Tag: dermatitis kontak

  • Buat yang Punya Alergi, Jangan Pernah Taruh Tanaman Ini di Rumah!


    Jakarta

    Menaruh tanaman hias di dalam rumah bisa menjadi pilihan dekorasi sekaligus membuat ruangan tampak asri. Namun harus hati-hati ya saat memilih tanaman hias karena bisa menjadi alergen bagi penghuni rumah yang memiliki alergi.

    Ya, beberapa tanaman memang bisa memicu reaksi alergi pada seseorang. Jangan sampai niat hati ingin membuat rumah tampak indah tapi malah bikin susah.

    Nah, berikut ini ada beberapa tanaman yang sebaiknya tidak ditanam di rumah karena bisa memicu alergi. Ini informasinya.


    1. English Ivy

    Ivy, Flower Pot, Indoors, Plant, Potted PlantEnglish ivy Foto: Getty Images/Haizhan Zheng

    Tanaman rambat yang satu ini kerap menjadi pilihan bagi pemilik rumah untuk mempercantik halaman. Walau demikian, penderita alergi sebaiknya hindari tanaman ini karena bisa menyebabkan bersin-bersin.

    Selain itu, dilansir dari Real Simple, ahli tanaman dan pendiri blog The Houseplant Guru, Lisa Eldred Steinkopf menyarankan untuk menggunakan sarung tangan saat mengurus English ivy. Hal itu karena tanaman tersebut mengandung falcarinol yaitu suatu kandungan yang bisa menyebabkan iritasi kulit.

    2. Rubber Plant

    Peperomia raindrop plant stand on concrete wall background. Home gardening. Banner with copy space.Rubber plant. Foto: Getty Images/iStockphoto/Anna Ostanina

    Tanaman hias yang satu ini juga menjadi langganan yang ada di rumah karena mudah beradaptasi. Tapi, tanaman ini bisa jadi bukan pilihan yang tepat bagi penderita alergi.

    Rubber plant menghasilkan zat putih yang disebut lateks yang merupakan sumber utama karet. Kalau terkena getahnya, bisa membuat tubuh gatal-gatal.

    “Saat memangkas tanaman ini, berhati-hatilah agar getahnya tidak mengenai kulit Anda, terutama jika Anda alergi lateks. Getahnya dapat menyebabkan iritasi kulit, gatal-gatal, dan kesulitan bernapas,” ujar ahli tanaman dan pendiri Plants with Krystal, Krystal Duran, dikutip dari Real Simple, Kamis (25/9/2025).

    3. Lili Perdamaian

    Peace Lily in white flower pot on wood with black background. spathiphyllum houseplant for Valentines DayPeace Lily atau lily perdamaian. Foto: Dok. Istock

    Bunga cantik ini langganan menjadi pilihan banyak orang untuk ditanam di rumah. Namun, tanaman ini ternyata bisa memicu alergi.

    4. Geranium

    Selective focus on Geranium flowers pot with blurred background of light interior of open work space office with desks, chairs and green plants. Coworking. Minimalism business style. Copy spaceGeranium Foto: iStock

    Bunga geranium yang beraroma (scented geranium) bisa memicu alergi dari aromanya yang cukup kuat. Sebaiknya penderita alergi pikir-pikir lagi kalau mau tanam ini di rumah.

    “Hindari penggunaan geranium beraroma (pelargonium) sebagai tanaman hias jika Anda memiliki alergi, aromanya yang kuat dapat berpotensi mengiritasi dan menyebabkan gatal-gatal atau dermatitis kontak,” kata ahli alergi bersertifikat dan juru bicara Yayasan Asma dan Alergi Amerika (AAFA) Dr. John James, M.D., dikutip dari Martha Stewart.

    5. Pakis

    Jenis tanaman hias pakis-pakisanJenis tanaman hias pakis-pakisan Foto: Instagram @airy_garden_official

    Pakis adalah tanaman hias yang indah dengan dedaunan yang rimbun, tetapi bisa mengganggu penderita alergi karena adanya spora.

    “Akhirnya, spora kecil di bagian belakang daun pakis akan pecah, atau terbuka, dan melepaskan partikel kecil serbuk sari yang tidak menyenangkan ke udara, yang merupakan agitator,” tutur pemilik Mosaic Home & Garden Center, Joe Moussa.

    Tips Memilih Tanaman untuk Penderita Alergi

    Masih dilansir dari Martha Stewart, bagi penderita alergi yang masih ingin merawat tanaman, sebaiknya tanyakan dulu ke ahlinya, misalnya ahli tanaman atau ahli alergi. Beri tahu mereka kondisi penderita alergi, nantinya para ahli tersebut akan menyarankan tanaman yang aman untuk ditanam.

    Selanjutnya, pastikan tanaman bebas debu untuk mencegah alergi kambuh. Lalu, rawat agar tanaman tidak ditumbuhi jamur yang bisa memicu alergi juga.

    Untuk menghindari atau mengurangi masalah terkait jamur, Dr. James menyarankan untuk memperhatikan jenis tanaman hias yang dimiliki dan kondisi tempat penyimpanannya. Pembersihan rutin dan ventilasi yang baik dapat mencegah masalah tersebut.

    “Jamur tumbuh subur dalam kondisi lembap dan basah, dan sporanya dapat menyebar di udara,” ujarnya.

    Ia menambahkan, mengurangi kelembapan dengan menggunakan pembersih udara juga bisa membantu mencegah pertumbuhan jamur.

    Itulah beberapa tanaman yang sebaiknya tidak ditanam di rumah terlebih bagi penderita alergi.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tisu Magic, Kegunaan hingga Dampak Pemakaian


    Jakarta

    Ejakulasi dini merupakan permasalahan umum yang dialami oleh pria. Dilansir dari Journal of Men’s Health bahwa ejakulasi dini dialami oleh 30-40% populasi pria di dunia.

    Untuk mengatasi hal tersebut, terdapat beberapa terapi yang biasanya dilakukan di dunia medis meskipun kesuksesannya terbatas bahkan manfaat terapi hilang dalam waktu dekat.

    Oleh karena itu, banyak yang memilih jalan instan dengan memakai tisu magic atau tisu benzocaine untuk mengatasi ejakulasi dini. Namun, apakah cara ini efektif? Simak penjelasannya di sini!


    Cara Kerja Tisu Magic

    Tisu magic merupakan tisu basah yang dipercaya dapat menangani ejakulasi dini pada pria. Penggunaannya cukup dengan mengoleskan tisu pada penis sebelum melakukan hubungan seksual.

    Kemudian tunggu kering dan cuci penis yang telah diolesi tisu dengan air hangat sebelum melakukan penetrasi.

    Cara kerja tisu magic adalah dengan memberikan rasa kebal dan mengurangi sensitivitas pada penis sehingga penggunanya tidak akan merasakan sensasi penetrasi saat bersenggama.

    Hal tersebut kemudian dapat membuat penis ereksi lebih lama dan menunda proses ejakulasi. Namun penggunaan tisu magic ini tentu mengurangi kenikmatan saat melakukan hubungan seksual.

    Kandungan Tisu Magic yang Menimbulkan Efek Samping

    Tisu magic dikenal juga dengan tisu benzocaine karena kandungannya. Tisu ini mengandung bahan aktif seperti 4% benzocaine/benzalkonium cholirde dan bahan tidak aktif seperti ethyl alcohol atau etanol, Cocamidopropyl betaine, Polyethylene oxide, Triclosan, dan parfum.

    Beberapa tisu magic juga mengandung bahan-bahan alami seperti ekstrak lidah buaya yang dapat melembapkan dan melembutkan kulit.

    Meskipun tiap tisu magic memiliki kombinasi kandungan yang berbeda-beda namun kegunaan semua tisu magic ini sama, yaitu untuk mencegah ejakulasi dini.

    Di antara bahan-bahan di atas terdapat bahan yang dapat menimbulkan efek samping seperti alergi, iritasi kulit, hingga disfungsi ereksi.

    1. Ethyl Alcohol

    Ethyl alcohol termasuk kandungan yang banyak digunakan dalam tisu magic. Ethyl alcohol atau etanol ini dapat menyebabkan masalah pada kulit karena dapat membuat kulit kering, menimbulkan rasa perih dan menyengat pada kulit.

    2. Triclosan

    Triclosan merupakan salah satu bahan antiseptik yang dapat berfungsi sebagai pembunuh bakteri penyebab infeksi. Penggunaan triclosan dengan tidak hati-hati dapat membuat kulit mengalami kerusakan karena alergi dan iritasi.

    3. Benzalkonium chloride/Benzocaine

    Kandungan utama dari tisu magic adalah benzocaine atau sering disebut juga Benzalkonium chloride ini memiliki potensi iritasi.

    Penggunaan benzocaine dapat menimbulkan efek samping seperti ruam , kulit mengelupas, pembengkakan, dan iritasi kulit yang parah.

    4. Parfum

    Kandungan parfum juga memiliki berbagai efek samping yang dapat ditimbulkan. Bukan hanya berdampak pada saat terserap ke kulit tapi memiliki dampak juga saat terhirup aromanya. Parfum menjadi salah satu zat penyebab utama dermatitis kontak.

    Efektivitas Tisu Magic

    Berdasarkan hasil penelitian di Journal of Men’s Health yang melakukan uji coba secara random pada 21 pria menunjukkan hasil peningkatan yang signifikan dalam waktu ereksi menuju proses ejakulasi.

    Peningkatan terlihat dari waktu ereksi hingga ejakulasi yang dihitung menggunakan stopwatch meningkat sebanyak lebih dari 100 detik. Namun penelitian ini disertai juga dengan terapi khusus untuk mengatasi ejakulasi dini dari medis.

    Adapun efektivitas tisu magic sebagai satu-satunya cara untuk mengatasi ejakulasi dini masih belum terbukti secara ilmiah.

    Cara Mengatasi Ejakulasi Dini yang Lebih Efektif

    Alih-alih menggunakan cara instan untuk mengatasi ejakulasi dini, ada beberapa cara yang dapat meningkatkan kualitas hubungan seksual.

    Selain berkonsultasi langsung kepada dokter, berikut cara-cara alami yang dapat dicoba:

    • Rajin olahraga
    • Tidak merokok
    • Mengurangi stres
    • Melakukan senam kegel
    • Mengonsumsi makanan sehat dan gizi seimbang

    Dampak Pemakaian Tisu Magic

    Jika mengalami ejakulasi dini ada baiknya untuk segera konsultasikan ke dokter spesialis kelamin untuk penanganan lebih lanjut.

    Meski tisu magic memberikan hasil yang instan namun penggunaannya secara jangka panjang ini kurang baik. Berikut beberapa dampak dari penggunaan tisu magic secara berkala:

    • Menurunnya kepekaan pada penis
    • Memicu luka atau iritasi pada vagina yang sensitif
    • Berisiko tumbuhnya jamur pada wanita
    • Berisiko mengidap infeksi saluran kencing pada wanita
    • Kandungan tisu magic yang masuk ke dalam vagina juga dapat menyebabkan wanita lebih lama mencapai orgasme
    • Mengurangi kenikmatan hubungan seksual

    Itulah penjelasan mengenai tisu magic. Ada baiknya untuk berkonsultasi dulu ke dokter sebelum penggunaan tisu magic. Semoga informasi di atas dapat membantu ya, detikers!

    (inf/inf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy