Tag: doa

  • 4 Doa Bepergian Jauh, Dibaca ketika Hendak Melakukan Perjalanan Panjang


    Jakarta

    Doa bepergian jauh bisa dipanjatkan sebelum melakukan perjalanan. Sebagai seorang muslim, sudah sepantasnya kita mengawali dan mengakhiri segala sesuatu dengan berdoa.

    Membaca doa bepergian jauh bertujuan agar perjalanan yang akan ditempuh senantiasa lancar serta selamat sampai tujuan. Bahkan, Rasulullah SAW sendiri kerap membaca doa ketika hendak bepergian, terutama jika menempuh perjalanan yang jauh.

    Dalam Kitab Al-Adzkar susunan Imam An-Nawawi, diriwayatkan dari Abdullah bin Sarjis RA, beliau berkata,


    “Jika Rasulullah SAW melakukan perjalanan jauh, beliau meminta perlindungan dari beratnya perjalanan, buruknya tempat kembali dan kebengkokan setelah lurus, doanya orang-orang yang dizalimi, serta buruknya pandangan dan harta,” (HR Muslim)

    Dalam riwayat lainnya, dijelaskan melalui buku Semua Ada Haknya karya Syaikh Sa’ad Yusuf Mahmud Abu Aziz, orang yang tengah bepergian niscaya doanya dikabulkan oleh Allah SWT. Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,

    “Tiga doa yang pasti akan dikabulkan: doa orang teraniaya, doa orang yang sedang bepergian, dan doa orang tua kepada anaknya,” (HR Abu Dawud)

    Bila perjalanan yang ditempuh panjang dan jauh, semakin dekat pula doa kita dikabulkan. Lantas, doa apa saja yang bisa dipanjatkan ketika bepergian jauh?

    4 Doa Bepergian Jauh

    1. Doa Bepergian Jauh Versi Pertama

    Menukil dari buku Doa & Zikir Mustajab untuk Muslimah tulisan H. Muhammad Rahmatullah, Abdullah bin Sarjis berkata bahwa apabila Rasulullah melakukan perjalanan jauh, beliau berdoa,

    اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِى الأَهْلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِى الْمَالِ وَالأَهْلِ

    Arab latin: Allahumma antash shohibu fis safar, wal kholiifatu fil ahli. Allahumma inni a’udzubika min wa’tsaa-is safari wa ka-aabatil manzhori wa suu-il munqolabi fil maali wal ahli.”

    Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Teman dalam perjalanan, dan Pengganti dalam keluarga. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari beratnya perjalanan, dan kesedihan saat kembali, serta dari kekafiran setelah iman, dan dari doa orang yang dizalimi dari keburukan pemandangan dalam keluarga dan harta.” (HR Tirmidzi)

    2. Doa Bepergian Jauh Versi Kedua

    Berikut doa bepergian jauh lainnya yang berasal dari riwayat Muslim dan disebutkan dalam buku 101 Pesan Rasulullah untuk Anak Saleh karya Wulan Mulya Pratiwi,

    اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِعَنَّابُعْدَهُ اَللّٰهُمَّ اَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِوَالْخَلِيْفَةُفِى الْاَهْلِ

    Arab latin: Allahuma hawwin alaina safarana haadza, wathwi ‘anna bu’dah. Allahuma anta shaahibus safari wal khaliifatu fil maali wal ahli

    Artinya: “Ya Allah permudahlah perjalanan kami ini, dan jadikanlah perjalanan yang jauh terasa dekat. Ya Allah Engkaulah teman dalam bepergian dan yang mengurusi harta dan keluarga (yang ditinggal)” (HR Muslim)

    3. Doa Bepergian Jauh Versi Ketiga

    Pada riwayat lain yang termuat dalam Kitab Sunan Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan an-Nasa’i dengan sanad yang sahih, dari Ali bin Rabi’ah, sahabat Ali bin Abi Thalib membaca basmalah ketika naik kendaraan. Lalu, ketika telah duduk, dia membaca:

    الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِيْنَ، وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ

    Arab latin: Alhamdulillaahilladzii sakhkhara lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahuu muqriniin, wa innaa ilaa rabbinaa lamunqalibuun

    Artinya: “Segala puji bagi Allah, yang menundukkan semua ini kepada kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.”

    4. Doa Bepergian Jauh Versi Keempat

    Selain itu, melalui buku Bekal Safar tulisan Ustaz Abu Abdil A’la Hari Ahadi, doa yang perlu diamalkan untuk melakukan perjalanan jauh antara lain yaitu:

    (3x) الحَمْدُ للِه

    Arab latin: Allahu akbar, allahu akbar, allahu akbar

    Artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar

    سُبْحَانَ الَّذِى سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ

    Arab latin: Subhanalladzi sakh-khoro lanaa hadza wa maa kunna lahu muqrinin. Wa inna ila robbina lamun-qolibuun

    Artinya: “Mahasuci Allah yang telah menundukkan untuk kami kendaraan ini, padahal kami sebelumnya tidak mempunyai kemampuan untuk melakukannya, dan sesungguhnya hanya kepada Rabb kami, kami akan kembali.” (QS. Az-Zukhruf: 13-14)

    اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِى سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِى الأَهْلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِى الْمَالِ وَالأَهْلِ

    Arab latin: Allahumma innaa nas’aluka fii safarinaa hadza al birro wat taqwa wa minal ‘amali ma tardho. Allahumma hawwin ‘alainaa safaronaa hadza, wathwi ‘anna bu’dahu. Allahumma antash shoohibu fis safar, wal kholiifatu fil ahli. Allahumma inni a’udzubika min wa’tsaa-is safari wa ka-aabatil manzhori wa suu-il munqolabi fil maali wal ahli.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan, taqwa dan amal yang Engkau ridhai dalam perjalanan kami ini. Ya Allah mudahkanlah perjalanan kami ini, dekatkanlah bagi kami jarak yang jauh. Ya Allah, Engkau adalah rekan dalam perjalanan dan pengganti di tengah keluarga. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesukaran perjalanan, tempat kembali yang menyedihkan, dan pemandangan yang buruk pada harta dan keluarga)”

    Doa tersebut diriwayatkan dari Abdullah bin Umar dalam kitab Shahih Muslim nomor 1342. Demikian doa bepergian jauh yang bisa dipanjatkan, semoga bermanfaat.

    (aeb/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Iftitah Latin, Sunnah Dibaca setelah Takbiratul Ihram


    Jakarta

    Doa iftitah latin adalah bacaan dalam salat yang dilafalkan setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca surah Al Fatihah. Jumhur ulama menyebut, membaca doa iftitah hukumnya sunnah.

    Hukum membaca doa iftitah ini turut dijelaskan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Fatawa Arkanul Islam. Kesunnahan ini berlaku baik dalam salat fardhu maupun sunnah, untuk imam maupun makmum.

    Adapun, Abu Bakar Jabir Al-Jazairi dalam Kitab Minhajul Muslim menyebut hukum membaca doa iftitah dalam salat adalah sunnah ghairu muakkad. Hal ini disepakati oleh ulama Syafi’iyah, sebagaimana termuat dalam Kitab al-Fiqhu al-Madzahib al-Arba’ah, al-Juz’ al-Awwal, Kitab ash-Shalah.


    Dalil kesunnahan membaca doa iftitah bersandar pada hadits yang berasal dari Abu Hurairah RA. Ia mengatakan,

    كان رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إذا كبَّر في الصلاة؛ سكتَ هُنَيَّة قبل أن يقرأ. فقلت: يا رسول الله! بأبي أنت وأمي؛ أرأيت سكوتك بين التكبير والقراءة؛ ما تقول؟ قال: ” أقول: … ” فذكره

    Artinya: “Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam setelah bertakbir ketika salat, ia diam sejenak sebelum membaca ayat. Maka aku pun bertanya kepada beliau, wahai Rasulullah, kutebus engkau dengan ayah dan ibuku, aku melihatmu berdiam antara takbir dan bacaan ayat. Apa yang engkau baca ketika itu adalah:… (beliau menyebutkan doa iftitah).” (HR Muttafaqun ‘alaih)

    Lebih lanjut dijelaskan, yang harus dibaca seseorang dalam iftitah adalah membaca bacaan yang diriwayatkan dari Nabi SAW. Bacaannya ada beberapa macam. Dua di antaranya diawali dengan allahu akbar kabiro dan allahumma baid baini.

    Menurut Muhammad Nashiruddin al-Albani dalam Kitab Ashlu Shifati Shalaatin Nabiyyi shallaahu ‘alaihi wa sallam, doa iftitah yang diawali dengan allahumma baid baini adalah doa yang sanadnya paling shahih.

    Bacaan Doa Iftitah Latin

    Allahumma baaid baynii wa bayna khotoyaaya kamaa baa’adta baynal masyriqi wal maghrib. Allahumma naqqinii min khotoyaaya kamaa yunaqqots tsaubul abyadhu minad danas. Allahummagh-silnii min khotoyaaya bil maa-iwats tsalji wal barod

    Artinya: “Ya Allah, jauhkan lah antara aku dan kesalahan-kesalahanku, sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkan lah aku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana baju putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cuci lah aku dari kesalahan-kesalahanku dengan air, salju dan embun.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Selain itu, bisa juga membaca doa iftitah latin yang diawali dengan allahu akbar kabiro. Doa ini termuat dalam Kitab Al-Adzkar karya Imam an-Nawawi. Berikut bacaan latin dan artinya,

    Allahu akbar kabiiro, walhamdulillahi katsiiro, wa subhanallahi bukrotaw washilaa

    Artinya: “Allah Maha Besar lagi sempurna kebesaran-Nya. Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah sepanjang pagi dan petang.” (Hadits ini dianggap shahih oleh Ibnu Khuzaimah, HR Dawud, Ahmad, dan Ibnu Majah)

    Keutamaan Membaca Doa Iftitah

    Doa iftitah memiliki sejumlah keutamaan. Salah satunya dapat membuka pintu-pintu langit, sebagaimana disebutkan dalam sebuah riwayat yang berasal Ibnu Umar RA yang berkata,

    “Ketika kami salat bersama Rasulullah SAW, tiba-tiba seseorang mengucapkan ‘Allahuakbar kabira walhamdu lillahi katsira wasubhanalla hibukratawwa ashiilan’ (doa iftitah). Selesai salat, Rasulullah SAW bertanya, ‘Siapakah yang mengucapkan kalimat tadi?’ Seorang sahabat menjawab, ‘Saya, wahai Rasulullah.’ Beliau lalu bersabda, ‘Sungguh aku sangat kagum dengan ucapan tadi sebab pintu-pintu langit dibuka karena kalimat itu’ Kata Ibnu Umar, ‘Maka aku tak pernah lagi meninggalkannya semenjak aku mendengar Rasulullah SAW mengucapkan hal itu.’” (HR Muslim)

    Doa iftitah menjadi salah satu doa yang senantiasa dibaca Rasulullah SAW saat mengerjakan salat malam. Dalam Kitab Adzkaar al-Muttaqin min Kitaabillah wa Shahih al-Haditsi Imam karya Syekh Irfan bin Sulaim al-Asya Hasunah al-Dimasyqiy, terdapat hadits yang berbunyi,

    Dari Abu Salmah bin Abdurrahman bin Auf ia berkata, “Aku bertanya kepada Aisyah Ummul Mukminin. Dengan bacaan apa Nabi memulai salatnya apabila ia bangun dari tidur di malam hari?” Aisyah berkata, “Apabila bangun dari tidur malam, maka Rasulullah membaca doa iftitah dalam salatnya.”

    (kri/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Walimatul Khitan, Bisa Dibaca saat Anak Sunat


    Jakarta

    Khitan menjadi salah satu amalan yang disyariatkan bagi umat muslim. Ada doa khusus yang bisa dibaca untuk anak ketika khitan atau sunat.

    Khitan telah disyariatkan jauh sebelum Nabi Muhammad SAW diutus. Menurut sejarahnya, khitan telah diperintahkan sejak zaman Nabi Ibrahim AS.

    Disebutkan dalam sebuah riwayat, Nabi Ibrahim AS merupakan salah satu utusan Allah SWT yang diberi syariat atas khitan. Rasulullah SAW bersabda,


    احْتَتَنَ إِبْرَاهِيمُ النَّبِيُّ ﷺ وَهُوَ ابْنُ ثَمَانِينَ سَنَةٌ بِالْقَدُومِ

    Artinya: “Nabi Ibrahim berkhitan ketika berusia 80 tahun menggunakan kapak.” (HR. Bukhari).

    Ibnu Qayyim dalam Tuhfatul Al-Maudud menyebutkan bahwa Nabi Ibrahim AS mengkhitan dua anaknya yakni Ishaq AS dan Ismail AS. “Nabi Ibrahim mengkhitan anaknya yang bernama Ishaq ketika berumur 7 hari dan mengkhitan Ismail ketika berumur 13 tahun.”

    Syariat ini kemudian berlanjut ke anak cucu keturunan Nabi Ibrahim AS hingga hadirnya Nabi Muhammad SAW sebagai utusan terakhir. Sebagian besar ulama mengatakan bahwa khitan bagi laki-laki muslim hukumnya adalah wajib.

    Perintah berkhitan bagi umat Nabi Muhammad SAW secara khusus disebutkan dalam beberapa hadits, salah satunya sebagai berikut.

    خَمْسٌ مِنْ الْفِطْرَةِ : الاِسْتِحْدَادُ وَالْخِتَانُ وَقَصُّ الشَّارِبِ وَنَتْفُ الإِبْطِ وَتَقْلِيمُ الأَظْفَارِ

    Artinya: Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Lima dari fitrah: memotong bulu kemaluan, khitan, memotong kumis, mencabut bulu ketiak, dan memotong kuku.” (HR Jama’ah).

    Doa Walimatul Khitan

    Ada doa yang bisa dibaca ketika menggelar walimatul khitan. Doa ini ditujukan kepada anak yang dikhitan agar mendapatkan kebaikan serta keberkahan dari Allah SWT.

    Dalam Kitab Hilyatun Nufus lil ‘Aris wal ‘Arus sebagaimana dinukil NU Online, tertulis sebuah doa ketika seseorang akan dikhitan yakni,

    اَللَّهُمَّ هَذِهِ سُنَّتُكَ وَسُنَّةُ نَبِيِّكَ، صَلَوَاتُكَ عَلَيْهِ وَآلِهِ، وَاتِّبَاعٌ مِنَّا لِنَبِيِّكَ، بِمَشِيْئَتِكَ وَإِرَادَتِكَ وَقَضَائِكَ لِأَمْرٍ أَرَدْتَهُ وَقَضَاءٍ حَتَمْتَهُ، وَأَمْرٍ أَنْفَذْتَهُ، وَأَذَقْتَهُ حَرَّ اْلحَدِيْدِ فِيْ خِتَانِهِ وَحِجَامَتِهِ بِأْمْرٍ أَنْتَ أَعْرَفُ بِهِ مِنِّيْ

    Arab Latin: Allāhumma hādzihī sunnatuka wa sunnatu nabiyyika, shalawātuka ‘alayhi wa ālihī, wat tibā’un minnā li nabiyyika, bi masyī’atika, wa irādatika, wa qadhā’ika li amrin aradtahū, wa qadhā’in hatamtahū, wa amrin anfadztahū, wa adzaqtahū harral hadīdi fī khitānihī wa hijāmihī bi amrin anta a’rafu bihī minnī.

    Artinya, “Ya Allah, ini adalah sunnah-Mu dan sunnah nabi-Mu. Semoga rahmat tercurah padanya dan keluarganya. Dan kami mengikuti nabi-Mu dengan kehendak-Mu dan qadha-Mu. Karena suatu hal yang Engkau inginkan. Karena suatu hal ketentuan yang Engkau tetapkan. Karena suatu perkara yang Engkau laksanakan, dan Engkau merasakan padanya panasnya besi dalam khitan dan bekamnya karena suatu perkara yang Engkau lebih tahu dari aku.

    Lanjutkan dengan doa berikut,

    ” اَللَّهُمَّ فَطَهِّرْهُ مِنَ الذُّنُوْبِ، وَزِدْ فِيْ عُمْرِهِ وَادْفَعِ اْلآفَاتِ عَنْ بَدَنِهِ وَاْلأَوْجَاعِ عَنْ جِسْمِهِ، وَزِدْهُ مِنَ اْلغِنَى وَادْفَعْ عَنْهُ اْلفَقْرَ فَإِنَّكَ تَعْلَمُ وَلَا نَعْلَمُ

    Arab latin: Allāhumma fa thahhirhu minadz dzunūb, wa zid fi umrihī, wadfa’il āfāti ‘an badanihī wal awjā’i ‘an jismihī, wa zidhu minal ghinā, wadfa’ ‘anhul faqra, fa innaka ta’lamu wa lā na’lamu.

    Artinya, “Ya Allah, maka sucikanlah dia dari dosa-dosa. Tambahlah umurnya. Jagalah tubuhnya dari penyakit. Dan tambahlah kekayaan padanya dan jauhkan dari kefakiran. Maka sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui sementara kami tidak mengetahui”.

    Hukum Khitan dalam Ajaran Islam

    Mengutip buku Konsep Gender Dalam Islam (Menggagas Fikih Perkawinan Baru) oleh Dr. Agus Hermanto, dijelaskan bahwasannya Nabi Muhammad SAW telah dikhitan sejak lahir.

    Para ulama berpendapat, Nabi Muhammad SAW lahir dalam keadaan telah dikhitan. Namun sebagian ulama juga berpendapat bahwa Nabi Muhammad SAW dikhitan oleh sang kakek, Abdul Muthalib pada hari ke tujuh kelahirannya.

    Nabi Muhammad SAW juga mengkhitan dua cucunya yakni Hasan dan Husain saat keduanya berusia 7 hari.

    Mahjudin dalam bukunya “Masa’il al-Fiqh” menyatakan bahwa khitan bagi laki-laki hukumnya wajib. Khitan juga merupakan sebuah cara untuk melakukan thaharah (bersuci) dari najis (hadats) yang status hukumnya wajib.

    Sedangkan khitan terhadap pertemuan hukumnya sunnah dengan alasan bahwa tidak ada alat kelamin perempuan yang perlu dibuang untuk kepentingan thaharah.

    Demikian doa dan penjelasan tentang hukum khitan bagi anak laki-laki muslim.

    (dvs/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Bacaan Doa ketika Hujan Deras: Arab, Latin dan Artinya


    Jakarta

    Doa ketika hujan deras bisa dipanjatkan oleh kaum muslimin seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW pada sejumlah hadits. Hujan sendiri termasuk ke dalam waktu mustajab untuk memohon kepada Allah SWT seperti yang dikatakan dalam sebuah hadits,

    “Dua doa yang tidak akan ditolak, doa ketika adzan dan doa ketika turunnya hujan,” (HR Al Hakim)

    Dalam buku Amalan Pembuka Rezeki Rasulullah susunan Haris Priyatna dan Lisdy Rahayu dikatakan ada hadits lain yang menyebut mustajabnya waktu turun hujan, berikut bunyinya,


    “Berdoalah pada waktu doa-doa diperkenankan Tuhan, yakni pada saat berjumpa dengan pasukan musuh, ketika akan melaksanakan salat, dan ketika turun hujan,” (HR Asy-Syafi’i)

    Doa-doa yang Bisa Dipanjatkan ketika Hujan Deras

    Berikut sejumlah doa yang bisa dipanjatkan ketika hujan deras seperti dinukil dari buku Fikih Sunnah karya Sayyid Sabiq.

    1. Doa ketika Hujan Deras

    اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

    Arab latin: Allahumma haawalaina wa laa ‘alaina. Allahumma ‘alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari.

    Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turunkan lah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan.” (HR Bukhari)

    2. Doa ketika Hujan Disertai Petir

    سُبْحَانَ الَّذِي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ

    Arab latin: Subhaanalladzii yusabbihur ro’du bihamdihi wal malaaikatu min khiifatih.

    Artinya: “Maha Suci Allah yang dengan memuji-Nya bertasbihlah halilintar dan juga para malaikat karena takut kepada-Nya.”

    3. Doa Memohon Hujan Berhenti

    اللَّهُمّحَوَالَيْنَاوَلَاعَلَيْنَا,اللَّهُمَّعَلَىالْآكَامِوَالْجِبَالِوَالظِّرَابِوَبُطُونِالْأَوْدِيَةِوَمَنَابِتِالشَّجَر

    Arab latin: Allahumma haawalaina wa laa ‘alaina. Allahumma ‘alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari

    Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan yang untuk merusak kami. Ya Allah, turunkan lah hujan ke dataran tinggi, sebagian anak bukit, perut lembah, dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan,” (HR Bukhari)

    4. Doa ketika Hujan Disertai Angin Kencang

    اَللهُمَّ إِنِّيْ أَسْئَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَمَا اُرْسِلَتْ بِهِ وَاَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّمَا فِيْهَا وَشَرِّمَا اُرْسِلَتْ بِهِ

    Arab latin: Allaahumma innii as-aluka khoirohaa wa khoiro maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bih. Wa-a’uudzubika min syarrihaa wa syarri maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bih

    Artinya: “Ya Allah, saya memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, kebaikan yang ada di dalamnya, dan kebaikan yang Engkau kirim bersamanya. Dan saya berlindung kepada-Mu dari kejahatan angin ini, kejahatan yang ada di dalamnya, dan kejahatan yang Engkau kirim bersamanya,”

    5. Doa ketika Hujan Mulai Turun

    اللَّهُمَّصَيِّباًنَافِعاً

    Arab latin: ‘Allahumma shoyyiban nafi’an’.”

    Artinya: “Ya Allah, turunkan lah pada kami hujan yang bermanfaat.”

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Pembuka 12 Pintu Rezeki untuk Diamalkan Saat Sholat


    Jakarta

    Rezeki merupakan sesuatu yang telah diatur oleh Allah SWT. Namun, sebagai manusia kita masih memiliki kewajiban dalam mencari rezeki sebagai bentuk usaha kita. Selain itu, kita dianjurkan untuk selalu berdoa kepada Allah SWT termasuk ketika meminta rezeki.

    Ketika berdoa meminta rezeki, kita juga harus berdoa agar diberikan rezeki yang berkah dan halal. Rezeki tidak selalu berupa materi seperti uang, tetapi juga hal-hal lainnya yang mungkin tidak kita sadari.

    Setidaknya terdapat 12 pintu rezeki yang telah diatur oleh Allah SWT kepada setiap hambanya. Simak doa pembuka 12 pintu rezeki lengkap dengan penjelasannya berikut ini.


    Doa Pembuka 12 Pintu Rezeki

    Doa pembuka 12 pintu rezeki bisa kamu amalkan setelah melaksanakan sholat. Waktu yang mustajab untuk mengamalkan doa ini adalah setelah sholat tahajud di sepertiga malam terakhir.

    Simak doa pembuka 12 pintu rezeki yang bisa kamu amalkan berikut ini.

    Doa Pembuka Rezeki 1

    أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ

    Arab-latin:
    Ash-bahnaa wa ash-bahal mulku lillah walhamdulillah, laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodir. Robbi as-aluka khoiro maa fii hadzal yaum wa khoiro maa ba’dahu, wa a’udzu bika min syarri maa fii hadzal yaum wa syarri maa ba’dahu. Robbi a’udzu bika minal kasali wa su-il kibar. Robbi a’udzu bika min ‘adzabin fin naari wa ‘adzabin fil qobri.

    Artinya:

    Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.

    Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya.

    Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di alam kubur.

    Doa Pembuka Rezeki 2

    رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا

    Arab-Latin: Rodhiitu billaahi robbaa wa bil-islaami diinaa, wa bi-muhammadin shallallaahu ‘alaihi wa sallama nabiyya.

    Artinya: Aku ridha Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama dan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai nabi.

    Doa Pembuka Rezeki 3

    بِسْمِ اللهِ عَلَى نَفْسِي وَمَالِي وَدِيْنِيْ. اَللَّهُمَّ رَضِّنِيْ بِقَضَائِكَ، وَبَارِكْ لِيْ فِيْمَا قُدِّرَ لِيْ حَتَّى لَا أُحِبَّ تَعْجِيْلَ مَا أَخَّرْتَ وَلَا تَأْخِيْرَ مَا عَجَّلْتَ

    Arab-Latin: Bismillâhi ‘ala nafsî wa mâlî wa dînî. Allâhumma radhdhinî bi qadhâ’ika, wa bârik lî fîmâ quddira lî hattâ lâ uhibba ta’jîla mâ akhkharta, wa lâ ta’khîra mâ ‘ajjalta.

    Artinya:

    Dengan nama Allah yang menguasai diri, harta, dan agamaku. Tuhanku, kondisikan batinku agar rela menerima ketentuan-Mu.

    Berkatilah aku pada semua yang ditakdirkan untukku sehingga aku enggan menyegerakan apa yang Kau tunda dan enggan menunda apa yang Kau segerakan.

    12 Pintu Rezeki

    Terdapat setidaknya 12 pintu rezeki yang telah diatur oleh Allah SWT. Rezeki ini tidak hanya selalu berbentuk materi, tetapi juga aspek lain dalam kehidupan yang tidak kita sadari. Simak penjelasan 12 pintu rezeki di bawah ini.

    1. Rezeki yang Telah Dijamin

    Rezeki setiap manusia telah dijamin oleh Allah SWT sehingga tidak perlu takut karena kita sudah mendapatkan jaminannya.

    Seperti yang tercantum pada Surat Huud ayat 6 yang berbunyi, “Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semuanya (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz)”.

    2. Rezeki karena Berusaha

    Setiap usaha yang kita lakukan untuk mencapai sesuatu akan membuka pintu rezeki. Seperti yang tercantum pada Surat An-Najm ayat 39 yang berbunyi, “Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya”.

    3. Rezeki karena Bersyukur

    Ketika kita bersyukur akan segala sesuatu, niscaya Allah SWT akan melimpahkan rezeki kita.

    Seperti yang tercantum pada Surat Ibrahim ayat 7 yang berbunyi, “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat”.

    4. Rezeki karena Sedekah

    Selanjutnya adalah pintu rezeki yang didapatkan karena melakukan sedekah. Allah SWT menjanjikan ganjaran bagi orang yang bersedekah.

    Seperti dijelaskan Surat Al-Baqarah ayat 245 “Barang siapa meminjami Allah dengan pinjaman yang baik, maka Allah melipatgandakan ganti kepadanya dengan banyak. Allah menahan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan”.

    5. Rezeki karena Anak

    Kehadiran anak juga menjadi pintu rezeki. Seperti firman Allah pada Surat Al-Isra’ ayat 31 yang berbunyi, “Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan kepadamu. Membunuh mereka itu sungguh suatu dosa yang besar”.

    6. Rezeki karena Istighfar

    Bacaan istighfar yang rutin diamalkan juga dapat membuka pintu rezeki.

    Allah SWT menjamin rezeki bagi mereka yang rutin melafalkan istighfar melalui firman-Nya pada Surat Nuh ayat 10-11 yang berbunyi, “…maka Aku berkata (kepada mereka), ‘Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, sungguh, Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu’”.

    7. Rezeki karena Menikah

    Pintu rezeki yang ketuju adalah menikah. Banyak orang percaya bahwa menikah akan mendatangkan rezeki. Pernikahan disebut sebagai ibadah terpanjang yang dilakukan oleh umat Muslim.

    Rezeki karena menikah tercantum pada Surat An-Nuuh ayat 32 yang berbunyi, “Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan.

    Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui.”

    8. Rezeki karena Silaturahmi

    Menjalin tali silaturahmi juga dapat membukakan pintu rezeki. Dalam Islam, kegiatan silaturahmi sangat dianjurkan.

    Seperti hadis dari Abu Hurairah yang berbunyi, “Siapa yang suka dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung tali silaturahmi” (HR. Bukhari dan Muslim).

    9. Rezeki Iman dan Takwa

    Keimanan dan ketakwaan yang dimiliki akan membawa kita semakin dekat dengan Allah SWT. Iman dan takwa akan membukakan pintu rezeki yang berkah.

    10. Rezeki Membaca Al-Quran

    Membaca Al-Quran juga menjadi salah satu pintu rezeki bagi umat Muslim. Membaca Al-Quran dengan rutin dan memahami maknanya sangat penting. Jadikanlah Al-Quran sebagai pedoman hidup kita.

    11. Rezeki Berkorban

    Berkorban demi orang lain atau makhluk lainnya akan menjadi pintu kita untuk memperoleh rezeki. Berkorban juga akan mendatangkan pahala.

    12. Rezeki yang Tidak Terduga

    Pintu rezeki yang terakhir adalah rezeki yang tidak terduga. Rezeki ini datang dari arah yang tidak kita sangka-sangka.

    Seperti firman Allah dalam surat Al-Thalaq ayat 2 yang berbunyi, “Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya”.

    Demikianlah doa pembuka 12 pintu rezeki dan penjelasannya. Jangan lupa untuk diamalkan ya, detikers!

    (inf/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Berangkat dan Pulang Sekolah, Amalkan agar Ilmu Berkah


    Jakarta

    Sekolah adalah tempat belajar dan menimba ilmu. Sebagai seorang siswa, doa berangkat dan pulang sekolah sudah seharusnya menjadi bacaan sehari-hari agar ilmu yang didapatkan menjadi berkah.

    Tak hanya itu, membaca doa juga menjadi wujud seorang hamba meminta pertolongan dan perlindungan dari Allah SWT agar senantiasa diberi kemudahan dan kelancaran.

    Rizem Aizid dalam buku Ibadah Para Juara menerangkan bahwa Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk senantiasa berdoa kepada Allah SWT meski dalam keadaan bahagia, lapang, dan serba kecukupan. Nabi SAW bersabda,


    “Tiada sesuatu yang paling mulia dalam pandangan Allah, selain dari berdoa kepada-Nya, sedang kita dalam keadaan lapang.” (HR Al-Hakim)

    Saat hendak menuntut ilmu di sekolah, umat Islam dapat mengawali dan mengakhirinya dengan membaca doa. Dilansir dari arsip detikHikmah, berikut doa berangkat sekolah yang bisa dibaca dan dihafalkan mulai dari keluar rumah sampai ketika hendak memulai pelajaran.

    Doa Berangkat Sekolah

    1. Doa Berangkat Sekolah saat Keluar Rumah

    بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ

    Latin: Bismillahi tawakkaltu ‘alallah, laa haula wa laa quwwata illaa billaah

    Artinya: “Dengan nama Allah (aku keluar). Aku bertawakal (berserah diri) kepada Allah, tiada daya upaya melainkan dengan izin Allah.” (HR Tirmidzi dari Anas bin Malik)

    2. Doa Memohon Keselamatan Dunia Akhirat

    اَللهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ. اَللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِىْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ

    Latin: Allahumma inna nas aluka salamatan fiddiini wa ‘aafiyatan fil jasadi waziaadatan fil ilmi wabarakatan firrizqi wataubatan qablal maut warahmatan ‘indal maut wamaghfiratan ba’dal maut allahumma hawwin alainaa fii sakaraatil maut wa najjata minanaari wal’afwa indal hisaab

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu keselamatan ketika beragama, kesehatan badan, limpahan ilmu, keberkahan rezeki, taubat sebelum datangnya maut, rahmat pada saat datangnya maut, dan ampunan setelah datangnya maut.”

    3. Doa Naik Kendaraan

    بِاسْمِ اللَّهِ .الْحَمْدُ لِلَّهِ

    سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنقَلِبُون

    (3x) الْحَمْدُ لِلَّهِ

    (3x) اللَّهُ أَكْبَرُ

    سُبْحَانَكَ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي، فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

    Latin: Bismillah. Alhamdulillah. Subhaanal-ladzii sakh-khoro lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahu muqriniin. Wa innaa ilaa robbinaa lamunqolibuun. Alhamdulillah (3x). Allaahu akbar (3x). Subhanaka inni zhalamtu nafsi, faghfirli, fa innahu la yaghfirudz-dzunuba illaa anta

    Artinya: “Dengan nama Allah. Segala puji bagi Allah. Maha Suci Rabb yang menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Rabb kami (di hari kiamat). Segala puji bagi Allah (3x). Allah Maha Besar (3x). Maha Suci Engkau Ya Allah, sesungguhnya aku menganiaya diriku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi).

    4. Doa sebelum Belajar

    رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا، وَارْزُقْنِيْ فَهْمًا وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الصَّالِحِيْنَ

    Latin: Robbi zidnii ‘ilmaa, warzuqnii fahmaa, waj’alnii minash-sholihiin

    Artinya: “Ya Tuhanku, tambahkan lah ilmu kepadaku, dan berilah aku karunia untuk dapat memahaminya, Dan jadikan lah aku termasuk golongannya orang-orang yang soleh.”

    Doa Pulang Sekolah

    Adapun beberapa doa setelah belajar dan doa pulang sekolah yang bisa diamalkan, dirangkum dari buku Kitab Lengkap Shalat, Shalawat, Zikir, dan Doa karya Ibnu Watiniyah dan buku Zikir Lengkap Pagi-Sore karya Ahmad Rasyid, di antaranya:

    1. Doa Pertama

    اللهُمَّ انْفَعْنَا بِمَا عَلَّمْتَنَا وَعَلَّمْنَا الَّذِي يَنْفَعُنَا وَزِدْنَا عِلْمًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ

    Latin: Allaahumman fa’naa bimaa ‘allamtanaa wa ‘allimnaal ladzii yanfa’unaa wa zidnaa ‘ilmaan walhamdulillaahi ‘alaa kulli haalin

    Artinya: “Ya Allah, berilah kami kemanfaatan bagi apa yang telah Engkau ajarkan pada kami. Ya Allah ajarkanlah pada kami sesuatu yang bermanfaat bagi kami dan tambahkanlah ilmu pada kami segala puji hanya milik Allah pada setiap saat.”

    2. Doa Kedua

    سُبْحَنَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ اسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ الَيْكَ

    Latin: Subhaanaka allaahumma wa bihamdika asyhadu allaa ilaaha illaa anta asytaghfiruka wa atuubu ilaika

    Artinya: “Maha suci Engkau, saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau, saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

    3. Doa Ketiga

    اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتَّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ

    Latin: Allahumma arinal haqqa haqqa warzugnat tiba’ah wa arinal batila batila warzuqaj tinabah

    Artinya: “Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami kebenaran sehingga kami dapat selalu mengikutinya. Dan tunjukkanlah kepada kami sesuatu yang salah (batil) sehingga kami dapat selalu menjauhinya.”

    4. Doa Keempat

    اللَّهُمَّ إِنِّي اسْتَوْدَعْتُكَ مَا عَلَّمْتُهُ فَرْدُدُهُ لِي عِنْدَ حَاجَتِيْ إِلَيْهِ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ

    Latin: Allaahumma innii istauda’tuka maa ‘allamtuhuu faardud-hu lii ‘indaa haajatii ilaihi yaa rabbal ‘aalamiin

    Artinya: “Ya Allah, aku titipkan kepada-Mu apa yang telah aku pelajari, maka aku mohon kembalikanlah kepadaku ketika aku membutuhkannya, wahai Tuhan semesta alam.”

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Kumpulan Doa Pagi Hari Islam, Yuk Amalkan!


    Jakarta

    Doa pagi hari Islam termasuk ke dalam amalan yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Terlebih, pagi hari termasuk ke dalam waktu berkah sebagaimana sabda Rasulullah yang berbunyi:

    “Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya,” (HR Abu Daud)

    Pagi hari menjadi waktu yang tepat untuk memulai kegiatan karena tenaga, waktu dan pikiran dipersiapkan untuk menjalani hari. Selain itu, di waktu tersebut orang-orang juga disibukkan dengan segala urusan duniawi.


    Karenanya, agar aktivitas yang dijalankan lancar dan berkah ada sejumlah doa yang bisa dipanjatkan. Imam Nawawi melalui Kitab Al-Adzkar mengatakan berdoa di pagi hari termasuk ke dalam kebiasaan Rasulullah SAW.

    Dari Abu Iyasy mengatakan Nabi Muhammad bersabda,

    “Barang siapa ketika pagi hari mengucapkan, ‘Tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi-Nya, hanya bagi-Nya kekuasaan dan hanya bagi-Nya segala puji. Dialah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu,’ maka dia berhak mendapatkan pahala sebesar memerdekakan hamba sahaya dari keturunan Ismail, dituliskan sepuluh kebaikan baginya, dihapuskan sepuluh keburukan darinya, diangkat sepuluh derajat baginya, dan dia senantiasa terjaga dari setan hingga petang. Apabila dia mengucapkannya menjelang petang, maka dia berhak mendapatkan pahala yang sama hingga menjelang pagi” (Hadits ini dianggap shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Abu Dawud)

    Lantas, apa saja doa pagi hari Islam yang bisa dipanjatkan?

    Kumpulan Doa Pagi Hari Islam yang Bisa Dibaca

    1. Doa Pagi Hari Islam sebagai Rasa Syukur

    Disebutkan oleh Imam Nawawi melalui Kitab Induk Doa, berikut doa pagi hari Islam yang dibaca Rasulullah dan dapat dipanjatkan setiap pagi.

    اللَّهُمَّ مَا أَصْبَحَ بِيَمِنْ نِعْمَةٍ فَمِنْكَ وَحْدَكَ لا شَرِيكَ لَكَ، لَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشكر

    Arab latin: Allaahumma maa ashbaha bii, min ni’matin fa minka wahdaka laa syariikalak, lakal hamdu wa lakasy-syukru

    Artinya: “Ya Allah, aku tidak menjumpai pagi hari kecuali karena nikmat-Mu, Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Mu, bagimu segala puji dan syukur,”

    Membaca doa tersebut di pagi hari tergolong sebagai rasa syukur kepada Allah. Lalu, jika kembali dibaca pada sore hari, maka terhitung rasa syukurnya sampai malam hari.

    2. Doa Pagi Hari Islam Memohon Kesehatan

    Selanjutnya ada juga doa pagi hari Islam yang dipanjatkan untuk memohon kesehatan dan terhindar dari kefakiran. Imam Nawawi meriwayatkan dalam Sunan Abu Dawud, bahwa doa tersebut berasal dari Abdurrahman bin Abu Bakrah,

    اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَدَنِي اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي سَمْعِي اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَصَرِي اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الكُفْرِ وَالْفَقْرِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ.

    Arab latin: Allahumma afini fi badani allahumma afini fi sam’i allahumma afini fi bashari Allahumma inni a’udzu bika minal kufri wal faqri. Allahumma inni a’udzu bika min ‘adzabil qabri. La ilaha illa anta.

    Artinya: “Ya Allah, sehatkanlah tubuhku. Ya Allah, sehatkanlah pendengaranku. Ya Allah, sehatkanlah pandangan mataku. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur. Tiada tuhan selain Engkau,”

    3. Doa Pagi Hari Islam sesuai Hadits Rasulullah

    Berdasarkan hadits dalam Shahih Abu Dawud yang telah dibahas sebelumnya, berikut bunyi bacaan doa pagi hari Islam yang dapat dipanjatkan.

    لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

    Arab latin: Laa ilaha illallah wahdahu laa syarikalah lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir

    Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi-Nya, hanya bagi-Nya kekuasaan dan hanya bagi-Nya segala puji. Dialah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu,”

    4. Doa Pagi Hari Islam agar Sejahtera Dunia Akhirat

    Selain bacaan di atas, ada juga doa yang dapat dipanjatkan untuk memohon kesejahteraan di dunia dan akhirat setiap pagi serta sore. Doa ini tertulis dalam Kitab Sunan Abu Dawud, Sunan An-Nasa’i, dan Sunan Ibnu Majah dari Ibnu Umar RA. Berikut bunyinya,

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ في الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي، اَللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِيْ وَآمِنْ رَوْعَاتِي. اللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ وَمِنْ خَلْفِيَّ وَعَنْ يَمِيْنِي وَعَنْ شِمَالِي وَمِنْ فَوْق وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَن أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي

    Arab latin: Allaahumma innii as-alukal ‘aafiyah fid dunya wal aakhirah, allaa- humma innii as-alukal ‘afwa wal’aafiyah fii diinii wa dun-yaya wa ahlii wa maalii, allaahummastur ‘auraatii wa aamin rau’aatii, allaahummah fadhnii min baini yadayya wa min khalfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaali wa min fauqii wa a’udzu bi ‘adhamatika an ughtala min tahtii

    Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu kesejahteraan di dunia dan akhirat, ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu maaf, dan kesejahteraan dalam agamaku, duniaku, keluargaku, dan hartaku. Ya Allah, semoga Engkau menutupi keburukanku, dan amankanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, semoga Engkau jaga aku dari arah sampingku, dari arah belakangku, depanku, dan dari arah atasku, dan aku berlindung dengan keagungan-Mu dari tertiup keburukan dari bawahku (gempa bumi),”

    Amalan Pagi yang Bisa Dikerjakan Umat Islam

    Selain bacaan doa, ada sejumlah amalan pagi yang dapat dikerjakan oleh umat Islam. Apa saja? Berikut bahasannya.

    1. Tadarus Al-Qur’an

    Tadarus atau membaca Al-Qur’an bisa dilakukan usai mengerjakan salat Subuh. Sebab, pada waktu tersebut suasana tergolong tenang sehingga kaum muslimin bisa lebih fokus.

    Menukil dari buku Ajaibnya Bangun Pagi, Subuh, Dhuha & Mengaji di Pagi Hari susunan Muhammad Ainur Rasyid, penghafal Al-Qur’an dapat memanfaatkan waktu Subuh untuk melakukan muroja’ah atau mengulang hafalan. Dengan demikian, hafalan ayat Al-Qur’an tidak akan hilang dan tetap mendapat pahala.

    2. Salat Dhuha

    Amalan selanjutnya adalah salat Dhuha. Dikatakan, salat Dhuha dapat menjadi amalan yang membuka pintu rezeki.

    Meski tergolong ke dalam ibadah yang hukumnya sunnah muakkad, Rasulullah SAW selalu mengerjakan salat Dhuha semasa hidupnya. Diriwayatkan Muslim dari hadits Aisyah RA, dia berkata:

    “Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sholat Dhuha sebanyak empat (rakaat), kadang beliau menambah sesuai keinginannya,”

    3. Berzikir

    Terkait zikir di pagi hari, Allah SWT berfirman dalam surat Al Ahzab ayat 41-42,

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا * وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلا

    Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang,”

    Demikian kumpulan doa pagi hari Islam yang bisa dipanjatkan beserta informasi terkaitnya. Jangan lupa diamalkan ya!

    (aeb/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Doa Setelah Menuntut Ilmu, Bisa Dibaca Sesudah Belajar



    Jakarta

    Bacaan doa setelah menuntut ilmu sudah seharusnya diketahui dan dihafalkan oleh umat Islam. Menuntut ilmu atau belajar termasuk salah satu kewajiban umat manusia.

    Selain itu, setiap muslim juga dianjurkan untuk senantiasa berdoa dalam sehari-hari sebagai sarana untuk berkomunikasi dan meminta permohonan kepada Allah SWT.

