Tag: doa

  • Bacaan Arab, Latin, dan Artinya



    Jakarta

    Ziarah kubur biasanya dilaksanakan oleh masyarakat Indonesia kepada orang tua, kerabat, leluhur ataupun orang terdekat. Saat melakukan tradisi ini, sebaiknya kita mengetahui mengenai doa ziarah kubur khususnya kepada orang tua.

    Sebagai umat muslim, kita dianjurkan untuk mendoakan orang tua memohon agar mendapat ampunan dan rahmat Allah SWT. Ziarah kubur menjadi salah satu kegiatan yang bisa dijadikan sarana untuk mendoakan sekaligus dianjurkan Rasulullah SAW.

    Melalui sebuah riwayat hadits dari Buraidah bin Al-Hashib, ia menyampaikan bahwa Rasulullah SAW bersabda,


    كُنْتُ نَهَيْتُكُم عَنْ زِيَارَةِ القُبُورِ، فَزُورُوهَا

    Artinya: “Aku (Rasulullah) dahulu pernah melarang kalian berziarah kubur, dan kini berziarahlah.” (HR Muslim, Ahmad, & Nasa’i)

    Dari riwayat Buraidah bin Al-Hashib, Rasulullah SAW bersabda:

    فَمَنْ أَرَادَ أَنْ يَزُورَ فَلْيَزُرْ، وَلَا تَقُولُوا هُجْرًا

    Artinya: “Barang siapa ingin ziarah maka hendaklah dia ziarah, dan jangan kamu mengucapkan hujran.” (HR Muslim)

    Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr dalam buku Fiqih Doa dan Dzikir Jilid 2 menerangkan perkara yang dimaksud hujran adalah ucapan batil. Contoh dari hujran ini adalah seperti berdoa memohon kepada ahli kubur, meminta bantuan dari mereka yang meninggal, tawasul dan minta keberkahan dari mereka. Hal seperti disyariatkan dengan tegas bahwa tidak diperkenankan.

    Selanjutnya, berikut ini adalah bacaan doa ziarah kubur orang tua yang dilansir dari arsip detikHikmah. Bacaan-bacaan ini menukil buku Fiqih Doa dan Dzikir Jilid 2, dan Al-Adzkar: Buku Induk Doa Zikir oleh Imam Nawawi, berikut adalah bacaannya.

    5 Pilihan Bacaan Doa Ziarah Kubur Orang Tua

    1. Doa Ziarah Kubur Orang Tua Versi Pertama

    السَّلَامُ علَى أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ المُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَيَرْحَمُ اللَّهُ المُسْتَقْدِمِينَ مِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِينَ، وإنَّا إنْ شَاءَ اللَّهُ بكُمْ لَلَاحِقُونَ

    Arab Latin: “Assalaamu ‘ala ahlid diyaari minal mu’miniina wal muslimiin wa yarhamullahu almustaqdimiina minna wal musta’khiriina wa innaa in syaa Allahu bikum lalahiquun”

    Artinya: “Salam atas penghuni pemukiman yang terdiri dari orang-orang Mukminin dan Muslimin. Semoga Allah merahmati orang-orang terdahulu dari kita dan orang-orang belakangan. Sungguh kami insya Allah benar-benar akan menyusul kamu.” (HR Muslim, dari Aisyah)

    2. Doa Ziarah Kubur Orang Tua Versi Kedua

    السَّلَامُ عَلَيْكُم دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِيْنَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ

    Arab Latin: “Assalaamu ‘alaikum daara qaumin mu’miniin wa innaa in syaa’allaahu bikum laahiquun”

    Artinya: “Semoga keselamatan terlimpahkan kepada kalian, wahai penghuni kuburan dari kaum mukmin, dan insyaAllah kami akan menyusul kalian.” (HR Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Majah, dari Abu Hurairah)

    3. Doa Ziarah Kubur Orang Tua Versi Ketiga

    السَّلَامُ عَلَيْكُمْ يَا أَهْلَ القُبُورِ يَغْفِرُ اللَّهُ لَنَا وَلَكُمْ، أَنْتُمْ سَلَفْنَا وَنَحْنُ بِالْأَثَرِ

    Arab Latin :”Assalaamu ‘alaikum yaa ahlal qubuur yaghfirullaahu lanaa wa lakum antum salafnaa wa nahnu bil atsar”

    Artinya: “Semoga keselamatan terlimpah kepada kalian, wahai ahli kubur. Semoga Allah SWT mengampuni kami dan kalian, kalian adalah pendahulu kami dan kami akan menyusul kalian.” (HR Tirmidzi, dari Ibnu Abbas)

    4. Doa Ziarah Kubur Orang Tua Keempat

    السَّلَامُ عليْكم علَى أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ المُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وإنَّا إنْ شَاءَ اللَّهُ بكُمْ لَلَاحِقُونَ، أسألُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُم العَافِيَةَ

    Arab Latin: “Assalaamu ‘alaikum ‘ala ahlid diyaari minal mu’miniina wal muslimiin wa innaa in syaa Allahu bikum lalahiquun wa asalu Allahu lanaa wa lakumul ‘aafiyah”

    Artinya: “Salam atas kamu wahai penghuni pemukiman yang terdiri dari kaum Mukminin dan kaum Muslimin, dan sungguh kami Insya Allah benar-benar akan menyusul kamu. Aku mohon kepada Allah untuk kami dan kamu afiat.” (HR Muslim, dari Buraidah)

    5. Doa Ziarah Kubur Orang Tua Versi Kelima

    السَّلَامُ عليْكم علَى أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ المُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وإنَّا إنْ شَاءَ اللَّهُ بكُمْ لَلَاحِقُونَ أنْتُمْ لَنَا فَرَطٌ، وَنَحْنُ لَكُمْ تَبَعٌ

    Arab Latin: “Assalaamu ‘alaikum ‘ala ahlid diyaari minal mu’miniina wal muslimiin wa innaa in syaa Allahu bikum lalahiquun, antum lanaa farathun wa nahnu lakum taba’un”

    Artinya: “Salam atas kamu wahai penghuni pemukiman yang terdiri dari kaum Mukminin dan kaum Muslimin, dan sungguh kami Insya Allah benar-benar akan menyusul kamu. Kalian adalah pendahulu kami, dan kami akan mengikuti kalian.” (HR Nasa’i & Ibnu Majah)

    Begitulah tulisan kali ini membahas mengenai doa ziarah kubur orang tua. Semoga bermanfaat ya, detikers!

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Mandi Wajib Setelah Berhubungan Intim, Begini Tata Caranya



    Jakarta

    Doa mandi wajib setelah berhubungan intim merupakan sebuah niat yang harus dibaca ketika mandi untuk menghilangkan hadas besar dengan cara membasuh seluruh tubuh dari atas kepala hingga ujung kaki. Istilah mandi wajib ini juga dikenal dengan mandi junub.

    Dalam Islam, ada beberapa alasan yang mewajibkan seseorang untuk melakukan mandi junub, seperti keluarnya mani, berhubungan intim, setelah usai haid dan nifas, dan ketika meninggal dalam keadaan Islam. Itulah kenapa ada beberapa ketentuan tata cara dalam pelaksanaan mandi wajib/ junub agar dianggap sah.

    Tulisan kali ini akan membahas bacaan doa mandi wajib/ junub dan bagaimana tata cara pelaksanaannya. Simak penjelasan berikut ini.


    Doa Mandi Wajib/ Junub Setelah Berhubungan Intim

    Dalam agama Islam, wajib hukumnya bagi sepasang suami istri melakukan mandi wajib/ junub setelah melakukan hubungan intim. Setelah mengetahui hal tersebut perlu diketahui doa atau niat yang harus dibaca sebelum melaksanakan mandi junub tersebut.

    Dikutip dari buku Pendidikan Islam Informal karya Romlah, Berikut adalah bacaan doa mandi wajib setelah berhubungan bagi laki-laki dan perempuan:

    نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

    Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari fardhol lillaahi ta’aala.

    Artinya: Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar fardhu karena Allah.

    Tata Cara Mandi Wajib Setelah Berhubungan

    Seseorang yang tidak melakukan mandi wajib/ junub selama hadas besar, di dalam Islam dianggap tidak akan diterimanya segala bentuk ibadah yang dikerjakan. Seperti shalat, membaca Al-Quran, puasa hingga thawaf yang dinilai tidak sah.

    Itulah kenapa wajib melakukan mandi wajib/ junub dengan bacaan niat yang benar. Berikut adalah tata cara mandi wajib setelah berhubungan:

    1. Membaca niat doa mandi wajib/ junub.
    2. Mencuci tangan sebanyak 3x untuk membersihkan tangan dari najis.
    3. Membersihkan bagian tubuh yang dianggap kotor, termasuk pada bagian kemaluan.
    4. Mencuci kembali tangan yang kotor menggunakan sabun.
    5. Berwudhu.
    6. Membasahi kepala dengan air sebanyak 3x hingga ke pangkal rambut.
    7. Menyela-nyela rambut dengan menggunakan jari tangan.
    8. Mengguyur air ke seluruh tubuh dimulai dari sisi kanan hingga dilanjutkan dengan sisi kiri.
    9. Mandi wajib selesai dilaksanakan.

    Dalam melaksanakannya, pastikan doa mandi wajib setelah berhubungan dibaca dengan benar dan sesuai dengan urutan tata cara agar tubuh suci dari hadas dan ibadah bisa diterima di sisi Allah. Semoga informasi dalam tulisan ini bisa membantu dan bermanfaat.

    (elk/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Setelah Sedekah Subuh, Dibaca agar Mendapat Keberkahan



    Jakarta

    Meski sedekah dapat dilakukan kapan saja tanpa batasan waktu, sedekah di waktu Subuh menjadi salah satu amalan yang paling dianjurkan. Sesuai dengan namanya, sedekah dilakukan pada waktu Subuh tepatnya usai mengerjakan salat Subuh hingga terbit fajar.

    Dalam sebuah hadits, Nabi SAW bersabda:

    “Setiap awal pagi matahari terbit, Allah SWT menurunkan dua malaikat ke bumi. Lalu, salah satu berkata, “Ya Allah, berilah karunia orang yang menginfakkan hartanya. Ganti kepada orang yang membelanjakan hartanya karena Allah SWT.” Malaikat yang satu berkata, “Ya Allah, binasakanlah orang-orang yang bakhil,” (HR. Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah).


    Dianjurkannya sedekah Subuh bukan tanpa sebab, karena amalan ini mengandung banyak keutamaan. Salah satunya membuat doa-doa yang dipanjatkan lebih cepat terkabul sebagaimana disebutkan dalam buku Saat Jalur Langit Diusahakan Allah Mudahkan Segalanya karangan Salwa Shalihah.

    Selain itu, sedekah Subuh juga dapat melancarkan rezeki. Muhammad Khalid dalam Shalat Subuh dan Shalat Dhuha menuturkan bahwa menunaikan sedekah, rajin berinfak, dan memberikan zakat termasuk ke dalam sebuah ‘bisnis’ yang dilakukan dengan Allah SWT. Maksudnya, bisnis tersebut sebagai janji seseorang yang dengan ikhlas menyedekahkan harta demi kepentingan orang lain yang lebih membutuhkan, tentunya Allah SWT akan mengganjar gantinya berkali-kali lipat.

    Doa Setelah Sedekah Subuh

    Setelah memberikan sedekah Subuh, ada sebuah doa yang dapat dipanjatkan untuk mendapat keutamaannya. Menukil dari buku Ajaibnya Bangun Pagi, Subuh, Dhuha, & Mengaji di Pagi Hari susunan Muhammad Ainur Rasyid, berikut bacaannya.

    رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

    Arab latin: Rabbana taqabbal minna innaka antas sami’ul alim.

    Artinya: “Ya Tuhan kami, terimalah amalan kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,”

    Selain doa setelah sedekah Subuh, ada juga niat yang bisa dibaca sebelum mengerjakannya. Berikut bunyi niatnya:

    نَوَيْتُ التَّقَرُّبَ اِلَى اللهِ تَعَالَى وَاتِّقَاءَ غَضَبِ الرَّبِّ جل جلاله وَاتِّقَاءَ نَارِ جَهَنَّمَ وّالتَّرَحُّمَ عَلَى الاخْوَانِ وَصِلَةَ الرَّحِمِ وَمُعَاوَنَةَ الضُّعَفَاءِ وَمُتَابَعَةَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَاِدْخَالَ السُّرُوْرِ عَلَى اْلاِخْوَانِ وَدَفْعِ البَلاَءِ عَنْهُ وَعَنْ سَائِرِ اْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلاِنْفاَقَ مِمَّا رَزَقَهُ الله وَقَهْرَ النَّفْسِ وَالشَّيْطَانِ

    Arab latin: Nawaitut taqoruba ilallahi ta’ala wattiqoaa ghadlabir rabbi jalla jalaluhu wattiqoa nari jahannama wattarakhkhuma ‘ala ikhwani wa shilatur rahimi wa mu’awanatadh dlu’afai wa mutaba’atan nabiyyi shallallahu ‘alaihi wa sallama wa idkholas sururi ‘alal ikhwani wa daf’il balai ‘anhu wa ‘an sairil muslimina wal infaqo mimma razaqohullahu wa qohran nafsi wasy syaithoni.

    Artinya: “Aku niat (bersedekah) untuk mendekatkan diri kepada Allah, menghindari murka Tuhan, menghindari api neraka jahannam, berbelas kasih kepada saudara dan menyambung silaturrahmi, membantu orang-orang yang lemah, mengikuti Nabi Saw, memasukkan kebahagiaan pada saudara, menolak turunnya dari mereka dan semua kaum muslimin, menafkahkan rizki yang diberikan oleh Allah, dan untuk mengalahkan nafsu dan setan,”

    Adab Bersedekah yang Perlu Diketahui

    Dalam bersedekah, ada juga adab yang perlu diperhatikan. Apa saja? Berikut pembahasannya seperti dijelaskan oleh Reza Pahlevi Dalimuthe dalam buku 100 Kesalahan dalam Sedekah.

