Tag: detiksport

  • Lari Sambil Menjaga Bumi dari Sampah Elektronik


    Jakarta

    Ajang lari erafone Run akan digelar lagi bulan November. Konsep baru diperkenalkan agar membuat event ini lebih segar, apa itu?

    Setelah sukses menggelar event serupa di tahun-tahun sebelumnya, erafone Run 2025 akan mengambil tempat di di Laguna View, Bantul, DI Yogyakarta, Sabtu (22/11/2025) dengan mempertandingkan dua nomor, 5K dan 10K. Tidak seperti kebanyakan lomba lari yang dimulai pagi buta, erafone Run 2025 mengusung tema unik yaitu Sunset Run alias lari di sore hari.

    Lomba rencananya dimulai pukul 15.00 WIB yang membawa pesan penting melalui kampanye “erafone Jaga Bumi” dengan fokus pada penanganan sampah elektronik. Para peserta akan berlari sambil menikmat keindahan matahari terbenam di tepi Laguna View.


    Konsep Sunset Run ini dihadirkan untuk memberikan nuansa yang lebih hangat, estetik, dan penuh energi positif, sekaligus menjadi daya tarik baru bagi para pecinta olahraga lari, komunitas, maupun masyarakat luas.

    Selain menghadirkan pengalaman lari yang berbeda, tahun ini erafone juga mengajak seluruh peserta untuk berpartisipasi dalam gerakan peduli lingkungan lewat program “erafone Jaga Bumi”.

    Inisiatif keberlanjutan ini,mengajak peserta ikut serta menjaga lingkungan dengan membawa limbah elektronik lama seperti ponsel, tablet, laptop ataupun aksesoris gadget lainnya yang sudah tidak terpakai saat pengambilan race pack.

    Perangkat tersebut dapat dimasukkan ke dalam dropbox khusus yang sudah disiapkan, untuk kemudian dikelola bersama mitra daur ulang secara aman dan bertanggung jawab.

    erafone Run 2025erafone Run 2025 digelar 22 November di Bantul. Foto: dok.erafone

    “Melalui erafone Run 2025, kami tidak hanya ingin menghadirkan pengalaman olahraga yang menyenangkan, tetapi juga menyampaikan pesan bahwa setiap langkah kecil dapat berdampak besar bagi bumi. Sunset Run dipilih untuk memberikan suasana berbeda dari tahun sebelumnya, sementara kampanye erafone Jaga Bumi menjadi wujud nyata komitmen kami terhadap keberlanjutan,” ujar Head of Region Erajaya Digital, Ronald Suryadinata, dalam keterangan tertulis kepada detikSport.

    Selain agenda lari, event ini juga akan dimeriahkan oleh berbagai aktivitas seru, dengan mendatangkan bintang tamu Shaggydog serta community gathering yang memperkuat semangat kebersamaan.

    Dengan menggabungkan gaya hidup sehat, kepedulian lingkungan, dan hiburan, erafone Run 2025: Sunset Run & erafone Jaga Bumi diharapkan mampu menjadi ajang inspiratif sekaligus menciptakan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.

    (mrp/pur)



    Sumber : sport.detik.com

  • Yoga in the City untuk Kampanye Hidup Sehat


    Jakarta

    Ada banyak cara untuk mengampanyekan hidup sehat di era modern saat ini. Salah satunya lewat Yoga in the City, apa itu?

    Yoga in the City adalah salah satu perayaan tahunan yang hadir sejak 2023, digagas oleh Evolution Wellness yang membawahi tiga brand pusat kebugaran ternama di Indonesia.

    Acara ini digelar untuk merayakan World Wellness Weekend, sebuah gerakan global yang dirayakan di lebih dari 150 negara. Di Indonesia sendiri, ada tiga acara.


    Selain Yoga in the City yang digelar di Jakarta, ada juga Yoga in the Park di Bandung dan Surabaya, serta festival kebugaran yakni Fitness for Fame di Yogyakarta, Semarang, dan Bali.

    Untuk tahun ini, Yoga in the City digelar di pinggir pantai Ancol, Minggu (21/9) dengan dihadiri lebih dari 250 peserta, menjadikannya salah satu event yoga terbesar di Jakarta.

    Tidak hanya rangkaian gerakan yoga, peserta juga merasakan pengalaman sound healing yang menghadirkan relaksasi tubuh dan pikiran. Sesi yoga di tepi pantai saat matahari terbenam semakin menambah ketenangan, menciptakan momen yoga yang lebih intim dan penuh makna.

    Di saat bersamaan, Yoga in the Park juga digelar di Bumi Surabaya City Resort Surabaya 20 September, yang diikuti lebih dari 100 peserta. Selanjutnya, Yoga in the Park hadir di InterContinental Bandung, juga dengan 100 peserta yang antusias mengikuti sesi yoga outdoor.

    Lalu, Fitness for Fame yang digelar di Yogyakarta, Semarang, dan Bali, menghadirkan beragam aktivitas kebugaran seperti BodyCombat, Core Motion (cardio dance), Saltar (trampoline), hingga Hyrox yang menggabungkan keseruan, energi, dan komunitas dalam satu perayaan kebugaran yang inklusif.

    “Melalui rangkaian acara ini, kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus mengajak lebih banyak orang untuk memulai, menjaga konsistensi, dan menginspirasi lingkungan sekitarnya melalui aktivitas olahraga. Dengan begitu, setiap individu dapat merasakan peningkatan kualitas hidup, baik dari sisi kesehatan, kebugaran fisik, maupun kesejahteraan mental,” ujar Triesca Ariesandy selaku Head of Fitness Celebrity Fitness, Fitness First Indonesia dan GoFit Indonesia dalam rilis kepada detikSport.

    Untuk mengikuti perkembangan World Wellness Weekend, dapat mengunjungi akun instagram @celebrityfitnessindonesia dan @fitnessfirst_id.

    (mrp/pur)



    Sumber : sport.detik.com

  • Fun Run Kian Ramai, Demi Gaya Hidup Sehat


    Tangerang

    Fun run belakangan makin ramai seiring naiknya pamor olahraga lari. Ini jadi cara termudah untuk mengkampanyekan hidup sehat.

    Jika selama ini ajang lomba lari yang digelar bertujuan untuk mencatatkan waktu terbaik dan naik podium, fun run memberikan atmosfer berbeda bagi para penikmatnya.

    Biasanya fun run identik dengan lari jarak pendek di bawah 10 KM, kebanyakan 5 KM. Sebab acara ini biasanya digunakan untuk memberikan tutorial soal gaya hidup sehat.


    Salah satunya adalah Pharmaphoria Fun Run 2025 yang digelar di Paramount Petals, Tangerang, Minggu (28/9). Acara fun run ini merupakan kolaborasi antara Paramount Petals dan juga Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kabupaten Tangerang.

    Bertema ‘Langkah Sehat Bersama Apoteker’, kegiatan ini bertujuan mewujudkan gaya hidup sehat melalui olahraga bersama, sekaligus ajang silaturahmi para apoteker dalam rangka memperingati World Pharmacist Day pada 25 September 2025.

    Rangkaian acara Pharmaphoria Fun Run 2025 terdiri dari olahraga lari 5K dan edukasi kesehatan untuk masyarakat umum. Dengan biaya pendaftaran Rp 175.000 (early bird) dan Rp 225.000 (normal), peserta mendapatkan race pack, jersey, medali finisher, dan kesempatan doorprize.

    Peserta yang terdiri dari apoteker, komunitas farmasi, dan masyarakat umum akan berlari sejauh 5 km mengelilingi boulevard Paramount Petals yang asri dan nyaman, dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan yang terdiri dari Zumba, live music, dan edukasi kesehatan.

    Kegiatan ini juga didukung oleh Bethsaida Hospital dan dimeriahkan band performance, bazaar, dan lainnya.

    “Paramount Petals mendukung kebutuhan masyarakat akan kegiatan publik yang bernilai positif dan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal ini menjadi latar belakang bagi kami untuk menggelar berbagai kegiatan positif yang terbuka untuk umum secara rutin, mulai dari Petals Urban Market, kompetisi
    olahraga, pesta rakyat, food truck, hingga fun run seperti hari ini,” ujar Chrissandy Dave selaku Direktur Sales & Marketing Paramount Land dalam rilis kepada detikSport.

    “Kiranya kegiatan ‘Pharmaphoria Fun Run 2025’ dapat menjadi sarana untuk membangun gaya hidup sehat, serta ajang hiburan dan interaksi sosial bagi warga dan masyarakat sekitar di ruang terbuka yang asri dan nyaman di Paramount Petals, sesuai komitmen kami dalam menghadirkan kota mandiri yang menyenangkan untuk tinggal dan beraktivitas bagi penghuni maupun masyarakat sekitar.”

    (mrp/pur)



    Sumber : sport.detik.com

  • Uniknya Balap Sepeda Gunung Ini: Bikepackers


    Kulon Progo

    Di zaman modern saat ini, semakin banyak perpaduan olahraga yang bisa dinikmati oleh masyarakat. Salah satunya adalah Bikepackers, apa itu?

    Konsep olahraga Bikepackers ini memang belum lazim di Indonesia, tapi sudah jamak dilakukan di negara. Bikepackers bukan hanya sekadar bersepeda, tetapi merupakan olahraga petualangan yang memadukan kegiatan bersepeda jarak jauh, camping, dan backpacking, yang menekankan eksplorasi alam dengan budget minimalis menggunakan sepeda.

    Salah satu produsen sepeda terkenal di Indonesia, Polygon, membawa konsep itu dalam rangka memperingati Hari Pariwisata Sedunia yang jatuh pada 27 September. Acara Bikepackers tersebut mengajak 250 peserta untuk berkemah satu malam sekaligus menikmati serunya orienteering dengan bersepeda.


    Bertempat di Desa Wisata Tinalah, Kulon Progo, DI Yogyakarta, Bikepackers digelar 27-28 September lalu. Desa Wisata Tinalah dipilih karena dianggap lokasi yang sempurna untuk para peserta menelusuri kekayaan Indonesia lebih jauh, sambil olahraga bersepeda.

    Mengusung tema Bikepackers Escape, Nurul Ilmi selaku Project Manager Bikepackers dan Brand Activation Polygon Bikes menjelaskan makna escape adalah sebuah pelarian.

    “Escape berarti sebuah pelarian yang bagi para pesepeda dan petualang ini adalah waktu mereka untuk bisa keluar dari rutinitas yang padat. Sekaligus pelarian bagi kami untuk keluar dari rangkaian Bikepackers yang biasa kami lakukan sebelumnya, dengan membawa sesuatu yang baru dan berbeda pengalamannya,” papar Ilmi dalam rilis kepada detikSport.

    Untuk kali ini, Polygon menghadirkan empat bintang utama yang sudah lama dikenal namanya dalam bidang petualangan maupun gowes jarak jauh, yakni Agam Rinjani, Arsal Bahtiar, Misbahuddin, dan Teuku Islahuddin.

    Bikepackers Escape 2025Bikepackers Escape 2025, (Foto: dok.Bikepackers Escape 2025)

    “Karena Rinjani punya semua keindahan dan karakter gunung. Mau savana seperti Merbabu? Di Rinjani ada. Mau danau seperti di Semeru? Di Rinjani juga ada. Trek pendakian hutan kering seperti di Tambora? Di Rinjani juga ada,” ujar Agam.

    Menantang Zona Nyaman: Peserta Harus Mencari Rute Orienteering-nya Sendiri!

    “Air!” protes salah satu peserta ketika ia harus mengangkat sepedanya dari sungai yang membentang di hadapannya.

    Kental dengan rutenya yang menantang dan orienteering-nya yang tanpa ampun, seluruh peserta ditantang untuk bisa keluar dari zona nyaman mereka dengan tantangan yang membawa ciri khas alam maupun budaya di dalamnya. Seperti pemecahan sandi salah satunya yang bekerja sama dengan museum Sandi.

    Peserta dibagi atas dua kategori, Individual Adventurer dan Family Explorer, yang berarti peserta diberikan kebebasan apakah ingin menjelajah secara individu bersama komunitas, atau menjelajah keseruan berpetualang dalam keluarga yang tentunya menyuguhkan petualangan berbeda namun tetap menantang.

    Bekerja sama dengan 5500 by Rute Syahdu, kategori Individual Adventurer harus menentukan sendiri jalur menuju tujuh checkpoint yang telah ditentukan. Menaklukkan tujuh checkpoint, 35 kilometer, dan elevasi 650 meter.

    “Tantangannya adalah bagaimana peserta tidak nyasar dengan rute yang dibuatnya sendiri,” jelas Yoan Narotama selaku pendiri acara 5500..

    “Yang paling asyik adalah makan semangka di tengah sawah,” ucap Gaffar Aiman.

    Tidak kalah menarik, ada juga acara Family Explorer fokus pada pembangunan ikatan orang tua dengan anaknya. Mereka harus menyelesaikan satu misi ke misi lainnya, dari mewarnai sepeda, bersepeda melewati rintangan, gasing, dakon, hingga egrang.

    “Saya ingin mengenal Indonesia lebih jauh. Dengan banyak budaya dan alam, ingin mendorong anak muda dengan kegiatan positif,” ucap Arsal Bahtiar, overland content creator yang baru saja menyelesaikan misinya menjelajahi Sulawesi bulan Agustus lalu.

    “Ternyata Indonesia itu orangnya ramah. Perjalanan pertama saya Overland berkesan, yang awalnya cuma mau sekali seumur hidup, akhirnya berlanjut hingga ke Sumatera dan Sulawesi,” lanjutnya.

    Bikepackers Escape 2025Bikepackers Escape 2025. (Foto: dok.Bikepackers Escape 2025)

    Teuku Islahuddin atau akrab disapa Udin, pecinta gowes jarak jauh turut membagikan pengalamannya di acara ini. Dia berhasil lulus dari Bentang Jawa 2024, Everesting Challenge dengan mencapai elevation gain 8.848 meter, hingga 5500 Chapter Bandung 2025. Sepakat dengan Arsal, Teuku Islahuddin atau akrab disapa Udin ini memaparkan alasannya ikut Bentang Jawa adalah untuk mengenal pulau Jawa dari ujung ke ujung lain.

    Acara ditutup dengan penanaman pohon serta membersihkan sampah, sebuah tradisi dari Bikepackers yang selalu dijaga.

    Sejalan dengan visi yang dibangun sejak pertama kali event ini didirikan, yaitu menjadi jawaban bagi penggiat petualang yang jenuh atas rutinitas pasca masa pembatasan sosial COVID 19, Bikepackers terus dikembangkan untuk bisa menjawab tantangan masyarakat yang mudah jenuh pada pola kegiatan yang selalu sama.

    “Acara ini bukan hanya soal bersepeda, tapi tentang bagaimana kita sebagai manusia bisa menjalin hubungan baru-dengan sesama peserta, budaya, komunitas lokal, dan tentu saja alam. Pada akhirnya, kami ingin mengingatkan bahwa manusia tidak pernah hidup sendiri; kita adalah bagian dari kelompok besar yang saling peduli dan saling menjaga,” papar Alda.

    (mrp/ran)



    Sumber : sport.detik.com

  • Ada Lomba Lari di PIK 2 Bulan Depan, Atlet Nasional Juga Ikut


    Jakarta

    Ajang lari Indomaret Run 2025 digelar 23 November di kawasan PIK 2. Ada atlet profesional yang turun di sana, salah satunya Agus Prayogo.

    Ada tiga nomor yang diperlombakan di Indomaret Run 2025, yakni 5K, 10K, dan Half Marathon. Panitia memastikan bahwa event ini akan dikelola secara profesional dengan standar tinggi untuk memastikan para pelari merasakan pengalaman yang menyenangkan.

    “Seperti kita ketahui, olahraga lari semakin digemari berbagai kalangan belakangan ini. Hal ini dapat dilihat dari tingginya antusiasme masyarakat terhadap berbagai event lari di berbagai daerah di Indonesia. Indomaret sebagai brand yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia berkomitmen untuk berpartisipasi aktif mendukung masyarakat dalam membentuk kebiasaan hidup sehat yang berkelanjutan,” kata Marketing manager Indomaret, Robin Maclean, dalam rilis kepada detikSport.


    Salah satu atlet Indonesia yang turun di ajang itu adalah Agus Prayogo yang juga menjadi Race Icon. Kehadiran Agus jadi tanda keseriusan event ini, karena dilibatkan langsung dalam proses penentuan rute lari.

    “Kegiatan ini akan diselenggarakan di kawasan PIK 2 yang tertata rapi, memiliki kualitas jalanan sangat baik, dan lingkungan yang asri, menjadikannya sangat nyaman dan steril untuk dilalui para pelari. Selain itu, kami menggandeng atlet lari nasional Agus Prayogo untuk mendapatkan masukan penting dalam penentuan rute lari Indomaret Run 2025. Agus mencoba langsung berlari di rute yang akan digunakan untuk mengecek secara detail kelayakan rute tersebut,” sambung Robin.

    Agus menjelaskan pemilihan rute merupakan faktor yang sangat krusial dalam sebuah event lari berskala besar. Dia menyatakan pemilihan kawasan PIK 2 sebagai lokasi penyelenggaraan event lari adalah pilihan tepat. Kawasan tersebut punya jalur luas dengan kualitas permukaan aspal sangat baik, sehingga sangat nyaman dan aman untuk berlari serta mencetak waktu terbaik di setiap kategori.

    Jalur lari nantinya dipastikan tidak akan mengganggu lalu lintas masyarakat umum.

    “Saya sangat senang bisa terlibat dalam penyelenggaraan Indomaret Run 2025. Sebagai seorang pelari, saya cukup selektif dalam memilih event yang saya dukung. Saya melihat keseriusan dan profesionalisme yang luar biasa dari tim penyelenggara Indomaret Run 2025. Saya mencoba langsung trek lari di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 ini dan menurut saya rutenya aman bagi setiap peserta, dari fun runner hingga elite runner,” jelas Agus.

    Para Peserta akan mendapatkan race pack dan goodie bag, yang berisi soft flask, kaos kaki lari, topi, dan item lain yang dirancang untuk mendukung kenyamanan berlari.

    Untuk jersey acara itu akan berkolaborasi dengan brand lokal, Tiento, yang memberikan kualitas terbaik untuk mendukung performa para pelari di trek. Ini sekaligus menjadi bentuk komitmen Indomaret untuk membantu mempromosikan produk-produk lokal berkualitas tinggi.

    Tidak hanya jersey dan race pack, peserta juga akan mendapatkan tas olahraga premium, yang diisi dengan berbagai barang-barang kebutuhan sehari-hari yang sangat berguna bagi para pelari.

    “Jersey ini dibuat dengan standar teknis tinggi. Tidak hanya memiliki desain keren, tetapi juga sangat nyaman dan fungsional untuk mendukung performa teman-teman peserta. Kami berharap Indomaret Run 2025 dapat menjadi pengalaman berlari yang menyehatkan, menyenangkan, dan berkesan bagi seluruh peserta dan mendorong semakin banyak masyarakat Indonesia untuk menikmati gaya hidup sehat,” ujar Robin.

    Pendaftaran Indomaret Run 2025 dibuka 3 Oktober 2025. Masyarakat dapat membeli tiket di seluruh gerai Indomaret dengan metode pembayaran tunai dan non-tunai.

    (mrp/ran)



    Sumber : sport.detik.com

  • Jakarta Running Festival, Demi Kualitas Hidup yang Lebih Baik


    Jakarta

    Olahraga lari kini sudah jadi tren di masyarakat urban. Itulah tujuan diadakannya Jakarta Running Festival.

    Jakarta Running Festival dibentuk sejak 2022 dan mempertandingkan lima kelas lari, mulai dari Junior Dash, 5K, 21K, dan 42K. JRF memasuki edisi keempatnya tahun ini, Sabtu-Minggu, 25-26 Oktober.

    Jalur lintasan Jakarta Running Festival didesain untuk menonjolkan keindahan dari kota Jakarta dengan melewatkan para peserta di ruas-ruas bangunan pencakar langit Jakarta dengan menggabungkan pesona modern dan sejarah kota.


    Nah, kemeriahan JRF ini juga tak lepas dari dukungan pihak sponsor yang mengiringi setiap kelasnya. Sebut Hydroplus Marathon, wondr Jakarta Half Marathon, Le Minerale 10K, Samsung Galaxy 5K, dan Taro Junior Dash.

    Untuk membedakan para peserta dari setiap kelasnya, panitia memberikan warna berbeda untuk jerseynya. Kali ini peserta JRF 2025 tetap mendapat jersey lari dari adidas Indonesia.

    Sebagai official jersey partner, adidas juga menyiapkan sejumlah acara baik sebelum dan selama JRF berlangsung. Sebelum race adidas Indonesia bersama dengan komunitas adidas Runners Jakarta mengadakan beberapa sesi training khusus yang dapat diikuti oleh para peserta JRF 2025, agar lebih siap menghadapi lomba.

    Jakarta Running Festival 2025Suasan booth adidas Indonesia di Jakarta Running Festival 2025. (Foto: dok.adidas Indonesia)

    adidas Indonesia juga mengadakan booth special di Race Village JRF 2025 bertemakan Adizero, super running shoes dari adidas. Area ini menyediakan refreshment bagi para pelari setelah race. Terbagi dua, area Adizero Heal Lounge menyediakan pos relaksasi berupa cold plunge dan leg massager bagi para peserta JRF 2025.

    Sementara itu, adizero Fun Lounge siap menghibur peserta JRF 2025 dengan DJ performance dan coconut bar. Bagi adidas Indonesia, dukungan kepada JRF 2025 adalah bagian dari misi mereka menyehatkan masyarakat lewat olahraga, terutama lari.

    “Kami sangat bahagia dapat kembali mendukung perhelatan Jakarta Running Festival di tahun 2025 ini. Antusiasme yang kian meningkat di tahun ini menandakan pertumbuhan minat masyarakat Indonesia akan gaya hidup aktif dan positif. Kami harap hal ini turut merefleksikan peningkatan kesehatan masyarakat untuk kualitas hidup yang lebih baik,” ujar Benjamin Handradjasa selaku President Director dari adidas Indonesia dalam rilis kepada detikSport.

    (mrp/yna)



    Sumber : sport.detik.com

  • Sejarah Padel: Dari Spanyol ke Dunia

    Jakarta

    Padel menjadi salah satu olahraga yang populer di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Olahraga ini cukup diminati berbagai kalangan sebab teknik bermainnya yang tidak terlalu rumit dan menyenangkan.

    Meskipun sekilas terlihat seperti tenis, padel memiliki keunikan sendiri, mulai dari aturan hingga peralatan yang digunakan.

    Bagi detikers yang penasaran asal mula olahraga padel, berikut detikSport telah merangkum sejarah terbentuknya. Yuk, disimak sampai selesai!


    Sejarah Berkembangnya Olahraga Padel

    Melansir dari situs padelflip, padel pertama kali diciptakan oleh Enrique Corcuera, seorang penggemar tenis. Pada tahun 1969, Enrique berencana membuat lapangan tenis di rumahnya namun tidak memiliki lahan yang cukup. Oleh karenanya, ia membuat lapangan versi yang lebih kecil, yaitu berukuran 20 x 10 meter yang dikelilingi dinding setinggi 3 meter dan net di antaranya.

    Pada tahun 1970-an, Pangeran Alfonso dari Hohenlohe menghabiskan liburan musim panasnya di rumah Corcuera di Acapulco dan memutuskan untuk membangun lapangan padel di Andalusia.

    Selanjutnya, Julio Menditeguy memutuskan untuk mengimpor olahraga ini ke Argentina dan menjadi membangun lapangan padel pertama di Argentina.

    Pada tahun 1980-an, lapangan-lapangan padel mulai banyak di bangun di Brasil, Uruguay, Chili, Prancis, Amerika Serikat, dan Kanada. Pada tahun 1988, asosiasi nasional pertama di dunia, “Asociacion Padel Argentino didirikan.

    Pada tahun 1990-an, Federasi Padel Internasional (FIP) didirikan di Madrid oleh Asosiasi Padel Argentina, Asosiasi Padel Spanyol, dan Asosiasi Padel Uruguay. Pada tahun 1997, di Barcelona, Spanyol, dan Argentina disepakati bahwa olahraga ini disebut Padel, dimana sebelumnya disebut Paddle.

    Pada tahun 2000, Kejuaraan Dunia Junior diadakan di La Plata, Argentina. Selama tahun-tahun tersebut, 7 federasi lainnya dibentuk, 6 federasi Eropa dan 6 federasi Australia. Pada tahun 2005, sirkuit padel profesional pertama lahir, yaitu Padel Pro Tour (PPT).

    Pada tahun 2013, PPT digantikan oleh World Padel Tour (2014-2023). Pada tahun 2018, Kejuaraan Dunia Senior pertama diadakan di Estepona, Malaga (Spanyol).

    Pada tahun 2021, FIP meluncurkan sirkuit Promises untuk putra dan putri kategori di bawah 14, 16, dan 18. Pada tahun 2024, sirkuit Premier Padel yang dikelola oleh FIP menjadi sirkuit profesional teratas di dunia dengan 24 turnamen di 16 negara. Dan hingga kini terdapat 87 federasi yang terafiliasi dengan FIP dan padel sudah dimainkan lebih dari 140 negara.

    Di Indonesia sendiri, padel sudah dikenal sejak tahun 2021. Olahraga ini semakin populer dan mendapat perhatian pada tahun 2024. Ketenaran padel bisa dilihat dari banyaknya lapangan padel di kota-kota besar hingga berbagai daerah, seperti Jakarta, Bandung, dan Bali.


    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)



    Sumber : sport.detik.com

  • Tinggi, Ukuran, dan Zona Permainan

    Jakarta

    Belakangan ini, padel merupakan salah satu olahraga yang cukup diminati di seluruh dunia, khususnya Indonesia. Sebagai salah satu cabang olahraga, padel memiliki aturan tersendiri, termasuk mengenai ukuran net.

    Peraturan net padel ditentukan secara resmi oleh Federasi Pedel Internasional (FIP). Selain itu, FIP juga mengatur terkait ukuran dan area permainan padel.

    Berikut detikSport telah merangkum peraturan net padel, mulai dari ukuran hingga zona permainan.


    Ukuran Net Padel

    Berdasarkan aturan resmi Federasi Padel Internasional (FIP), net padel memiliki panjang 10 meter dan tinggi 0,88 di tengah, dan naik ke 0,92 meter di ujung, dengan toleransi maksimal 0,0005 meter.

    Tinggi Resmi Net Padel

    Net dikaitkan dengan kabel logam dengan diameter maksimal 0,01 meter, ujungnya melekat pada dua tiang lateral dengan ketinggian 1,05 meter.

    Pengukuran Resmi Net Padel

    Sisi luar tiang net padel harus sejajar dengan batas lateral lapangan (bukaan, pintu masuk, atau pagar logam). Tiang net dapat berbentuk lingkaran atau persegi, tetapi harus memiliki tepi net yang membulat.

    Net harus ditutupi dengan strip putih berukuran antara 5,0 cm x 6,3 cm setelah terpasang, dengan kabel tegangan di bawahnya. Jaring net harus direntangkan sepenuhnya sehingga memenuhi ruang antara dua tiang jaring dan permukaan lapangan. Tidak boleh ada ruang antara ujung jaring dan tiang. Namun, jaring net juga tidak boleh terlalu tegang.

    Zona Permainan Padel

    Zona atau area permainan padel mencakup lapangan padel yang memiliki aturan tertentu terkait ukurannya. Menurut Federasi Padel Internasional (FIP), lapangan padel berukuran standar dengan panjang 20 meter dan lebar 10 meter. Luas totalnya mencapai 200 meter persegi.

    Lapangan padel juga dikelilingi oleh dinding dimana dinding belakang berukuran 4 meter atau sekitar 13 kaki. Dinding samping terdiri dari dua panel, panel pertama terhubung dengan dinding belakang dan tingginya 4 meter, sementara panel kedua memiliki tinggi 3 meter.

    Tanda Garis

    Lapangan padel memiliki garis yang menandai zona permainan dengan rincian sebagai berikut:

    • Semua garis lebarnya 5 cm.
    • Garis servis berjarak 6,95 meter.
    • Area antara net dan garis servis dibagi menjadi dua bagian yang sama dan dibagi oleh garis tegak lurus.
    • Area antara saluran servis dan dinding belakang sekitar 3 meter atau 10 kaki.


    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)



    Sumber : sport.detik.com

  • Rahasia Fokus dan Percaya Diri Atlet Dunia


    Jakarta

    Mental juara menjadi salah satu aspek yang mendorong keberhasilan atlet di lapangan. Tidak hanya latihan fisik, keterampilan, dan taktik, namun mental yang positif juga harus dilatih untuk mendapatkan prestasi yang maksimal.

    Mengutip dari Jurnal Pendidikan Islam, persiapan mental yang tepat berfungsi sebagai pengendali, pengontrol, dan perintah untuk melakukan aktivitas motorik. Tingkat kinerja yang tinggi dapat diantisipasi dengan mental atlet yang positif.

    Pada artikel kali ini, detikSport telah merangkum ulasan bagaimana cara membangun mental juara yang menjadi rahasia fokus dan percaya diri atlet dunia. Yuk, simak rangkumannya di bawah ini.


    1. Latihan Kekuatan Mental dan Konsistensi dengan Meditasi

    Para atlet dunia melakukan banyak strategi psikologis untuk membangun mental yang kuat demi mempertahankan performa yang baik di lapangan. Salah satu cara yang bisa digunakan yaitu melalui pelatihan kognitif. Latihan ini dilakukan dengan menghadapi tantangan melalui pikiran konstruktif. Pelatihan kognitif membantu atlet lebih tenang saat bertanding dan menghindari kesalahan akibat tekanan.

    Selain itu, meditasi juga diperlukan untuk menjaga ketenangan pikiran, baik sebelum maupun setelah bertanding. Dengan meditasi, para atlet dapat mengontrol emosi dengan baik sehingga dapat meningkatkan performa dalam pertandingan.

    2. Melatih Fokus dengan Visualisasi Mental

    Visualisasi mental menjadi salah satu teknik yang digunakan untuk melatih kepercayaan diri dan membangun motivasi. Para atlet percaya dengan membayangkan diri mereka berhasil memenangkan sebuah pertandingan, mencetak poin, atau melakukan permainan dengan sempurna. Pola pikir ini membantu para atlet dapat fokus dan tidak mudah goyah dengan tekanan atau kondisi yang buruk.

    3. Mengelola Stres dan Tekanan

    Tak jarang para atlet mendapat tekanan dari berbagai sisi, baik itu pelatih hingga para pendukung. Untuk itu, dibutuhkan keterampilan untuk mengelola stres dan tekanan agar kondisi tetap prima dan performa lebih baik.

    Dalam mengelola stres, hal yang perlu dilakukan yaitu melakukan refleksi seperti teknik pernapasan dalam atau mengambil sesi konseling dengan psikolog.

    4. Mental Juara di Luar Pertandingan

    Tak hanya di dalam pertandingan, mental juara para atlet juga harus tetap ditumbuhkan di luar arena. Seorang atlet perlu melatih kedisiplinan, keuletan, hingga kepercayaan diri dalam kehidupan sehari-hari.

    Mental juara para atlet ini juga bisa kita terapkan, dapat dilihat dari kerendahan hati saat menghadapi kemenangan, hingga bagaimana cara atlet menerapkan target yang strategis dan terperinci.

    Mental juara merupakan fondasi yang kuat dalam mempertahankan prestasi atlet. Melatih fisik harus diimbangi dengan melatih mental yang positif, baik itu melalui visualisasi mental, strategi psikologis, hingga manajemen stres. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan kamu ya, detikers!


    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)



    Sumber : sport.detik.com