Tag: disabilitas

  • Bantuan Pendidikan untuk Siswa SMA Masih Bisa Diakses, Ini Caranya


    Jakarta

    Pemerintah membuka akses berbagai program bantuan pendidikan yang dirancang untuk meringankan beban biaya sekolah bagi siswa SMA dengan latar belakang dari keluarga tak mampu. Berbagai bentuk dukungan finansial ini bisa dimanfaatkan oleh siswa agar tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa terhambat persoalan ekonomi.

    Tak sedikit masyarakat yang belum mengetahui bahwa bantuan semacam ini masih terbuka dan bisa diajukan sepanjang tahun, selama syarat terpenuhi dan prosedur dijalankan sesuai ketentuan.

    Pemerintah menekankan bahwa kunci utama untuk mendapatkan bantuan tersebut adalah terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Lewat basis data ini, calon penerima akan diidentifikasi sebagai pihak yang memang membutuhkan.


    Bantuan Pendidikan untuk Siswa SMA

    1. Program Indonesia Pintar

    Menurut data yang dimabil dari laman Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, PIP dialokasikan untuk 1.368.243 siswa SMA dan 1.829.167 siswa SMK.

    Program Indonesia Pintar (PIP) yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menjamin akses pendidikan bagi anak-anak usia 6 hingga 21 tahun.

    Program ini dirancang tidak hanya untuk memperluas kesempatan belajar hingga jenjang pendidikan menengah, tetapi juga mencegah kasus putus sekolah akibat kendala ekonomi.

    Melalui PIP, peserta didik dari jenjang SMA/SMK/SMALB atau yang menempuh pendidikan kesetaraan seperti Paket C berhak menerima bantuan sebesar Rp1.800.000 per tahun. Dana ini dimaksudkan untuk mendukung kebutuhan pribadi siswa selama menempuh pendidikan, seperti perlengkapan sekolah, transportasi, dan kebutuhan lainnya yang relevan.

    Agar bisa menjadi penerima PIP, siswa harus masuk dalam salah satu dari dua kategori utama yaitu pertama, terdaftar dalam DTKS Kementerian Sosial.

    Kedua, ditandai sebagai “Layak PIP” dalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sekolah. Pihak sekolah yang menandai status tersebut di Dapodik, lalu data tersebut diajukan oleh dinas pendidikan atau pemangku kepentingan kepada Puslapdik untuk diproses lebih lanjut.

    Bagi keluarga yang belum terdaftar di DTKS, pendaftarannya bisa dilakukan melalui musyawarah desa atau kelurahan, atau dengan menghubungi dinas sosial setempat. Informasi lengkap terkait DTKS juga bisa diakses secara daring melalui laman resmi Kementerian Sosial di dtks.kemensos.go.id.

    2. Program Keluarga Harapan (PKH)

    Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan salah satu bentuk bantuan sosial bersyarat dari pemerintah yang ditujukan bagi keluarga miskin dan rentan.

    Program ini menjadi bagian dari skema bantuan sosial global yang dikenal sebagai Conditional Cash Transfer (CCT) atau transfer tunai bersyarat, dengan tujuan utama meningkatkan kesejahteraan serta akses terhadap layanan dasar, termasuk pendidikan.

    PKH dikelola oleh Kementerian Sosial dan disalurkan secara bertahap sepanjang tahun, baik melalui transfer bank maupun layanan kantor pos. Penyaluran dilakukan dalam bentuk tunai dan non-tunai, tergantung mekanisme yang diterapkan di masing-masing wilayah.

    Bantuan ini ditujukan kepada keluarga yang masuk dalam kategori sangat miskin, khususnya mereka yang memiliki anggota keluarga dengan kebutuhan prioritas seperti ibu hamil atau menyusui, anak usia sekolah, lansia, dan penyandang disabilitas berat.

    Untuk kategori bantuan pendidikan, PKH menyasar anak-anak berusia 6 hingga 21 tahun yang belum menyelesaikan program wajib belajar 12 tahun. Anak-anak ini harus terdaftar sebagai siswa aktif di sekolah formal maupun pendidikan kesetaraan, dan diwajibkan memiliki tingkat kehadiran minimal 85 persen setiap bulannya. Kehadiran ini menjadi salah satu syarat utama agar bantuan terus berlanjut.

    Agar bisa menjadi penerima manfaat, keluarga harus terdaftar dalam DTKS, yang kini telah diperbarui menjadi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Data ini digunakan sebagai basis untuk menentukan siapa saja yang layak mendapatkan bantuan, guna memastikan program tepat sasaran dan efektif dalam mengurangi angka putus sekolah serta meningkatkan kesejahteraan keluarga miskin.

    Anak Sekolah SMA
    Indek/Tahun 2.000.000
    Indek/3 Bulan 500.000
    Indek/2 Bulan 333.333
    Indek/1 Bulan 166.666

    3. Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus – Khusus Warga DKI

    KJP Plus merupakan program unggulan dari Pemprov DKI Jakarta yang memberikan berbagai fasilitas bagi siswa, mulai dari SD hingga SMA/sederajat.

    Jenjang SMA/SMALB/MA
    Dana Personal bulanan: Rp420.000
    Tambahan untuk sekolah swasta: Rp290.000

    Jenjang SMK
    Dana Personal bulanan: Rp450.000
    Tambahan untuk sekolah swasta: Rp240.000

    Dikutip dari laman SMKN 61 Jakarta, mekanisme pendaftaran sebagai berikut :

    • Orang tua mengecek NIK anaknya di website :https://siladu.jakarta.go.id/bagi yang berstatus ditetapkan sebagai kategori”Masuk Penetapan”dipersilahkan untuk melengkapi dokumen persyaratan pendaftaran KJP Plus.
    • Bagi yang tidak tercantum di DTKS dapat menghubungi petugas Pusdatin Kesos di kelurahan sesuai domisili untuk mendapatkan informasi lebih lanjut terkait pendaftaran DTKS, atau bisa di baca di informasi lebih lanjut dalam website.https://siladu.jakarta.go.id/
    • Kepada Orang tua/wali siswa yang terdaftar dalam DTKS untuk mengisi kelengkapan dokumen persyaratan pendaftaran KJP Plus yaitu :
    • Formulir KJP
    • Surat permohonan kepada Gubernur (format standar disediakan sekolah) dilampirkan Fotokopi Kartu Keluarga
    • Surat pernyataan ketaatan menggunakan dana KJP Plus sesuai ketentuan (format standar disediakan sekolah)
    • Berita Acara Penilaian Kelayakan calon penerima KJP Plus
    • Fotokopi KTP orang tua/wali (Bapak, jika tidak ada Ibu/wali)
    • Hasil Pengecekan DTKS (screen shoot)

    Siswa yang berhak menerima KJP Plus harus memenuhi persyaratan seperti berikut:

    1. Terdaftar dan masih aktif di salah satu satuan pendidikan di Provinsi DKI Jakarta,
    2. Terdaftar dalam DTKS, DTKS Daerah dan/ atau data lain yang ditetapkan dengan Keputusan Gubernur, dan
    3. Warga DKI Jakarta berdomisili di DKI Jakarta yang dibuktikan dengan Kartu Keluarga atau surat keterangan lain yang dapat dipertanggung jawabkan.

    Hanya saja, akses untuk pendaftaran KJP Plus Tahap II Tahun 2025 belum dibuka.

    (pal/pal)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / jess bailey
  • Daftar Kampus Dalam Negeri Tujuan Beasiswa LPDP Penyandang Disabilitas 2024



    Jakarta

    Beasiswa LPDP tahun ini kembali menyediakan bantuan pendidikan bagi warga Indonesia penyandang disabilitas. Pendaftaran beasiswa dibuka hingga 12 Februari 2024.

    Beasiswa LPDP jenis ini berlaku bagi penyandang disabilitas fisik, disabilitas intelektual, disabilitas mental, disabilitas sensorik, dan disabilitas ganda atau multi. Program yang bisa dipilih dalam beasiswa jenis ini yakni S2 dan S3 satu gelar (single degree/joint degree) atau dua gelar (double degree).

    Sama seperti jenis beasiswa LPDP lainnya, beasiswa LPDP penyandang disabilitas mempunyai tujuan kampus dalam dan luar negeri. Mengutip laman LPDP, berikut informasinya:

    Komponen Dana LPDP 2024

    1. Dana Pendidikan

    • Dana pendaftaran
    • Dana SPP/tuition fee/uang kuliah tunggal
    • Dana tunjangan buku
    • Dana penelitian tesis/disertasi
    • Dana seminar internasional
    • Dana publikasi jurnal internasional

    2. Dana Pendukung

    • Dana transportasi
    • Dana aplikasi visa
    • Dana asuransi kesehatan
    • Dana kedatangan
    • Dana hidup bulanan
    • Dana lomba internasional
    • Dana tunjangan keluarga (khusus doktor)
    • Dana keadaaan darurat (jika diperlukan)
    • Biaya pendukung pendamping penerima beasiswa kelompok penyandang disabilitas

    Persyaratan Beasiswa LPDP Penyandang Disabilitas 2024

    • WNI
    • Menyelesaikan studi D4/S1 untuk pendaftar S2, menyelesaikan S2 untuk pendaftar S3 atau menyelesaikan D4/S1 untuk pendaftar langsung doktor
    • Lulusan D4/S1 yang daftar langsung doktor harus memiliki LoA dari kampus tujuan
    • Lulusan S2 tidak dapat daftar beasiswa S2, begitupun pada S3
    • Pendaftar jenjang doktor yang merupakan lulusan dokter spesialis atau dokter subspesialis dapat menggunakan transkrip nilai dokter spesialis atau dokter subspesialis sebagai bukti IPK
    • Pendaftar yang sedang menempuh studi bisa daftar dengan ketentuan tertentu (baca di sini)
    • Melampirkan surat rekomendasi
    • Bagi PNS/CPNS wajib melampirkan surat rekomendasi minimal dari pejabat eselon II di tempat bekerja
    • Bagi anggota POLRI wajib melampirkan surat rekomendasi minimal dari yang membina SDM pada Mabes POLRI
    • Memilih kelas reguler (tidak berlaku untuk kelas eksekutif dan lainnya)
    • Menyetujui surat pernyataan pendaftaran
    • Menulis profil diri dan riwayat pendidikan
    • Menulis komitmen kembali ke Indonesia
    • Menulis proposal penelitian bagi pendaftar S3
    • Melampirkan hasil publikasi ilmiah/prestasi juara (jika ada)

    Daftar Kampus Tujuan Beasiswa LPDP Penyandang Disabilitas 2024

    1. IAIN Manado
    2. IAIN Curup
    3. IAIN Kediri
    4. Institut Pertanian Bogor (IPB)
    5. ISI Denpasar
    6. ISI Surakarta
    7. ISI Yogyakarta
    8. Institut Teknologi Bandung (ITB)
    9. Institut Teknologi Nasional Bandung (Itenas)
    10. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
    11. Monash University Indonesia
    12. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS)
    13. Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes) Semarang
    14. Politeknik Negeri Malang (UM)
    15. Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri)
    16. Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara
    17. Sekolah Tinggi Manajemen PPM
    18. UIN Sjech M Djamil Djambek Bukittinggi
    19. UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda
    20. UIN Sunan Ampel
    21. UIN Sunan Gunung Djati
    22. UIN Sunan Kalijaga
    23. UIN Syarif Hidayatullah
    24. UIN Walisongo Semarang
    25. Universitas Islam Sultan Agung
    26. Universitas Jambi (Unja)
    27. Universitas Jember (Unej)
    28. Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed)
    29. Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
    30. Universitas Katolik Parahyangan
    31. Universitas Katolik Soegijapranata
    32. Universitas Komputer Indonesia
    33. Universitas Kristen Duta Wacana
    34. Universitas Kristen Satya Wacana
    35. Universitas Lambung Mangkurat
    36. Universitas Lampung
    37. Universitas Mercu Buana
    38. Universitas Muhammadiyah Malang
    39. Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka
    40. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
    41. Universitas Muhammadiyah Surakarta
    42. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
    43. Universitas Mulawarman
    44. Universitas Multimedia Nusantara
    45. Universitas Muslim Indonesia
    46. Universitas Nasional
    47. Universitas Negeri Gorontalo
    48. Universitas Negeri Jakarta
    49. Universitas Negeri Makassar
    50. Universitas Negeri Medan
    51. Universitas Negeri Padang (UPD)
    52. Universitas Negeri Semarang (Unnes)
    53. Universitas Negeri Surabaya (Unesa)
    54. Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)
    55. Universitas Padjadjaran (Unpad)
    56. Universitas Pancasila
    57. Universitas Pasundan
    58. Universitas Pattimura
    59. Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur
    60. Universitas Pendidikan Ganesha
    61. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
    62. Universitas Pertahanan (Unhan)
    63. Universitas Presiden
    64. Universitas Riau
    65. Universitas Sam Ratulangi
    66. Universitas Sanata Dharma
    67. Universitas Sebelas Maret
    68. Universitas Sriwijaya
    69. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
    70. Universitas Sumatera Utara
    71. Universitas Surabaya
    72. Universitas Syiah Kuala
    73. Universitas Tadulako
    74. Universitas Tanjungpura
    75. Universitas Tarumanagara
    76. Universitas Telkom
    77. Universitas Terbuka
    78. Universitas Trisakti
    79. Universitas Trunojoyo
    80. Universitas Udayana
    81. Universitas Widyatama

    Daftar tersebut adalah kampus yang bisa dipilih pendaftar beasiswa LPDP untuk program S2. Informasi pilihan prodi S2 dan daftar kampus tujuan S3 bisa dilihat DI SINI ya.

    (cyu/nwk)


    Sumber : www.detik.com

  • Bayrun for Charity 2025 Jadi Event Lari Ramah Anak dan Disabilitas


    Jakarta

    Gelaran Bayrun For Charity 2025 berlangsung meriah di Plaza Parkir Timur Senayan, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, hari ini. Sekitar 9.000 peserta ambil bagian dalam kegiatan yang tahun ini mengusung tema ‘Perlindungan bagi Anak-anak Korban Kekerasan’.

    Tak hanya menghadirkan kategori 10K dan 5K, Bayrun 2025 juga membuka jalur 2K Wheelchair dan 2K Family Run yang bisa diikuti oleh siapa saja, termasuk penyandang disabilitas dan keluarga dengan anak-anak.

    Kategori 2K Wheelchair menjadi salah satu momen paling menginspirasi. Salah satu peserta, Yahas, mengaku senang bisa kembali berpartisipasi setelah tahun lalu juga mengikuti Bayrun 2024.


    “Seperti biasa ya luar biasa banget. Kita kebetulan tahun lalu juga udah pernah ikut yang Bayrun 2024, sekarang juga sama serunya di Bayrun 2025,” ujarnya dalam keterangannya, Minggu (9/11/2025).

    Bayrun for Charity 2025, Event Lari Ramah Anak dan DisabilitasFoto: Diffa Rezy

    Ia menambahkan meski merupakan atlet disabilitas, dirinya tetap menjalani latihan fisik rutin sebagai atlet paralimpik DKI Jakarta.

    “Sebetulnya dikarenakan kita atlet dari provinsi DKI Jakarta, walaupun kita disabilitas, kita atlet paralimpik ya. Jadi kita juga sudah rutin menjalani latihan fisik, jadi untuk cardio sebenarnya kita sudah lumayan siap untuk mengikuti kategori ini,” sambungnya.

    Sementara di kategori 2K Family Run, keseruan juga terasa dari Yuli dan anaknya, Bian. Mereka terlihat bersemangat menikmati suasana pagi sambil berlari bersama peserta lainnya.

    “Seru banget, apalagi dari 10K, 5K, 2K. Terus anak-anak banget-banget aktivitasnya, dia seru ya pagi-pagi sama ibunya,” ungkapnya.

    Ibu dan anak tersebut juga membagikan rutinitas sederhana menjelang acara untuk menjaga stamina.

    “Persiapannya sih kita biasanya lari pagi ya bang. Kita lari pagi, terus seminggu ini kita makan telur rebus setiap pagi, jadi biar nambah protein. Kemudian dia (Bian) juga sempat suntik vaksin juga sih, buat nambah stamina-nya aja,” ceritanya.

    Bayrun for Charity 2025, Event Lari Ramah Anak dan DisabilitasFoto: Diffa Rezy

    Dari sisi penyelenggara, Komisaris Independen Bayan Group, Budiman, mengatakan kegiatan ini tak hanya berfokus pada olahraga, tetapi juga membangun nilai-nilai keluarga yang kuat.

    “Tentu kita menginginkan pertama keluarga-keluarga di lingkungan Bayan sendiri menjadi keluarga yang baik, sakinah mawardah warohmah lah. Jadi betul-betul supaya kehidupan keluarga menjadi jauh lebih baik gitu. Nah diharapkan juga bukan hanya keluarga Bayan, tetapi dari masyarakat juga bisa membina keluarga, karena kita ketahui dimulai dari keluarga yang baik, kita bisa menciptakan bangsa yang baik,” terangnya.

    Ia menambahkan harapan Bayan Group melalui Bayrun For Charity 2025 adalah agar kegiatan ini bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.

    “Harapan dari Bayan Group adalah terciptanya keluarga-keluarga dan anak-anak bangsa yang menjadi lebih baik untuk kehidupan bangsa selanjutnya.” pungkasnya.

    Selain lomba lari, Bayrun For Charity 2025 juga bekerja sama dengan doctorSHARE dengan menyediakan booth cek kesehatan gratis bagi seluruh peserta. Layanan yang tersedia meliputi medical check up (MCU), pemeriksaan laboratorium sederhana seperti kolesterol, asam urat, dan kadar gula darah sewaktu, hingga pemeriksaan jantung (EKG). Peserta juga bisa mendapatkan edukasi dan konsultasi kesehatan langsung bersama tenaga medis di lokasi.

    (akd/ega)



    Sumber : sport.detik.com