Jakarta –
Waktu makan bukan sekedar urusan mengisi perut. Penelitian terbaru menyebut makan lewat jam 17.00 berdampak negatif untuk kesehatan.
Selama puluhan tahun para dokter sudah memperingatkan orang-orang yang ingin menurunkan berat badan, untuk menghindari makan setelah matahari terbenam. Rupanya hal ini tak sekedar imbauan saja.
Baru-baru ini penelitian terbaru dari Universitat Oberta de Catalunya (UOC) dan Columbia University. Dilansir dari DailyMailUK (22/11), penelitian ini membahas tentang efek makan di atas jam 5 sore pada tubuh seseorang.
Makan Lewat Jam 5 Sore Ternyata Punya Efek Merugikan Kesehatan Foto: Ilustrasi iStock |
Penelitian ini mengungkapkan bahwa setidaknya makan dengan porsi 45% asupan kalori harian di pukul 5 sore, dapat menghambat kemampuan tubuh untuk mengatur kadar gula darah.
Selain itu makan saat larut malam dapat meningkatkan risiko seseorang terkena diabetes.Karena itu para peneliti ini melihat bahwa pola makan intermittent fasting (puasa intermiten), yang membatasi orang untuk makan di sore dan malam hari ini cukup baik.
Kebanyakan orang yang melakukan puasa intermiten mengonsumsi sebagian besar kalori mereka di awal hari. Sementara berhenti makan di sore hari.
“Kemampuan tubuh untuk melakukan proses metabolisme glukosa terbatas pada malam hari. Hall ini disebabkan karena sekresi insulin berkurang, dan sensitivitas sel-sel kita terhadap hormon ini menurun karena ritme sirkadian (circadian rhythm),” jelas Dr Diana Díaz Rizzolo selaku salah satu peneliti.
Makan Lewat Jam 5 Sore Ternyata Punya Efek Merugikan Kesehatan Foto: Ilustrasi iStock |
Penelitian yang dipublikasikan dalam ‘Nutrition and Diabetes’ ini, melibatkan 26 orang berusia 50 hingga 75 tahun yang kelebihan berat badan atau obesitas. Serta mengalami gejala pradiabetes atau diabetes tipe 2.
Kelompok orang ini dibagi menjadi dua kelompok: pemakan awal dan pemakan akhir. Mereka mengonsumsi makanan yang sama dan jumlah kalori yang sama, hanya pada waktu yang berbeda.
Mereka yang makan lebih banyak setelah pukul 5 sore, memiliki kadar glukosa yang lebih tinggi setelah tes glukosa. Hal ini menunjukkan toleransi glukosa yang lebih buruk.
Sementara itu puasa intermiten terbukti secara signifikan meningkatkan kemampuan tubuh untuk menggunakan glukosa dari makanan secara efektif. Serta memanfaatkan insulin untuk mengelola kadar gula darah. Karena kebanyakan orang yang melakukan puasa intermiten biasanya tidak makan malam.
Makan Lewat Jam 5 Sore Ternyata Punya Efek Merugikan Kesehatan Foto: Ilustrasi iStock |
Dengan membatasi waktu makan dan memperpanjang waktu tanpa makanan, tubuh dapat memproses glukosa dengan lebih baik dan lebih efisien.
Peneliti menambahkan makanan yang biasanya dimakan di malam hari lebih padat kalori dan kebanyakan makanan olahan.
“Dua hal ini mungkin menjelaskan mengapa makan larut malam sering dikaitkan dengan berat badan dan massa lemak yang lebih besar,” tutur Dr. Diaz.
Efek buruk makan malam juga dijelaskan di penelitian lain yang dilakukan oleh Harvard. Kebanyakan orang yang terbiasa makan di malam hari tubuhnya membakar kalori dengan kecepatan yang lebih lambat.
Faktor ini kemudian mendorong tubuh untuk menyimpan lemak dan mengurangi pemecahan lemak, sehingga dapat menyebabkan pertumbuhan lemak pada tubuh.
Di akhir penelitian, para ahli menyarankan agar orang berhenti makan sebelum jam 5 sore agar tubuh bisa mencerna kalori sampai glukosa lebih efektif.
(sob/odi)
![]() |
| Source : unsplash.com / Dan Gold |
![]() |
||||
Source : unsplash.com / Eater Collective
5 Makanan Tinggi Serat Ini Cocok Dikonsumsi Penderita Diabetes Jakarta – Diabetes dapat dikelola dengan menerapkan pola makan atau diet tinggi serat. Konsumsi 5 makanan tinggi serat ini pun bisa jadi pilihan. Penderita diabetes tidak boleh mengonsumsi makanan atau minuman sembarangan. Mereka harus mengelola kadar gula darah dengan baik. Salah satu caranya dengan menjaga pola makan, seperti fokus terhadap asupan makanan tinggi serat.
Jenis makanan ini bagus dikonsumsi karena membantu mengatur gula darah, memperlambat penyerapan karbohidrat, meningkatkan rasa kenyang, sehingga membantu mengontrol asupan kalori serta mencegah lonjakan gula darah secara berlebihan. Serat juga dapat menunda penyerapan gula, menjaga kadar glukosa lebih terkendali, sekaligus bisa melancarkan pencernaan. Karena alasan-alasan di atas, penderita diabetes disarankan untuk mengonsumsi makanan tinggi serat. Melansir Times of India (02/04/2025), berikut 5 daftar makanan tinggi serat untuk penderita diabetes: 1. Kacang-kacangan
Kacang-kacangan merupakan salah satu makanan tinggi serat pembangkit energi yang bisa dikonsumsi. Kacang-kacangan mengandung serat larut dan tidak larut yang mampu memperlambat laju pencernaan dan mencegah lonjakan gula darah secara tiba-tiba. Berbagai jenis kacang juga tinggi akan protein yang mampu mendorong rasa kenyang. Salah satu yang direkomendasikan, kacang almond. Menurut penelitian dalam jurnal Metabolism: Clinical and Experimental, makan kacang almond selama 12 minggu bisa membantu mengontrol gula darah dan mengurangi risiko penyakit jantung. Kacang merah juga baik untuk penderita diabetes. Kacang ini tinggi akan serat sehingga membuat penderita diabetes lebih cepat kenyang. Rasa kenyangnya juga lebih lama sehingga mencegah seseorang makan berlebihan yang bisa meningkatkan risiko naiknya kadar gula darah. 2. Biji-bijian utuh
Berbagai jenis biji-bijian juga disarankan, terutama yang tinggi serat. Pilihannya oat dan quinoa yang tidak hanya kaya akan serat larut, tetapi juga kaya akan kadar nutrisi lain, seperti vitamin B, zat besi, dan magnesium. Serat di dalam biji-bijian utuh ini mampu meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi risiko penyakit jantung. Biji-bijian utuh ini bisa didapat dari olahan roti gandum, oatmeal, atau quinoa dalam salad. Daftar makanan tinggi serat lainnya dapat dilihat pada halaman selanjutnya!3. Sayuran hijau
Konsumsi sayuran hijau tinggi serat juga tidak boleh dilewatkan. Makanan ini kaya akan berbagai sumber nutrisi, mulai dari kalori yang minimal, tinggi serat, vitamin, dan antioksidan. Sayuran berdaun hijau juga memiliki kandungan magnesium tinggi yang berfungsi dalam mengontrol insulin dan gula darah. Kandungan serat dalam sayuran hijau juga mampu memperlambat penyerapan karbohidrat, sehingga mencegah pelepasan glukosa dengan cepat. Sayuran yang direkomendasikan mulai dari brokoli, kale, bayam, kangkung, dan lainnya. 4. Buah beriBuah beri yang asam menyegarkan ini juga cocok dikonsumsi penderita diabetes. Di dalamnya terkandung serat tinggi, terutama serat larut. Buah ini juga kaya akan antioksidan yang mampu melawan peradangan dan mengurangi stress oksidatif yang menjadi faktor utama dalam mengelola diabetes. Serat yang terkandung di dalam buah beri juga dikenal bisa memperlambat pencernaan gula. Buah beri bisa dimakan utuh maupun dijadikan smoothie dan topping yogurt. 5. Ubi jalar
Konsumsi ubi jalar juga direkomendasikan. Selain tinggi serat, makanan ini juga memiliki indeks glikemik rendah, dengan nilai sekitar 54-68. Ubi jalar juga padat akan nutrisi, mulai dari vitamin A, vitamin C, dan kalium. Kandungan senyawa fenolik dan flavonoid di dalamnya juga bisa meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi stress oksidatif. Meskipun begitu, konsumsinya tetap perlu diperhatikan. Sebelum dikonsumsi lebih baik berkonsultasi dulu dengan dokter. (aqr/adr) |
![]() |
Source : unsplash.com / Anna Pelzer
Begini Cara Mengatasi Gula Darah Turun Drastis Saat Mudik Jakarta – Menempuh perjalanan jauh saat mudik bisa memicu kondisi kadar gula darah turun drastis atau disebut hipoglikemia. Begini cara mengatasinya. Mudik merupakan tradisi Lebaran yang populer di Indonesia. Masyarakat berbondong-bondong kembali ke kampung halaman untuk merayakan Hari Raya bersama keluarga. Jarak yang ditempuh saat mudik tidak tanggung-tanggung, mencapai ratusan hingga ribuan kilometer. Akibatnya seseorang berisiko merasa lapar, linglung, dan bahkan gemetar.
Kondisi ini bisa terjadi saat tubuh lelah karena melakukan perjalanan saat berpuasa, yang menyebabkan gula darah menurun drastis. “Namanya hipoglikemia. Ini kondisi rendahnya gula darah dalam tubuh. Penyebab utamanya bisa kurang makan atau bagi penyandang diabetes karena konsumsi obat diabetes berlebihan,” kata Rudy dalam keterangan tertulis, Selasa (2/4). Gejala hipoglikemia memang bisa mengganggu perjalanan mudik. Pasalnya, gejala yang timbul bisa membuat tubuh benar-benar tidak sehat. Gejala-gejala itu misalnya: – Gelisah Bagaimana cara mencegahnya?Cara mengatasinya menurut Rudy sebenarnya cukup mudah. Hipoglikemia itu berkaitan erat dengan menurunnya tekanan gula darah. Karena itu cara paling mudah adalah dengan meningkatkan kembali kadar gula di tubuh. “Konsumsilah makanan dan minuman manis. Jika gejalanya sudah parah sebaiknya berbuka sesegera mungkin, meskipun belum saatnya berbuka,” kata Rudy. Untuk lebih jelasnya, berikut dua cara yang bisa dilakukan jika Anda mengalami kondisi linglung hingga gemetar tanda terjadinya hipoglikemia saat di perjalanan mudik: 1. Cukup makan “Pilih juga makanan kaya nutrisi, hindari makanan cepat saji,” katanya. 2. Langsung makan dan minum manis ketika muncul gejala “Anda bisa pilih jus atau teh manis untuk menaikan kadar gula yang turun. Namun pastikan jumlahnya tidak berlebihan. Jangan lupa untuk konsultasi dengan dokter, terutama bagi penyandang diabetes yang akan mudik,” katanya. Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Ini Cara Mengatasi Hipoglikemia saat Mudik, Anti Lapar dan Gemetar” (yms/adr) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Anna Pelzer
Hati-hati! 4 Kebiasaan Ngemil Ini Bisa Picu Risiko Diabetes Jakarta – Beberapa kebiasaan ngemil ternyata tidak menyehatkan dan justru membuat lonjakan gula darah. Seperti kurang asupan protein hingga kelebihan karbohidrat. Banyak orang tak bisa menghindari ngemil, apalagi ketika sedang bersantai. Agar tak mendapatkan masalah kesehatan, kamu bisa memiliki camilan yang sehat, seperti buah atau sayuran. Dilansir dari Food NDTV (22/8), penting untuk menghindari makanan manis saat ngemil. Karena, makanan manis yang dikonsumsi berlebihan bisa membuat lonjakan gula darah yang memiliki risiko diabetes.
Selain makanan manis, kebiasaan ngemil lain juga bisa menjadi pemicu lonjakan gula darah. Seperti terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat hingga tidak menyertakan asupan protein. Berikut 4 kebiasan ngemil yang memicu diabetes:1. Terlalu Banyak KarbohidratBeragam jenis camilan juga banyak yang mengandung karbohidrat. Terlebih jika camilan itu terbuat dari campuran beras ketan, tepung, kentang, dan lainnya. Kandungan karbohidrat yang tinggi ini sebaiknya jangan terlalu banyak dikonsumsi, karena dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah. Lonjakan gula darah inipun bisa terjadi cepat. Hal ini diungkapkan oleh American Diabetes Association (ADA), bahwa mengonsumsi karbohidrat berlebihan dapat menyebabkan hiperglikemia. Sebaiknya hindari karbohidrat sederhana dan pilih karbohidrat kompleks sebagai gantinya. 2. Tidak Mengonsumsi Protein
Protein penting sekali dikonsumsi dalam asupan makanan harian. Apalagi ketika sedang diet, protein bisa membantu proses metabolisme yang dapat melunturkan lemak. Diet ramah diabetes juga harus mencakup protein yang cukup, dan ini berlaku juga untuk ngemil. Daripada menikmati makanan dengan kandungan minyak tinggi, lebih baik memiliki makanan berprotein tinggi. Camilan yang mengandung protein ini di antaranya ada tempe, tahu, hingga olahan beragam kacang. Bisa juga menikmati yogurt, puding biji chia atau telur rebus. 3. Waktu Ngemil Tidak TepatNgemil yang baik juga memiliki waktu tertentu. Penting untuk menetapkan waktu yang tepat untuk ngemil, sama seperti waktu makan yang biasa. Waktu terbaik untuk ngemil adalah malam hari saat keinginan makan memuncak. Namun, hindari waktu larut malam, karena penelitian menunjukkan hal ini dapat mengganggu kadar gula darah dan meningkatkan risiko diabetes tipe-2. 4. Tidak Mengontrol Porsi Camilan
Kebiasaan ngemil yang harus dihindari lainnya adalah tidak mengontrol porsi camilan. Meskipun camilan yang dikonsumsi sehat, harus tetap mengatur porsinya. Konsumsi camilan yang berlebihan justru bisa membuat rugi. Jadi, ambil camilan sesuai kebutuhan saja. Ingat, sedikit saja sudah cukup untuk mengontrol kadar gula darah tetap stabil. (yms/yms) |
![]() |
|
Source : unsplash.com / Lily Banse
Apakah Penderita Diabetes Boleh Minum Kopi? Ini Kata Dokter Ahli Jakarta – Penderita diabetes harus memantang beberapa makanan dan minuman agar gula darah tetap stabil. Bagaimana dengan konsumsi kopi? Begini penjelasan ahli! Kopi merupakan minuman sehat yang memiliki berbagai manfaat sehat untuk tubuh. Salah satunya mengandung zat antioksidan yang baik untuk imunitas tubuh. Minum kopi juga disebutkan baik untuk diet, karena menunjang proses metabolisme tubuh. Bagaimana jika dikonsumsi oleh penderita diabetes?
Dilansir dari Only My Health (5/7), terkait konsumsi kopi pada pasien diabetes, Dr Shivane, Consultant Diabetology and Metabolic Physician, Department of Endocrinology, Jaslok Hospital and Research Center, Mumbai mengatakan kalau dampaknya beragam. Shivane juga menambahkan bahwa meskipun beberapa penelitian kopi menunjukkan kadar gula darah dapat turun, ternyata juga ada dampak buruknya. Kopi dapat mengurangi sensitivitas tubuh terhadap insulin yang merupakan hormon pengatur gula darah. Hal ini dapat menyebabkan fluktuasi kadar gula darah hingga menimbulkan masalah.
Sebuah studi pada 2016 yang diterbitkan dalam European Journal of Nutrition menemukan bahwa orang yang minum 3-4 cangkir kopi sehari mungkin memiliki risiko lebih rendah terkena diabetes tipe-2.Para peneliti percaya bahwa zat dalam kopi, seperti asam klorogenat dan kafein, mungkin bertanggung jawab atas efek positif ini. Studi lain yang diterbitkan dalam jurnal Diabetes Care menemukan bahwa orang yang minum hingga 6 cangkir sehari memiliki risiko lebih rendah terkena diabetes tipe-2. Berbanding terbalik dengan mereka yang jarang minum kopi. Menariknya, manfaat ini tampaknya berasal dari kopi berkafein dan tanpa kafein. Berarti hal ini menunjukkan bahwa mungkin ada lebih dari sekedar kafein yang berperan. Penelitian lain menunjukkan bahwa asupan kopi yang tinggi justru dapat menyebabkan resistensi insulin pada beberapa orang. Jadi, Dr Shivane menyimpulkan bahwa pasien diabetes boleh minum kopi, tapi dalam jumlah sedikit. Jumlahnya mengacu pada anjuran minum kopi per hari, menurut Mayo Clinic. Sejumlah 1-4 cangkir kopi per hari (400 miligram per hari). Dianjurkan mengonsumsi kopi hitam tanpa tambahan gula atau pemanis dan krimer atau susu. Lebih baik lagi jika penderita diabetes berkonsultasi dulu pada dokter untuk takaran tepat minum kopi. (yms/odi) |
![]() |
| Source : unsplash.com / Brooke Lark |
![]() |
|||
Source : unsplash.com / Brooke Lark
Tips Membuat Kue untuk Penderita Diabetes, Perhatikan 5 Hal Ini! Jakarta – Penderita diabetes dianjurkan untuk menghindari makanan manis, seperti kue. Jika ingin membuatnya sendiri, perlu memerhatikan beberapa tips berikut ini. Kue yang dipanggang biasanya bercita rasa manis. Penderita diabetes harus menghindarinya jika ingin tak terjadi lonjakan gula darah. Kalau ingin tetap mengonsumsinya, perhatikan kandungan gula dan lemaknya. Jika ingin aman, kamu bisa membuat kue-kue sendiri di rumah.
Dilansir dari NDTV (2/7), kamu bisa memodifikasi resep kue agar lebih ramah dikonsumsi penderita diabetes. Mulai dari penggunaan tepung, tambahan lemak, hingga pemanisnya. Berikut ini beberapa bahan untuk membuat kue bagi penderita diabetes yang perlu dicermati pemakaiannya:1. Jenis Tepung
Kebanyakan kue dibuat menggunakan tepung terigu serbaguna. Namun, jenis tepung ini sebaiknya dihindari untuk penderita diabetes. Meskipun tepung terigu bisa membantu membuat makanan jadi lembut dan empuk, tapi juga bisa menambahkan kadar gula darah berfluktuasi. Sebaiknya, pilihlah tepung yang lebih sehat dan berserat tinggi. Seperti tepung gandum utuh atau tepung oat (oatmeal) yang bisa dipakai sebagai penggantinya. 2. Pemanis AlamiJika membuat kue yang rasanya manis, pastinya menggunakan gula pasir yang cukup banyak. Sebaiknya mulailah mencari pengganti gula pasir sebagai bahan pemanisnya. Pemanis alami bisa dipakai sebagai pengganti, termasuk gula aren dan gula kurma. Kamu juga bisa menambahkan pisang matang ke dalam resepnya, sehingga rasa manis alami didapat dari pisang. 3. Jenis Lemak
Lemak juga ditambahkan ketika membuat adonan kue. Biasanya menggunakan mentega, margarin, hingga minyak. Bagi penderita diabetes, sebaiknya jangan menambahkan lemak pada makanan. Jika harus menggunakan mentega, sebenarnya tak masalah. Namun, jangan terlalu banyak takarannya agar kadar gula darah tetap stabil. Untuk menikmatinya tanpa rasa bersalah, ganti mentega dengan minyak zaitun atau minyak kelapa. 4. Cokelat SusuJenis cokelat yang enak dijadikan bahan campuran kue sangat banyak, salah satunya cokelat susu (milk chocolate). Apalagi jika cokelat tersebut dijadikan isian atau olesan kue atau roti. Penggunaan cokelat susu ini sebaiknya dihindari. Sebaliknya, sellau gunakan cokelat hitam (dark chocolate) yang kandungan gulanya lebih sedikit. Meskipun rasanya lebih pekat atau sedikit pahit. 5. Bikin Kue Sederhana
Semakin sederhana kue yang dibuat akan aman dikonsumsi oleh penderita diabetes. Sebaliknya jika terlalu mewah, seperti menambahkan aneka bahan topping justru bisa memicu pemakaian banyak hula yang bisa membuat gula darah naik. Untuk kue-kue yang gurih, gunakan sedikit mungkin bahan-bahan seperti keju. Untuk kue-kue yang manis, hindari menggunakan apapun yang mengandung gula tambahan seperti frosting, coklat serut, selai buah, selai cokelat, atau sirup. (yms/odi) |
![]() |
||||||||||||
Source : unsplash.com / Brooke Lark
4 Makanan untuk Turunkan Risiko Diabetes dan Kanker Menurut Ahli Jakarta – Salah satu cara mengurangi risiko penyakit kanker dan diabetes adalah mengubah pola hidup, termasuk pola makan. Ahli kesehatan mengungkap 4 makanan yang bisa membantunya. Pola hidup yang baik, termasuk menjaga pola makan sehat sangat penting diterapkan. Meskipun sebagian orang mungkin hanya memusatkan perhatian pada banyak jumlah asupan kalori, tetapi menentukan jenis makanan yang dikonsumsi juga penting.
Seorang ahli kesehatan memperingatkan, kebanyakan makanan yang umum dikonsumsi sebenarnya bisa membuat seseorang berisiko terkena penyakit. Misalnya, makanan tinggi lemak, gula, dan karbohidrat. Makanan-makanan seperti kue, roti tawar, atau gorengan memang terasa sangat nikmat. Namun, makanan ini bisa menyebabkan peradangan tubuh. Peradangan bisa berbahaya dan sering dikaitkan dengan kondisi kesehatan serius, seperti diabetes tipe 2, penyakit Alzheimer, obesitas, radang sendi, bahkan kanker. Berbicara kepada The Mirror, ahli gizi Dr Carrie Ruxton mengungkap, “Apa yang kita makan membuat perbedaan besar bagi kesehatan.” Ia menjelaskan beberapa jenis makanan yang dapat memicu peradangan kronis. Makanan tersebut terdiri atas olahan biji-bijian olahan, makanan yang digoreng dengan banyak minyak, serta makanan dan minuman tinggi gula. Mengonsumsi makanan seperti itu tidak hanya menyebabkan peradangan, tetapi juga memicu nyeri sendi dan masalah kesehatan lainnya. Oleh karena itu, ia merekomendasikan untuk mulai mengonsumsi makanan-makanan yang memiliki sifat anti-inflamasi. Dr Ruxton menyarankan konsumsi 4 makanan ini, seperti yang dilansir dari express.co.uk (12/03). 1. Ikan berminyak yang kaya omega-3
Dr Ruxton menyebut ikan berminyak merupakan makanan anti-inflamasi (peradangan) paling baik karena kaya akan asam lemak omega-3. Menurut laporannya, ada sebuah studi tentang nutrisi yang menemukan bahwa osteoartritis (penyakit inflamasi sendi) membaik setelah pasien diberi tambahan asupan omega 3. Para peneliti juga melihat pengurangan rasa sakit. Ikan berminyak yang bisa dikonsumsi, mulai dari salmon, sarden, hingga makarel. Namun, jika kamu mengikuti pola makan vegetarian, bisa menggantinya dengan kacang merah, biji chia, biji rami yang juga mengandung omega-3 serupa. 2. Buah dan sayur-sayuran
Buah dan sayuran juga merupakan makanan esensial yang perlu dikonsumsi sehari-hari. Dr Ruxton menjelaskan, sebuah penelitian menunjukkan jika makan lebih banyak buah dan sayuran mengurangi peradangan dalam darah, disebut protein C-reaktif. Dengan menurunkan peradangan, buah dan sayuran ini juga menolong mengontrol gula darah, serta menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol. Dr Ruxton juga mengungkap, peradangan merupakan inti perkembangan penyakit Alzheimer. Sebuah penelitian yang diterbitkan tahun lalu di Jurnal Neurologi menunjukkan orang yang jarang konsumsi buah dan sayur berisiko lebih tinggi terkena penyakit Alzheimer. Daftar makanan yang direkomendasikan ahli kesehatan lainnya bisa dilihat pada halaman berikut ini!3. Makanan fermentasi
Makanan fermentasi juga baik untuk mengurangi risiko penyakit kronis ini. Makanan fermentasi diketahui dapat meningkatkan kesehatan usus. “Ketidakseimbangan mikrobiota usus berhubungan dengan peradangan,” ujar Dr Ruxton. Makanan fermentasi disebut dapat meningkatkan spesies bakteri ‘baik’ di usus dan membantu mengurangi peradangan. IIni dapat membantu mengatasi kondisi usus tertentu, seperti sindrom iritasi usus. Kamu bisa menikmati makanan fermentasi, seperti yogurt, kimchi, hingga acar atau sayur asin. 4. Kacang-kacangan
Menurut Dr Ruxton, kacang-kacangan juga dapat mengurangi peradangan sebagai akibat dari menurunkan penanda peradangan dalam darah. Hal ini dapat mengurangi peradangan pada orang obesitas atau penderita diabetes. “Protein dari kedelai secara khusus telah terbukti meringankan gejala osteoartritis,” jelasnya. Selain kacang kedelai, kamu bisa mengonsumsi kacang almond dan edamame. Namun, konsumsinya juga perlu dibatasi. Tidak boleh terlalu banyak karena sebagian kacang mengandung kalori tinggi. (aqr/adr)
5 Sayuran dan Buah Tinggi Serat Ini Bagus Dikonsumsi Penderita Diabetes Jakarta – Penderita diabetes perlu memerhatikan asupan makanan sehari-hari. Salah satu makanan yang cocok dikonsumsi yaitu buah dan sayuran tinggi serat, seperti ini. Diabetes merupakan kondisi ketika tubuh tidak dapat memproduksi insulin, mulai dari hanya memproduksi dalam jumlah sedikit atau mengalami resistensi insulin. Hormon insulin sebenarnya berfungsi untuk menyerap glukosa (gula) dalam darah dan mengubahnya menjadi energi bagi sel-sel tubuh. Jika fungsi insulin itu terganggu, maka kadar glukosa dalam darah akan terus meningkat ke level membahayakan.
Dalam mengatasi masalah ini, penderita diabetes tidak boleh mengonsumsi makanan dan minuman sembarangan. Justru perlu mengonsumsi makanan bernutrisi, seperti makanan tinggi serat. Serat atau fiber merupakan jenis karbohidrat kompleks yang tidak dapat dihancurkan oleh sistem pencernaan tubuh. Serat juga tidak menambah kalori sama sekali dalam tubuh. Ini menjadi alasan penderita diabetes sangat dianjurkan untuk mengonsumsi makanan tinggi serat. Terlepas dari itu, makanan dan minuman tinggi serat juga baik untuk mengatasi gangguan pencernaan dan menurunkan berat badan. Merangkum Times of India (22/02), berikut 5 buah dan sayuran tinggi serat yang cocok dikonsumsi penderita diabetes : 1. Apel
Apel merupakan buah dengan kandungan gula alami. Buah ini juga tinggi akan serat, terutama jika kamu mengonsumsi beserta kulitnya. Kandungan serat pada apel dapat memperlambat penyerapan gula ke dalam aliran darah. Kondisi ini membuat gula masuk ke dalam darah secara perlahan, sehingga tidak menyebabkan kenaikan gula darah secara tiba-tiba. Apel juga mengandung polifenol yang baik untuk memperlambat proses pencernaan karbohidrat dalam tubuh dan menurunkan kadar gula darah. Kandungan antioksidannya juga baik untuk mengontrol gula darah pada penderita diabetes. 2. Buah beri
Beri-berian menjadi jenis buah lain yang baik untuk penderita diabetes. Buah ini secara relatif rendah gula jika dibandingkan buah lainnya. Namun, beri-berian tinggi akan kandungan serat, antioksidan, dan vitamin. Kandungan antioksidannya juga bisa mencegah stres oksidatif yang berhubungan erat dengan terjadinya resistensi insulin, dan menjadi penyebab berbagai masalah kesehatan kronis. Kamu bisa mengonsumsi buah beri, mulai dari strawberry, blueberry, sampai raspberry. Buah dan sayuran lain yang cocok untuk penderita diabetes bisa dilihat pada halaman selanjutnya!3. Alpukat
Alpukat telah terkenal menjadi buah yang tinggi serat dan mengandung asam lemak sehat. Buah ini juga mengandung banyak vitamin dan mineral. Alpukat juga rendah karbohidrat, sehingga bisa menghadirkan rasa kenyang lebih cepat. Buah ini cocok dikonsumsi penderita diabetes karena dapat mengontrol tekanan darah. Meskipun mengandung karbohidrat, tetapi indeks glikemiknya rendah, sehingga tidak memengaruhi kadar gula darah. 4. Bayam
Selain buah-buahan, sejumlah sayuran juga sangat cocok dikonsumsi penderita diabetes, seperti bayam. Bayam tinggi akan nutrisi, mulai dari serat, vitamin A, C, dan zat besi. Bayam juga rendah karbohidrat. Melansir healthline.com, Departemen Pertanian Amerika Serikat mengungkap, konsumsi seporsi bayam mentah hanya mengandung 1 gram karbohidrat. Kandungan vitaminnya juga cocok melengkapi nutrisi pelengkap pada pasien diabetes. 5. BrokoliBrokoli merupakan sayuran hijjau yang juga rendah kalori dan tinggi serat. Brokoli juga dikemas dengan vitamin, mineral, dan antioksidan tinggi. Melansir prdiadigital.com, dalam 156 gram brokoli yang direbus, terdapat 5,2 gram serat. Selain direbus, makanan tinggi serat ini juga rendah gula sehingga cocok dikonsumsi penderita diabetes. Brokoli bisa dimasak dengan cara direbus atau dikukus begitu saja, maupun dijadikan isian salad atau sup. (aqr/adr)
|




















Ikan berminyak seperti salmon merupakan makanan terbaik untuk mengatasi peradangan. Foto: iStock
Buah buahan dan sayuran tidak kalah penting dikonsumsi. Foto: iStock
Kacang-kacangan seperti edamame juga bisa menurunkan penanda peradangan dalam darah. Foto: Getty Images/iStockphoto/Magone
Buah apel kaya akan serat yang cocok untuk mengatasi masalah diabetes. Foto: iStock

