Tag: diet

  • Muncul Tren Minum Kopi Americano untuk Bantu Turunkan BB, Beneran Ngaruh?


    Jakarta

    Belakangan ini tren diet minum kopi americano sedang banyak diperbincangkan oleh masyarakat. Americano adalah minuman kopi pahit yang dibuat menggunakan campuran espresso dan air putih.

    Beberapa orang yang melakukan diet tersebut mengaku americano dapat menjadi salah satu alternatif untuk menahan rasa lapar dan menurunkan berat badan.

    “americano cocok banget buat penahan lapar kalo lagi diet,” akun @fl**no**ew di media sosial X.


    “demi Allah so-soan minum americano jadinya mual lihat makanan (best choice kalo mau diet),” kata netizen lain merasakan hal yang serupa setelah mengonsumsi americano.

    Lantas, benarkah kopi americano bisa membantu menurunkan berat badan? Spesialis gizi klinik dr Putri Sakti, MGizi, SpGK, AIFO-K, CBCFF mengungkapkan bahwa americano bisa menjadi salah satu menu untuk proses penurunan berat badan.

    Hal ini dikarenakan americano memiliki kandungan gula nol persen dan kalori yang sangat rendah, cocok untuk pecinta kopi yang sedang menjalani proses diet dan penurunan berat badan.

    “Boleh dikonsumsi secara rutin asalkan tidak ditambahkan gula, pemanis, dan juga dia tidak memicu terjadinya asam lambung meningkat,” ucap dr Putri ketika dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.

    Meski begitu, dr Putri menegaskan bahwa americano tidak serta merta dapat membuat berat badan seseorang turun. Diet menggunakan americano juga harus tetap diimbangi dengan menjaga asupan kalori harian serta nutrisi yang seimbang.

    Seringkali, masyarakat mengonsumsi kopi dengan tambahan pemanis dan topping secara berlebihan. Hal itu membuat americano bisa menjadi alternatif yang jauh lebih sehat.

    “Selama melakukan diet dengan menggunakan americano ini pola makan harus tetap menyesuaikan kebutuhan kalori hariannya, walaupun itu untuk defisit kalori, dengan komposisi makanan yang seimbang. Untuk waktu yang terbaik, upayakan tidak di atas jam 3 sore agar tidak mengganggu kualitas tidur di malam hari yang juga berperan penting untuk penurunan berat badan,” tandasnya.

    (avk/suc)



    Sumber : health.detik.com

  • Muncul Tren Minum Kopi Americano untuk Bantu Turunkan BB, Beneran Ngaruh?


    Jakarta

    Belakangan ini tren diet minum kopi americano sedang banyak diperbincangkan oleh masyarakat. Americano adalah minuman kopi pahit yang dibuat menggunakan campuran espresso dan air putih.

    Beberapa orang yang melakukan diet tersebut mengaku americano dapat menjadi salah satu alternatif untuk menahan rasa lapar dan menurunkan berat badan.

    “americano cocok banget buat penahan lapar kalo lagi diet,” akun @fl**no**ew di media sosial X.


    “demi Allah so-soan minum americano jadinya mual lihat makanan (best choice kalo mau diet),” kata netizen lain merasakan hal yang serupa setelah mengonsumsi americano.

    Lantas, benarkah kopi americano bisa membantu menurunkan berat badan? Spesialis gizi klinik dr Putri Sakti, MGizi, SpGK, AIFO-K, CBCFF mengungkapkan bahwa americano bisa menjadi salah satu menu untuk proses penurunan berat badan.

    Hal ini dikarenakan americano memiliki kandungan gula nol persen dan kalori yang sangat rendah, cocok untuk pecinta kopi yang sedang menjalani proses diet dan penurunan berat badan.

    “Boleh dikonsumsi secara rutin asalkan tidak ditambahkan gula, pemanis, dan juga dia tidak memicu terjadinya asam lambung meningkat,” ucap dr Putri ketika dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.

    Meski begitu, dr Putri menegaskan bahwa americano tidak serta merta dapat membuat berat badan seseorang turun. Diet menggunakan americano juga harus tetap diimbangi dengan menjaga asupan kalori harian serta nutrisi yang seimbang.

    Seringkali, masyarakat mengonsumsi kopi dengan tambahan pemanis dan topping secara berlebihan. Hal itu membuat americano bisa menjadi alternatif yang jauh lebih sehat.

    “Selama melakukan diet dengan menggunakan americano ini pola makan harus tetap menyesuaikan kebutuhan kalori hariannya, walaupun itu untuk defisit kalori, dengan komposisi makanan yang seimbang. Untuk waktu yang terbaik, upayakan tidak di atas jam 3 sore agar tidak mengganggu kualitas tidur di malam hari yang juga berperan penting untuk penurunan berat badan,” tandasnya.

    (avk/suc)



    Sumber : health.detik.com

  • Bikin BB Cepat Turun, Sederet Jus Ini Cocok Dikonsumsi Bagi yang Sedang Diet

    Jakarta

    Memiliki bentuk tubuh ideal adalah impian dari hampir setiap orang. Selain menunjang penampilan, berat badan yang ideal juga dikaitkan dengan risiko penyakit yang lebih rendah.

    Pola makan dan berolahraga merupakan dua hal yang menjadi kunci untuk penurunan berat badan. Selain itu, mengonsumsi beragam asupan sehat, seperti jus untuk diet, dapat mendukung keberhasilan program diet. Namun perlu diingat, jus yang dikonsumsi sebaiknya tidak ditambahkan dengan gula tambahan.

    Lantas, apa saja jus untuk diet agar cepat kurus? Berikut daftarnya.


    1.⁠ ⁠Jus Seledri

    Seledri memiliki kadar air yang cukup tinggi. Dikutip dari Healthline, lebih dari 95 persen dari sayuran ini terdiri atas air. Selain itu, seledri juga memiliki kalori yang rendah, menjadikannya makanan yang ideal bagi mereka yang sedang menurunkan berat badan.

    Tinjauan yang dipublikasikan pada 2023 menunjukkan konsumsi makanan dan minuman dengan densitas kalori yang rendah, seperti seledri, dapat memberikan dampak positif terhadap penurunan berat badan.

    2.⁠ ⁠Jus Timun

    Dikutip dari NDTV, timun juga mengandung banyak air dan rendah kalori. Karenanya, mengonsumsi jus timun dapat membantu mengurangi asupan kalori harian dan mencapai defisit kalori.

    Serat yang terkandung dalam timun juga dapat membantu menurunkan berat badan dengan meningkatkan rasa kenyang, menekan nafsu makan, dan melancarkan fungsi pencernaan.

    3.⁠ ⁠Jus Delima

    Selain lezat dan menyegarkan, jus delima juga dapat mendukung penurunan berat badan.

    Sebuah studi yang dilakukan pada 2023 menemukan kandungan polifenol yang ada dalam jus delima memiliki efek yang dapat menekan nafsu makan. Dikutip dari Healthline, jus delima juga mengandung antioksidan yang berpotensi mengatasi peradangan dan mencegah risiko kanker tertentu.

    4.⁠ ⁠Jus Semangka

    Semangka juga termasuk buah rendah kalori yang cocok dikonsumsi untuk diet. Jus semangka juga mengandung antioksidan, vitamin A, vitamin C, dan kalium yang penting untuk menunjang kesehatan secara keseluruhan.

    Semangka juga memiliki kandungan air yang cukup tinggi, yang dapat meningkatkan rasa kenyang dan mengendalikan nafsu makan.

    5.⁠ ⁠Jus Wortel

    Wortel mengandung karotenoid, senyawa pigmen yang memberikan warna pada wortel. Studi yang dilakukan pada 2020 menunjukkan konsumsi minuman yang kaya akan karotenoid dapat secara signifikan mengurangi lemak perut pada pria dengan obesitas.

    6.⁠ ⁠Jus Nanas

    Jus untuk diet cepat kurus berikutnya adalah jus nanas. Nanas mengandung enzim bromelain yang dipercaya dapat meningkatkan metabolisme protein dan pembakaran lemak.

    Bromelain juga dapat bekerja sama dengan enzim lain, seperti lipase, untuk mencerna lemak dan menekan nafsu makan. Nanas juga termasuk makanan katabolik, sehingga tubuh akan membakar lebih banyak kalori untuk mencerna buah tersebut.

    7.⁠ ⁠Jus Pare

    Sekilas, jus pare memang terdengar tidak menggugah selera. Kendati demikian, jus ini memiliki efek penurun berat badan yang sayang dilewatkan oleh para pejuang diet.

    Dikutip dari NDTV, pare dapat merangsang hati memproduksi asam empedu yang dibutuhkan untuk metabolisme lemak. Pare juga termasuk sayur yang rendah kalori, sehingga cocok dikonsumsi saat sedang mencoba menurunkan berat badan.

    (ath/suc)



    Sumber : health.detik.com

  • Bikin BB Cepat Turun, Sederet Jus Ini Cocok Dikonsumsi Bagi yang Sedang Diet

    Jakarta

    Memiliki bentuk tubuh ideal adalah impian dari hampir setiap orang. Selain menunjang penampilan, berat badan yang ideal juga dikaitkan dengan risiko penyakit yang lebih rendah.

    Pola makan dan berolahraga merupakan dua hal yang menjadi kunci untuk penurunan berat badan. Selain itu, mengonsumsi beragam asupan sehat, seperti jus untuk diet, dapat mendukung keberhasilan program diet. Namun perlu diingat, jus yang dikonsumsi sebaiknya tidak ditambahkan dengan gula tambahan.

    Lantas, apa saja jus untuk diet agar cepat kurus? Berikut daftarnya.


    1.⁠ ⁠Jus Seledri

    Seledri memiliki kadar air yang cukup tinggi. Dikutip dari Healthline, lebih dari 95 persen dari sayuran ini terdiri atas air. Selain itu, seledri juga memiliki kalori yang rendah, menjadikannya makanan yang ideal bagi mereka yang sedang menurunkan berat badan.

    Tinjauan yang dipublikasikan pada 2023 menunjukkan konsumsi makanan dan minuman dengan densitas kalori yang rendah, seperti seledri, dapat memberikan dampak positif terhadap penurunan berat badan.

    2.⁠ ⁠Jus Timun

    Dikutip dari NDTV, timun juga mengandung banyak air dan rendah kalori. Karenanya, mengonsumsi jus timun dapat membantu mengurangi asupan kalori harian dan mencapai defisit kalori.

    Serat yang terkandung dalam timun juga dapat membantu menurunkan berat badan dengan meningkatkan rasa kenyang, menekan nafsu makan, dan melancarkan fungsi pencernaan.

    3.⁠ ⁠Jus Delima

    Selain lezat dan menyegarkan, jus delima juga dapat mendukung penurunan berat badan.

    Sebuah studi yang dilakukan pada 2023 menemukan kandungan polifenol yang ada dalam jus delima memiliki efek yang dapat menekan nafsu makan. Dikutip dari Healthline, jus delima juga mengandung antioksidan yang berpotensi mengatasi peradangan dan mencegah risiko kanker tertentu.

    4.⁠ ⁠Jus Semangka

    Semangka juga termasuk buah rendah kalori yang cocok dikonsumsi untuk diet. Jus semangka juga mengandung antioksidan, vitamin A, vitamin C, dan kalium yang penting untuk menunjang kesehatan secara keseluruhan.

    Semangka juga memiliki kandungan air yang cukup tinggi, yang dapat meningkatkan rasa kenyang dan mengendalikan nafsu makan.

    5.⁠ ⁠Jus Wortel

    Wortel mengandung karotenoid, senyawa pigmen yang memberikan warna pada wortel. Studi yang dilakukan pada 2020 menunjukkan konsumsi minuman yang kaya akan karotenoid dapat secara signifikan mengurangi lemak perut pada pria dengan obesitas.

    6.⁠ ⁠Jus Nanas

    Jus untuk diet cepat kurus berikutnya adalah jus nanas. Nanas mengandung enzim bromelain yang dipercaya dapat meningkatkan metabolisme protein dan pembakaran lemak.

    Bromelain juga dapat bekerja sama dengan enzim lain, seperti lipase, untuk mencerna lemak dan menekan nafsu makan. Nanas juga termasuk makanan katabolik, sehingga tubuh akan membakar lebih banyak kalori untuk mencerna buah tersebut.

    7.⁠ ⁠Jus Pare

    Sekilas, jus pare memang terdengar tidak menggugah selera. Kendati demikian, jus ini memiliki efek penurun berat badan yang sayang dilewatkan oleh para pejuang diet.

    Dikutip dari NDTV, pare dapat merangsang hati memproduksi asam empedu yang dibutuhkan untuk metabolisme lemak. Pare juga termasuk sayur yang rendah kalori, sehingga cocok dikonsumsi saat sedang mencoba menurunkan berat badan.

    (ath/suc)



    Sumber : health.detik.com

  • 10 Jus Buah dan Sayur yang Cocok untuk Diet, Bantu Turunkan BB

    Jakarta

    Ada banyak cara untuk bisa menurunkan berat badan, salah satunya adalah dengan rutin mengkonsumsi buah dan sayur. Selain dimakan langsung atau direbus, beberapa buah dan sayuran dapat diolah menjadi jus.

    Nah, ada sejumlah jus buah dan sayur yang cocok untuk diet. Selain membuat badan lebih sehat, dengan mengkonsumsinya secara rutin dapat membantu menurunkan berat badan.

    Hanya saja, membuat jus buah dan sayur sebaiknya menggunakan sedikit gula saja. Bahkan, detikers tak perlu menambahkan susu kental manis karena dapat menghilangkan kandungan nutrisi serta memicu penyakit.


    Jika detikers sedang menjalani program diet, simak beberapa jus buah dan sayuran yang cocok untuk diet dalam artikel ini.

    Jus Buah dan Sayur untuk Diet

    Ada sejumlah jus buah dan sayur yang dapat membantu turunkan berat badan. Dilansir situs Healthline dan LifeMD, berikut jus yang cocok untuk diet:

    1. Jus Seledri

    Jus seledri disebut dapat membantu menurunkan berat badan, sehingga cocok bagi kamu yang sedang diet. Soalnya, seledri mengandung rendah kalori dan 95 persen dari sayuran ini terdiri atas air.

    Menurut studi yang dipublikasikan pada 2023, mengkonsumsi makanan dan minuman yang mengandung rendah kalori dapat memberikan efek positif dalam menurunkan berat badan.

    2. Jus Delima

    Jus delima bisa menjadi pilihan terbaik bagi detikers yang sedang diet. Delima termasuk buah yang rendah kalori serta mengandung polifenol.