    • Niatkan dengan tulus untuk mencari ridha kepada Allah, bukan riya atau pujian manusia
    • Menggunakan harta yang halal
    • Dari hasil usaha yang terbaik
    • Merahasiakan saat mengeluarkan sedekah
    • Mewakilkan penyerahan untuk menghindari riya
    • Mendoakan agar sedekahnya bermanfaat bagi penerima
    • Mendahulukan orang saleh, orang yang sedang menuntut ilmu, dan fakir miskin yang tidak meminta-minta
    • Tidak menunda-nunda sedekah
    • Tidak perlu dibahasakan secara lugas kepada penerima sedekah untuk menjaga perasaannya

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Saat Melihat Bencana, Dibaca Agar Dilindungi oleh Allah



    Jakarta

    Bencana baik berupa bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, tanah longsor, gunung meletus, dan badai, atau bencana kemanusiaan seperti perang dan wabah penyakit adalah musibah yang datangnya tidak disangka-sangka.

    Oleh karena itu, Rasulullah senantiasa menganjurkan umatnya untuk selalu memohon perlindungan kepada Allah SWT. Salah satu caranya adalah dengan memanjatkan doa. Allah telah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al Ankabut ayat 2-3,

    اَحَسِبَ النَّاسُ اَنْ يُّتْرَكُوْٓا اَنْ يَّقُوْلُوْٓا اٰمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُوْنَ وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللّٰهُ الَّذِيْنَ صَدَقُوْا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكٰذِبِيْنَ


    Artinya: Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, “Kami telah beriman,” dan mereka tidak diuji? Dan sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta.

    Berdasarkan ayat tersebut, dapat diketahui bahwa Allah menguji seseorang melalui berbagai macam cobaan dan barangsiapa yang beriman dan benar-benar memohon petunjuk pada Allah pada setiap ujian yang menimpanya, maka Allah akan menempatkan dirinya di tempat yang mulia di sisi-Nya.

    Bacaan Doa Ketika Melihat Bencana

    Dikutip dari buku Setiap Saat Bersama Allah yang ditulis oleh Islah Gusmian, berikut adalah bacaan doa melihat orang tertimpa bencana atau musibah:

    الـحَمْدُ لِلَّـهِ الَّذِي عَافَانِي مِمَّـا ابْتَلاكَ بِهِ، وَفَضَّلَنِي عَلَى كَثيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلاً

    Arab-latin: Alhamdulillahilladzi afani mimmabtalaka bihi wafadhalani ‘ala katsirin mimman khalaqa tafdhila

    Artinya: Segala puji bagi Allah yang menyelamatkan kami dari bencana yang menimpa ini, dan mengutamakan kami melebihi orang-orang dengan kelebihan yang nyata (HR Imam At-Tirmidzi, Sunan At-Tirmidzi, “Kitab Al-Da’awat”, nomor: 3353).

    Adapun selain doa, terdapat juga ucapan yang dapat dilakukan sebagaimana yang Rasulullah lakukan. Saat mendengar musibah menimpa seseorang, Rasulullah SAW menganjurkan kita untuk senantiasa mengucapkan:

    مِنْهَا خَيْرًا لَهُمْ فْ وَأَخْلِمُصِيبَتِهِمْ، فِي أجرْهُم اللَّهُمَّ رَاجِعُونَ، إِلَيْهِ وَإِنَّا لِلَّهِ إِنَّا

    Arab-latin: Innalillahi wa inna ilaihi roji’un, Allahumma ajirhum fii mushibatihim, wa akhlif lahum khoiron minha

    Artinya: Sesungguhnya kita milik Allah dan sungguh hanya kepada-Nya kita akan kembali. Ya Allah, berilah mereka pahala dalam musibah mereka dan berilah ganti yang lebih baik.

    Sayyidul Istighfar, Doa Ajaran Rasulullah

    Rasulullah juga mengajarkan doa yang bisa dilafalkan sebagai ungkapan penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah. Doa ini sebagai cara untuk mengakui kesalahan dan dosa yang telah diperbuat, untuk memohon ampun dan juga mengharapkan perlindungan dari musibah yang menimpa.

    Mengutip dari buku Dahsyatnya Keajaiban Istighfar bagi Orang-Orang Sibuk oleh Khairi Syekh Maulana Arabi, doa ini dikenal sebagai sayyidul istighfar. Berikut doa yang diajarkan Rasulullah SAW:

    اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

    Arab-latin: Allahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa anna ‘abduka wa anaa ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika. Mastatha’tu a’uudzu bika min syarri maa shana’tu abuu u laka bini’ matika ‘alayya wa abuu-u bidzanbii faghfir lii fa innahu laa yagfirudz dzunuuba illa anta.

    Artinya:”Hai Tuhanku, Engkau Tuhanku. Tiada Tuhan yang disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perintah iman sesuai perjanjian-Mu sebatas kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang kuperbuat. Kepada-Mu, aku mengakui segala nikmat-Mu padaku. Aku mengakui dosaku. Maka itu ampunilah dosaku. Sungguh tiada yang mengampuni dosa selain Engkau.” (HR. Bukhari).

    Selain membaca doa di atas, disarankan untuk bersabar dan bertawakal kepada Allah. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an surat Al Baqarah ayat 155,

    وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ

    Artinya: Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.

    Demikian bacaan doa saat melihat bencana sesuai dengan anjuran Rasulullah SAW agar dapat turut dilindungi oleh Allah. Di balik musibah, bencana, ujian, dan cobaan pasti memiliki hikmah sebab sejatinya Allah akan menyertakan kemudahan di setiap kesulitan.

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Pagi Hari Islam yang Selalu Dibaca Rasulullah



    Jakarta

    Ketika ingin memulai hari, seorang muslim disunnahkan untuk membaca doa pagi hari Islam. Sebab, hal itu merupakan kebiasaan dari Rasulullah SAW.

    Imam Nawawi dalam Kitab al-Adzkar menyebutkan sejumlah riwayat tentang berdoa di pagi hari yang menjadi salah satu kebiasaan Rasulullah SAW.

    Riwayat ini terdapat dalam Sunan Abu Dawud dan Sunan Ibnu Majah, dengan sanad-sanad jayyid dari Abu Iyasy dia mengatakan, Rasulullah SAW bersabda,


    مَنْ قَالَ إِذَا أَصْبَحَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ كَانَ لَهُ عِدْلَ رَقَبَةٍ مِنْ وَلَدِ إِسْمَعِيلَ وَكُتِبَ لَهُ عَشْرُ حَسنَاتٍ وَحُطَّ عَنْهُ عَشْرُ سَيِّئَاتٍ وَرُفِعَ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ وَكَانَ فِي حِرْزِ مِنْ الشَّيْطَانِ حَتَّى يُمْسِيَ وَإِنْ قَالَهَا إِذَا أَمْسَى كَانَ لَهُ مِثْلُ ذَلِكَ حَتَّى يُصْبِحَ

    Artinya: “Barang siapa ketika pagi hari mengucapkan, ‘Tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi-Nya, hanya bagi-Nya kekuasaan dan hanya bagi-Nya segala puji. Dialah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu,’ maka dia berhak mendapatkan pahala sebesar memerdekakan hamba sahaya dari keturunan Ismail, dituliskan sepuluh kebaikan baginya, dihapuskan sepuluh keburukan darinya, diangkat sepuluh derajat baginya, dan dia senantiasa terjaga dari setan hingga petang. Apabila dia mengucapkannya menjelang petang, maka dia berhak mendapatkan pahala yang sama hingga menjelang pagi” (Hadits ini dianggap shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Abu Dawud)

    Dalam Sunan Abu Dawud juga terdapat hadits yang menjelaskan mengenai doa yang dibaca Rasulullah SAW. Hadits ini diriwayatkan dengan sanad yang tidak dianggap dhaif, dari Abu Malik al-Asy’ari, dia mengatakan, Rasulullah SAW bersabda,

    “Apabila salah seorang di antara kalian ketika menjelang pagi mengucapkan, ‘Kami telah berada di pagi hari dan kekuasaan ini hanyalah milik Allah SWT, Tuhan semesta Alam. Ya Allah aku memohon kebaikan hari ini kepada-Mu, kemenangan, pertolongan, cahaya, keberkahan, dan petunjuknya. Aku juga berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan sesudahnya. ‘Kemudian ketika sore hari hendaklah dia mengucapkan hal yang sama.”

    Bacaan Doa Pagi Hari

    Bacaan doa pagi hari sebagaimana disebutkan Rasulullah SAW dalam hadits di atas yakni:

    لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

    Arab latin: Laa ilaha illallah wahdahu laa syarikalah lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir

    Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi-Nya, hanya bagi-Nya kekuasaan dan hanya bagi-Nya segala puji. Dialah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

    Imam an-Nawawi dalam Kitab Induk Doa-nya juga menuliskan doa pagi hari yang dibaca Rasulullah SAW, dengan lafaz berikut:

    اللَّهُمَّ مَا أَصْبَحَ بِيَمِنْ نِعْمَةٍ فَمِنْكَ وَحْدَكَ لا شَرِيكَ لَكَ، لَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشكر

    Arab latin: Allaahumma maa ashbaha bii, min ni’matin fa minka wahdaka laa syariikalak, lakal hamdu wa lakasy-syukru

    Artinya: “Ya Allah, aku tidak menjumpai pagi hari kecuali karena nikmat-Mu, Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Mu, bagimu segala puji dan syukur.”

    Dikatakan, membaca doa tersebut pada pagi hari akan terhitung sebagai syukur kepada Allah SWT pada hari itu, dan siapa yang membacanya di waktu sore, maka terhitung syukur sampai pada malam harinya.

    Imam an-Nawawi juga meriwayatkan dalam Sunan Abu Dawud mengenai doa memohon kesehatan dan agar terhindar dari kefakiran. Doa ini diriwayatkan dari Abdurrahman bin Abi Bakrah, bahwa dia bertanya kepada ayahnya, “Wahai ayah sesungguhnya aku mendengarmu berdoa di setiap pagi-pagi sekali,

    اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَدَنِي اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي سَمْعِي اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَصَرِي اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الكُفْرِ وَالْفَقْرِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ.

    Arab latin: Allahumma afini fi badani allahumma afini fi sam’i allahumma afini fi bashari Allahumma inni a’udzu bika minal kufri wal faqri. Allahumma inni a’udzu bika min ‘adzabil qabri. La ilaha illa anta.

    Artinya: “Ya Allah, sehatkanlah tubuhku. Ya Allah, sehatkanlah pendengaranku. Ya Allah, sehatkanlah pandangan mataku. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur. Tiada tuhan selain Engkau.”

    Doa Pagi Hari agar Sejahtera Dunia Akhirat

    Rasulullah SAW juga memanjatkan doa untuk memohon kesejahteraan di dunia dan di akhirat setiap pagi dan sore. Beliau tidak pernah meninggalkan doa tersebut.

    Berikut bacaan doanya:

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ في الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي، اَللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِيْ وَآمِنْ رَوْعَاتِي. اللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ وَمِنْ خَلْفِيَّ وَعَنْ يَمِيْنِي وَعَنْ شِمَالِي وَمِنْ فَوْق وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَن أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي

    Arab latin: Allaahumma innii as-alukal ‘aafiyah fid dunya wal aakhirah, allaa- humma innii as-alukal ‘afwa wal’aafiyah fii diinii wa dun-yaya wa ahlii wa maalii, allaahummastur ‘auraatii wa aamin rau’aatii, allaahummah fadhnii min baini yadayya wa min khalfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaali wa min fauqii wa a’udzu bi ‘adhamatika an ughtala min tahtii

    Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu kesejahteraan di dunia dan akhirat, ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu maaf, dan kesejahteraan dalam agamaku, duniaku, keluargaku, dan hartaku. Ya Allah, semoga Engkau menutupi keburukanku, dan amankanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, semoga Engkau jaga aku dari arah sampingku, dari arah belakangku, depanku, dan dari arah atasku, dan aku berlindung dengan keagungan-Mu dari tertiup keburukan dari bawahku (gempa bumi).”

    Doa untuk memohon kesejahteraan yang dibaca Rasulullah SAW setiap pagi dan sore tersebut termuat dalam Kitab Sunan Abu Dawud, Sunan an-Nasa’i, dan Sunan Ibnu Majah dari Ibnu Umar RA.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Terbebas dari Api Neraka, Bisa Dibaca Pagi dan Sore



    Jakarta

    Panasnya api neraka digambarkan sangat dahsyat karena bisa menghancurkan tubuh manusia seketika. Rasulullah SAW dalam sejumlah hadits telah mengajarkan doa agar terbebas dari api neraka.

    Api neraka panasnya 69 kali lipat dengan panasnya di dunia, sebagaimana dikatakan Abdul Muhsin al-Muthairi dalam Kitab Al-Yawm al-Akhir fi al-Qur’an al-‘Azhim wa al-Sunnah al-Muthahharah.

    Bahkan saking panasnya, neraka mengeluh kepada Tuhannya. Sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda,


    “Neraka mengeluh kepada Tuhannya dan berkata, ‘Wahai Tuhanku, sebagian diriku telah memakan sebagian yang lain. Ringankanlah aku dengan bernapas.’ Allah mengizinkannya bernapas sebanyak dua kali, pada musim panas dan pada musim dingin. Apa yang kalian dapatkan pada musim panas adalah sebagian dari hawa panasnya, dan apa yang kalian dapatkan pada musim dingin adalah sebagian dari napasnya (zamharir)” (HR Bukhari dan Muslim masing-masing dalam Shahih-nya)

    Imam an-Nawawi dalam Kitab Al-Adzkar menukil sebuah hadits yang termuat dalam Kitab Sunan Abu Dawud dengan riwayat yang baik dan dia tidak mengatakan ke-dhaif-annya yang berasal dari Anas bin Malik RA mengenai anjuran membaca doa agar terbebas dari neraka.

    Dikatakan, Allah SWT akan membebaskan seperempat kemungkinan masuk neraka bagi orang yang membaca doa agar terbebas dari neraka setiap pagi dan sore. Adapun, bagi yang membacanya dua kali, maka Allah SWT akan membebaskan separuhnya lagi kemungkinan masuk neraka.

    Sementara itu, orang yang membaca tiga kali akan dibebaskan dari tiga perempat kemungkinan masuk neraka dan bagi yang membacanya empat kali, maka Allah SWT benar-benar akan membebaskannya dari neraka. Berikut bacaan doa yang dimaksud dalam hadits tersebut.

    Bacaan Doa Terbebas dari Api Neraka

    اللهم إني أصبحت أشهدك وأشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ وَمَلائِكتك وجميع خَلْفِك انك أنت لا إله إلا انت وأن محمدًا عَبْدُكَ وَرَسُولُك

    Allaahumma innii ashbahtu wa usyhiduka wa usyhidu hamalata ‘arsyika wa malaaikatak, wa jamii’a khalqika annaka anta laa ilaaha illaa anta, wa inna muhammadan ‘abduka wa rasuuluk

    Artinya: “Ya Allah, sungguh aku telah menjumpai pagi ini, dan aku bersaksi kepada-Mu, dan aku bersaksi pada malaikat yang membawa ‘Arsy-Mu, kepada para malaikat-malaikat-Mu, dan kepada semua makhluk-makhluk-Mu, sungguh Engkau, tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau, dan Nabi Muhammad adalah hamba-Mu dan utusan-Mu.”

    Selain membaca doa terbebas dari api neraka, Rasulullah SAW juga membaca doa lain setiap pagi. Doa ini akan menghapuskan sepuluh keburukan dan menjaga seseorang dari godaan setan dari pagi hingga petang.

    Rasulullah SAW bersabda,

    مَنْ قَالَ إِذَا أَصْبَحَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ كَانَ لَهُ عِدْلَ رَقَبَةٍ مِنْ وَلَدِ إِسْمَعِيلَ وَكُتِبَ لَهُ عَشْرُ حَسنَاتٍ وَحُطَّ عَنْهُ عَشْرُ سَيِّئَاتٍ وَرُفِعَ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ وَكَانَ فِي حِرْزِ مِنْ الشَّيْطَانِ حَتَّى يُمْسِيَ وَإِنْ قَالَهَا إِذَا أَمْسَى كَانَ لَهُ مِثْلُ ذَلِكَ حَتَّى يُصْبِحَ

    Artinya: “Barang siapa ketika pagi hari mengucapkan, ‘Tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi-Nya, hanya bagi-Nya kekuasaan dan hanya bagi-Nya segala puji. Dialah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu,’ maka dia berhak mendapatkan pahala sebesar memerdekaan hamba sahaya dari keturunan Ismail, dituliskan sepuluh kebaikan baginya, dihapuskan sepuluh keburukan darinya, diangkat sepuluh derajat baginya, dan dia senantiasa terjaga dari setan hingga petang. Apabila dia mengucapkannya menjelang petang, maka dia berhak mendapatkan pahala yang sama hingga menjelang pagi” (Hadits ini dianggap shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Abu Dawud)

    Bacaan doa yang dimaksud adalah:

    لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

    Laa ilaha illallah wahdahu laa syarikalah lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir

    Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi-Nya, hanya bagi-Nya kekuasaan dan hanya bagi-Nya segala puji. Dialah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

    (kri/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Doa ketika Merasa Takut dan Gelisah, Baca Ini supaya Hati Tenang



    Jakarta

    Rasa takut dan cemas sering kali melanda diri. Namun di saat perasaan itu datang, sebagai muslim hendaknya memohon perlindungan kepada Allah SWT dengan memanjatkan doa. Berikut doa yang bisa dibaca saat merasa takut dan gelisah berlebih.

    dr. Mohammad Ali Toha Assegaf dalam buku Sehat Ala Nabi: 365 Tips Sehat Sesuai Ajaran Rasulullah mengemukakan bahwa rasa takut muncul disebabkan kurangnya rasa percaya diri dalam menghadapi suatu masalah.

    Menurutnya, obat penghilang takut itu sendiri adalah dengan berserah diri kepada Allah SWT melalui doa dan bersikap tegas. Kemudian setelahnya, kita bisa bertawakal atau menyerahkan sepenuhnya kepada-Nya.


    Dengan cara-cara tersebut khususnya dengan berdoa, insya Allah Dia akan memberikan rasa percaya diri dan aman di hati, sehingga kita tak lagi merasakan ketakutan dan cemas berlebih.

    Lantas, doa apa yang bisa dibaca saat diri merasa takut dan khawatir? Simak berikut ini.

    5 Doa Menghilangkan Rasa Takut dan Cemas Berlebih

    Imam Nawawi melalu kitabnya Al-Adzkar menyebutkan sejumlah doa yang dapat dilafalkan muslim ketika dilanda ketakutan dan gelisah.

    1. Doa saat Merasa Takut dan Gelisah Versi Satu

    أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ غَضَبِهِ وَشَرِّ عِبَادِهِ وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ وَأَنْ يَحْضُرُونِ

    Latin: A’udzu bikalimaatil laahit taammati min ghadlabihi wa syarri ‘ibaadihi wa min hamazzatisy syayathiini wa an yahdluruun

    Artinya: “Aku berlindung dengan firman Allah yang sempurna, dari kemurkaan-Nya, dari godaan setan dan ketika mereka akan datang kepadaku.” (HR Abu Dawud & Tirmidzi, dari Amru bin Syu’aib)

    2. Doa saat Merasa Takut dan Gelisah Versi Dua

    اللَّهُ اللَّه رَبِّي لَا شَرِيكَ لَه

    Latin: Allaahu allaahu rabbi laa syariika lah

    Artinya: “Ya Allah, ya Allah, ya tuhanku, tak ada sesuatu yang disekutukan bagi-Nya.” (HR Nasa’i & Ibnu Sunni)

    3. Doa saat Merasa Takut dan Gelisah Versi Tiga

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

    Latin : Allahumma inni a’udzu bika minal Hammi wal hazan, wa a’udzu bika minal ‘ajzi wal kasal, wa a’udzu bika minal jubni wal bukhl, wa a’udzu bika min ghalabatid dain wa qahrir rijal.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia.”

    4. Doa saat Merasa Takut dan Gelisah Versi Empat

    لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الْحَلِيْمُ الْحَكِيْمُ، سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَرَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ عَزَّ جَارُكَ وَجَلَّ ثَنَاؤُكَ

    Latin: Laa ilaaha illaal laahul haliimul hakim subhaanal laahi rabbis sa- maawaatis sab’i wa rabbil ‘arsyil ‘adhiimi laa ilaaha illaa anta ‘azza jaa- ruka wa jalla tsanaa-uka

    Artinya: “Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, Yang Maha Lembut lagi Maha Agung. Maha Suci Allah Yang memiliki langit tujuh dan Arsy yang agung, tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau. Maha Kuat pertolongan-Mu dan Maha Mulia pujian-Mu.” (HR Ibnu Sunni, dari Ibnu Umar)

    5. Doa saat Merasa Takut dan Gelisah Versi Lima

    يَا مَالِكَ يَوْمِ الدِّيْنِ إِيَّاكَ أَعْبُدُ وَإِيَّاكَ أَسْتَعِيْنُ

    Latin: Yaa maalika yaumid diini iyyaaka a’budu wa iyyaaka asta’iin

    Artinya: “Wahai Raja di hari pembalasan, hanya kepada-Mu aku menyembah dan hanya kepada-Mu aku memohon pertolongan.” (HR Ibnu Sunni, dari Anas bin Malik)

    Itulah sejumlah doa untuk menghilangkan rasa takut dan cemas berlebih, semoga bermanfaat!

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Sebab Terkabulnya Doa Menurut Hadits Nabi SAW



    Jakarta

    Muslim tentu ingin segala permohonan dan doanya terkabul. Namun, sudahkan memperhatikan sejumlah sebab dikabulkannya doa?

    Allah SWT nyatakan dalam surah Ghafir ayat 60, bahwa Dia akan mengijabah doa para hamba. Berikut bunyi kalam-Nya:

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ – 60


    Artinya: “Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

    Imam Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya menjelaskan, ayat tersebut berisi anjuran Allah SWT kepada hamba-Nya untuk meminta kepada-Nya dan Dia menjamin akan memperkenankan permintaan mereka.

    Walau melalui firman tersebut Allah SWT berjanji akan mengabulkan doa hamba, tetapi ada saja perkara yang membuat doa menjadi tertunda atau bahkan tertolak. Bakr bin Abdullah Abu Zaid dalam bukunya Tashhih Ad-Du’a menyebutkan beberapa hal yang menghambat diijabahnya doa, di antaranya:

    • Doa yang dipanjatkan lemah dalam dirinya karena mengandung unsur pelanggaran atau melampaui batas.
    • Hatinya lemah dalam menghadap Allah SWT.
    • Terdapat sesuatu yang menahan doa terkabul, seperti melanggar hal yang diharamkan oleh-Nya.
    • Tergesa-gesa dalam berdoa, serta merasa lelah sehingga tidak lagi doa.

    Sebab Dikabulkannya Doa

    Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr lewat Kitab Fiqih Doa & Dzikir Jilid 1 melampirkan hadits yang menerangkan adab berdoa, termasuk sebab penghalangnya doa hingga sebab dikabulkannya doa. Hadits ini diriwayatkan Imam Muslim dari Abu Hurairah.

    Abu Hurairah berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

    إِنَّ اللهَ تَعَالَى طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إِلَّا طَيِّبًا، وَإِنَّ اللَّهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِيْنَ، فَقَالَ تَعَالَى : يَأَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَلِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ ، وَ قَالَ تَعَالَى: يَأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُلُوا مِن طَيِّبَتِ ما رَزَقْنٰكُمْ ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ، وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ، وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ، وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ، وَغُذِيَ بِالْحَرَامِ، فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ

    Artinya: “Sesungguhnya Allah baik dan tidak menerima kecuali yang baik, sungguh Allah memerintahkan orang-orang beriman seperti apa yang Dia perintahkan kepada para utusan.” Allah SWT berfirman, ‘Wahai sekalian Rasul, makanlah yang baik-baik dan kerjakanlah amal-amal sholeh, sungguh Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS Al-Mu’minun: 51)’, dan firman-Nya, ‘Wahai orang-orang beriman, makanlah yang baik-baik dari apa yang dianugerahkan kepada kamu, dan bersyukurlah kepada Allah, jika kamu benar- benar hanya kepada-Nya menyembah. (QS Al-Baqarah: 172)’.

    Kemudian beliau menyebutkan tentang seorang laki-laki yang lama melakukan safar (perjalanan jauh), rambutnya kusut, dan badannya berdebu, dia menjulurkan kedua tangannya ke langit, “wahai Rabb… wahai Rabb ….” sementara makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan dibesarkan dengan haram, maka bagaimana dikabulkan karena hal itu.” (HR Muslim dalam Shahih-nya)

    Berdasarkan hadits di atas, Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr mengatakan bahwa Nabi SAW mengungkap empat sebab dikabulkannya doa, di antaranya:

    1. Perjalanan Jauh (Safar)

    Dijelaskan, semakin lama safar maka semakin dekat kepada terkabulnya doa. Mengapa begitu? Saat bepergian jauh, hati dan jiwa orang yang safar menjadi luluh karena mengalami banyak kesulitan dan merasa terasing dari kampung sendiri. Demikian orang yang hatinya telah luluh, menjadi faktor utama doa yang diijabah.

    Dalam salah satu riwayat, Rasulullah SAW pernah bersabda, “Tiga doa yang akan dikabulkan dengan tidak ada keraguan lagi: Doa orang yang terzalimi, doa orang yang bepergian, dan doa orang tua untuk anaknya.” (HR Abu Dawud, Ibnu Majah, dan At-Tirmidzi dari Abu Hurairah RA)

    2. Bersikap Tawadhu

    Dengan menunjukkan sikap rendah hati (tawadhu), tidak sombong, menghinakan diri dan berserah di hadapan Allah SWT, itulah sebab pengabulan doa. Sebagaimana Ibnu Abbas mengatakan Rasul SAW mengenakan pakaian lusuh, merendah ketika melaksanakan salat Istisqa (memohon hujan). (HR Abu Dawud)

    3. Mengangkat Kedua Tangan

    Menjulurkan kedua tangan ke langit termasuk adab dalam berdoa yang dengannya diharapkan doa akan terkabul. Dari Salman Al-Farisi, Nabi SAW bersabda, “Sungguh Allah Maha Pemalu lagi Maha Pemurah, Dia malu terhadap hamba-Nya yang apabila mengangkat kedua tangan, lalu mengembalikan keduanya dalam keadaan hampa dan kekecewaan.” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi)

    4. Memelas kepada Allah SWT

    Memelas di sini dengan mengulang penyebutan rububiyah-Nya, seperti ‘Ya Rabb’. Diriwayatkan Atha bahwa ia berkata, “Tidaklah seorang hamba mengucapkan ‘Ya Rabb… Ya Rabb… Ya Rabb…’ sebanyak tiga kali, melainkan Allah SWT melihat kepada-Nya.” Lalu hal itu disebutkan kepada Al-Hasan, meka beliau berkata, “Tidakkah kalian membaca Al-Qur’an?” Kemudian beliau membaca firman surah Ali Imran ayat 191-195.

    Inilah mengapa banyak doa dalam Al-Qur’an yang diawali dengan nama ‘Rabb’, lantaran menjadi sebab terbesar yang diharapkan pengabulan doa dengannya.

    Keempat sebab dikabulkannya doa dalam hadits nabi tersebut turut dijelaskan dalam Kitab Al-Wafi karya Musthafa Al-Bugha dan Muhyiddin Mistu.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa Mohon Perlindungan dari Orang Dzalim



    Jakarta

    Dalam kehidupan bermasyarakat, seorang muslim tidak dapat terhindarkan dari perlakuan buruk orang-orang yang dzalim. Berdoa untuk memohon perlindungan kepada Allah adalah salah satu cara agar terhindar dari orang dzalim.

    Allah telah berfirman dalam Al-Qur’an surat Asy-Syura ayat 42, bahwa setiap perbuatan dzalim akan mengundang azab yang pedih.

    إِنَّمَا ٱلسَّبِيلُ عَلَى ٱلَّذِينَ يَظْلِمُونَ ٱلنَّاسَ وَيَبْغُونَ فِى ٱلْأَرْضِ بِغَيْرِ ٱلْحَقِّ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ


    Artinya: Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih.

    Bacaan Doa Terhindar dari Orang Dzalim

    Doa ketika agar terhindar dari orang dzalim berikut ini dapat dibaca apabila bertemu musuh atau orang jahat. Adapun doa berikut yang dapat diamalkan oleh umat muslim didasarkan pada HR. Al-Bukhari no. 4563 5/172.

    Diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma,

    حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

    Arab-latin: Hasbunallah wa ni’mal wakiil.

    Artinya: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami, dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.”

    Doa tersebut juga pernah dibaca oleh Nabi Ibrahim AS ketika dilemparkan ke api dan pernah juga dibaca oleh Nabi Muhammad SAW. Doa ini juga merupakan bagian dari surat Ali Imran ayat 173.

    Dilansir dari laman resmi NU Online (16/5/2023), doa di atas dianjurkan untuk dibaca sejumlah 119 kali dalam sehari untuk menghadapi orang-orang yang tidak suka, orang yang memusuhi, dan sebagainya. Kemudian, apabila musuhnya genting, maka dapat dibaca 450 kali.

    Surat Al Mu’minun Ayat 94

    Selain bacaan doa di atas, kita juga dapat membaca surat Al Mu’minun ayat 94 dalam kehidupan sehari-hari agar terhindar dari orang yang dzalim.

    رَبِّ فَلَا تَجْعَلْنِى فِى ٱلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ

    Arab-latin: Rabbi fa lā taj’alnī fil-qaumiẓ-ẓālimīn

    Artinya: “Ya Tuhanku, maka janganlah Engkau jadikan aku berada di antara orang-orang yang dzalim.”

    H. Hamdan Hamedan, MA. menyebutkan dalam bukunya yang berjudul Doa dan Zikir Sepanjang Tahun, Allah memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk berdoa supaya dijauhkan dari orang-orang dzalim ketika Dia hendak mengazab mereka.

    Perintah berdoa seperti ini diajarkan Allah karena musibah yang ditimpakan kepada orang-orang durhaka, kadang juga menimpa orang-orang yang tidak bersalah karena mereka hidup bersama dalam masyarakat atau suatu negeri.

    Surat Al Ankabut Ayat 30

    Dalam buku Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki oleh KH. Sulaeman Bin Muhammad Bahri, disebutkan bahwa doa Nabi Luth dalam Al Qur’an surat Al Ankabut ayat 30, dapat dipraktikkan umat muslim untuk memohon pertolongan Allah.

    رَبِّ انْصُرْنِيْ عَلَى الْقَوْمِ الْمُفْسِدِيْنَ

    Arab-latin: Rabbinṣurnī ‘alal-qaumil-mufsidīn

    Artinya: “Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu.”

    Nabi Luth meminta pertolongan kepada Allah dari kedzaliman kaum sodom. Meskipun Nabi Luth telah memberi tahu bahwa perilaku mereka sesat dan tercela, kaum sodom malah menolak keras, mengancam, bahkan mengusir Nabi Luth.

    Atas segala perbuatan dzalim mereka kepada Nabi Luth, Allah kemudian mengabulkan doanya dengan dengan mengirimkan azab berupa gempa bumi yang dahsyat disertai hujan batu.

    Surat Al Qasas Ayat 21

    Adapun untuk memohon pertolongan dan perlindungan dari Allah, umat muslim juga dapat mengamalkan doa Nabi Musa yang tercantum dalam Al Qur’an surat Al Qasas ayat 21.

    رَبِّ نَجِّنِيْ مِنَ الْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ

    Arab-latin: Fa kharaja min-hā khā`ifay yataraqqabu qāla rabbi najjinī minal-qaumiẓ-ẓālimīn

    Artinya: “Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari kaum yang dzalim.”

    Pada masa itu, Nabi Musa AS keluar dari kota Fir’aun dengan diliputi rasa takut dikarenakan pengejaran oleh pasukan Fir’aun. Maka, Nabi Musa pun berdoa kepada Allah supaya berkenan menyelamatkannya dari orang-orang yang dzalim dan hendak mencelakainya, yakni Fir’aun dan para tukang sihir suruhannya.

    Surat Al Ikhlas, An Nas, dan Al Falaq

    Selain doa-doa di atas, membaca surat pendek Al Ikhlas, An Nas, dan Al Falaq juga dapat menjadi bacaan untuk memohon pertolongan dari Allah SWT dari orang-orang yang jahat dan dzalim.

    Julukan lain untuk surat Al Falaq dan An Nas adalah surat mu’awwidzat atau surat yang berisi permohonan perlindungan kepada Allah. Ketiga surat ini biasa dibaca sebagai bagian dalam rangkaian dzikir selepas sholat fardhu, sebagaimana hadits berikut ini.

    Dari ‘Uqbah bin ‘Amir, ia berkata,

    أَمَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ أَقْرَأَ الْمُعَوِّذَاتِ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ

    “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepadaku untuk membaca mu’awwidzat di akhir shalat (sesudah salam).” (HR. An-Nasa’i no. 1336 dan Abu Daud no. 1523. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

    Demikian bacaan doa agar terhindar dari orang yang dzalim. Semoga dapat menjadi pengetahuan dan kita semua bisa terhindar dari sifat orang-orang yang dzalim.

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Doa untuk Orang Meninggal: Arab, Latin dan Artinya



    Jakarta

    Al-Qur’an menjelaskan bahwa tiap yang bernyawa pasti mengalami kematian. Salah satu peran orang yang masih hidup adalah memanjatkan doa untuk orang meninggal tersebut sebagai bentuk menghormati, mengenang, dan mendoakan kebaikannya.

    Salah satunya, diriwayatkan dari Abu Musa RA dalam hadits At-Tirmidzi, dianjurkan untuk mengucapkan Istirja ketika mendengar seorang anak adam yang meninggal. Berikut bacaannya,

    إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ


    Arab latin: Innalillahi wa innaa ilaihi raajiuun

    Artinya: “Sesungguhnya kami berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya.”

    Menurut buku Fiqih Doa & Dzikir Jilid 2 karya Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr, Rasulullah SAW pernah mengunjungi makam para sahabatnya dengan mendoakan mereka. Dalam hadits tersebut, Rasulullah menganjurkan umat muslim untuk mendoakan sesamanya yang sudah wafat.

    كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يُعَلِّمُهُمْ إِذَا خَرَجُوا إِلَى الْمَقَابِرِ أَنْ يَقُولَ قَائِلُهُم: السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاحِقُونَ، أَسْأَلُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ

    Artinya: “Nabi SAW mengajarkan kepada mereka berziarah ke kubur supaya mengucapkan, ‘Semoga keselamatan senantiasa tercurah pada kalian, hai para penghuni perkampungan kaum mukmin dan muslim. Sesungguhnya kami insya Allah akan menyusul kalian. Aku memohon afiyah kepada Allah SWT untuk kami dan untuk kalian.”

    Doa untuk Orang Meninggal dalam Arab, Latin, dan Artinya

    Melalui sejumlah hadits, Rasulullah mengajarkan doa yang bisa dipanjatkan untuk orang yang telah meninggal dunia. Mengutip buku Fiqih Doa & Dzikir Jilid 2 dan Kitab Al-Adzkar oleh Imam an-Nawawi, berikut beberapa doanya.

    1. Doa untuk Orang Meninggal Versi Pertama

    السَّلَامُ علَى أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ المُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَيَرْحَمُ اللَّهُ المُسْتَقْدِمِينَ مِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِينَ، وإنَّا إنْ شَاءَ اللَّهُ بكُمْ لَلَاحِقُونَ

    Arab latin: Assalaamu ‘ala ahlid diyaari minal mu’miniina wal muslimiin wa yarhamullahu almustaqdimiina minna wal musta’khiriina wa innaa in syaa Allahu bikum lalahiquun

    Artinya: “Salam atas penghuni pemukiman yang terdiri dari orang-orang Mukminin dan Muslimin. Semoga Allah merahmati orang-orang terdahulu dari kita dan orang-orang belakangan. Sungguh kami insya Allah benar-benar akan menyusul kamu.” (HR Muslim, dari Aisyah)

    2. Doa untuk Orang Meninggal Versi Kedua

    السَّلَامُ عَلَيْكُم دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِيْنَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ

    Arab latin: Assalaamu ‘alaikum daara qaumin mu’miniin wa innaa in syaa’allaahu bikum laahiquun

    Artinya: “Semoga keselamatan terlimpahkan kepada kalian, wahai penghuni kuburan dari kaum mukmin, dan insya Allah kami akan menyusul kalian.” (HR Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Majah, dari Abu Hurairah)

    3. Doa untuk Orang Meninggal Versi Ketiga

    السَّلَامُ عَلَيْكُمْ يَا أَهْلَ القُبُورِ يَغْفِرُ اللَّهُ لَنَا وَلَكُمْ، أَنْتُمْ سَلَفْنَا وَنَحْنُ بِالْأَثَرِ

    Arab latin: Assalaamu ‘alaikum yaa ahlal qubuur yaghfirullaahu lanaa wa lakum antum salafnaa wa nahnu bil atsar

    Artinya: “Semoga keselamatan terlimpah kepada kalian, wahai ahli kubur. Semoga Allah SWT mengampuni kami dan kalian, kalian adalah pendahulu kami dan kami akan menyusul kalian.” (HR Tirmidzi, dari Ibnu Abbas)

    4. Doa untuk Orang Meninggal Versi Keempat

    السَّلَامُ عليْكم علَى أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ المُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وإنَّا إنْ شَاءَ اللَّهُ بكُمْ لَلَاحِقُونَ، وَ أسألُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُم العَافِيَةَ

    Arab latin: Assalaamu ‘alaykum ‘ala ahlid diyaari minal mu’miniina wal muslimiin wa innaa in syaa Allahu bikum lalahiquun wa asalu Allahu lanaa wa lakumul ‘aafiyah

    Artinya: “Salam atas kamu wahai penghuni pemukiman yang terdiri dari kaum Mukminin dan kaum Muslimin, dan sungguh kami Insya Allah benar-benar akan menyusul kamu. Aku mohon kepada Allah untuk kami dan kamu afiat.” (HR Muslim, dari Buraidah)

    5. Doa untuk Orang Meninggal Versi Kelima

    السَّلَامُ عليْكم علَى أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ المُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وإنَّا إنْ شَاءَ اللَّهُ بكُمْ لَلَاحِقُونَ أنْتُمْ لَنَا فَرَطٌ، وَنَحْنُ لَكُمْ تَبَعٌ

    Arabl latin: Assalaamu ‘alaykum ‘ala ahlid diyaari minal mu’miniina wal muslimiin wa innaa in syaa Allahu bikum lalahiquun, antum lanaa farathun wa nahnu lakum taba’un

    Artinya: “Salam atas kamu wahai penghuni pemukiman yang terdiri dari kaum Mukminin dan kaum Muslimin, dan sungguh kami Insya Allah benar-benar akan menyusul kamu. Kalian adalah pendahulu kami, dan kami akan mengikuti kalian.” (HR Nasa’i dan Ibnu Majah)

    6. Doa untuk Orang Meninggal Versi Keenam

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَلَهُ وَأَعْقِبْنِي مِنْهُ عُقْبَى حَسَنَةً

    Arab latin: Allahummaghfirli wa lahu wa’qibni minhu ‘uqba hasanah

    Artinya: Ya Allah, ampuni diriku dan dia dan berikan kepadaku darinya pengganti yang baik.

    7. Doa untuk Orang Meninggal Versi Ketujuh

    اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ

    Arab latin: Allahummaghfirla-hu warham-hu wa ‘aafi-hi wa’fu ‘an-hu wa akrim nuzula-hu, wa wassi’ madkhola-hu, waghsil-hu bil maa-i wats tsalji wal barod wa naqqi-hi minal khothoyaa kamaa naqqoitats tsaubal abyadho minad danaas, wa abdil-hu daaron khoirom min daari-hi, wa ahlan khoirom min ahli-hi, wa zawjan khoirom min zawji-hi, wa ad-khilkul jannata, wa a’idz-hu min ‘adzabil qobri wa ‘adzabin naar.

    Artinya: “Ya Allah, ampunilah ia, kasihilah ia, berilah ia kekuatan, maafkanlah ia, dan tempatkanlah di tempat yang mulia (surga), luaskan kuburannya, mandikan ia dengan air salju dan air es. Bersihkan ia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju putih dari kotoran, berilah ganti rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah ganti keluarga (atau istri di surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), istri (atau suami) yang lebih baik daripada istrinya (atau suaminya), dan masukkan ia ke surga, jagalah ia dari siksa kubur dan neraka.” (HR Muslim)

    Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk membacakan doa untuk orang yang meninggal ketika datang takziah atau melayat ke rumah duka. Berikut bacaan doanya,

    أَعْظَمَ اللهُ أَجْرَكَ وَأَحْسَنَ عَزَاءَكَ وَغَفَرَ لمَيِّتِكَ

    Arab latin: A’dlamallahu ajraka wa ahsana aza’aka wa ghafaraka li mayyitika

    Artinya: “Semoga Allah memperbesar pahalamu, dan menjadikan baik musibahmu, dan mengampuni jenazahmu.

    Itulah deretan doa yang bisa dibaca untuk orang meninggal.

    (rah/lus)



    Sumber : www.detik.com