Tag: doctor

  • Bisa Picu Alergi, Kenali 4 Tanda Bantal Nggak Layak Dipakai dan Harus Diganti


    Jakarta

    Penggunaan bantal tidak bisa selamanya. Sama seperti barang lainnya, kamu perlu mengganti bantal apabila sudah mendekati masa kadaluarsanya. Informasi batas masa pemakaian tersebut biasanya tercantum pada kemasan di awal membeli.

    Lalu, bagaimana jika sejak awal tidak tercantum batas tanggal pemakaian, atau informasi tersebut pudar? Bagaimana cara tahu kapan harus mengganti bantal?

    Dilansir Daily Mail, untuk jenis bantal sintetis jangka ideal untuk dipakai sampai 6-12 bulan. Kemudian, harus diganti dengan yang baru. Sementara itu, apabila kamu memakai bantal berbulu, jangka waktu pemakainya jauh lebih lama yakni 2-3 tahun.


    Selain itu, untuk mengetahui kapan bantal harus diganti kamu bisa melihat dari tanda-tanda berikut ini.

    1. Bantal Tidak Balik ke Bentuk Semula Setelah Ditekuk

    Cara paling sederhana untuk mengetahui bantal tersebut masih layak dipakai atau tidak adalah dengan menekuknya ke samping selama 30 detik. Apabila setelah ditekuk, bagian yang di atas tidak kembali ke bentuk semula maka kamu harus segera mengganti bantal tersebut.

    2. Terdapat Noda

    Bercak noda pada bantal bisa disebabkan karena beberapa hal. Bisa karena tumpahan makanan atau minuman yang menembus seprai, bisa pula karena pertumbuhan jamur.

    Biasanya jamur tumbuh karena keringat yang membuat permukaan bantal lembap. Ditambah bantal tersebut tidak pernah dijemur atau dibersihkan, memudahkan pertumbuhan jamur.

    Maka dari itu, penting untuk mencuci bantal. Tidak perlu disikat atau dimasukkan ke dalam mesin cuci. Cukup siapkan setengah cangkir soda bikarbonat dan minyak esensial yang berbau harum ke kasur. Diamkan selama satu jam, lalu bersihkan dengan penyedot debu yang khusus untuk menyedot busa basah.

    3. Bantal Berbau Tidak Enak

    Menurut Doctor Sleep, apabila kamu mencium bau apek atau tidak sedap dari bantal, kamu harus segera mencucinya. Namun, apabila sudah terjadi berulang hingga muncul noda kekuningan dari jamur, sebaiknya ganti dengan bantal baru.

    4. Bantal Kempes

    Setiap bantal pada saat dibeli dan belum digunakan pasti memiliki massa dan membuat kepala lebih tinggi. Namun, massa di dalam bantal bisa berkurang seiring waktu. Jika bantal kamu saat ini seperti itu, berarti sudah pertanda kamu perlu menggantinya dengan yang baru. Sebab, bantal yang kempes dapat menyebabkan nyeri pada leher.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati! Bantal Juga Bisa Kadaluarsa, Begini Tanda-tandanya


    Jakarta

    Bantal tidak bisa dipakai selamanya. Alas kepala yang pasti ada di tempat tidur ini memiliki jangka waktu pemakaian dan bisa kadaluarsa. Apabila sudah kadaluarsa, mau tidak mau bantal harus diganti dengan yang baru karena sudah tidak layak dipakai.

    Apabila tidak langsung diganti, dapat berisiko bagi kesehatan penggunanya karena bantal yang sudah kotor dan harus diganti merupakan tempat yang disukai oleh tungau dan kutu busuk.

    Lantas, bagaimana cara mengetahui bantal sudah kadaluarsa?


    Dilansir Daily Mail, pada umumnya setiap jenis bantal memiliki jangka waktu pemakaian. Sebagai contoh bantal sintetis idealnya dipakai sampai 6-12 bulan. Sementara untuk bantal berbulu, jangka waktu pemakainya jauh lebih lama yakni 2-3 tahun.

    Untuk mengetahui secara pasti waktu yang tepat untuk mengganti bantal, bisa dilihat dari tanda-tanda berikut.

    1. Bantal Kempes

    Bantal baru terutama yang sintetis bentuknya cukup besar dan bervolume. Bantal tersebut membuat posisi kepala lebih tinggi ketika digunakan. Massa di dalam bantal dari waktu ke waktu bisa berkurang. Faktornya bukan karena adanya kebocoran atau rusak, melainkan setelah sering dipakai dan menerima banyak tekanan, terjadi pengurangan massa dari dacron di dalamnya.

    Jika bantal di rumah seperti ini berarti sudah saatnya untuk mengganti dengan yang baru. Sebab, bantal yang kempes dapat menyebabkan nyeri pada leher.

    2. Bantal Tidak Balik ke Bentuk Semula Setelah Ditekuk

    Dengan berkurangnya massa di dalam bantal tersebut, bantal akan terlihat lebih kempes dan lemas. Dengan begitu, ketika ditekuk bagaimana pun akan mudah dilakukan. Hal ini berbeda dengan bantal baru yang masih penuh sehingga ketika ditekuk akan kembali ke bentuk semula.

    Cara untuk mengujinya bisa dengan menekuk bantal selama 30 detik, kemudian lepas. Apabila bisa kembali ke bentuk semula yakni menghadap atas, berarti bantal tersebut masih layak digunakan. Namun, apabila bentuknya tetap menekuk, segera ganti dengan bantal baru.

    3. Terdapat Noda

    Kebanyakan bantal memiliki warna dasar putih. Hal ini untuk mempermudah penggunanya untuk melihat ada kotoran atau noda pada bantal sehingga bisa segera dibersihkan. Selain itu, bantal juga bisa berubah menjadi kekuningan dan sulit dibersihkan karena pertumbuhan jamur. Penyebabnya adalah bantal tersebut lembap dari keringat, suhu udara ruangan, atau memang terkena tumpahan dan tidak dikeringkan.

    Perubahan warna ini jangan dianggap sepele karena beberapa noda tidak dapat dibersihkan. Selain mengganggu tampilan bantal, perubahan warna juga sebagai pertanda bantal harus diganti.

    4. Bantal Berbau Tidak Enak

    Bantal yang telah menguning biasanya disertai dengan muncul bau tak sedap. Bau tersebut berasal dari pertumbuhan jamur. Menurut Doctor Sleep, apabila telah tercium bau apek atau tidak sedap, bantal harus segera mencucinya. Namun, apabila sudah terjadi berulang hingga muncul noda kekuningan dari jamur, sebaiknya ganti dengan bantal baru.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa Master & PhD di University of Melbourne, Begini Syarat dan Cara Daftarnya!


    Jakarta

    Kuliah riset di kampus top dunia tapi tetap hemat? Bisa banget! University of Melbourne lagi buka Graduate Research Scholarships khusus buat mahasiswa internasional. Semua biaya ditanggung, plus ada tunjangan hidup dan dukungan riset.

    Berdasarkan pemeringkatan QS World University Rankings (WUR) 2026, University of Melbourne, Australia menduduki peringkat ke-19 dalam deretan universitas terbaik dunia. Posisi ini menjadikan University of Melbourne sebagai universitas terbaik di Australia versi QS WUR 2026.

    Melansir laman resminya, Graduate Research Scholarships dari University of Melbourne adalah program beasiswa untuk mahasiswa yang menempuh studi riset pascasarjana, seperti program gelar (Master by Research, MPhil, Doctor by Research, atau PhD). Program ini diberikan untuk mahasiswa domestik dan internasional yang memenuhi syarat.


    Terdapat beberapa jenis beasiswa pascasarjana di Unimelb, antara lain Melbourne Research Scholarship dan Research Training Program (RTP) Scholarship.

    Manfaat Graduate Research Scholarship University of Melbourne

    Beasiswa pascasarjana ini meliputi:

    • Pembebasan biaya kuliah penuh: hingga 2 tahun untuk Master by Research, dan hingga 4 tahun untuk PhD.
    • Tunjangan hidup (stipend): tarif per tahun penuh waktu untuk mahasiswa internasional sekitar AUD 38.500 atau setara (Rp420,98 juta) per tahun (tarif 2025), dengan durasi hingga 2 tahun untuk program Master dan 3,5 tahun untuk PhD.
    • Relocation grant AUD 3.000 (Rp 32,8 juta) bagi mahasiswa luar Australia
    • Overseas Student Health Cover (OSHC) untuk mahasiswa internasional yang memerlukan visa pelajar.

    Syarat dan Seleksi Beasiswa

    • Pendaftar baru pada yang mengajukan program riset pascasarjana di Melbourne sebelum batas waktu pendaftaran akan otomatis dipertimbangkan dalam seleksi beasiswa ini.

    Jika sudah menerima offer tetapi menunda mulai studi (deferred), atau jika sudah terdaftar (current student), kamu harus mengisi formulir online paling lambat 31 Oktober agar bisa dipertimbangkan sebagai calon penerima beasiswa di tahun berikutnya.

    Seleksi berdasarkan prestasi akademik gelar terakhir, potensi penelitian, pengalaman profesional relevan, publikasi ilmiah atau karya kreatif (tergantung bidang), dan dukungan supervisor riset.

    Cara Mendaftar Beasiswa

    • Pilih jurusan/program riset yang ingin diambil (Master by Research, MPhil, PhD).
    • Periksa syarat masuk dan biaya, termasuk persyaratan akademik, bahasa Inggris, dan visa pelajar
    • Siapkan dokumen berupa transkrip akademik, CV, surat rekomendasi, proposal riset (jika diperlukan), atau karya kreatif, tulisan, atau portofolio, sesuai persyaratan tergantung jurusan.
    • Ajukan aplikasi online melalui situs resmi University of Melbourne. Jika baru mendaftar program riset sebelum deadline, secara otomatis kamu akan dipertimbangkan beasiswa.
    • Jika defer atau current student, isi formulir online khusus paling lambat 31 Oktober untuk dapat dipertimbangkan sebagai calon penerima pertimbangan beasiswa tahun berikutnya.

    Batas Waktu Pendaftaran Beasiswa

    31 Oktober adalah tanggal penting bagi mahasiswa baru yang memilih defer atau current students yang ingin agar beasiswa dipertimbangkan untuk tahun berikutnya.

    Untuk mahasiswa baru, deadline pendaftaran aplikasi program riset tergantung fakultas atau jurusan, cek di laman graduate research international applications University of Melbourne, klik DI SINI.

    Graduate Research Scholarships di University of Melbourne adalah peluang luar biasa bagi mahasiswa internasional yang ingin melanjutkan riset tanpa beban biaya besar.

    Kuncinya adalah persiapan yang matang dengan cara pilih jurusan dengan hati-hati, jajaki komunikasi dengan calon supervisor riset, kumpulkan dokumen persyaratan, dan jangan lewatkan deadline pendaftaran.

    Dengan usaha dan strategi yang tepat, detikers bisa menjadi bagian dari komunitas riset unggulan di Melbourne. Langkah ini dapat bantu dan membuka peluang besar untuk karier akademik atau profesional di masa depan. Semangat!

    *Penulis adalah peserta Program PRIMA Magang PTKI Kementerian Agama di detikcom

    (twu/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada Beasiswa S2-S3 di Abu Dhabi, Kuliah Gratis-Dapat Tunjangan Rp 65 Juta



    Jakarta

    Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Abu Dhabi mengumumkan informasi beasiswa pascasarjana di Mohamed bin Zayed University of Artifivial Intelligent (MBZUAI) untuk masyarakat Indonesia. Beasiswa berlaku untuk program MSc dan PhD.

    Beasiswa ini terbuka bagi calon mahasiswa maupun mahasiswa akhir yang ingin melanjutkan studi S2 dan S3. Adapun pelamar yang bisa mendaftar harus memiliki gelar sebelumnya di bidang science, technology, engineering, and mathematics (STEM).

    Dengan beasiswa ini, mahasiswa bisa kuliah di MBZUAI secara gratis. Selain itu, mahasiswa berhak mendapatkan tunjangan hidup bulanan hingga Rp 65 juta.


    Ingin mencoba beasiswa ini? Mengutip unggahan Instagram KBRI Abu Dhabi @indonesiaabudhabi, berikut ketentuan pendaftaran beasiswa:

    Pilihan Prodi yang Didanai Beasiswa MBZUAI 2026

    Master’s Degrees (S2)

    • Master in Applied Artificial Intelligence (MAAI)
    • Master of Science in Computer Science (CS)
    • Master of Science in Computer Vision (CV)
    • Master of Science in Machine Learning (ML)
    • Master of Science in Natural Language Processing (NLP)
    • Master of Science in Robotics
    • Master of Science in Statistics and Data Science

    Doctoral Programs (S3)

    • Doctor of Philosophy in Computer Science (CS)
    • Doctor of Philosophy in Computer Vision (CV)
    • Doctor of Philosophy in Machine Learning (ML)
    • Doctor of Philosophy in Natural Language Processing (NLP)
    • Doctor of Philosophy in Robotics
    • Doctor of Philosophy in Statistics and Data Science

    Syarat Pelamar Beasiswa S2-S3 MBZUAI 2026

    • Lulusan S1 dan S2 di bidang STEM seperti ilmu komputer, teknik elektro, teknik komputer, matematika, fisika atau jurusan sains dan teknik relevan
    • Lulusan perguruan tinggi yang terakreditasi dan diakui oleh Kementerian Pendidikan UEA (MoE)
    • Memiliki IPK minimal untuk jenjang pendidikan sebelumnya minimal 3,0 atau 3,5 sesuai dengan pilihan prodi
    • Mahasiswa tingkat akhir bisa daftar dengan melampirkan salinan transkrip nilai dan jika diterima wajib menyerahkan ijazah dan transkrip lengkap resmi
    • Legalisasi ijazah dari UEA atau sertifikat pengakuan (harus diserahkan pada semester pertama kuliah)
    • Mengikuti ujian seleksi.

