Tag: depok

  • Liburan ke Studio Alam TVRI, Ini yang Dilarang



    Depok

    Sebagai tempat wisata ikonik, ada sejak tahun 1985, destinasi ini masih menjadi pilihan pelesiran oleh warga. Ternyata ada sejumlah larangan yang pengunjung di tempat ini, apa saja ya?

    Berlokasi di Jl. Studio Alam TVRI, Sukmajaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, tempat wisata ini terbuka untuk segala usia. Pepohonannya rindang, bahkan punya hutan sendiri.

    Dikenal sebagai tempat syuting, studio alam juga berteman baik dengan komunitas-komunitas di Kota Depok. Sebut saja komunitas air softgun, motor trail sampai treking. Hutannya menjadi tempat yang tepat untuk kembali ke alam di tengah padatnya pemukiman Depok.


    Irma, manager sales Studio Alam TVRI, menjelaskan ragam komunitas yang beraktivitas di sana. Dari semuanya ada satu yang membekas di ingatannya.

    Nostalgia ke Studio Alam TVRI DepokNostalgia ke Studio Alam TVRI Depok (Andhika Prasetia)

    “Ada satu komunitas yang tidak patuh dengan peraturan, mereka buang sampah sembarangan,” kata Irma.

    Bicara komunitas pasti bukan satu dua orang. Sampah yang berserakan setelah acara membuat pengelola sedih sekaligus sebal. Dia dengan tegas menindak komunitas itu.

    “Kalau tidak seusai dengan perjanjian, termasuk buang sampah sembarangan, bisa kita blacklist. Salah satunya, mereka,” kata Irma tanpa menyebutkan jenis komunitasnya.

    Selain buang sampah sembarangan, ada beberapa hal yang dilarang dilakukan oleh pengunjung:

    1. Dilarang menebang pohon

    Berada di bawah naungan Lembangan Penyiaran Publik (LPP), Studio Alam TVRI masih dikelola langsung oleh TVRI pusat. Setiap kegiatan yang dilakukan di sana akan dilaporkan ke pusat.

    Nostalgia ke Studio Alam TVRI DepokNostalgia ke Studio Alam TVRI Depok (Andhika Prasetia)

    2. Dilarang membawa speaker

    Saat piknik bersama keluarga, speaker biasanya menjadi salah satu barang wajib untuk menyatukan diri. Bisa bernyanyi atau bermain games bersama.

    Sayangnya, pengunjung dilarang untuk membawa speaker.

    “Kecuali, mereka yang menyewa tempat untuk event. Misalnya event senam bersama, itu boleh karena sudah sewa tempat. Tapi, kalau pengunjung biasa, nggak boleh,” katanya.

    3. Dilarang terbangkan drone

    Pengunjung dilarang untuk membawa drone. Alat ini disamakan dengan kegiatan syuting atau komersil. Jika pengunjung melanggarnya, maka akan dikenakan sanksi sebesar biaya syuting, yaitu Rp 3,5 juta.

    “Kecuali, mereka mau barter. Foto dan video bisa kita ambil sebagai bahan promosi,” jawab Irma.

    4. Dilarang nginap

    Studio Alam TVRIStudio Alam TVRI (Andhika Prasetia/detikFoto)

    Buat kamu yang belum tahu, Studio Alam TVRI tidak menyewakan tempat untuk kemping. Kegiatan menginap tidak boleh dilakukan di sana, kecuali menyewa asrama pusdiklat.

    “Asrama itu punya 20 kamar, satu kamar bisa untuk dua orang. Kalau mau melakukan pelatihan atau kegiatan menginap apa pun bisa menyewa pusdiklat,” kata dia.

    Semua kegiatan harus berakhir dalam satu hari. Pengunjung hanya boleh berada di sana sampai pukul 18.00 WIB.

    (bnl/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Alun-Alun Barat Depok, Kebanggaan Warga Sawangan, Cocok buat Berakhir Pekan



    Depok

    Depok mempunyai dua alun-alun, ada yang di bagian timur dan barat. Alun-alun Barat (Albar) menyuguhkan pesona tersendiri sebagai tempat kumpul warga.

    Taman Alun-Alun Dan Hutan Kota Depok (Albar) berada di Sawangan lama, Depok masuk lewat perumahan Shila Sawangan. Albar terasa berbeda dari Altim, yang berada di Grand Depok City, terutama kontur dan luasnya.

    Dibangun pada 2024, Albar memiliki luas 2,1 hektar. Lebih kecil dari Altim, tapi tampak lebih mencolok dengan Jembatan Juara di atas Setu Tujuh Muara.


    Jembatan sepanjang 168 meter itu menghubungkan kelurahan Sawangan dan Bojongsari. Dibuat dengan menggunakan sling, jadilah jembatan gantung khusus orang.

    Taman Alun-Alun Dan Hutan Kota Depok (Albar)Taman Alun-Alun Dan Hutan Kota Depok (Albar) (Rifkianto Nugroho/detikcom)

    Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Taman Hutan Raya (Tahura) Kota Depok Lintang Yuniar Pratiwi mengatakan jembatan itu aman dengan kapasitas 40-60 orang dalam satu waktu.

    “Motor nggak boleh lewat, sepeda juga. Hanya orang saja, karena ada CCTV, pos pantau dan keamanan,” katanya pada Kamis (14/5).

    Pengunjung atau warga yang ingin menyeberang tidak diperbolehkan untuk berhenti terlalu lama di tengah jembatan. Jalur jembatan pun dibuat khusus untuk dua arah, agar tidak ada kendaraan atau orang berkumpul di sepanjang area.

    “Jembatan kita fasilitasi penangkal petir, tapi kalau mulai mendung dengan potensi petir, akan kita tutup,” kata dia.

    Taman Alun-Alun Dan Hutan Kota Depok (Albar)Taman Alun-Alun Dan Hutan Kota Depok (Albar) (Rifkianto Nugroho/detikcom)

    Bukan cuma kendaraan bermotor, drone pun dilarang terbang tanpa izin.

    Selain jembatan gantung, Albar juga memiliki gedung serbaguna. Gedung berkapasitas 700-1.000 orang itu disewakan. Sejauh ini, mayoritas penyewa menggunakan gedung serbaguna itu untuk kegiatan sekolah atau hajatan.

    Dengan luas hanya setengah dari Altim, Albar didesain untuk terlihat lebih luas. Joging trek dipasang mengelilingi taman dengan variasi kolam dan sungai.

    Taman Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) berada di tengah. Perosotan, jungkat-jungkit, dan ayunan menjadi favorit anak-anak. Devan yang berusia dua tahun memilih perosotan sebagai kesukaannya.

    Taman Alun-Alun Dan Hutan Kota Depok (Albar)Taman Alun-Alun Dan Hutan Kota Depok (Albar) 9Rifkianto Nugroho/detikcom)

    “Iya tadi dia main perosotan,” kata salah satu ibu yang berkunjung pada Jumat (16/5).

    Saat pagi hari memang didominasi oleh keluarga yang membawa anak. Mereka bisa jogging, selagi anak bermain tanpa perlu khawatir.

    Salman, bayi yang berusia satu setengah tahun, juga ikut merasakan senangnya bermain di Albar. Bocah laki-laki itu berlarian di sepanjang jembatan tanpa alas kaki. Ia tampak senang, sesekali jongkok untuk melihat ke bawah air.

    “Sering saya bawa ke sini. Dia bisa bermain sambil berjemur kalau pagi-pagi,” kata ayah Salman.

    Hal lain yang menambah keestetikan Albar adalah kios khusus UMKM. Lintang berkata bahwa bangunan terdiri dari 12 unit yang diperuntukkan bagi 11 kecamatan dengan luas 3×3. Sayang, kios UMKM hanya buka di akhir pekan saja.

    Taman Alun-Alun Dan Hutan Kota Depok (Albar)Taman Alun-Alun Dan Hutan Kota Depok (Albar) (Rifkianto Nugroho/detikcom)

    “Untuk Kecamatan dua unit, karena lokasinya di Sawangan,” kata dia.

    Menurut Joni, seorang juru parkir Albar, alun-alun tersebut paling ramai dikunjungi saat akhir pekan. Warga sekitar datang pagi-pagi untuk olahraga. Minggu biasanya menjadi hari yang paling ramai pengunjung.

    “Di parkiran sini dibikin tiga layer, bisa sampai 300 motor,” kata dia.

    Di hari libur, parkir kerap overload, sementara pengunjung antre untuk masuk. Pengelola menyediakan parkir di sisi utara, parkir di bawah gedung serbaguna atau kantong parkir lainnya.

    “Kalau ada event kita koordinasi dengan petugas linmas dari kecamatan Bojongsari,” kata dia.

    Albar memang sengaja untuk memfasilitasi masyarakat Depok di bagian barat, sehingga pergerakan masyarakat tak melulu terpusat di Margonda. Masyarakat kini bisa menggunakan fasilitas berupa body gym, area akupuntur dan joging trek untuk berolahraga. Kawasan pohon jati di area jembatan gantung membuat suasana alun-alun semakin teduh.

    Alun-alun ini buka mulai pukul 06.00-18.00 WIB dan gratis.

    (bnl/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • 8 Wisata Jembatan Apung, Pesona View Sungai dan Aktivitas Masyarakat


    Jakarta

    Jembatan apung adalah alternatif wisata masyarakat yang menyajikan view kehidupan sungai dan kesibukan masyarakat sehari-hari. Apalagi jika jembatan apung didesain unik hingga menjadi objek wisata ikonik di suatu wilayah.

    Seperti sarana serupa lainnya, jembatan apung menghubungkan wilayah yang terpisah sungai. Jembatan apung menjadi pilihan konstruksi di wilayah dengan tanah labil, yang tidak memungkinkan untuk struktuk konvensional.

    1. Jembatan Apung Kapal Laut


    Jembatan ApungJembatan Apung Kapal Laut di Cilacap (dok. Kementerian PUPR)

    Alamat

    • Mangunjaya, Klaces, Kampung Laut, Cilacap, Jawa Tengah.

    Kapal Laut adalah jembatan apung pertama di Indonesia yang dibangun di tanah berstruktur lemah dan tidak memungkinkan untuk pondasi biasa. Jembatan Apung Kapal Laut menggunakan pondasi beton berongga disebut poton, yang bisa mengapung dan stabil sehingga bisa menjadi pijakan jembatan yang sangat kuat.

    Jembatan Apung Kapal Laut sepanjang 71 meter dan lebar 1,8 meter ini mulai digunakan masyarakat pada 2017. Fasilitas ini diharapkan bisa membantu warga Desa Ujung Alang dengan Desa Kleces menyeberang tanpa bergantung pada perahu warga. Tentunya jembatan ini menyediakan view yang sangat khas.

    “Tempatnya indah banget. Jika kapal bisa lewat tiap saat pasti lebih enak main di sini. Apalagi di sini nggak ada pungli. Semoga jembatan ini bisa dirawat dengan baik sehingga kualitasnya selalu baik,” tulis akun google Yoyo Warsino.

    2. Jembatan Perahu Apung H Endang

    jembatan perahu di karawang viral milik h endangjembatan perahu apung di Karawang viral milik H Endang (20Detik)

    Alamat

    • Dusun Kaumjaya RT 15 RW 004, Puseurjaya, Telukjambe Timur, Karawang, Jawa Barat.

    Jembatan yang dibangun pada 2010 ini menggunakan perahu ponton yang membelah badan sungai Citarum. Fasilitas jembatan menghubungkan Dusun Rumambe 1, Desa Anggadita, Kecamatan Klari dengan Desa Parungmulya, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang. Hasilnya, akses masyarakat menjadi lebih mudah menuju wilayah lain termasuk menuju Kawasan Industri Mitra (KIM).

    Tarif jembatan apung yang dibangun Haji Endang atau Muhammad Endang Junaedi ini adalah Rp 2 ribu per motor. Kini, masyarakat tak perlu mengeluh akses jalan yang terhambat atau harus muter jauh karena terhalang sungai. Dalam ulasan google review, jembatan ini mendapat respon positif.

    “Jembatan ini hanya untuk motor, bukan rute umum. Dengan tarif Rp 2 ribu bisa dapet view Citarum palig dekat dan indah di Karawang Kota,” tulis akun Jessica Hejichs.

    3. Jembatan Apung Bongas

    jembatan apung bongasJembatan Apung Bongas Foto: Jembatan Apung Bongas (BCL)

    Alamat

    • Desa Bongas, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

    Dalam ulasan google review dijelaskan, Jembatan Apung Bongas menghubungkan warga kampung Cilengkrang dan Balong yang sebetulnya masih dari Desa Bongas. Warga terpisah sejak puluhan tahun lalu akibat genangan waduk Saguling. Akibatnya, warga harus muter dan jalan jauh untuk mengunjungi keluarga satu desa.

    Dengan adanya Jembatan Apung Bongas yang selesai dibangun pada 2022, warga bisa menghemat waktu dan biaya perjalanan. Jembatan Apung Bongas dikenal juga sebagai Jembatan Balong Cilengkrang (BCL) yang terhubung juga dengan kampung Perlas RW 04 Desa Bongas. Jembatan apung ini tak hanya menopang kebutuhan transportasi warga, tapi juga punya view indah.

    “Jembatan yang sangat indah. Kepada semua pengguna jembatan, wajib berhati-hati dengan mengutamakan keselamatan dan kenyamanan bukan kecepatan,” tulis akun google Dadi Pebrianto.

    4. Jembatan Apung Leuwidulang Karanganyar-Tanjungjaya Cihampelas

    Jembatan Apung Leuwidolang.Jembatan Apung Leuwidolang dokumen tahun 2021 (google maps)

    Alamat

    • Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

    Jembatan ini menghubungkan Kampung Bunder, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Cihampelas dan Kampung Cimonyet, Desa Karang Anyar, Kecamatan Cililin, sehingga kerap disebut Jembatan Bucin (Bunder-Cimonyet). Adanya jembatan memudahkan pengguna yang ingin ke dua kecamatan tersebut atau wilayah lain, tanpa harus muter jauh atau bergantung pada perahu penyebrangan.

    Salah satu ulasan google review menyatakan, masyarakat yang ingin melintasi jembatan harus membayar Rp 5 ribu. Pengguna jembatan juga harus berhati-hati karena kerap agak licin dan ada bagian yang terasa lebih curam. Selain pejalan kaki, jembatan bisa dilintasi kendaraan roda dua. Tentunya, jembatan yang melintasi Waduk Saguling ini menyuguhkan view sangat indah.

    “Bagus, jembatannya terbaik dan bikin betah. Cocok buat foto-foto dan sekadar cuci mata. Buat yang mau melintas, jaga kebersihan ya. Jangan buang sampah sembarangan dan hati-hati,” tulis akun google Nadya Sabila.

    5. Ah Poong Sentul

    Ah Poong SentulAh Poong Sentul (Bekti Yustiarti/d’Traveler)

    Alamat

    • Cipambuan, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (ECOART PARK Sentul City).

    Ah Poong sebetulnya adalah kompleks kuliner tepi sungai dengan meja dan kursi yan menghadap ke perairan. Di sini ada pedagang kuliner yang bisa diakses pengunjung dengan perahu penyeberangan atau jembatan apung. Kompleks wisata ini buka Senin-Jumat pukul 10.00-21.00 dan Sabtu-Minggu jam 08.00-22.00.

    “Tempat makan keluarga yang cukup nyaman, sejuk dan unik. Sebelum masuk kita akan melewati jembatan gantung, lalu arena bermain anak. Di sini ada food court, taman, kolam ikan dan wahana permainan lain yang cocok menjadi lokasi weekend bersama keluarga,” tulis akun Alala Muliba.

    6. Jembatan Apung Surapatin

    Jembatan Surapatin di Bandung BaratJembatan Apung Surapatin di Bandung Barat Foto: Whisnu Pradana

    Alamat

    • Jl Pangauban, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

    Jembatan apung ini menghubungkan Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar dan Desa Girimukti, Kecamatan Saguling yang berada di sepanjang aliran sungai Citarum. Warga yang ingin melintas wajib membayar Rp 2 ribu untuk pejalan kaki dan Rp 5 ribu untuk motor. Untuk anak sekolah, guru, pegawai desa dan puskesmas cukup membayar satu kali saja.

    Fasilitas yang beroperasi sejak 2018 ini memiliki panjang 426 meter dengan lebar 2,75 meter dengan bahan utama kayu. Dikutip dari detikNews, Jembatan Apung Surapatin adalah milik Heri Supratikno seorang prajurit TNI. Saat ini jembatan tersebut dikelola keluarga Heri dan masyarakat setempat.

    Selain menyediakan kemudahan akses, jembatan ini memberikan peluang ekonomi bagi warga. Di sepanjang jembatan tersedia saung makan lengkap dengan budidaya ikan yang dikelola warga setempat. Para pelintas bisa selfie dan sekadar cuci mata melihat keindahan waduk Saguling.

    7. Jembatan Apung Sasak Bodas (Cangkorah)

    Alamat

    • Kampung Cangkorah, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

    Sesuai namanya, jembatan ini menghubungkan Kampung Cangkorah dan Kampung Saketando di Desa Cangkorah. Masyarakat yang ingin melintas harus bayar Rp 2 ribu untuk motor dan seribu rupiah bagi sepeda. Jembatan ini punya view indah beserta kuliner enak dan murah yang dikelola warga setempat.

    “Pemandangannya juara, makanannya enak-enak dengan harga yang aman. Tapi kayanya belum banyak yang tau karena sepi, mungkin karena aksesnya lumayan jauh dari Jalan Raya Batujajar,” tulis akun dwita septi.

    Pengunjung juga wajib berhati-hari karena ada bagian jembatan yang terasa licin dan suram. Selain itu plat jembatan yang terbuat dari kayu mulai lapuk sehingga wajib ada usaha perbaikan secepatnya.

    8. Jembatan Apung Situ Rawa Kalong

    Gubernur Jabar Ridwan Kamil telah meresmikan Situ Rawa Kalong di Kota Depok. Namun saat ini jembatan atau panggung apung di situ tersebut digembok.Jembatan Apung Situ Rawa Kalong di Kota Depok (Rengga Sencaya)

    Alamat

    • Situ (Danau) Rawa Kalong, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok.

    Jembatan apung ini adalah hasil revitalisasi Danau Rawa Kalong yang tadinya kumuh dan tidak terurus. Proyek revitalisasi Situ Rawa Kalong digawangi Pemkot Depok dan Pemprov Jawa Barat dengan total dana Rp 21 miliar. Jembatan yang didesain mengikuti arus air ini membelah danau seluas 8,5 hektar.

    Setelah diperbiki, Jembatan Apung Situ Rawa Kalong menjadi destinasi wisata baru bagi warga Jawa Barat. Warga bisa ambil foto, lihat-lihat pemandangan, atau menikmati kuliner sekitar danau.

    Buat detikers yang ingin menikmati healing tipis dan murah di wisata jembatan apung, sebaiknya update lebih dulu kondisi tujuan liburan terbaru. Update info memastikan jembatan apung masih beroperasi dalam kondisi baik dan layak.

    (row/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • 5 Tempat Back to Nature yang Ramah Anak, Murah, Sekitar Jakarta


    Jakarta

    Liburan back to nature adalah konsep memanfaatkan waktu melalui kegiatan yang lebih dekat dengan alam. Contoh kegiatannya adalah kunjungan ke kebun binatang, mencoba outdoor activity ramah lingkungan, dan kegiatan wisata edukasi lainnya.

    Tempat Wisata Back to Nature Ramah Anak dan Murah

    Berikut rekomendasi tempat wisata yang memungkinkan anak lebih dekat dengan alam.

    1. Taman Margasatwa Ragunan

    Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan (Jaksel) pada hari cuti bersama Waisak 2025, Selasa (13/5/2025).Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan Foto: Rumondang/detikcom

    Jam buka: Selasa-Minggu 07.00-16.00, Senin tutup


    Lokasi: Jl. RM Harsono Dalam Nomor 1, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan

    Tiket masuk: tiket hanya bisa diperoleh online atau offline dengan kartu Bank DKI (Jakcard). Satu kartu bisa digunakan untuk satu rombongan asal saldo mencukupi.

    • Anak: Rp 3.000
    • Dewasa: Rp 4.000
    • Sepeda: Rp 1.000
    • Motor: Rp 3.000
    • Mobil: Rp 6.000
    • Bus sedang: Rp 12.500
    • Bus besar: Rp 15.000

    Harga tiket belum termasuk tarif fasilitas dan layanan lain di Taman Margasatwa Ragunan.

    Ragunan jadi pilihan tepat bagi keluarga menghabiskan liburan back to nature, dengan mengenal kehidupan hewan di lingkungan sekitar. Anak dan keluarga bisa melihat hewan dari dekat, ngasih makan, dan foto bareng. Di sini ada Pusat Primata Schmutzer, taman satwa anak, serta beragam atraksi hewan.

    “Di sini cocok buat keluarga yang mau liburan, bisa bawa tikar, dan enjoy the view. Ada banyak hewan, tumbuhan, variasi makanan. Nggak cuma hiburan, tapi juga pendidikan tentang konservasi dan pentingnya menjaga kelestarian alam. Tiketnya juga murah dan sangat luas,” tulis akun google stefan Purwanto dalam reviewnya.

    Dengan melihat dari dekat, anak tak sekadar kenal tapi juga tumbuh rasa cinta pada hewan. Buat yang mau ke sini sebaiknya pilih jam pagi, saat sinar matahari belum terik dan bisa menjelajah lebih jauh. Jangan lupa bawa stroller, teruatama jika membawa anak kecil, agar tidak terlalu capai.

    2. Kampung Konservasi RIMBUN

    Kampung Konservasi RimbunKampung Konservasi RIMBUN Foto: (Syanti/detikcom)

    Jam buka: setiap hari 08.00-21.00

    Lokasi: Jl. H. Jamat Nomor 11, Ciater, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten

    Tiket masuk: gratis

    Destinasi ini benar-benar memberikan full wisata edukasi buat keluarga yang berkunjung. Mulai dari pintu masuk hinga arena kafe dan resto, kita bisa melihat kebun sayur, area tanam padi, dan tempat penjualan hasil panen. Kita juga bisa mencoba menumpuk padi menjadi gabah dengan alu dan lesung.

    “Tempatnya bagus, nyaman, sejuk,dan adem sangat cocok buat piknik anak-anak SD atau sekedar jalan-jalan. Di sini juga tempat belajar yang asyik dan menyenangkan tentang tanaman. Tenaga pengajarnya profesional,” tullis akun google Khairun Nafa terkat review Kampung Konservasi RIMBUN.

    Kalau ke sini, jangan lupa naik getek yang tersedia di RIMBUN bersama tenaga profesionalnya. Kita juga bisa mencoba paket fieldtrip, kemah, dan paket wisata lain yang tersedia. Selama piknik di sini, wajib hati-hari karena jalanan mungkin sedikit licin usai hujan.

    3. Kampung Main Cipulir (KMC)

    Tempat berlibur yang banyak wahana tak hanya di area terbuka saja. Cipulir mempunyai tempat berlibur yang luas di antara komplek dan perkampungan warga, lho.Kampung Main Cipulir (KMC) Foto: Muhammad Lugas Pribady

    Jam buka: setiap hari 08.00-16.00

    Lokasi: Jl. Masjid Jami’ Nurul Yaqin Gang H. Ali Sairi Nomor 1A, Grogol Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan

    Tiket masuk: Senin-Jumat Rp 7 ribu dan Sabtu, Minggu, hari libur Rp 8 ribu belum termasuk wahana dan fasilitas lain

    KMC adalah tempat outbond plus kolam renang yang menyediakan wisata edukasi back to nature. Kita bisa nanem pohon bersama tenaga profesional KMC, bersama rombongan dan pengunjung lain. KMC yang berada di lahan luas dan teduh ini sangat cocok buat kamu yang suka aktivitas di luar ruang (ourdoor).

    “Tempatnya bersiha dan aman untuk anak anak. Di sini ada arena dalam ruang, wahana bermain, musholla, dan kantin. Tempatnya sejuk kaya di Bogor dan cocok banget buat wisata keluarga. Di sini juga bersih, tapi kalau pas rame harus diperhatikan lagi,” tulis akun google review Moh Safa.

    Selain outbond dan wisata edukasi, di sini juga ada kolam renang dengan banyak permainan. Anak-anak bisa renang di sini bareng keluarga. Setelah lelah main-main, kita bisa makan dan istirahat di area kuliner atau duduk santai menikmati view serta area wisata yang terasa teduh.

    4. Taman Wisata Lebah (TWL)

    Taman Wisata Lebah di Cibubur tawarkan edukasi seru tentang lebah dan madu. Pengunjung bisa belajar budidaya lebah dan manfaat madu untuk kesehatan.Beternak lebah di Taman Wisata Lebah, Cibubur Foto: Hilalia Kani Juliana

    Jam buka: setiap hari 08.00-16.00

    Lokasi: Jl. Buperta Nomor 1, RT 8/RW 5, Cibubur, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur

    Tiket masuk: Senin-Jumat Rp 40 ribu, Sabtu-Minggu Rp 50 ribu

    Masuk TWL, kita disambut patung lebah yang sangat ikonik khas tempat wisata berikut kotak-kotak kayu berisi salah satu hewan paling produktif di dunia. Wisata edukasi di TWL sangat komprehensif mulai dari pengenalan jenis lebah, budidaya, pengambilan madu, hingga pengolahan produk turunan.

    “Untuk edukasi tentang lebah madu pastinya cukup puas. Ada pemandunya yang sangat informatif ke anak-amal. Habis wisata edukasi bisa langsung beli madu Pramuka di storenya. TWL ini cocok bagi semua umur untuk edukasi atau jalan-jalan di tempat teduh dan sejuk,” tulis review dari akun google Umar Wirahadi.

    Selain menyimak penjelasan, nonton video, praktik proses budidaya dan mengambil madu, kita bisa foto-foto di goa lebah. Setelah keliling TWL, kita bisa istirahat di kafe dan fasilitas lain yang tersedia. Buat tambahan, kita bisa lihat banyak kupu-kupu di TWL yang berperan dalam polinasi tumbuhan.

    5. Scientia Square Park (SQP)

    Mengisi libur akhir pekan yang bermanfaat tentunya jadi waktu yang sangt berharga. Nggak usah jauh-jauh, maen ditengah kota juga bisa asyik kok sambil ajak keluarga.Scientia Square Park Foto: Rachman Haryanto

    Jam buka: Senin-Jumat 07.00-20.00, Sabtu 06.00-22.00, Minggu 06.00-21.00

    Lokasi: Jl. Scientia Boulevard, Curug Sangereng, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten

    Tiket masuk: Senin-Jumat Rp 50 ribu, Sabtu-Minggu Rp 110 ribu tersedia piket bundling dengan wahana dan permainan.

    SQP bisa jadi pilihan tempat wisata berkonsep back to nature bagi warga Jabodetabek. Selain punya banyak pilihan wahana, kita bisa mencoba berbagai fasilitas kegiatan outdoor. Pilihan lain adalah foto dan kenalan dengan satwa di Teepee Barn, ngasih makan ikan koi dan hewan lain dalam kolam di Koi Feeding, atau main bersama kelinci di Bunnyville.

    Pilihan lainnya adalah interaksi dengan kerbau di David’s Family, lebih dekat dengan hewan di Petopia, dan mencoba nanem padi dalam program Paddy’s Field. SQP juga menyediakan program untuk orang dewasa dalam Kebun Kumara meliputi berbagai tahap berkebun. Mulai dari bikin kompos, menyiapkan lahan, memilih tanaman, mulai tanam, hingga perawatannya.

    Sebelum mengunjungi salah satu rekomendasi liburan back to nature, jangan lupa update info lewat medsos atau nomor kontak tempat wisata terkait. Pastikan layanan masih tersedia sebelum beli tiket dan menyusun itinerary selama di tempat wisata.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Nyamannya Sensasi Air Hangat Gunung Guntur di Cahaya Villas Garut



    Garut

    Berkali-kali liburan ke Garut, baru di akhir pekan kemarin akhirnya kami kesampaian menginap di Cahaya Villas. Tak seperti hotel dan penginapan lain, Cahaya Villas yang berlokasi di Jl. Cipanas Baru No. 83, Langensari memanfaatkan air panas alami dari Gunung Guntur untuk shower, kolam renang, maupun water parknya.

    Sekalipun demikian, air panas ini tak beraroma belerang dan tak bikin pedih di mata. Setelah menempuh perjalanan sekitar 4 jam dari Depok, saat check-in selepas Ashar bersama anak-anak kami langsung melepas penat dengan berenang di kolam renang. Benar-benar bikin fresh. Sementara istri memilih berendam di kolam Jacuzzi yang tersedia di setiap tipe villa.


    “Kami merupakan resort hotel yang mengakomodir semua segmentasi market (individu, family , komunitas, government & corporate),” tutur GM Cahaya Villa Antoni Gultom saat berbincang dengan detikTravel.

    Berdiri di atas lahan sekitar 18 ribu m2, Cahaya Villas yang beroperasi mulai Oktober 2018 dilengkapi hotel berkapasitas 120 kamar, dan 43 kamar villa untuk tipe standar, suites, dan penthouse. Cahaya Villas, kata Antoni, dilengkapi 2 ballroom, yakni Papandayan Meeting Hall berkapasitas 500 orang dan ⁠Cahaya Grand ballroom (1.200 orang).

    “Kalau untuk okupansi rata-rata per bulan 85%, kalau libur panjang Maulid pekan lalu tingkat hunian sampai 95%,” imbuh alumnus Akademi Perhotelan Aktripa Bandung itu.

    Tak seperti hotel dan penginapan lain, Cahaya Villas yang berlokasi di Jl. Cipanas Baru No. 83, Langensari memanfaatkan air panas alami dari Gunung Guntur untuk shower, kolam renang, maupun water parknya.  SFasilitas bermain perahu di Cahaya Villas Foto: Sudrajat

    Fasilitas lainnya, dari pengamatan selintas detikTravel Cahaya Villas dilengkapi area fitness, danau buatan untuk anak-anak dan keluarga bermain perahu, kafe, dan lainnya.

    Area parkir di halaman depan cukup luas. Untuk para tamu yang menginap di villa, setiap kendaraan dapat langsung diparkir di depan atau samping villa.
    Resto untuk sarapan cukup luas, menyajikan aneka menu lokal, Asia, maupun Eropa.

    Cahaya Villas, GarutCahaya Villas Hotel, Garut (Foto:Sudrajat/detikcom)

    Selain soal ras, vie ke arah Gunung Guntur yang seolah berada di pelupuk mata menjadi sensasi tersendiri. Di tengah menikmati sarapan, kebanyakan tamu asyik berselfie ria dengan latar gunung tersebut.

    “Semuanya sih oke, kecuali WiFi-nya agak lemot. Mungkin karena cuaca dan daerah ini dikelilingi pegunungan ya,” kata Mukti Rahardi, mahasiswa asal Semarang yang menginap bersama keluarganya.

    Ia terlihat menutup laptopnya dan kemudian asyik berselancar di dunia maya melalui iPhone di genggamannya.

    (jat/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Cara Menuju Perpustakaan Jusuf Kalla UIII dengan KRL dan TransJakarta


    Depok

    Perpustakaan Jusuf Kalla di Kompleks Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) menjadi oase bagi pendamba keheningan di tengah ramainya Depok. Di sini kita bisa mengerjakan tugas, kerja, atau sekadar baca buku dari koleksinya yang mencapai ribuan buku. Kita bahkan bisa mengikuti berbagai kegiatan yang dilaksanakan di sini.

    Bahkan perpustakaan ini bisa jadi destinasi liburan bareng keluarga atau healing sendirian. Buat detikers yang ingin ke perpustakaan Instagrammable dan cozy ini, berikut cara aksesnya dengan transportasi umum.

    Perpustakaan Jusuf Kalla di Kampus UIIIPerpustakaan Jusuf Kalla di Kampus UIII (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

    Mode transportasi umum jadi pilihan buat yang ingin liat salah satu perpustakaan terbesar di area Jabodetabek ini


    TransJakarta

    Jika memilih naik TransJakarta, detikes bisa naik jurusan Flyover Raya Bogor. Berikut beberapa pilihannya:

    • Rute 7B Kampung Rambutan-Blok M
    • Rute 7E Kampung Rambutan-Ragunan
    • Rute S22 Ciputat-Kampung Rambutan.

    Perjalanan bisa dilanjutkan menggunakan angkutan kota (angkot) nomor D37, lalu turun di depan kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII). Perjalanan juga bisa dilanjutkan dengan angkutan online.

    KRL

    Bagi detikers yang pilih KRL bisa turun di Stasiun Depok. Selanjutnya, detikers naik kendaraan online menuju Perpustakaan Jusuf Kalla UIII. Jarak Stasiun Depok-Perpustakaan Jusuf Kalla UIII sekitar 9 km dengan waktu tempuh kurang lebih 30 menit.

    Lokasi Perpustakaan Jusuf Kalla UIII

    Perpustakaan Jusuf Kalla UIII beralamat di Jalan Raya Bogor Km 33 Nomor 5, Cisalak, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat. Akses menuju perpustakaan bisa melalui gerbang utama kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII). Perpustakaan Jusuf Kalla berada di sisi kanan Gedung Joko Widodo di area kompleks UIII Depok.

    detikTravel sempat mengunjungi perpustakaan pada Rabu (8/10/2025) siang. Di sini, detikers akan merasakan suasana tenang dan sejuk kontras dengan cuaca Depok yang sangat panas. Suasana di perpustakaan ini cukup ramai, namun tetap tenang saat hari kerja.

    Koleksi Buku Perpustakaan Jusuf Kalla UIII

    Perpustakaan Jusuf Kalla di Kampus UIIIPerpustakaan Jusuf Kalla di Kampus UIII (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

    Perpustakaan 8 lantai ini memiliki koleksi ribuan buku dengan genre dan pengaturan sebagai berikut:

    • Buku ilmu komputer dan sistem informasi di rak 000
    • Buku filsafat dan psikologi di rak 100
    • Buku agama di rak 200
    • Buku tentang Islam, Babism, dan Bahai Faith di rak 297
    • Buku bahasa di rak 400
    • Buku ilmu pengetahuan di rak 500
    • Buku seni dan rekreasi di rak 700
    • Buku literatur di rak 800
    • Buku sejarah dan geografi di rak 900.

    Semua koleksi buku bisa diakses kecuali yang dalam pengawasan pengelola. Pengunjung tentunya harus melakukan registrasi lebih dulu dan membayar tarif masuk sebesar Rp 10 ribu. Setelah itu, traveler akan mendapatkan voucher Wi-Fi perpustakaan dengan kode unik dan kalung pengenal dari petugas.

    Barang bawaan pengunjung bisa disimpan dalam loker yang tersedia di lantai 1. Pengunjung tidak diperkenankan membawa makanan dan minuman ke dalam ruang baca, kecuali air putih. Selama di ruang baca, pengunjung diharapkan tidak ribut dan menjaga ketenangan.

    (row/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Butuh Tempat Ngerjain Tugas Nyaman? Bisa di Perpustakaan Jusuf Kalla UIII


    Depok

    Depok punya tempat yang cozy dan asyik banget buat mengerjakan tugas, baca buku, atau sekadar me time ke tempat hening. Tempatnya ada di Perpustakaan Jusuf Kalla kompleks Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Depok.

    Bangunan perpustakaan nggak cuma megah dan luas, tapi juga menyediakan fasilitas sesuai kebutuhan pengunjung. Misal AC yang dingin, Wi-Fi cepat, mushola, dan berbagai koleksi buku yang tersedia dengan tiket masuk Rp 10 ribu.

    “Di sini enak dan fasilitasnya lengkap. Kalau mau baca buku tersedia isu nasional bahkan luar negeri yang bikin pengetahuan kita makin luas,” kata Dafa salah seorang pengunjung yang sedang Work From Anywhere (WFA) kepada detikTravel.


    Perpustakaan Jusuf Kalla UIIIPerpustakaan Jusuf Kalla UIII (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

    detikTravel sempat mengunjungi perpustakaan yang disebut salah satu terbesar di Jabodetabek pada Rabu (8/10/2025) siang selepas azan Salat Zuhur. Suasana tenang dan hening langsung terasa, sangat kontras dengan kondisi Depok saat itu yang sangat panas.

    Dalam kunjungan ini, detikTravel sempat menelusuri perpustakaan berlantai 8 yang ketika hari kerja tidak banyak menerima tamu. Perpustakaan Jusuf Kalla memiliki ruang baca anak yang terletak di lantai 2 dengan berbagai jenis koleksi.

    “Alhamdulillah, sekarang bukunya udah semakin banyak, pas aku pertama kali ke sini bukunya baru sedikit. Di sini bisa bikin anak-anak suka baca buku,” kata pengunjung asal Depok ini.

    Perpustakaan Jusuf Kalla UIIIPerpustakaan Jusuf Kalla UIII (dok. Qonita Hamidah/detikTravel)

    Untuk anak usia 6-8 tahun tersedia aneka komik, sementara bagi umur 9-12 tahun beragam buku petualangan bisa diakses. Bagi remaja, ada banyak jenis buku fiksi yang cocok bagi pembaca di usia 13-18 tahun.

    Jalan-jalan di Perpustakaan Jusuf Kalla UIII

    Pengunjung bebas berlama-lama di perpustakaan ini asal masih dalam jadwal operasional pukul 09.00-21.00 WIB pada Senin-Jumat. Perpustakaan juga buka pada hari Sabtu pukul 09.00-16.00 WIB.

    Perpustakaan Jusuf Kalla UIIIPerpustakaan Jusuf Kalla UIII (dok. Qonita Hamidah/detikTravel)

    Ketika detikTravel datang ke perpustakaan ini, tiap pojoknya menyediakan buku yang bisa dibaca siapa saja. Buku dan bahan bacaan lain tersedia di lantai 1 yang diperuntukkan sebagai lobi dan area loker untuk pengunjung. Di lantai 2 tersedia studio siniar, CSIS Corener, koleksi Jusuf Kalla, referensi, dan buku langka.

    Naik ke lantai 3 ada aula baca besar, meja sirkulasi, ruang kerja, koleksi bahasa Inggris, kompilasi milik Prof MC Ricklefs. Di lantai selanjutnya, kita akan menemukan koleksi buku dalam bahasa Indonesia lengkap dengan area membaca. Koleksi dalam bahasa Arab serta ruang bacanya tersedia juga di perpustakaan tepatnya lantai 5.

    Suasana di lantai 3 cukup ramai, dengan sebagian besar pengunjung terlihat sibuk beraktivitas di depan laptop. Kondisi ini berbeda dengan lantai 4 yang suasananya lebih tenang dan hanya sedikit pengunjung.

    Bagi pengunjung yang sudah lelah menjelajahi perpustakaan, bisa istirahat di lantai 6 yang menyediakan mushola. Selain itu ada area membaca kasual dan koleksi buku lainnya. Perpustakaan masih punya lantai 7 yang berisi ruang meeting dan lantai Sedangkan di lantai 8 ada area teater yang bisa digunakan pengunjung.

    Fasilitas lift di perpustakaan ini hanya beroperasi dari lantai 3 hingga lantai 6. Jika ingin naik dari lantai 1 ke lantai 3, kita bisa menggunakan eskalator. Sementara untuk menuju lantai 7 dan 8, kita dapat menggunakan tangga darurat.

    Dengan semua fasilitas dan koleksi bukunya, Perpustakaan Jusuf Kalla di kompleks UIII bisa jadi pilihan tepat bagi yang ingin menyelesaikan pekerjaan, tugas, atau sekadar meningkatkan pengetahuan. Di setiap rak buku dan lembarannya, selalu ada inspirasi baru yang menanti untuk ditemukan.

    (row/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Koleksi Brankas di Museum Mandiri, Ada yang Beratnya Setara Gajah!



    Jakarta

    Museum Mandiri menyimpan koleksi brankas lawas di ruang bawah tanahnya. Di sana tersimpan brankas seberat 5 ton hingga sistem keamanan ganda peninggalan era kolonial.

    Bagi traveler pencinta wisata sejarah, berkunjung ke Museum Mandiri di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat bisa menjadi pilihan. Salah satu spot yang paling unik di museum ini terletak di lantai bawah (souterrain). Di sini pengunjung disambut brankas-brankas lawas dengan beragam bentuk dan ukuran.

    Traveler pasti sudah familiar dengan istilah ‘Brandkast’ atau lemari besi. Dilansir dari akun resmi Instagram Museum Mandiri (@museum_mandiri), kata ‘Brandkast’ berasal dari bahasa Belanda ‘Branden’ berarti membakar, dan ‘Kast’ berarti lemari, yang jika digabung bermakna lemari tahan api. Dalam bahasa Indonesia, dikenal dengan sebutan lemari besi.


    Koleksi brankas di Museum Mandiri, Jakarta BaratKoleksi brankas di Museum Mandiri, Jakarta Barat (Qonita Hamidah/detikTravel)

    Saat menuruni tangga menuju basement, traveler akan melihat deretan benda antik yang tertata rapi. Di antara koleksi tersebut, yang paling mencuri perhatian adalah berbagai model brankas lengkap dengan kuncinya. Ukurannya bervariasi, mulai dari yang kecil hingga sebesar lemari.

    Koleksi brankas di museum ini merupakan peninggalan bank-bank pendahulu Bank Mandiri, seperti NHM (Nederlandsche Handel-Maatschappij) dan beberapa bank lain yang berdiri setelah masa kemerdekaan. Brankas-brankas itu berfungsi sebagai pelindung aset penting seperti uang dan dokumen berharga.

    Terbuat dari baja tebal, brankas didesain tahan terhadap berbagai ancaman. Bahkan, jika terjadi kebakaran atau banjir, isi di dalamnya tetap aman dan utuh.

    Koleksi brankas di Museum Mandiri, Jakarta BaratKoleksi brankas di Museum Mandiri, Jakarta Barat (Qonita Hamidah/detikTravel)

    Salah satu koleksi paling mencolok adalah pintu brankas raksasa seberat sekitar 5 ton, setara dengan berat seekor gajah asia. Pintu nitu dulu digunakan sebagai pengaman ruang deposit ketika gedung Museum Mandiri masih difungsikan sebagai kantor NHM, dengan dinding setebal 100 cm.

    Terletak di lantai bawah Museum Mandiri, ruang koleksi ini bisa diakses melalui pintu samping gedung atau menuruni tangga dari lantai dasar. Di sisi timur ruangan, pengunjung bisa menemukan berbagai merk brankas lawas seperti Fichet, De Haas, Lips Belanda, Hobs, Hart & Co, Milners, hingga Waltz Safe & Lock Co asal Prancis.

    Brankas terbesar memiliki ukuran panjang 170 cm, lebar 75 cm, dan tinggi 200 cm. Semua koleksi ini diperoleh dari berbagai cabang Bank Mandiri di Indonesia, seperti dari Bandung, Cirebon, Surabaya, dan Medan.

    Ruang Kluis

    Lantai bawah gedung De Factorij NHM atau Museum Mandiri ini memiliki Ruang Kluis dengan luas 924 meter persegi. Setiap pintu baja di ruangan ini dilengkapi dua sistem keamanan ganda. Pertama, pemutar dial system dengan kombinasi nomor rahasia. Kedua, sistem waktu berbasis tiga jam mekanik yang terhubung langsung ke pengunci pintu.

    Menariknya, konsep keamanan seperti ini juga diterapkan di kantor pusat NHM di Amsterdam. Berdasarkan kontrak tertanggal 24 Februari 1925, perusahaan tersebut memasok 13 pintu lemari besi dengan konstruksi baja berat dan lapisan tahan api ganda, sebuah teknologi keamanan canggih di zamannya.

    Suasana sejarah itulah yang menjadi magnet masyarakat untuk berkunjung ke Museum Mandiri.

    Koleksi brankas di Museum Mandiri, Jakarta BaratKoleksi brankas di Museum Mandiri, Jakarta Barat (Qonita Hamidah/detikTravel)

    “Alasan datang ke sini (Museum Mandiri) pengen nyari spot liburan yang murah dan antik sama teman-teman, karena kalau liburan di Depok paling ke Margonda sudah biasa, jadi lagi pengen nyari suasana yang berbeda aja,” kata Karina, pengunjung asal Depok, kepada detikTravel, Sabtu (25/10/2025).

    Ruangan yang wajib dikunjungi di museum ini tentu saja adalah ruang bawah tanah, tempat brankas-brankas antik itu disimpan. Beberapa di antaranya berasal dari Inggris, seperti Retner Safe London dan Milner’s Patent London buatan awal 1900-an.

    Uniknya, brankas-brankas ini tersimpan di dalam brankas besar berbentuk ruangan dengan pintu baja berlapis jeruji besi, brankas di dalam brankas. Di dalamnya, terdapat 12 ruang kecil yang dahulu digunakan sebagai ruang privat nasabah prioritas.

    Koleksi brankas di Museum Mandiri, Jakarta BaratKoleksi brankas di Museum Mandiri, Jakarta Barat (Qonita Hamidah/detikTravel)

    “Di sini (ruang brankas) ada 12 ruangan kecil atau privat room yang zaman dulu digunakan untuk nasabah prioritas untuk menyimpan uang biar lebih privasi,” kata Icha, petugas Museum Mandiri.

    “Museum Mandiri lebih bagus dari museum lain di Kota Tua, dari interior dan infografik yang disajikan mudah dipahami pengunjung.” kata Silvi, pengunjung ruang brankas Museum Mandiri.

    Dengan melihat koleksi brankas itu, traveler bisa mendapatkan gambaran betapa ketatnya sistem keamanan perbankan zaman kolonial. Jadi, kalau detikers ingin menyelami sejarah dan melihat teknologi pengamanan uang di masa lampau, ruang bawah tanah Museum Mandiri wajib masuk daftar kunjungan berikutnya.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Jembatan Juara Depok, Spot Ikonik Gratis di Danau Setu 7 Muara


    Jakarta

    Kota Depok terus berbenah dengan berbagai infrastruktur yang kini memberikan daya tarik tersendiri bagi warganya, salah satunya adalah Jembatan Juara. Jembatan gantung ini merupakan jembatan yang menghubungkan daerah Sawangan dan Bojongsari yang terbentang di atas Danau Setu 7 Muara.

    Lokasi dan Keindahan Jembatan Juara

    Taman Alun-Alun Dan Hutan Kota Depok (Albar)Jembatan Juara di Taman Alun-Alun dan Hutan Kota Depok (Albar) Foto: Rifkianto Nugroho

    Pembangunan jembatan ini didasari oleh pemerataan infrastruktur di Kota Depok dan memberikan destinasi liburan bagi warga Depok dan sekitarnya. Diresmikan pada 20 September 2024, Jembatan Juara di buka untuk umum setiap hari Selasa-Minggu pukul 06.00-18.00 WIB.

    Jembatan Juara berbobot 1,2 ton dengan panjang 168 meter dan lebar 1,6 meter. Jembatan ini bisa menampung sekitar 40-60 orang secara bersamaan. Pengunjung atau warga yang menyeberang jembatan tidak diperbolehkan berhenti terlalu lama di tengah jembatan.


    Jembatan berwarna oranye tersebut didesain sebagai jembatan bagi pejalan kaki, sehingga kendaraan seperti sepeda atau motor dilarang melintasi jalur jembatan. Biasanya, jembatan ditutup saat cuaca mendung untuk menghindari risiko tersambar petir dan hal-hal yang tidak diinginkan.

    “Motor nggak boleh lewat, sepeda juga. Hanya orang saja, karena ada CCTV, pos pantau dan keamanan,” Ujar Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Taman Hutan Raya (Tahura) Kota Depok, Lintang Yuniar Pratiwi.

    Alun-alun dan Hutan Kota

    Di salah satu sisi Jembatan Juara, terdapat alun-alun dan hutan kota yang dibangun pada tahun 2024. Alun-alun barat ini kemudian disebut warga setempat sebagai Albar. Kawasan Albar memiliki luas sebesar 2,1 hektar yang dibuat sebagai tempat berlibur bagi warga Depok.

    Albar difasilitasi oleh jogging trek yang mengelilingi taman dengan pemandangan kolam dan sungai. Selain itu, Albar memiliki Taman Ruang Bermain Rumah Anak (RBRA) yang difasilitasi banyak permainan seperti: perosotan, jungkat-jungkit, dan ayunan.

    Menariknya, Albar dilengkapi dengan kios-kios khusus UMKM. Lintang Yuniar mengungkap, kios-kios tersebut terdiri dari 12 unit dengan luas 3×3 meter yang diperuntukkan bagi 11 kecamatan.

    Untuk masuk ke kawasan Albar pengunjung tidak dipungut biaya alias gratis, pengunjung cukup membayar biaya parkir sebesar Rp 3.000 saja. Albar buka setiap hari Selasa-Minggu pukul 06.00-18.00 WIB.

    Danau Setu 7 Muara

    Selain Albar dan hutan kota, Danau Setu 7 Muara menjadi ikon paling menarik perhatian di kawasan Jembatan Juara. Danau ini dikenal dengan keindahan alamnya yang memanjakan mata. Tak heran pengunjung yang melintasi jalur Jembatan Juara terpukau oleh keindahan Danau Setu 7 Muara.

    Banyak warga sekitar yang menjadikan danau ini sebagai tempat bersantai, memancing, atau sekedar menikmati pemandangan matahari terbenam. Keberadaan Danau Setu 7 muara ini menjadi daya tarik di kawasan Bojongsari, apalagi bagi warga yang menyeberangi area Jembatan Juara.

    (row/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Bank BRI Buka 15 Lowongan Kerja, Lulusan D3-S1 Bisa Daftar


    Jakarta

    Bank Rakyat Indonesia (BRI) tengah membuka sejumlah lowongan kerja 2025 melalui BRilian Banking Associate Program (BBAP). Sebagian lowongan dibuka untuk lulusan minimal D3 dan lainnya S1, dengan IPK minimal 2,75 dari skala 4,00.

    BRilian Banking Associate Program adalah program rekrutmen untuk menjaring talenta muda lulusan baru (fresh graduate) maupun yang berpengalaman untuk terjun dalam industri perbankan. Dikutip dari laman resminya, ada 15 lowongan kerja bank BRI yang sedang dibuka dalam payung BBAP.

    Para pendaftar yang lolos seleksi akan ditugaskan di berbagai daerah sesuai posisi yang dilamar. Di samping lokasi penempatan yang beragam, batas waktu pendaftaran juga berbeda-beda sesuai lowongan jabatan yang dibuka. Simak rinciannya di bawah ini.


    Lowongan Kerja Bank BRI 2025

    1. Relationship Manager Kredit Regional Office Medan

    Lokasi: Medan

    Batas waktu pendaftaran: 31 Oktober 2025

    2. Junior Associate Mantri Region 6 Jakarta 1

    Lokasi: Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Utara

    Batas waktu pendaftaran: 31 Oktober 2025

    3. Relationship Manager Bisnis Konsumer KPP/KPR Region 6 Jakarta 1

    Lokasi: Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Utara

    Batas waktu pendaftaran: 31 Oktober 2025

    4. Relationship Manager Bisnis Konsumer Briguna Region 6 Jakarta 1

    Lokasi: Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Utara

    Batas waktu pendaftaran: 31 Oktober 2025

    5. Relationship Manager Dana dan Transaksi Region 6 Jakarta 1

    Lokasi: Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Utara

    Batas waktu pendaftaran: 31 Oktober 2025

    6. Junior Associate Mantri Region 11 Yogyakarta

    Lokasi: Yogyakarta

    Batas waktu pendaftaran: 31 Oktober 2025

    7. Relationship Manager Kredit Regional Office Padang

    Lokasi: Padang

    Batas waktu pendaftaran: 13 November 2025

    8. Relationship Manager Dana dan Transaksi Regional Office Padang

    Lokasi: Padang

    Batas waktu pendaftaran: 13 November 2025

    9. Junior Associate Mantri Regional Office Padang

    Lokasi: Padang

    Batas waktu pendaftaran: 13 November 2025

    10. Relationship Manager Kredit Region 11 Yogyakarta

    Lokasi: Yogyakarta, Solo, Kedu, Banyumas

    Batas waktu pendaftaran: 30 November 2025

    11. Relationship Manager Kredit Region 8 Jakarta 3

    Lokasi: Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Tangerang dan Tangerang Selatan, Serang, Cilegon, Pandeglang, Labuan, Balaraja, Rangkasbitung

    Batas waktu pendaftaran: 31 Desember 2025

    12. Relationship Manager Kredit Region 6 Jakarta 1

    Lokasi: Jakarta Timur, Jakarta Pusat, Jakarta Utara

    Batas waktu pendaftaran: 31 Desember 2025

    13. Relationship Manager Dana dan Transaksi Region 7 Jakarta 2

    Lokasi: Jakarta Selatan, Bekasi, Bogor, Cibinong, Depok, Cikarang, Cikampek, Karawang

    Batas waktu pendaftaran: 31 Desember 2025

    14. Relationship Manager Bisnis Konsumer KPP/KPR Region 7 Jakarta 2

    Lokasi: Jakarta Selatan, Bekasi, Bogor, Cibinong, Depok, Cikarang, Cikampek, Karawang

    Batas waktu pendaftaran: 31 Desember 2025

    15. Junior Associate Mantri Region 7 Jakarta 2

    Lokasi: Jakarta Selatan, Bekasi, Bogor, Cibinong, Depok, Cikarang, Cikampek, Karawang

    Batas waktu pendaftaran: 31 Desember 2025

    Cara Daftar Bank BRI

    • Buka https://e-recruitment.bri.co.id
    • Pilih salah satu lowongan yang dibuka atau cari berdasarkan posisi dan /atau area
    • Siapkan persyaratan dokumen dan video
    • Mendaftar melalui situs E-Recruitment
    • Isi link Google Form yang disediakan

    Panduan dan pengisian data untuk melamar lowongan kerja Bank BRI BBAP 2025 yang sedang dibuka dapat diakses melalui https://e-recruitment.bri.co.id. Semoga bermanfaat, detikers.

    (twu/pal)



    Sumber : www.detik.com