Tag: doa setelah tahajud

  • Dzikir dan Doa setelah Sholat Tahajud yang Bisa Dibaca Muslim


    Jakarta

    Dzikir dan doa setelah sholat tahajud bisa dipanjatkan muslim. Sebagaimana diketahui, waktu sholat tahajud menjadi momen mustajab untuk berdoa kepada Allah SWT.

    Tahajud juga menjadi salah satu sholat sunnah yang utama setelah sholat fardhu. Terkait hal ini diterangkan dalam hadits Nabi Muhammad SAW,

    “Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara sholat yang paling utama setelah sholat wajib adalah sholat malam.” (HR Muslim)


    Menurut buku Dahsyatnya Tahajud, Subuh & Dhuha oleh Adnan Tarsyah, sholat tahajud bisa dilakukan selepas sholat Isya hingga fajar, serta setelah bangun tidur. Tidak ada batasan rakaat pada sholat tahajud.

    Namun, beberapa riwayat menyebut jumlah rakaat sholat tahajud tak lebih dari 11 dan 13 rakaat. Terkait hal ini mengacu pada hadits berikut,

    “Telah bercerita kepada kami Abdullah ibn Maslamah dari Malik dari Sa’id al-Maqburi dari Abu Salamah ibn ‘Abdurrahman bahwa dia bertanya kepada Aisyah RA: ‘Bagaimana tata cara sholat Nabi SAW pada bulan Ramadan?’ ‘Aisyah menjawab: “Beliau sholat (sunah qiyamu al-lail) pada bulan Ramadan dan bulan-bulan lainnya tidak lebih dari sebelas rakaat. Beliau sholat empat rakaat, maka jangan kamu tanya tentang kualitas bagus dan panjangnya, kemudian beliau sholat lagi empat rakaat, maka jangan kamu tanya tentang kualitas bagus dan panjangnya kemudian beliau sholat tiga rakaat. Aku pernah bertanya: ‘Wahai Rasulullah, apakah engkau tidur sebelum melaksanakan sholat witir?’ Beliau menjawab: “Mataku memang tidur tapi hatiku tidaklah tidur.”

    Karena waktu sholat tahajud tergolong mustajab, hendaknya membaca dzikir dan doa. Dengan begitu, muslim akan meraih keutamaan.

    Dzikir setelah Sholat Tahajud

    Berikut bacaan dzikir setelah sholat tahajud yang dikutip dari buku Kitab Induk Doa & Dzikir Terlengkap karya Nasrullah dan Tim Shahih.

    1. Istighfar 100 Kali

    اَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

    Astaghfirullahal ‘adhiimi wa-atuubu ilaihi

    Artinya: “Kami memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung dan kami juga bertaubat kepadaNya.”

    Selain istighfar di atas, ada bacaan lainnya dengan versi lebih panjang. Berikut lafaznya,

    اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

    Allahumma Anta Robbi, laa ilaha illa Anta khalaqtani wa ana abduka, wa ana ala ahdika wawa’dika mastatho’tu, audzubika min syarri ma shona’tu, abu’u laka bini’matika alayya wa abu’u laka bi dzanbi, faghfirli, fa innahu la yaghfirudz-dzunuuba illa Anta.

    Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi selain Engkau. Engkau telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku menetapi perjanjian-Mu dan janji-Mu sesuai dengan kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku, aku mengakui dosaku kepada-Mu dan aku akui nikmat-Mu kepadaku, maka ampunilah aku. Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain-Mu.”

    2. Bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW 100 Kali

    اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

    Allahumma Shalli ‘Alaa Sayyidinaa Muhammad Wa’alaa Aali Sayyidinaa Muhammadin.

    Artinya: “Ya Allah, berikanlah kesejahteraan kepada Nabi Muhammad dan keluarganya.”

    3. Membaca Asmaul Husna 140 Kali

    يا لطيفُ يا مُعِزُّ يا حميدُ يا جليلُ

    Yaa lathiifu-yaa muizzu-yaa hamiidu-ya jaliilu

    Artinya: “Wahai Dzat yang memberi kelembutan, Wahai Dzat yang memberi kemuliaan, Wahai Dzat yang Maha Terpuji, Wahai Dzat yang mempunyai kebesaran.”

    Doa setelah Sholat Tahajud

    اَللهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ واْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ. اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ

    Allâhumma rabbana lakal hamdu. Anta qayyimus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta malikus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta nûrus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu antal haq. Wa wa’dukal haq. Wa liqâ’uka haq. Wa qauluka haq. Wal jannatu haq. Wan nâru haq. Wan nabiyyûna haq. Wa Muhammadun shallallâhu alaihi wasallama haq. Was sâ’atu haq. Allâhumma laka aslamtu. Wa bika âmantu. Wa alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khâshamtu. Wa ilaika hâkamtu. Fagfirlî mâ qaddamtu, wa mâ akhkhartu, wa mâ asrartu, wa mâ a’lantu, wa mâ anta a’lamu bihi minnî. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru. Lâ ilâha illâ anta. Wa lâ haula, wa lâ quwwata illâ billâh.

    Artinya: “Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar. Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Jika sudah membaca dzikir dan doa setelah sholat tahajud, muslim bisa memanjatkan doa sesuai yang diinginkan.

    Keutamaan Membaca Dzikir

    Menurut buku Panduan Praktis Doa & Dzikir Sehari-hari oleh Abduh Zulfidar Akaha, berikut beberapa keutamaan membaca dzikir.

    1. Sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT atas nikmat-Nya
    2. Menghapus dosa
    3. Menjaga dari gangguan setan yang terkutuk
    4. Diganjar pahala yang besar

    Wallahu a’lam.

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa setelah Tahajud Lengkap dengan Arab, Latin dan Artinya


    Jakarta

    Doa setelah tahajud dapat diamalkan oleh kaum muslimin. Doa tersebut diterangkan dalam sebuah hadits Nabi Muhammad SAW.

    Tahajud sendiri merupakan ibadah sunah dengan banyak keutamaan. Bahkan, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk melaksanakan tahajud.

    “Kerjakanlah salat malam, karena salat malam itu kebiasaan orang-orang yang shaleh sebelum kamu dahulu, juga suatu jalan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan kalian, juga sebagai penembus pada segala kejahatan (dosa) mencegah dosa serta dapat menghindari penyakit pada badan.” (HR Imam Tirmidzi dan Ahmad)


    Mengutip buku Shalat Tahajud dalam Al-Qur’an karya Muhafizah el-Feyza, tahajud berasal dari kata hujud yang artinya tidur. Al-Biqa’i dalam Tafsir Al-Misbah susunan M Quraish Shihab memaknai tahajud sebagai meninggalkan tidur untuk menunaikan salat.

    Doa setelah Tahajud: Arab, Latin dan Artinya

    Berikut bacaan doa setelah tahajud yang dinukil dari buku Kitab Induk Doa & Dzikir Terlengkap karya Nasrullah dan Tim Shahih.

    اَللهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ واْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ. اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ

    Arab latin: Allâhumma rabbana lakal hamdu. Anta qayyimus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta malikus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta nûrus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu antal haq. Wa wa’dukal haq. Wa liqâ’uka haq. Wa qauluka haq. Wal jannatu haq. Wan nâru haq. Wan nabiyyûna haq. Wa Muhammadun shallallâhu alaihi wasallama haq. Was sâ’atu haq. Allâhumma laka aslamtu. Wa bika âmantu. Wa alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khâshamtu. Wa ilaika hâkamtu. Fagfirlî mâ qaddamtu, wa mâ akhkhartu, wa mâ asrartu, wa mâ a’lantu, wa mâ anta a’lamu bihi minnî. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru. Lâ ilâha illâ anta. Wa lâ haula, wa lâ quwwata illâ billâh.

    Artinya: “Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar. Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya padaMu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Keutamaan Salat Tahajud

    Menyadur dari buku Shalat Tahajud Cara Rasulullah SAW Sesuai Al-Quran dan Hadist susunan Ustaz Hamdi El-Natary, berikut keutamaan salat tahajud.

    • Diganjar pahala yang berlimpah
    • Termasuk ke dalam golongan orang-orang beriman
    • Memiliki kedudukan terpuji di dunia maupun akhirat
    • Diampuni oleh Allah SWT

    Itulah doa setelah tahajud yang dapat diamalkan kaum muslimin. Semoga bermanfaat.

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Tahajud Sesuai Ajaran Rasulullah SAW, Bisa Diamalkan Tiap Malam


    Jakarta

    Ada doa yang dapat dibaca setelah selesai salat Tahajud. Tahajud menjadi salah satu ibadah yang selalu dikerjakan Rasulullah SAW semasa hidup.

    Salat Tahajud merupakan ibadah sunnah yang perintahnya tercatat dalam Al-Qur’an surah Al-Isra ayat 79,

    وَمِنَ ٱلَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِۦ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰٓ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا


    Artinya: Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang Tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.

    Mengutip buku Dahsyatnya Tahajud, Subuh, & Dhuha: Keberkahan Bangun Pagi karya Adnan Tarsyah, dijelaskan salat Tahajud adalah salat sunnah yang dikerjakan pada malam hari setelah mengerjakan salat Isya sampai terbitnya fajar dan sesudah bangun dari tidur. Salat Tahajud boleh dikerjakan meskipun sebelumnya hanya tidur sebentar.

    Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda, “Kerjakalah salat malam, karena salat malam itu kebiasaan orang-orang saleh sebelum kamu dahulu, juga suatu jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah, juga sebagai penebus dosa segala kejahatan, mencegah dosa serta dapat menghindari penyakit dari badan.” (HR Imam Tirmidzi dan Ahmad)

    Doa Tahajud

    Ada doa yang senantiasa dibaca Rasulullah SAW setelah salat Tahajud sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadits Shahih Bukhari. Berikut bacaan doanya:

    اَللهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ واْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ. اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ

    Arab latin: Allâhumma rabbana lakal hamdu. Anta qayyimus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta malikus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta nûrus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu antal haq. Wa wa’dukal haq. Wa liqâ’uka haq. Wa qauluka haq. Wal jannatu haq. Wan nâru haq. Wan nabiyyûna haq. Wa Muhammadun shallallâhu alaihi wasallama haq. Was sâ’atu haq.

    Allâhumma laka aslamtu. Wa bika âmantu. Wa alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khâshamtu. Wa ilaika hâkamtu. Fagfirlî mâ qaddamtu, wa mâ akhkhartu, wa mâ asrartu, wa mâ a’lantu, wa mâ anta a’lamu bihi minnî. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru. Lâ ilâha illâ anta. Wa lâ haula, wa lâ quwwata illâ billâh.

    Artinya: “Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar.

    Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Kemudian dilanjutkan dengan membaca doa berikut ini:

    رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Arab latin: Rabbanaa aatinaa fiddunya hasanataw wa fil aakhirati hasanataw waqinaa ‘adzaaban naar.

    Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Lindungilah kami dari siksa neraka.”

    Keutamaan Salat Tahajud

    Mengutip buku Indahnya Tahajud yang ditulis Yunus Hanis Syam, dijelaskan banyaknya keutamaan yang bisa didapatkan seorang muslim ketika mengerjakan salat Tahajud. Berikut diantaranya:

    1. Dikabulkannya Doa

    Salat Tahajud adalah salat sunnah yang dilakukan pada malam hari. Tahajud memiliki arti bangun pada malam hari, sehingga untuk mengerjakan salat ini maka diwajibkan untuk tidur lebih dulu. Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda,

    “Perintah Allah turun ke langit di waktu tinggal sepertiga yang akhir dari waktu malam, lalu berseru, adakah orang-orang yang memohon (berdoa) pasti akan Ku kabulkan, adakah orang yang meminta pasti Kuberikan dan adakah yang mengharap ampunan, pasti akan ku ampuni baginya sampai tiba waktu Subuh.”

    2. Allah SWT Mengangkat ke Tempat Terpuji

    Dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Darda RA, ia mengatakan Rasulullah SAW bersabda, “Ada 3 macam manusia, Allah mencintai mereka, tersenyum kepada mereka dan merasa senang dengan mereka, yaitu salah satunya adalah orang yang memiliki istri cantik serta tempat tidur lembut dan bagus. Kemudian ia bangun malam (untuk salat), lalu Allah berkata, “Ia meninggalkan kesenangannya dan mengingat Aku. Seandainya ia berkehendak, maka ia akan tidur.” (HR Thabrani)

    3. Mendekatkan Diri kepada Allah

    Dalam sebuah hadits, “Hendaklah kalian melaksanakan salat malam karena salat malam itu merupakan kebiasaan orang-orang saleh sebelum kalian, ibadah yang mendekatkan diri kepada Tuhan kalian, serta penutup kesalahan dan penghapus dosa.” (HR Tirmidzi, Halik, Baihaqi)

    Dalam sebuah riwayat diterangkan ketika Jibril berkata kepada Rasulullah SAW, “Hai Muhammad, kemuliaan orang beriman ada dengan salat malam. Dan kegagahan orang beriman adalah sikap mandiri dari bantuan orang lain.”

    Dalam hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah bahwasanya Nabi SAW bersabda, “Allah turun ke langit dunia setiap malam pada sepertiga malam terakhir. Allah lalu berfirman, ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku niscaya Aku kabulkan! Siapa yang meminta kepada-Ku niscaya Aku beri. Siapa yang meminta ampun kepada-Ku tentu Aku ampuni. Demikianlah keadaannya hingga fajar terbit.” (HR Bukhari dan Muslim)

    (dvs/kri)



    Sumber : www.detik.com