    Berkas Daftar Beasiswa S2-S3 MBZUAI 2026

    • Curriculum vitae (CV)
    • Graduate record examination (GRE) sifatnya opsional
    • Statement of purpose
    • Research statement
    • Surat rekomendasi dari pemberi referensi.

    Jadwal Seleksi Beasiswa S2-S3 MBZUAI 2026

    • Pembukaan pendaftaran: 1 September 2025
    • Penutupan pendaftaran (prioritas): 15 November 2025
    • Penutupan pendaftaran (final): 15 Desember 2025
    • Pengumuman seleksi: 15 Maret 2026
    • Batas pernyataan pelamar menerima beasiswa: 15 April 2026

    Pendaftaran beasiswa bisa dilakukan lewat https://mbzuai.ac.ae/study/graduate-admission-process/. Ayo unggah berkas-berkas sebelum 15 Desember 2025!

    (cyu/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Mengenal Jenis dan Kualifikasi Ahli Gizi, Profesi yang Lagi ‘Hits’ di Garda Depan MBG


    Jakarta

    Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah saat ini menjadi sorotan publik. Di balik niat baik untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, muncul pertanyaan besar: siapa yang seharusnya merancang dan memastikan program ini berjalan efektif?

    Idealnya, posisi penting dalam kebijakan pangan dan gizi diisi oleh tenaga profesional dengan latar belakang ilmu gizi. Faktanya, keterlibatan tenaga gizi banyak jadi sorotan karena dinilai belum optimal. Bahkan beberapa posisi strategis dalam program ini bukan ditempati oleh profesional di bidang gizi.


    Berbekal kompetensi khusus yang dibentuk melalui pendidikan formal, sertifikasi, hingga kode etik profesi, peran ahli gizi sejatinya bukan sekadar menentukan menu atau membantu diet penurunan berat badan. Fungsi dan tanggung jawab ahli gizi juga mencakup perencanaan, intervensi, mengawasi kualitas dan keamanan serta evaluasi program gizi berskala individu hingga populasi.

    Tapi sebenarnya, siapa saja sih yang dikategorikan sebagai tenaga gizi atau ahli gizi? Kualifikasi apa yang dimiliki, dan apa bedanya dengan profesi lain yang juga bersinggungan dengan nutrisi?

    Untuk memahami lebih jauh, mari dikupas satu persatu.

    Kualifikasi Profesi Ahli Gizi, Nutrisionis, dan Dietisien

    Di kalangan awam, istilah ‘ahli gizi‘ punya makna yang luas, mencakup siapapun yang punya pengetahuan tentang ilmu gizi. Namun jika merujuk pada regulasi yang berlaku, ternyata ada kualifikasi tertentu untuk dapat menjalankan profesi tenaga gizi atau ahli gizi.

    Berdasarkan UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan serta Permenkes No. 26 Tahun 2013, tenaga gizi di Indonesia terdiri dari dua kategori yakni nutrisionis dan dietisien.

    • Lulusan D3 Gizi (A.Md.Gz), ahli madya gizi
    • Lulusan D4 Gizi (S.Tr.Gz), sarjana terapan gizi
    • Lulusan S1 Gizi (S.Gz), sarjana gizi/nutrisionis
    • Lulusan pendidikan profesi (RD), Dietisien

    Nutrisionis adalah istilah umum yang digunakan untuk profesional yang memiliki latar belakang pendidikan di bidang gizi dan memiliki pengetahuan luas tentang nutrisi dan dapat memberikan edukasi serta konseling gizi secara umum. Nutrisionis memiliki fokus pada promotif dan preventif gizi di masyarakat.

    Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/342/2020 tentang standar profesi nutrisionis, yang termasuk nutrisionis adalah:

    • Lulusan D3 Gizi (A.Md.Gz) atau ahli madya gizi
    • Lulusan D4 Gizi (S.Tr.Gz) atau sarjana terapan gizi
    • Lulusan S1 Gizi (S.Gz) atau sarjana gizi/nutrisionis
    • Lulusan magister gizi
    • dan lulusan doktoral gizi.

    Dietisien adalah ahli gizi yang telah menempuh pendidikan profesi dietisien dan memiliki kualifikasi tertinggi dalam memberikan terapi gizi medis, asesmen status gizi pasien, serta praktik mandiri. Dietisien memiliki kewenangan tersebut karena telah mendapatkan Surat Tanda Registrasi (STR) yang berlaku seumur hidup serta Surat Izin Praktik (SIP) yang harus diperpanjang setiap 5 tahun sebagai syarat legal untuk berpraktik.

    Kedua kategori ini diakui secara resmi oleh negara berdasarkan peraturan terbaru pada UU No. 17 Tahun 2023 sebagai tenaga kesehatan bidang gizi, sehingga sah disebut ahli gizi.

    Di Indonesia, secara resmi tidak ada gelar khusus untuk profesi ini. Namun di beberapa negara seperti Amerika Serikat, gelar RD (Registered Dietitien) atau RDN (Registered Dietitien Nutritionist) dapat dilekatkan di belakang nama. Begitupun jika melanjutkan ke jenjang doktor klinis (S3), dapat mencantumkan gelar DCN (Doctor of Clinical Nutrition).

    Gelar ‘Ahli Gizi’ dalam Konteks Akademis

    Di luar profesi ahli gizi yang mencakup nutrisionis dan dietisien, ada juga sebutan ‘ahli gizi’ untuk profesi lain yang juga mendalami ilmu gizi. Salah satu contoh yang belakangan cukup populer adalah dr Tan Shot Yen, seorang dokter (tentunya dengan latar belakang sarjana ilmu kedokteran) yang mengambil pendidikan S3 di bidang ilmu gizi masyarakat, sehingga kerap dijuluki ‘ahli gizi’ dalam berbagai publikasi di media massa meski profesinya terdaftar sebagai dokter atau tenaga medis.

    Menurut regulasi yang berlaku, jenjang S2 atau S3 bidang ilmu gizi memang tidak mensyaratkan latar belakang profesi ahli gizi. Karenanya, jenjang pendidikan ini tidak otomatis memberi kewenangan praktik jika tidak menempuh pendidikan sarjana gizi dan pendidikan profesi dietisien sebagai nutrisionis atau dietisien sebelumnya.

    Secara akademik, lulusan magister dan doktor tetap diakui sebagai ‘ahli gizi’ atau ‘pakar gizi’ dalam konteks keilmuan, yang dimaknai bukan sebagai profesi melainkan ahli dengan kepakaran di bidang ilmu gizi. Para pakar ini umumnya berkarier sebagai peneliti, dosen, konsultan kebijakan, atau pimpinan program gizi berskala nasional maupun internasional.

    Dengan demikian, ahli gizi dalam pengertian legal-profesional adalah mereka yang memenuhi syarat pendidikan vokasi, sarjana, atau profesi dietisien sesuai aturan. Sementara itu, jenjang pascasarjana lebih memperkuat peran di ranah akademik dan riset, bukan praktik klinis langsung.

    Jenis-jenis Profesi Ahli Gizi

    Peran seorang ahli gizi dapat dikelompokkan berdasarkan fokus kerja dan lingkungannya. Secara umum, terdapat tiga spesialisasi utama yang menunjukkan beragamnya kontribusi ahli gizi.

    Gizi Masyarakat

    Ahli gizi yang berfokus pada gizi masyarakat memiliki peran penting dalam meningkatkan status gizi secara luas. Nutrisionis lebih difokuskan pada pelayanan kerja ini. Beberapa contoh bidang kerja dalam Gizi Masyarakat meliputi:

    • Puskesmas atau Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama: Merancang dan melaksanakan program edukasi gizi untuk publik, seperti kampanye pencegahan stunting, promosi ASI eksklusif, atau sosialisasi gizi seimbang.
    • Peneliti Gizi: Melakukan studi dan riset untuk mengidentifikasi masalah gizi di suatu populasi dan mencari solusi berbasis bukti.
    • Lembaga Pemerintah atau Nonpemerintah: Bekerja di dinas kesehatan, Kementerian Kesehatan, atau organisasi internasional seperti UNICEF dan WHO untuk menyusun kebijakan dan program gizi berskala besar.

    Gizi Klinik

    Dietisien difokuskan berpraktik di fasilitas pelayanan kesehatan, seperti rumah sakit atau klinik. Fokus utama Ahli Gizi Klinik adalah memberikan asuhan gizi terintegrasi untuk pasien dengan kondisi medis tertentu. Bidang pekerjaan ahli gizi klinik mencakup:

    • Konsultan Gizi Praktik Mandiri: Membuka klinik pribadi untuk memberikan konseling gizi individual kepada klien yang membutuhkan penanganan gizi spesifik, seperti manajemen berat badan atau diet untuk kondisi alergi.
    • Rumah Sakit: Melakukan asesmen status gizi pasien, merancang intervensi gizi (terapi diet), dan memantau perkembangan gizi pasien rawat inap dan rawat jalan. Ini termasuk penanganan gizi untuk pasien diabetes, penyakit jantung, gagal ginjal, atau pasien kritis.
    • Ahli Gizi Olahraga (Sport Nutritionist): Merancang program nutrisi untuk atlet, memastikan kebutuhan energi dan nutrisi mereka terpenuhi untuk mengoptimalkan performa dan pemulihan.

    Gizi Institusi

    Spesialis gizi institusi berfokus pada manajemen penyelenggaraan makanan dalam skala besar. Ahli gizi yang bekerja di gizi institusi memastikan bahwa makanan yang disajikan memenuhi standar gizi, kebersihan, dan keamanan pangan. Bidang kerja di Gizi Institusi meliputi:

    • Layanan Makanan di Rumah Sakit: Merencanakan menu, mengawasi proses produksi, dan mendistribusikan makanan yang sesuai dengan kondisi medis pasien di rumah sakit.
    • Katering atau Layanan Makanan Massal: Mengelola layanan katering untuk perusahaan, sekolah, atau acara besar, memastikan menu yang disajikan sehat, bervariasi, dan memenuhi standar gizi.
    • Industri Pangan: Terlibat dalam pengembangan produk makanan baru, memastikan kandungan nutrisi, dan menyusun label nutrisi yang akurat pada kemasan produk. Mereka juga berperan dalam quality control.

    Organisasi yang Menaungi Profesi Ahli Gizi

    Di Indonesia, profesi ahli gizi dinaungi oleh Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI). Organisasi ini memiliki peran vital dalam menjaga profesionalisme, etika, dan kompetensi para anggotanya. PERSAGI menetapkan Kode Etik Ahli Gizi Indonesia yang harus dipatuhi oleh setiap praktisi. Kode etik ini mengatur perilaku profesional, kerahasiaan informasi klien, dan standar praktik yang berbasis bukti ilmiah.

    Keberadaan organisasi profesi juga menjamin bahwa setiap praktik yang dilakukan oleh anggotanya selalu mengikuti perkembangan terbaru dalam ilmu gizi. PERSAGI juga berperan dalam menyelenggarakan seminar, lokakarya, dan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas profesional.

    Selain itu, PERSAGI juga memiliki peran advokasi, yakni memperjuangkan hak dan posisi ahli gizi dalam sistem kesehatan nasional. Dengan demikian, profesi ini mendapat pengakuan yang jelas dalam kerangka tenaga kesehatan, sejajar dengan profesi medis lainnya.

    Kemiripan dengan Profesi Sejenis

    Profesi ahli gizi seringkali dianggap sama saja seperti profesi lain yang bersinggungan dengan pangan dan nutrisi misalnya dokter spesialis gizi klinis dan pakar teknologi pangan. Padahal, sebenarnya masing-masing punya jalur pendidikan, kewenangan, dan lingkup kerja yang berbeda.

    Sebagai perbandingan, berikut rangkuman singkatnya:

    Ahli Gizi (Nutrisionis/Dietisien)

    • Latar belakang: D3, S1 Gizi, atau Profesi Dietisien.
    • Fokus: Konseling gizi, edukasi masyarakat, manajemen diet, hingga terapi gizi medis.
    • Status: Tenaga kesehatan resmi, memiliki STR dan SIP untuk praktik.

    Dokter Spesialis Gizi Klinik (SpGK)

    • Latar belakang: Dokter umum yang menempuh pendidikan spesialisasi gizi klinik.
    • Fokus: Menegakkan diagnosis penyakit, memberikan terapi medis, termasuk obat, serta merancang intervensi gizi.
    • Peran: Sering bekerja sama dengan dietisien dalam menangani pasien dengan kondisi klinis kompleks.
    • Kewenangan: SpGK merupakan spesialisasi dalam profesi dokter, sehingga berwenang melakukan tindakan medis dan meresepkan obat.

    Lulusan Teknologi Pangan (‘Tekpang’)

    • Latar belakang: Sarjana Teknologi Pangan atau Ilmu Pangan.
    • Fokus: Ilmu dan teknologi pengolahan makanan, pengawetan, inovasi produk pangan, keamanan pangan, serta quality control di industri makanan.
    • Peran: Memastikan makanan aman, bergizi, dan sesuai standar produksi massal.
    • Kewenangan: Teknologi pangan lebih ke arah proses produksi dan pengembangan makanan. Tugasnya berbeda dengan ahli gizi yang lebih fokus pada kebutuhan nutrisi individu atau populasi.

    (mal/up)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • Ringan Menyenangkan, Terapi Lisan!



    Jakarta

    “Start”, teriak seorang driver di dalam mobil yang akan dikendarainya. Tiba-tiba mobil yang diteriaki menyalakan mesin tanda siap berangkat. Sesampainya di lokasi tujuan, driver tadi berucap lagi, “stop.” Mobilnya pun menurut dengan mematikan suara mesin. Tanda mobil benar-benar berhenti.

    Start-stop bisa dilakukan cukup hanya dengan menggunakan perintah kata. Luar biasa. Era digital yang barangkali mendekati suasana surga? Tak perlu daya, tak perlu upaya, tinggal berkata semua bisa berubah sesuai makna perintahnya.

    Andai sebagian penduduk bumi ada yang belum mengenal adanya perkembangan teknologi masa kini. Perkembangan bagaimana hanya dengan kata suatu kondisi bisa menjadi sebaliknya (start dari stop, mulai hidup dari posisi berhenti atau mati). Boleh jadi mereka mengira, bahwa peristiwa hidupnya mesin mobil hanya melalui perintah kata adalah peristiwa supra natural. Perbuatan yang hanya bisa dilakukan penduduk angkasa luar.


    Namun itulah makna kata, begitu dahsyat merubah segala. Dari satu sisi ke sisi lain yang bersebelahan. Start-stop, on-off, mundur-maju, belakang-depan, buruk-baik, dst.

    Lalu, jangan-jangan kata ini bisa juga diguna untuk mengubah sakit menjadi sehat. Memangnya bisa? Lah, apa bedanya?
    Mungkin jika setiap orang paham kemajuan ilmu dan teknologi. Mudah bagi siapa pun menerima bukti kemampuan kata dalam mengubah sakit menjadi sehat.

    Sesuai dengan start-stop, on-off, bukankah sakit-sehat juga sepasang keadaan yang berpasangan sebagaimana start-stop. Wajar kalau kata, harus juga mampu mengubah sakit menjadi sehat, atau sebaliknya.

    Kata start, memang bisa diganti on, bisa diganti mulai, bisa menggunakan kata hidup, dst. tergantung kode perintah yang di-install-kan ke dalam software komputer mobil. Tapi semua bermakna memulai aktifitas.

    Kelompok kata hanya dibagi ke dalam sepasang golongan. Sesuai contoh pada komputer mobil di atas, kelompok start dan kelompok stop.
    Kata yang sejenis masuk dalam satu kelompok. Kata jenis sebaliknya masuk kelompok satunya.

    Kata yang satu kelompok dengan kata sehat jumlahnya hampir tak terbatas. Kata yang segolongan dengan makna sehat misalnya, baik, indah, benar, jujur, sempurna, cantik, senang, bahagia, awet muda, dst. Sedang kata yang satu kelompok dengan makna sakit adalah, buruk, patah hati, sulit, sengsara, bohong, payah, melarat, kesal, rugi, dll.

    Bukti empiris pengaruh sepasang makna kata ini ditemukan oleh Prof. John Bargh dari Universitas Yale. Beliau pakar psikologi negeri Paman Sam. Eksperimennya menghasilkan teori yang memiliki tingkat kepercayaan sempurna, 100 prosen, Bargh Hallway Theory.

    Sesuai teori itu, orang-orang yang memilih berkata-kata sesuai dengan kelompok kata sehat, kulit mereka terlihat terang, wajahnya ceria, auranya menyenangkan. Pertanda sehat dan bahagia. Banyak orang yang ingin mendekati mereka.

    Di tempat yang berbeda, pakar kata-kata berkebangsaan Jepang menemukan hasil yang serupa. Ia adalah Dr. Masaru Emoto. Risetnya sangat fenomenal. Doctor Emoto melakukan eksperimen menggunakan tiga backer glass.

    Masing-masing backer glass diisi sejumlah beras. Lalu ditambah air putih sampai air menutup seluruh beras itu. Ketiga gelas diisi beras dan air dalam jumlah yang sama persis. Kemudian ketiganya menerima perlakuan yang berbeda.

    Gelas pertama setiap pagi diucapkan kata terima kasih kepadanya. Gelas kedua disapa dengan ucapan kamu bodoh. Sedang gelas ketiga Dr. Emoto sama sekali mengacuhkannya.

    Setelah satu bulan dilakukan pengamatan. Beras di dalam gelas pertama mengalami fermentasi. Mengeluarkan aroma yang menyenangkan. Wangi.

    Beras pada gelas kedua berubah menjadi hitam.
    Beras di gelas yang diacuhkan, gelas ketiga, berubah mengeras dan membatu.

    Bargh melakukan riset self-talk, bicara pada diri sendiri. Menghasilkan bukti yang mengagumkan.
    Terbayang jika masing-masing orang selalu menggunakan kata-kata dalam kelompok sehat. Bukankah mereka menjadi lebih sempurna sehat. Lebih sulit sakit.

    Demikian penting kata yang diproduksi lidah atau lisan ini. Sampai-sampai ada nasehat yang menyebutkan, “Selamatlah manusia jika dia pandai menjaga lisannya.”

    Orang-orang yang selalu berusaha mengucapkan kata-kata baik dari lisannya, sesuai teori Bargh, dia pasti mendapati dirinya awet muda, wajah cemerlang, kulit terang, banyak disenangi orang. Kalau sesuai eksperimen Emoto, maka kata-kata baik, masuk kelompok kata sehat, antara lain kata terimakasih.

    Maka orang yang demikian akan awet muda. Bahkan tubuhnya bisa terhindar dari aroma yang dijauhi orang. Bagaimana tidak. Beras saja yang dicelupkan dalam air, dibiarkan selama satu bulan. Terus menerus dikatakan kepadanya terimakasih, hanya mengalami fermentasi. Tidak menghitam, atau membatu sebagaimana beras di dua backer glass yang lain.

    Disamping hanya mengalami fermentasi, beras di backer glass pertama, yang selalu diucapkan kata-kata baik kepadanya mengeluarkan aroma menyenangkan.

    Jika siapa saja, pandai menjaga lisan ini dari berkata buruk. Bisa dipastikan siapa pun orang itu, ia akan awet muda. Tubuhnya tidak banyak terpapar radikal bebas, tubuh terhindar dari aroma yang dijauhi.
    Keadaan yang pasti tidak hanya diimpikan oleh para perempuan mulia, para lelaki bijaksana, tetapi sangat diimpikan oleh seluruh insan. Terutama muda-mudi.

    Semoga setiap kita bisa menjauhi kata-kata buruk produksi lisan. Tubuh sehat menawan, awet muda disenangi banyak kawan. Upaya ringan yang menyenangkan!

    Abdurachman

    Penulis adalah Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Pemerhati spiritual medis dan penasihat sejumlah masjid di Surabaya.

    Artikel ini adalah kiriman dari pembaca detikcom. Seluruh isi artikel menjadi tanggung jawab penulis. (Terima kasih-Redaksi)

    (erd/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Riset Ini Ungkap Variasi Seks Paling Intimidatif


    Jakarta

    Dalam seks, eksplorasi bisa menjadi salah satu kunci dalam membangun keintiman. Namun tentunya tidak semua variasi seks perlu dicoba, karena sejujurnya begitu menyeramkan.

    Setidaknya inilah yang terungkap dalam sebuah riset yang dilakukan Superdrug Online Doctor baru-baru ini. Riset ini mengungkap bahwa sebagian besar pasangan agak terintimidasi oleh banyak aspek keintiman.

    Riset ini mengamati pendapat para responden tentang berbagai aktivitas seksual yang intimidatif dan ‘anxiety inducing’. Responden diminta memberikan penilaian dengan skala 1-5.


    Dikutip dari NY Post, riset ini mengungkap ‘public sex’ atau bercinta di tempat umum dinilai paling intimidatif dengan skor tertinggi pada skala 1-5. Responden dari Eropa memberikan rerata skor 3,2 dan Amerika 3,7.

    Selain itu, variasi seksual termasuk BDSM, seks anal, ‘rough sex’ ada di urutan berikutnya. Dibandingkan variasi-variasi tersebut, responden merasa lebih tidak ‘anxiety’ untuk mencoba mengeksplorasi posisi seks baru, atau mencoba menggunakan sextoy.

    Berdasarkan jenis kelamin, responden pria memilih seks anal, seks oral, dan seks berdiri sebagai fantasi terfavorit. Sementara itu, pada responden wanita pilihan posisi bercinta missionary, spooning, dan cowgirl berada di urutan paling atas.

    (up/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy