Tag: diabetes

  • Tinggi Gula dan Kalori, Batasi Konsumsi 5 Buah Ini


    Jakarta

    Tumbuh secara alami, ternyata buah-buahan tidak selamanya menyehatkan. Itu karena ada kandungan gula berlebih hingga racun yang berbahaya.

    Buah-buahan sebenarnya merupakan pilihan makan yang sehat. Buah dikemas dengan nutrisi yang dibutuhkan tubuh, seperti vitamin, serat, mineral, dan antioksidan.

    Namun, yang perlu menjadi perhatian adalah kandungan gula dan kalorinya. Selain itu, ada juga buah yang mengandung racun berbahaya.


    Buah-buahan tersebut bisa menyebabkan masalah kesehatan khususnya bagi seseorang dengan kondisi tubuh tertentu, misalnya penderita diabetes, asam lambung, hingga jantung.

    Karenanya penting untuk memilih jenis buah tertentu dan perhatian porsi makannya agar tidak berlebihan. Dikutip dari Times of India (05/07/24) berikut buah yang tidak sesehat yang dibayangkan:

    1. Jeruk

    10 Manfaat Buah Jeruk untuk Kesehatan Ibu Hamil dan Janin Beserta Saran Porsi yang TepatJeruk memiliki rasa asam yang bisa berisiko bagi penderita GERD. Foto: Getty Images/MmeEmil

    Jeruk dikenal dengan vitamin C-nya yang tinggi. Dalam 100 gram jeruk terdapat sekitar 200 mg vitamin C. Ini sangat bagus untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

    Namun, bagi sebagian orang, jeruk bukanlah buah yang menyehatkan. Ini karena rasanya yang cenderung asam, sehingga bisa menyebabkan refluks asam atau asam lambung.

    Hal tersebut telah dibuktikan lewat sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Gastroenterology and Hepatology.

    Bagi penderita asam lambung atau GERD hindari mengonsumsi jeruk. Keasaman pada jeruk dapat mengiritasi lapisan esofagus dan memperburuk peradangan.

    2. Leci

    Leci memiliki rasa manis yang menyegarkan. Teksturnya juicy dan harum. Buah ini juga kaya akan antioksidan dan vitamin. Namun, leci juga mengandung racun berbahaya.

    Terdapat racun yang disebut hipoglisin A pada leci. Racun tersebut dapat menyebabkan penurunan kadar gula darah secara signifikan, terutama jika dimakan saat perut kosong.

    Sebuah studi Journal of Investigative Medicine menemukan banyak kasus di mana banyak anak-anak menderita hipoglikemia akut karena kebanyakan makan leci saat perut kosong.

    Bagi kamu dengan kadar gula darah yang mudah berfluktuasi atau yang rentan terhadap hipoglikemia, maka diimbau untuk tidak terlalu sering makan buah leci.

    Buah yang tidak sesehat yang dibayangkan ada di halaman selanjutnya.

    3. Kurma

    racikan air kurma yang bermanfaatKurma mengandung gula yang tinggi. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Kurma sering dipuji-puji sebagai pemanis alami. Manfaatnya pun banyak, karena kurma mengandung mineral penting seperti potasium dan magnesium.

    Namun, yang perlu menjadi perhatian adalah kandungan gulanya yang tinggi. Dalam 100 gram kurma, mengandung 63 gram gula. Ini dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah.

    Tentu bisa mengkhawatirkan bagi penderita diabetes. American Diabetes Association menyarankan untuk tidak mengonsumsi gula secara berlebihan.

    4. Kelapa Kering

    Kelapa kering biasanya digunakan sebagai campuran makanan penutup atau camilan. Namun, perlu hati-hati karena kelapa kering bisa menjadi bom kalori.

    Dalam 100 gram dried coconut mengandung 501 kalori dan 41,68 gram lemak jenuh. Kandungan tersebut dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

    Menurut studi di American Journal of Clinical Nutrition, makanan yang tinggi lemak jenuh juga dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung.

    5. Produk olahan buah

    ilustrasi jus buah nagaJus buah bisa berbahaya karena sering diberi gula tambahan. Foto: Getty Images/tashka2000

    Selain dapat dimakan utuh, buah-buahan juga banyak diolah menjadi berbagai camilan dan minuman. Karenanya, perhatikanlah jumlah gula yang terkandung.

    Biasanya produk olahan gula selalu diberi tambahan gula, meskipun sebenarnya buah-buahan secara alami memiliki rasa manis. Selain itu, proses pembuatan produk olahan buah juga bisa berbahaya.

    Biasanya produk tersebut diolah menjadi buah kalengan dalam sirup, jus buah, dan buah kering. World Health Organization merekomendasikan untuk membatasi tambahan gula hingga kurang dari 10% dari asupan kalori harian. Hal tersebut untuk mengurangi risiko obesitas dan diabetes.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Apa Benar Nasi DIngin Lebih Menyehatkan dari Nasi Hangat?


    Jakarta

    Sudah jadi kepercayaan umum di masyarakat jika konsumsi nasi dingin jauh lebih sehat daripada nasi hangat. Begini penjelasan dan hasil penelitian ahli.

    Nasi merupakan makanan pokok yang melekat oleh hampir sebagian besar orang Indonesia selama hidupnya. Asupan karbohidrat ini menjadi yang paling banyak ditemukan dan terbanyak dikonsumsi.

    Tetapi banyak mitos dan kepercayaan yang menyebutkan nasi tidak cukup sehat untuk dikonsumsi. Konon beberapa penyakit metabolik justru timbul akibat konsumsi nasi putih.


    Lantas muncul saran-saran yang beredar di masyarakat untuk mengonsumsi nasi dengan cara yang lebih sehat. Salah satunya dengan mengonsumsi dalam keadaan dingin. Benarkah lebih sehat?

    Baca juga: Terlanjur Ancam Pelanggan, Pengantar Makanan Tolak Uang Tip Tunai

    Apa Benar Nasi DIngin Lebih Menyehatkan dari Nasi Hangat?Para penliti melakukan pengamatan terhadap konsumsi nasi dingin dan nasi panas. Foto: Getty Images/Maliflower73

    Sekelompok peneliti dari Polandia, tepatnya Poznan University of Medical Sciences melakukan penelitian yang melibatkan 32 pasien diabetes tipe 1 seperti yang dilaporkan oleh Business Insider (21/4). Para partisipan dibentuk menjadi dua kelompok dan diberikan asupan nasi yang berbeda.

    Kelompok pertama disajikan nasi putih long grain sebanyak 46 gram karbohidrat dan dipersilakan makan ketika hangat. Sementara kelompok lainnya diberikan nasi putih dengan jumlah dan jenis yang sama hanya saja telah diinginkan selama 24 jam dalam kulkas.

    Ditemukan bahwa partisipan yang mengonsumsi nasi yang sebelumnya didinginkan mengalami pengaruh pada kadar gula darahnya. Gula darah partisipan cenderung stabil apalagi mengingat mereka adalah pasien diabetes tipe 1.

    Sementara partisipan yang mengonsumsi nasi hangat karena baru matang cenderung mengalami lonjakan gula darah. Penelitian ini menunjukkan bahwa karbohidrat yang diinginkan lebih berfungsi untuk membantu mengendalikan gula darah.

    Apa Benar Nasi DIngin Lebih Menyehatkan dari Nasi Hangat?Ditemukan pati resisten pada nasi dingin yang dihangatkan lebih aman untuk gula darah. Foto: Getty Images/Maliflower73

    Para peneliti yang terlibat setuju menyebut reaksi tersebut akibat adanya kandungan pati resisten di dalam nasi. Kesimpulannya nasi putih yang didinginkan akan memiliki kandungan pati resisten yang lebih banyak daripada nasi segar yang baru dimasak.

    Hasil penelitian ini kemudian dipublikasi melalui jurnal Nutrition and Diabetes hingga kini menjadi acuan bagi para pasien diabetes khususnya. Selain itu, sebuah penelitian terdahulu yang dilakukan pada 2015 ternyata menunjukkan hasil serupa.

    Nasi yang diinginkan tidak menyebabkan lonjakan gula darah. Beberapa ahli juga mengatakan ada manfaat kesehatan yang timbul dengan mengonsumsi nasi yang telah didinginkan sebelumnya.

    Mulai dari mengatur nafsu makan setelah makan, menjaga ketahanan energi, hingga memaksimalkan penurunan berat badan.

    “Jika orang yang ingin menurunkan berat badan mencari solusi untuk kadar gula darah mereka, mencari jawaban untuk produktivitas dan rasa kenyang yang panjang, mungkin sudah waktunya mengonsumsi pati resisten,” kata Rhiannon Lambert selaku ahli gizi.

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Makanan Alami Penurun Gula Darah dari Alpukat hingga Beras Merah


    Jakarta

    Banyak makanan alami yang berkhasiat sebagai penurun gula dari. Seperti jahe dan kayu manis yang sudah populer khasiat sehatnya.

    Asupan gula diperlukan tubuh untuk memproduksi energi. Namun saat kadarnya terlalu banyak atau hiperglikemia, justru bisa membawa dampak buruk buat kesehatan.

    Kadar gula darah tinggi biasanya menunjukkan sejumlah gejala seperti, rasa haus luar biasa, kencing lebih sering, sakit kepala dan penglihatan kurang jelas. Akibatnya memicu pradiabetes atau bahkan diabetes melitus.


    Banyak cara bisa dilakukan untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil, salah satunya konsumsi rempah atau makanan tertentu. Di rumah, kamu bisa saja menemukan obat alami penurun gula darah. Dari rempah segar hingga buah-buahan.

    Sebuah studi menunjukkan bahwa rempah-rempah kayu manis memiliki senyawa bioaktif. Hal itu dapat meningkatkan fungsi otak, terutama memori dan pembelajaran.Meyampurkan katu manis ke dalam makanan dan minuman setiap hari bantu kurangi kadar gula darah. Foto: Getty Images/iStockphoto/Milan Krasula

    1. Kayu manis

    Kayu manis mampu mengontrol diabetes dan mengurangi kadar gula dalam darah dengan memicu aktivitas insulin.

    Melansir dari Times of India, riset menunjukkan kayu manis membantu mengurangi stres oksidatif yang berperan penting dalam menurunkan kadar gula pada kasus diabetes tipe 2.

    Kamu dapat mencampurkan setengah sendok teh bubuk kayu manis dalam secangkir air hangat dan diminum setiap hari. Bubuk kayu manis pun dapat ditambahkan dalam berbagai minuman, smoothie, atau dessert.

    2. Kacang-kacangan

    Kamu dapat menurunkan kadar gula darah dengan memasukkan kacang-kacangan serta pangan kaya serat larut dalam menu makan harian.

    Serat adalah jenis karbohidrat yang tidak dipecah dan diserap ke dalam aliran darah. Serat tidak akan menaikkan kadar gula darah. Memasukkan serat larut dalam diet harian membantu mencegah lonjakan gila darah setelah makan.

    Selain kacang-kacangan, sumber serat larut alami antara lain lentil, polong-polongan, pisang, oatmeal, dan kubis Brussels.

    3. Beras merah

    Sebaiknya ganti nasi putih dengan nasi merah yang mengandung karbohidrat kompleks. Melansir dari Healthy, ulasan terhadap lebih dari 80 penelitian menyimpulkan dibanding biji-bijian olahan, biji-bijian utuh mampu menurunkan kadar gula darah setelah makan.

    Biji-bijian utuh tidak terbatas pada beras merah. Anda bisa mengonsumsi obat alami penurun gula darah lain seperti soba, gandum utuh, sorgum, atau jelai (millet).

    Konsumsi Alpukat hingga Kuning Telur Bantu Bakar Lemak Usai LebaranBuah superfood ini juga dapat diandalkan sebagai penurun gula darah. Foto: Ilust iStock

    4. Alpukat

    Alpukat sangat kaya akan nutrisi seperti lemak sehat, mineral, vitamin, antioksidan dan serat. Seperti jahe penurun gula darah, alpukat juga mampu mengatur kadar gula dalam darah.

    Studi pada 2018 terhadap 31 orang yang overweight atau obesitas membandingkan tiga makanan dengan kalori sesuai yaitu, pangan tanpa alpukat, setengah alpukat dan satu alpukat utuh.

    Hasilnya, pangan dengan setengah atau satu buah alpukat utuh mengurangi kadar gula darah setelah makan dibanding menu tanpa alpukat.

    5. Jahe

    Jahe membuktikan diri sebagai penurun gula darah alami dan mengatur respons insulin pada orang dengan diabetes.

    Melansir dari Healthline, satu studi pada hewan di 2014 menemukan campuran kayu manis dan jahe dapat menurunkan gula darah, berat badan, massa lemak pada tikus yang obesitas.

    Sementara riset pada 2015 membuktikan suplemen jahe bubuk dapat mengatur gula darah puasa pada partisipan.

    Manfaat ini bisa diperoleh jika jahe dikonsumsi dalam moderasi. Cukup konsumsi sebanyak 4 gram per hari untuk dimanfaatkan sebagai penurun gula darah.

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Ini 5 Dampak Negatif Minum Es Kopi Susu Gula Aren Tiap Hari


    Jakarta

    Es kopi susu gula aren menjadi racikan kopi terfavorit di Indonesia. Namun, hati-hati, jika dikonsumsi setiap hari bisa pengaruhi hormon insulin dan memicu diabetes.

    Es kopi susu gula aren merupakan racikan antara espresso, susu segar, dan gula aren cair. Rasanya yang nikmat dan manis legit membuat racikan kopi tersebut disukai banyak orang.

    Bahkan, minum es kopi susu gula aren seolah menjadi gaya hidup. Maka tak heran banyak kafe yang menawarkan racikan kopi ini dengan harga ekonomis. Namun, sayangnya, efek meminumnya tidak semanis rasanya.


    Terutama jika dikonsumsi setiap hari dan dalam porsi yang banyak. Kandungan gulanya bisa meningkatkan risiko penyakit. Mulai dari diabetes hingga mempengaruhi kerja hormon insulin.

    Dikutip dari berbagai sumber, berikut 5 efek samping minum es kopi susu gula aren setiap

    hari:

    1. Memicu berat badan naik

    Es kopi susu gula arenEs kopi susu gula aren dapat memicu berat badan naik. Foto: iStock

    Terbuat dari campuran susu dan gula aren, membuat es kopi susu gula aren ini tinggi akan kalori. Hal ini pernah diungkap oleh dr. Felicia Siswanto lewat video TikToknya.

    Ia mengatakan bahwa dalam satu gelas es kopi susu saja mengandung 150-180 kalori. Jumlah itu akan bertambah ketika dimasukkan gula aren. Umumnya dalam segelas ditambah 3-4 sdm gula aren.

    Penambahan itu mengandung 192 kalori. Jadi, total kalori dalam segelas es kopi gula aren mencapai 370 kalori. Untuk membakar kalori itu bisa dengan jalan cepat atau jogging sejauh 5 km.

    Jika tidak, maka bisa berimbas pada kenaikan berat berat badan. Apalagi jika menambahkan krimer pada racikannya.

    2. Menyebabkan diabetes

    Es kopi susu gula aren mengandung gula yang tinggi. Jika diminum secara terus-menerus dan tanpa diimbangi dengan pola makan sehat atau aktivitas fisik, maka bisa menyebabkan diabetes.

    Kandungan gula tersebut dapat meningkatkan kadar gula darah. Meskipun sebenarnya gula aren memiliki indeks glikemik rendah, tetapi jika terlalu sering dikonsumsi dapat berisiko.

    Dikutip dari Health Heroes (20/11/23) dalam segelas es kopi susu gula aren tidak hanya mengandung gula aren itu sendiri, tetapi juga lemak dari susu dan krimer yang bisa meningkatkan asupan kalori.

    Dampak negatif minum es kopi susu gula aren setiap hari ada di halaman selanjutnya.

    3. Menyebabkan penuaan dini

    Es kopi susu gula arenEs kopi susu gula aren dapat menyebabkan penuaan dini. Foto: iStock

    Tak hanya berisiko pada kenaikan berat badan dan penyakit diabetes, es kopi susu gula aren juga dapat menyebabkan penuaan dini. Lagi-lagi, itu karena kandungan gulanya.

    Tingginya kadar gula bisa mempercepat proses penuaan kulit melalui proses glycation. Glycation adalah hasil dari ikatan molekul gula pada kandungan protein dan lemak.

    Proses tersebut akan terjadi lebih cepat di seluruh jaringan tubuh apabila terdapat asupan gula. Jika tak dibatasi, maka bisa memunculkan lingkar hitam bawah mata, kerutan, kulit kendur, dan kulit kering.

    4. Pengaruhi hormon insulin

    Es kopi susu gula aren sangat berdampak pada insulin. Insulin adalah hormon polipeptida yang mengatur metabolisme karbohidrat. Hormon itu berperan mengolah gula menjadi energi.

    Energi yang dihasilkan itulah yang akan difungsikan oleh tubuh. Selain itu, hormon insulin juga berperan untuk mengontrol kadar gula darah dalam tubuh.

    Ketika tubuh terlalu banyak mengasup gula, maka ini akan menyebabkan hormon insulin tidak bisa melaksanakan tugasnya secara optimal.

    5. Memperparah batuk

    Sick adult woman coughing covering mouth with tissue sitting on a couch at homeEs kopi susu gula aren dapat memparah batuk. Foto: Getty Images/iStockphoto/Pheelings Media

    Makanan dan minuman manis harus dihindari saat batuk dan sakit tenggorokkan, termasuk es kopi susu gula aren. Kandungan gulanya dapat memperparah iritasi pada tenggorokkan, lapor Healthline.

    Ketika meminumnya, rasa manis itu akan bercampur dengan air liur, kemudian mengental sehingga menimbulkan rasa mengganjal di pangkal tenggorokkan dan memicu reaksi batuk.

    Begitu juga dengan susu yang dapat memperparah batuk terlebih pada penderita yang telah mengalami infeksi atau peradangan sebelumnya. Susu dapat memicu produksi dahak dan pembentukan lendir di saluran pernapasan.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Cara Minum Cuka Apel dan Dosisnya, Bagus untuk Diet dan Diebetes

    Jakarta

    Cuka apel populer digunakan sebagai suplemen dan bahan pengobatan alami. Sejak lama, cuka apel diyakini bisa membantu menurunkan berat badan, mencegah, dan mengendalikan berbagai penyakit.

    Riset menunjukkan cuka apel dapat mengontrol kadar gula darah hingga bagus untuk diet. Tentunya, manfaat cuka apel bisa diperoleh maksimal jika dikonsumsi dengan dosis dan cara yang tepat.

    Cara Minum Cuka Apel

    Cara terbaik minum cuka apel adalah dicampur dengan air putih. Adanya air putih bisa mengurangi sensasi terbakar di mulut dan kerongkongan, akibat kandungan asam asetat dalam cuka apel.


    Sejumlah ahli gizi menyarankan sebaiknya memilih cuka apel organik tanpa proses penyaringan yang masih mengandung ‘mother’ atau induknya. Pemilihan jenis cuka apel ini bertujuan memaksimalkan nutrisi dan manfaat yang akan diperoleh tubuh.

    Dosis Cuka Apel

    Dosis standar cuka apel yang bisa diminum per hari adalah 1-2 sdt (5-10 ml) hingga 1-2 sdm (15-30 ml). Dosis ini dapat dibagi menjadi 2-3 kali minum dalam sehari.

    Sebaiknya konsumsi air cuka apel mulai dengan dosis kecil dan hindari langsung meminumnya dalam jumlah besar. Terlalu banyak mengkonsumsinya punya efek samping seperti erosi email gigi dan potensi interaksi dengan obat lain yang diminum.

    Manfaat Cuka Apel

    Dilansir Healthline dan WebMD, berikut manfaat minum cuka apel bagi kesehatan secara menyeluruh:

    1. Bantu Turunkan Berat Badan

    Minum air cuka apel dapat membuat kenyang lebih lama. Hal ini dapat mengurangi konsumsi kalori sehingga berat badan menurun.

    Penelitian 2024 menunjukkan penurunan berat badan, rasio lemak tubuh, lingkar pinggang, hingga indeks massa tubuh (BMI) yang signifikan pada peserta yang mengkonsumsi cuka apel setiap hari selama 12 minggu.

    2. Mengontrol Kadar Gula Darah

    Cuka apel bantu mengobati diabetes tipe 2. Diabetes jenis ini ditandai dengan kadar gula darah tinggi yang disebabkan oleh ketidakmampuan memproduksi insulin atau resistensi insulin.

    Uji klinis 2019 menemukan minum cuka apel berefek baik pada indeks glikemik dan stres oksidatif pada pengidap diabetes dan dislipidemia. Tinjauan 2021 juga mencatat bahwa konsumsinya dapat bermanfaat bagi kadar glikemik orang dewasa.

    Indeks glikemik sendiri adalah indikator yang menunjukkan seberapa cepat makanan berkarbohidrat mampu mempengaruhi peningkatan gula darah dalam tubuh.

    3. Meredakan Eksim

    Beberapa pengidap eksim menggunakan cuka apel untuk meredakan gejala kulit mereka.

    Kulit secara alami sedikit asam dan kadar asamnya mungkin berkurang pada pengidap eksim. Menggunakan cuka apel yang diencerkan secara topikal bantu menyeimbangkan kembali pH alami kulit sehingga meningkatkan lapisan pelindung kulit.

    Namun, penelitian melaporkan penggunaan cuka apel hanya memiliki sedikit efek dan mampu mengiritasi kulit beberapa orang.

    Menurut studi, cuka apel bisa menstabilkan kadar HDL dan LDL, trigliserida, dan kolesterol total. Itu artinya, cuka apel bermanfaat bagi kesehatan jantung dan mencegahnya terjangkit sejumlah penyakit.

    (azn/row)



    Sumber : food.detik.com

  • 4 Minuman Tanpa Gula Tambahan yang Berkhasiat Turunkan Gula Darah


    Jakarta

    Tidak hanya makanan, jenis minuman yang dikonsumsi juga perlu diperhatikan ketika punya gula darah tinggi. Sejumlah minuman tanpa tambahan gula ini pun mampu membantu turunkan gula darah alami.

    Hiperglikemia atau gula darah tinggi merupakan kondisi ketika kadar gula atau glukosa dalam darah meningkat. Siapapun bisa mengalaminya, bahkan pada orang yang tidak menderita diabetes.

    Kondisi seperti ini bisa terjadi pada orang dengan masalah kesehatan tertentu, mulai dari gangguan metabolisme, gangguan hormon, infeksi, stress, dan lain sebagainya. Gejala-gejala yang sering ditunjukkan ketika kadar gula darah meningkat yaitu sering merasa lapar, haus, mulut kering, hingga sering buang air kecil.


    Kadar gula darah harus dijaga agar tetap normal. Jika dibiarkan terlalu lama, kondisi gula darah yang tinggi dapat meningkatkan risiko bahaya, seperti kerusakan ginjal hingga saraf.

    Oleh karena itu, penting menjaga kadar gula darah normal. Salah satunya dengan menjaga pola makan. Selain mengonsumsi makanan tinggi gula dan kalori, penting juga memerhatikan minuman yang dikonsumsi. Pilih minuman yang bernutrisi dan tanpa tambahan gula untuk menjaga gula darah tetap terkendali.

    Melansir Eating Well (29/11/2024), berikut 4 minuman tanpa gula tambahan:

    1. Teh

    Teh hitamTeh hitam tanpa tambahan gula bisa menurunkan kadar gula darah. Foto: iStock

    Teh salah satu minuman yang direkomendasikan karena dapat meningkatkan aktivitas insulin, hormon yang dapat menurunkan kadar gula darah.

    Menurut penelitian yang disebut Eating Well, jenis-jenis teh yang dapat dikonsumsi yaitu teh hitam, teh hijau, dan teh oolong karena telah terbukti meningkatkan aktivitas insulin berkat antioksidan dan senyawa bioaktifnya.

    Meskipun begitu, aktivitas meningkatnya insulin ini kemungkinan tidak cukup signifikan untuk menurunkan gula darah, terutama ketika diminum dalam jumlah banyak. Karenanya, tetap perlu mengawasi kadar gula darah atau menghubungi dokter jika tak membaik.

    Perlu diingat untuk tidak menambahkan gula atau pemanis buatan apapun ke dalam teh untuk hasil yang maksimal. Namun, teh ini bisa dicampur dengan sejumlah rempah sehat, seperti kayu manis yang dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan menurunkan kadar gula darah.

    2. Kopi

    Minum Kopi Hitam di Pagi Hari Bisa Bantu Turunkan Berat BadanKopi hitam juga baik untuk menurunkan risiko doabetes atau menurunkan kadar gula darah. Foto: Ilustrasi iStock

    Kopi tanpa tambahan gula atau pemanis lainnya juga menjadi pilihan yang tepat untuk membantu menurunkan kadar gula darah.

    Para peneliti yang disebut situs EatingWell menemukan kaitan antara konsumsi kopi secara teratur dengan penurunan risiko diabetes tipe-2. Di dalam kopi terkandung komponen, seperti asam klorogenat yang berfungsi menjaga kadar gula dalam darah.

    Masalah yang menyebabkan peningkatan kadar gula darah bukan kopinya, melainkan jika kopi itu ditambah dengan krimer, susu, sirup, whipped cream, atau cokelat.

    Untuk pilihan lebih sehat, bisa menambahkan kayu manis ke dalam kopi. Ahli gizi Amy Davis menjelaskan bahwa kopi dan kayu manis menjadi kombo sempurna. Kopi kaya akan antioksidan dan kayu manis dapat membantu memindahkan gula ke dalam sel, sekaligus meningkatkan sensitivitas insulin.

    Daftar minuman tanpa tambahan gula lain bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Susu

    Alternatif Susu Pengganti Susu SapiSusu juga menjadi salah satu minuman yang mampu menurunkan kadar gula darah. Foto: Getty Images

    Tidak selamanya susu berbahaya karena susu sebenarnya bisa membantu menurunkan kadar gula darah. Hal ini disebabkan oleh kombinasi karbohidrat, protein, dan lemak di dalam susu.

    Susu sapi segar disebut sebagai pilihan terbaik untuk atasi masalah ini. Sebab, kandungan lemak dan protein di dalamnya mampu melambatkan proses penyerapan gula dalam darah.

    Pilihan lainnya, susu low-fat (rendah lemak) atau susu kedelai murni tanpa tambahan gula.

    4. Infused water

    Ilustrasi infused water jeruk nipisInfused water menjadi pilihan yang menyenangkan tanpa takut kadar gu;a darah meningkat. Foto: Getty Images/Rocky89

    Jika bosan dengan air putih biasa, kamu bisa mempertimbangkan untuk minum air putih yang dicampur buah dan herba. Misalnya ditambah potongan buah segar atau daun herbal untuk memberikan sensasi rasa tambahan yang menyegarkan. Potongan buah yang bisa dicampur ke dalam air putih ini mulai dari kiwi, lemon, jeruk, semangka, strawberry, daun mint, dan lain sebagainya.

    Infused water menjadi pilihan sehat dan menyegarkan karena dapat membantu menjaga gula darah tetap stabil. Minuman ini mampu menggantikan minuman berkalori tinggi sekaligus mengurangi asupan gula dan kalori berlebih.

    5. Hal yang perlu dipertimbangkan saat memilih minuman

    Selain minuman yang disebutkan sebelumnya, sebenarnya ada beberapa hal yang bisa menjadi pertimbangan saat memilih minuman untuk menurunkan atau menjaga kadar gula darah.

    Pertama, pilihlah minuman rendah karbohidrat. Meskipun minuman itu diklaim tidak mengandung gula tambahan, tetapi bisa jadi masih mengandung karbohidrat yang tetap memengaruhi kadar gula darah. Periksa label fakta nutrisi untuk mengetahui seberapa banyak karbohidrat di dalamnya.

    Bisa juga pilih minuman yang kaya akan serat atau protein untuk membantu memperlambat kenaikan gula darah.

    Pilih juga minuman yang mengandung sedikit atau tanpa tambahan gula sama sekali.

    Perhatikan kandungan jus buah murni 100% atau susu. Pasalnya, minuman ini masih mengandung gula alami, dengan sedikit protein dan serat yang dapat meningkatkan gula darah dengan cepat.

    Minuman mengandung serat, seperti smoothie juga bisa dicoba. Kandungan serat di dalamnya mampu memperlambat pencernaan dan penyerapan karbohidrat, sehingga membantu menjaga kadar gula darah.

    Minuman berprotein tinggi dan tanpa atau rendah gula juga menjadi opsi yang tepat. Sebab, protein membantu menstabilkan gula darah dengan memperlambat penyerapan karbohidrat gula alami dalam minuman.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Agar Gula Darah Stabil, Konsumsi 5 Minuman Sehat Ini


    Jakarta

    Beberapa minuman yang mengandung nutrisi penting mampu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Mulai dari kopi hingga susu kedelai, ampuh kendalikan gula darah!

    Gula darah atau glukosa merupakan sumber energi utama tubuh yang berasal dari makanan yang mengandung karbohidrat. Tubuh memecah karbohidrat menjadi glukosa dan melepaskan ke dalam aliran darah untuk digunakan sebagai energi.

    Namun, kadar gula darah berfluktuasi. Kadar gula darah yang naik dapat mengkhawatirkan kesehatan tubuh. Hal tersebut disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya pola makan tidak sehat.


    Untuk menjaga kadar gula darah tetap normal, tubuh perlu mengasup nutrisi seperti, protein, antioksidan, dan magnesium. Nutrisi tersebut terkandung pada beberapa minuman ini.

    Dikutip dari Eatingwell.com (01/05/25) berikut 5 minuman yang dapat menjaga kadar gula darah stabil:

    1. Kopi

    Kopi instanKopi diseduh tanpa gula tambahan dapat menjaga kadar gula darah. Foto: iStock

    Menurut Erins Palinski-Wade, ahli gizi sekaligus penulis Day Diabetes Diet, kopi yang diseduh tanpa pemanis tambahan sangat bermanfaat untuk gula darah.

    “Minum kopi hitam dikaitkan dengan risiko lebih rendah terkena diabetes tipe 2 dan memperlambat perkembangan penyakit,” ujar Palinski-Wade.

    Kopi mengandung senyawa yang disebut asam klorogenat yang berfungsi sebagai antioksidan, sehingga dapat mengurangi peradangan. Hal ini penting karena peradangan yang tidak terkendali dapat memicu produksi insulin berlebih dan mengganggu metabolisme glukosa.

    2. Susu sapi

    Susu sapi kerap dipandang sebelah mata, karena dianggap dapat meningkatkan gula darah. Hal tersebut disebabkan karena susu sapi mengandung gula alami (laktosa).

    “Namun, susu sapi mengandung protein, karbohidrat, dan lemak yang seimbang, sehingga dampaknya terhadap gula darah menjadi minimal,” ujar Palinski.

    Faktanya, beberapa penelitian telah menemukan korelasi antara peningkatan asupan susu dan penurunan risiko terkena diabetes tipe 2.

    Hal tersebut karena nutrisi yang terkandung pada susu, seperti vitamin D dan magnesium yang berperan membantu meningkatkan sensitivitas insulin.

    Minuman yang dapat menjaga kadar gula darah ada di halaman berikutnya.

    3. Jus buah murni

    jus buahJus buah tanpa gula mampu menjaga kadar gula darah. Foto: Getty Images/habovka

    Terbuat dari buah-buahan, mengonsumsi jus buah dapat memberikan banyak manfaat kesehatan. Salah satunya adalah menurunkan gula darah.

    Namun, dengan catatan bahwa jus buahnya tidak dicampur dengan gula tambahan. Jadi, benar-benar jus buah dan air. Kandungan gula alami pada buah pun kerap dipandang negatif.

    Faktanya, gula alami pada buah berbeda dengan gula tambahan. Gula alami terikat dan matriks serat, antioksidan, dan nutrisi bermanfaat lainnya yang dapat membantu kadar gula darah.

    4. Susu kedelai

    Mitos yang masih berkembang di masyarakat menyebutkan bahwa susu kedelai dapat meningkatkan kadar gula darah. Namun, ahli gizi Cassetty menjelaskan bahwa susu kedelai adalah pilihan susu nabati terbaik, asalkan tidak dicampur dengan gula tambahan.

    “Susu kedelai adalah pilihan yang baik karena susu ini rendah karbohidrat, sehingga menjadikannya pilihan tepat untuk mengendalikan gula darah,” ujar ahli gizi Cassety.

    Faktanya, 1 cangkir susu kedelai (240 mililiter) dilengkapi dengan 8 gram protein, sama seperti susu sapi dengan tambahan 9 gram karbohidrat. Protein tersebut berperan memperlambat dampak karbohidrat lain dalam makanan atau camilan.

    5. Teh

    teh hijauteh hijau mengandung katekin yang mampu menjaga kadar gula darah. Foto: Getty Images/kuppa_rock

    Sama dengan kopi, teh juga dikemas dengan senyawa penting. Senyawa itu disebut katekin yang berperan sebagai antioksidan. Sebuah studi telah menemukan bahwa katekin pada teh hijau dan teh hitam dapat mengatur gula darah dengan berbagai cara.

    Katekin akan meningkatkan kemampuan tubuh untuk menggunakan insulin, melindungi dari peradangan, dan berfungsi sebagai antioksidan untuk melawan stres oksidatif.

    “Katekin juga dapat memberi makan bakteri usus yang baik, sehingga membantu insulin tubuh bekerja lebih efektif untuk membersihkan gula dari darah, asalkan tidak dicampur dengan gula,” tutur ahli gizi Cassety.

    (raf/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Minyak Goreng Cegah Diabetes? Eits, Lihat Dulu Kata Peneliti


    Jakarta

    Minyak goreng sering dianggap sebagai ancaman bagi kesehatan. Namun ada penemuan yang menyebut penggunaan minyak goreng dapat cegah diabetes. Begini penjelasannya.

    Minyak goreng sering dianggap berbahaya jika dikonsumsi secara berlebihan untuk tubuh. Efek samping yang ditimbulkan dari konsumsi minyak goreng kerap mengkhawatirkan banyak orang.

    Sampai-sampai banyak orang yang mengganti penggunaan minyak goreng dengan bahan alternatif lainnya. Namun ada temuan terbaru dari para peneliti terkait efek konsumsi minyak goreng berbahan biji-bijian.


    Melansir New York Post (25/6) dalam pertemuan tahunan American Society for Nutrition menemukan bukti terbaru pada kandungan minyak goreng nabati tersebut.

    Big plastic bottle of olive oil in the hand of the buyer at the grocery storeKonsumsi minyak goreng ternyata memiliki efek yang tidak sepenuhnya buruk. Foto: Getty Images/iStockphoto/sergeyryzhov

    Kandungan biji-bijian disebut menjadi sumber asupan asam linoleat. Kandungan tersebut berkhasiat membantu menjaga kesehatan jantung dan diabetes tipe 2.

    Penemuan asam linoleat ini menjadi angin segar di tengah kepercayaan bahwa minyak goreng buruk untuk tubuh. Asam linoleat sudah sejak lama ditemukan pada minyak berbahan biji-bijian seperti minyak bunga matahari, canola, dan minyak wijen.

    “Ada peningkatan perhatian pada minyak dari biji-bijian, dengan beberapa klaim yang menyebut dapat meningkatkan inflamasi dan risiko meningkatkan kardiometabolik,” kata Kevin C. Maki, profesor dari Indiana University in Bloomington’s School of Public Health.

    Begitupula pada beberapa merek minyak goreng yang juga mengandung sayuran atau biji-bijian tambahan seperti kedelai, jagung, serta lainnya. Penelitian ini merujuk pada kandungan asam linoleat dalam darah partisipan.

    “Penelitian kami berdasar pada 1.900 orang, ditemukan kandungan asam linoleat yang tinggi pada plasma darah berkaitan dengan penurunan biomarker pada risiko kardiometabolik termasuk kaitannya dengan inflamasi,” lanjut Maki.

    minyak gorengMinyak goreng yang terbuat dari biji-bijian mengandung asam linoleat yang dapat mencegah penyakit jantung dan diabetes tipe 2. Foto: iStock

    “Meskipun penelitian lain telah menilai hubungan antara asam linoleat dan faktor risiko kardiometabolik, penelitian kami menggunakan biomarker objektif, bukan catatan diet atau kuesioner frekuensi makanan untuk menilai asupan asam linoleat,” kata Maki.

    Ia menambahkan, “Kami juga mengukur berbagai penanda peradangan dan indikator metabolisme glukosa.”

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang memiliki kadar asam linoleat lebih tinggi dalam darah, cenderung memiliki profil risiko keseluruhan yang lebih sehat untuk penyakit jantung dan diabetes.

    Namun kelompok peneliti dalam penelitian ini mengatakan butuh pengamatan lebih lanjut untuk melihat efek samping dan khasiat asam linoleat yang lebih kompleks. Dapat dikatakan temuan ini masih berupa lapisan luar yang butuh banyak pembuktikan lain untuk mendukung temuan.

    Sementara itu, para ahli semakin banyak yang mengatakan bahwa minyak goreng dari biji-bijian tidak seburuk yang mungkin dipikirkan sebagian orang. “Minyak bijian secara objektif cukup sehat, karena biasanya rendah lemak jenuh,” kata Kerry Beeson, seorang terapis nutrisi di Prep Kitchen.

    Hanya saja, ia tetap menyarankan konsumsi makanan sehat secara umum. Hindari mengonsumsi banyak makanan olahan dan jangan terlalu bergantung pada minyak biji-bijian dalam memasak.

    Kamu bisa mencoba minyak kelapa dan minyak zaitun yang tak kalah menyehatkan. Lalu perbanyak konsumsi sumber asam lemak omega 3 dari makanan langsung, seperti ikan dan kacang-kacangan.

    (dfl/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Bukan Stevia, Dokter Jantung Sebut Pemanis Ini Lebih Aman Buat Gula Darah


    Jakarta

    Dibandingkan gula pasir, ada pemanis yang diungkapkan lebih aman untuk gula darah. Sampai-sampai kardiologis menyarankan pemanis alternatif ini.

    Konsumsi manis memiliki efek seperti dua mata uang. Pada satu sisi, asupan gula tetap dibutuhkan tubuh, tetapi dapat berdampak negatif jika dikonsumsi berlebihan.

    Kekhawatiran yang muncul akibat konsumsi gula kerap meresahkan pelaku diet sehat. Sebagian besar orang mulai berbondong-bondong mencari pemanis alternatif untuk dikonsumsi sehari-hari.


    Dilansir dari Hindustan Times, Sabtu (5/7), ada satu jenis pemanis alternatif yang disarankan oleh dokter spesialis jantung dan pembuluh darah (kardiologis). Efeknya jauh lebih sehat untuk gula darah, tetapi pemanis ini bukan stevia.

    Bukan Stevia, Dokter Jantung Sebut Pemanis Ini Lebih Aman Buat Gula DarahAllulosa diungkap oleh dokter jantung jauh lebih sehat daripada stevia. Foto: Getty Images/Luis Echeverri Urrea

    Adalah allulosa, jenis pemanis alternatif, yang lebih disarankan. Dr Alok Chopra, menyebut allulosa tidak memicu lonjakan gula darah atau kadar insulin.

    Melalui akun Instagram pribadinya, @dralokchopra, ia juga menyebut rasa allulosa paling mirip dengan gula pasir. Begitupula ketika masuk ke dalam tubuh penyerapannya lebih maksimal.

    “Allulosa adalah pemanis alternatif langka yang tidak memicu gula darah maupun kadar insulin, sehingga membuatnya menjadi pilihan yang menjanjikan pada pasien diabetes atau kondisi resistensi insulin,” tulisnya pada salah satu unggahan.

    Allulosa juga melalui proses pencernaan yang berbeda di dalam tubuh. Ketika dikonsumsi sebanyak 70% dari asupannya akan diserap oleh darah dan kembali dibuang melalui urin.

    Allulosa juga punya tiga keunggulan khasiatnya. Pertama, rendah kalori karena hanya 0,2-0,4 kalori per gram. Kemudian allulosa juga ramah untuk gula darah dan dapat meningkatkan metabolisme serta pembakaran lemak.

    Pada beberapa bahan makanan, allulosa ditemukan secara alami walaupun kadarnya hanya sedikit. Misalnya seperti pada gandum, buah tin, kismis, molases, sirup maple, nangka, dan kiwi.

    Pada pemanis dan minuman seperti karamel, jus, serta kopi, konon juga terkandung allulosa di dalamnya. Namun dalam produk komersial, allulosa dibuat secara enzim yang mengubah fruktosa (seperti pada sirup dan bit) agar lebih murah.

    Alasan bukti penelitian yang belum terlalu kuat, sayangnya, membuat allulosa diterima di sebagian negara tetapi ditolak di sebagian negara lainnya. Kanada, menjadi salah satu negara yang menolak penjualan allulosa sebab keraguannya pada efek jangka panjang.

    (dfl/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Dokter Internis Ungkap Jenis Nasi Paling Aman Buat Penderita Diabetes


    Jakarta

    Penderita diabetes perlu mewaspadai asupan nasi karena berpotensi membuat kadar gula darah melonjak. Dokter internis ini mengungkap jenis nasi paling aman untuk dikonsumsi penderita diabetes.

    Diabetes merupakan salah satu penyakit yang banyak dialami orang Indonesia. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita diabetes melitus (DM) tertinggi ke-5 di dunia.

    Temuan tersebut berdasarkan data Federasi Diabetes Internasional (IDF) 2021, seperti dikutip dari VOA Indonesia (21/11/2024). Para penderita diabetes pun perlu mewaspadai asupan makanan sehari-hari, termasuk nasi yang merupakan makanan pokok orang Indonesia.


    Dokter internis, Christian Dion Saelan yang aktif berbagi informasi kesehatan melalui akun Instagram @dokterdioninternist, mengungkapkan jenis nasi yang paling aman untuk penderita diabetes. detikFood mengutip informasi dari unggahan dr Dion tanggal 18 Juni 2025 atas seizinnya (4/7).

    “Kita harus pilih nasi dengan indeks glikemik rendah,” kata dr Dion mengawali penjelasannya. Indeks glikemik (IG) merupakan ukuran seberapa cepat makanan meningkatkan gula darah. Semakin tinggi IG sebuah makanan, maka semakin cepat dampaknya bikin gula darah naik.

    Berikut daftar jenis nasi dan kandungan IG-nya:

    1. Nasi putih

    Untuk nasi putih, IG-nya mencapai 70-89. “Ini cepat banget menaikkan gula darah,” kata dokter yang praktik di RS Kristen Mojowarno, Jombang ini.

    2. Nasi cokelat

    Wooden bowl with uncooked brown rice isolated on white background. Top viewNasi cokelat masih mengandung IG tinggi untuk penderita diabetes. Foto: Getty Images/iStockphoto/igoriss

    Nasi cokelat, IG-nya 68 sampai 72. Menurut dr Dion, nasi cokelat lebih baik dari nasi putih, tapi masih cukup tinggi.

    3. Nasi merah

    Bagaimana dengan nasi merah? IG-nya 55-64. “Kandungan seratnya lumayan, tapi lebih stabil (menjaga kadar gula darah),” jelas dr Dion.

    4. Nasi hitam

    Nasi nasi hitam memiliki IG 42-45 dan kaya antioksidan. “Nasi ini juga bagus buat metabolisme,” lanjut dr Dion.

    5. Nasi basmati

    Pilihan lain adalah nasi basmati yang IGnya sekitar 50-58, tergantung cara masaknya. Jenis nasi ini lebih baik dari nasi putih.

    6. Nasi porang

    Untuk nasi porang atau konjac rice, IG-nya di bawah 20. dr Dion mengatakan, “Nasi porang super rendah karbohidrat dan tinggi serat.”

    7. Nasi putih yang disimpan di kulkas

    White rice in bowlNasi putih yang disimpan di kulkas bisa mengalami penurunan IG 10-20%. Foto: Getty Images/iStockphoto/Amarita

    Penderita diabetes juga kerap mengandalkan konsumsi nasi putih yang sudah disimpan di kulkas selama 12-24 jam, lalu dihangatkan. “IG bisa turun 10-20% karena terjadi resistensi pati,” jelas dr Dion.

    8. Nasi shirataki

    Siapa sangka nasi shirataki punya IG hampir 0 dan karbohidrat juga hampir 0. “Jenis nasi ini yang paling aman secara teoritis (untuk dikonsumsi penderita diabetes).

    9. Kesimpulan

    Ada pun urutan jenis nasi terbaik untuk penderita diabetes berdasarkan IG-nya, menurut dr Dion, adalah shirataki, beras porang, nasi kulkas, nasi hitam, basmati, nasi merah, nasi cokelat, baru nasi putih.

    Meski begitu, ia mengingatkan, nasi yang aman juga tergantung jumlah dan lauk pendampingnya. “Makanlah nasi beserta sumber serat dan protein yang baik,” tutupnya.

    (adr/adr)



    Sumber : food.detik.com