Tag: diet

  • Nia Ramadhani Turun 28 Kg dalam 6 Bulan, Masih Makan Nasi Nggak Ya?


    Jakarta

    Nia Ramadhani belakangan menjadi perbincangan warganet yang berhasil menurunkan berat badannya sebanyak 28 kg. Itu dilakukannya selama enam bulan pasca melahirkan.

    Dalam video di YouTube miliknya, Nia mengungkapkan dirinya tetap makan tiga kali sehari saat menjalani diet tersebut. Namun, makanan yang dikonsumsinya tetap harus diperhatikan.

    “Makan pagi cuma telur dua. Di jam 12 siang gue makan ayam, tapi tetap pakai nasi,” kata Nia dalam video YouTube miliknya yang dilihat detikcom, Selasa (16/1/2024).


    “Udah gitu, jam 6 sore makan alpukat. Udah gitu aja selama enam bulan,” sambung dia.

    Meski menjalani diet yang cukup ketat, Nia berusaha tetap makan tiga kali dalam sehari. Namun, hal yang paling sulit untuknya adalah menahan keinginan untuk ngemil.

    Selama jeda waktu makan itu, Nia mengaku tidak mengkonsumsi makanan apapun. Terlebih di sore hari, menurutnya itu adalah waktu yang paling sulit untuk tidak ngemil.

    “Yang susah itu waktu di jam 3 sampai jam 4 sore. Biasanya kita pengen ngemil bawaannya. Nah itu yang nggak boleh, agak berat juga,” ungkapnya.

    Melihat pola diet yang dijalani Nia, ini hampir mirip seperti tips diet yang disetujui para ahli dan sains untuk mempertahankan berat badan yang sehat. Berikut beberapa tips diet yang bisa dicoba dari para ahli, dikutip dari Everyday Health:

    Jangan Skip Sarapan!

    Konselor dan konsultan nutrisi di Boston, Lainey Yourkin, mengatakan sarapan adalah awal yang penting saat menjalani diet. Menu yang disarankan adalah makanan yang berprotein tinggi untuk mencegah keinginan untuk ngemil.

    “Coba terapkan 15 hingga 25 gram protein saat sarapan. Protein dicerna secara perlahan dan menekan hormon rasa lapar, membantu tetap kenyang. Selain itu, sarapan berprotein tinggi membantu mengekang keinginan ngemil di kemudian hari,” jelas Yourkin.

    “Kombinasikan makanan berprotein dengan serat dan lemak sehat, seperti dua butir telur dengan roti gandum utuh dan alpukat, atau wafel beku berprotein tinggi dengan kacang-kacangan, buah beri, dan sedikit sirup maple,” sambungnya.

    Harus Ada Protein Tiap Kali Makan

    Christine M Palumbo, RDN, konsultan nutrisi dari Naperville, Illinois, mengungkapkan seseorang yang diet harus mengkonsumsi makanan kaya protein setiap kali makan. Hal ini dapat membantu mengurangi berat badan berlebih.

    “Protein memperlambat proses pencernaan dan berdampak positif pada hormon rasa lapar. Protein juga mampu mencegah rasa lapar lebih baik dibandingkan karbohidrat,” katanya.

    “Makanan kaya protein termasuk quinoa, edamame, kacang-kacangan, biji-bijian, kacang-kacangan, telur, yogurt, keju, tahu, unggas, ikan, dan daging.”

    Tetap Terhidrasi

    Konselor nutrisi dan pendiri serta CEO Nourished Bite, Megan Casper RDN, mengungkapkan sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang minum dua gelas air sebelum makan, akan mengalami penurunan berat badan yang lebih banyak.

    “Tips sederhana ini bekerja dalam dua cara. Rasa haus bisa menyamar sebagai rasa lapar, sehingga menyebabkan Anda makan lebih banyak. Dan air membuat Anda merasa lebih kenyang, menyebabkan Anda makan lebih sedikit saat makan,” jelas Megan Casper.

    Penuhi Asupan Buah-buahan

    Personal trainer bersertifikat dan juru bicara media nasional dari Academy of Nutrition and Dietetics yang berbasis di Boston, Sue-Ellen Anderson Haynes, RDN, CDCES, mengatakan buah juga sangat penting dikonsumsi saat menjalani diet.

    Pasalnya, buah rendah akan kalori dan mengandung banyak nutrisi yang diperlukan tubuh, seperti antioksidan dan serat. Selain menambah kebutuhan asupan, ini juga membuat menu diet menjadi lebih bervariasi.

    Jangan Sampai Lewati Jam Makan

    Ahli gizi dan diet di Texas, AS, Angela Lemond, menegaskan bahwa diet yang sehat adalah dengan tetap makan teratur. Sebab, tubuh tetap memerlukan energi untuk bisa beraktivitas.

    “Tubuh kita mengetahui makanan apa yang memiliki kepadatan energi lebih tinggi, dan kita akan lebih menginginkannya. Hargai rasa lapar Anda dan jangan biarkan tubuh Anda berpikir bahwa ia sedang kelaparan,” tuturnya.

    Makan dengan Perlahan

    Pekerja sosial klinis berlisensi dan psikoterapis di praktik swasta di New York City Janet Zinn mengatakan cara makan juga bisa berpengaruh pada diet yang dijalani. Ia selalu meminta kliennya untuk belajar makan secara perlahan atau tidak terburu-buru.

    “Saya menyarankan mereka untuk mengunyah perlahan, menelan hanya ketika semua makanan sudah dikunyah, dan ulangi. Perlu waktu untuk mengetahui bahwa kita kenyang,” jelas Zinn.

    “Makan perlahan tidak hanya membuat kita lebih menikmati makanan tetapi juga memberi kita isyarat kenyang yang lebih baik,” pungkasnya.

    (sao/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • Nia Ramadhani Curhat Sukses Pangkas BB 28 Kg Dalam 6 Bulan, Ini Dietnya


    Jakarta

    Penampilan artis Nia Ramadhani kerap mencuri perhatian warganet. Pasalnya, Nia mampu menjaga tubuhnya tetap langsing meski sudah memiliki 3 anak.

    Di media sosial, beredar soal diet yang memang dijalani Nia untuk menjaga tubuhnya agar tetap ideal. Dalam sebuah video di YouTube miliknya, ia mengaku sempat naik 28 kg setelah melahirkan anak-anaknya.

    Namun, dengan rutin menjalani diet ia mampu memangkas berat badannya hingga 28 kg dalam waktu enam bulan. Tentunya, hal itu tidak didapatkannya secara instan.


    Seperti apa sih diet yang dijalani Nia Ramadhani?

    Dalam video tersebut, Nia mengungkapkan selama diet mengurangi asupan nasi. Ia hanya rutin mengkonsumsi telur dan hanya makan nasi di siang hari.

    “Kan lu lihat sendiri perjuangan gue, makan pagi cuma telur dua. Di jam 12 siang gue makan ayam, tapi tetap pakai nasi,” beber Nia dalam video YouTube miliknya yang dilihat detikcom, Selasa (16/1/2024).

    “Udah gitu, jam 6 sore makan alpukat. Udah gitu aja selama enam bulan,” lanjutnya.

    Meski menjalani diet, Nia mengaku tetap makan sebanyak tiga kali dalam sehari. Hanya saja, di sela-sela waktu makan itu ia tidak mengkonsumsi makanan apapun.

    Dengan pola diet yang dijalaninya selama 6 bulan, Nia berhasil memangkas berat badannya hingga 28 kg.

    “Jadi, dalam sehari itu tetap tiga kali makannya. Tapi, di sela-sela ini nggak boleh makan sama sekali,” kata Nia.

    “Tapi, dengan itu 28 kg gue hilang dalam 6 bulan. Lama juga ya,” sambung dia.

    Tak hanya membatasi makanan yang dikonsumsi, saat menjalani diet Nia juga berusaha untuk tidak ngemil. Menurutnya, itu adalah tantangan yang paling sulit selama menjalani diet.

    Nia mengaku harus menahan keinginannya untuk ngemil di sore hari, tepat di sela-sela waktu makannya.

    “Yang susah itu waktu di jam 3 sampai jam 4 sore. Biasanya kita pengen ngemil bawaannya. Nah itu yang nggak boleh, agak berat juga,” pungkasnya.

    (sao/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • 5 Penyebab Perut Buncit dan Tetap Bergelambir Meski Sudah Diet

    Jakarta

    Hampir seluruh orang ingin memiliki bentuk tubuh yang ideal. Bahkan, banyak yang rela menjalani program diet dan pola makan yang sangat ketat demi mewujudkan tubuh idaman.

    Kendati demikian, banyak orang yang masih memiliki perut buncit meski sudah melakukan diet ketat. Tak jarang, hal ini membuat putus asa dan menurunkan motivasi untuk menurunkan berat badan.

    Penyebab Perut Buncit Meski Sudah Diet

    Sebenarnya, diet ketat tak selalu menjadi jawaban mutlak untuk menurunkan berat badan dan menghilangkan perut buncit. Faktanya, ada sejumlah faktor lain yang ikut memiliki andil dalam menurunkan berat badan.


    Dikutip dari berbagai sumber, berikut penyebab perut buncit meski sudah diet.

    1. Tidak mengonsumsi cukup protein

    Protein merupakan salah satu nutrisi paling penting dalam proses menurunkan berat badan. Sejumlah studi membuktikan diet tinggi protein dapat membantu mendukung proses menurunkan berat badan.

    Pasalnya, asupan protein dapat menekan produksi hormon ghrelin yang menyebabkan rasa lapar. Alhasil, perut bisa merasa kenyang lebih lama sehingga nafsu makan menjadi lebih terkendali.

    2. Kurang berolahraga

    Perut buncit meski sudah diet juga bisa disebabkan oleh minimnya olahraga atau aktivitas fisik. Dengan beraktivitas fisik, tubuh akan memanfaatkan kalori yang ada di dalam tubuh sebagai energi. Semakin sering dan intens berolahraga, maka semakin banyak pula kalori yang diproses oleh tubuh.

    Jika seseorang jarang berolahraga, maka kelebihan kalori yang ada dalam tubuh akan disimpan dalam bentuk lemak visceral. Timbunan lemak inilah yang membuat perut terlihat buncit, meski sudah melakukan diet ketat.

    3. Mengonsumsi minuman manis

    Minuman manis dapat menghambat proses menurunkan berat badan. Pasalnya, gula mengandung kalori yang cukup tinggi. Akibatnya, orang yang mengonsumsi minuman manis bisa dengan mudah mengalami kelebihan kalori.

    Selain minuman manis, orang yang sedang diet juga perlu menjauhi gula atau zat pemanis tambahan. Misalnya, ketika minum kopi hitam. Meski kopi hitam dapat membantu menurunkan berat badan, jika ditambah gula atau pemanis lainnya tentu malah bisa membuat berat badan semakin meningkat.

    4. Tidur tidak teratur

    Kualitas tidur yang baik memiliki dampak yang signifikan terhadap berat badan. Studi menunjukkan orang dengan pola tidur yang buruk lebih rentan mengalami obesitas.

    Dikutip dari Sleep Foundation, kurang tidur dapat meningkatkan produksi hormon ghrelin yang memunculkan rasa lapar. Tak hanya itu, kurang tidur juga bisa menurunkan hormon leptin yang membuat tubuh merasa kenyang. Akibatnya, orang yang kurang tidur cenderung makan lebih banyak keesokan harinya.

    5. Kurang minum air putih

    Meski sederhana, air putih memiliki dampak yang luar biasa untuk membantu menurunkan berat badan. Air putih dapat membantu tubuh untuk senantiasa terhidrasi. Jika tubuh terhidrasi dengan baik, maka metabolisme juga akan ikut meningkat. Alhasil, pembakaran kalori berjalan dengan lebih efisien sehingga membantu menurunkan berat badan.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • 6 Makanan Berkalori Tinggi yang Bisa Bikin Diet Gagal Total

    Jakarta

    Makanan berkalori tinggi jika dikonsumsi bisa menyebabkan kenaikan berat badan dan menggagalkan diet. Dikutip dari laman Medical News Today, kalori adalah satuan yang menunjukkan jumlah energi yang bisa diperoleh dari makanan dan minuman. Tubuh membutuhkan kalori dalam jumlah yang cukup agar bisa beraktivitas setiap harinya.

    Kendati demikian, terlalu banyak mengonsumsi makanan berkalori tinggi juga tidak baik untuk kesehatan. Ketika mengonsumsi kalori melebihi apa yang dibutuhkan oleh tubuh, maka kelebihan kalori tersebut akan disimpan dalam bentuk lemak. Hal inilah yang menyebabkan berat badan meningkat dan membuat perut terlihat buncit.

    Makanan Berkalori Tinggi yang Harus Dihindari

    Sebagian besar program diet berfokus pada membatasi asupan kalori harian guna membantu proses menurunkan berat badan. Salah satu caranya adalah dengan mengurangi konsumsi makanan-makanan yang berkalori tinggi. Apa saja jenis makanan tersebut? Berikut ulasannya.


    1. Roti tawar

    Roti tawar merupakan salah satu makanan yang sering disantap saat sarapan. Biasanya, roti tawar terbuat dari tepung gandum yang sudah dihaluskan.

    Dikutip dari laman Medical News Today, tepung jenis ini tidak baik dikonsumsi saat sedang diet lantaran mengandung karbohidrat dan kalori yang sangat tinggi. Selain itu, tepung gandum halus tersebut juga tidak memiliki kandungan serat, protein, serta nutrisi penting lain yang dibutuhkan tubuh saat sedang diet.

    2. Es krim

    Camilan lezat satu ini termasuk makanan berkalori tinggi yang harus dihindari saat sedang diet. Selain memiliki kandungan gula yang tinggi, es krim juga mengandung lemak yang tentunya dapat menghambat usaha menurunkan berat badan.

    3. Buah kering

    Buah kering adalah buah yang diproses dengan cara dikeringkan, baik dengan mesin pengering maupun bantuan sinar matahari. Meski terbuat dari buah segar, buah kering tidak bisa menggantikan manfaat yang dimiliki oleh buah aslinya.

    Selain memiliki kandungan air yang lebih sedikit, buah kering cenderung memiliki kalori yang lebih padat dibandingkan buah segar. Tak hanya itu, buah kering juga memiliki kandungan fruktosa yang lebih tinggi. Alhasil, kalori dalam buah kering jauh lebih tinggi dibandingkan buah segar meskipun dalam takaran yang sama. Karenanya, jangan mengonsumsi buah kering secara berlebihan saat sedang diet ya.

    4. Pizza

    Pizza adalah makanan tinggi kalori yang betul-betul harus dijauhi saat sedang melakukan diet. Pizza terbuat dari adonan tepung terigu yang kemudian ditambahkan dengan beraneka topping seperti peperoni, keju, mayonaise, saus, dan lain sebagainya.

    Kombinasi bahan-bahan tersebut membuat pizza menjadi makanan dengan kalori yang sangat tinggi. Bahkan, satu slice pizza saja bisa memiliki 285-300 kalori. Karena itu, sebisa mungkin hindari mengonsumsi pizza saat sedang diet.

    5. Keripik kentang

    Keripik kentang memang memiliki bentuk yang tipis, tapi di balik penampilannya camilan favorit ini memiliki kalori yang cukup tinggi. Proses memasak secara digoreng juga membuat keripik kentang memiliki kadar lemak sehingga bisa memicu kenaikan berat badan.

    Tak hanya itu, keripik kentang juga kerap ditambahkan dengan garam sebagai penyedap rasa. Akibatnya, camilan ini dapat dengan mudah menggagalkan diet dan membuat berat badan membengkak.

    6. Cokelat

    Kebanyakan jenis cokelat mengandung gula tambahan dan lemak yang cukup tinggi. Sehingga, mengonsumsi terlalu banyak cokelat dapat membuat seseorang mengalami peningkatan berat badan hingga bahkan memicu sejumlah penyakit kardiovaskular.

    Tapi perlu diingat, beberapa jenis cokelat tertentu dapat membantu menurunkan berat badan. Misalnya, cokelat hitam atau dark chocolate yang kaya akan antioksidan dan dapat membantu menekan rasa lapar. Kendati demikian, cokelat hitam juga memiliki kandungan gula dan lemak sehingga konsumsinya harus tetap dibatasi.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • 6 Kebiasaan Sederhana yang Diam-diam Bikin Berat Badan Membengkak

    Jakarta

    Makanan memang merupakan salah satu faktor yang bisa membuat seseorang mengalami kenaikan berat badan. Namun, sejumlah kebiasaan sederhana yang dijalani sehari-hari ternyata secara diam-diam juga bisa membuat berat badan bertambah.

    Bahkan, kebiasaan-kebiasaan yang kita anggap sepele sebenarnya malah bisa menghambat proses diet. Akibatnya, berat badan sulit turun meski sudah menjalani pola makan dan program yang ketat.

    Karenanya, proses diet tidak hanya sebatas mengatur pola makan, tapi juga merubah gaya hidup sehari-hari. Termasuk, menghilangkan kebiasaan yang bisa membuat berat badan meningkat.


    Kebiasaan Kecil yang Bikin Berat Badan Membengkak

    Pertanyaannya sekarang, apa saja kebiasaan kecil yang tanpa disadari bisa membuat berat badan meningkat? Dikutip dari berbagai sumber, berikut pembahasannya.

    1. Kurang tidur

    Waktu dan kualitas tidur memiliki dampak yang sangat besar terhadap berat badan. Dikutip dari Healthline, orang yang hanya tidur selama 5 jam setiap malam memiliki risiko kenaikan berat badan yang lebih tinggi dibanding mereka yang tidur selama 7 jam atau lebih.

    Tak hanya itu, orang yang kurang tidur juga cenderung memiliki perut yang buncit. Pasalnya, orang yang kurang tidur rentan mengalami penumpukan lemak visceral di bagian tubuhnya, termasuk di perut dan sekitar pinggang.

    2. Makan terlalu cepat

    Jadwal kerja yang serba sibuk kerap membuat orang terburu-buru saat makan. Padahal, kebiasaan sederhana ini malah dapat membuat berat badan meningkat dengan mudah.

    Sebuah studi menjelaskan bahwa tubuh membutuhkan waktu untuk dapat mencerna makanan yang dikonsumsi. Alhasil, tubuh baru akan merasa kenyang selang beberapa waktu setelah makan.

    Tapi ketika seseorang makan terlalu cepat, tubuhnya tidak memiliki waktu yang cukup untuk memproses makanan dan memunculkan rasa kenyang. Akibatnya, orang tersebut tanpa sadar bisa mengonsumsi lebih banyak makanan dari jumlah yang seharusnya dibutuhkan oleh tubuh.

    3. Kurang minum

    Kurang minum dapat menyebabkan haus. Namun, tak jarang tubuh salah mengartikan sinyal tersebut sebagai rasa lapar. Alhasil, orang yang jarang minum bisa saja malah makan secara berlebihan sehingga menyebabkan kenaikan berat badan.

    Tak hanya itu, minum air yang cukup juga dapat membantu mengendalikan nafsu makan. Sebuah studi mengungkapkan orang yang minum dua gelas air putih sebelum sarapan mengonsumsi kalori 22 persen lebih sedikit dibanding mereka yang tidak minum. Semakin sedikit kalori yang dikonsumsi, tentu semakin kecil pula kemungkinan berat badan membengkak.

    4. Sering stres

    Stres memang tidak menyebabkan kenaikan berat badan secara langsung. Namun, salah satu dampak stres bisa membuat orang ingin makan lebih banyak. Fenomena ini dikenal juga dengan istilah emotional eating.

    Saat sedang stres, orang-orang akan mencari sesuatu yang dapat mengalihkan perhatian atau menghilangkan rasa cemas atau sedih akibat stres. Bagi sebagian orang, pelampiasan tersebut dilakukan dengan cara makan. Semakin sering orang tersebut mengalami stres, maka semakin sering pula dia makan secara berlebihan. Hal inilah yang membuat orang yang sering stres rentan mengalami kenaikan berat badan.

    5. Keseringan duduk

    Tak sedikit aktivitas atau pekerjaan yang mengharuskan kita untuk duduk selama berjam-jam. Namun, hal ini ternyata bisa meningkatkan risiko kenaikan berat badan loh.

    Sebuah studi menyebutkan orang yang duduk terlalu lama memiliki kecenderungan obesitas. Ketika kita melakukan aktivitas sederhana seperti berjalan atau berdiri, tubuh akan membakar sejumlah kalori. Duduk terlalu lama dapat menghambat proses pembakaran kalori tersebut. Akibatnya, kalori yang seharusnya dibakar menjadi energi malah menumpuk dan disimpan sebagai lemak visceral dalam tubuh.

    6. Makan sambil ditemani gadget

    Pada zaman seperti sekarang, keseharian kita memang tidak bisa lepas dari yang namanya gadget, termasuk ketika sedang makan. Namun sebuah studi menyebutkan orang yang makan sambil bermain gadget ternyata memiliki risiko mengalami kenaikan berat badan yang lebih tinggi.

    Saat bermain gadget, fokus dan perhatian dapat dengan mudah teralihkan. Hal ini bisa membuat seseorang tidak sadar dengan apa yang terjadi di sekitarnya, termasuk jumlah makanan yang sudah dikonsumsi. Akibatnya, orang makan sambil bermain gadget bisa mengonsumsi lebih banyak makanan dari seharusnya. Hal inilah yang membuat kebiasaan makan sambil bermain gadget dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • Terungkap Lewat Riset, Ini Alasan Minum Air Putih Bantu Turunkan Berat Badan


    Jakarta

    Memiliki tubuh yang ideal dan sehat merupakan impian banyak orang. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mendapatkannya, yakni berolahraga, mengatur pola makan, dan mengurangi asupan kalori.

    Selain ketiga hal tersebut, ternyata mengonsumsi air putih juga dapat membantu menurunkan berat badan. Berbagai penelitian menunjukkan adanya hubungan antara minum air putih dengan penurunan berat badan. Kok bisa? Dikutip dari Medical news Today, ini lima alasannya.

    1. Air Putih Membantu Membuang Kotoran dari Tubuh

    Ketika tubuh mengalami dehidrasi, maka kotoran seperti urine atau feses tidak dapat dibuang secara optimal. Oleh karena itu, air berfungsi untuk membantu ginjal menyaring racun dan limbah, sedangkan organ tubuh mempertahankan nutrisi penting dan elektrolit.


    Dehidrasi pun bisa menyebabkan tinja yang keras atau kental, serta sembelit. Minum air putih secara rutin membantu kotoran bergerak dengan melunakkan, atau melonggarkan tinja yang mengeras tersebut.

    Minum air putih juga membantu tubuh agar pulih dari masalah pencernaan, seperti diare dan gangguan pencernaan. Seseorang yang terhidrasi dengan baik dapat menghindari penumpukan sisa-sisa makanan yang menyebabkan naiknya berat badan.

    Hal serupa juga diungkapkan dengan temuan studi 2014. Dalam studi tersebut, 50 wanita yang kelebihan berat badan meminum 500 ml air 30 menit sebelum sarapan, makan siang, dan makan malam. Hal ini dilakukan selama 8 minggu berturut-turut.

    Hasilnya, para partisipan studi tersebut mengalami penurunan berat badan, lemak tubuh, dan indeks massa tubuh (BMI). Mereka juga melaporkan adanya penekanan nafsu makan. Sebuah penelitian dari tahun sebelumnya membuahkan hasil serupa.

    2. Minum Air Putih Membantu Membakar Kalori

    Manfaat minum air putih lainnya adalah dapat membantu membakar kalori. Hal itu terbukti dalam studi tahun 2014, ketika 12 orang diminta untuk minum 500 ml air dingin dan suhu kamar.

    Hasilnya menunjukkan, peserta membakar antara 2 hingga 3 persen lebih banyak kalori dari biasanya, dalam 90 menit setelah minum air. Sehingga, bisa menurunkan berat badan.

    3. Mengurangi Asupan Kalori Cair

    Kalori cair banyak terdapat dalam minuman bersoda, jus, kopi atau teh manis dengan tambahan gula.

    Jika ingin menurunkan berat badan, penting untuk mengganti minuman berkalori tinggi dengan air putih, maupun minuman tanpa kalori lainnya, seperti teh herbal, yang mungkin memiliki manfaat menurunkan berat badan jangka panjang.

    Penelitian tahun 2015 menemukan, wanita yang minum 250 mL air setelah makan siang setiap hari, menurunkan berat badan sebesar 13,6 persen lebih banyak.

    4. Air Putih Dapat Membakar Lemak

    Air sangat diperlukan untuk membakar lemak di tubuh, yang termasuk faktor penting dalam menurunkan berat badan. Sebab, tanpa air tubuh tidak bisa memetabolisme lemak atau karbohidrat yang tersimpan dengan baik.

    Adapun proses metabolisme lemak disebut dengan lipolisis. Langkah pertama dari proses tersebut adalah hidrolisis, terjadi ketika molekul air berinteraksi dengan trigliserida (lemak) untuk membuat gliserol serta asam lemak.

    Karenanya, minum cukup air sangat penting untuk membakar lemak dari makanan dan minuman, serta lemak yang disimpan. Menurut sebuah tinjauan ilmiah di tahun 2016, meningkatnya asupan air menyebabkan peningkatan lipolisis, dan hilangnya lemak melalui riset pada hewan.

    5. Mengoptimalkan Manfaat Olahraga

    Manfaat minum air putih selanjutnya adalah membantu otot, jaringan ikat, dan persendian untuk bergerak dengan benar. Cairan ini juga membantu paru-paru, jantung, dan organ lain untuk bekerja secara efektif saat mereka meningkatkan aktivitas selama berolahraga.

    Sebagaimana diketahui salah satu komponen terpenting dari setiap rencana penurunan berat badan adalah olahraga. Maka dari itu, menjaga tubuh menerima air yang cukup merupakan upaya untuk mempercepat menurunkan berat badan.

    Terhidrasi dengan baik disebut bisa mengurangi risiko kram otot dan kelelahan, yang berpotensi mengganggu aktivitas fisik.

    NEXT: Berapa banyak air putih yang direkomendasikan dalam sehari?

    Sejauh ini tidak ada rekomendasi standar mengenai berapa banyak air yang harus diminum. Hal ini dikarenakan beberapa orang membutuhkan lebih banyak atau lebih sedikit air, bergantung pada berbagai faktor, seperti:

    • Tingkat aktivitas
    • Usia
    • Ukuran badan
    • Suhu
    • Kelembaban
    • Paparan sinar matahari
    • Status kesehatan

    Meski begitu, National Academy of Medicine (NAM) Amerika Serikat merekomendasikan asupan air bagi pria dan wanita per harinya, yaitu:

    • Sebanyak 2.700 mL/hari untuk wanita dewasa
    • Sebanyak 3.700 mL/hari untuk pria dewasa

    (suc/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • Merapat! Ini Daftar Diet Terbaik 2024, Mediterania Jadi Juara Umum


    Jakarta

    Menurunkan berat badan mungkin menjadi salah satu resolusi sehat yang paling banyak diinginkan orang. Momen pergantian tahun dinilai menjadi saat yang tepat untuk memotivasi diri untuk menjadi ‘pribadi baru’ yang lebih baik.

    US News dan World Report mengumpulkan panel ahli medis dan nutrisi untuk mengungkap pola diet mana yang paling populer. Para ahli memeriksa setiap rencana untuk menentukan apakah rencana diet tersebut aman, bergizi, berkelanjutan, dan efektif untuk menurunkan berat badan.

    Dikutip dari Healthline, tiga jenis diet terbaik menurut para ahli adalah diet mediterania, diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension), dan diet MIND (Mediterranean-DASH Intervention for Neurodegenerative Delay). Diet ini masing-masing mendapatkan skor 85,1 persen, 75,4 persen, dan 60,7 persen.


    Menurut konsultan gizi Barbara Kovalenko, diet mediterania dapat meningkatkan kesehatan jantung karena penekanannya pada lemak yang menyehatkan jantung seperti minyak zaitun dan asam lemak omega-3.

    “Menerapkan pola makan ini dapat membawa berbagai manfaat kesehatan seperti peningkatan kesehatan jantung, mengurangi peradangan, dan fungsi otak,” ujar Kovalenko.

    “Diet ini memprioritaskan makanan utuh dan tidak diolah yang menyehatkan tubuh,” sambungnya.

    Berikut daftar diet terbaik 2024 menurut laporan US News dan World Report:

    1. Diet Mediterania

    2. Diet DASH

    3. Diet MIND

    4. Diet Mayo Clinic

    5. Diet Flexitarian

    6. Diet WeightWatchers (WW)

    7. Diet Volumetrics

    8. Diet Anti-Peradangan Dr. Weil

    9. Diet TLC

    10. Diet Vegan

    BB Cepat Turun Bukan Berarti Baik

    Dalam proses pemeringkatan jenis diet, ahli tidak serta merta menyamakan penurunan berat badan yang cepat sebagai cara terbaik untuk menurunkan berat badan. Diet tersebut termasuk keto, diet atkins, dan diet HMR.

    Walaupun termasuk cepat dalam menurunkan berat badan, ketiganya mendapatkan skor buruk masing-masing -46,1 persen, -46,2 persen, dan -33,1 persen. Diet keto dan atkins merupakan diet rendah karbohidrat dan tinggi lemak yang sampai saat ini masih kontroversial.

    Pola makan ini cenderung tinggi lemak jenuh yang berisiko meningkatkan kolesterol jahat. Pola makan ini juga membatasi karena menghilangkan sebagian besar karbohidrat. Kondisi ini berpotensi menyebabkan kekurangan nutrisi penting seperti folat, kalsium, magnesium, dan zat besi.

    Namun, kedua diet ini begitu populer karena pembatasan karbohidrat membuat seseorang dalam kondisi pembakaran lemak yang disebut ‘ketosis’ yang membantu menekan nafsu makan.

    Sedangkan diet HMR merupakan diet pengganti makanan terstruktur. Selama fase awal, diet ini dilakukan dengan mengonsumsi tiga minuman shake pengganti makanan, dua makanan pembuka, dan lima cangkir buah dan sayuran setiap pagi.

    (avk/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • Pejuang Diet Merapat! Ini Waktu Olahraga Paling Ampuh buat Turunkan BB

    Jakarta

    Kunci keberhasilan diet sebenarnya ada di rangkaian aktivitas pagi hari ketika memulai hari. Riset juga menemukan, waktu paling efektif untuk berolahraga dengan tujuan menurunkan berat badan adalah pukul 7-9 pagi. Apa alasannya?

    Para peneliti menyebut bukti epidemiologis perihal waktu paling pas untuk berolahraga demi menurunkan berat badan sebenarnya masih kontroversial. Namun, sejauh ini, sebagaimana yang dipublikasikan di jurnal terkait obesitas, bergerak di waktu pukul 7 hingga 9 pagi terpantau paling efektif dalam mencegah berat badan berlebih.

    “Studi kami memberikan alat baru untuk mengeksplorasi pola aktivitas fisik diurnal dan menyelidiki dampaknya terhadap hasil kesehatan,” kata penulis studi sekaligus asisten profesor peneliti di Departemen Ilmu Kesehatan Universitas Franklin Pierce di New Hampshire dan Departemen Ilmu Rehabilitasi di Universitas Politeknik Hong Kong di Cina, Dr Tongyu Ma, dikutip dari Medical News Today, Minggu (7/1/2024).


    Dalam riset-riset sebelumnya, para peneliti berfokus pada frekuensi, intensitas, dan durasi aktivitas fisik. Akan tetapi, hanya sedikit peneliti yang berfokus pada pola aktivitas fisik diurnal (siang hari) yang diukur dengan accelerometer untuk mengklasifikasikan waktu pergerakan manusia.

    Tim peneliti menggunakan data dari Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional siklus 2003-2004 dan 2005-2006 oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC). Siklus tersebut menganalisis 5.285 peserta, mengamati aktivitas fisik sedang hingga berat di pagi hari, siang hari, dan malam hari.

    Peneliti kemudian menemukan, ada hubungan linier yang kuat antara intensitas fisik sedang hingga berat yang dilakukan pagi hari, dengan pencegahan obesitas. Sedangkan perihal hubungan olahraga malam hari dengan keberhasilan penurunan berat badan, hubungan linernya cenderung lebih lemah.

    Mereka menemukan, orang-orang yang menjalani olahraga di pagi hari memiliki indeks massa tubuh dan lingkar pinggang yang lebih rendah dibandingkan kelompok lainnya. Hal itu juga dibarengi kecenderungan orang-orang yang aktif di pagi hari cenderung memiliki pola makan yang lebih sehat.

    (vyp/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • 3 Kesalahan Diet yang Tak Boleh Terulang Jika Ingin Punya Body Goals di 2024

    Jakarta

    Menurunkan berat badan bisa menjadi tantangan bagi sebagian orang. Terkadang seseorang mungkin merasa sudah membuat pilihan gaya hidup sehat, tetapi masih belum mendapatkan hasil yang diinginkan.

    Faktanya, beberapa orang melakukan kesalahan saat menjalani program diet yang membuat berat badannya tak turun di angka yang diinginkan. Menurunkan berat badan mungkin jadi resolusi di tahun 2024, tapi ada yang harus diperhatikan saat ingin memulainya.

    Berikut beberapa hal yang perlu dihindari saat ingin menurunkan berat badan dikutip dari Healthline.


    1. Terlalu sedikit makan

    Defisit kalori diperlukan untuk menurunkan berat badan. Tapi terlalu sedikit makan juga berpengaruh terhadap penurunan berat badan.

    Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa orang seringkali cenderung salah memperkirakan jumlah kalori dalam makanan. Terkadang juga mereka makan terlalu sedikit, berpikir hal tersebut bagus untuk diet.

    Mengurangi asupan kalori terlalu banyak bisa menjadi kontraproduktif. Studi tentang diet sangat rendah kalori menunjukkan bahwa diet ini dapat menyebabkan hilangnya otot dan memperlambat metabolisme secara signifikan.

    2. Berolahraga terlalu berat

    Selama penurunan berat badan, seseorang akan kehilangan sebagian massa otot dan juga lemak, meski jumlahnya bergantung pada beberapa faktor. Namun, olahraga berlebihan juga bisa menimbulkan masalah.

    Penelitian menunjukkan bahwa olahraga berlebihan tidak dapat dipertahankan dalam jangka panjang bagi kebanyakan orang dan dapat menyebabkan stres. Selain itu, hal ini dapat berdampak negatif pada hormon endokrin, yang membantu mengatur fungsi seluruh tubuh.

    Mencoba memaksa tubuh membakar lebih banyak kalori dengan berolahraga terlalu banyak tidaklah efektif dan tidak sehat.

    3. Ekspektasi tidak realistis

    Menetapkan penurunan berat badan dan tujuan terkait kesehatan lainnya dapat membantu untuk tetap termotivasi. Namun, memiliki ekspektasi yang tidak realistis mungkin merugikan dalam program penurunan berat badam.

    Sebuah studi menemukan bahwa sebagian besar peserta berharap untuk menurunkan lebih dari 10% berat badan mereka, yang oleh penulis disebut sebagai hal yang tidak realistis. Penelitian menunjukkan bahwa hilangnya tujuan penurunan berat badan dikaitkan dengan ketidakpuasan dan tantangan penurunan berat badan di masa depan.

    Simak Video ‘KuTips: Dear Generasi Sandwich, Ini Tips Atur Keuanganmu!’:

    [Gambas:Video 20detik]

    (kna/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • Ahli Diet Beberkan Cara Simpel Turunkan BB, Ampuh Hempaskan Perut Bergelambir

    Jakarta

    Seorang ahli diet ternama di Australia, Susie Burrell, membagikan ‘trik’ sederhana untuk menjaga tubuh agar tetap bugar sekaligus bisa menurunkan berat badan. Aturan makanan tersebut berfokus pada mengurangi kecemasan dalam mengambil keputusan dan menjaga pola makan seimbang.

    “Ketika Anda mempertimbangkan bahwa kita dihadapkan pada lebih dari 200 pilihan makanan setiap hari, akan mudah untuk memahami mengapa kita kadang-kadang kesulitan membuat pilihan yang baik,’ tulis Susie Burrell dalam e-book barunya, The 30 Day Reset Plan, dikutip Mirror.

    Burrell mengatakan, aturan tersebut menekankan pemahaman yang tajam tentang gaya hidup individu dan tantangan pola makan. Hal ini termasuk tidak mengonsumsi makanan manis di siang hari, membatasi asupan alkohol pada hari atau jumlah tertentu, hanya mengonsumsi satu kali kopi berbahan dasar susu per hari, dan tidak mengonsumsi makanan yang digoreng.


    Dengan mematuhi aturan sederhana, Burrell meyakini seseorang dapat menyederhanakan pilihan makanannya, mengendalikan nafsu makan, dan mengatur asupan kalori dengan lebih baik. Lantas, seperti apa aturan makanan tersebut? Berikut penjelasannya.

    Batasi Mengonsumsi Makanan Manis

    Burrell mengatakan, jangan bersusah payah untuk berhenti mengonsumsi makanan manis. Lebih baik membatasi diri untuk menikmati makanan manis pada waktu tertentu dalam sehari.

    Pedoman Diet untuk Orang Amerika 2020-2025 merekomendasikan membatasi kalori dari tambahan gula hingga kurang dari 10 persen setiap hari.

    “lebih bisa mengendalikan keinginan mengidam gula jika Anda menyimpannya untuk waktu tertentu,” imbuhnya.

    Di sisi lain, terlalu banyak mengonsumsi gula terbukti dapat meningkatkan risiko mengalami obesitas, penyakit jantung, diabetes tipe 2, kerusakan gigi, jerawat, tekanan darah tinggi, peradangan kronis, dan penyakit lainnya.

    Hindari Makanan yang Digoreng

    Menurut Burrell, makanan yang digoreng termasuk salah satu ‘pengganggu’ seseorang saat menjalani diet. Tak hanya itu, sebuah penelitian tahun lalu juga mengaitkan makanan yang digoreng, terutama kentang goreng, dengan risiko kecemasan dan depresi yang lebih besar.

    Karenanya, Burrell merekomendasikan untuk lebih banyak mengonsumsi sayuran yang memiliki tinggi serat.

    “Apakah Anda memilih potongan ayam, atau semangkuk burrito nasi sayur, atau makanan beku kaya sayuran, Anda akan menambahkan beberapa nutrisi ke dalam hari Anda dan membuat pilihan yang jauh lebih sehat daripada makanan gorengan, seperti burger, atau pizza,” kata Burrell.

    Batasi Konsumsi Kopi Susu

    Burrell mengatakan, mengonsumsi kopi dengan susu, termasuk cappuccino dan latte sebaiknya dibatasi. Hal ini dikarenakan kopi yang dicampur dengan susu sama saja menambahkan hingga 100 kalori ekstra per cangkir.

    “Bahkan yang dibuat dengan susu skim atau susu nabati dapat menambah antara 60 dan 100 kalori pada minuman Anda,” imbuhnya.

    Apabila ingin mengonsumsi minuman tersebut, Burrell merekomendasikan sebaiknya mengonsumsi satu kali kopi berbahan dasar susu sehari dan tidak berlebihan.

    (suc/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera