Tag: detikproperti

  • Jangan Asal Sedot! Ini Waktu Tepat Bersihkan Septic Tank


    Jakarta

    Septic tank adalah tangki di bawah tanah yang berfungsi mengolah limbah rumah tangga. Sisa uraian kotoran lama-lama bisa menumpuk di dalam tangki.

    Pemilik perlu memanggil jasa sedot septic tank secara berkala agar tangki tidak penuh. Jika dibiarkan, kotoran akan terus menumpuk sampai menyebabkan toilet mampet.

    “Itu karena septic tank-nya penuh. Makanya ketika disiram air, dia masuknya itu ketahan karena sudah tidak ada space di dalam septic tank-nya,” ujar Pemilik PT Argajasa Mandiri, penyedia jasa sedot septic tank, Basuki kepada detikcom beberapa waktu lalu.


    Untuk waktu penyedotan septic tank, ia mengatakan hal itu tergantung pada jenis septic tank yang digunakan. Jenis septic tank yang biasanya ditemui di rumah ada yang model konvensional dan biotank.

    Lalu, kapan saat yang tepat untuk sedot septic tank? Berikut ini penjelasannya.

    Kapan Septic Tank Perlu Disedot?

    Inilah waktu ideal untuk sedot septic tank berdasarkan jenisnya.

    Septic Tank Konvensional

    Pemilik tidak perlu sering menyedot septic tank konvensional. Sebab, jenis tangki ini dasarnya berupa tanah sehingga limbah yang masuk bisa meresap ke bawah.

    “Kalau bicara berapa lama perlu disedot itu tergantung dari kondisinya. Biasanya kalau di rumah-rumah yang di perkampungan atau di dataran agak tinggi yang tanahnya nggak basah itu bisa 10-20 tahun nggak akan penuh karena dia peresapan tanahnya bagus sehingga air atau kotoran yang masuk itu akan meresap terus,” jelasnya.

    Septic Tank Biotank

    Berbeda halnya dengan septic tank biotank perlu lebih sering dikuras. Jenis tangki ini berbentuk seperti toren air. Biotank sebaiknya dikuras minimal 1-2 tahun sekali supaya tangkinya tidak penuh.

    “Untuk yang septic tank model begini justru butuh perawatan, jadi dia perlu disedot misalnya 1-2 tahun sekali itu sifatnya hanya untuk treatment saja. Dia nggak disedot selama 5-10 tahun juga nggak masalah, karena dia tetap bersirkulasi terus. Tetapi tetap dianjurkan untuk disedot minimal 1-2 tahun sekali untuk treatment saja,” jelasnya.

    Pertanda Septic Tank Perlu Disedot

    Jika tak tahu kapan terakhir kali sedot septic tank, pemilik bisa mengidentifikasi ciri-ciri tangki penuh. Berikut ini pertanda saatnya sedot septic tank.

    1. Toilet Mampet

    Salah satu tanda septic tank penuh adalah toilet mampet. Jika air masih menggenang saat disiram atau flush, sebaiknya hubungi jasa sedot WC.

    “Itu karena septic tank-nya penuh. Makanya ketika disiram air, dia masuknya itu ketahan karena sudah tidak ada space di dalam septic tank-nya,” ujarnya.

    2. Toilet Bau

    Kemudian, bau tak sedap dari dalam kloset juga pertanda septic tank penuh. Bau itu muncul karena pipa udara terendam air sehingga tidak dapat mengeluarkan udara dari dalam septic tank. Namun, hal ini tidak sering terjadi karena tergantung pemasangan pipa udara.

    “Jadi karena uapnya itu biasanya masuk balik. Jadi septic tank itu kan ada pipa udara yang ke atas, biasanya kalau septic tank-nya penuh, pipanya itu biasanya terendam air sehingga hawa udara yang harusnya keluar lewat pipa itu dia akan keluarnya cari celah ke jalur pipa yang mengarah ke kloset, sehingga ruangan klosetnya biasanya timbul bau,” tuturnya.

    3. Air Septic Tank Meluap

    Selain itu, air septic tank bisa meluap keluar dari tangki kalau penuh. Hal itu terjadi kalau tutup tangki tidak ditutup dengan rapat.

    “Tapi ini jarang sih. Biasanya ini hanya kasus-kasus yang penutupannya kurang kencang atau ada pipa udaranya yang nggak di ke atasin,” tuturnya.

    Itulah informasi seputar penyedotan septic tank agar tangki tidak penuh. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Bisa Dicoba! 6 Tips Dekorasi Simpel yang Bikin Rumah Terasa Sejuk


    Jakarta

    Cuaca panas ekstrem belakangan ini membuat tubuh jadi terasa sangat gerah. Kondisi ini membuat sebagian orang memilih untuk bertahan di rumah saat siang hari.

    Sayangnya, cuaca panas dari luar juga bisa masuk ke dalam rumah sehingga ruangan terasa pengap. Solusi paling ampuh adalah dengan menyalakan kipas angin atau AC.

    Namun, kipas angin dan AC yang menyala terus-menerus bikin listrik cepat boros. Alhasil, tagihan listrik akan membengkak gegara mengatasi panas di siang hari.


    Daripada harus menyalakan kipas angin atau AC seharian, ada cara lain untuk mendinginkan ruangan agar terasa lebih sejuk, yakni dengan mendekorasi rumah secara tepat. Ingin tahu cara dekorasi yang tepat? Simak dalam artikel ini.

    Dekorasi Simpel yang Bikin Rumah Terasa Sejuk

    Terkadang, ada sejumlah perabotan atau dekorasi yang bisa memicu hawa panas di dalam rumah. Dilansir situs Real Simple, berikut tips dekorasi simpel yang bikin rumah jadi adem:

    1. Hindari Pasang Karpet Berbulu

    Memasang karpet berbahan wol atau bulu halus ternyata bisa memicu hawa panas di dalam rumah, lho. Meski tampak estetis, tapi baham material ini dapat menghangatkan ruangan karena berfungsi sebagai isolator termal yang baik.

    Penggunaan karpet berbahan wol atau bulu halus lebih cocok digunakan pada musim dingin. Sayangnya, Indonesia termasuk negara tropis yang hanya memiliki dua musim, yakni musim panas dan musim hujan.

    2. Pasang Tirai atau Gorden di Jendela

    Memasang tirai atau gorden di jendela rumah dapat membantu mencegah sinar matahari dan hawa panas masuk ke dalam rumah. Dengan begitu, ruangan jadi tidak terlalu panas dan terasa lebih sejuk.

    3. Pilih Warna Cat Dinding yang Sejuk

    Pemilihan warna cat dinding juga dapat memengaruhi suhu ruangan. Jika memilih warna-warna hangat seperti cokelat, merah, dan jingga dapat menciptakan hawa hangat dalam ruangan.

    Agar rumah terasa lebih adem, disarankan untuk memilih warna seperti putih, abu-abu, atau pastel. Warna ini membuat ruangan terasa segar dan lapang.

    4. Letakkan Tanaman Hijau

    Tips dekorasi rumah selanjutnya adalah dengan meletakkan tanaman hijau di dalam rumah. Tak hanya membuat ruangan jadi tampak estetis dan asri, tapi juga menciptakan suasana sejuk pada rumah.

    Saat memilih tanaman hias, pastikan tanaman tersebut dapat tumbuh di dalam ruangan. Beberapa jenis tanaman yang cocok di dalam rumah seperti lidah mertua, peace lily, sirih gading, dan lidah buaya.

    5. Pasang Kipas Angin Gantung

    Tidak hanya menyejukkan ruangan, memasang kipas angin gantung di langit-langit rumah juga memberikan kesan estetika. Sebaiknya pilih kipas angin dengan motif kayu agar ruangan terlihat lebih cantik.

    Kini, sudah banyak kipas angin gantung yang menggunakan remot. Dengan begitu, kecepatan kipas angin bisa diatur secara praktis.

    6. Hindari Aksesoris Berwarna Gelap

    Ketika cuaca panas tengah melanda, copot aksesoris atau dekorasi rumah yang berwarna gelap. Soalnya, benda-benda berwarna gelap dapat menyerap lebih banyak panas daripada yang terang.

    Itulah enam tips dekorasi simpel yang membuat rumah terasa lebih sejuk. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cuaca Ekstrem Bikin Atap Mudah Rusak, Ini Solusi dari Ahlinya!



    Jakarta

    Beberapa hari terakhir, hujan deras disertai angin kencang mulai mengguyur Jakarta secara tiba-tiba. Padahal, sebelumnya cuaca tampak cerah tanpa adanya pertanda akan turun hujan.

    Kondisi ini terjadi sejak itu Rabu (22/10/2025) kemarin. Hujan deras disertai angin dan petir terjadi secara merata hampir di seluruh wilayah Jakarta. Kondisi tersebut menjadi pengingat penting untuk segera melakukan perawatan atap rumah, agar rumah terhindar dari permasalahan atap.

    Kontraktor dari Rebwild Construction, Wildan, menjelaskan kebocoran menjadi masalah yang paling sering terjadi saat musim hujan. Hal ini umumnya disebabkan oleh penutup atap yang mulai rusak atau karena cuaca ekstrem seperti hujan deras dan angin kencang.


    “Untuk atap rumah pasti yang umumnya itu terjadinya kebocoran rumah, baik dari penutup atapnya atau memang karena kejadian-kejadian luar biasa seperti hujan beserta angin kencang ataupun badai,” kata Wildan kepada detikProperti, Kamis (23/10/2025).

    Atap adalah pertahanan utama terhadap cuaca ekstrem dan tanpa perawatan yang tepat, kerusakan seperti kebocoran bisa datang tiba-tiba. Karena itu, penting bagi pemilik rumah untuk segera memastikan kondisi atap rumah dalam keadaan sehat.

    Tanda-tanda Awal Atap Mulai Bermasalah

    Setiap jenis atap memiliki karakteristik dan tingkat ketahanannya masing-masing, sehingga cukup sulit menentukan jenis atap yang paling rentan rusak saat musim hujan. Namun, secara umum, atap yang sudah berusia lama, memiliki sambungan yang longgar, atau dipasang tanpa perhitungan kemiringan yang tepat cenderung lebih mudah mengalami kebocoran.

    Berikut beberapa tanda yang menunjukkan atap rumah mulai mengalami masalah.

    • Adanya cahaya matahari yang masuk melalui atap (lubang kecil atau sambungan yang renggang)
    • Plafon menjadi basah atau muncul noda air di langit-langit
    • Suara tetesan air saat hujan deras
    • Talang atau pipa pembuangan air atap rusak atau kotor
    • Rangka atap mulai terlihat lemah atau sambungan reng dan kaso longgar

    Langkah Perawatan Atap Sebelum Musim Hujan

    Melakukan persiapan sebelum hujan deras menjadi langkah penting untuk mencegah kerusakan yang lebih parah. Dengan perawatan sejak awal, risiko kebocoran atau kerusakan atap bisa diminimalkan.

    Berikut langkah-langkah perawatan yang dapat diterapkan.

    1. Lakukan Pemeriksaan Atap Secara Menyeluruh

    Pemeriksaan dapat dilakukan dengan mengamati kondisi atap secara langsung dari dalam rumah. Jika tampak celah atau lubang kecil yang masih ditembus cahaya matahari, hal itu menandakan adanya potensi kebocoran yang dapat menimbulkan masalah saat hujan turun.

    “Pengecekan disini bisa dilakukan dengan melihat langsung kondisi atap, jika ada lubang-lubang yang cahaya mataharinya masuk, bisa dipastikan itu akan menjadi sumber kebocoran di kemudian hari,” ujarnya.

    2. Bersihkan Saluran Air di Sekitar Atap

    Menjaga kebersihan talang dan pipa pembuangan air sangat penting agar aliran air hujan tetap lancar. Daun kering, debu, atau kotoran yang menumpuk bisa menyumbat saluran air dan menyebabkan genangan, bahkan kebocoran di area atap. Dengan membersihkannya secara rutin, risiko kerusakan akibat air yang meluap dapat diminimalisir.

    3. Periksa Lapisan Waterproofing pada Atap

    Lapisan waterproofing berfungsi melindungi atap dari rembesan air hujan, terutama pada area datar atau balkon. Jika lapisan ini mulai mengelupas, air dapat meresap ke struktur bangunan dan menimbulkan kebocoran.

    4. Pastikan Ventilasi Atap Berfungsi dengan Baik

    Ventilasi atap berperan penting dalam mengatur sirkulasi udara agar panas dan kelembaban tidak terperangkap. Jika kelembaban dibiarkan tinggi, material atap dapat cepat lapuk, berjamur, dan kehilangan kekuatannya.

    5. Periksa Kondisi Rangka Atap Secara Berkala

    Rangka atap seperti kaso, reng, dan sambungan memiliki peran penting dalam menopang seluruh struktur atap. Jika rumah sudah berumur atau belum pernah diperiksa selama beberapa tahun, bagian ini rentan mengalami pelapukan, karat, atau kelonggaran sambungan.

    Langkah yang Harus Dilakukan Jika Sudah Terjadi Kebocoran Atap

    Jika kebocoran sudah terjadi, tindakan cepat sangat diperlukan untuk mencegah kerusakan yang lebih luas. Langkah awal yang bisa dilakukan adalah membuat perbaikan sementara guna menahan masuknya air ke dalam rumah.

    Tindakan yang dapat dilakukan adalah dengan menutup bagian yang bocor menggunakan bahan pelapis anti air seperti waterproofing sejenis Aquaproof. Setelah kondisi lebih aman, sebaiknya segera menghubungi kontraktor atap atau tukang berpengalaman untuk memeriksa kondisi rangka, sambungan, serta area sekitar kebocoran agar perbaikan dapat dilakukan secara menyeluruh dan tahan lama.

    “Segera perbaiki (atap rumah) dengan mengaplikasikan waterproofing sejenis Aquaproof. Panggil kontraktor atap atau tukang berpengalaman untuk evaluasi lebih lanjut kondisi rangka dan sambungan,” ucapnya.

    Upaya agar Rumah Tetap Aman dan Nyaman Menghadapi Musim Hujan

    Untuk menjaga kenyamanan dan keamanan rumah selama musim hujan, berikut beberapa cara yang dapat dilakukan.

    • Lakukan pengecekan berkala terhadap kondisi atap setiap 3 bulan sekali atau 6 bulan sekali agar bisa mengantisipasi kerusakan atap
    • Pilih material atap dan waterproofing yang berkualitas, serta pastikan kontraktor yang digunakan berpengalaman
    • Pastikan sistem drainase rumah seperti talang dan pipa pembuangan, selalu bersih dan berfungsi agar air hujan bisa mengalir dengan baik
    • Waspadai kondisi cuaca ekstrem, hujan deras disertai angin bisa menyebabkan atap lebih mudah rusak

    Perawatan atap sebaiknya tidak ditunda mengingat musim hujan sudah mulai tiba. Selain kebocoran, berbagai faktor seperti tumpukan ranting pohon, kotoran, dan lumut yang menempel pada genteng juga dapat menyebabkan kerusakan. Dengan melakukan pembersihan rutin, memeriksa kondisi atap, serta memperbaiki bagian yang bermasalah sejak awal, rumah akan tetap aman selama musim hujan berlangsung.

    Itulah beberapa tips perawatan atap rumah sebelum dan saat musim hujan agar terbebas dari kebocoran. Semoga bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Pasang Genteng Agar Tidak Mudah Geser Saat Angin Kencang


    Jakarta

    Genteng atap rumah sewaktu-waktu bisa bergeser atau terbang akibat terjangan angin kencang dan hujan deras. Kondisi ini tidak boleh dianggap remeh karena berawal dari genteng geser bisa merambat ke masalah lainnya.

    Jika genteng bergeser, bakal ada celah buat air hujan masuk ke rumah. Atap bocor seperti ini nantinya bisa menimbulkan genangan air, jamur, bahkan kerusakan plafon dan dinding.

    Kondisi tersebut membuat penghuni harus repot-repot memperbaiki rumah sampai mengeluarkan dana besar. Oleh karena itu, sejak awal pemilik rumah harus memastikan genteng terpasang dengan kuat.


    Pelajari cara pasang genteng atap dengan benar agar tidak bergeser saat ada angin kencang. Temukan tipsnya berikut ini.

    Tips Pasang Genteng Agar Atap Aman Diterjang Angin

    Inilah cara memasang genteng yang kuat menurut kontraktor.

    Pilih Material Genteng yang Berat

    Panggah menganjurkan untuk memilih genteng yang bobotnya berat agar tidak mudah bergeser. Ia merekomendasikan memakai genteng tanah liat keramik karena bobot, kualitas, dan estetika terbaik dibandingkan tipe genteng lainnya.

    “Pemilihan material genteng sendiri, disarankan material genteng itu adalah yang memang yang agak lumayan berat dan kedap dari panas karena kadang-kadang juga sering ditemui genteng ini juga menyerap panas juga dan gampang terbang juga,” kata Panggah kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    “Ada beberapa tipe (genteng). Ada dari tipe beton, genteng keramik, yang sekarang lagi marak itu metal. Biasanya kalau yang agak enteng itu yang memang dari metal dan dia gampang terbang,” tambahnya.

    Selain itu, pemilik bisa memilih alternatif genteng yang lebih terjangkau. Salah satu jenis yang bisa dipertimbangkan adalah genteng beton, meski secara estetika kalah dari keramik.

    Susun Genteng dengan Rapi

    Kemudian, susun genteng dengan cara saling menimpa satu dengan lainnya dan memiliki kemiringan yang sesuai. Bobot genteng akan menahan genteng lainnya sehingga lebih tahan dari terjangan angin kencang.

    “Genteng tanah liat sebenarnya sudah cukup berat, tapi paling nanti bagaimana caranya biar itu nggak terbang, biasanya kita pastikan pada saat pemasang itu dia sudah tersusun dengan rapi karena memang pasang genteng itu ada susunannya ya,” tuturnya.

    Itulah cara memasang genteng yang tidak mudah geser dan terbang. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Bahan yang Ampuh Angkat Kerak di Cermin, Bikin Auto Kinclong



    Jakarta

    Cermin merupakan salah satu barang paling kotor di kamar mandi. Sebab, cermin mudah sekali terkontaminasi cairan sabun, air, debu, hingga kotoran serangga, tetapi barang ini jarang dibersihkan.

    Tampilan cermin yang jarang dibersihkan biasanya akan muncul noda putih seperti embun pada bagian pinggirannya. Noda ini tidak akan hilang hanya dengan mengusap memakai air. Bahkan disiram sebanyak apa pun, noda tersebut tidak akan hilang.

    Oleh karena itu, cermin harus sering dibersihkan. Bisa dilakukan bersamaan ketika membersihkan kamar mandi. Untuk mempermudah membersihkan noda membandel di cermin, dilansir dari The Spruce, ternyata hanya membutuhkan satu bahan saja agar cermin jadi kinclong, yakni sabun cuci piring.


    Caranya cukup menambahkan setetes sabun cuci piring ke dalam mangkuk berisi air hangat. Setelah tercampur, masukkan cairan tersebut ke dalam botol semprotan. Usap kaca yang telah basah dari sabun cuci piring. Usap gunakan kain bersih yang kering atau kain mikrofiber.

    Menurut Home Made Simple, ada cara lain yang bisa diikuti. Masing-masing jenis noda terdapat bahan sendiri.

    Untuk membersihkan noda makeup, cipratan pasta gigi, coretan hairspray, hingga sidik jari yang menempel pada permukaan cermin, bisa memakai kapas yang sudah dibasahi dengan alkohol. Lalu usap cermin dengan hati-hati. Jika terdapat kerak pada cermin, bisa memakai perasan lemon.

    Kemudian, jika noda tersebut berupa bintik-bintik putih dan kesat, noda tersebut merupakan endapan kalsium. Cara membersihkan yang paling tepat adalah memakai cuka karena asam bagus untuk menghilangkan segala jenis noda.

    Setelah semua bahan disemprot atau disebar ke cermin, usap menggunakan kain mikrofiber dengan gerakan ke kanan dan kiri, lalu baru ke atas dan ke bawah hingga permukaannya kinclong.

    Itulah cara membersihkan noda di cermin, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Air Kolam Berubah Hijau Berbahaya buat Ikan, Begini Cara Atasinya


    Jakarta

    Salah satu tantangan saat membuat kolam ikan di rumah adalah pemiliknya harus rajin merawat dan membersihkannya. Kolam ikan yang tidak diperhatikan justru menjadi kolam lumut, berwarna hijau dan tidak enak dilihat.

    Dilansir dari Michigan State University Extension Natural Resources, penyebab kolam ikan berubah menjadi kehijauan karena adanya penumpukan nutrisi yang mengakibatkan mekarnya alga. Aktivitas alga ini tidak hanya mengubah air menjadi hijau, melainkan bisa menjadi cokelat dan merah.

    Banyaknya alga di dalam air tidak akan baik untuk ikan. Kesehatannya akan terganggu karena kualitas air menurun dan terbatasnya oksigen yang diterima oleh ikan. Alhasil risiko kematian sangat besar bagi ikan yang hidup di dalam kolam yang sudah penuh dengan alga.


    Bukan hanya karena alga, perubahan warna air pada kolam juga bisa disebabkan karena sedimen yang mengendap dari mineral yang terlarut. Sedimen ini bisa terbawa di dalam air yang kualitasnya kotor.

    Cara Menghilangkan Alga dari Kolam

    Membuat kolam ikan pasti tidak murah, apalagi jika di dalamnya terdiri dari ikan-ikan kesukaan. Pemilik rumah harus berusaha untuk merawatnya agar ikan tetap dapat hidup dengan nyaman di air dan setiap hari pemilik rumah bisa mendapat hiburan dari kolam tersebut. Bagi pemilik rumah yang baru memiliki kolam ikan dan belum ada pengalaman untuk membersihkan ikan, dilansir dari Yard Focus, berikut cara untuk menghilangkan alga dari kolam.

    1. Rawat Hewan Pemakan Alga ke Kolam

    Cara paling mudah untuk memastikan pertumbuhan alga masih dalam batas ambang adalah di dalam kolam tersebut terdapat ikan sapu-sapu. Hewan ini seperti namanya suka sekali menempel pada sisi kolam dan membersihkan atau memakan lumut yang menempel di sana.

    Hewan lainnya yang juga bisa membersihkan alga dari kolam adalah berudu. Hewan ini memakan alga saat mereka akan tumbuh menjadi katak. Namun, apabila pemilik kolam takut terhadap katak, lebih baik pelihara ikan sapu-sapu.

    Menambahkan hewan-hewan ini bisa membantu menjaga keseimbangan ekosistem kolam dengan memakan bahan tanaman sebelum terurai dan menambah kadar nutrisi.

    2. Tambahkan Tanaman Penyerap Nutrisi

    Bukan hanya hewan yang bisa membasmi alga, tanaman lili air maupun gelagah juga ampuh mencegah pertumbuhan alga. Caranya tanaman ini menyerap nutrisi yang dibutuhkan alga. Namun, keberadaan tanaman tidak akan mengganggu ikan maupun lingkungan.

    3. Pasang Filter Air

    Saat ini sudah banyak perangkat kebersihan yang dapat menjaga kolam ikan tetap bersih. Salah satunya adalah filter air. Perangkat ini bisa membuang nutrisi ekstra yang merupakan sumber makanan lumut dan membersihkan air dari kotoran. Hal inilah yang membuat lumut sulit tumbuh.

    Sistem penyaringan juga bermanfaat meningkatkan kualitas air kolam sehingga baik untuk ikan dan tanaman. Pastikan kamu sudah mengatur filter dengan benar dan menjaganya tetap bersih.

    Itulah penyebab dan beberapa cara mengatasi alga pada kolam ikan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Bahan Dapur Sederhana yang Bikin Tikus Ogah Masuk ke Rumah


    Jakarta

    Salah satu hewan yang sering kali muncul di dalam rumah adalah tikus. Hama ini kerap muncul di kamar mandi, dapur, dan loteng rumah.

    Tikus bisa menggerogoti sisa-sisa makanan yang ada di dapur dan meja makan. Tak hanya itu, hewan pengerat ini juga bisa membuang kotoran sembarangan yang bisa memicu bau tak sedap.

    Untuk mencegah tikus datang ke rumah ternyata bisa menggunakan bahan dapur sederhana. Ingin tahu apa saja bahan dapur tersebut? Simak dalam artikel ini.


    Bahan Dapur yang Ampuh Cegah Tikus Masuk Rumah

    Ada sejumlah bahan dapur yang bisa mencegah tikus masuk ke dalam rumah. Dikutip dari situs The Spruce, berikut daftar bahan dapurnya:

    1. Bawang Putih

    Bawang putihBawang putih Foto: ji jiali/Unsplash

    Bawang putih umumnya digunakan sebagai salah satu bumbu masak. Selain menciptakan rasa sedap pada makanan, ternyata bawang putih juga ampuh mencegah tikus masuk ke rumah.

    Sebab, bawang putih memiliki bau yang menyengat bagi tikus. Agar efektif mengusir hama tersebut, letakkan beberapa siung bawang putih di dekat pintu masuk. Bisa juga menaburkan bubuk bawang putih di sekitar jalur tikus yang sering dilalui.

    2. Kayu Manis

    Hindari Efek Samping Konsumsi Kayu Manis, Ikuti Saran Ahlikayu manis. Foto: Getty Images/iStockphoto/Liudmila Chernetska

    Kayu manis memiliki aroma yang harum dan menciptakan rasa lezat pada makanan. Meski begitu, aroma dari kayu manis ternyata tidak disukai oleh kawanan tikus karena baunya dianggap sangat tajam.

    Untuk cara pakainya, taburkan bubuk kayu manis di sekitar pintu masuk atau celah. Bisa juga menaburkan kayu manis di area yang sering dilalui hama tersebut.

    3. Cuka Putih

    white vinegar on wood table topcuka putih. Foto: Getty Images/iStockphoto/May Lim

    Cuka putih merupakan salah satu bahan dapur yang disebut efektif untuk mencegah tikus masuk rumah. Aromanya yang tajam dan memiliki sifat asam membuat tikus memilih untuk menghindarinya.

    Cukup masukkan bola-bola kapas ke dalam wadah berisi cuka putih, lalu letakkan di area yang sering dilalui tikus. Jangan lupa untuk mengganti bola kapas setiap 4-5 hari sekali agar aroma cuka putih tetap keluar.

    4. Bubuk Kopi

    bubuk kopibubuk kopi Foto: Getty Images/oxana pospelova

    Bubuk kopi bisa menjadi pilihan alternatif untuk mencegah tikus datang lagi. Caranya juga gampang, cukup tuang bubuk kopi ke dalam beberapa wadah, lalu letakkan di sudut-sudut rumah.

    Disarankan untuk menggunakan bubuk kopi hitam, bukan kopi dengan campuran gula atau krimer. Sebab, bubuk kopi tersebut justru bisa mengundang semut untuk datang.

    5. Merica Bubuk

    Coarse ground black pepper on a wooden spoon and spilled on an old, weathered wood surface.Merica bubuk. Foto: iStock

    Satu lagi bahan dapur yang dapat digunakan, yakni merica bubuk. Aroma pedas dari merica ternyata dapat mengusir tikus karena tidak tahan dengan baunya.

    Cara pakainya cukup dengan menaburkan merica bubuk ke area yang sering dilalui tikus. Agar tidak mengotori rumah, sebaiknya tuang merica bubuk ke dalam wadah kecil.

    Itulah lima bahan dapur sederhana yang dapat mencegah tikus masuk ke rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Keran Air Sering Menetes? Ini Penyebab dan Cara Perbaikinya


    Jakarta

    Keran air masih bisa mengeluarkan tetesan air meski sudah ditutup secara rapat. Hal ini terkadang dibiarkan oleh banyak orang karena air yang menetes masih dianggap sangat sedikit.

    Namun, jika dibiarkan terus-menerus maka keran air yang menetes bisa memicu masalah. Bisa saja tetesan air semakin banyak dan memicu kebocoran pada keran air.

    Maka dari itu, penting untuk mengetahui penyebab keran air sering menetes walau sudah ditutup secara rapat. Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Penyebab Keran Air Sering Menetes

    Dilansir situs Swan’s Plumbing, keran air selalu menetes disebabkan karena kondisi keran yang sudah aus sehingga tidak lagi bisa tertutup secara rapat. Bagian keran yang biasanya mudah aus adalah washer, yakni segel karet atau plastik kecil yang terletak di dalam gagang keran.

    Penyebab lainnya karena bagian ring-o, seal, washer, dan katup air keran yang sudah longgar atau rusak, sehingga saat ditutup atau dibuka tetap masih ada air yang keluar. Kondisi ini bisa dipicu adanya karat di dalam keran, retakan, penumpukan mineral, hingga usia pemakaian.

    Selain itu, terlalu sering membuka air keran secara lebar-lebar juga bisa memengaruhi usia keran, sehingga lebih cepat rusak. Soalnya, tekanan air yang terlalu tinggi dapat menekan komponen di dalam keran sehingga menyebabkan retakan halus yang tak terlihat.

    Cara Perbaiki Keran Air yang Rusak

    Memperbaiki keran air yang terus menetes masih bisa dilakukan secara mandiri tanpa perlu bantuan teknisi profesional. Dikutip dari My Plumber London dan Your Repair, berikut langkah-langkah memperbaikinya:

    1. Siapkan Alat

    Langkah pertama adalah mempersiapkan alat-alat, seperti kunci pas, obeng berkepala silang, cartridge pengganti atau ring-O, dan selotip khusus pipa.

    2. Matikan Saluran Air

    Saat ingin membongkar keran air, pastikan air di rumah dalam keadaan kosong atau mati. Hal ini demi mencegah air tersembur secara tiba-tiba dan tidak ada air yang terbuang.

    3. Lepas Gagang Keran

    Jika sudah aman, buka gagang keran air terlebih dahulu secara perlahan. Jangan dibuka secara paksa karena bisa merusak keran.

    4. Buka Katup Keran

    Keran air biasanya memiliki cartridge atau katup untuk mengatur aliran air. Buka bagian cartridge dengan kunci pas yang ukurannya sesuai, lalu putar berlawanan searah jarum jam. Jika berhasil dibuka, ambil komponen tersebut.

    5. Cek Washer atau Ring-O

    Cek kondisi washer dan ring-O di dalam cartridge. Jika dilihat dari bentuknya sudah tidak normal atau ditemukan ada kerusakan, maka segera diganti dengan yang baru.

    6. Pasang Selotip Ledeng

    Apabila keran didesain dengan sambungan berulir yakni kenop buka tutupnya diputar bagian atas, maka cara menghentikan tetesan air bisa dengan memasang selotip pipa berwarna putih secara melingkar.

    7. Pasang Kembali Keran

    Kalau semua masalah sudah teratasi, pasang kembali keran dengan sempurna. Pastikan dipasang secara kencang dan tepat untuk mencegah terjadinya kebocoran di kemudian hari.

    8. Nyalakan Air

    Terakhir, cobalah buka keran air dan tutup kembali. Jika sudah tidak ada tetesan air yang keluar saat keran tertutup rapat, maka air keran sudah kembali normal.

    Itulah penyebab keran air sering menetes dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Barang yang Harus Disimpan di Rak agar Dapur Terlihat Rapi


    Jakarta

    Dapur merupakan salah satu ruangan di rumah yang hampir setiap hari berantakan. Ada istilah rumah tidak terlihat hidup jika dapur nggak ngebul, artinya penting sekali jika selalu ada kegiatan masak atau membuat makanan di ruangan tersebut.

    Sebagai ruangan yang selalu dipakai setiap hari, berarti pemilik rumah pasti hampir setiap hari membersihkan dan merapikan dapur. Selain karena untuk menjaga tampilannya, dapur yang rapi juga memudahkan penggunanya bergerak. Jika panci, piring, hingga rak berserakan di lantai, ruang gerak jadi terbatas.

    Cara membuat dapur rapi bukan hanya menempatkan setiap benda pada tempatnya, melainkan menyingkirkan beberapa hal yang tidak berguna.


    Dilansir dari The Spruce, berikut barang yang harus disimpan dan tidak terlihat di dapur karena sering membuat berantakan.

    1. Pisau di Atas Meja

    Saat ini terdapat sebuah benda yang berguna untuk meletakkan pisau yang aman. Materialnya dari kayu. Biasanya tempat penyimpanan pisau ini diletakkan di atas meja. Ternyata menurut desainer interior sekaligus pendiri Of Space and Mind, Ashley La Fond, peralatan masak tidak harus berada terlalu dekat dengan area memasak. Peralatan masakan seharusnya tetap disembunyikan di balik laci-laci meja di dapur.

    Alasannya agar area memasak lebih luas dan mencegah peralatan masak terkontaminasi dengan debu.

    2. Rak Piring Bersih

    Kebanyakan rumah menyediakan rak pengering piring dan meletakkan tidak jauh dari bak cuci piring atau wastafel. Menurut Julie Peak seorang pakar tata letak rumah adanya rak piring bersih sebenarnya hanya memakan tempat dan tidak begitu berguna.

    Lebih baik membuat rak pengering yang dapat dilipat atau digulung sehingga dapat disimpan saat tidak digunakan. Bentuknya seperti rak pengering di dalam laci.

    3. Toples Makanan

    Hampir setiap rumah pasti memiliki toples makanan di rumah, terutama yang sering menyimpan camilan. Umumnya toples berisi camilan yang sering dimakan akan diletakkan di area yang mudah dijangkau. Namun, pakar kerapian rumah tidak sepakat dengan ini.

    Memiliki banyak toples apalagi meletakkannya di meja dapur, hanya akan memakan tempat dan membuat dapur berantakan. Lebih baik, simpan toples tersebut di lemari atau kulkas dan ambil ketika ingin dimakan.

    4. Struk Belanjaan dan Tumpukan Kertas

    Bagi yang sering mengumpulkan struk belanjaan, sebaiknya jangan diletakkan di meja dapur. Menurut Laura Price, pendiri The Home Organization, sebaiknya langsung dibuang atau disimpan di rak yang tertutup.

    5. Aksesoris Tak Penting

    Julie Peak mengatakan bahwa aksesoris berlebihan dan tidak begitu bermanfaat di dapur harus disingkirkan. Ia menyebut lebih baik pilih aksesoris yang bisa digantung daripada yang harus diletakkan di area memasak.

    6. Peralatan Masak

    Terkadang penyimpanan di rumah tidak muat untuk menyimpan panci, teflon, hingga panci. Cara mengatasinya adalah dengan membuat gantungan di area kompor agar saat hendak dipakai mudah digapai.

    Julie Peak mengatakan cara menyimpan peralatan masak seperti ini justru membuat tampilan ruangan berantakan. Lebih baik disimpan di dalam rak yang tidak terlihat apabila tidak digunakan.

    Itulah tips membuat dapur tetap terlihat rapi, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Simpel Rawat Tanaman Saat Cuaca Panas Agar Tetap Subur


    Jakarta

    Beberapa hari terakhir cuaca panas ekstrem melanda sejumlah daerah di Indonesia. Suhu udara di luar ruangan saat siang hari bisa mencapai 37 derajat Celcius.

    Cuaca panas ekstrem tidak hanya bikin gerah dan pengap, tapi juga memengaruhi makhluk hidup lainnya seperti tanaman. Sebab, panas dari matahari bisa membuat tumbuhan layu dan akhirnya mati jika tidak dirawat.

    Apabila detikers memiliki tanaman hias di rumah, sebaiknya lebih sering dirawat dan diperhatikan ketika cuaca panas ekstrem. Ingin tahu tipsnya? Simak dalam artikel ini.


    Tips Merawat Tanaman Saat Cuaca Panas

    Beberapa tanaman seperti sukulen dan kaktus mungkin dapat bertahan hidup saat cuaca panas ekstrem. Namun lain halnya dengan tanaman hias dalam ruangan yang justru membutuhkan perawatan ekstra.

    Dilansir situs Ugaoo, berikut tips merawat tanaman hias saat cuaca panas ekstrem:

    1. Rutin Siram Tanaman

    Tips yang pertama adalah rutin menyiram tanaman saat cuaca panas sedang melanda. Sebab, udara panas menyebabkan air menguap lebih cepat sehingga tanaman lebih mudah dehidrasi.

    Teknik menyiram tanaman juga tidak bisa sembarangan. Sebaiknya siram tanaman secara perlahan agar tanah bisa punya waktu untuk menyerap air.

    Jika tanaman langsung disiram dalam jumlah banyak maka tanah tidak memiliki waktu untuk menyerap air dan langsung terbuang lewat lubang drainase. Sedangkan jika disiram terlalu sedikit maka hanya lapisan tanah bagian atas saja yang akan basah, sedangkan akar tanaman tetap dehidrasi.

    2. Jaga Kelembapan Tanaman

    Sejumlah tanaman hias menyukai kelembapan tinggi, seperti fittonia, monstrea, calathea, dan sejumlah pakis. Tanaman tersebut perlu disemprot air secara berkala saat cuaca panas ekstrem.

    Selain itu, isi pot tanaman dengan batu kerikil. Fungsinya untuk memastikan kelembapan tanah tetap terjaga dengan baik.

    3. Jauhi Tanaman dari Sinar Matahari Berlebih

    Saat cuaca panas ekstrem, sebaiknya jauhi tanaman dari sinar matahari langsung. Sebab, tumbuhan yang terpapar panas matahari berlebih bisa menyebabkan layu dan akhirnya mati.

    Pindahkan tanaman ke sudut rumah yang tidak terkena sinar matahari langsung sepanjang hari. Selain itu, siram tanaman secara berkala setiap pagi.

    4. Kenali Tanda-tanda Tanaman Stres

    Tanaman juga bisa mengalami stres akibat jarang dirawat. Ketika cuaca sedang panas-panasnya, tanaman bisa lebih mudah stres dan akhirnya mati.

    Ada sejumlah tanda-tanda yang perlu diketahui saat tanaman sudah mulai stres, yakni:

    • Tanaman tropis (terutama yang merambat) akan layu karena terlalu panas.
    • Muncul bintik-bintik cokelat pada tanaman.
    • Setelah itu, daun mulai berwarna kuning kecokelatan.
    • Jika tidak segera diatasi, daun akan berwarna cokelat tua dan mulai berguguran.

    5. Jangan Beri Pupuk Jika Tanaman Mulai Layu

    Banyak orang yang sengaja memberi pupuk tambahan untuk tanaman yang sudah mulai layu. Sayangnya, hal tersebut bukan ide yang baik dan justru membuat tanaman cepat mati.

    Meski pupuk bisa membantu tanaman jadi subur dan menambah nutrisi, tetapi tanaman yang stres akibat cuaca panas kurang tepat jika diberi pupuk. Tanaman lebih membutuhkan air yang cukup agar bisa kembali segar.

    Itulah tips simpel dalam merawat tanaman saat cuaca panas ekstrem. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com