Tag: diet sehat

  • 7 Sayuran Penurun Kolesterol Tinggi yang Jahat Bagi Tubuh


    Jakarta

    Sayuran mengandung berbagai nutrisi yang bisa dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan. Bahkan, beberapa sayuran dipercaya bisa menurunkan kolesterol.

    Kolesterol merupakan jenis lemak yang ada di dalam tubuh. Kolesterol berupa zat lilin alami yang berasal dari hati dan makanan. Kolesterol sebenarnya adalah zat yang cukup penting dalam tubuh, namun jika kadarnya terlalu tinggi, maka bisa menimbulkan penyakit berbahaya.

    Dikutip melalui laman Centers for Disease, kolesterol dibagi menjadi dua, yakni kolesterol baik atau High Density Lipoprotein (HDL) dan kolesterol jahat atau Low Density Lipoprotein (LDL). Kadar LDL yang terlalu tinggi bisa menyumbat pembuluh darah dan memicu penyakit jantung dan stroke.


    Masyarakat seringkali tidak sadar dengan kondisi yang sedang mereka dialami, sehingga lambat laun ternyata mengidap penyakit serius. Oleh karena itu, penting mengonsumsi beberapa sayuran untuk menurunkan kolesterol. Simak penjelasannya di bawah ini.

    Sayuran Penurun Kolesterol Tinggi

    Sayuran kaya akan serat dan antioksidan. Selain itu, sayuran rendah kalori, sehingga sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan tubuh. Berikut ini 7 sayuran penurun kolesterol.

    1. Brokoli

    Dikutip melalui laman Health Shots, brokoli mengandung serat larut yang tinggi, sehingga baik untuk menurunkan kolesterol. Selain itu, brokoli kaya akan vitamin C dan kalsium yang baik untuk menjaga kesehatan jantung.

    Brokoli sarat akan nutrisi dan senyawa sulforaphane, yang membantu dalam mengurangi kadar trigliserida. Serat yang terkandung dalam brokoli mampu mengikat asam empedu, sehingga memudahkan tubuh untuk mengeluarkan kolesterol.

    2. Kale

    Kale mengandung banyak serat yang bisa membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Sehingga dapat mencegah risiko penyakit kardiovaskular. Selain itu, kale juga kaya akan antioksidan yang sangat baik dalam menjaga kesehatan jantung dan mengurangi peradangan.

    Kale mengandung nutrisi lainnya seperti folat, kalium, dan kalsium. Kale juga mengandung lutein yang dapat mencegah penumpukan kolesterol dalam darah.

    3. Bayam

    Dikutip melalui laman WebMD, bayam adalah sumber serat penurun kolesterol yang paling bagus. Kandungan serat dalam bayam mampu menempel pada kolesterol dan mengeluarkannya dari tubuh secara alami.

    Bayam juga kaya akan vitamin dan mineral yang bisa membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Oleh karena itu, disarankan untuk mengonsumsi bayam baik secara langsung ataupun diolah menjadi masakan.

    4. Lobak

    Lobak adalah sumber antosianin yang sangat baik untuk membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Selain itu, mengonsumsi lobak bisa mencegah peradangan pada pembuluh darah dan arteri.

    Lobak juga kaya akan mineral seperti kalium, kalsium, dan antioksidan, yang bisa membantu menurunkan tekanan darah tinggi serta meminimalkan risiko penyakit jantung.

    5. Asparagus

    Dikutip melalui laman Hindustan Times, asparagus merupakan sumber vitamin dan mineral yang penting dalam membantu menurunkan kadar kolesterol jahat. Selain itu, mengkonsumsi asparagus juga bisa meningkatkan sirkulasi darah dalam tubuh dan menjaga kesehatan jantung.

    Asparagus juga kaya akan folat yang bagus untuk menurunkan kadar homosistein dalam tubuh. Oleh karena itu, asparagus cocok dikonsumsi bagi kamu yang memiliki kolesterol tinggi.

    6. Kembang Kol

    Kembang kol mengandung kalsium dan magnesium yang berperan dalam menjaga tekanan darah untuk tetap stabil. Kembang kol memiliki banyak sterol tanaman sejenis lipid yang bisa menghentikan usus untuk menyerap kolesterol.

    Sulforaphane yang terdapat dalam kembang kol juga bisa membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah dan menjaga arteri dari penumpukan lemak.

    7. Okra

    Sayuran okra kerap dijadikan lalapan oleh masyarakat di Indonesia. Okra memiliki bentuk seperti oyong, tapi dengan ukuran lebih kecil. Dalam beberapa negara, okra disebut dengan lady finger karena memiliki bentuk seperti jari wanita.

    Dikutip melalui laman Harvard Health, okra merupakan sumber serat larut yang baik. Kandungan gel atau lendir yang ada dalam okra, berguna dalam menurunkan kolesterol. Lendir tersebut mengikat kolesterol selama proses pencernaan. Kemudian, kolesterol jahat tersebut akan diurai dan dibuang melalui feses.

    Melalui penjelasan di atas, bisa disimpulkan bahwa mengonsumsi sayuran seperti brokoli, kale, bayam, lobak, asparagus, kembang kol, dan okra bisa membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Demikian yang bisa kami sampaikan. Semoga bermanfaat!

    (fds/fds)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Manfaat Kacang Merah Beserta Efek Sampingnya Jika Tidak Diolah dengan Benar


    Jakarta

    Kacang merah termasuk salah satu kacang-kacangan yang dapat diolah menjadi berbagai makanan. Mulai dari sayur, tumisan, bubur, kue, isian roti, sampai aneka es.

    Terlepas dari olahannya yang beragam, kacang merah ternyata bagus untuk kesehatan. Jenis kacang ini mengandung sejumlah nutrisi yang baik bagi tubuh dan organ-organ penting di dalamnya.

    Penasaran? Cari tahu nutrisi hingga manfaat kacang merah bagi kesehatan pada uraian berikut.


    Kandungan Kacang Merah

    Dilansir Healthline, kacang merah terdiri dari karbohidrat dan serat yang tinggi. Jenis kacang ini juga merupakan sumber protein yang baik. Untuk 100 g kacang merah rebus mengandung nutrisi, meliputi:

    • Energi: 127 kal
    • Air: 67%
    • Karbohidrat: 22,8 g
    • Serat: 6,4 g
    • Protein: 8,7 g
    • Gula: 0,3 g
    • Lemak: 0,5 g

    Kacang merah juga kaya akan berbagai vitamin dan mineral, seperti molibdenum, folat, zat besi, tembaga, mangan, kalium, serta vitamin K.

    Manfaat Kacang Merah

    Dengan sejumlah nutrisi yang dikandungnya, kacang merah memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan tubuh dan organ. Berikut beberapa manfaat kacang merah:

    1. Meningkatkan Kesehatan Usus

    Kacang merah mengandung serat yang tinggi. Selain itu, kacang ini juga menyimpan serat tidak larut yakni alfa-galaktosida dan pati resisten dalam jumlah besar.

    Pati resisten dan alfa-galaktosida mampu berfungsi sebagai prebiotik. Prebiotik bergerak melalui saluran pencernaan untuk mencapai usus besar, di mana prebiotik ini difermentasi oleh bakteri baik.

    Proses fermentasi kemudian menghasilkan butirat, asetat, dan propionat yang bisa meningkatkan kesehatan usus besar.

    2. Bantu Turunkan Berat Badan

    Pati resisten yang dikandung kacang merah dapat berperan dalam manajemen berat badan. Serat dan protein tinggi yang disimpannya juga bisa mengurangi pencernaan karbohidrat, sehingga bantu menurunkan berat badan.

    3. Mengontrol Gula Darah

    Kacang merah kaya akan protein, serat, dan karbohidrat yang dilepaskan secara perlahan. Karena kandungannya tersebut, kacang ini efektif untuk menjaga kadar gula darah yang sehat.

    Kacang merah memiliki skor GI yang rendah. Yang artinya, kenaikan gula darah akan rendah dan lebih bertahap setelah memakan kacang ini. Dengan kadar gula darah yang terkontrol, maka akan menurunkan risiko terkena berbagai penyakit kronis.

    4. Mencegah Kanker Usus Besar

    Kacang-kacangan disebut mengandung sejumlah nutrisi dan serat yang bersifat antikanker.

    Serat yang dimiliki kacang merah seperti pati resisten dan alfa-galaktosida tidak tercerna sampai ke usus besar. Serat tersebut difermentasi oleh bakteri baik yang menghasilkan pembentukan asam lemak rantai (SCFA).

    SCFA seperti butirat dapat meningkatkan kesehatan usus besar sehingga menurunkan risiko kanker usus besar.

    5. Meningkatkan Kesehatan Jantung

    Kacang-kacangan termasuk kacang merah merupakan salah satu sumber protein nabati terkaya. Jika kacang ini dikonsumsi sebagai pengganti daging atau sumber protein lain yang tinggi kolesterol, maka dapat berdampak positif bagi kesehatan jantung.

    Ini karena kolesterol yang terkandung dalam daging atau sumber protein lain mampu meningkatkan risiko penyakit jantung. Oleh sebab itu, mengurangi kolesterol salah satunya dengan konsumsi kacang merah baik bagi jantung.

    Selain itu, kacang merah juga menyimpan kandungan lemak dan lemak jenuh yang sedikit lebih rendah dari jenis kacang lain. Sehingga kacang merah bisa jadi opsi untuk meningkatkan kesehatan organ jantung.

    Efek Samping Kacang Merah

    Tak hanya mengandung sejumlah manfaat, kacang merah juga memiliki efek samping bila dikonsumsi mentah atau tidak dimasak dengan baik. Berikut efek samping kacang merah:

    1. Diare dan Muntah-muntah

    Kacang merah mentah mengandung protein beracun dalam jumlah tinggi yang disebut phytohaemagglutinin. Jika mengkonsumsi kacang ini secara mentah atau melalui proses masak yang tidak benar, akan menyebabkan keracunan dengan gejala diare dan muntah-muntah.

    2. Perut Kembung

    Pada beberapa orang, kacang merah mampu menyebabkan perut kembung hingga diare karena serat tidak larut atau alfa-galaktosida yang dikandungnya. Serat ini juga dapat memperburuk gejala sindrom iritasi usus besar.

    Tapi, alfa-galaktosida bisa dihilangkan sebagian dengan cara merendam kacang merah dalam air dan memasaknya dengan benar.

    Cara Mengolah Kacang Merah

    Agar dapat memberi manfaat bagi kesehatan dan bukan malah memberi efek samping, kacang merah harus dimasak dengan benar dan tidak dikonsumsi secara mentah.

    Cara mengolah yang baik sebelum mengkonsumsinya, yakni dengan merendam kacang merah dalam air setidaknya selama 5 jam dan merebusnya pada suhu 100°C selama setidaknya 10 menit.

    Dengan proses pengolahan demikian, racun dan senyawa berbahaya yang terdapat di dalam kacang merah bisa hilang. Sehingga kacang merah menjadi aman, tidak lagi berbahaya, dan memberikan manfaat jika dikonsumsi.

    Itu dia penjelasan mengenai kacang merah, mulai dari kandungan nutrisi hingga efek samping yang dimilikinya.

    (fds/fds)



    Sumber : food.detik.com

  • Menu Sarapan Kukusan Lagi Viral, Begini Isian dan Rasanya


    Jakarta

    Tren sarapan sehat kini kembali digemari masyarakat. Salah satunya menu sarapan kukusan dan rebusan yang beragam isinya.

    Tren sarapan sehat berbasis kukusan tengah berkembang pesat di media sosial dan diminati terutama oleh Gen Z (1997-2012).

    Menu sederhana seperti ubi, singkong, pisang, talas, hingga jagung rebus kini dianggap sebagai pilihan sarapan yang lebih ringan, bergizi, dan praktis ketimbang nasi uduk atau gorengan.


    Popularitas tren ini bahkan mendapat apresiasi dari Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang menilai semakin banyak anak muda memilih opsi makan pagi yang lebih sehat dan terjangkau.

    Banyak penjual kukusan bermunculan di berbagai titik keramaian. Tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di kota-kota lain, menyediakan paket kukusan kisaran harga dari Rp 10.000. Berikut beberapa ulasan menarik seputar tren sarapan kukusan yang sedang viral.

    1. Konsep Menu Kukusan

    Sarapan Kukusan dan menunya yang tengah viral di media sosial.Sarapan Kukusan dan menunya yang tengah viral di media sosial. Foto: detikFood

    Berawal dari media sosial seperti TikTok dan Instagram, banyak orang yang mulai tertarik untuk sarapan kukusan. Ditambah banyak penjual kukusan mulai bermunculan sehingga popularitas makanan tradisional ini mulai diminati kembali.

    Menurut salah satu penjual kukusan, Santi, yang berjualan di dalam Pasar 8 Alam Sutra, Tangerang Selatan, tren kukusan ini memang awalnya mulai dikenal dari media sosial.

    “Saya baru berjualan sekitar satu bulan di sini. Saya sendiri pun terinspirasi jual kukusan seperti ini karena lihat orang-orang pada penasaran coba sarapan kukusan ini di TikTok,” ujar Santi kepada detikFood (21/11/2025). Ia menamai dagangannya ini dengan brand ‘Kookusan’ (kukusan).

    Sama seperti penjual lainnya, Santi menawarkan beberapa jenis menu kukusan yang bisa dipilih pembeli. Ada Jagung Merah, Jagung Putih, Jagung Kuning Madu, Telur Omega 3, Ubi Ungu, Ubi Kuning dan Ubi Putih. Tak ketinggalan menu pelengkap seperti Pisang, Labu Kuning, Kacang Edamame dan Kacang Lurik. Kisaran harga per buahnya dari Rp 3.000 – Rp 6.000 saja.

    2. Menu Sarapan yang Lebih Sehat

    Sarapan Kukusan dan menunya yang tengah viral di media sosial.Sarapan Kukusan dan menunya yang tengah viral di media sosial. Foto: detikFood

    Meski baru berjualan selama satu bulan, Santi mengaku bahwa animo pembeli di Pasar 8 Alam Sutra ini cukup besar. Pada hari pertama ia berjualan, bahkan dagangannya habis dalam hitungan jam karena banyak orang yang penasaran ingin mencoba menu kukusan ini.

    “Sehari saya bawa jagung dan ubi-ubian itu sekitar 5-20 kg. Semuanya ini saya bersihkan dulu, lalu saya kukus tanpa tambahan garam atau gula. Jadi bisa dibilang kukusan ini memang menu sarapan yang sehat dan bergizi, karena tidak ada tambahan bumbu atau penyedap apapun,” lanjut Santi.

    Sarapan Kukusan dan menunya yang tengah viral di media sosial.Sarapan Kukusan dan menunya yang tengah viral di media sosial. Foto: detikFood

    Di Kookusan ini Santi menjual dagangannya per paket atau bisa juga dibeli satuan. Untuk paket regular harganya Rp 19.000, dapat enam jenis kukusan, yaitu jagung kuning serta aneka ubi.

    Untuk kisaran harga kukusan, Santi mengakui bahwa harga yang dipatoknya memang lebih mahal dibandingkan penjual lainnya. Ini dikarenakan ia harus sewa lapak di dalam pasar, sehingga harga jualnya pun perlu disesuaikan.


    3. Nutrisi Menu Sarapan Kukusan

    Sarapan Kukusan dan menunya yang tengah viral di media sosial.Sarapan Kukusan dan menunya yang tengah viral di media sosial. Foto: detikFood

    Sebagai penjual kukusan, Santi juga belajar tentang nutrisi yang terkandung dalam makanan yang dijualnya. Ia banyak membaca manfaat dan nutrisi dari jagung, ubi sampai labu sehingga ketika ada pembeli yang bertanya tentang nutrisi dan kesehatan dagangannya ia bisa menjawab.

    “Seperti jagung kuning ini contohnya, jagung rebus ini memiliki beragam manfaat kesehatan berkat kandungan karbohidrat, serat, vitamin, mineral, dan antioksidannya. Jagung cocok buat sarapan orang-orang yang lagi diet, karena bisa mengontrol berat badan soalnya jagung rebus itu rendah lemak serta kalori. Serat di jagung juga menjaga pencernaan tetap lancar dan membantu mencegah sembelit,” ungkap Santi.

    Sarapan Kukusan dan menunya yang tengah viral di media sosial.Sarapan Kukusan dan menunya yang tengah viral di media sosial. Foto: detikFood

    Selain itu Santi juga mengemas menu kukusannya dengan kotak putih dan kertas makanan yang berwarna-warni sehingga menarik perhatian pembeli. Santi menggunakan panci modern yang lebih ringan dan memiliki panas merata, jadi labu sampai jagung tetap hangat dan lembut.


    4. Diapresiasi Menteri Kesehatan

    Jajanan kukusan kini kembali diminati. Makanan yang dikukus juga punya sejumlah manfaat dibandingkan metode lain seperti digoreng.Jajanan kukusan kini kembali diminati. Makanan yang dikukus juga punya sejumlah manfaat dibandingkan metode lain seperti digoreng. Foto: Andhika Prasetia

    Selain mendapat sambutan hangat dari banyak orang, tren sarapan sehat ini juga disambut baik oleh Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin. Dikutip dari detikHealth (20/11/2025), Budi membut unggahan di media sosial untuk mengapresiasi tren sehat ini.

    “Aku baru beli nih kayak gini (paketan kukusan), harganya sekitar Rp 10 ribuan. Ternyata sudah banyak orang jualan makanan sehat seperti ini,” ungkap Budi Sadikin dalam unggahan Instagram miliknya.

    Sampai kini penjual kukusan semakin menjamur, tak hanya di Jakarta saja, menu kukusan bisa ditemukan di Tangerang, Bandung, sampai Pekanbaru.

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 6 Kebiasaan yang Bikin BB Nggak Turun-turun padahal Sudah Diet


    Jakarta

    Beberapa orang mengeluh tak kunjung mengalami penurunan berat badan, padahal sudah mati-matian melakukan upaya diet. Mulai dari membatasi asupan makan, mengurangi nyemil, hingga melakukan aktivitas fisik. Rupanya, memang ada lho sejumlah kebiasaan yang seringkali secara tak disadari, membuat berat badan tak kunjung turun.

    Penurunan berat badan bukan hanya berkaitan dengan asupan nutrisi dan olahraga, beberapa hal penting seperti usia serta jenis kelamin juga mempengaruhi. Di samping itu, dikutip dari WomensHealth, berikut beberapa kebiasaan yang bisa membuat berat badan susah turun:

    1. Hanya mengurangi porsi tanpa memperhatikan gizi makanan


    Menurut pakar obesitas Matthew Weiner, MD, defisit kalori sangat bisa menurunkan sekitar 10 persen dari total berat badan. Namun jika ingin menurunkan lebih banyak, daripada hanya mengurangi kalori, cobalah ubah jenis makanan yang dikonsumsi.

    Daripada hanya berfokus pada kuantitas asupan makanan, sebaiknya perhatikan juga kualitas asupan makanan yang masuk ke tubuh. Sebab bukan hanya lebih menyehatkan, berat badan ideal juga bisa lebih dipertahankan dengan asupan makanan yang baik.

    2. Kurang asupan protein

    Secara umum protein bisa membuat seseorang merasa kenyang dalam waktu lebih lama. Walhasil, orang tersebut akan mengonsumsi lebih sedikit makanan dari waktu ke waktu. Asupan protein ini juga membantu membangun otot, kulit, dan tulang yang sehat.

    Tetapi berkenaan dengan upaya penurunan BB, tidak semua protein tepat dikonsumsi dalam jumlah banyak. Protein nabati seperti kacang-kacangan, tahu, dan tempe dapat dikonsumsi tanpa mengkhawatirkan efek negatif apapun pada kesehatan. Sementara protein hewani tanpa lemak, termasuk ayam dan ikan bisa menjadi bagian dari diet sehat yang kaya akan protein.

    3. Makan Sehat, tapi Kebanyakan

    Makanan yang tergolong sehat pun tak berarti boleh dikonsumsi dalam jumlah ‘gila-gilaan’. Sebab pada dasarnya, kunci dari penurunan BB adalah lebih sedikit kalori masuk dan lebih banyak kalori yang keluar.

    4. Masih mengonsumsi minuman manis

    Minuman manis seperti soda, lebih berisiko bikin berat badan cepat naik daripada makanan manis. Ketika seseorang banyak makan manis, orang tersebut akan merasa sedikit kenyang sehingga cenderung makan sedikit saat siang hari. Tetapi saat seseorang minum manis, orang tersebut tidak akan merasa kenyang sehingga besar risiko, orang tersebut tetap makan banyak di siang hari.

    5. Kurang minum air putih

    Asupan air putih terbukti ampuh menurunkan berat badan. Menurut tinjauan studi yang diterbitkan dalam Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics, memang ada kaitan erat antara konsumsi air dengan keberhasilan penurunan berat badan.

    6. Memiliki kondisi medis yang mempersulit penurunan BB

    Kondisi medis yang memengaruhi hormon, kadar insulin, atau tekanan darah akan mempersulit penurunan berat badan. Cedera yang mengakibatkan mobilitas terbatas juga berkontribusi pada penambahan berat badan. Kemampuan untuk berolahraga secara teratur pun juga akan berkurang.

    (vyp/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • Tak Perlu Diet Ketat, Ini 5 Cara Aman Turunkan Berat Badan dengan Cepat


    Jakarta

    Tidak jarang sebagian besar orang rela melakukan diet ketat untuk menurunkan berat badan dengan lebih cepat. Namun tindakan gegabah tersebut terkadang justru membawa dampak buruk bagi kesehatan tubuh.

    Menjaga berat badan tetap ideal membutuhkan perubahan yang bisa bertahan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, mempertimbangkan kembali beberapa pola makan dan gaya hidup menjadi kunci penurunan berat badan dengan cepat.

    Dikutip dari Healthcom, inilah cara tepat untuk menurunkan berat badan dengan aman.

    1. Batasi makanan olahan

    Membatasi makanan olahan seperti makanan cepat saji, gula tambahan, dan produk tinggi natrium dapat menurunkan BB dengan hasil yang lebih cepat. Umumnya makanan olahan mengemas lebih banyak kalori yang menciptakan surplus sehingga mengganggu penurunan berat badan. Gantilah produk olahan dengan makanan yang kaya akan nutrisi.


    2. Konsumsi lebih banyak sayur

    Sayuran menjadi salah satu makanan rendah karbohidrat yang mengandung serat, air, dan juga nutrisi. Menurut penelitian, mengonsumsi tiga porsi sayuran setiap harinya dapat memaksimalkan penurunan berat badan. Cobalah mencampur berbagai jenis sayuran untuk mendapatkan lebih banyak nutrisi dan antioksidan.

    3. Minum air putih

    Seseorang tidak harus menghentikan kebiasaan minum kopi untuk menurunkan dan mempertahan berat badan. Namun setelah satu atau dua cangkir kopi, konsumsilah banyak air putih.

    Asupan air yang dibutuhkan tubuh bervariasi, tergantung berat badan dan tingkat aktivitas yang dilakukan. Untuk mencegah kebosanan, tambahkan beberapa bahan alami ke dalamnya seperti jeruk, mint segar, mentimun dan juga jahe.

    4. Rutin berolahraga

    Selain diet, aktivitas fisik juga menjadi bagian penting dalam penurunan berat badan. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyarankan untuk berolahraga selama 150 menit setiap minggunya.

    Selain menurunkan berat badan, aktivitas fisik juga bermanfaat untuk membangun otot yang kuat, menambah energi, mengurangi risiko terkena penyakit, serta mengurangi kecemasan dan depresi.

    5. Mengubah kebiasaan makan

    Alih-alih mengonsumsi makanan dengan porsi besar, cobalah untuk mengubah kebiasaan tersebut dengan menyiapkan camilan sehat di tengah hari. Selain itu hentikan kebiasaan makan sambil menonton TV untuk menghindari makan berlebihan secara tidak sadar.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • 6 Tips agar Tak Mudah Lapar Seharian, Cocok Buat yang Lagi Diet

    Jakarta

    Umumnya rasa lapar menjadi sinyal ketika tubuh membutuhkan energi atau jenis makanan tertentu. Meskipun rasa lapar adalah perihal yang wajar, tetapi akan mengganggu saat terus-menerus terjadi terlebih jika baru saja selesai makan.

    Kondisi tersebut bisa saja disebabkan karena seseorang mengonsumsi kombinasi makanan yang kurang tepat. Jika hal itu terjadi, tak perlu cemas, berikut berbagai cara simpel untuk membantu mengurangi rasa lapar, dikutip dari Healthline.

    1. Perbanyak Asupan Protein

    Menambahkan lebih banyak protein dalam menu diet, berguna untuk meningkatkan rasa kenyang dan menurunkan kadar hormon lapar. Kondisi ini tentunya membantu seseorang untuk mengonsumsi lebih sedikit makanan.


    Untuk menekan nafsu makan, tidak hanya bisa diperoleh dari protein sumber hewani. Protein nabati termasuk kacang-kacangan juga memiliki manfaat serupa.

    2. Pilih Makanan Kaya Serat

    Tingginya asupan serat dalam tubuh membantu tubuh tetap kenyang serta mengatur nafsu makan. Bukan hanya itu, konsumsi serat membantu menghasilkan asam lemak di usus yang diyakini dapat meningkatkan rasa kenyang.

    Mengonsumsi buah, sayur, dan kacang-kacangan sebagai sumber serat juga bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan jangka panjang. Terlebih lagi jika konsumsi serat dipadukan dengan asupan protein yang cukup, pastinya akan memberikan manfaat dua kali lipat.

    3. Banyak Minum Air Putih

    Minum air putih terbukti bisa menekan rasa lapar dan mengurangi berat badan bagi sebagian orang. Bahkan sebuah penelitian dari sumber terpercaya menemukan, orang yang mengonsumsi dua gelas air tepat sebelum makan, memiliki rasa kenyang lebih lama.

    Meski penting untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi, tetapi minum tidak boleh sampai menggantikan makanan.

    4. Makan Perlahan

    Ketika merasa sangat lapar, tanpa sadar seseorang lebih mudah mengonsumsi banyak makanan. Sehingga makan perlahan menjadi salah cara untuk membatasi kecenderungan makan berlebihan.

    Sebuah studi menemukan bahwa makanan yang dikonsumsi secara perlahan lebih mengenyangkan dibandingkan yang dimakan dengan cepat.

    5. Tidur Cukup

    Menjaga kualitas tidur bisa membantu mengurangi rasa lapar dan mencegah penambahan berat badan. Pasalnya kurangnya waktu tidur dapat meningkatkan rasa lapar sekaligus nafsu makan pada seseorang.

    Mencukupi waktu tidur setidaknya 7 jam setiap malam, kemungkinan akan mengurangi tingkat rasa lapar hingga seharian.

    6. Pilih Camilan Mengenyangkan

    Jika mengalami kesulitan mengatur rasa lapar dan nafsu makan sepanjang hari, beberapa penelitian menyarankan untuk memilih makanan ringan. Tak bisa sembarangan makanan yang dijadikan camilan, tentu lebih baik memilih yang bisa meningkatkan rasa kenyang, seperti camilan kaya protein ataupun serat.

    (naf/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • Merapat! Ini Daftar Diet Terbaik 2024, Mediterania Jadi Juara Umum


    Jakarta

    Menurunkan berat badan mungkin menjadi salah satu resolusi sehat yang paling banyak diinginkan orang. Momen pergantian tahun dinilai menjadi saat yang tepat untuk memotivasi diri untuk menjadi ‘pribadi baru’ yang lebih baik.

    US News dan World Report mengumpulkan panel ahli medis dan nutrisi untuk mengungkap pola diet mana yang paling populer. Para ahli memeriksa setiap rencana untuk menentukan apakah rencana diet tersebut aman, bergizi, berkelanjutan, dan efektif untuk menurunkan berat badan.

    Dikutip dari Healthline, tiga jenis diet terbaik menurut para ahli adalah diet mediterania, diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension), dan diet MIND (Mediterranean-DASH Intervention for Neurodegenerative Delay). Diet ini masing-masing mendapatkan skor 85,1 persen, 75,4 persen, dan 60,7 persen.


    Menurut konsultan gizi Barbara Kovalenko, diet mediterania dapat meningkatkan kesehatan jantung karena penekanannya pada lemak yang menyehatkan jantung seperti minyak zaitun dan asam lemak omega-3.

    “Menerapkan pola makan ini dapat membawa berbagai manfaat kesehatan seperti peningkatan kesehatan jantung, mengurangi peradangan, dan fungsi otak,” ujar Kovalenko.

    “Diet ini memprioritaskan makanan utuh dan tidak diolah yang menyehatkan tubuh,” sambungnya.

    Berikut daftar diet terbaik 2024 menurut laporan US News dan World Report:

    1. Diet Mediterania

    2. Diet DASH

    3. Diet MIND

    4. Diet Mayo Clinic

    5. Diet Flexitarian

    6. Diet WeightWatchers (WW)

    7. Diet Volumetrics

    8. Diet Anti-Peradangan Dr. Weil

    9. Diet TLC

    10. Diet Vegan

    BB Cepat Turun Bukan Berarti Baik

    Dalam proses pemeringkatan jenis diet, ahli tidak serta merta menyamakan penurunan berat badan yang cepat sebagai cara terbaik untuk menurunkan berat badan. Diet tersebut termasuk keto, diet atkins, dan diet HMR.

    Walaupun termasuk cepat dalam menurunkan berat badan, ketiganya mendapatkan skor buruk masing-masing -46,1 persen, -46,2 persen, dan -33,1 persen. Diet keto dan atkins merupakan diet rendah karbohidrat dan tinggi lemak yang sampai saat ini masih kontroversial.

    Pola makan ini cenderung tinggi lemak jenuh yang berisiko meningkatkan kolesterol jahat. Pola makan ini juga membatasi karena menghilangkan sebagian besar karbohidrat. Kondisi ini berpotensi menyebabkan kekurangan nutrisi penting seperti folat, kalsium, magnesium, dan zat besi.

    Namun, kedua diet ini begitu populer karena pembatasan karbohidrat membuat seseorang dalam kondisi pembakaran lemak yang disebut ‘ketosis’ yang membantu menekan nafsu makan.

    Sedangkan diet HMR merupakan diet pengganti makanan terstruktur. Selama fase awal, diet ini dilakukan dengan mengonsumsi tiga minuman shake pengganti makanan, dua makanan pembuka, dan lima cangkir buah dan sayuran setiap pagi.

    (avk/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • Ahli Diet Beberkan Cara Simpel Turunkan BB, Ampuh Hempaskan Perut Bergelambir

    Jakarta

    Seorang ahli diet ternama di Australia, Susie Burrell, membagikan ‘trik’ sederhana untuk menjaga tubuh agar tetap bugar sekaligus bisa menurunkan berat badan. Aturan makanan tersebut berfokus pada mengurangi kecemasan dalam mengambil keputusan dan menjaga pola makan seimbang.

    “Ketika Anda mempertimbangkan bahwa kita dihadapkan pada lebih dari 200 pilihan makanan setiap hari, akan mudah untuk memahami mengapa kita kadang-kadang kesulitan membuat pilihan yang baik,’ tulis Susie Burrell dalam e-book barunya, The 30 Day Reset Plan, dikutip Mirror.

    Burrell mengatakan, aturan tersebut menekankan pemahaman yang tajam tentang gaya hidup individu dan tantangan pola makan. Hal ini termasuk tidak mengonsumsi makanan manis di siang hari, membatasi asupan alkohol pada hari atau jumlah tertentu, hanya mengonsumsi satu kali kopi berbahan dasar susu per hari, dan tidak mengonsumsi makanan yang digoreng.


    Dengan mematuhi aturan sederhana, Burrell meyakini seseorang dapat menyederhanakan pilihan makanannya, mengendalikan nafsu makan, dan mengatur asupan kalori dengan lebih baik. Lantas, seperti apa aturan makanan tersebut? Berikut penjelasannya.

    Batasi Mengonsumsi Makanan Manis

    Burrell mengatakan, jangan bersusah payah untuk berhenti mengonsumsi makanan manis. Lebih baik membatasi diri untuk menikmati makanan manis pada waktu tertentu dalam sehari.

    Pedoman Diet untuk Orang Amerika 2020-2025 merekomendasikan membatasi kalori dari tambahan gula hingga kurang dari 10 persen setiap hari.

    “lebih bisa mengendalikan keinginan mengidam gula jika Anda menyimpannya untuk waktu tertentu,” imbuhnya.

    Di sisi lain, terlalu banyak mengonsumsi gula terbukti dapat meningkatkan risiko mengalami obesitas, penyakit jantung, diabetes tipe 2, kerusakan gigi, jerawat, tekanan darah tinggi, peradangan kronis, dan penyakit lainnya.

    Hindari Makanan yang Digoreng

    Menurut Burrell, makanan yang digoreng termasuk salah satu ‘pengganggu’ seseorang saat menjalani diet. Tak hanya itu, sebuah penelitian tahun lalu juga mengaitkan makanan yang digoreng, terutama kentang goreng, dengan risiko kecemasan dan depresi yang lebih besar.

    Karenanya, Burrell merekomendasikan untuk lebih banyak mengonsumsi sayuran yang memiliki tinggi serat.

    “Apakah Anda memilih potongan ayam, atau semangkuk burrito nasi sayur, atau makanan beku kaya sayuran, Anda akan menambahkan beberapa nutrisi ke dalam hari Anda dan membuat pilihan yang jauh lebih sehat daripada makanan gorengan, seperti burger, atau pizza,” kata Burrell.

    Batasi Konsumsi Kopi Susu

    Burrell mengatakan, mengonsumsi kopi dengan susu, termasuk cappuccino dan latte sebaiknya dibatasi. Hal ini dikarenakan kopi yang dicampur dengan susu sama saja menambahkan hingga 100 kalori ekstra per cangkir.

    “Bahkan yang dibuat dengan susu skim atau susu nabati dapat menambah antara 60 dan 100 kalori pada minuman Anda,” imbuhnya.

    Apabila ingin mengonsumsi minuman tersebut, Burrell merekomendasikan sebaiknya mengonsumsi satu kali kopi berbahan dasar susu sehari dan tidak berlebihan.

    (suc/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • Ramai Cara Pangkas BB Puluhan Kg dalam Hitungan Bulan, Aman Nggak Sih?


    Jakarta

    Belakangan ramai tips diet yang mengklaim mampu menurunkan berat badan hingga puluhan kilogram. Bahkan, ini bisa didapatkan dalam jangka waktu beberapa bulan.

    Meski pola dietnya tergolong ekstrem, masih banyak yang penasaran dan ingin mencobanya untuk mendapatkan berat badan yang ideal. Sebenarnya berat badan yang turun puluhan kilogram dalam hitungan bulan ini masih aman nggak sih?

    Spesialis gizi klinik di Primaya Hospital Bekasi Barat, dr Davie Muhamad, SpGK, mengatakan turun berat badan hingga puluhan kilogram masih tergolong aman. Namun, hal ini perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk apakah menyusutnya bobot tubuh benar-benar karena penurunan massa lemak.


    “Sebenarnya berat badan yang sehat atau nggak sehat itu kuncinya bukan masalah turun berat badannya berapa, yang terpenting adalah apa yang turun. Apakah massa lemak, massa air, atau malah massa ototnya,” jelas dr Davie saat dihubungi detikcom, Kamis (18/1/2024).

    “Kalau yang sehat itu yang turun adalah massa lemaknya. Nah turun berat badan yang sehat itu kalau misalnya dia awalnya berat badannya berlebih, yang turun harus massa lemaknya, bukan ototnya,” lanjutnya.

    dr Davie menjelaskan idealnya berat badan yang turun selama diet dihitung per minggu, sekitar setengah hingga 1 kg per minggunya. Jika dihitung per bulan, berat badan yang turun maksimal bisa sekitar empat kg.

    Ia menegaskan angka itu adalah hitungan berat badan maksimal yang turun selama program diet. Angka tersebut bisa dicapai dengan jika diet dijalani dengan konsisten.

    “Yang bikin nggak sehat itu berat badannya turun, tapi pas dicek komposisi tubuhnya ternyata yang turun malah massa ototnya. Itu yang nggak baik dan nggak sehat,” kata dr Davie.

    “Jadi, kalau misalnya dalam 6 bulan bisa turun sampai 30 kg misalnya, itu perlu dicek lagi dengan pemeriksaan komposisi tubuh. Apakah penurunannya berat badannya konstan per minggunya dan apakah yang turun itu massa lemaknya. Karena diet yang sehat itu bukan hanya dilihat dari berat badan yang turun saja,” pungkasnya.

    (sao/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • Dokter Ungkap Kunci Diet Anti Menyiksa, Tapi Cepat Pangkas BB


    Jakarta

    Setiap orang pasti ingin memiliki berat dan bentuk tubuh yang ideal. Tak jarang, banyak yang berusaha ekstra menjalani pola diet hingga bisa menurunkan puluhan kilogram dalam waktu beberapa bulan saja.

    Namun, ternyata pola diet yang dijalani tidak bisa selalu sama pada setiap orang. Bisa saja pola dietnya sudah baik, tetapi tidak berpengaruh pada berat badannya atau mungkin berdampak pada kesehatannya.

    Seperti apa sih pola diet yang bisa menurunkan berat badan dengan cepat tapi tetap sehat?


    Spesialis gizi klinik di Primaya Hospital Bekasi Barat, dr Davie Muhamad, SpGK, menjelaskan pola diet yang ada saat ini, seperti intermittent fasting hingga mediterranean diet memberikan banyak manfaat. Baik untuk kesehatan maupun penurunan berat badan.

    Namun, dr Davie menggarisbawahi pola diet yang dilakukan harus disesuaikan dengan kebiasaan masing-masing orang. Hal yang terpenting adalah konsisten menjalaninya.

    “Kalau sudah cocok dengan programnya ya silahkan dijalani programnya dan harus konsisten. Jadi nggak bisa ganti-ganti metode diet, karena tubuh butuh adaptasi sama pola diet yang kita terapkan yang akan mengubah metabolisme tubuh,” jelas dr Davie pada detikcom, Kamis (18/1/2024).

    “Kalau kita ganti-ganti, nggak sabar, nggak konsisten, tubuh akan adaptasi terus. Nggak akan sampai tujuan nantinya,” sambungnya.

    Salah satu program diet yang menurut dr Davie cocok untuk kebanyakan orang di Indonesia adalah diet gizi seimbang. Dalam menjalani pola diet tersebut, masih bisa makan tiga kali sehari yaitu sarapan, makan siang, dan makan malam.

    Menurutnya, yang terpenting dalam menjalani pola diet gizi seimbang ini ada pada sarapan. Sebab, sarapan ini akan sangat berpengaruh pada penurunan berat badan.

    “Yang penting ada di sarapannya. Jadi nggak bisa tuh sarapannya hanya roti atau telur rebus saja. Dari penelitian yang ada, sarapan itu harus lengkap. Ada karbohidrat, protein, serat dari sayur dan buah-buahan,” beber dr Davie.

    “Diet gizi seimbang ini juga membantu mengontrol gula darah. Jika gula darah kita terkontrol, otomatis berat badan akan terkendali. Itu karena asupan makan yang komplit,” lanjut dia.

    Meski dalam pola diet ini tetap mengkonsumsi karbohidrat, itu masih bisa membantu menurunkan berat badan. Asalkan, porsi dari karbohidrat yang dikonsumsi tidak berlebihan.

    dr Davie mengungkapkan karbohidrat adalah sumber utama tubuh manusia. Maka dari itu, karbohidrat harus tetap ada meski tengah menjalani program diet.

    Untuk menurunkan berat badan yang signifikan tidak bisa hanya dengan diet. dr Davie menekankan perlunya aktivitas fisik, seperti olahraga, agar hasilnya lebih maksimal.

    “Misalnya makannya saja yang diatur, tapi nggak olahraga, jadi nggak bisa turun berat badannya. Atau olahraga saja, tapi makannya bebas ya nggak akan optimal hasilnya,” tutur dia.

    “Jadi, harus olahraga, atur pola makan, pola hidup sehat seperti makan teratur, tidak begadang, bangun pagi, dan mengelola stres. Sebab, stres itu bisa meningkatkan nafsu makan bahkan bisa meningkatkan pembentukan sel lemak,” pungkasnya.

    (sao/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera