Tag: diet viral

  • Perjuangan Pria Depok Turunkan Berat Badan, Bobotnya Sempat Sentuh 123 Kg


    Jakarta

    Viral kisah M Azie Pangestu, seorang pria di Depok yang berhasil memangkas berat badan 45 kg dari total bobot 123 kg dalam waktu kurang dari setahun. Uniknya, pria berusia 27 tahun itu tetap mengonsumsi nasi meski makanan tersebut kerap menjadi pantangan bagi yang sedang diet.

    “Setelah 9 bulan gym dan mengubah pola makan, aku sudah turunkan bb sebanyak 45 kg dan bb sekarang 78 kg dari 123 kg,” ucapnya saat dihubungi detikcom, Senin (29/1/2024).

    Berat badan berlebih yang dialami oleh Azie disebabkan karena pola hidup yang buruk. Sejak masuk kuliah pada 2014, Azie mengaku tak pernah berolahraga, bahkan sampai kurang lebih 8 tahun lamanya.


    Ditambah lagi, dirinya sering membeli cemilan yang tak sehat di minimarket, sering begadang, mengonsumsi makanan berminyak, hingga kerap minum manis seperti soda.

    “Suka banget ganyem (ngunyah), nggak pengen berhenti rasanya,” imbuhnya lagi.

    Imbas kebiasaan tersebut, berat badan Azie pun naik drastis hingga lebih dari 100 kg. Pada saat itu, dirinya kerap kali bolak balik ke rumah sakit lantaran mengalami kondisi tertentu.

    Azie juga mengaku kesulitan untuk mencari baju hingga tak pede dengan penampilannya saat bertemu orang lain. Dari situlah ia memutuskan untuk serius menjalani diet.

    “Awal-awal diet agak lemas karena diet gula, tapi lama kelamaan jadi terbiasa jadi gula nya itu di ganti sama buah-buahan,” ucapnya.

    Adapun pola makan yang dijalani Azie bukan ‘memusuhi’ nasi. Melainkan menghindari makanan yang mengandung tinggi gula, tepung, minyak, santan, dan goreng-gorengan.

    Dirinya juga sering menyempatkan diri untuk pergi ke gym setiap pulang kerja. Angkat beban dan olahraga kardio menjadi fokusnya saat menjalani diet. Setelah sembilan bulan mengubah pola makan dan rutin berolahraga, Azie berhasil menurunkan berat badan 45 kg dari 123 kg.

    “Makanan sehari-hari aku biasa aku sarapan telur rebus 3 butir jam 09.00 hanya putih nya aja, mulai makan jam 11.00 dada ayam, nasi merah, sayur. Jam 14.00 ngemil buah-buahan pepaya/pisang/semangka. Makan lagi jam 17.00 dada ayam, nasi merah sama sayur. Dalam sehari aku minum air putih minimal 3 liter,” imbuhnya.

    “Lutut sudah nggak sakit, asam urat udah ga kambuh lagi, napas udah ga sesak dan kalo tidur juga udah ga ngorok lagi. Tapi karena perut masih bergelambir jadi aku tetep gym & fokus untuk menaikkan massa otot,” imbuhnya lagi.

    (suc/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • Kena Asam Urat Jadi Motivasi Diet Pria Depok, Dulu Obesitas Kini Berotot

    Jakarta

    Seorang pria di Depok bernama M Azie Pangestu baru-baru ini viral setelah membagikan kisah perjalanan dietnya. Berat badannya yang semula menyentuh 123 kg, berhasil dipangkas sebanyak 45 kg berkat diet sehat dan rutin berolahraga.

    Azie mengaku diet yang dijalani tidak menggunakan bantuan dokter gizi maupun menggunakan obat-obatan tertentu. Pria berusia 27 tahun itu justru mempelajari tips diet sehat melalui media sosial dan mendapat masukkan dari teman-temannya.

    Adapun motivasi Azie menjalani diet lantaran mengalami sejumlah kondisi tertentu, seperti asam urat imbas berat badannya yang berlebih. Kondisi tersebut membuat segala aktivitasnya menjadi terganggu. Selain itu, Azie juga kesulitan untuk mencari ukuran baju dan tak pede dengan penampilannya saat bertemu orang lain.


    “Semenjak obesitas itu sudah mulai tanda-tanda kayak penyakit mulai datang, lutut sudah berasa nyeri, dada juga sesak kalo napas, tidur sering ngorok, terus aku sempet kena asam urat juga. Jadi aku sering banget bolak balik ke rumah sakit,” ucapnya saat dihubungi detikcom, Senin (29/1/2024).

    Uniknya, pria berusia 27 tahun itu tetap mengonsumsi nasi meski makanan tersebut kerap menjadi pantangan bagi yang sedang diet. Azie justru menghindari mengonsumsi makanan manis dengan gula tinggi, tepung, minyak, santan, hingga gorengan.

    Selain mengubah pola makan, Azie juga rutin olahraga. Dirinya selalu menyempatkan diri untuk pergi ke gym setelah pulang kerja.

    “Makanan sehari-hari aku biasa aku sarapan telur rebus 3 butir jam 09.00 hanya putih nya aja, mulai makan jam 11.00 dada ayam, nasi merah, sayur. Jam 14.00 ngemil buah-buahan pepaya/pisang/semangka. Makan lagi jam 17.00 dada ayam, nasi merah sama sayur. Dalam sehari aku minum air putih minimal 3 liter,” imbuhnya.

    Lantas, apakah nasi merah bagus untuk diet?

    Dokter spesialis gizi dr Johanes Chandrawinata, SpGK, beberapa waktu lalu mengatakan kalori nasi merah sama seperti dengan nasi putih biasa. Bedanya, nasi merah memiliki lebih tinggi serat pangannya dibanding nasi putih.

    “Yang lebih penting itu lauk nya, bila semua di goreng, bersantan atau bumbu kacang, maka kalorinya meningkat,” ucapnya saat dihubungi detikcom, Kamis (16/11).

    (suc/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • Fakta-fakta Pria Depok Berhasil Pangkas BB 45 Kg, Sukses Diet Tanpa Musuhi Nasi


    Jakarta

    Memiliki berat badan ideal adalah impian bagi semua orang. Demi mencapai hal tersebut, tentunya membutuhkan usaha dan konsisten untuk menerapkan hidup sehat. Prinsip ini juga diterapkan oleh pria di Depok yang viral setelah berhasil memangkas berat badan sebanyak 45 kg dari total bobot 123 kg.

    Hal itu didapatkan usai dirinya konsisten menjalankan diet sehat dan rutin berolahraga.

    Motivasi Jalani Diet

    Pria bernama M Azie Pangestu mengaku menjalani diet tidak menggunakan bantuan dokter gizi maupun obat-obatan tertentu. Ia justru mempelajari tips diet sehat melalui media sosial dan mendapat masukkan dari teman-temannya.


    Adapun motivasi Azie menjalani diet lantaran mengalami sejumlah kondisi tertentu, seperti asam urat imbas berat badannya yang berlebih. Kondisi tersebut membuat segala aktivitasnya menjadi terganggu. Selain itu, Azie juga kesulitan untuk mencari ukuran baju dan tak pede dengan penampilannya saat bertemu orang lain.

    “Awal masuk kuliah 2014 itu aku udah nggak olahraga sama sekali sampai kurang lebih selama 8 tahun. Yang namanya olahraga udah males banget. Pola makan nggak beraturan sering banget beli cemilan di minimarket, begadang, makan2an berminyak, gorengan. Minum manis sama bersoda. Suka banget ganyem (ngunyah) nggak pengen berenti rasanya,” curhatnya saat dihubungi detikcom, Senin (29/1/2024).

    “Semenjak obesitas itu sudah mulai tanda-tanda kayak penyakit mulai datang, lutut sudah berasa nyeri, dada juga sesak kalo napas, tidur sering ngorok, terus aku sempet kena asam urat juga. Jadi aku sering bgt bolak balik ke rumah sakit,” katanya.

    Tetap Konsumsi Nasi

    Uniknya, pria berusia 27 tahun itu tetap mengonsumsi nasi meski makanan tersebut kerap menjadi pantangan bagi yang sedang diet. Ia justru menghindari mengonsumsi makanan manis dengan gula tinggi, tepung, minyak, santan, hingga gorengan saat menjalani diet sehat.

    “Awal-awal agak lemas karena diet gula, tapi lama kelamaan jadi terbiasa jadi gula nya itu di ganti sama buah-buahan,” tutur Azie.

    “Makanan sehari-hari aku biasa aku sarapan telur rebus 3 butir jam 09.00 hanya putih nya aja, mulai makan jam 11.00 dada ayam, nasi merah, sayur. Jam 14.00 ngemil buah-buahan pepaya/pisang/semangka. Makan lagi jam 17.00 dada ayam, nasi merah sama sayur. Dalam sehari aku minum air putih minimal 3 liter,” imbuhnya.

    Rutin Olahraga

    Selain mengubah pola makan, Azie juga rutin melakukan olahraga. Setiap habis pulang kerja, pria yang saat ini berusia 27 tahun sering menyempatkan diri untuk pergi ke gym. Dirinya melakukan olahraga angkat beban dan diakhiri olahraga kardio selama 45 menit.

    “Sehabis olahraga aku makan buah-buahan aja sama telor rebus. Aku gym itu seminggu 5 kali,” imbuhnya.

    Kondisi Terkini

    Usaha tak mengkhianati hasil, Azie berhasil menurunkan berat badan sebanyak 45 kg dari total bobot 123 kg dalam waktu sembilan bulan. Tak hanya itu, kondisi dirinya saat ini juga membaik setelah mengidap penyakit tertentu imbas berat badannya yang berlebih saat itu.

    “Lutut sudah nggak sakit, asam urat udah ga kambuh lagi, napas udah ga sesak dan kalo tidur juga udah ga ngorok lagi. Tapi karena perut masih bergelambir jadi aku tetep gym & fokus untuk menaikkan massa otot,” imbuhnya lagi.

    Di sela-sela ceritanya, Azie juga memberikan saran bagi pejuang diet di luar sana untuk tetap semangat dan jangan terlalu terpaku dengan angka timbangan. Tetap konsisten jaga pola makan, olahraga, dan istirahat.

    (suc/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • Saran Dokter Gizi Bagi yang Ingin Jalani Diet Viral 90-30-50 di 2025


    Jakarta

    Diet 90-30-50 yang dikenalkan oleh ahli gizi di Amerika Serikat bernama Courtney Kassis belakangan sempat viral karena disebut-sebut bisa menurunkan berat badan cukup signifikan. Courtney mengklaim metode diet ini dapat menurunkan 8 kg hanya dalam 2 bulan tanpa menyiksa.

    Diet 90-30-50 berfokus pada mengonsumsi setidaknya 90 gram protein, 30 gram serat, dan 50 gram lemak tak jenuh. Metode ini dapat meningkatkan keseimbangan gula darah, pengaturan hormon, mengurangi peradangan, dan secara keseluruhan dapat meningkatkan kesehatan metabolisme tubuh.

    Lantas, untuk masyarakat Indonesia yang ingin mencoba metode diet 90-30-50 di tahun 2025, bagaimana caranya agar tetap aman dan efektif?


    Menjawab hal ini, spesialis gizi klinis dari Mayapada Hospital Kuningan, Jakarta Selatan, dr Oki Yonatan Oentiono, SpGK, PNS (Physician Nutrition Specialist) mengatakan metode diet ini terbilang aman untuk dilakukan. Asalkan, setiap orang harus mengetahui terlebih dahulu berapa kebutuhan kalori hariannya.

    “Masalah turun berat badan atau tidak, itu tergantung dari kebutuhan (kalori) tubuhnya. Jadi kalau kebutuhan (kalori harian) tubuhnya 2.500, lalu dengan diet 90-30-50 dia makan totalnya 1.500, berarti kan ada minus 1.000, nah itu pasti terjadi weight loss (penurunan berat badan),” kata dr Oki kepada detikcom, Jumat (13/12/2024).

    Menurut dr Oki, cara paling umum untuk menghitung kebutuhan kalori harian seseorang adalah dengan menggunakan rumus Harris-Benedict. Selain itu, perlu diperhatikan terkait defisit kalori agar tidak dikurangi secara ekstrem agar tidak muncul masalah kesehatan.

    Masalah kesehatan yang mungkin bisa muncul jika kalori harian tidak tercukupi adalah tubuh mudah lemas, sehingga sulit untuk melakukan aktivitas. Lebih fatalnya, nutrisi yang kurang juga bisa berdampak pada seseorang yang mudah sakit batuk, pilek, rambut rontok, hingga anemia.

    Terkait pilihan protein dan serat, dr Oki mengatakan sebenarnya ada beberapa makanan yang tergolong murah dan mudah didapatkan.

    “Kalau protein bisa daging rendang atau empal. Lalu ayam ya, dada ayam. Kalau mau murah meriah ya telur, tapi putihnya aja. Serat yang mudah didapatkan yang lalapan, kemangi, kacang panjang, selada itu murah, bayam, kangkung,” katanya.

    Namun, untuk lemak sehat sendiri masih terbilang cukup mahal bagi sebagian orang. Terlebih ada beberapa jenis minyak tidak jenuh yang cukup sulit didapatkan di pasaran.

    “Lemak (sehat) ini yang menjadi sulit, karena lemak yang baik itu yang tidak jenuh. Contohnya kayak minyak zaitun, minyak kedelai di mana itu masih susah ditemui atau boleh makan alpukat,” tutupnya.

    “Atau bisa aja makannya itu nggak pakai minyak. Jadi masakannya nggak digoreng, nggak ditumis, minyaknya berasal dari makanan itu sendiri. Misalnya makan ayam, yaudah minyaknya dari situ,” tutupnya.

    (dpy/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Lagi Ngetren Diet 90-30-50 buat Enyahkan Buncit, Turun 8 Kg dalam 2 Bulan


    Jakarta

    Viral tren diet 90-30-50 di media sosial yang menekankan kombinasi makanan tepat untuk menurunkan berat badan. Diet ini disebut bisa menurunkan 8 kg.

    Pola makan ini dipopulerkan oleh influencer TikTok Courtney Kassis yang juga ahli diet di Amerika Serikat. Dalam videonya, Courtney mengatakan diet 90-30-50 berfokus dengan mengatur pola makan terstruktur pada persentase makronutrien spesifik untuk asupan harian.

    Cara mengatur makannya dengan asupan 90 gram protein, 30 gram serat, dan 50 gram lemak. Courtney mengatakan ia berhasil turun 8 kg serta lemak tubuhnya juga berkurang 2 dengan diet ini. Sebelum diet 90-30-50, berat badan Courtney 58 kg dan setelah diet menjadi 50 kg.


    “Tanpa protein, metabolisme melambat, gula darah turun, yang berujung pada keinginan ngemil. Kita jadi selalu merasa lelah. Hormon tidak seimbang. Hal ini meningkatkan risiko terkena penyakit kronis,” jelas Courtney dikutip dari Womens Health.

    Courtney mengatakan metode diet ini juga dia sarankan kepada kliennya yang mengidap PCOS dan diabetes. Setelah menjalani diet 90-30-50, dia mengatakan kondisi mereka membaik.

    Namun, perlu dicatat bahwa hasil diet akan berbeda pada masing-masing orang tergantung kondisi kesehatan dan metabolisme mereka.

    Makanan yang dianjurkan untuk diet 90-30-50:

    1. Protein sehat: daging hewani tanpa lemak, protein shake, yoghurt dan keju cottage.
    2. Serat: sayuran, buah-buahan, serta biji-bijian.
    3. Lemak sehat: minyak zaitun, alpukat, dan kacang-kacangan.

    (kna/naf)



    Sumber : health.detik.com

  • Viral Tren Diet di China, Karaokean Berjam-jam Demi Bakar Kalori

    Jakarta

    Viral tren diet tak biasa di antara anak muda China. Mereka rela menghabiskan waktu berjam-jam karokean untuk membakar kalori.

    Dalam sebuah video yang beredar di TikTok, seorang gadis pergi ke salah satu tempat karaoke dan bernyanyi selama satu setengah jam. Setelah itu dia mengecek telah membakar lebih dari 400 kalori saat bernyanyi.

    Pengguna lain menyebut berhasil membakar lebih dari 1.000 kalori setelah bernyanyi selama hampir lima jam! Satu unggahan online bahkan mencatat berapa banyak kalori yang diharapkan terbakar per lagu. My Heart Will Go On karya Celine Dion misalnya, konon bisa membakar 13,5 kalori.


    Betulan ngaruh nggak sih?

    Laman Live Strong menjelaskan bernyanyi meningkatkan fungsi paru-paru dan jantung, dan latihan yang lebih serius memberikan manfaat aerobik, meningkatkan volume tulang rusuk, dan fungsi pernapasan.

    Seperti aktivitas lainnya, kalori yang terbakar saat karaokean bergantung pada berat badan orang yang bernyanyi, serta posisi tubuh dan aktivitas terkait lainnya. Seseorang dengan berat 65 kg bisa membakar sekitar 100 kalori dengan bernyanyi selama satu jam sambil duduk, dan orang dengan berat 90 kg membakar sekitar 140 kalori.

    Tentu saja ada beberapa variabel yang menentukan. Semakin berat seseorang, semakin banyak kalori yang akan dibakar. Usia dan kemampuan aerobik juga akan berperan.

    Simak Video ‘Mitos atau Fakta: Retinol Bikin Kulit Menipis’:

    [Gambas:Video 20detik]

    (kna/naf)



    Sumber : health.detik.com

  • Viral Diet Makan Gula 31 Hari Bikin BB Turun 14 Kg, Ini Kata Pakar


    Jakarta

    Banyak orang menghindari gula saat sedang diet. Tapi kini justru muncul tren diet gula, di mana orang-orang menyantap gula dalam jumlah banyak.

    Tren diet dengan pendekatan tak biasa kembali mencuri perhatian, kali ini lewat pola makan yang berfokus pada konsumsi gula. Disebut sebagai “sugar diet”, metode ini mengandalkan asupan makanan manis seperti buah, permen, hingga gula pasir hampir sepanjang hari. Baru saat makan malam, pelaku diet mengonsumsi sumber protein dan sayuran.

    Di beberapa media sosial, sejumlah influencer terutama di Amerika, menyebut diet ini membantu mereka menurunkan berat badan secara signifikan. Bahkan mereka mengklaim bisa menurunkan berat badan 5-14 kilogram dalam beberapa minggu.


    “Efeknya luar biasa, dalam waktu 31 hari saya berhasil menurunkan berat badan sampai 14 kilogram lewat metode diet gula. Selain itu saya tidak pernah ngidam makanan lagi,” tulis YouTuber pemilik saluran SWEET Truck’n on YouTube.

    Viral Diet Makan Gula 31 Hari Bikin BB Turun 14 Kg, Ini Kata PakarMenu Diet Tinggi Gula Foto: Ilustrasi iStock

    “Kini saya punya banyak energi pada tubuh. Saya tidak pernah merasa lelah, justru selalu berenergi dan saya tidak pernah kelaparan,” sambungnya.

    Melansir dailyMailUK (18/06), pola diet ini juga terbilang unik, karena fokus menyantap makanan tinggi gula. Seperti menu sarapan yang terdiri dari pisang dengan taburan gula atau roti selai dengan sirup maple dan buah beri.

    Makan siang diganti dengan permen seperti gummy bear, sementara cemilannya berupa lemonade manis dan buah yang ditambahkan gula. Menu makan malamnya baru dipilih yang mengandung protein rendah lemak seperti dada kalkun, sayuran, dan kentang.

    Meski terdengar bertentangan dengan anjuran gizi konvensional, beberapa ahli menjelaskan bahwa penurunan berat badan bukan disebabkan oleh konsumsi gula, melainkan karena rendahnya asupan protein.

    Dr. Nick Norwitz, pakar metabolisme dari Massachusetts, mengatakan bahwa pembatasan protein bisa mendorong tubuh membakar lebih banyak kalori.

    “Sebenarnya yang membuat berat badan orang turun saat diet gula itu, karena rendahnya asupan protein pada tubuh,” tutur Dr. Norwitz.

    Viral Diet Makan Gula 31 Hari Bikin BB Turun 14 Kg, Ini Kata PakarMenu sarapan tinggi gula. Foto: Ilustrasi iStock

    Dalam sebuah studi, pria sehat yang mengonsumsi protein dalam jumlah sangat rendah tercatat mengalami peningkatan pembakaran energi hingga 400 kalori per hari tanpa menambah aktivitas fisik.

    Namun, pendekatan ini bukan tanpa risiko. Menurut Dr. Hector Perez, selaku dokter dan ahli bariatrik di Meksiko, menjelaskan bahwa konsumsi gula berlebihan dapat memicu lonjakan kadar gula darah dan meningkatkan risiko diabetes tipe 2, terutama bila dilakukan dalam jangka panjang.

    Beberapa dokter juga mengingatkan bahwa diet semacam ini belum terbukti aman bagi kelompok usia lain, termasuk perempuan, lansia, atau mereka dengan kondisi kesehatan tertentu.

    Meski sejumlah orang mengaku merasa lebih bertenaga dan tidak mengalami rasa lapar berlebih selama menjalani diet ini, para ahli tetap menyarankan pendekatan yang lebih seimbang.

    Prinsip pola makan sehat yang mencakup karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, serta sayur dan buah tetap dianggap sebagai cara yang paling aman dan berkelanjutan untuk menjaga berat badan dan kesehatan tubuh.

    (sob/dfl)



    Sumber : food.detik.com