Tag: disfungsi ereksi

  • Waduh, 10 Pekerjaan Ini Bisa Tingkatin Risiko Disfungsi Ereksi!


    Jakarta

    Ternyata pekerjaan tertentu dapat berisiko pada kehidupan seks seseorang, lho. Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa pekerjaan seseorang dapat dikaitkan dengan masalah di ranjang. Lantas, pekerjaan jenis apa sih yang rupanya bisa mengganggu kualitas seks?

    Studi menunjukkan bahwa kerja shift dapat berdampak pada kesehatan seksual pekerjanya. Hal ini merupakan akibat dari kualitas pola tidur seseorang yang buruk sehinggaa dapat mempengaruhi hormon tubuhnya.

    “Ada beberapa cara kerja shift yang dapat berdampak pada tubuh Anda, dan khususnya kehidupan seks Anda,” ungkap alhi farmasi Jana Abelovska, dikutip dari The Sun, Senin (30/10/2023).


    Jana menjelaskan bahwa kerja shift dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh seseorang. Ritme sirkadian adalah jam tubuh yang mengatur pola tidur-bangun dan produksi hormon. Jika ritme ini terganggu, produksi hormom seks akan terdampak.

    “Kerja shift dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh Anda. Ini adalah jam tubuh yang mengatur pola tidur-bangun dan produksi hormon Anda, yang jika terganggu oleh jam kerja yang tidak teratur, dapat berdampak pada produksi hormon seks seperti testosteron dan estrogen,” imbuhnya.

    Tidur sangat penting untuk kesehatan secara keseluruhan, dan kekurangan tidur dapat menyebabkan kelelahan, berkurangnya libido, dan masalah pada fungsi seksual. Namun, bekerja dalam shift juga dapat mengganggu waktu tidur yang menyebabkan seseorang kekurangan tidur.

    Dr Katherine Rodriguez, dari Baylor College of Medicine, mengatakan bahwa masalah ini khususnya terjadi pada mereka yang bekerja di malam hari. Ia menjelaskan bahwa gangguan ritme sirkadian secara signifikan mengganggu fungsi ereksi pada pria.

    “Pria dengan gangguan tidur kerja shift memiliki fungsi ereksi yang lebih buruk, dengan pria yang bekerja shift malam memiliki fungsi ereksi yang lebih buruk lagi. Temuan ini menunjukkan bahwa gangguan ritme sirkadian dapat secara signifikan berdampak pada fungsi ereksi,” ungkapnya.

    Penelitian yang diterbitkan dalam Elsevier’s Journal of Sexual Medicine mengamati bagaimana gangguan tidur pada kerja shift berdampak pada risiko disfungsi ereksi. Mereka mengamati 754 pria yang dirawat karena disfungsi ereksi, 204 di antaranya bekerja dengan sistem kerja shift, dimulai sebelum jam 7 pagi atau setelah jam 6 sore.

    Kerja shift bukan hanya masalah bagi pria. Penelitian lain yang juga diterbitkan dalam Journal of Sexual Medicine mengamati 120 wanita yang bekerja di dua rumah sakit di Iran.

    Penelitian ini mengamati staf perawat wanita yang bekerja shift menemukan bahwa mereka memiliki tingkat hasrat seksual, gairah, lubrikasi, orgasme, dan kenikmatan yang lebih rendah karena kurang tidur.

    10 Pekerjaan yang Dapat Mempengaruhi Kehidupan Seks karena Pola Kerja Shift

    • Polisi
    • Pemadam kebakaran
    • Perawat
    • Dokter
    • Pilot
    • Supir truk
    • Pekerja konstruksi
    • Pelayan
    • Koki
    • Bartender

    NEXT: Cara Meningkatkan Kualitas Tidur Bagi Para Pekerja Shift

    Para ahli merekomendasikan pekerja shift untuk meningkatkan kualitas tidur mereka dengan mengikuti pedoman yang ditetapkan dalam jurnal medis Sleep, termasuk:

    • memprioritaskan tidur dengan menjadwal ulang kegiatan sehari-hari
    • menyempatkan tidur selama 7-9 jam per hari
    • membuat jadwal tidur dan rutinitas tidur
    • tidur siang
    • menciptakan lingkungan tidur yang nyaman
    • mengurangi paparan cahaya sebelum tidur
    • mengurangi konsumsi alkohol, nikotin, kafein, dan jenis obat lainnya
    • menghindari makanan berat dan minum terlalu banyak air selama shift malam
    • berolahraga secara teratur
    • mengembangkan strategi untuk mengatasi masalah tidur seperti relaksasi

    (vyp/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Ada Buktinya! Bapak-bapak yang Insomnia Lebih Rentan Impotensi


    Jakarta

    Sebuah studi terbaru mengungkapkan kemungkinan adanya hubungan antara disfungsi ereksi dan insomnia. Dari penelitian yang dilakukan di Universitas Stanford, diungkapkan bahwa 58 persen pria yang kurang tidur masalah ereksi secara berulang.

    Studi tersebut dipublikasikan pada bulan ini di jurnal European Urology Focus. Penelitian tersebut dilakukan dengan melibatkan 539.109 pria yang didiagnosis mengalami insomnia. Dari keseluruhan partisipan, 356.575 di antaranya dirawat secara medis karena insomnia.

    “Pria yang didiagnosis mengalami insomnia memiliki risiko lebih tinggi mengalami disfungsi ereksi. Lebih buruk, mereka yang dirawat karena insomnia lebih sering mengalami disfungsi ereksi. Hal ini menunjukkan bahwa pengobatan insomnia juga dapat memperburuk disfungsi ereksi,” ucap penulis studi dikutip dari NY Post, Minggu (1/10/2023).


    Umumnya kondisi difungsi ereksi dikaitkan dengan usia, pengobatan tertentu, penyakit, masalah psikologis, kelebihan berat badan, dan merokok. Pada sisi lain, satu dari tiga orang di seluruh dunia mengalami insomnia yang disebabkan oleh stres, pengobatan, kondisi medis, konsumsi kafein, alkohol, dan nikotin.

    Insomnia dapat berdampak buruk pada pengidapnya. Insomnia dapat menyebabkan gangguan kesehatan mental, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, hingga meningkatkan risiko kecelakaan karena waktu reaksi yang lebih lambat.

    Dikutip dari Sleep Foundation, terdapat beberapa makanan yang bisa dikonsumsi untuk mencegah insomnia. Adapun makanan yang terbukti baik secara penelitian untuk meningkatkan kualitas tidur adalah kiwi, ceri, susu, ikan berlemak, kacang, dan nasi.

    Selain itu, makanan yang dapat dikurangi untuk meningkatkan kualitas tidur antara lain junkfood, coklat, keju, kari, dan es krim.

    (avk/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Jangan Sembarangan Pakai Obat Kuat saat Bercinta, Bisa Seserius Ini Efeknya


    Jakarta

    Disfungsi ereksi atau impotensi, mengakibatkan seseorang tidak bisa ereksi dan tidak mampu mempertahankan hubungan seksual cukup lama untuk mencapai kepuasan. Disfungsi ereksi ini terjadi akibat kekurangan suplai darah ke penis sehingga mencegah ereksi saat terjadi rangsangan seksual.

    Pria yang mengidap disfungsi ereksi atau impotensi kerap diberi ‘pil biru’, nama lain dari obat Viagra dengan bahan aktif sildenafil sitrat untuk membantu terjadinya ereksi. Hanya saja obat ini juga banyak disalahfungsikan sebagai ‘obat kuat’ untuk mempertahankan performa di ranjang.

    Meski bisa membantu, pria perlu hati-hati jika ingin mengkonsumsinya, karena dapat berdampak buruk bagi tubuh. Berikut beberapa efek yang dapat ditimbulkan ketika menggunakan obat ini secara berlebihan.


    1. Ereksi berkepanjangan

    Umumnya efek penggunaan Viagra bertahan sekitar empat jam, namun bisa bertahan lebih lama untuk beberapa pria. Dikutip dari Healthline, efek samping yang jarang namun serius yakni priapisme.

    Priapisme merupakan ereksi berkepanjangan pada penis, biasanya tanpa gairah seksual. Saat inilah ereksi dalam waktu lama bisa menimbulkan rasa sakit yang sangat menyakitkan.

    2. Permasalahan jantung

    Konsumsi Viagra yang melebihi dosis dapat menurunkan tekanan darah secara signifikan. Tentunya hal ini bisa menyebabkan masalah jantung, seperti detak jantung tidak teratur atau lebih buruk lagi serangan jantung.

    Dikutip dari Men’sPharmacy, penggunaan Viagra pada seseorang tanpa gangguan disfungsi ereksi tidak dianjurkan, terutama bagi orang dengan permasalahan jantung. Sehingga penting untuk mengkonsumsi Viagra saat diresepkan oleh dokter saja dan harus dipastikan mengkonsumsinya sesuai dosis yang dianjurkan.

    3. Gangguan Penglihatan

    Dikutip dari American Academy of Ophthalmology, sebuah laporan di jurnal Frontiers in Neurology menemukan 17 pria sehat mencari perawatan medis setelah penggunaan Viagra untuk pertama kalinya. Sebelumnya dokter sudah menyarankan dosis yang sesuai, namun para pria tersebut meminumnya tanpa resep dan menggunakannya dengan dosis anjuran tertinggi yakni 100 miligram.

    Setelahnya para pria tersebut mengalami gangguan penglihatan, mulai dari kepekaan cahaya, buta warna, hingga penglihatan berwarna biru. Para ilmuwan menyebut gejalanya berlanjut lama setelah efek obat yang diinginkan hilang. Bagi sebagian pria gangguan penglihatan berlangsung selama tiga minggu.

    4. Penyakit lainnya

    Beberapa potensi efek samping yang bisa ditimbulkan konsumsi Viagra adalah sakit kepala, hidung tersumbat, atau mimisan. Pada beberapa kasus yang jarang terjadi, Viagra dapat menyebabkan pingsan serta gangguan pendengaran.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Marak ‘Pil Biru’ Dijual di Pinggir Jalan, Bisa Begini Efeknya Jika Asal Dikonsumsi

    Jakarta

    Istilah ‘pil biru’ mungkin belakangan makin sering terdengar di kalangan masyarakat awam. Pil biru, atau yang dikenal juga dengan sebutan viagra, adalah obat yang umumnya digunakan untuk mengobati gangguan fungsi seksual pada pria, seperti disfungsi ereksi.

    Kendati diperuntukkan untuk menangani gangguan fungsi seksual, tak sedikit yang memanfaatkan sebagai obat kuat untuk menunjang performa seksual. Untuk bisa mendapatkan obat tersebut, seseorang hanya bisa membelinya di apotik dengan resep yang dianjurkan oleh dokter.

    Meski begitu, tak jarang Anda mendapati pedagang ‘nakal’ yang menjajakan viagra dan obat kuat lainnya di pinggir jalan saat malam hari. Lantas, boleh nggak sih kita membeli dan mengonsumsi obat-obat yang dijual oleh pedagang-pedagang tersebut?


    Spesialis urologi dr Widi Atmoko, SpU(K), FECMS, FICS, mewanti-wanti masyarakat agar tidak membeli viagra maupun obat kuat dari pedagang kaki lima. Pasalnya, berdasarkan hasil penelitian yang pernah dilakukan ternyata tidak semua obat yang dijual di jalanan itu berkhasiat, bahkan ada yang palsu.

    “Kita pernah melakukan penelitian, banyak sekali obat itu dalam tanda kutip palsu. Jadi hari-hati nanti untuk obat yang tidak dijual di apotik secara resmi,” ucapnya dalam konferensi pers, Jumat (22/9/2023).

    Selain pedagang kaki lima, dr Widi juga mengimbau masyarakat untuk tidak sembarangan membeli obat lewat situs online.

    “Bahkan yang dijual online pun banyak yang tidak resmi, tidak asli. Udah obatnya mahal, terus nggak ada efek, ya sayang,” imbuhnya.

    Kenapa Harus Ada Resep Dokter?

    dr Widi mengatakan meski aman dikonsumsi, penggunaan viagra atau obat kuat harus tetap berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Sebab, ada banyak jenis pil biru yang beredar dengan dosis yang berbeda-beda.

    “Dibilang aman ya aman, tapi sesuai dosisnya. Karena banyak sekali dosisnya, ada yang kerjanya 4-6 jam, ada yang sampai 36 jam,” ujarnya.

    dr Widi menambahkan pemakaian pil biru juga harus menyesuaikan dengan kebiasaan aktivitas seksual dari si pasien itu sendiri. Obat kuat atau viagra baru bisa berfungsi jika dibarengi dengan aktivitas seks.

    Jika pemakaian viagra atau obat kuat dilakukan secara sembarangan, maka bisa menimbulkan gangguan pada pembuluh darah.

    “Obat kuat itu berkaitan dengan masalah pembuluh darah dan tekanan darah. Sehingga nanti ada beberapa faktor indikasi, misalnya obat-obat penggunaannya secara bersamaan bisa menyebabkan tensi. Itu kita harus hati-hati. Makanya pemberian obat ini harusnya ketemu dokter tersebut dahulu,” pungkasnya.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 8 Cara Alami Tingkatkan Gairah Seksual Pria, Nggak Perlu Obat Kuat


    Jakarta

    Hubungan seks adalah hal yang penting untuk meningkatkan keharmonisan rumah tangga. Apabila gairah seks tiba-tiba anjlok, tentu hal ini akan mengurangi kenikmatan dalam berhubungan intim.

    Kurangnya gairah seksual pada pria bisa disebabkan oleh berbagai hal. Mulai dari masalah hubungan, stres, obat-obatan, hingga rendahnya kadar testosteron pada tubuh.

    Jangan khawatir, adapun berikut ini adalah beberapa cara alami yang dapat dilakukan pria dikutip dari beberapa sumber:


    Coba Makan Cokelat

    Cokelat sudah lama menjadi simbol hasrat, bukan hanya karena rasanya yang enak, namun juga manfaatnya untuk meningkatkan gairah seksual. Cokelat membantu pelepasan serotonin yang dapat menghasilkan efek afrodisiak dan peningkatan suasana hati.

    Serotonin juga memiliki peran dalam pengaturan aliran darah ke jaringan genital yang bertanggung jawab atas besar tidaknya libido.

    Konsumsi Seafood

    Konsumsi makanan laut seperti oyster dan ikan salmon sangat baik untuk meningkatkan gairah seksual. Oyster merupakan makanan laut yang kaya akan zinc dan baik untuk meningkatkan aliran darah, khususnya ke organ seksual.

    Pada sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2018, kekurangan zinc juga memiliki pengaruh pada tingkat testosteron.

    Kelola Stres

    Tingkat stres yang tinggi juga berperan pada menurunnya gairah seksual. Stres kronis dapat mempengaruhi sistem reproduksi seperti perubahan kadar testosteron, disfungsi ereksi, hingga menyebabkan penurunan keinginan seks.

    Untuk mengelola stres, coba lakukan aktivitas fisik secara teratur, mencari dukungan sosial, tingkatkan kualitas tidur, dan coba teknik relaksasi seperti meditasi.

    Berkomunikasi dengan Pasangan

    Faktor mental dan emosional mungkin juga menjadi salah satu faktor penyebab menurunnya gairah seksual. Berbicara dengan pasangan seksual terkait berbagai masalah dapat membantu meningkatkan fungsi ereksi dan mengurang tekanan yang mungkin dirasakan.

    Olahraga Teratur

    Dalam sebuah penelitian yang dilakukan pada 20.700 pria di atas usia 40 tahun menunjukkan bahwa olahraga dapat membantu mencegah disfungsi ereksi. Sementara kurangnya aktivitas fisik dapat berdampak negatif pada fungsi ereksi.

    Olahraga dapat meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk ke penis. Dalam penelitian tersebut, ahli meminta partisipan melakukan latihan aerobik selama 40 menit sebanyak empat kali dalam seminggu.

    Hindari Makanan ‘Penurun’ Libido

    Terdapat beberapa makanan inflamasi yang dapat menurunkan libido yang harus dikurangi ketika sedang mengalami masalah kurang gairah seksual. Adapun makanan tersebut adalah sebagai berikut:

    • Lemak jenuh
    • Daging merah dan olahan
    • Tepung halus
    • Gula
    • Telur
    • Ikan putih
    • Soda
    • Biji-bijian olahan di roti, pasta, dan nasi putih

    Eksplorasi Hal Baru

    Melakukan eksplorasi hal-hal baru bersama pasangan dapat meningkatkan gairah seksual. Beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain menggunakan sex-toys, mencoba foreplay, dan ‘menjelajahi’ zona sensitif pasangan.

    Batasi Alkohol dan Rokok

    Studi pada tahun 2018 menunjukkan bahwa alkohol dapat menurunkan sensitivitas penis dengan menekan sistem saraf pusat dan memperlambat penyampaian informasi dari otak ke penis. Membatasi atau menghindari alkohol dapat meningkatkan fungsi ereksi.

    Selain itu, rokok juga dapat mengurangi aliran darah ke penis dan meningkatkan kemungkinan disfungsi ereksi. Merokok dapat merusak pembuluh darah dan memiliki kaitan dengan penyakit jantung.

    (avk/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Apa Itu Impoten? Berikut Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya

    Jakarta

    Disfungsi ereksi, juga dikenal sebagai impotensi, adalah ketidakmampuan untuk mendapatkan dan mempertahankan ereksi yang cukup untuk melakukan hubungan seksual.

    Kondisi disfungsi ereksi adalah masalah yang sangat umum, terutama di kalangan pria yang lebih tua. Diperkirakan setengah dari semua pria berusia antara 40 dan 70 tahun terpengaruh sampai taraf tertentu.

    Apa itu Impotensi?

    Dikutip dari PBS, Disfungsi ereksi, umumnya dikenal sebagai impotensi, adalah ketidakmampuan terus-menerus untuk mencapai atau mempertahankan ereksi berkualitas yang cukup untuk hubungan seksual yang memuaskan. Impotensi adalah gejala, bukan penyakit, tetapi disfungsi ereksi bisa menjadi masalah medis yang serius.


    Masalah umum pada pria yang ditandai dengan ketidakmampuan terus-menerus untuk mempertahankan ereksi yang cukup untuk melakukan hubungan seksual, atau ketidakmampuan mencapai ejakulasi, atau keduanya.

    Impoten dapat bervariasi, hal ini dapat mencakup ketidakmampuan total untuk mencapai ereksi atau ejakulasi, kemampuan yang tidak konsisten untuk melakukannya, atau kecenderungan untuk mempertahankan ereksi dalam waktu yang sangat singkat.

    Penyebab Impotensi

    Disfungsi ereksi terjadi karena berbagai penyebab, berikut penyebabnya:

    1. Merokok

    Merokok telah terbukti mengganggu aliran darah arteri dan juga dapat merusak arteri penis, mengurangi aliran darah yang dibutuhkan untuk mempertahankan ereksi.

    2. Diabetes

    Ini adalah salah satu penyebab impotensi yang paling umum, karena diabetes dapat menyebabkan perubahan aliran darah melalui penyempitan pembuluh darah, atau kerusakan ujung saraf di penis.

    3. Ketidakseimbangan Hormon

    Hanya sebagian kecil kasus impotensi yang disebabkan oleh masalah hormonal, seperti testosteron yang tidak mencukupi.

    4. Kerusakan Neurologis

    Cedera pada sumsum tulang belakang atau otak, atau penyakit saraf seperti penyakit Alzheimer dapat menyebabkan impotensi. Disfungsi ereksi sering dikaitkan dengan multiple sclerosis dan penyakit Parkinson.

    5. Bedah Panggul

    Pembedahan atau radiasi pada perut, kandung kemih, rektum, atau usus besar dapat menyebabkan kerusakan saraf di area tersebut. Kerusakan dapat mengganggu sinyal yang harus ditransmisikan antara otak dan alat kelamin untuk memungkinkan ereksi dan orgasme.

    6. Trauma Panggul

    Cedera akibat kecelakaan, terutama kecelakaan yang berhubungan dengan bersepeda, olahraga air, senam, dan menunggang kuda, dapat menyebabkan impotensi.

    7. Obat-obatan

    Banyak obat resep, terutama obat tekanan darah atau antidepresan, dapat menyebabkan impotensi, seperti halnya beberapa obat bebas.

    8. Psikologis

    Depresi, kecemasan, masalah harga diri, kemarahan, ketakutan, dan penyakit mental lainnya dapat menyebabkan impotensi.

    9. Penyakit Vaskular

    Penyakit vaskular seperti pengerasan pembuluh darah atau penyakit jantung dapat mengurangi aliran darah, mengurangi kemampuan penis untuk tumbuh cukup untuk mempertahankan ereksi.

    Faktor Risiko Impotensi

    Meskipun penyebab impotensi bersifat fisik dan psikologis, ada faktor gaya hidup dan medis tertentu yang dapat meningkatkan risiko penyebab tersebut. Misalnya, penggunaan tembakau dapat membatasi aliran darah ke pembuluh darah vena dan arteri, menyebabkan masalah pembuluh darah dari waktu ke waktu yang menyebabkan impotensi.

    Usia adalah salah satu faktor risiko terbesar dalam impotensi. Impotensi terjadi pada sekitar 20-40 persen pria yang lebih tua. Penelitian telah menunjukkan bahwa risiko impotensi pada pria berusia antara 40 dan 70 tahun meningkat sebesar 10% setiap tahun.

    Ada banyak alasan, seperti penis menjadi kurang sensitif terhadap rangsangan, kadar hormon menurun, masalah kardiovaskular menjadi lebih umum, dan libido secara alami menurun seiring bertambahnya usia.

    Faktor risiko lain termasuk obesitas, cedera yang merusak saraf atau arteri yang terlibat dalam ereksi, minuman keras, atau alkoholisme. Terkadang impotensi dapat dicegah dengan perubahan gaya hidup, seperti mengurangi minum dan merokok, namun terkadang memerlukan pengobatan khusus.

    Dalam kasus lain, pengobatan seperti terapi radiasi atau operasi prostat dapat menjadi faktor risiko impotensi dan mungkin diperlukan untuk menyelamatkan nyawa pasien.

    Gejala Impotensi

    Dikutip dari Everyday Health, impoten menunjukkan beberapa gejalas jika menderita impotensi, ada beberapa gejala yang mungkin dialami sebagai berikut:

    1. Kesulitan mendapatkan ereksi

    2. Kesulitan mempertahankan ereksi untuk waktu yang lama

    3. Gairah seksual menurun

    4. Perasaan malu atau bersalah inferioritas

    5. Gejala gangguan seksual lainnya

    Beberapa kelainan seksual terkait dengan impoten dan dapat menyebabkan gejala seperti impoten, seperti:

    • Ejakulasi dini (ejakulasi terlalu cepat)
    • Ketidakmampuan untuk orgasme setelah rangsangan yang memadai
    • Ejakulasi tertunda (ketika ejakulasi terlalu lama)

    Pencegahan Impoten

    Langkah-langkah tertentu dapat membantu menurunkan risiko impotensi, di antaranya sebagai berikut :

    1. Makan makanan yang sehat
    2. Berhenti merokok
    3. Menurunkan berat badan berlebih
    4. Berolahraga setiap hari
    5. Menjaga tekanan darah normal dan kadar kolesterol
    6. Mendapatkan bantuan untuk masalah kecanduan alkohol atau narkoba
    7. Belajar tentang efek samping dari obat-obatan yang diminum
    8. Mempertimbangkan konseling pasangan jika Anda dan pasangan kesulitan berkomunikasi

    Cara Mengatasi Impoten

    Pengobatan disfungsi ereksi terutama dilakukan dengan menghilangkan penyebab masalahnya, baik itu fisik maupun psikologis.

    Perubahan gaya hidup

    Dalam kasus ini, dokter Anda mungkin menyarankan penurunan berat badan untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Ini dapat membantu meringankan gejala dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

    Pemberian obat untuk mengatasi aterosklerosis

    Penyempitan arteri atau aterosklerosis adalah salah satu penyebab impotensi yang paling umum. Selain perubahan gaya hidup, pasien juga diberi obat penurun kolesterol statin dan obat penurun tekanan darah.

    Obat-obatan untuk disfungsi ereksi dan pompa penis

    Obat jenis sidenafil bisa memperbaiki disfungsi ereksi, meski tidak mengobati secara keseluruhan. Sedangkan pompa penis membantu mengalirka n darah ke kepala Mr P.

    Perawatan psikologis

    Jenis penanganan ini termasuk terapi perilaku kognitif (CBT) dan terapi seks. Secara umum, pengobatan untuk disfungsi ereksi telah meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Namun, kebanyakan pria akhirnya bisa berhubungan seks lagi.

    (row/row)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Bapak-bapak! Ini 9 Makanan yang Bikin Ereksi Lebih Lama


    Jakarta

    Menurut penelitian, sekitar sepertiga dari semua pria mengalami disfungsi ereksi (DE). Disfungsi ereksi adalah kondisi ketika pria tidak mampu mempertahankan ereksi saat berhubungan seksual. Disfungsi ereksi dapat diatasi, salah satunya melalui pilihan asupan makanan.

    Dikutip dari Proactive Men’s Medical Center, beberapa makanan yang dapat membantu pria mencapai dan mempertahankan ereksi yang lebih kuat. Pasalnya, makanan dapat berpengaruh terhadap kondisi psikologis dan fisik, sehingga bisa membantu pria mencapai ereksi dalam durasi lebih lama.

    Berikut adalah 9 makanan yang dapat dikonsumsi untuk meningkatkan ereksi penis:


    1. Semangka

    Semangka mengandung citrulline, prekursor lain untuk asam nitrat. Ini adalah makanan untuk ereksi yang baik karena melebarkan dan melemaskan pembuluh darah sehingga darah lebih mudah mengalir ke penis.

    Kandungan citrulline semangka membuatnya mirip dengan makanan lain untuk kesehatan penis, seperti timun, pare, dan labu.

    2. Bayam dan sayuran hijau lainnya

    Bayam mengandung oksida nitrat yang tinggi sehingga membantu arteri mengembang dan terisi darah.

    Sebuah penelitian menemukan bahwa ketika bayam disajikan dalam sup dengan bawang bombay, kaldu ayam rendah sodium, dan lada hitam, secara signifikan meningkatkan kadar nitrat sementara dan hanya menambahkan 94 kalori ekstra ke dalam makanan.

    Oksida nitrat dalam bayam dan makanan berdaun hijau lainnya, seperti kangkung dan arugula tidak hanya berfungsi untuk kesehatan penis, tetapi juga seluruh sistem pembuluh darah.

    3. Kopi

    Makanan lain yang membantu pertumbuhan penis adalah kopi. Kopi tanpa gula dan krim memiliki kurang dari 5 kalori. Kopi adalah salah satu makanan paling ringan yang membantu disfungsi ereksi.

    Sebuah studi menemukan bahwa pria yang minum antara 170-375 miligram kafein atau kira-kira 2-3 cangkir setiap hari memiliki tingkat disfungsi ereksi yang lebih rendah. Kafein adalah makanan untuk kesehatan penis yang efektif karena melemaskan otot polos penis dan membuka jalan bagi darah untuk mengisinya.

    4. Cokelat hitam

    Cokelat hitam adalah makanan utama untuk ereksi kuat karena mengandung dengan flavonoid yang memudahkan aliran darah ke seluruh tubuh. Karena cokelat hitam seringkali tinggi gula dan lemak, makan terlalu banyak bisa membuat berat badan bertambah. Satu ons cokelat hitam mengandung 155 kalori dan 9 gram lemak.

    5. Salmon

    Salmon adalah salah satu makanan terbaik untuk membantu ereksi karena kaya akan vitamin D. Vitamin D terbukti membantu mencegah disfungsi endotel, yaitu saat arteri, pembuluh darah, dan organ tidak dapat mengedarkan darah dengan baik.

    6. Pistachio

    Pistachio dikemas dengan arginine yang membuatnya sangat baik untuk pertumbuhan penis. Arginine mendorong produksi oksida nitrat yang membantu mengatur aliran darah ke penis dan bagian tubuh lainnya.

    7. Almond, kenari, dan kacang-kacangan lainnya

    Almond, kenari, dan banyak jenis kacang lainnya kaya akan high-density lipoprotein (HDL) atau dikenal sebagai ‘kolesterol baik’. Kolesterol baik menyerap kolesterol jahat dan membawanya kembali ke hati.

    Kolesterol jahat yang tersangkut di arteri dan pembuluh darah menghalangi aliran darah ke organ, termasuk penis. Makan kenari, almond, dan kacang-kacangan lainnya memberi tubuh apa yang dibutuhkan untuk membawa kolesterol jahat ke hati untuk dapat dipecah dan dibuang sebagai limbah.

    8. Jeruk dan blueberry

    Sama seperti cokelat hitam, jeruk dan blueberry mengandung flavonoid. Ini menjadikannya salah satu makanan terbaik untuk disfungsi ereksi. Flavonoid mendorong aliran darah, yang memungkinkan penis membesar setelah dirangsang.

    Sebuah studi oleh Universitas Oxford menemukan bahwa efek makanan kaya flavonoid mengurangi kemungkinan disfungsi ereksi antara 9-11 persen.

    9. Makanan pedas dan panas

    Zat capsaicin yang ditemukan dalam cabai dapat membantu ereksi. Para peneliti di Prancis menemukan bahwa pria yang makan lebih banyak makanan panas memiliki kadar testosteron lebih tinggi.

    Studi lain juga menemukan korelasi langsung antara gejala testosteron rendah pada pria dan sulitnya mendapatkan serta mempertahankan ereksi.

    Jika mengidap disfungsi ereksi, cobalah mengonsumsi makanan di atas. Makanan tersebut memudahkan tubuh untuk mengalirkan darah ke penis saat menerima rangsangan, sekaligus bermanfaat bagi sistem dan organ peredaran darah yang lain. Tentunya, asupan makan juga perlu dibarengi dengan gaya hidup sehat.

    (vyp/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 5 Manfaat Tisu Magic, Beserta Cara Pakai dan Efek Sampingnya

    Jakarta

    Berdasarkan penelitian, sebagian besar pria setuju dengan eksistensi dan manfaat tisu magic. Benda ini merupakan sejenis tisu basah yang dimanfaatkan pria agar tetap kuat dalam memuaskan pasangannya saat sedang berhubungan intim.

    Biasanya, tisu magic digunakan beberapa menit sebelum melakukan seks untuk membuat penis mati rasa. Sehingga, durasi saat berhubungan akan lebih lama. Namun, perlu diketahui juga efek samping dari penggunaannya.

    Untuk mengetahuinya, simak penjelasan mengenai 5 manfaat tisu magic, lengkap dengan cara pakai dan efek sampingnya berikut ini.


    Apa Itu Tisu Magic?

    Mengutip Medical News Today, tisu magic (dalam bahasa Inggris: premature ejaculation wipes) merupakan tisu yang mengandung ‘benzokain’ dalam dosis rendah.

    Tisu ini merupakan alat bantu yang digunakan pria sesaat sebelum berhubungan intim untuk mencegah ejakulasi dini.

    Kandungan dalam tisu tersebut berfungsi untuk mengurangi sensitivitas kulit di kepala dan batang penis yang dapat menunda respons ejakulasi tersebut.

    Selain itu, benzokain dalam tisu magic terbukti dapat ditoleransi dengan baik oleh para pria karena mereka mengalami kepuasan seksual yang lebih tinggi dan memiliki kontrol lebih besar atas ejakulasi mereka.

    Cara Pakai Tisu Magic

    Berikut ini adalah cara pakai tisu magic sebelum melakukan hubungan seksual:

    1. Pertama, pastikan tangan dalam keadaan bersih sebelum mengaplikasikannya. Kemudian, oleskan tisu magic pada area penis yang sensitif untuk melembabkan kulit. Cukup gunakan satu lembar tisu untuk sekali pemakaian.
    2. Tunggulah sekitar 5 sampai 10 menit agar tisu magic dapat bekerja. Biarkan hingga kering dan cuci bersih dengan sabun agar tidak terasa pahit saat melakukan oral seks.

    Manfaat Tisu Magic

    Dikutip dari laman Healthline, berikut ini adalah 5 manfaat tisu magic.

    1. Mencegah Ejakulasi Dini

    Tisu magic bermanfaat untuk mengatasi masalah ejakulasi dini. Pasalnya, kandungan benzokain dalam tisu tersebut dapat menurunkan sensitivitas kulit kepala dan batang penis.

    Secara teori, benzokain dalam jumlah rendah berfungsi untuk mengurangi stimulasi yang berlebihan pada penis. Sehingga, pria dapat mengontrol ejakulasi di saat yang pas saat mereka ingin melakukannya.

    Berdasarkan penelitian di tahun 2017, 4 persen kandungan benzokain dalam tisu magic mampu memberikan efek ejakulasi lebih lama sehingga meningkatkan kepuasan seksual saat melakukan hubungan intim.

    2. Mengandung Anestesi Lokal

    Manfaat tisu magic selanjutnya adalah sebagai anestesi lokal karena kandungan benzokain di dalamnya. Zat ini memiliki efek mematikan ujung saraf di bawah permukaan kulit.

    Ketika benzokain dioleskan ke kulit, zat tersebut akan menghalangi saluran yang membantu natrium mengaktifkan sinyal.

    Bila saluran tersebut dihentikan atau diblokir, pria akan mati rasa (tidak merasakan apapun) ketika sesuatu mengganggusarafnya.

    3. Durasi Seks yang Lebih Lama

    Tisu magic dapat membuat pria lebih lama mengontrol durasi ereksi dan mencegah ejakulasi dini sehingga durasi seks menjadi lebih tahan lama.

    Berdasarkan sebuah studi pada tahun 2019, para peserta penelitian tersebut dapat meningkatkan waktu rata-rata ejakulasi hampir 3 menit daripada biasanya, hanya dengan penggunaan tisu magic selama 30 hari.

    Bahkan, setelah 2 bulan, efeknya lebih besar menjadi 5,5 menit (329 detik).

    4. Meningkatkan Kepercayaan Diri

    Tisu magic dapat membantu pria untuk memuaskan pasangannya. Sehingga, hal ini dapat membantu mereka meningkatkan kepercayaan diri dalam melakukan hubungan seks.

    Selain itu, kepercayaan diri pria juga dapat bertambah saat mereka tidak merasa stres akibat masalah ejakulasi dini. Perasaan ini pun bisa menular juga ke pasangannya karena sama-sama merasa puas.

    5. Hubungan Seks yang Lebih Sehat

    Manfaat tisu magic yang paling utama adalah menenangkan saraf sensitif pria sehingga membuat mereka memegang kontrol akan ejakulasi saat berhubungan seks. Hal ini juga akan berpengaruh pada durasi seks yang cenderung lebih tahan lama.

    Dengan begitu, kesenjangan antara orgasme pria dan pasangannya dapat teratasi. Sehingga kehidupan hubungan seks dapat terjalin dengan lebih sehat dan bahagia.

    Efek Samping Tisu Magic

    Meskipun ada sejumlah manfaat tisu magic tetapi pastikan tidak menggunakannya secara berlebihan.

    Berikut adalah beberapa efek samping penggunaan tisu magic pada pria jika digunakan secara berlebihan.

    • Menimbulkan disfungsi ereksi karena kurangnya sensasi selama berhubungan seksual
    • Menyebabkan kulit kering dan agak bersisik
    • Menimbulkan rasa gatal
    • Memungkinkan adanya perubahan warna kulit
    • Dapat menyebabkan peradangan
    • Adanya sensasi terbakar atau rasa menyengat
    • Menimbulkan rasa sakit

    Nah, demikian penjelasan mengenai manfaat tisu magic, lengkap dengan cara pakai dan efek sampingnya. Tetap berhati-hati saat menggunakan produk tersebut ya, detikers. Semoga membantu!

    (inf/inf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 3 Pemicu Pria Alami Ejakulasi Tertunda, Sperma Tak Keluar Meski Sudah Klimaks


    Jakarta

    Ejakulasi adalah salah satu tahap yang ditunggu sebagian besar pasutri ketika bercinta. Ejakulasi menjadi tanda pria mencapai klimaks dari rangsangan seksual sebelumnya. Ejakulasi juga menjadi salah satu upaya pasutri untuk menghasilkan kehamilan.

    Namun, beberapa pria mungkin mengalami gangguan seksual yang menyebabkan ejakulasi tertunda (DE). Kondisi ini bisa saja membuat pria tidak nyaman dan malu terhadap pasangan.

    Dikutip dari Healthline, ejakulasi tertunda terjadi ketika pria membutuhkan rangsangan seksual dalam waktu lama untuk ejakulasi. Pria butuh waktu lebih dari 30 menit rangsangan seksual untuk mencapai orgasme dan ejakulasi.


    Dalam beberapa kasus, ejakulasi tidak dapat dicapai sama sekali. Kebanyakan pria mengalami ejakulasi tertunda dari waktu ke waktu, tetapi bagi pria lain mungkin menjadi masalah seumur hidup.

    Meskipun tidak menimbulkan risiko medis yang serius, kondisi ini dapat menjadi sumber stres dan menimbulkan masalah dalam kehidupan seks serta hubungan dengan pasangan.

    Ejakulasi tertunda yang menjadi masalah seumur hidup sangat berbeda dengan yang berkembang di kemudian hari. Beberapa pria memiliki masalah umum ketika ejakulasi tertunda terjadi di semua situasi seksual. Sementara bagi pria lain, itu hanya terjadi dengan pasangan tertentu atau dalam keadaan tertentu. Ini dikenal sebagai “ejakulasi tertunda situasional.”

    Penyebab Ejakulasi Tertunda

    Ada banyak kemungkinan penyebab ejakulasi tertunda, antara lain:

    1. Faktor psikologis

    Ejakulasi tertunda dapat terjadi karena pengalaman traumatis. Budaya yang tabu atau agama dapat memberi konotasi negatif pada seks. Kecemasan dan depresi dapat menekan hasrat seksual yang juga menyebabkan ejakulasi tertunda

    Hubungan yang buruk dengan pasangan, kemarahan, miskomunikasi dapat memperburuk ejakulasi tertunda. Kekecewaan pada realita seksual dengan pasangan dibandingkan dengan fantasi juga bisa mengakibatkan kondisi ini. Akibatnya, pria ejakulasi saat masturbasi tapi tidak bisa ketika dirangsang oleh pasangan.

    2. Faktor fisik

    Faktor fisik penyebab ejakulasi tertunda meliputi:

    • Kerusakan saraf di tulang belakang atau panggul
    • Operasi prostat tertentu yang menyebabkan kerusakan saraf
    • Penyakit jantung yang mempengaruhi tekanan darah ke daerah panggul
    • Infeksi prostat atau saluran kemih
    • Neuropati atau stroke
    • Hormon tiroid rendah
    • Kadar testosteron rendah
    • Cacat lahir yang mengganggu proses ejakulasi

    3. Bahan kimia

    Bahan kimia tertentu dapat memengaruhi saraf yang terlibat dalam ejakulasi. Hal ini dapat memengaruhi ejakulasi dengan dan tanpa pasangan.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Mr P Nggak Tegang di Pagi Hari Pertanda Masalah Kesehatan? Ini Faktanya


    Jakarta

    Ereksi di pagi hari adalah sesuatu yang normal. Saking seringnya terjadi, beberapa orang mungkin menganggap enteng hal ini. Di samping itu, nihilnya ereksi di pagi hari juga bisa menjadi indikator masalah kesehatan, mulai dari kesehatan seksual hingga kesehatan jantung dan pembuluh darah.

    Meski begitu, istilah morning wood ini tidak sepenuhnya akurat. Pasalnya, ereksi tidak hanya terjadi di pagi hari, tetapi bisa juga dialami di malam hari karena beberapa alasan. Faktanya, menurut International Society for Sexual Medicine, kebanyakan pria mengalami antara tiga sampai lima kali ereksi pada malam hari.

    Memiliki morning wood adalah hal yang normal dan bukan tanda masalah kesehatan atau seksual. Ini merupakan pertanda baik bahwa seseorang memiliki fungsi seksual yang normal dan aliran darah yang sehat ke penis.


    Ereksi terjadi ketika sistem saraf meningkatkan suplai darah ke penis sehingga memungkinkan darah mengalir ke jaringan ereksi. Saat tekanan darah meningkat, penis menjadi lebih kencang dan menciptakan ereksi. Ini dapat terjadi saat bangun tidur, berhubungan seks atau masturbasi, atau pada tahap tertentu dari siklus tidur malam.

    Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan ereksi pagi, di antaranya:

    • Stimulasi mental
    • Stimulasi fisik
    • Perubahan hormon
    • Perlu buang air kecil

    Terbangun tanpa morning wood juga hal yang normal. Namun, jika sering bangun tanpa ereksi atau tiba-tiba mengalami penurunan ereksi di malam dan pagi hari, ini bisa menjadi tanda masalah kesehatan mendasar yang mungkin menyebabkan disfungsi ereksi (DE).

    Disfungsi ereksi juga dapat berkembang sebagai akibat dari masalah psikologis, seperti kecemasan tentang seks, depresi, stres kronis, dan kepercayaan diri yang rendah. Jika mengalami hal ini, ada baiknya untuk datang ke ahli kesehatan untuk mencari solusi dari masalah ini.

    (vyp/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy