Tag: departemen luar negeri as

  • Beasiswa Pertukaran ke Amerika CCI Aminef 2025 Dibuka, Lulusan SMA Bisa Ikut!


    Jakarta

    Pendaftaran beasiswa pertukaran Community College Initiative (CCI) American Indonesian Exchange Foundation (Aminef) dibuka hingga 31 Desember 2024. Detikers yang lolos seleksi akan menjalani program pertukaran ke Amerika Serikat pada Juli 2025 mendatang.

    Program Community College Initiative (CCI) merupakan program akademik non-gelar di community college AS. Peserta CCI akan dibimbing selama 1 tahun untuk membangun keterampilan teknis peserta, meningkatkan kemampuan kepemimpinan, dan memperkuat kemahiran berbahasa Inggris.

    Pelamar beasiswa CCI Aminef dapat mendaftar sesuai pengalaman akademik maupun pengalaman kerja sesuai persyaratan. Peserta pertukaran nantinya dapat sertifikat di bidang studi yang dipilih pada saat melamar, bergantung pada perguruan tinggi tuan rumah, program akademik yang dibuka, dan keberhasilan penyelesaian mata kuliah yang disyaratkan dalam pertukaran.


    Perlu digarisbawahi, sertifikat perguruan tinggi tersebut sah tetapi bukan berupa ijazah gelar akademik. Karena itu, peserta CCI Aminef tidak bisa pindah dari program nongelar ke program gelar selama pertukaran berlangsung dalam keadaan apa pun.

    Sementara itu, peserta CCI juga berkesempatan menjalani magang profesional, pembelajaran berbasis pelayanan, dan kegiatan kemasyarakatan yang berfokus pada pengembangan pemahaman dan pengetahuan bersama tentang Amerika Serikat.

    Setelah lulus program, peserta akan memproleh sertifikat di bidang studi pilihan masing-masing. Alumni CCI Aminef kemudian kembali ke negara asal dengan bekal keterampilan teknis yang dibutuhkan untuk memasuki dunia kerja, merespons prioritas nasional yang sedang berkembang, dan merespons permintaan pasar tenaga kerja di bidang-bidang seperti pertanian, teknik terapan, dan teknologi informasi.

    Beasiswa CCI Aminef 2025-2026 akan didanai Departemen Luar Negeri AS dengan kuota peserta sekitar 120 orang dari berbagai negara. Di Indonesia, pelamar dari luar kota-kota besar dan di provinsi-provinsi di luar Jawa yang secara historis lebih sedikit kesempatan untuk belajar di luar negeri diutamakan untuk mendaftar.

    Sementara itu, kandidat beasiswa dari Papua dapat didanai PT Freeport Indonesia. Inisiatif ini memungkinkan sejumlah pelamar asal Papua dapat diterima di CCI Aminef setiap tahun.

    Nah, apakah detikers berminat mendaftar? Simak syarat dan informasinya di bawah ini.

    Syarat Beasiswa Pertukaran CCI Aminef

    • Penyandang disabilitas didorong untuk mendaftar.
    • Warga negara Indonesia yang berdomisili di Indonesia.
    • Berusia 18 tahun atau lebih pada tanggal 1 Juli 2025.
    • Ijazah minimal SMA.
    • Pelamar dengan gelar D1, D2, D3, dan S1 diperbolehkan mendaftar pada bidang yang berbeda dari bidang gelar akademik mereka dan mempunyai pengalaman kerja yang relevan di bidang yang dilamar.
    • Pelamar bidang teknik terapan harus memiliki dasar yang kuat dalam matematika dan diharuskan mengikuti ujian penempatan matematika di kampus tuan rumah agar memenuhi syarat untuk mengikuti pelajaran tertentu yang memberikan kredit.
    • Pelamar yang memegang gelar master atau doktor (PhD) atau saat ini terdaftar sebagai mahasiswa jenjang S2 dan S3 tersebut tidak dapat mendaftar.
    • Memiliki kualitas kepemimpinan dan menunjukkan pengalaman dalam pelayanan masyarakat.
    • Memiliki persiapan dan komitmen yang ditunjukkan terhadap bidang studi yang dipilih melalui beberapa pengalaman akademis atau profesional. Program ini bertujuan untuk mengidentifikasi peserta dengan keterampilan atau minat yang terbukti dan pengalaman profesional yang terbatas di bidang studi yang ditawarkan.
    • Bidang dan konsentrasi pendidikan atau pengalaman:
      • Pertanian
      • Teknik terapan
      • Bisnis dan kewirausahaan
      • Pendidikan anak usia dini
      • Teknologi informasi
      • Ekonomi kreatif dan media
    • Saat ini bekerja di bidang yang dilamar dengan pengalaman kerja maksimal di bawah 5 tahun.
    • Mahir berbahasa Inggris
    • Memiliki skor TOEFL ITP minimal 480, atau skor TOEFL iBT minimal 55, atau skor IELTS minimal 5,5, atau skor Duolingo minimal 95, dan berdedikasi untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mereka.
    • Untuk mendaftar dalam kursus-kursus yang memberikan kredit di bidang studi akademis, pelamar harus memenuhi persyaratan bahasa minimum dari perguruan tinggi tuan rumah-biasanya 500 pada tes TOEFL atau skor yang setara pada ujian-ujian lain yang diterima. Keterampilan bahasa peserta akan dievaluasi setelah tiba di institusi tuan rumah.
    • Memiliki prestasi akademis unggul.
    • Memiliki pengalaman terbatas atau tidak memiliki pengalaman belajar di luar negeri, Kandidat yang belum pernah belajar di luar negeri atau bepergian ke Amerika Serikat akan diberikan prioritas penempatan.
    • Bersedia dan mampu secara mental dan fisik (dengan akomodasi sebagaimana dibutuhkan) untuk menyelesaikan program secara menyeluruh, termasuk aktivitas atau perjalanan yang dapat diprogramkan pada hari apa pun dalam seminggu, mungkin termasuk pada pagi hari atau sore hari.
    • Berkomitmen untuk kembali ke negara asal setelah menyelesaikan program dan memenuhi persyaratan tinggal dua tahun visa J.
    • Tidak sedang menerima beasiswa lain pada saat mengajukan aplikasi beasiswa ini.
    • Bersedia memulai program pertukaran akademis di Amerika Serikat pada Juli 2025.

    Syarat Dokumen

    • Formulir lamaran yang sudah diisi
    • Fotokopi laporan skor TOEFL/IELTS/Duolingo ITP terbaru (kurang dari dua tahun)
    • Fotokopi ijazah dan transkrip SMA yang telah dilegalisir (dalam terjemahan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris)
    • Fotokopi legalisir transkrip nilai D1/D2/D3 atau S1 (dalam terjemahan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris)
    • Salinan dokumen identitas (KTP atau paspor)
    • Daftar riwayat hidup/resume
    • Surat pernyataan ketenagakerjaan (surat keterangan bekerja) dari supervisor, pemberi kerja, atau kepala HRD dalam bahasa Indonesia

    Komponen Beasiswa CCI Aminef

    • Dana visa J-1
    • Ongkos perjalanan pulang pergi dari kota asal peserta ke institusi tuan rumah di Amerika Serikat
    • Biaya kuliah dan biaya kuliah wajib
    • Tempat tinggal
    • Tunjangan kebutuhan dasar termasuk makanan dan transportasi
    • Beberapa perguruan tinggi dapat menyediakan makanan di kampus, tunjangan kecil untuk buku, materi, dan biaya insidental, asuransi kecelakaan dan kesehatan terbatas sesuai visa J, dan berbagai kegiatan pengembangan pribadi dan profesional.

    Cara Daftar

    • Lengkapi syarat dan dokumen pendaftaran
    • Cetak semua dokumen persyaratan
    • Kirimkan dokumen persyaratan via pos atau secara langsung ke:

    American Indonesian Exchange Foundation (Aminef)
    Intiland Tower, Lantai 11
    Jalan Jenderal Sudirman Kav. 32
    Jakarta 10220
    Telp : (021) 579 39 085 – 9086

    Pelamar bisa mengirimkan lamarannya di dropbox di lantai dasar Intiland Tower termasuk di luar jam atau hari kerja reguler.

    Berminat mendaftar, detikers? Simak informasi beasiswa CCI Aminef 2025 lebih lanjut dengan klik DI SINI.

    (twu/nwy)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / element5
  • Beasiswa Pertukaran Pelajar 2025 TechGirls, Belajar STEM di AS


    Jakarta

    Beasiswa pertukaran pelajar ke Amerika Serikat TechGirls 2025 sedang membuka pendaftaran. Siswa perempuan usia 15-17 tahun dari Indonesia bisa mendaftar sebelum 6 Desember 2024.

    Beasiswa TechGirls adalah program pertukaran musim panas di AS bagi siswa perempuan. Program ini diinisiasi Biro Pendidikan dan Kebudayaan, Departemen Luar Negeri AS, seperti dilansir laman resminya.

    Rangkaian pelatihan pengembangan keterampilan langsung di TechGirls mendukung potensi mengenyam pendidikan tinggi dan karier di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Sebanyak 111 siswa perempuan berbagai negara akan dibimbing selama tiga minggu di AS dan total tujuh bulan termasuk pra dan pascapertukaran.


    Program Pertukaran ke Amerika Serikat 2025 TechGirls

    Para peserta TechGirls akan menjalani perkemahan teknologi dengan bimbingan dari Pusat Peningkatan Keanekaragaman Teknik (CEED) milik perguruan tinggi Virginia Tech. Pendidikan ini antara lain meliputi 38 jam pendidikan dasar STEM dan kunjungan ke laboratorium untuk mempelajari penelitian inovatif.

    Sejak 2019, kegiatan TechGirls juga meliputi kunjungan ke Pusat Penerbangan Antariksa Goddard milik Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA). Peserta dapat mengenal dan menanyakan saran tentang karier di bidang STEM secara langsung dari para wanita karier di NASA.

    Di samping itu, Smithsonian Institution juga bekerja sama dengan TechGirls untuk memungkinkan peserta bicara langsung dengan ilmuwan kelautan hingga ruang angkasa. Kunjungan ke pameran interaktif di National Museum of Natural History AS juga membuka kesempatan bagi siswa untuk mengenal peluangnya di dunia STEM dan sinerginya dengan disiplin ilmu lain.

    Sejumlah manfaat rangkaian pertukaran pelajar ke AS ini yaitu:

    • Mengenal jenis pendidikan yang dibutuhkan untuk memasuki karier yang diminati.
    • Berjejaring dengan calon pemberi kerja di masa depan.
    • Mengetahui apakah karier yang diinginkan sesuai dengan minat dan kemampuan
    • Membuka peluang untuk membimbing sesama perempuan di bidang teknologi
    • Membangun kepercayaan diri siswa perempuan untuk kuliah dan berkarier di bidang teknologi
    • Mengenal dunia kerja dan kehidupan di AS
    • Menjajal lingkungan kerja yang kolaboratif dan berlatih berpikir inovatif.

    Tahap Seleksi

    • Peninjauan lamaran
    • Wawancara bersama personel Kedutaan Besar AS untuk Indonesia bagi kandidat semifinalis terpilih

    Syarat Pendaftaran

    • Warga Negara Indonesia dan penduduk tetap
    • Usia 15-17 tahun pada awal pertukaran pada tanggal 12 Juli 2025
    • Lahir pada atau antara 13 Juli 2007 dan 12 Juli 2010
    • Punya keterampilan tingkat lanjut dan minat serius terhadap sains, teknologi, teknik, dan/atau matematika dalam studi akademis
    • Berniat untuk mengejar pendidikan tinggi dan/atau karier di bidang STEM, khususnya teknologi
    • Memiliki keterampilan bahasa Inggris menengah tingkat lanjut
    • Menunjukkan kedewasaan, fleksibilitas, dan keterbukaan pikiran
    • Memiliki setidaknya satu semester sisa di sekolah menengah setelah kembali ke Indonesia
    • Berkomitmen untuk menyelesaikan proyek berbasis komunitas setelah kembali ke rumah
    • Pendaftar yang memiliki pengalaman terbatas atau belum pernah ke Amerika Serikat akan diprioritaskan
    • Calon pendaftar yang sudah pernah melakukan perjalanan ke Amerika Serikat dalam tiga tahun terakhir sebagai bagian dari program pertukaran Biro Pendidikan dan Kebudayaan Deplu AS tidak boleh melamar.
    • Bukan anggota keluarga staf Kedutaan Besar atau Konsulat AS atau karyawan Departemen Luar Negeri AS, anggota keluarga staf Legacy International atau organisasi mitra
    • Warga Amerika yang memiliki kewarganegaraan ganda dan tinggal di luar negeri tidak memenuhi syarat untuk bepergian ke AS melalui program ini atau mendapatkan visa J-1.
    • Siswa penyandang disabilitas didorong melamar.

    Komponen Beasiswa TechGirls

    • Biaya visa
    • Tiket pesawat pulang pergi dari negara asal peserta ke Amerika Serikat
    • Tiket pesawat pulang pergi domestik dari kota asal peserta
    • Tempat tinggal selama program
    • Akomodasi asrama di Virginia Tech
    • Akomodasi hunian di hotel di Washington, DC
    • Makanan selama program
    • Sarapan, makan siang, dan makan malam
    • Transportasi lokal ke acara program kelompok
    • Acara budaya yang diselenggarakan oleh Legacy International
    • Asuransi kesehatan darurat
    • Jaminan lingkungan aman:
      • – Pengawasan 24 jam sehari termasuk pertolongan pertama dan CPR
      • – Waktu dan ruang ibadah pada Jumat dan Minggu
      • – Kafetaria universitas dan prasmanan hotel sesuai keyakinan masing-masing

    Berminat ikut pertukaran pelajar ke AS, detikers? Cek informasi pendaftaran beasiswa TechGirls 2025 lebih lanjut di https://techgirlsglobal.org/.

    (twu/pal)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / element5
  • Negara Paling Religius di Dunia Versi CEOWORLD, Indonesia Urutan Berapa?


    Jakarta

    Majalah CEOWORLD kembali merilis hasil survei global tentang tingkat religiusitas negara-negara di dunia. Survei ini melibatkan lebih dari 820.000 responden dari 148 negara, dan menghasilkan daftar negara paling religius serta negara paling sekuler di dunia.

    Dalam laporan ini, sebagaimana dilansir dari laman resmi CEOWORLD, Somalia kembali menempati posisi pertama sebagai negara paling religius di dunia, diikuti oleh Niger dan Bangladesh. Sementara itu, negara-negara seperti Tiongkok, Estonia, dan Swedia menduduki peringkat terbawah sebagai negara dengan tingkat religiusitas paling rendah.

    Somalia Kembali Menjadi Negara Paling Religius

    Survei CEOWORLD menempatkan Somalia di posisi teratas, dengan 99,8% penduduknya menyatakan diri sebagai individu yang religius. Niger menyusul di posisi kedua dengan 99,7%, sementara Bangladesh menempati urutan ketiga dengan 99,5% populasi yang mengaku beriman dan menjalani nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.


    Indonesia Masuk 10 Besar Negara Paling Religius di Dunia

    Dalam analisis data terbaru, CEOWORLD juga mencatat sejumlah negara lain dengan tingkat religiusitas yang sangat tinggi. Indonesia masuk dalam daftar 10 besar, bersanding dengan beberapa negara dari Asia dan Afrika yang secara budaya dan sosial masih sangat menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan.

    Dalam konteks survei ini, “Religius” diartikan sebagai pengabdian yang setia kepada realitas tertinggi atau Tuhan, termasuk ketaatan terhadap ajaran agama, kesungguhan dalam ibadah, serta komitmen terhadap prinsip spiritual. Namun demikian, CEOWORLD juga menekankan bahwa definisi religiusitas bisa berbeda-beda tergantung pada persepsi dan pengalaman masing-masing individu serta konteks budaya suatu negara.

    10 Negara Paling Religius (h2)

    1. Somalia 99.8
    2. Niger 99.7
    3. Bangladesh 99.5
    4. Ethiopia 99.3
    5. Yemen 99.1
    6. Malawi 99
    7. Indonesia 98.7
    8. Sri Lanka 98.6
    9. Mauritania 98.5
    10. Djibouti 98.2

    Negara-Negara Besar yang Tak Masuk 10 Besar

    Meskipun dikenal sebagai negara yang menjadi tempat lahir berbagai agama besar, India hanya menempati peringkat ke-54 dalam hal persepsi religiusitas. Padahal, India adalah tempat asal agama Hindu, Buddha, Jainisme, dan Sikhisme.

    Sementara itu, Amerika Serikat, yang secara konstitusional menjamin kebebasan beragama, justru berada di peringkat ke-104. Negara-negara lain seperti Irlandia dan Israel masing-masing menempati peringkat ke-110 dan ke-11.

    Menariknya, meskipun Israel dikenal sebagai negara Yahudi, berdasarkan laporan International Religious Freedom dari Departemen Luar Negeri AS, hukum dasar negara itu menjamin kebebasan beragama, berkeyakinan, dan beribadah bagi semua warganya, tanpa memandang afiliasi keagamaan.

    China Jadi Negara Paling Tidak Religius

    Di sisi lain, China menjadi negara paling tidak religius di dunia. Kurang dari 10% penduduknya mengaku merasa religius. Setelah China, negara-negara yang menyusul sebagai paling tidak religius adalah:

    Estonia – 16%

    Swedia – 17%

    Denmark – 19%

    Republik Ceko – 21%

    Norwegia – 21%

    Hong Kong – 24%

    Jepang – 24%

    Inggris (UK) – 27%

    Finlandia – 28%

    Negara-negara ini umumnya memiliki masyarakat yang lebih sekuler, di mana pengaruh agama dalam kehidupan publik cenderung minimal.

    Meski demikian, rata-rata 74,44% orang dewasa di seluruh negara yang disurvei masih menganggap agama sebagai hal yang sangat penting dalam hidup mereka. Namun, tingkat komitmen religius, seperti keanggotaan dalam agama, pentingnya agama dalam kehidupan pribadi, kehadiran dalam ibadah, hingga frekuensi doa, sangat bervariasi antar negara.

    Survei dari CEOWORLD menunjukkan bahwa religiusitas tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan global, meskipun mengalami perbedaan yang mencolok antar wilayah. Negara-negara di kawasan Afrika dan Asia, seperti Somalia, Niger, dan Indonesia, menunjukkan komitmen tinggi terhadap nilai-nilai agama.

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Ramai-ramai Sekutu AS Akan Akui Negara Palestina



    Jakarta

    Suara Barat untuk kedaulatan negara Palestina kian kuat. Sejumlah negara sekutu Amerika Serikat (AS) ramai-ramai akan mengakui Palestina di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada September mendatang.

    Dalam pernyataan terbaru hari ini, Senin (11/8), Australia mengatakan akan mengakui negara Palestina. Canberra menegaskan berkomitmen untuk solusi dua negara dan memastikan Hamas tak terlibat dalam negara mana pun nantinya.

    “Australia akan mengakui negara Palestina di Sidang Umum PBB ke-80 pada bulan September, untuk berkontribusi pada momentum internasional menuju solusi dua negara, gencatan senjata di Gaza, dan pembebasan sandera,” kata Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dalam konferensi pers, dikutip dari Reuters, Senin (11/8/2025).


    Albanese menilai solusi dua negara bisa menciptakan perdamaian di Timur Tengah. “Solusi dua negara adalah harapan terbaik umat manusia untuk memutus siklus kekerasan di Timur Tengah dan mengakhiri konflik, penderitaan, dan kelaparan di Gaza,” tegasnya.

    Selain Australia, Selandia Baru kemungkinan juga akan mengumumkan pengakuannya terhadap negara Palestina pada forum yang sama. Menteri Luar Negeri Selandia Baru Winston Peter mengatakan negaranya tengah mempertimbangkan hal tersebut.

    Rencana Australia untuk mengakui kedaulatan Palestina akan menjadi tekanan bagi Israel dan membuat AS makin terisolasi dari sekutu utamanya. Akhir bulan lalu, Prancis, yang memiliki hubungan dekat dengan AS selama Perang Revolusi, memutuskan akan mengakui negara Palestina di PBB pada September nanti.

    “Sesuai dengan komitmen historisnya untuk perdamaian yang adil dan abadi di Timur Tengah, saya telah memutuskan bahwa Prancis akan mengakui Negara Palestina. Saya akan membuat pengumuman resmi di Majelis Umum PBB pada bulan September,” kata Presiden Prancis Emmanuel Macron di media sosial X dan Instagram, Kamis (24/7/2025).

    Kurang dari sepekan, pernyataan Macron itu disusul Inggris. Diketahui, Inggris adalah sekutu terdekat AS, “Amerika Serikat tak punya sekutu yang lebih dekat daripada United Kingdom” demikian kata Departemen Luar Negeri AS menggambarkan kedekatan mereka.

    Inggris, kata Perdana Menteri Keir Starmer, siap mengakui negara Palestina kecuali Israel mengambil tindakan untuk mengizinkan lebih banyak bantuan ke Gaza, tak ada aneksasi Tepi Barat, dan berkomitmen untuk solusi dua negara. Langkah tersebut merupakan tanggapan Inggris atas kemarahan publik melihat krisis kelaparan di Gaza.

    Dukungan Barat atas negara Palestina juga datang dari negara-negara yang hadir dalam konferensi di New York yang dipimpin Prancis dan Arab Saudi akhir bulan lalu. Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noël Barrot mengatakan pihaknya dan 14 negara lain mengeluarkan deklarasi bersama mendukung Palestina dan terciptanya solusi dua negara.

    “Di New York, bersama 14 negara lainnya, Prancis mengeluarkan seruan kolektif: kami menyatakan keinginan kami untuk mengakui Negara Palestina dan mengundang mereka yang belum melakukannya untuk bergabung dengan kami,” tulis Barrot di X, Rabu (30/7/2025), dilansir France24.

    Negara yang masuk deklarasi tersebut antara lain Andorra, Australia, Kanada, Finlandia, Prancis, Islandia, Irlandia, Luksemburg, Malta, Selandia Baru, Norwegia, Portugal, San Marino, Slovenia, dan Spanyol.

    (kri/erd)



    Sumber : www.detik.com