Tag: detiktravel

  • Masjid Tertua hingga Makam Ulama, Ini Fakta Masjid Agung Karawang!


    Jakarta

    Karawang bukan cuma dikenal sebagai kota industri, tetapi juga banyak menyimpan cerita sejarah penyebaran Islam di Jawa Barat. Salah satu buktinya adalah Masjid Agung Karawang, masjid ini disebut sebagai salah satu masjid tertua di Karawang. Masjid Agung Karawang juga dikenal dengan nama Masjid Quro.

    Fakta-Fakta Masjid Agung Karawang

    Apa saja fakta menarik dari Masjid ini? Berikut detikTravel rangkum untuk kalian!

    1. Masjid Tertua di Jawa Barat

    Didirikan pada tahun 1418 Masehi/838 Hijriyah, Masjid Agung Karawang disebut menjadi salah satu masjid tertua di Jawa Barat.


    Masjid ini didirikan oleh tiga ulama besar yakni, Syekh Abdurrahman, Syekh Hasanudin bin Yusuf Sidik, dan Syekh Maulana Idhofi. Masjid Agung Karawang dibangun sebagai lambang penyebaran syariat Islam di Jawa Barat, tepatnya Kabupaten Karawang.

    Bangunan masjid dibangun dengan mencerminkan perpaduan antara budaya lokal dan nilai-nilai Islam yang kuat. Hingga saat ini, Masjid Agung Karawang masih digunakan sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial sekaligus simbol warisan sejarah.

    2. Makam Syekh Abdurrahman

    Makam Syekh Abdurrahman, di kompleks Masjid Agung KarawangMakam Syekh Abdurrahman, di kompleks Masjid Agung Karawang Foto: Asti Azhari/detikTravel

    Tepat berada di halaman belakang bangunan masjid, bersemayam seorang tokoh besar Islam. Makam Syekh Abdurrahman, salah satu ulama yang turut berperan dalam pendirian Masjid Agung sekaligus penyebaran Islam di Karawang.

    Makam ini selalu ramai diziarahi oleh masyarakat setempat, terutama pada hari Jumat. Syekh Abdurrahman tidak hanya dihormati karena ilmunya, tetapi juga keteladanannya dalam membimbing umat ke jalan yang lebih baik.

    Pengelola masjid menyampaikan makam Syekh Abdurrahman tidak boleh dikunjungi saat ada jadwal shalat berjamaah, untuk mengurangi risiko kepadatan dan kerusuhan. Selain itu, makam ini terbuka untuk dikunjungi oleh masyarakat setempat.

    3. Pondok Pesantren Quro

    Pondok Pesantren Quro merupakan salah satu pondok pesantren tertua di Karawang. Pondok ini juga didirikan bersamaan dengan pendirian Masjid Agung Karawang. Nama Quro sendiri diambil dari nama salah satu pendirinya yaitu Syekh Hasanudin bin Yusuf Sidik yang lebih dikenal dengan sebutan Syekh Quro.

    Hingga kini, Pondok Pesantren Quro menjadi bukti kuatnya tradisi penyebaran Islam dan menjadi lembaga pembelajaran agama untuk mencetak generasi penerus yang berpegang pada nilai-nilai keislaman.

    (row/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • 7 Spot Wajib Dikunjungi di Little India, Komunitas India di Jakarta


    Jakarta

    Traveler sudah tahu belum, kalau di Jakarta ada kawasan yang dijuluki dengan Little India. Little India terletak di Kawasan jantung Jakarta, tempat ini menyimpan jejak sejarah komunitas keturunan India yang menjadi cermin kehidupan multi budaya di Jakarta. Komunitas India hadir di Jakarta sejak abad ke 18, mereka datang sebagai pedagang, lalu mendirikan sekolah, tempat ibadah, bank, restoran, dan toko-toko pakaian khas India.

    Kawasan ini berada di Pasar Baru, Jakarta Pusat atau dekat dengan Stasiun Juanda Jakarta, sebelah kiri dari pintu keluar Stasiun Juanda traveler akan menemukan gapura yang bertuliskan ‘Welcome To Little India’ dengan motif bunga warna warni. Ada berbagai macam spot unik yang wajib traveler kunjungi di Little India. Tapi tenang, traveler nggak perlu khawatir capek, karena spot tersebut saling berdekatan, searah, dan bisa ditempuh dengan berjalan kaki.

    7 Spot Menarik di Little India Jakarta

    detikTravel sempat berkunjung ke kawasan Little India di Pasar Beru, Jakarta di akhir Oktober 2025, berikut laporannya:


    1. Sekolah Mahatma Gandhi

    Little India, Pasar Baru, JakartaLittle India, Pasar Baru, Jakarta Foto: Qonita Hamidah/detik travel

    Letaknya di Jalan Pasar Baru Selatan nomor 10. Nama sekolah diambil dari nama tokoh kemanusiaan asal India, Mahatma Gandhi. Tempat ini menjadi salah satu sekolah internasional tertua di Indonesia, sudah berdiri dari tahun 1950.

    Dilansir dari laman resminya, Sekolah Mahatma Gandhi terdiri atas Taman Kanak-kanak (TK), SD, SMP, hingga SMA. Sekolah Mahatma Gandhi berada di dua tempat berbeda, yaitu sekolah pertama di Kemayoran, dan sekolah kedua di Pasar Baru. Dulunya, sekolah ini hanya menerima siswa internasional dari negara lain yang berada di Indonesia.

    2. State Bank of India (SBI)

    Little India, Pasar Baru, JakartaLittle India, Pasar Baru, Jakarta Foto: Qonita Hamidah/detik travel

    Letaknya di Jalan Pasar Baru Selatan nomor 19. Traveler hanya perlu berjalan sedikit saja dari sekolah Mahatma Gandhi, lalu akan menemukan bank ini. Bank SBI Indonesia berdiri sejak 1970 dengan mayoritas sahamnya dimiliki SBI.

    Bank ini tidak hanya memenuhi kebutuhan nasabah, tapi juga jadi penghubung hubungan perdagangan dan investasi India dengan Indonesia. Dikutip dari laman resminya, Bank SBI Indonesia memiliki 7 kantor cabang dan 4 kantor cabang pembantu yang tersebar di 5 kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, dan Medan.

    3. SAI Study Group

    Little India, Pasar Baru, JakartaLittle India, Pasar Baru, Jakarta Foto: Qonita Hamidah/detik travel

    Terletak di Jalan Pasar Baru Selatan nomor 26, SAI Study Group adalah sebuah tempat untuk mempelajari, menghayati, dan mengamalkan ajaran Sai Baba. Sathya Sai Baba adalah seorang tokoh spiritual asal India Selatan yang mengabdikan hidupnya untuk kemanusiaan. Sebagian warga India meyakini, Sai Baba adalah manusia setengah dewa. Di tempat ini ada klinik pengobatannya juga.

    4. Sikh Temple Pasar Baru

    Little India, Pasar Baru, JakartaLittle India, Pasar Baru, Jakarta Foto: Qonita Hamidah/detik travel

    Lanjut jalan kaki sekitar 200 meter dari SAI Study Group, traveler akan melihat Sikh Temple yang terletak di Jalan Pasar Baru Timur nomor 10. Dikutip dari Jakarta Tourism, Sikh Temple telah berdiri sejak 1956 yang didirikan oleh Pritam Sikh dan keluarganya yang berasal dari India, dan menganut agama Sikh.

    Sebelum masuk ke Gurdwara, traveler wajib melepas alas kaki, dan menutup kepala baik wanita maupun pria, tenang traveler! karena kain penutup kepala sudah disediakan kain penutup kepala yang bisa traveler pinjam di Sikh Temple ini. Di dalamnya beralaskan karpet dan ada Darbar Sahib atau tempat meletakan kitab suci dilengkapi dengan kubah.

    5. Tharoomal Detaram (T&D)

    Little India, Pasar Baru, JakartaLittle India, Pasar Baru, Jakarta Foto: Qonita Hamidah/detik travel

    Nggak afdol kalau traveler ke Little India belum mampir ke toko untuk mencoba baju sari khas India yang letaknya di Jalan Pasar Baru nomor 96. Toko ini menyediakan berbagai baju India ala Bollywood dan aksesoris lainnya, seperti gelang, sarara, palazzo, salwarset, lengga, kurtis, dupattas, dan anarkali. Pemilik toko ini juga orang India traveler. Traveler bisa menawar harga barang pilihan di sini.

    “Toko ini heritage shop, kita menjual berbagai macam pakaian bollywood bukan hanya pakaian saja melainkan ada aksesoris. Waktu saya datang langsung dari India ke sini (Indonesia) pada 1932, lalu senang di Indonesia karena budaya dan masyarakatnya yang ramah. Toko ini sudah lama, saya generasi keempat,” kata Lakhmi Mahtani, pemilik Tharoomal Detaram.

    6. Martabak HAR

    Little India, Pasar Baru, JakartaLittle India, Pasar Baru, Jakarta Foto: Qonita Hamidah/detik travel

    Letaknya di Jalan Samanhudi nomor 79, martabak ini bisa jadi cemilan penutup wisata di Little India. Ada beberapa pilihan menu martabak, dua diantaranya ada martabak HAR telur dengan harga Rp 26 ribu, dan martabak HAR bebek dengan Harga Rp 36 ribu. Pemiliknya berasal dari India Bernama Haji Abdul Razak, kemudian disingkat jadi HAR sebagai nama resto. Dia adalah saudagar asli India yang merantau ke Palembang tahun 1947, dia menggabungkan roti India dengan isian telur dan kuah kari yang popular di Palembang, lalu jadilah kuliner khas Martabak HAR.

    7. Toko Populer

    Little India, Pasar Baru, JakartaLittle India, Pasar Baru, Jakarta Foto: Qonita Hamidah/detik travel

    Toko populer Pasar Baru merupakan rumah dari Tio Tek Hong yang berdiri sejak 1902. Toko ini menjual alat musik, swalayan, dan toko terlengkap pada zamannya. Tio Tek Hong menjadikan tokonya sebagai department store pertama di Indonesia. Di Toko Populer, Tio Tek Hong menetapkan sistem harga tetap.

    “Bahkan Tio Tek Hong menjadikan rumahnya menjadi departemen store pertama di Indonesia, cikal bakalnya di sini. Di antara toko lain yang masih menggunakan tawar menawar, nah dia doang yang mulai ngasih harganya itu harga tetap atau fix price cuma ini,” Kata Muti, pemandu wisata Pasar Baru kepada detikTravel.

    Dulu dinamakan toko populer karena cukup terkenal pada zamannya, namun sekarang toko ini masih menjadi toko namun menjual berbagai tas saja. Buat yang penasaran sama komunitas India di Jakarta, cuzz langsung masukin wisata Little India Pasar Baru ke list wisata traveler ya!

    (row/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • 7 Taman di Jakarta Utara, Tiket Masuk Gratis



    Jakarta

    Sebanyak tujuh taman di Jakarta Utara bisa buat healing dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Mulai dari Taman Bintaro hingga Taman Gorontalo.

    Mau liburan hemat di Jakarta Utara? Bisa banget! Jakarta Utara ternyata punya banyak pilihan taman yang nyaman dan bisa jadi tempat liburan keluarga, yang utama tiket masuknya gratis.

    Bagi detikers yang lagi mencari alternatif rekreasi murah tapi berkesan, berikut taman di Jakarta Utara yang wajib dikunjungi.


    1. Taman Bintaro

    Taman Bintaro, Cilincing, Jakarta UtaraTaman Bintaro, Cilincing, Jakarta Utara (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

    Taman Bintaro terletak di Jl. Sungai Kendal Gang H. Nayu, RT 1/Rw 8, Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Taman ini bersebelahan dengan area persawahan yang membentang luas.

    Walau tidak terlalu luas, Taman Bintaro memiliki spot tempat bermain anak yang difasilitasi oleh wahana perosotan. Untuk orang dewasa, terdapat spot gym dan are pejalan kaki yang bisa digunakan untuk jogging.

    Waktu paling ramai di kawasan taman ini biasanya sore hari sekitar jam 16.00 sampai 16.30 WIB.

    2. Taman Sarang Bangau

    Taman Sarang Bangau di Cilincing, Jakarta UtaraTaman Sarang Bangau di Cilincing, Jakarta Utara (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

    Taman Sarang Bangau terletak di Jl. Marunda RT 6/RW 4, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Taman ini memiliki fasilitas olahraga dan area bermain untuk anak-anak.

    Dalam arsip berita detikTravel, Taman Sarang Bangau menawarkan suasana yang adem, sejuk, dan bersih. Taman ini cocok untuk menghabiskan waktu di sore hari bersama keluarga atau teman. Biasanya pengunjung datang untuk bermain ataupun berolahraga.

    Selain itu, ada banyak para penjaja makanan di sekitar kawasan taman, jadi pengunjung bisa menikmati suasana sembari menyantap berbagai makanan dan minuman.

    3. Taman Sungai Kendal

    Taman Sungai Kendal jadi primadona warga untuk berkumpul dan berwisata gartis. Taman ini berada di Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.Taman Sungai Kendal jadi primadona warga untuk berkumpul dan berwisata gartis. Taman ini berada di Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. (Muhammad Lugas Pribady)

    Taman Sungai Kendal berada di Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Memasuki area jembatan dari pintu depan, wisatawan akan mendapati area bermain anak yang dilengkapi dengan wahana bermain anak seperti ayunan dan perosotan.

    Menariknya taman ini memiliki area skatepark yang bisa menjadi tempat khusus bermain skateboard. Namun area skatepark ini hanya bisa digunakan untuk skateboard saja, bukan track yang bisa digunakan untuk sepeda.

    4. Taman Ondel-ondel

    Anak-anak bermain di area ruang terbuka hijau Taman Ondel-ondel, Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (17/2/2023). Taman ini dibangun pada tahun 2022 dan rampung pada Januari 2023.Anak-anak bermain di area ruang terbuka hijau Taman Ondel-ondel, Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara. (Pradita Utama)

    Taman Ondel-ondel berada di Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara. Dulunya kawasan ini merupakan kawasan tempat pembuangan sampah. Hingga kemudian pada tahun 2023 dikelola menjadi sebuah taman yang dimanfaatkan sebagai tempat wisata masyarakat setempat.

    Taman Ondel-ondel menjadi sarana pelestarian kebudayaan Betawi, sebab ondel-ondel tidak semata-mata digunakan sebagai nama dari taman ini, melainkan sebagai ikon yang menghiasi kawasan taman.

    Sepasang ondel-ondel terpajang di bagian depan taman, selain sebagai hiasan, secara tidak langsung juga sebagai pengingat akan budaya khas yang dimiliki Jakarta.

    Taman Ondel-ondel ramai dikunjungi wisatawan di hari Sabtu dan Minggu terutama di sore hari.

    5. Taman Hutan Kota Penjaringan

    Taman Hutan Kota Penjaringan, Jakarta UtaraTaman Hutan Kota Penjaringan, Jakarta Utara khas dengan taman labirin. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

    Taman Hutan Kota Penjaringan menyajikan pemandangan yang indah dan hijau, memanjakan mata siapa saja yang berkunjung. Selain duduk santai, wisatawan bisa melakukan banyak kegiatan menarik disini.

    Daya tarik utama di taman ini adalah labirinnya. Melansir kanal Instagram temantaman.jkt, taman ini menyediakan berbagai fasilitas mulai dari jogging track, pergola, menara pengawas, pendopo, area parkir, toilet, area gym, dan area pemancingan.

    Selain itu, taman ini khas dengan taman labirin. Traveler berani mencobanya?

    Lokasinya berada di Jl. Kepanduan II, RT 7/RW 16, Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

    6. Taman Gorontalo

    Taman Gorontalo tidak terletak di Gorontalo, taman ini berada di Jl. Gorontalo Raya, Kelurahan Sungai Bambu, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

    Melansir kanal Instagram temantaman.jkt, Taman Gorontalo diresmikan pada 2019. Masyarakat setempat menyebutnya sebagai Taman Segitiga, karena bentuk dan luas taman tersebut menyerupai bentuk segitiga. Walau sempat ditutup sementara, taman ini dibuka kembali pada awal tahun 2025.

    Melansir situs Ayo ke Taman, terdapat berbagai fasilitas yang ada di Taman Gorontalo seperti lapangan olahraga, jogging track, area permainan anak, hingga track skateboard.

    7. Taman Rawa Badak Utara

    Taman Rawa Badak Utara berada di Jl. Inspeksi Kali Sunter, Kelurahan Rawa Badak Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Kawasan taman ini terletak di samping Tempat Penampungan Sampah Sementara Koja.

    Sempat mengalami revitalisasi pada tahun 2019, Taman Rawa Badak Utara baru beroperasi lagi di tahun 2020 dengan penambahan fasilitas berupa jogging track, area gym, amphitheater, dan juga Wi-Fi.

    Selain itu, taman ini juga memiliki area parkir mobil dan motor, area permainan anak, dan toilet. Menariknya, kawasan taman memiliki danau buatan yang digunakan untuk penampungan air hujan. Area danau buatan ini dikelilingi oleh jogging track menyajikan pemandangan yang indah bagi wisatawan.

    (iah/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Banyak Atraksi Seru, Kental Budaya Lokal Bali



    Jakarta

    Kala mendengar kata Bali pasti yang terpikir adalah pantai dan pantai memang jadi salah satu destinasi favorit wisatawan yang berada di pulau indah ini. Tapi cobalah aktivitas baru dan menarik lainnya kala berkunjung ke Bali.

    Contohnya ke Trans Studio Theme Park Bali. Beberapa waktu lalu detikTravel berkesempatan untuk berkunjung ke sana. Berbeda dengan Trans Studio yang ada di kota-kota lainnya, karena di sini unsur budaya lokalnya sangat kental.

    Inilah yang menjadi pengalaman berbeda saat berkunjung ke Trans Studio Theme Park Bali. Kekentalan budaya Bali bisa langsung terasa sesaat setelah gerbang masuk loket Trans Studio Theme Park Bali.


    Wahana pertama adalah Bali Senses. Sebuah ruangan imersif yang menampilkan berbagai ornamen budaya Bali yang sangat indah, dengan paduan warna, gambar, dan suara dari musik khas Bali memberikan pengalaman awal yang sungguh menakjubkan.

    General Manager Trans Studio Theme Park Bali, I Nyoman Sutarjana, menyampaikan diadopsinya budaya Bali dalam area Trans Studio Theme Park Bali ini tiada lain sebagai representasi dari Bali itu sendiri. Katanya banyak wisatawan ke Bali itu mencari pengalaman terkait alam dan budayanya, maka dari itu pihaknya coba untuk mengakomodir hal-hal tersebut dengan sesuatu yang berbeda.

    Trans Studio Theme Park BaliWahana Bali Senses di Trans Studio Theme Park Bali. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

    “Trans Studio Bali itu kan salah satu destinasi wisata yang ada di Bali lah. Nah karena kita tahu bahwasannya Bali dikunjungi banyak wisatawan, termasuk mancanegara dan domestik,” kata Nyoman Sutarjana kepada detikTravel, Senin (17/11/2025).

    “Nah mereka yang datang ke Bali itu kan pasti mencari: pertama itu nature, kemudian culture. Untuk itu konsep dari Trans Studio Bali juga mengadopsi dari keinginan wisatawan tersebut, sehingga menggabungkan wahana yang juga berbasis dengan culture,” ujar Nyoman Sutarjana.

    Trans Studio Theme Park Bali ini memiliki 16 wahana dengan tiga pertunjukan yang bisa dinikmati oleh pengunjung. Tentunya ada beberapa wahana yang paling jadi primadona pengunjung saat berada di sini.

    detikTravel pun penasaran dan langsung mencoba Flying Over Indonesia. Sebuah keseruan yang tiada tara karena menjadi kali pertama menjajal pengalaman berkeliling Indonesia hanya dengan duduk di kursi.

    Trans Studio Theme Park BaliWahana Flying Over Indonesia di Trans Studio Theme Park Bali. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

    Pengunjung akan diajak untuk terbang berkeliling Indonesia, tentunya dengan paduan adrenalin yang cukup untuk membuat jantung berpacu cepat. Tetapi semua kepanikan itu akan tertutup dengan rasa kagum melihat destinasi-destinasi Indonesia yang ada di wahana tersebut.

    Selain Bali Senses Flying Over Indonesia, terdapat beberapa wahana lain, seperti Boomerang Coaster, Formula Kart, iFly, Frank House, Ninja Course, Kids Play Ground, dan Lucky Tree Climber.

    Kemudian, ada Illusion House, Forbbiden Temple, Bat Glider, Werewolf World, City of Dead, dan Road Rage.

    Sementara untuk pertunjukannya, Trans Studio Theme Park Bali punya Temple Raider Stun Show, Dream Parade Festival, dan Gayatri Show. Untuk pertunjukan Gayatri Show, ceritanya diadaptasi dari budaya dan cerita lokal Bali. Sehingga pengunjung akan diajak lebih mengenal budaya Bali dari cara yang menyenangkan.

    “Gayatri adalah cultural show. Itu menceritakan bagaimana kehidupan orang Bali dari lahir sampai mereka menikah, termasuk juga lifestyle, kemudian bagaimana mereka hidup di pedesaan yang damai dan indah,” ujar Nyoman Sutarjana.

    (upd/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Pesona Bali di Lorong Imersif Trans Studio Theme Park Bali



    Jakarta

    Trans Studio Theme Park Bali ternyata bukan sekadar menyuguhkan wahana-wahana seru kepada pengunjungnya, tapi juga pengalaman budaya. Seperti apa?

    Bali mempunyai daya tarik tersendiri dengan kultur dan budayanya dan telah berhasil menggaet wisatawan berkunjung, baik turis domestik maupun internasional.

    Trans Studio Theme Park Bali mengadopsi keunggulan dan keunikan Bali itu di setiap lini wahana yang dimiliki.


    Saat berkunjung ke lokasi beberapa waktu lalu, detikTravel dibuat terkesima dengan wahana yang mereka sebut Bali Senses. Ini merupakan lorong awal untuk masih ke area lainnya di Trans Studio Theme Park Bali.

    Lorong itu disulap mereka menjadi sebuah lorong imersif yang menampilkan ragam ciri khas dari Bali. Namun yang paling membuat berdecak kagum adalah paduan dari musik khas Bali dan warna-warni cahaya di Bali Senses itu.

    Trans Studio Theme Park BaliBali Senses di Trans Studio Theme Park Bali. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

    Di sana juga terdapat beberapa ruangan dan ada satu ruangnya yang terdapat sebuah ayunan. Di situ pengujung bisa menikmati pengalaman bermain ayunan dikeliling cahaya dan visual yang menarik.

    Sehingga Bali Senses ini wajib rasanya bagi yang suka berfoto-foto sebagai latar belakangnya.

    General Manager Trans Studio Theme Park Bali, I Nyoman Sutarjana, menyampaikan Bali Senses itu akan memberikan kesan pertama yang baik untuk Trans Studio Theme Park Bali. Karena di sana nuansa Bali yang ditawarkan pihaknya cukup kental dan sangat menyita perhatian.

    Trans Studio Theme Park BaliBali Senses di Trans Studio Theme Park Bali. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

    Terlebih seperti yang disebut di awal, Nyoman Sutarjana pun berujar jika wisatawan domestik maupun internasional sangat menyukai budaya Bali, selain destinasi wisatanya.

    “Nah mereka yang datang ke Bali itu kan pasti mencari: pertama itu nature, kemudian culture. Untuk itu konsep dari Trans Studio Bali juga mengadopsi dari keinginan wisatawan tersebut, sehingga menggabungkan wahana yang juga berbasis dengan culture,” kata Nyoman.

    Sebagai sebuah destinasi di Bali, Trans Studio Theme Park Bali ini memberikan pengalaman yang menyenangkan. Selain bisa bermain wahana-wahana yang seru, juga mendapatkan pengalaman melokal ala Bali.

    (upd/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Melihat Lebih Dekat Kehidupan Masyarakat Bali di Gayatri Show Trans Studio Bali



    Denpasar

    Trans Studio Theme Park Bali bukan hanya menyajikan beragam wahana yang menarik, tetapi juga menyuguhkan sajian budaya lokal khas Bali.

    Biasanya theme park hanya berfokus pada wahana-wahana untuk dijajal oleh pengunjungnya. Namun beda hal jika traveler berkunjung ke Trans Studio Theme Park Bali.

    Di sana selain pengunjung akan diberikan pengalaman yang berbeda dengan sentuhan lokal khas Bali. Sebagaimana diketahui Bali punya berbagai budaya khas yang menjadi daya tariknya.


    Melalui pertunjukan Gayatri Show, pengunjung akan menyaksikan cerita kehidupan masyarakat Bali. Menurut General Manager Trans Studio Theme Park Bali, I Nyoman Sutarjana, menyampaikan pesan yang ingin disampaikan dalam pertunjukan tersebut ialah bagaimana kehidupan masyarakat Bali dari lahir hingga tumbuh dewasa.

    “Gayatri adalah cultural show. Itu menceritakan bagaimana kehidupan orang Bali dari lahir sampai mereka menikah, termasuk juga lifestyle, kemudian bagaimana mereka hidup di pedesaan yang damai dan indah,” kata Nyoman Sutarjana saat detikTravel berkunjung ke sana, Senin (17/11/2025).

    “Kemudian mereka diceritakan dengan beberapa aktivitas adat dan keagamaan yang bercampur di sana yang didesain dengan tarian kolosal, sehingga menarik bagi pengunjung,” lanjutnya.

    Ia juga menyebutkan dari Gayatri Show ini diharapkan mampu memberikan gambaran tentang kehidupan masyarakat Bali secara nyata kepada pengunjung, baik wisatawan domestik maupun internasional.

    “Dari show itu message-nya adalah mereka pengunjung itu bisa mengetahui bagaimana kehidupan orang Bali yang original, yang diperagakan dari semenjak lahir sampai mereka menikah,” lengkap Nyoman Sutarjana.

    Sebagai informasi, pengunjung yang datang ke Trans Studio Theme Park Bali ini didominasi oleh wisatawan internasional. Bagi Nyoman Sutarjana banyak wisatawan internasional yang senang dengan pertunjukan tersebut.

    Dan negara yang paling banyak menghabiskan waktu di Trans Studio Theme Park Bali ini adalah wisatawan dari Australia.

    “Kalau wisatawan mancanegara yang paling banyak ke tempat kita itu sementara masih dari Australia,” sebutnya.

    (upd/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Terbang Keliling Nusantara dari Bali dengan Waktu Tak Lebih dari 10 Menit



    Jakarta

    Di Bali ada satu tempat yang punya wahana berkeliling Indonesia dengan pengalaman yang seru dan berbeda. Nama wahana itu adalah Flying Over Indonesia.

    Flying Over Indonesia merupakan sebuah wahana yang flying theater yang ada juga di beberapa negara lainnya. Wahana itu ada di Trans Studio Theme Park Bali. Spesialnya, wahana flying theater satu-satunya yang ada di Indonesia.

    Traveler yang berkunjung ke Trans Studio Theme Park Bali jangan lupa untuk menjajal Flying Over Indonesia ini. Karena memberikan pengalaman yang menarik, tak ayal antrean wahana ini pun mengekor panjang.


    Saat detikTravel berkunjung beberapa waktu lalu, untung saja antrean tak begitu panjang karena kebetulan wahana tersebut baru saja dibuka, sekitar pukul 11.00 WITA. Bahkan, ada pengunjung yang telah menunggu di antrean sebelum wahana itu dibuka.

    Masuk ke dalam ruang layaknya bioskop lengkap dengan layar besar dan jajaran kursi. Namun yang membedakan di kursi bioskop biasa adalah adanya safety belt dan ada seperti tembok penghalang di depan kursi yang kita duduki.

    Suasana terasa biasa saja sampai layar menyala dan kursi diangkat ke langit. Di sinilah pengalaman yang menegangkan sekaligus menakjubkan, kursi itu ternyata tidak statis tapi bergerak seperti kita sedang bermain paralayang.

    Semakin menakjubkan lagi pengunjung dibawa untuk berkeliling Indonesia, mulai dari barat hingga timur Indonesia. Inilah yang jadi daya tarik dari Flying Over Indonesia, sehingga ini jadi salah satu promosi destinasi wisata di Indonesia.

    Trans Studio Theme Park BaliWahana Flying Over Indonesia di Trans Studio Theme Park Bali. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

    Beberapanya seperti Masjid Baiturrahman di Aceh, Candi Borobudur di Yogyakarta, landskap Kota Jakarta, hingga Raja Ampat.

    Oleh karenanya banyak pengunjung yang ketagihan untuk mengantre ulang agar bisa merasakan sensasi keliling Indonesia dengan pengalaman yang berbeda. Dalam sekali bermain, pengunjung akan diajak keliling selama kurang lebih tujuh menit dengan kapasitas wahana mencapai 80 orang.

    “Dari wahana tersebut kita ingin memperkenalkan Indonesia lewat flying theater dan itu bisa mengakomodasi dalam satu kali permainan itu lebih dari 70 orang. Sehingga itu bagus untuk corporate, untuk grup-grup yang datang ke tempat kita,” kata General Manager Trans Studio Theme Park Bali, I Nyoman Sutarjana.

    Trans Studio Theme Park BaliWahana Flying Over Indonesia di Trans Studio Theme Park Bali. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

    Kemudian, Nyoman Sutarjana mengungkapkan banyak wisatawan yang mengatakan wahana Flying Over Indonesia ini sebagai wahana yang terbaik dari semua wahana yang ada di Trans Studio Theme Park Bali.

    “Antusias pengunjung sangat tinggi sekali, bahkan mereka itu menikmati Flying Over Indonesia ini bisa berkali-kali. Beberapa wisatawan yang saya tanya juga mereka mengatakan bahwasannya ini adalah salah satu wahana yang the best yang mereka temukan di dunia,” katanya.

    “Kalau tidak salah wahana ini hanya ada di 11 negara saja, jadi tidak banyak negara yang memiliki (wahana) flying over seperti ini,” kata Nyoman Sutarjana.

    Sebagai informasi, wahana Flying Over juga ada di beberapa negara lainnya seperti Prancis, Dubai, Kanada, Amerika Serikat, China, UEA, Spanyol, Islandia, Australia, Jerman, dan Indonesia.

    (upd/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Tempat Nongkrong Anti-mainstream di Jogja, Embung Langensari



    Yogyakarta

    Yogyakarta begitu identik dengan Malioboro, Prawirotaman atau Jakal (Jalan Kaliurang). Tapi Jogja juga punya tempat nongkrong anti-mainstream dan gratis!

    Adalah Embung Langensari, sebuah waduk yang dibuat untuk menampung kelebihan air di saat hujan. Kawasan ini baru dibangun pada tahun 2015 dan dikembangkan sebagai tujuan wisata lokal pada tahun 2017.

    Lokasinya ada di Jalan Kusbini, Klitren, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta. Embung ini buka 24 jam dan tidak tidak memungut biaya masuk alias gratis. Traveler hanya perlu membayar biaya parkir sebesar Rp 2.000 untuk kendaraan roda dua.


    Saat malam hari, Embung Langensari tampak bercahaya dengan kelap-kelip lampu yang dipasang berwarna-warni. Dengan pohon-pohon rindang yang mengelilingi waduk, Embung Langensari tampak makin fotogenik.

    Embung Langensari di YogyakartaEmbung Langensari di Yogyakarta Foto: (bonauli/detikcom)

    Semakin malam, Embung Langensari semakin ramai. Ada banyak kedai makanan dengan model food truck di sana. Pengunjung dibuat nyaman dengan fasilitas kursi dan meja yang menghadap ke arah penampungan air.

    Kalau mau lesehan juga bisa, ada lapangan yang cukup luas di area tengah. Pengunjung bisa bebas memilih sudut terbaik untuk nongkrong. Bahkan tak sedikit yang mengerjakan tugas di sini.

    Kedai-kedai di Embung Langensari mulai buka saat sore hingga malam hari. Pengunjung bisa puas berwisata kuliner, ada berbagai macam jenis makanan yang dijual. Mulai dari burger, kopi, sampai street food viral. Harganya juga masih terbilang ramah di kantong.

    Sebagai gambaran, segelas es teh jumbo dihargai Rp 4.000, makanan berat seperti mie mentai dimulai dari harga Rp 15.000, sampai burger viral mulai dari Rp 28.000.

    Embung Langensari di YogyakartaEmbung Langensari di Yogyakarta Foto: (bonauli/detikcom)

    Pusa (22), seorang mahasiswi yang baru pertama kali ke sini cukup senang ketika diajak main ke sini oleh teman-temannya. Dengan bekal lotion anti-nyamuk, ia langsung merasa betah untuk nongkrong.

    “Ini tempatnya enak buat nongkrong bareng teman, banyak makanan, suasananya juga asyik. Walaupun enggak terlalu luas, lampu-lampu yang dipasang bikin foto estetik. Mau ke sini lagi nanti,”‘ ucapnya senang kepada detikTravel pada Sabtu (22/11/2025)

    Sementara Yozar (24), sudah ke sini berulang kali. Ia merasa sangat nyaman nongkrong di sini sampai-sampai membawa gitar untuk berdendang bersama teman-teman.

    “Tempatnya cozy, gerai makanan banyak. Ini kaya sunmori versi malam,” kata Yozar.

    Embung Langensari di YogyakartaPengunjung Embung Langensari di Yogyakarta Foto: (bonauli/detikcom)

    (bnl/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • 50 Dari 2.950 Pelamar Lolos MagangHub di detikcom, Begini Proses Seleksinya!



    Jakarta

    Program MagangHub x Detikcom Batch 1 menjadi pilihan para fresh graduates yang ingin memiliki pengalaman di dunia media digital. Pada gelombang pertama ini, tercatat sebanyak 2.950 pendaftar bersaing ketat untuk mendapatkan posisi magang di media digital ternama ini. Namun, hanya 50 peserta terbaik yang berhasil lolos tahap akhir dan resmi bergabung dengan tim detikcom.

    Menurut perwakilan HRD detikcom Syifa Haryanti, seluruh proses seleksi dilakukan secara transparan dan adil.

    “Semua pelamar menerima email untuk mengikuti tahap pertama yaitu psikotes. Setelah itu, mereka mengerjakan tugas sesuai posisi yang dilamar dan mengunggah CV serta portofolio. Semua dinilai secara objektif,” jelas Syifa kepada detikEdu di Aula Menara Bank Mega, Jl Kapten Tendean, Jakarta Selatan, pada Senin (20/10/2025).


    Syifa juga menyebutkan bahwa program MagangHub ini sangat kompetitif karena antusiasme peserta yang luar biasa tinggi.

    “Program MagangHub ini benar-benar bombastis! Antusiasmenya luar biasa, padahal waktu pendaftarannya sangat singkat,” tambahnya.

    Syifa juga menyampaikan bawa tidak menutup kemungkinan bagi peserta magang yang ‘outstanding’ dan dinilai memiliki kompetensi yang mumpuni akan direkrut, apabila dibutuhkan.

    Salah satu peserta MagangHub adalah Nyimas Amrina Rosada, lulusan Universitas Sriwijaya Palembang. Nyimas berhasil lolos dan kini bergabung di detikTravel.

    “Senang banget bisa magang di detikcom, salah satu media digital paling populer di Indonesia. Selain menambah pengalaman, ini juga bagus untuk karir ke depan,” kata Nyimas.

    Pengakuan lain datang dari Gita Urania Natasha, lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Bina Nusantara.

    “Aku awalnya tahu info MagangHub dari TikTok, terus aku coba daftar di akun Siap Kerja, ternyata aku eligible,” tutur gadis asal Samarinda, Kalimantan Timur ini.

    Alasan Gita mendaftar di detikcom, karena portal berita ini sangat populer sehingga dia tertarik buat menimba pengalaman di detikcom. Setelah melalui beberapa proses seleksi, Gita lolos diterima di kanal detikFinance. Gita bakal menulis hingga meliput berita seputar ekonomi moneter.

    “Aku harap, aku dapat pengalaman yang bisa bantu buat karier ke depannya, dan juga bangun koneksi,” harap Gita.

    Melalui kolaborasi bersama MagangHub Kemnaker, detikcom berharap dapat membentuk generasi muda yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki integritas dan etika digital yang tinggi dalam dunia kerja media modern.

    (nwk/nwk)



    Sumber : www.detik.com