Tag: doa setelah sholat

  • Doa dan Dzikir Setelah Sholat Ashar Lengkap: Arab, Latin dan Artinya


    Jakarta

    Waktu Ashar menjadi penutup siang dan pembuka menuju malam. Rasulullah SAW sangat menekankan pentingnya menjaga sholat ini karena banyak keberkahan yang terdapat di waktu tersebut.

    Setelah menunaikan sholat Ashar, dianjurkan bagi muslim untuk memperbanyak zikir dan doa. Waktu antara Ashar dan Maghrib adalah salah satu waktu mustajab untuk berdoa, sebagaimana disebutkan dalam beberapa hadits.


    Rasulullah SAW bersabda,

    “Sesungguhnya pada hari Jumat ada suatu waktu, tidaklah seorang hamba muslim berdoa pada waktu itu, melainkan Allah pasti mengabulkannya.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Para ulama menjelaskan bahwa waktu yang dimaksud adalah setelah sholat Ashar hingga Maghrib, terutama pada hari Jumat.

    Mengutip buku Al-Matsurat Qubro & Dzikir Asmaul Husna Disertai Dalil Hadist, dalam hadits yang diriwayatkan Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda, “Aku duduk bersama orang-orang yang berdzikir kepada Allah mulai sholat Subuh sampai terbit matahari lebih aku sukai daripada memerdekakan empat orang budak dari anak Ismail.

    Aku duduk bersama orang-orang yang berdzikir kepada Allah dari mulai sholat Ashar sampai terbenam matahari lebih aku cintai dari pada memerdekan empat orang budak.” (HR Abu Dawud)

    Imam Ibnu Qayyim RA mengatakan, hadits ini menegaskan waktu pagi yang disyariatkan berdzikir dimulai setelah sholat Subuh hingga terbitnya matahari. Waktu petang dimulai setelah sholat Ashar hingga terbenamnya matahari.

    Doa Setelah Sholat Ashar

    Setelah sholat Ashar bisa membaca doa berikut:

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

    اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. حَمْدًا يُوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ. يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ الْكَرِيْمِ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ

    Bismillahirrahmaanirrahim. Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin, hamdan yuwaafii ni’amahu wayukaafii maziidahu. Ya rabbanaa lakal hamdu kamaa yan baghhi lijalaali wajhika wa’azhiimi sulthaanika

    اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد

    Allahumma shalli ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa’alaa aali sayyidinaa muhammad

    اَللَّهُمَّ رَبَّنَا تَـقَـبَّلْ مِنَّا صَلاَتَنَا وَصِيَا مَنَا وَرُكُوْ عَنَا وَسُجُوْدَنَا وَقُعُوْدَنَا وَتَضَرُّ عَنَا وَتَخَشُّوْ عَنَا وَتَعَبُّدَنَا وَتَمِّمْ تَقْصِيْرَ نَا يَا اَلله يَا رَبَّ الْعَا لَمِيْنَ

    Allahumma rabbanaa taqabbal minna shalaataana washiyaamanaa warukuu’anaa wasujuudanaa waqu’uudanaa watadlarru’anaa, watakhasysyu’anaa wata’abbudanaa, watammim taqshiiranaa yaa Allah yaa rabbal’aalamin

    رَبَّنَا ضَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْ حَمْنَا لَنَكُوْ نَنَّ مِنَ الْخَا سِرِ يْنَ

    Rabbana dzhalamnaa anfusanaa wa-inlamtaghfir lana watarhamnaa lanakuunanna minal khaasiriin

    رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِ يْنَ مِنْ قَبْلِنَا

    Rabbanaa walaa tahmil’alainaa ishran kama hamaltahul’alal ladziina min qablinaa

    رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَا قَتَا لَنَا بِهِ, وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْلَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَ نَا فَا نْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَا فِرِيْنَ

    Rabbanaa walaa tuhammilnaa maalaa thaaqata lanaa bihii wa’fu’anna waghfir lanaa warhamnaa anta maulaanaa fanshurnaa ‘alal qaumil kaafiriin

    رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوْ بَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَ يْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَّدُ نْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

    Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba’da idzhadaitanaa wa’hablanaa min ladunka rahmatan innaka antal wahhab

    رَبَّنَا غْفِرْلَنَا وَلِوَالِدِيْنَ وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ أَلْأَ حْيَآءِمِنْهُمْ وَاْلأَ مْوَاتِ, اِنَّكَ عَلَى قُلِّ ثَيْءٍقَدِيْرِ

    Rabbanaghfir lanaa waliwaalidinaa walijami’il muslimin walmuslimaati wal mu’miniina walmu’minati. Al ahyaa-i-Minhum wal amwaati, innaka alaa kuli syai’in qadiir

    رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآ خِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Rabbanaa aatinaa fiddunyaa hasanatan wafil aakhirati hasanatan waqinaa adzaabannaar.

    اللهم اغفر لنا ذنوبناوكفرعنا سيئاتنا وتوفنا مَعَ الْأَ بْرَارِ

    Allahummaghfirlanaa dzunuubanaa wakaffir anna sayyiaatinaa watawaffanaa maalabraari

    سُبْحَانَ رَبِّكِ رَبِّ الْعِزَةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْ سَلِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

    Subhaana rabbika rabbil I’zzati ammaa yashifuuna wasalaamun ‘alal mursalhna wal-hamdu lillaahi rabbil ‘aalamiina

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

    Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Dengan puji yang sebanding dengan nikmat-Nya dan menjamin tambahannya. Ya Allah Tuhan Kami, bagi-Mu segala puji dan segala apa yang patut atas keluhuran Dzat-Mu dan Keagungan kekuasaan-Mu. “Ya Allah! Limpahkanlah rahmat dan salam atas junjungan kita Nabi Muhammad dan sanak keluarganya.

    Ya Allah terima sholat kami, puasa kami, ruku kami, sujud kami, duduk rebah kami, khusyu’ kami, pengabdian kami, dan sempurnakanlah apa yang kami lakukan selama sholat ya Allah. Tuhan seru sekalian alam.

    Ya Allah, kami telah aniaya terhadap diri kami sendiri, karena itu ya Allah jika tidak dengan limpahan ampunan-Mu dan rahmat-Mu niscaya kami akan jadi orang yang sesat. Ya Allah Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan atas diri kami beban yang berat sebagaimana yang pernah Engkau bebankan kepada orang yang terdahulu dari kami. Ya Allah Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan atas diri kami apa yang di luar kesanggupan kami. Ampunilah dan limpahkanlah rahmat ampunan terhadap diri kami ya Allah. Ya Allah Tuhan kami, berilah kami pertolongan untuk melawan orang yang tidak suka kepada agamaMu.

    Ya Allah Tuhan kami, janganlah engkau sesatkan hati kami sesudah mendapat petunjuk, berilah kami karunia. Engkaulah yang maha Pemurah.

    Ya Allah Ya Tuhan kami, ampunilah dosa kami dan dosa dosa orang tua kami, dan bagi semua orang Islam laki-laki dan perempuan, orang orang mukmin laki-laki dan perempuan. Sesungguhnya Engkau dzat Yang Maha Kuasa atas segala-galanya.

    Maha suci Engkau, Tuhan segala kemuliaan. Suci dari segala apa yang dikatakan oleh orang-orang kafir. Semoga kesejahteraan atas para Rasul dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam.”

    Dzikir Setelah Sholat Ashar

    Dikutip dari buku Fiqih Doa & Dzikir Jilid 2, berikut bacaan dzikir yang bisa diamalkan setelah sholat Ashar:

    Dzikir pertama

    أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ , اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلامُ وَمِنْكَ السَّلامُ، تَبَارَكْتَ ذَا الْجَلالِ وَالْإِكْرَامِ

    Astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah, Allahumma antas salaam wa minkas salaam, tabaarakta dzal jalaali wal ikraam

    Artinya: “Aku mohon ampunan kepada Allah, aku mohon ampunan kepada Allah, aku mohon ampunan kepada Allah, Ya Allah, engkaulah As-Salam, dan dari-Mu As-Salam, Maha-berkah Engkau, Wahai pemilik keagungan dan kemuliaan.” (HR Muslim, dari Tsauban)

    Lanjut, bacaan dzikir kedua

    لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ، اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلَا مُعْطِيَ لِمَا منَعْتَ، وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الجَدُّ

    Laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qadiir. Allahumma laa maani’a limaa a’thaita wa laa mu’thiya limaa mana’ta, wa laa yanfa’u dzal jaddi minkal jaddu

    Artinya: “Tidak ada sembahan yang haq kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan, dan bagi-Nya segala pujian, dan Dia berkuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada pencegah terhadap apa yang Engkau beri, tidak ada pemberi apa yang Engkau cegah, dan tidak di sisi-Mu kedudukan orang yang memiliki kedudukan.” (HR Bukhari & Muslim, dari Mu’awiyah bin Abu Sufyan)

    Lanjut, tasbih 33x, tahmid 33x, taknir 33x, dan dzikir ketiga

    سُبْحَانَ الله

    Subhanallah

    Artinya: “Maha Suci Allah”

    الْحَمْدُ لِلّٰه

    Alhamdulillah

    Artinya: “Segala Puji Bagi Allah.”

    اللهُ أكْبَرُ

    Allahu Akbar

    Artinya: “Allah Maha Besar.”

    لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

    Laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qadiir.