    Sebuah studi pada 2023 mengungkapkan bahwa kandungan polifenol pada jus delima dapat menekan hawa nafsu makan. Selain itu, kandungan antioksidan dalam buah ini dapat meminimalisir peradangan.

    3. Jus Buah Bit

    Bit juga termasuk salah satu buah yang kaya antioksidan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kandungan antioksidan tinggi dalam buah bit dapat menurunkan indeks massa tubuh (BMI) pada orang obesitas.

    Selain itu, antioksidan juga membantu menurunkan berat badan karena dapat mendorong pemecahan sel-sel lemak. Buah bit juga rendah kalori dan tinggi serat, sehingga dapat memberikan efek kenyang lebih lama.

    4. Jus Wortel

    Wortel merupakan salah satu sayuran yang tinggi nutrisi dan kaya serat. Mengkonsumsi wortel secara rutin diyakini mampu menekan hawa nafsu makan sekaligus memberikan rasa kenyang.

    Wortel juga kaya akan karotenoid. Sebuah studi menunjukkan bahwa pengidap obesitas yang rutin mengkonsumsi karotenoid setiap hari dapat menurunkan lemak di perut secara signifikan.

    5. Jus Nanas

    Rekomendasi jus untuk diet berikutnya adalah nanas. Buah berwarna kuning ini ternyata mengandung enzim bromelain yang mampu meningkatkan metabolisme protein dan pembakaran lemak.

    Selain itu, bromelain juga dapat bekerja sama dengan enzim lainnya, seperti lipase yang fungsinya untuk mencerna lemak dan menekan hawa nafsu makan.

    Nanas juga merupakan buah katabolik, sehingga tubuh akan membakar lebih banyak kalori untuk mencerna buah tersebut.

    6. Jus Buah Naga

    Buah naga kaya akan serat yang dapat menjaga kesehatan saluran pencernaan sekaligus mencegah sembelit. Selain itu, buah berwarna ungu ini juga rendah kalori, sehingga cocok dikonsumsi bagi orang yang sedang diet untuk menurunkan berat badan.

    7. Jus Timun

    Meski biasanya dimakan secara langsung, tapi timun juga bisa diolah menjadi jus sehat dan menyegarkan. Timun yang rendah kalori dan mengandung banyak air dapat mengurangi asupan kalori harian serta mencapai defisit kalori.

    Selain itu, timun juga kaya serat yang dapat membantu menurunkan berat badan sekaigus memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga dapat menekan hawa nafsu makan.

    8. Jus Semangka

    Jus semangka bisa menjadi opsi menarik bagi detikers yang kesulitan menurunkan berat badan. Sebab, buah ini termasuk rendah kalori dan mengandung sejumlah nutrisi lainnya, seperti antioksidan, vitamin A, hingga vitamin C

    Semangka termasuk buah yang mengandung banyak air. Jika dikonsumsi secara rutin, buah ini dapat memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga kamu jadi nggak mudah lapar.

    9. Jus Sayuran Hijau

    Jus sayuran hijau bisa jadi pilihan terbaik bagi kamu yang ingin menurunkan berat badan. Sebab, sayuran hijau mengandung banyak nutrisi yang baik untuk tubuh, mulai dari serat, antioksidan, dan rendah gula.

    Adapun beberapa sayuran hijau yang bisa dinikmati sebagai jus sehat, seperti bayam, kale, brokoli, dan peterseli. Kamu juga bisa menambahkan apel hijau atau timun ke dalam jus agar lebih nikmat.

    10. Jus Pare

    Banyak masyarakat yang umumnya tidak suka pare karena rasanya pahit. Namun siapa sangka, pare yang bisa diolah menjadi jus dapat membantu menurunkan berat badan, lho.

    Sebagai informasi, pare dapat merangsang hati dan memproduksi asam empedu yang dibutuhkan untuk metabolisme lemak. Selain itu, pare juga termasuk sayur rendah kalori sehingga cocok bagi yang sedang diet.

    Dilansir BBC Good Food, meminum jus buah dan sayur dapat membantu tubuh lebih berenergi bahkan bisa menurunkan berat badan, tapi hanya berlaku dalam jangka pendek. Jadi, sebaiknya imbangi dengan olahraga yang cukup, menjaga pola tidur di malam hari, dan mengkonsumsi makanan yang bergizi.

    Jika kamu ragu apakah program diet yang dilakukan berhasil atau tidak, cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter. Cari tahu juga apakah kamu memiliki risiko terhadap kesehatan jika menerapkan diet.

    Itu dia 10 jus buah dan sayur yang cocok untuk diet. Semoga berat badan detikers dapat turun!

    (ilf/fds)



    Sumber : health.detik.com

  • Diet Sambil Tetap Makan Nasi Putih? Bisa Kok, Begini Caranya

    Jakarta

    Nasi putih sering dianggap sebagai ‘musuh’ saat diet. Pasalnya, banyak orang yang beranggapan makan nasi putih dapat menggagalkan diet dan bahkan memicu kenaikan berat badan yang tidak diinginkan.

    Nasi putih mengandung karbohidrat sederhana, yaitu jenis karbohidrat yang mudah dicerna oleh tubuh. Hal ini membuat tubuh cepat lapar, sehingga mendorong keinginan untuk makan lebih banyak.

    Nasi putih juga memiliki indeks glikemik yang tinggi, sehingga dapat dengan mudah menyebabkan kenaikan gula darah. Kedua faktor inilah yang dapat mengganggu program diet dan menghambat penurunan berat badan.


    Lantas, apakah seseorang yang sedang diet benar-benar harus stop makan nasi?

    Spesialis gizi dr Davie Muhamad, SpGK, mengungkapkan makan nasi putih selama diet tetap diperbolehkan. Pasalnya, nasi putih menyediakan karbohidrat yang dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi.

    Menurutnya, yang perlu diperhatikan adalah porsi dan defisit kalori. Jadi, porsi nasi putih disesuaikan agar mencapai defisit kalori, sehingga mempercepat penurunan berat badan.

    “Jadi, nasi masih nggak masalah asal porsinya disesuaikan, tergantung tiap orang. Karena setiap orang itu kebutuhan kalorinya berbeda-beda,” ujar dr Davie kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Apa itu defisit kalori? Dikutip dari Healthline, defisit kalori adalah kondisi ketika tubuh membakar lebih banyak kalori dibandingkan jumlah yang masuk ke dalam tubuh.

    Jadi jika seseorang biasanya membutuhkan 1.800 kalori per hari, bisa dikurangi secara perlahan agar kebutuhan kalorinya menjadi 1.500 dan seterusnya.

    Tingkatkan Asupan Protein

    Selain memerhatikan jumlah karbohidrat dan kalori, dr Davie juga menekankan pentingnya asupan protein dan serat. Protein dibutuhkan untuk mempertahankan massa otot, sedangkan serat membantu melancarkan pencernaan.

    Keduanya juga dapat meningkatkan rasa kenyang dan menekan nafsu makan, dua hal yang berkontribusi dalam penurunan berat badan.

    Berikut contoh pola diet seimbang dengan tetap makan nasi untuk sarapan, makan siang, dan malam:

    • Karbohidrat, seperti nasi setengah porsi (setengah centong nasi atau 5-6 sendok makan)
    • Protein, bisa ayam atau ikan dengan ukuran setengah telapak tangan 2 potong, bisa juga diganti dua butir telur (bisa dikombinasikan)
    • Lauk nabati, seperti tahu atau tempe sebanyak satu potong atau sekitar 50 gram
    • Serat, seperti sayur-mayur yang bervariasi sebanyak satu piring kecil atau mangkuk sedang penuh

    dr Davie menambahkan untuk mengurangi konsumsi makanan yang digoreng. Sebab, makanan tersebut cenderung tinggi kalori sehingga bisa menyebabkan peningkatan berat badan.

    “Kalau dari saya boleh saja ada yang digoreng tapi nggak semuanya,” imbuhnya.

    Ia juga menyarankan untuk mengonsumsi makanan tinggi serat, seperti buah-buahan, sebagai selingan untuk mengontrol rasa lapar.

    (ath/naf)



    Sumber : health.detik.com

  • 6 Makanan Ini Bikin Perut Kenyang Tahan Lama, Cocok Dikonsumsi yang Lagi Diet

    Jakarta

    Mengatur pola makan menjadi alah satu kunci keberhasilan seseorang untuk menurunkan berat badan. Agar diet menjadi lebih mudah,penting untuk memilih makanan yang bisa membuat perut kenyang lebih lama.

    Makanan mengenyangkan yang dimaksud kaya akan serat, protein, dan air, yang semuanya berperan dalam memperlambat proses pencernaan dan membuat tubuh merasa kenyang lebih lama.

    Makanan ini membantu menekan rasa lapar sehingga dapat menghindari keinginan untuk makan berlebihan. Karenanya, proses menjaga berat badan menjadi lebih mudah dan tidak terlalu membatasi. Berikut makanan mengenyangkan yang sehat untuk bantu jaga berat badan, dikutip dari Healthline.


    1. Kentang Rebus

    Kentang yang dimasak bersama kulitnya adalah sumber vitamin C dan kalium yang baik. Makanan ini memiliki kandungan air dan karbohidrat yang tinggi, serta dilengkapi dengan serat dan protein dalam jumlah sedang, namun hampir tidak mengandung lemak.

    Dibandingkan sumber karbohidrat lain, kentang terbukti lebih mengenyangkan. Sebuah studi kecil menunjukkan bahwa mengonsumsi kentang bersama daging dan sayuran memberikan rasa kenyang yang lebih lama dibandingkan dengan nasi atau pasta.

    Hal ini dikarenakan kepadatan energinya yang rendah, sehingga dengan jumlah karbohidrat yang sama, porsi kentang bisa lebih besar, meningkatkan volume makanan yang dikonsumsi dan mempercepat rasa kenyang.

    2. Telur

    Telur merupakan sumber protein yang sangat baik dan padat nutrisi. Sebagian besar nutrisi penting, seperti antioksidan lutein dan zeaxanthin, yang bermanfaat bagi kesehatan mata, ditemukan dalam kuning telur.

    Telur juga mengandung protein berkualitas tinggi, satu butir telur besar mengandung sekitar 6 gram protein lengkap dengan sembilan asam amino esensial.

    Sebuah studi menunjukkan bahwa mengonsumsi telur untuk sarapan dapat membuat seseorang merasa lebih kenyang dan mengurangi asupan kalori pada waktu makan berikutnya, dibandingkan dengan sarapan sereal dan susu. Oleh karena itu, telur tidak hanya kaya nutrisi tetapi juga membantu dalam pengelolaan nafsu makan.

    3. Oatmeal

    Oatmeal, yang terbuat dari oat, merupakan pilihan sarapan yang populer dan sehat. Dengan kandungan kalori yang relatif rendah dan kaya akan serat, terutama serat larut yang disebut beta-glukan, oatmeal menjadi pilihan yang mengenyangkan.

    Serat beta-glukan dalam oatmeal membantu memperlambat pengosongan perut dan meningkatkan rasa kenyang. Selain itu, kemampuan oatmeal untuk menyerap air juga membantu memperbesar volume makanan di dalam lambung, memberikan rasa kenyang lebih lama.

    4. Sup

    Meskipun sering dianggap bahwa makanan cair kurang mengenyangkan dibandingkan dengan makanan padat, penelitian menunjukkan bahwa sup bisa menjadi pengecualian.

    Dalam satu studi, partisipan yang mengonsumsi sup kental atau sup halus dilaporkan merasa lebih kenyang dibandingkan dengan mereka yang makan makanan padat.

    Sup halus memberikan efek kenyang terbesar, diikuti oleh sup kental, dan keduanya memperlambat pengosongan perut dibandingkan makanan padat. Ini menunjukkan bahwa sup bisa menjadi pilihan yang baik jika ingin merasa kenyang lebih lama dengan jumlah kalori yang lebih rendah.

    5. Greek Yogurt

    Greek yogurt berbeda dari yogurt biasa karena teksturnya yang lebih kental dan kandungan protein yang lebih tinggi. Ini menjadikannya pilihan yang sangat baik untuk sarapan atau sebagai camilan sehat yang membantu menjaga rasa kenyang hingga waktu makan berikutnya.

    Dalam sebuah penelitian, partisipan yang mengonsumsi greek yogurt sebelum makan pizza dilaporkan makan lebih sedikit pizza dibandingkan dengan partisipan yang mengonsumsi produk susu lainnya.

    Ini menunjukkan bahwa greek yogurt tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga dapat membantu mengurangi asupan kalori pada waktu makan berikutnya.

    6. Daging Tanpa Lemak

    Daging tanpa lemak merupakan sumber protein tinggi yang sangat mengenyangkan. Meningkatkan asupan makanan berprotein tinggi seperti daging dapat membantu mengontrol nafsu makan.

    Penelitian menunjukkan bahwa makanan berprotein tinggi berdampak lebih besar pada hormon pengatur rasa lapar dan nafsu makan dibandingkan dengan makanan yang kaya karbohidrat. Mengonsumsi daging dapat membantu seseorang merasa kenyang lebih lama, yang membantu mengurangi asupan kalori.

    (suc/suc)



    Sumber : health.detik.com

  • Diet Ini Tak Cuma Perpanjang Umur, Tapi Juga Cegah Pikun di Usia Tua


    Jakarta

    Diet Mediterranean-DASH Intervention for Neurodegenerative Delay (MIND) menggabungkan diet Mediterania dan DASH untuk menargetkan otak yang menua. Diet ini penuh dengan makanan yang kaya akan vitamin, karotenoid, dan flavonoid tertentu, yang dianggap mampu melindungi otak dengan mengurangi stres oksidatif dan peradangan.

    Sayuran seperti bayam, kangkung, dan sawi hijau, serta biji-bijian utuh, minyak zaitun, unggas, ikan, kacang-kacangan, dan kacang-kacangan semuanya menjadi pusat perhatian dalam diet MIND. Buah beri lebih disukai daripada buah-buahan lainnya, dan Anda disarankan untuk mengonsumsi satu atau lebih porsi ikan dan dua atau lebih porsi unggas per minggu.

    Sementara itu, daging merah dan makanan manis harus dibatasi masing-masing empat dan lima kali seminggu, dan keju, makanan yang digoreng, dan mentega juga harus dibatasi.


    “Dengan meningkatnya jumlah pengidap demensia seiring bertambahnya populasi yang menua, penting untuk menemukan perubahan yang dapat kita lakukan untuk menunda atau memperlambat perkembangan masalah kognitif,” kata penulis studi Dr Russell P. Sawyer, dari University of Cincinnati di Ohio dan anggota American Academy of Neurology, dalam sebuah pernyataan.

    “Kami sangat tertarik untuk melihat apakah pola makan memengaruhi risiko gangguan kognitif,” ujar Russel dikutip dari IFL Science.

    Russel dan rekannya merekrut 14.145 orang dengan usia rata-rata 64 tahun, 70 persen di antaranya berkulit putih dan 30 persen berkulit hitam dan mengikuti mereka selama rata-rata 10 tahun. Peserta diminta untuk melengkapi Kuesioner Frekuensi Makanan dalam studi REasons for Geographic and Racial Differences in Stroke (REGARDS), yang digunakan para peneliti untuk menilai seberapa dekat pola makan mereka dengan pola makan MIND.

    Mereka juga mengukur keterampilan berpikir dan ingatan di awal dan akhir studi dan membandingkan kepatuhan pola makan MIND dengan gangguan kognitif yang terjadi dan lintasan kognitif, dengan menyesuaikan berbagai faktor seperti usia, jenis kelamin, ras, kondisi kesehatan yang mendasarinya, dan faktor gaya hidup.

    Peneliti menemukan bahwa mengonsumsi pola makan yang sangat mirip dengan pola makan MIND dikaitkan dengan penurunan risiko gangguan kognitif pada peserta perempuan, tetapi tidak pada peserta laki-laki; tidak ada perbedaan antara peserta berkulit hitam dan putih. Mengalihkan perhatian mereka ke penurunan kognitif, para peneliti menemukan bahwa pada orang yang lebih dekat mengikuti diet MIND, kognisi memburuk lebih lambat daripada mereka yang tidak, dan bahwa kepatuhan terhadap diet MIND merupakan prediktor penurunan kognitif yang lebih baik pada peserta kulit hitam daripada peserta kulit putih.

    “Temuan ini memerlukan penelitian lebih lanjut, terutama untuk memeriksa dampak yang bervariasi ini di antara pria dan wanita serta orang kulit hitam dan kulit putih,” pungkasnya.

    (kna/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Diet Ini Tak Cuma Perpanjang Umur, Tapi Juga Cegah Pikun di Usia Tua


    Jakarta

    Diet Mediterranean-DASH Intervention for Neurodegenerative Delay (MIND) menggabungkan diet Mediterania dan DASH untuk menargetkan otak yang menua. Diet ini penuh dengan makanan yang kaya akan vitamin, karotenoid, dan flavonoid tertentu, yang dianggap mampu melindungi otak dengan mengurangi stres oksidatif dan peradangan.

    Sayuran seperti bayam, kangkung, dan sawi hijau, serta biji-bijian utuh, minyak zaitun, unggas, ikan, kacang-kacangan, dan kacang-kacangan semuanya menjadi pusat perhatian dalam diet MIND. Buah beri lebih disukai daripada buah-buahan lainnya, dan Anda disarankan untuk mengonsumsi satu atau lebih porsi ikan dan dua atau lebih porsi unggas per minggu.

    Sementara itu, daging merah dan makanan manis harus dibatasi masing-masing empat dan lima kali seminggu, dan keju, makanan yang digoreng, dan mentega juga harus dibatasi.


    “Dengan meningkatnya jumlah pengidap demensia seiring bertambahnya populasi yang menua, penting untuk menemukan perubahan yang dapat kita lakukan untuk menunda atau memperlambat perkembangan masalah kognitif,” kata penulis studi Dr Russell P. Sawyer, dari University of Cincinnati di Ohio dan anggota American Academy of Neurology, dalam sebuah pernyataan.

    “Kami sangat tertarik untuk melihat apakah pola makan memengaruhi risiko gangguan kognitif,” ujar Russel dikutip dari IFL Science.

    Russel dan rekannya merekrut 14.145 orang dengan usia rata-rata 64 tahun, 70 persen di antaranya berkulit putih dan 30 persen berkulit hitam dan mengikuti mereka selama rata-rata 10 tahun. Peserta diminta untuk melengkapi Kuesioner Frekuensi Makanan dalam studi REasons for Geographic and Racial Differences in Stroke (REGARDS), yang digunakan para peneliti untuk menilai seberapa dekat pola makan mereka dengan pola makan MIND.

    Mereka juga mengukur keterampilan berpikir dan ingatan di awal dan akhir studi dan membandingkan kepatuhan pola makan MIND dengan gangguan kognitif yang terjadi dan lintasan kognitif, dengan menyesuaikan berbagai faktor seperti usia, jenis kelamin, ras, kondisi kesehatan yang mendasarinya, dan faktor gaya hidup.

    Peneliti menemukan bahwa mengonsumsi pola makan yang sangat mirip dengan pola makan MIND dikaitkan dengan penurunan risiko gangguan kognitif pada peserta perempuan, tetapi tidak pada peserta laki-laki; tidak ada perbedaan antara peserta berkulit hitam dan putih. Mengalihkan perhatian mereka ke penurunan kognitif, para peneliti menemukan bahwa pada orang yang lebih dekat mengikuti diet MIND, kognisi memburuk lebih lambat daripada mereka yang tidak, dan bahwa kepatuhan terhadap diet MIND merupakan prediktor penurunan kognitif yang lebih baik pada peserta kulit hitam daripada peserta kulit putih.

    “Temuan ini memerlukan penelitian lebih lanjut, terutama untuk memeriksa dampak yang bervariasi ini di antara pria dan wanita serta orang kulit hitam dan kulit putih,” pungkasnya.

    (kna/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • 5 Alasan Berat Badan Nggak Turun Meski Sudah Diet Ketat

    Jakarta

    Menurunkan berat badan tidak cukup dengan sekadar mengurangi porsi makan saja. Terkadang, berat badan bisa tidak berkurang meski sudah melakukan diet ketat. Apa penyebabnya?

    Memang, cara menurunkan berat badan tidak jauh dari yang namanya diet. Namun, ada sejumlah faktor lain yang tak kalah penting untuk diperhatikan.

    Misalnya, sering stres atau kurang tidur. Meski terkesan sepele, hal-hal tersebut bisa menghambat proses penurunan berat badan.


    Lalu, apa saja penyebab berat badan tidak turun meski sudah diet? Dikutip dari Livestrong, berikut pembahasannya.

    1. Tidak Menghitung Kalori yang Dikonsumsi

    Kalori adalah salah satu aspek penting dalam proses penurunan berat badan. Jika seseorang terus menerus mengonsumsi kalori lebih dari apa yang dibutuhkan tubuh, tentu akan semakin sulit mencapai berat badan ideal.

    Untuk bisa menurunkan berat badan, seseorang perlu mencapai defisit kalori. Defisit kalori adalah kondisi ketika jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh lebih sedikit dari kebutuhan harian.

    Sebagai gantinya, tubuh akan membakar timbunan lemak untuk memenuhi kebutuhan energi. Hal inilah yang kemudian berdampak terhadap penurunan berat badan.

    Namun perlu diingat, jangan mengurangi asupan kalori terlalu drastis. Mengonsumsi kurang dari 1.200-1.500 kalori harian sebenarnya dapat menghambat penurunan berat badan dan bahkan membahayakan kesehatan.

    2. Memilih Makanan yang Kurang Bergizi

    Diet bukan hanya soal jumlah makanan saja. Jenis makanan yang dikonsumsi pun harus diperhatikan.

    Gagal diet dapat disebabkan oleh asupan makanan yang kurang bergizi. Makanan seperti roti tawar, makanan ringan kemasan, olahan daging, gorengan, dan minuman bersoda sebenarnya dapat mendorong seseorang untuk mengonsumsi lebih banyak makanan pada waktu makan berikutnya.

    Sebuah studi yang dilakukan pada 2019 menemukan orang yang mengonsumsi makanan ultra proses cenderung mengonsumsi 500 kalori lebih banyak, dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi makanan tersebut. Inilah yang dapat menghambat proses penurunan berat badan dan bahkan memicu obesitas.

    3. Sering Stres

    Stres dapat memberikan dampak signifikan terhadap proses penurunan berat badan.

    Hormon kortisol yang memicu stres memiliki efek untuk meningkatkan keinginan makan. Alhasil, orang yang sedang stres cenderung mengonsumsi lebih banyak makanan, khususnya makanan yang tinggi gula, karbohidrat, dan lemak tidak sehat. Kondisi ini dikenal juga dengan istilah ’emotional eating’ atau ‘stress eating’.

    4. Kurang Tidur

    Kualitas tidur dan berat badan memiliki kaitan yang sangat erat. Sebuah ulasan penelitian yang dipublikasikan di Nutrition Reviews Universitas Oxford menemukan tidur malam kurang dari tujuh hingga delapan jam dikaitkan dengan risiko obesitas yang lebih tinggi.

    Hal ini dikarenakan kurang tidur meningkatkan jumlah hormon penambah nafsu makan. Akibatnya, orang yang kurang tidur akan memiliki keinginan untuk makan lebih banyak keesokan harinya.

    5. Memiliki Kondisi Medis Tertentu

    Jika berat badan tak kunjung turun meski sudah diet dan berolahraga, maka ada baiknya untuk memeriksakan diri ke dokter. Pasalnya, ini bisa saja disebabkan oleh kondisi medis yang selama ini tidak disadari, seperti gangguan tiroid, sindrom Cushing, atau sindrom Prader-Will.

    Konsumsi obatan-obatan tertentu, seperti antidepresan, obat antikejang, obat diabetes, dan beta-blocker juga dapat membuat penurunan berat badan menjadi lebih sulit.

    (ath/kna)



    Sumber : health.detik.com