Tag: Developer

  • Tim Developer Zcash Bubar! Gimana Nasib Proyeknya?

    Zcash (ZEC) merupakan cryptocurrency yang lahir pada 2016, dikenal sebagai koin dengan privasi tinggi berkat teknologi zk-SNARKs yang memungkinkan transaksi anonim tanpa jejak. 

    Zcash ditenagai oleh tim dari perusahaan Electric Coin Company (ECC) yang didirikan oleh Zooko Wilcox. ECC diawasi oleh Bootstrap, sebuah organisasi nonprofit 501(c)(3) yang bertugas memastikan misi Zcash tetap selaras dengan kepentingan publik.

    Di tengah altcoin lain yang mengalami penurunan, justru Zcash memberikan performa luar biasa dengan semakin digaungkannya narasi privasi, harga ZEC naik lebih dari 800%, dan menjadikan Zcash top performer di antara altcoin lain. 

    Namun, pada 7 Januari 2026 kemarin, Zcash mendadak bearish ketika seluruh tim ECC resign massal.

    Baca juga: Zcash (ZEC) Naik 400%, Narasi Privacy Jadi Tren Selanjutnya?

    Kronologi Singkat Alasan Tim ECC Zcash Bubar 

    Berdasarkan tweet dari akun X, Josh Swihart, mantan CEO ECC pada 7 Januari 2026, timnya secara resmi mengumumkan “constructively discharged” yang merupakan istilah hukum AS untuk kondisi dimana pekerja paksa resign akibat kondisi kerja yang tak bisa ditoleransi. 

    Swihart menuduh mayoritas board Bootstrap yang kemudian disebut sebagai ZCAM, tidak selaras dengan misi Zcash, yakni membangun “unstoppable private money“.

    Wallet Zcash, Zashi mobile wallet. Sumber: z.cash

    Singkatnya, konflik ini berawal dari Tim developer ECC ingin memisahkan (spin out) Zashi, wallet mobile Zcash yang mereka bangun, menjadi entitas privat. Dengan tujuan agar mampu bergerak lebih cepat, punya fleksibilitas bisnis, dan bisa menggalang modal dari investor.

    Namun jajaran petinggi dari Bootstrap menolak karena secara hukum, mereka tidak boleh mengizinkan aset nonprofit dialihkan ke perusahaan privat demi keuntungan dan Bootstrap menilainya melanggar batasan hukum nonprofit.

    Akhirnya Tim ECC merasa terjebak dan mereka tidak bisa mengembangkan Zashi sesuai visi karena dibatasi aturan nonprofit yang disebut oleh Josh Swihart sebagai constructive discharge atau resign yang dipaksa keadaan.

    Wallet baru Zcash, cashZ dari pengembang Zcash. Sumber: cashZ.org

    Setelah keluar, tim ECC mendirikan cashZ, perusahaan privat baru yang melanjutkan pengembangan wallet berbasis Zashi.

    Baca juga: Anak Purbaya Soroti Pentingnya Keamanan Aset Kripto, Apa yang Perlu Investor Tahu?

    Bagaimana Nasib Zcash ke Depan?

    Pergerakan harga Zcash (ZEC/USDT) pada Minggu, 11 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Pasca-resign massal tim Electric Coin Company (ECC), Zcash mengalami gejolak besar. Harga Zcash turun sekitar 28%, karena adanya FUD tersebut.

    Meskipun begitu, protokol blockchain Zcash tetap berjalan normal dan aman, karena sifatnya yang open-source dan decentralized—tidak bergantung pada satu entitas saja.

    Zcash foundation pun turun tangan untuk memberikan klarifikasi mengenai keberlangsungan jaringan ke depannya dan menegaskan bahwa jaringan blockchain Zcash akan senantiasa terus terus berjalan dengan lancar dan aman, seperti biasanya—tanpa gangguan.

    Dinamika ini justru membawa Zcash semakin berkembang dengan munculnya opsi wallet baru dari tim Electric Coin Company (ECC) yakni CashZ, wallet yang dibangun dari codebase wallet Zashi sebelumnya dan tetap 100% fokus pada pengembangan serta adopsi Zcash sebagai “unstoppable private money” tanpa meluncurkan token baru melalui hard fork yang dapat memecah komunitas.

    Tertarik dengan aset kripto Zcash? Trading atau investasi aset kripto Zcash bisa kamu mulai dengan deposit Rp50.000 aja lho! Dapatkan potongan 20% biaya trading selamanya dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran Tokocrypto—download aplikasinya dan registrasi di sini!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

    Sumber:

    @SevaFTW: tldr on zcash;

    Yahoo: Zcash Developer Team Resigns: What the Governance Crisis Means for ZEC Price





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 3 Mimpi Buruk Gara-gara Ulah Developer Nakal


    Jakarta

    Membeli rumah baru yang sudah jadi maupun masih dalam proses pembangunan, tentu mengharuskan pembeli berurusan dengan pihak developer. Namun, tak jarang yang kekhawatiran dengan pengembang yang tidak amanah atau biasa disebut developer nakal.

    Berurusan dengan developer nakal berpotensi menimbulkan masalah selama proses pembelian maupun pembangunan rumah. Alhasil, pembeli bisa mendapatkan kerugian secara materil maupun immateril.

    Advokat dari Muzakki Law Firm, Ismail Muzakki menyarankan agar pembeli rumah melakukan background check terkait pengembang. Pembeli rumah bisa mencari tahu perkara yang pernah menyangkut pengembang di laman Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) wilayah setempat.


    “Nama-nama orang terkait itu diketik, nanti muncul kalau dia pernah digugat dan itu kan bisa diklik, didalami lagi, dilihat secara komprehensif. Dilihat semuanya, posisinya sebagai tergugat terus kemudian putusannya, bunyinya seperti apa itu kan bisa (kita) menilai,” kata Ismail kepada detikcom.

    Gagal Bangun Rumah

    Adapun, Ismail mengungkapkan beberapa kasus yang sering terjadi pada pembeli rumah akibat ulah developer nakal. Salah satunya rumah yang dibeli tidak dibangun atau gagal bangun oleh pengembang. Terlepas atas kesengajaan atau bukan, pembeli rumah berhak meminta pengembalian uang kepada pihak developer.

    “Kebanyakan gagal bangun jadi sudah beli, sudah bayar ya, baik itu pembayaran secara cash keras atau cash bertahap seperti in house, jadi pembayaran yang mencicil tapi langsung ke developernya itu jadi pembayaran sudah lunas tapi tidak dibangun-bangun,” ungkapnya.

    Ismail menyebutkan terkadang rumah gagal dibangun oleh pengembang, kemudian ada pembatalan jual beli, dan perjanjian pembatalan untuk refund uang. Dengan demikian pengembang nakal ingkar karena gagal bangun dan tidak segera mengembalikan uang.

    Surat Legalitas Tidak Diurus

    “Surat legalitasnya apakah itu terkait dengan IMB-nya (Izin Mendirikan Bangunan ), apakah terkait dengan sertifikat kepemilikannya. Kadang rencananya mau dipecah, rencananya kan sudah dipecah dan lain sebagainya, namun nyatanya namanya masih indo, masih belum dilakukan split,” tuturnya.

    Kemudian, Ismail menjelaskan perkara yang mana awalnya itu Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) kalau sudah lunas maka diikatkan menjadi Akta Jual Beli (AJB), tetapi setelah pembayaran lunas developer tidak mau melakukan hal itu. Padahal yang terpenting adalah AJB, bukan PPJB, sehingga rumah yang ditempati akhirnya menjadi tidak jelas statusnya atau ‘mengambang’.

    Pembayaran Pajak

    “Terakhir itu ada permasalahan pajak, biasanya pajak itu tidak ditanyakan di awal secara detailnya bagaimana. Pajak penjual ada sendiri pajak pembeli kan ada sendiri itu, semuanya dibebankan kepada penjual. Akhirnya ribet, ruwet, akhirnya bermasalah itu yang jadikan itu yang sering terjadi itu sih, masalah itu. Tapi (kasus) yang paling banyak (terjadi adalah) gagal bangun,” pungkasnya.

    Demikian beberapa kasus yang sering terjadi yang disebabkan oleh developer nakal. Oleh karenanya, sebaiknya melakukan langkah-langkah pencegahan serta cermat memilih developer. Semoga membantu!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com