal dan menjadi favorit banyak turis, sebut saja Pantai Kuta, Pantai Seminyak, hingga Pantai Jimbaran. Namun, ada satu pantai di Pulau Dewata yang tak kalah menarik untuk dikunjungi, yakni Pantai Pererenan.

    Pantai yang satu ini terkenal memiliki ombak yang cukup besar dan konsisten, sehingga cocok untuk surfing. Maka dari itu, sejumlah turis asing lebih memilih datang ke Pantai Pererenan untuk berselancar.

    Selain itu, masih ada daya tarik lainnya dari Pantai Pererenan. Penasaran? Simak ulasan singkatnya dalam artikel ini.


    Daya Tarik Pantai Pererenan

    Pantai Pererenan yang terletak di kawasan Canggu, Badung, ini menjadi salah satu destinasi wisata yang cukup banyak dikunjungi turis. Mengutip laman resmi Pemerintah Kabupaten Badung, berikut sejumlah daya tarik dari Pantai Pererenan:

    1. Spot Surfing Favorit para Bule

    Daya tarik utama dari Pantai Pererenan yaitu sebagai tempat favorit para turis asing untuk berselancar. Sebab, ombaknya cukup besar dan konsisten sehingga mampu menarik para peselancar dari berbagai tingkatan, mulai dari pemula hingga yang sudah mahir.

    Pantai Pererenan di BaliFoto: Bonauli/detikcom

    Biasanya, para turis asing yang ingin berselancar di Pantai Pererenan datang secara berpasangan atau dalam kelompok. Beberapa di antaranya ada yang masih belajar sehingga didampingi pelatih surfing, tapi ada juga yang sudah jago sehingga langsung menuju ke laut.

    Komunitas surfing di Pantai Pererenan juga terus berkembang luas. Hal ini yang membuat semakin banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Pantai Pererenan demi merasakan sensasi berselancar.

    2. Menikmati Sunset yang Indah

    Selain ombaknya yang konsisten, pantai Pererenan juga menawarkan pemandangan alam yang indah, terutama saat sore hari. Soalnya, travelers bisa menikmati sunset dari pinggir pantai.

    Biasanya, peselancar yang datang ke Pantai Pererenan tiba sekitar pukul 16.00. Setelah seru-seruan bermain surfing, para turis akan duduk di pantai sambil menyaksikan matahari terbenam.

    Kombinasi antara suara ombak, langit senja berwarna oranye, dan suasana yang tenang membuat betah berlama-lama di Pantai Pererenan. Jangan lupa mengabadikan momen tersebut dengan kamera HP, lalu diunggah ke media sosial.

    3. Menawarkan Pantai yang Tenang

    Berbeda dengan pantai-pantai mainstream di Bali seperti Pantai Kuta atau Pantai Jimbaran, kamu akan merasakan ketenangan setibanya di Pantai Pererenan. Sebab, pantai ini terbilang lebih private, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang butuh ketenangan.

    Maka dari itu, banyak wisatawan yang menyebut Pantai Pererenan sebagai hidden gem di Bali. Soalnya, tak semua turis tahu tentang lokasi pantai ini.

    Tips Berlibur di Pantai Pererenan

    Tertarik untuk berkunjung ke Pantai Pererenan? Nah, ada sejumlah tips yang perlu travelers ketahui sebelum pergi ke sana. Berikut beberapa tipsnya yang dirangkum detikTravel:

    1. Datang sejak pagi jika ingin menikmati suasana pantai yang sepi dan tenang.
    2. Kamu bisa membawa papan surfing sendiri dari rumah atau sewa langsung di Pantai Pererenan.
    3. Jika datang saat sore, disarankan agar tidak lewat dari pukul 16.00. Hal ini agar kamu masih bisa berkeliling pantai sebelum waktunya untuk menikmati sunset di tepi pantai.
    4. Tersedia kafe dan restoran di sekitar Pantai Pererenan. Jadi, tak perlu khawatir kalau perut sudah lapar.
    5. Meski pasir pantainya hitam, tapi tetap bersih dan nyaman untuk dikunjungi.
    6. Kenakan pakaian yang nyaman dan terbaik versi kamu agar bisa berfoto-foto estetik di Pantai Pererenan.

    Bagi detikers yang ingin berkunjung ke Pantai Pererenan, kamu bisa menjangkaunya dengan mengendarai sepeda motor atau mobil. Lokasinya yang berada di Canggu membuat pantai ini tak begitu jauh bila ditempuh dari pusat Kota Denpasar.

    Dari pantauan di Google Maps, jarak dari Kota Denpasar menuju Pantai Pererenan sekitar 15 km. Jika mengendarai mobil, butuh waktu sekitar 1 jam perjalanan, sedangkan bila mengendarai motor waktu tempuhnya sekitar 40-50 menit.

    Demikian ulasan singkat mengenai Pantai Pererenan yang menjadi pantai hidden gem di Bali. Jadi, tertarik untuk liburan ke sana?

    (ilf/fds)



    Sumber : travel.detik.com