    Termasuk ketika hendak memulai dan mengakhiri kegiatan belajar, membaca doa sangatlah dianjurkan agar diberi kemudahan dalam menyerap ilmu yang telah dipelajari serta supaya ilmu tersebut dapat membawa keberkahan.


    Hadits riwayat Ibnu Majah menunjukkan Rasulullah SAW menyatakan bahwa menuntut ilmu adalah kewajiban setiap muslim,

    طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَوَاضِعُ الْعِلْمِ عِنْدَ غَيْرِ أَهْلِهِ كَمُقَلِّدِ الْخَنَازِيرِ الْجَوْهَرَ وَاللُّؤْلُؤَ وَالذَّهَبَ

    Artinya: Mencari ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim, dan siapa saja yang meletakkan ilmu tidak pada tempatnya, maka ibarat kalung permata, mutiara, dan emas yang diikatkan pada seekor babi.

    Dalam hadits lain juga menerangkan pentingnya menuntut ilmu sebagai berikut.

    مَنْ خَرَجَ فِى طَلَبُ الْعِلْمِ فَهُو َفِى سَبِيْل ِاللهِ حَتَّى يَرْجِعَ

    Artinya: Barang siapa yang keluar untuk menuntut ilmu, maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang. (HR. Tirmidzi)

    Sebelum mulai menuntut ilmu, umat muslim dapat mengawalinya dengan membaca doa sebagaimana dikutip dari buku Kumpulan Doa Mustajab Sepanjang Hayat karya Nurdin Hasan sebagai berikut:

    رَضَيْتُ بالله رَبَّ وَبِالاسْلامِ دِينًا وَبِمُحَمَّد نَبِيًّا وَرَسُوْلاً رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِّسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي رَبِّي زِدْنِي عِلْمًا

    Latin: Radhiitu billaahi robba wa bil islaami diinaa wa bi muhammadin nabiyyaw warasuulaa. Robbisy rohli shadri wa yassirlii amrii wahlul ‘uqdatam mil lisaanii yafqahuu qaulii robbii zidnii ilman.

    Artinya: “Aku ridha Allah sebagai Tuhanku, Islam itu sebagai agamaku, dan Nabi Muhammad iitu sebagai Nabi dan Utusan Allah. Ya Allah, lapangkanlah dadaku dan mudahkanlah urusanku dan lepaskanlah kekakuan lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku, ya Allah tambahkanlah ilmuku.”

    Sesudah belajar, umat muslim dapat mengakhirinya dengan membaca doa pula. Lantas, seperti apa bacaan doa setelah menuntut ilmu? Melansir dari berbagai sumber, berikut ini beberapa bacaan doa setelah menuntut ilmu yang bisa diamalkan.

    Bacaan Doa Setelah Menuntut Ilmu

    1. Doa Pertama

    سُبْحَنَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ اسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ الَيْكَ

    Latin: Subhaanaka allaahumma wa bihamdika asyhadu allaa ilaaha illaa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika.

    Artinya: “Maha suci Engkau, saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau, saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

    2. Doa Kedua

    اللَّهُمَّ إِنِّي اسْتَوْدَعْتُكَ مَا عَلَّمْتُهُ فَرْدُدُهُ لِي عِنْدَ حَاجَتِيْ إِلَيْهِ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ

    Latin: Allaahumma innii istauda’tuka maa ‘allamtuhuu faardud-hu lii ‘indaa haajatii ilaihi yaa rabbal ‘aalamiin.

    Artinya: “Ya Allah, aku titipkan kepada-Mu apa yang telah aku pelajari, maka aku mohon kembalikanlah kepadaku ketika aku membutuhkannya, wahai Tuhan semesta alam.”

    3. Doa Ketiga

    اللهُمَّ انْفَعْنَا بِمَا عَلَّمْتَنَا وَعَلَّمْنَا الَّذِي يَنْفَعُنَا وَزِدْنَا عِلْمًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ

    Latin: Allaahumman fa’naa bimaa ‘allamtanaa wa ‘allimnaal ladzii yanfa’unaa wa zidnaa ‘ilmaan walhamdulillaahi ‘alaa kulli haalin.

    Artinya: “Ya Allah, berilah kami kemanfaatan bagi apa yang telah Engkau ajarkan pada kami. Ya Allah ajarkanlah pada kami sesuatu yang bermanfaat bagi kami dan tambahkanlah ilmu pada kami segala puji hanya milik Allah pada setiap saat.”

    4. Doa Keempat

    اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتَّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ

    Latin: Allahumma arinal haqqa haqqa warzugnat tiba’ah wa arinal batila batila warzuqaj tinabah.

    Artinya: “Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami kebenaran sehingga kami dapat selalu mengikutinya. Dan tunjukkanlah kepada kami sesuatu yang salah (batil) sehingga kami dapat selalu menjauhinya.”

    5. Doa Kelima

    اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

    Latin: Alllaahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’an wa rizqon toyyiban wa ‘amalan mutaqobbalan.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang tidak tertolak.”

    Itulah beberapa bacaan doa setelah menuntut ilmu yang bisa diamalkan sehari-hari. Semoga bermanfaat ya, detikers!

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Setelah Sholat Subuh agar Dosa Diampuni dan Rezeki Lancar


    Jakarta

    Waktu subuh memiliki banyak keutamaan. Membaca doa setelah sholat Subuh pun memiliki kelebihan dibanding waktu lainnya. Berikut ini sejumlah doa setelah sholat Subuh yang bisa kamu amalkan.

    Keutamaan doa berikut ini antara lain agar dosa diampuni dan tidak digoda setan. Doa lainnya yakni agar rezeki dilancarkan. Simak juga ayat-ayat Al-Quran yang dikaitkan dengan waktu subuh.

    Doa Setelah Sholat Subuh, Bacaan Latin, dan Artinya

    Berikut ini tiga amalan doa setelah sholat Subuh lengkap dengan huruf Arab, beserta bacaan latin dan artinya.


    1. Doa agar Dosa-dosa Diampuni

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَصْبَحْتُ أُشْهِدُكَ وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ وَمَلَائِكَتَكَ وَجَمِيعَ خَلْقِكَ أَنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُولُكَ

    “Allahumma inni ashbathu usyhiduka wa usyhidu hamalata ‘arsyika wa malaikatika wa jami’a khalqika annaka antallahu la ilaha illa anta wa anna Muhammadan ‘abduka wa rasuluka.”

    Artinya:

    “Ya Allah, di pagi hari kami bersaksi kepada-Mu, para penghuni Singgasana-Mu, para malaikat-Mu, dan seluruh makhluk-Mu bahwa Engkaulah Allah yang tiada tuhan yang berhak disembah selain Engkau, Engkau Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Mu, dan Muhammad adalah hamba-Mu dan Rasul-Mu,”

    Keutamaan:

    Dikutip dari sunnah.com, diriwayatkan dari Anas Ibn Malik, Nabi bersabda: Jika seseorang mengucapkan di pagi hari:

    “Ya Allah, di pagi hari kami bersaksi kepada-Mu, para penghuni Singgasana-Mu, para malaikat-Mu, dan seluruh makhluk-Mu bahwa Engkaulah Allah yang tiada tuhan yang berhak disembah selain Engkau, Engkau Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Mu, dan Muhammad adalah hamba-Mu dan Rasul-Mu,”

    Maka Allah akan mengampuni dosa-dosa yang ia perbuat pada hari itu, dan jika ia mengulangi perbuatan itu pada sore harinya. Allah akan mengampuni dosa-dosa yang dilakukannya pada malam itu. (HR Abu Dawud dari Kitab Sunan Abi Dawud 5078).

    2. Doa agar Tidak Digoda Setan

    Selain doa di atas, bisa juga membaca Surat Al-Ikhlas dalam rangkaian doa setelah sholat Subuh agar tidak digoda setan.

    Dalam Kitab Al-Mawaizh Al-Usfuriyah yang dilansir dari nuponorogo.or.id, Syaikh Muhammad bin Abu Bakar Ushfury menjelaskan keutamaan dari membaca Surat Al-Ikhlas sebanyak 10 kali setelah sholat Subuh.

    Diriwayatkan dari Ali bin Abu Tholib, Nabi bersabda:

    “Barang siapa membaca Surat Al-Ikhlas setelah sholat Subuh sebanyak 10 kali maka tidak ada suatu dosa yang menimpanya pada hari itu meskipun setan berusaha menggodanya. Surat Al-Ikhlas adalah Surat Makkiyyah (yang diturunkan ketika Rasulullah berada di Mekkah).”

    Berikut bacaan Surat Al-Ikhlas beserta artinya

    1. قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ

    “qul huwallāhu aḥad”
    Artinya: Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.

    2. اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ

    “allāhuṣ-ṣamad”
    Artinya: Allah tempat meminta segala sesuatu.

    3. لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ

    “lam yalid wa lam yụlad”
    Artinya: (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.

    4. وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ

    “wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad”
    Artinya: Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.

    3. Doa agar Rezeki Dilancarkan

    Dalam buku Amalan-amalan untuk Mempercepat Datangnya Rezeki oleh Nasrudin, dijelaskan amalan doa lain yang dapat dilakukan setelah sholat Subuh agar rezeki dilancarkan, yaitu:

    اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ رَزَقَنِيْ هَذَا مِنْ خَيْرٍ حَوْلٍ مِنِّي وَلَاقُوَّةٍ، اَللَّهُمَّ بَارِكْ فِيْهِ

    “Alhamdu lillaahil ladzii rozaqonii haadzaa min ghoiri haulin minnii wa laa quwwatin, Alloohumma baarik fiihi.”

    Artinya: “Segala puji bagi Allah, yang telah memberikan rezeki kepadaku dengan tidak ada daya dan kekuatan bagiku. Ya Allah, semoga Engkau berkahi rezeki kepunyaanku.”

    Ayat Mengenai Keutamaan Waktu Subuh

    Keutamaan waktu subuh disebutkan dalam sejumlah ayat dalam Al-Quran. Berikut beberapa ayat tersebut:

    QS Ar-Rum 17

    فَسُبۡحَٰنَ ٱللَّهِ حِينَ تُمۡسُونَ وَحِينَ تُصۡبِحُونَ

    “fa sub-ḥānallāhi ḥīna tumsụna wa ḥīna tuṣbiḥụn”

    Artinya: “Maka bertasbihlah kepada Allah di waktu petang dan pagi.”

    Berdasarkan terjemahan Muhsin Khan yang dikutip dari situs My Islam, yang dimaksud petang adalah waktu magrib dan isya, sedangkan waktu pagi adalah waktu subuh.

    QS Qaf 39

    فَٱصۡبِرۡ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَسَبِّحۡ بِحَمۡدِ رَبِّكَ قَبۡلَ طُلُوعِ ٱلشَّمۡسِ وَقَبۡلَ ٱلۡغُرُوبِ

    “Faṣbir ‘alā mā yaqụlụna wa sabbiḥ biḥamdi rabbika qabla ṭulụ’isy-syamsi wa qablal-gurụb

    Artinya: Maka bersabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya (yaitu salat Subuh, Zuhur, dan Asar).

    Nah, demikian tadi doa setelah sholat Subuh yang dapat kamu amalkan setiap hari. Ada doa agar dosa diampuni, agar tidak digoda setan, hingga doa agar rezeki lancar. Wallahu a’lam.

    (bai/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Penutup Acara dan Adab yang Harus Diperhatikan Saat Membacanya


    Jakarta

    Doa penutup acara bisa dipanjatkan kaum muslimin selepas acara. Doa dibaca agar orang-orang yang hadir di sana diberkati dan diberi kebaikan, kesehatan, serta keselamatan saat perjalanan pulang.

    Saking pentingnya doa, Rasulullah SAW sendiri menyebut doa sebagai ibadah yang utama. Dalam sebuah hadits, beliau bersabda:

    “Ibadah yang paling utama adalah doa,” (HR Al-Hakim)


    Dikatakan dalam buku Doa-doa dalam Acara Resmi, Keagamaan dan Kemasyarakatan susunan Drs M Ali Chasan Umar, dengan berdoa maka kita akan memperoleh naungan rahmat Allah, dilindungi dari bencana, menghilangkan kegelisahan dan mempermudah kesulitan.

    Doa Penutup Acara: Arab, Latin dan Artinya

    سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ.

    Arab latin: Subhaanakallaahumma wa bi-ḥamdika, asyhadu allaa Ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilayka

    Artinya: “Mahasuci Engkau, ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Ilah (Yang berhak disembah) kecuali Engkau, aku minta ampun dan bertobat kepada-Mu,”

    Doa penutup majelis di atas berdasarkan hadits yang diriwayatkan Tirmidzi. Dengan memanjatkan doa tersebut, niscaya dosa-dosa akibat perkataan atau perbuatan yang tidak bermanfaat ketika acara berlangsung.

    Selain membaca doa penutup acara, doa juga dipanjatkan ketika acara dibuka. Mengutip dari buku Doa Para Nabi dan Rosul karya Nurul Huda dikatakan doa itu tercantum dalam surat Al A’raf ayat 43 yang berbunyi,

    … الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَننَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِهْتَدِى لَوْلَا أَنْ هَدَيْنَا اللَّهُ …

    Arab latin: “Alḥamdu lillāhil-lażī hadānā lihāżā, wa mā kunnā linahtadiya lau lā an hadānallāh”

    Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk,” (QS Al A’raf: 43)

    Adab ketika Membaca Doa Penutup Acara

    Merujuk pada sumber yang sama, berikut sejumlah adab yang bisa diperhatikan ketika membaca doa penutup acara.

    • Dalam keadaan suci dan menghadap kiblat
    • Dengan penuh kekhusyukan dan tadharru’
    • Memuji kepada Allah di permulaan berdoa dan menyanjungkan shalawat atas Nabi Muhammad SAW dalam doanya
    • Mengulang doa itu sampai dua-tiga kali
    • Mengangkat kedua tangannya pada waktu berdoa
    • Pada waktu akan berdoa, diawali dengan membaca Basmalah dan disudahi dengan bacaan Hamdalah
    • Mengokohkan kepercayaan bahwa doa itu akan diperkenankan Allah dan tidak merasa gelisah jika doa itu tidak diperkenankan-Nya
    • Bertawakal dan penuh dengan harap kepada Allah atas doanya.

    Demikian bacaan doa penutup acara dan adabnya. Jangan lupa dipanjatkan ya!

    (aeb/nwk)



    Sumber : www.detik.com