    Artinya: “Tidak ada sembahan yang haq kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan, dan bagi-Nya segala pujian, dan Dia berkuasa atas segala sesuatu.” (HR Muslim, dari Abu Hurairah)

    Lanjut, sayyidul istighfar

    اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

    Arab latin: Allahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa anna ‘abduka wa anaa ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mastatha’tu a’uudzu bika min syarri maa shana’tu abuu u laka bini’ matika ‘alayya wa abuu-u bidzanbii faghfir lii fa innahu laa yagfirudz dzunuuba illa anta

    Artinya:”Hai Tuhanku, Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perintah iman sesuai perjanjian-Mu sebatas kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang kuperbuat. Kepada-Mu, aku mengakui segala nikmat-Mu padaku. Aku mengakui dosaku. Maka itu ampunilah dosaku. Sungguh tiada yang mengampuni dosa selain Engkau.” (HR Bukhari, dari Syaddad bin Aus)

    Lanjut baca Surat Al-Ikhlas, Surat Al-Falaq, dan Surat An-Nas
    Surat Al-Ikhlas

    قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ (١) اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ (٢) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ (٣) وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ (٤)

    Latin: Qul huwallāhu aḥad(un). Allāhuṣ-ṣamad(u). Lam yalid wa lam yūlad. Wa lam yakul lahū kufuwan aḥad(un)

    Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.”

    Surat Al-Falaq

    قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ (١) مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ (٢) وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ (٣) وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ (٤) وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ (٥)

    Latin: Qul a’ūżu birabbil-falaq(i). Min syarri mā khalaq(a). Wa min syarri gāsiqin iżā waqab(a). Wa min syarrin-naffāṡāti fil-‘uqad(i). Wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad(a).

    Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan yang (menjaga) fajar (subuh) dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan perempuan-perempuan (penyihir) yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.”

    Surat An-Nas

    قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ (١) مَلِكِ النَّاسِ (٢) إِلَهِ النَّاسِ (٣) مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاس (٤) الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ (٥) مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ (٦)

    Arab Latin: qul a’ụżu birabbin-nās malikin-nās ilāhin-nās min syarril-waswāsil-khannās allażī yuwaswisu fī ṣudụrin-nās minal-jinnati wan-nās.

    Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan manusia, raja manusia, sembahan manusia dari kejahatan (setan) pembisik yang bersembunyi yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.”

    Lanjut baca Ayat Kursi

    اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

    Latin: Allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā ta`khużuhụ sinatuw wa lā na`ụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa’u ‘indahū illā bi`iżnih, ya’lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyai`im min ‘ilmihī illā bimā syā`, wasi’a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm

    Artinya: “Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Mahatinggi lagi Mahaagung.” (QS Al Baqarah: 255)

    Lanjut, bacaan dzikir ketiga 3x

    بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

    Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syaiun fil ardhi wa laa fii samaai wahuwassami’ul ‘alim

    Artinya: “Dengan nama Allah yang tidak mudharat bersamanya sesuatu di bumi dan langit, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (HR Abu Dawud & Tirmidzi, dari Utsman bin Affan)

    Lanjut, bacaan dzikir keempat 3x

    أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

    A’uudzu bikalimaatillaahi attaammaati min syarri maa khalaq

    Artinya: “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari keburukan apa yang Dia ciptakan.” (HR Muslim, dari Abu Hurairah)

    Lanjut, bacaan dzikir kelima

    أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ لله وَالحَمْدُ اللَّه لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا. رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْكَسَلِ وَسُوءِ الْكِبَرِ رَبِّ أعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابِ فِي الْقَيْرِ

    Amsainaa wa amsal mulku Allaha wal hamdu lillaahi laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir. Rabbi as’aluka khaira maa fii haadzihil lailati wa khaira maa ba’daha, wa a’uudzu bika min syarri maa fii haadzihil lailati wa syarri maa ba’daha. Rabbi a’uudzu bika minal kasali wa suu’il kibari rabbi a’uudzu bika min ‘adzaabi finnaari wa ‘adzaabi fil qabri

    Artinya: “Kami berada di waktu sore, sedangkan kerajaan adalah milik Allah, dan segala puji bagi Allah, tidak ada sembahan yang haq kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan, dan bagi-Nya pujian, dan Dia berkuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan yang ada pada malam ini dan kebaikan yang sesudahnya, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan apa yang terdapat pada malam ini dan keburukan yang sesudahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan keburukan masa tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari azab di neraka dan azab di kubur.” (HR Muslim, dari Abdullah bin Mas’ud)

    Lanjut, bacaan dzikir keenam

    اللَّهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا وَبِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ نَحْيا وَبِكَ نَمُوتُ وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ

    Allahumma bia amsainaa wa bika ashbahnaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikal mashiir

    Artinya: “Ya Allah, dengan-Mu kami berada di waktu sore dan dengan-Mu kami berada di waktu pagi, dengan-Mu kami hidup dan dengan-Mu kami mati, dan kepada-Mu tempat kembali.” (HR Tirmidzi & Abu Dawud, dari Abu Hurairah)

    Lanjut, bacaan dzikir ketujuh 7x

    حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ

    Hasbiyallahu laa ilaaha illa huwa ‘alaihi tawakkaltu wa huwa rabbul ‘arsyil ‘adzhiimi

    Artinya: “Cukupkanlah bagiku Allah, tidak ada sembahan haq kecuali Dia, kepada-Nya aku tawakal dan Dia Rabb Arsy yang agung.” (Riwayat dari Abu Darda, HR Al-Albani)

    Setelah meemperbanyak sejumlah dzikir setelah sholat Ashar di atas, kaum muslim bisa melanjutkannya dengan doa. Sebagaimana Nabi SAW melalui sabdanya menyebut doa yang dipanjatkan seusai sholat, merupakan yang diijabah oleh Allah SWT.

    Riwayat dari Umamah, ia berkata: “Ditanyakan kepada Rasulullah SAW, ‘Doa apakah yang lebih diperkenankan?’ Rasul SAW menjawab, “Di bagian malam terakhir dan sehabis sholat fardhu.” (HR Tirmidzi)

    (dvs/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa setelah Sholat Hajat agar Terkabul dan Waktu Mustajabnya


    Jakarta

    Doa setelah sholat hajat bisa diamalkan muslim agar keinginannya cepat terkabul. Sholat hajat adalah ibadah yang dilakukan ketika menginginkan sesuatu.

    Arif Rahman, dalam bukunya yang berjudul Panduan Sholat Wajib & Sunnah Sepanjang Masa Rasulullah SAW, menyatakan bahwa hukum sholat hajat adalah sunnah. Sholat ini dapat dilakukan kapan saja selama bukan pada waktu yang dilarang untuk melaksanakan sholat.

    Jumlah rakaat dalam sholat hajat minimal dua dan maksimal dua belas, dengan salam pada setiap dua rakaatnya. Anjuran untuk melaksanakan sholat hajat juga terdapat dalam sebuah riwayat, di mana Nabi SAW bersabda,


    “Barang siapa yang berwudhu dan menyempurnakannya, kemudian sholat dua rakaat dengan sempurna, maka Allah akan memberikan apa yang ia minta cepat atau lambat.” (HR Ahmad

    Waktu Mustajab Sholat Hajat

    Berdasarkan kutipan dari buku Menjemput Berkah Lewat Shalat Hajat karya Abu Khansa Al-Harits, meskipun sholat hajat dapat dilakukan kapan saja, waktu yang paling baik untuk melaksanakannya adalah pada sepertiga malam terakhir. Hal ini sesuai dengan hadits Nabi SAW yang menyatakan,

    “Malam manakah yang paling didengar (dikabulkan oleh Allah SWT)?”, Rasulullah bersabda, “Pada tengah malam.” (HR Ahmad dan Ibnu Hibban)

    Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda,

    يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي، فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

    Artinya: “Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian berfirman, ‘Orang yang berdoa kepada-Ku akan Ku-kabulkan, orang yang meminta sesuatu kepada-Ku akan Ku-berikan, orang yang meminta ampunan dari-Ku akan Ku-ampuni.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Niat dan Tata Cara Sholat Hajat

    Tata cara pelaksanaan sholat hajat sama seperti sholat-sholat sunnah lainnya. Sholat ini bisa dikerjakan secara sendiri. Berikut tata cara sholat hajat seperti dinukil dari buku Shalat Hajat karya Ghaida Halah Ikram.

    Mengutip buku Membentuk Akhlakul Karimah Peserta Didik karya Titi Suwarni, berikut bacaan niat sholat hajat.

    اُصَلِّى سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

    Ushollii sunnatal haajati rok’aataini lillahi ta’ala

    Artinya: “Aku berniat sholat hajat, dua rakaat, karena Allah Ta’ala.”

    • Takbiratul ihram (takbir pembuka).
    • Membaca doa iftitah (doa pembuka).
    • Membaca surat Al Fatihah.
    • Membaca salah satu surah di dalam Al-Qur’an.
    • Melakukan rukuk.
    • I’tidal (berdiri tegak setelah rukuk).
    • Sujud (sujud pertama).
    • Duduk di antara dua sujud.
    • Sujud kedua.
    • Bangkit dan lakukan gerakan rakaat kedua seperti rakaat pertama.
    • Duduk tasyahud akhir.
    • Salam.

    Jika mengerjakan empat rakaat dengan satu salam, maka setelah dua rakaat langsung berdiri tanpa memakai tasyahud awal dan melanjutkan rakaat ketiga dan keempat hingga salam.

    Umat Islam bisa membaca doa setelah sholat hajat agar Allah SWT mengabulkan apa yang diminta. Berikut doa setelah sholat hajat sebagaimana dinukil dari buku Doa-Doa Mustajabah tulisan Abu Qalbina.

    Doa setelah Sholat Hajat

    لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الحَلِيْمُ الكَرِيْمُ ، سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ العَرْشِ العَظِيْم ، الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ ، أَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ ، وَالغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ ، لَا تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ ، وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

    Arab Latin: La ilaha illallahul halimul karim. Subhanallahi rabbil ‘arsyil ‘azhim. Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. As’aluka mujibati rahmatik, wa ‘aza’ima maghfiratik, wal ghanimata min kulli birrin, was salamata min kulli itsmin. La tada’ li dzanban illa ghafartah, wa la hamman illa farrajtah, wa la hajatan hiya laka ridhan illa qadhaitaha ya arhamar rahimin

    Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Mulia. Maha Suci Allah, Tuhan penguasa singgasana yang agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Aku mohon kepada-Mu segala hal yang bisa menghadirkan rahmat-Mu dan dorongan kuat untuk mendapatkan ampunan-Mu, luapan segala kebajikan, dan keselamatan dari setiap dosa. Jangan biarkan dosa menghampiriku kecuali Engkau mengampuninya, jangan biarkan kesedihan menghinggapiku kecuali Engkau memberikan jalan keluarnya, dan tiada suatu hajat yang Engkau ridhai kecuali Engkau memenuhinya, wahai Zat yang Maha Kasih di antara para pengasih.”

    Doa setelah sholat hajat tersebut bisa diawali dengan membaca istighfar 100 kali atau minimal 33 kali kemudian dilanjutkan membaca sholawat Nabi SAW dengan jumlah yang sama, sebagaimana dijelaskan dalam Kitab Ta’Jul Jamil Lil Ushul.

    Sementara itu, dalam Kitab Jami’ al-Tirmidzi terdapat hadits dari Abu Hurairah RA yang menyebut bahwa ketika Nabi SAW risau dalam sebuah persoalan, beliau menengadah ke langit dan berdoa dengan sungguh-sungguh, beliau SAW mengucap,

    يَاحَيُّ يَا قَيُّومُ

    Ya Hayy ya Qayyum

    Artinya: “Wahai Sang Maha Hidup dan Sang Maha Mandiri.”

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Zikir dan Doa Setelah Sholat Fardhu, Yuk Amalkan!


    Jakarta

    Membaca doa seusai mengerjakan sholat fardhu termasuk anjuran Rasulullah SAW. Meski berdoa dan berzikir dapat dilakukan kapan saja, waktu setelah salat fardhu disebut sebagai salah satu yang mustajab, sehingga doa bisa lebih cepat dikabulkan oleh Allah SWT.

    Dalam sebuah hadits riwayat At-Tirmidzi, dikatakan bahwa:

    “Rasulullah SAW ketika ditanya perihal doa yang paling didengar, yaitu doa yang paling dekat dengan dijabah menjawab adala doa di tengah malam dan setelah sholat lima waktu,” (HR Tirmidzi)


    Menukil buku Ampuhnya Fadhilah Dzikir & Doa Setelah Shalat Fardhu & Sunnah karya H M Amrin Ra’uf, doa dan zikir seusai sholat fardhu memiliki sejumlah keutamaan, antara lain ialah:

    • Rezeki akan dimurahkan oleh Allah SWT
    • Segala urusan dipermudah
    • Menjadi orang yang berwibawa
    • Ditenangkan hatinya

    Lantas, bagaimana bacaan doa setelah sholat fardhu?

    Bacaan Zikir dan Doa Setelah Sholat Fardhu

    Menukil dari buku Amalan Sesudah Shalat oleh Ibnu Muhammad Salim, berikut bacaan zikir dan doa yang dapat diamalkan sesudah mengerjakan sholat fardhu.

    1. Beristighfar

    Hendaknya sebelum berdoa, bacalah istighfar sebanyak 3 kali.

    أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِـيْمِ الَّذِيْ لَااِلَهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

    Arab latin: Astaghfirullah hal’adzim, aladzi laailaha illahuwal khayyul qoyyuumu wa atuubu ilaiih

    2. Dilanjutkan dengan membaca :

    لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

    Arab latin: Laa ilaha illallah wakhdahu laa syarika lahu, lahul mulku walahul khamdu yukhyiiy wayumiitu wahuwa ‘alaa kulli syai’innqodiir

    3. Memohon perlindungan dari siksa neraka, dengan membaca doa berikut 3 kali:

    اَللَّهُمَّ أَجِرْنِـى مِنَ النَّارِ

    Arab latin: Allahumma ajirni minan-naar

    4. Memuji Allah dengan kalimat berikut,

    للَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلَامُ فَحَيِّنَارَبَّنَا بِالسَّلَامِ وَاَدْخِلْنَا الْـجَنَّةَ دَارَ السَّلَامِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَا ذَاالْـجَلَالِ وَاْلإِكْرَام.

    Arab latin: Allahumma angtassalam, wamingkassalam, wa ilayka ya’uudussalam fakhayyina rabbanaa bissalaam wa-adkhilnaljannata darossalaam tabarokta rabbanaa wata’alayta yaa dzaljalaali wal ikraam

    5. Membaca surat Al Fatihah dan Ayat Kursi

    Membaca Surat Al Fatihah kemudian dilanjutkan dengan membaca Ayat Kursi (Al-Baqarah : 255)

    أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَللهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَّلَانَوْمٌ، لَهُ مَافِي السَّمَاوَاتِ وَمَافِي اْلأَرْضِ مَن ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَابَيْنَ أَيْدِيْهِمْ وَمَاخَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيْطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَآءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ وَلَا يَـؤدُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ.

    Arab latin: Allahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyum. Laa ta’khudzuhuu sinatuw wa laa naum. Lahuu maa fis samaawaati wa maa fil ardh. Man dzal ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa bi idznih. Ya’lamu maa bayna aidiihim wa maa khalfahum. Wa laa yuhiithuuna bi syai-im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa-a. Wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardh walaa ya-uuduhuu hifzhuhumaa Wahuwal ‘aliyyul ‘azhiim.”

    6. Membaca Tasbih, Tahmid, Takbir, dan Tahlil

    سُبْحَانَ اللهِ

    Arab latin: Subhanallah (33 kali)

    الْحَمْدُلِلهِ

    Arab latin: Alhamdulillah (33 kali)

    اللهُ اَكْبَرُ

    Arab latin: Allahu akbar (33 kali)

    لَااِلٰهَ اِلَّا اللهُ

    Arab latin: Lailaha illallah (33 kali)

    7. Bacaan doa setelah sholat

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

    اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. حَمْدًا يُوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ. يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ الْكَرِيْمِ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ

    Arab latin: Bismillahirrahmaanirrahiim. Alhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin, hamdan yuwaafii ni’amahu wayukaafii maziidahu. Ya rabbanaa lakal hamdu kamaa yan baghhi lijalaali wajhika wa’azhiimi sulthaanika

    اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد

    Arab latin: Allahumma shalli ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa’alaa aali sayyidinaa muhammad

    اَللَّهُمَّ رَبَّنَا تَـقَـبَّلْ مِنَّا صَلاَتَنَا وَصِيَا مَنَا وَرُكُوْ عَنَا وَسُجُوْدَنَا وَقُعُوْدَنَا وَتَضَرُّ عَنَا وَتَخَشُّوْ عَنَا وَتَعَبُّدَنَا وَتَمِّمْ تَقْصِيْرَ نَا يَا اَلله يَا رَبَّ الْعَا لَمِيْنَ

    Arab latin: Allahumma rabbanaa taqabbal minnaa shalaataana washiyaamanaa warukuu’anaa wasujuudanaa waqu’uudanaa watadlarru’anaa, watakhasysyu’anaa wata’abbudanaa, watammim taqshiiranaa yaa allah yaa rabbal’aalamiin

    رَبَّنَا ضَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْ حَمْنَا لَنَكُوْ نَنَّ مِنَ الْخَا سِرِ يْنَ

    Arab latin: Rabbana dzhalamnaa anfusanaa wa inlamtaghfir lana watarhamnaa lanakuunanna minal khaasiriinn

    رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِ يْنَ مِنْ قَبْلِنَا

    Arab latin: Rabbanaa walaa tahmil’alainaa ishran kama hamaltahul’alal ladziina min qablinaa

    رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَا قَتَا لَنَا بِهِ, وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْلَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَ نَا فَا نْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَا فِرِيْنَ

    Arab latin: Rabbanaa walaa tuhammilnaa maalaa thaaqata lanaa bihii wa’fu’annaa waghfir lanaa warhamnaa anta maulaanaa fanshurnaa ‘alal qaumil kaafiriin

    رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوْ بَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَ يْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَّدُ نْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

    Arab latin: Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba’da idzhadaitanaa w’ahablanaa min ladunka rahmatan innaka antal wahhaab

    رَبَّنَا غْفِرْلَنَا وَلِوَالِدِيْنَ وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ أَلْأَ حْيَآءِمِنْهُمْ وَاْلأَ مْوَاتِ, اِنَّكَ عَلَى قُلِّ ثَيْءٍقَدِيْرِ

    Arab latin: Rabbanaghfir lanaa waliwaalidinaa walijami’il muslimiin walmuslimaati wal mu’miniina walmu’minati. Al ahyaa-i-minhum wal amwaati, innaka alaa kuli syai’n qadiir

    رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآ خِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Arab latin: Rabbanaa aatinaa fiddunyaa hasanatan wafil aakhirati hasanatan waqinaa adzaaban-naar

    اللهم اغفر لنا ذنوبناوكفرعنا سيئاتنا وتوفنا مَعَ الْأَ بْرَارِ

    Arab latin: Allahummaghfirlanaa dzunuubanaa wakaffir annaa sayyiaatinaa watawaffanaa maalabraari

    سُبْحَانَ رَبِّكِ رَبِّ الْعِزَةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْ سَلِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

    Arab latin: Subhaana rabbika rabbil i’zzati ammaa yashifuuna wasalaamun ‘alal mursalhna wal-hamdu lillaahi rabbil’aalamiina

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

    Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Dengan puji yang sebanding dengan nikmat-Nya dan menjamin tambahannya. Ya Allah Tuhan Kami, bagi-Mu segala puji dan segala apa yang patut atas keluhuran DzatMu dan Keagungan kekuasaanMu. “Ya Allah! Limpahkanlah rahmat dan salam atas junjungan kita Nabi Muhammad dan sanak keluarganya.

    Ya Allah terima sholat kami, puasa kami, ruku kami, sujud kami, duduk rebah kami, khusyu’ kami, pengabdian kami, dan sempurnakanlah apa yang kami lakukan selama sholat ya Allah. Tuhan seru sekalian alam.

    Ya Allah, Kami telah aniaya terhadap diri kami sendiri, karena itu ya Allah jika tidak dengan limpahan ampunan-Mu dan rahmat-Mu niscaya kami akan jadi orang yang sesat. Ya Allah Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan atas diri kami beban yang berat sebagaimana yang pernah Engkau bebankan kepada orang yang terdahulu dari kami. Ya Allah Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan atas diri kami apa yang di luar kesanggupan kami. Ampunilah dan limpahkanlah rahmat ampunan terhadap diri kami ya Allah. Ya Allah Tuhan kami, berilah kami pertolongan untuk melawan orang yang tidak suka kepada agamaMu.

    Ya Allah Tuhan kami, janganlah engkau sesatkan hati kami sesudah mendapat petunjuk, berilah kami karunia. Engkaulah yang maha Pemurah.

    Ya Allah Ya Tuhan kami, ampunilah dosa kami dan dosa dosa orang tua kami, dan bagi semua orang Islam laki-laki dan perempuan, orang orang mukmin laki-laki dan perempuan. Sesungguhnya Engkau dzat Yang Maha Kuasa atas segala-galanya.

    Maha suci Engkau, Tuhan segala kemuliaan. Suci dari segala apa yang dikatakan oleh orang-orang kafir. Semoga kesejahteraan atas para Rasul dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam,”

    Demikian zikir dan doa setelah sholat fardhu yang bisa diamalkan. Jangan lupa dipanjatkan ya!

    (aeb/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Arti Doa Rabbanaa Hablanaa Min Azwaajinaa untuk Keturunan yang Baik


    Jakarta

    Doa-doa yang sering dibacakan setelah sholat biasanya memohon ampunan kepada Allah dan kedua orang tua, serta keselamatan dunia akhirat. Adapun doa lainnya yang dipanjatkan adalah mendapatkan keturunan yang baik.

    Salah satu doa untuk keturunan adalah rabbanaa hablanaa min azwajinaa wa dzuriyyaatinaa qurrata a’yun. Apa arti dari doa ini?

    Bacaan Rabbana Hablana Min Azwajina beserta Latin dan Artinya

    رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
    Rabbana hab lana min azwajina wa dzurriyatina qurrata a’yun, waj’alna lil muttaqina imama.


    “Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami imam (pemimpin) bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqon: 74)

    Menurut Tafsir Ibnu Hatim yang dikutip dalam buku Doa-doa dalam Al-Qur’an, Tafsir dan Maknanya oleh Syaikh Bakar Abdul Hafizh Al Khulaifat, diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, dalam firman Allah “Dan orang-orang yang berkata “Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami imam (pemimpin) bagi orang-orang yang bertakwa, bahwasanya dia berkata “Maksud mereka adalah agar istri dan anak-anak mereka senantiasa melakukan ketaatan hingga hati-hati mereka bahagia dengan hal itu di dunia maupun di akhirat.

    Sementara itu, diriwayatkan Ikrimah mengenai ayat ini, dia berkata bahwa maksud orang-orang yang membacakan doa ini bukanlah agar anak-anak mereka berparas indah, tapi agar mereka menjadi orang-orang yang taat kepada Allah SWT.

    Doa untuk Mendapat Keturunan yang Baik Lainnya

    Selain rabbanaa hablanaa min azwajinaa wa dzuriyyaatinaa qurrata a’yun, ada banyak doa lainnya yang dapat dibacakan untuk kebaikan anak-anak. Berikut di antaranya:

    1. Doa Memohon Keturunan yang Sholih

    رَبِّ هَبْ لِيْ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ

    Arab latin: Rabbi hab lii minash-shaaliḫiin

    Artinya: “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (keturunan) yang termasuk orang-orang saleh.”

    Doa permohonan mendapat keturunan yang sholih terdapat dalam surat As shaffat ayat 100. Menurut laman Nu online, ayat ini mengusahka nabi Ibrahim yang dalam perantauan memohon kepada Allah SWT agar dikaruniai anak yang shaleh dan taat. Anak tersebut juga diharapkan dapat menolongya dalam menyampaikan dakwah, mendampinginya dalam perjalanan, dan menjadi kawan dalam kesepian.

    2. Doa Agar Anak Melaksanakan Sholat

    رَبِّ اجْعَلْنِيْ مُقِيْمَ الصَّلٰوةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِيْۖ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاۤءِ

    Arab latin: Rabbij’alnii muqiimash-shalaati wa min dzurriyyatii rabbanaa wa taqabbal du’aa

    Artinya: Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan sebagian anak cucuku orang yang tetap melaksanakan salat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.

    Doa yang dipanjatkan pula oleh nabi Ibrahim ini ada dalam surat Ibrahim ayat 40. Nabi Ibrahim berdoa agar keturunannya selalumengerjakan sholat, karena sholat adalah pembeda antara mukmin dan kafir, serta merupakan pokok ibadah yang diperintahkan Allah SWT.

    3. Doa Memohon Keturunan yang Baik

    هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهٗۚ قَالَ رَبِّ هَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةًۚ اِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاۤءِ

    Arab latin: Hunaalika da’aa zakariyyaa rabbah, qaala rabbi hab lii mil ladunka dzurriyyatan thayyibah, innaka samii’ud-du’aa.

    Artinya: Di sanalah Zakaria berdoa kepada Tuhannya. Dia berkata, “Wahai Tuhanku, karuniakanlah kepadaku keturunan yang baik dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.”

    Doa yang terdapat dalam surat Ali Imran ayat 38 ini dipanjakan oleh Nabi Zakaria di mihrab Maryam. Nabi Zakaria memanjatkan doa kepada Allah SWT di kala istrinya mandul dan sudah tua. Allah pun mengabulkan doanya dengan kelahiran Nabi Yahya.

    4. Doa Mendapat Anak-Cucu yang Taat

    رَبَّنَا وَٱجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِن ذُرِّيَّتِنَآ أُمَّةً مُّسْلِمَةً لَّكَ وَأَرِنَا
    مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَآ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ

    Arab latin: Rabbanaa waj’alnaa muslimaini laka wa min dzurriyyatinaa ummatam muslimatal laka wa arinaa manaasikanaa wa tub ‘alainaa, innaka antat-tawwaabur-raḫiim

    Artinya Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

    Mengutip buku Tafsir Maudhu’i Sosial, Menjadi Pribadi yang Lebih Baik oleh Amiril Ahmad, doa memohon mendapat anak cucu yang taat in dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail saat membangun Ka’bah. Umat Islam bisa membacanya dalam surat Al Baqarah ayat 128.

    5. Doa Agar Anak Memiliki Pemahaman Agama yang Baik

    اَللَّهُمَّ فَقِّهُّ فِي الدِّيْنِ وَعَلِّمْهُ التَّأْوِيْلَ

    Arab latin: Allaahumma faqqihhu fiddiin wa ‘allimhut ta’wiil.

    Artinya: Ya Allah, berikanlah kepahaman baginya dalam urusan agama, dan ajarkanlah dia takwil (HR. Bukhori).

    Menurut Ust Adi Hidayat dalam channel Youtube Audio Dakwah yang dikutip detikEdu, Rasulullah membaca doa ini sambil mengelus kepada Ibnu Abbas RA yang masih merangkak (bayii). Ibnu Abbas RA menjadi peserta termuda yang menghadiri majelis ilmu yang dihadiri Rasulullah SWT kala itu.

    Itulah bacaan dari doa rabbanaa hablanaa min azwajinaa wa dzuriyyaatinaa qurrata a’yun beserta latin dan artinya. Semoga kita bisa mengamalkan doa ini dengan baik.

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com