Tag: doktor

  • Mau Kuliah Pascasarjana di ITB? Ini 4 Jenis Beasiswa yang Bisa Dicoba



    Jakarta

    Menempuh pendidikan pascasarjana memang membutuhkan biaya yang lebih besar dibandingkan vokasi atau sarjana. Pasalnya, mahasiswa pascasarjana dituntut sering melakukan riset.

    Oleh karena itu, kini sudah banyak beasiswa yang bermunculan bagi mahasiswa S2 dan S3. Baik yang berasal dari kementerian, lembaga, atau perusahaan swasta.

    Nah, bagi detikers yang ingin melanjutkan S2 atau S3 di Institut Teknologi Bandung (ITB), tidak perlu banyak khawatir soal biaya pendidikan. Kampus ini sudah menjalin kerja sama dengan berbagai mitra untuk menyediakan beasiswa bagi mahasiswanya.


    Dilansir dari laman ITB, berikut adalah jenis-jenis beasiswa yang disediakan oleh ITB untuk mahasiswa pascasarjana:

    Jenis-Jenis Beasiswa ITB bagi Mahasiswa Pascasarjana

    1. Beasiswa LPDP

    Siapa yang tidak tahu beasiswa satu ini? Beasiswa LPDP adalah bantuan pendidikan bagi mahasiswa vokasi, sarjana maupun pascasarjana yang disediakan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI.

    LPDP memiliki ragam pilihan kampus baik dalam maupun luar negeri. Selain itu, beasiswa ini juga bisa dicoba oleh penyandang disabilitas hingga mahasiswa yang berasal dari daerah pedalaman.

    Untuk mendaftar beasiswa LPDP di ITB, pastikan terlebih dahulu mahasiswa memiliki Letter of Acceptance (LoA) dari ITB. Selain itu, perhatikan juga syarat-syarat lainnya.

    2. Beasiswa BPI Kemendikbudristek

    Sama seperti LPDP, beasiswa ini juga disediakan oleh pemerintah yakni Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Beasiswa Pendidikan Indonesia atau BPI ini bisa dicoba oleh mahasiswa S2 dan S3 ITB.

    Beasiswa ini secara khusus ditujukan bagi calon guru SMK, guru SD, guru pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan. BPI pun menyediakan beasiswa asrama mahasiswa nusantara.

    Demikian juga bagi calon dosen S2 dan S3 bisa menerima beasiswa ini asalkan memenuhi kriteria yang ada sesuai Permendikbud Nomor 27 tahun 2022.

    3. Beasiswa BRIN

    Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) setiap tahunnya menyediakan beragam beasiswa riset bagi mahasiswa magister dan doktoral. Beasiswa dari BRIN dibagi menjadi dua yakni degree by research dan doktor strategis.

    Untuk memaksimalkan riset, BRIN juga menggandeng LPDP membagikan beasiswa prioritas. Selain itu, BRIN juga sering mengadakan kompetisi hasil riset bagi mahasiswa S2 dan S3, tentunya dengan hadiah yang nominalnya jutaan rupiah.

    4. Beasiswa JFLS

    Detikers warga Jawa Barat? Maka bisa mencoba daftar beasiswa Jabar Future Leader Scholarship (JFLS). Cakupan beasiswa ini termasuk luas karena diperuntukkan bagi mahasiswa D3, D4, S1, S2, hingga S3.

    Bantuan berupa biaya pendidikan bagi mahasiswa yang berprestasi dan sesuai nama beasiswanya, memiliki jiwa kepemimpinan. Tak hanya dalam uang, bantuan JFLS juga berupa pendampingan keterampilan sosial, kepemimpinan, dan soft skill lainnya.

    Keuntungan mahasiswa S2 dan S3 dalam mendaftar beasiswa ini adalah menjadi prioritas penerima. Syaratnya hanya perlu memiliki LoA dari ITB dan dokumen diri lainnya.

    Itulah beberapa beasiswa yang disediakan oleh pascasarjana ITB bagi mahasiswanya. Mau coba daftar yang mana nih?

    (cyu/nwk)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / alexander grey
  • Beasiswa LPDP 2024 Tahap 2 Ditutup Besok, Cek Cara Daftarnya di Sini!



    Jakarta

    Pendaftaran beasiswa LPDP 2024 Tahap 2 akan ditutup besok, 18 Juli 2024. Bagi detikers yang masih belum melakukan registrasi bisa segera menyelesaikannya hari ini.

    Beasiswa LPDP ini sayang apabila dilewatkan karena mempunyai banyak program pilihan serta kampus tujuan dari dalam juga luar negeri. Beasiswa ini sendiri disediakan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

    Dengan begitu, bagi calon mahasiswa yang kini ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang master atau doktor bisa mencoba beasiswa LPDP. Pendaftar yang lolos beasiswa LPDP 2024 Tahap 2 ini akan menerima bantuan mulai Januari 2025.


    Bagaimana, tidak mau ketinggalan bukan? Dikutip dari laman LPDP Kemenkeu, berikut informasi lengkapnya seputar pendaftaran beasiswa:

    Jenis Beasiswa LPDP 2024

    1. Program Umum

    • Beasiswa Reguler
    • Beasiswa Perguruan Tinggi Utama Dunia
    • Beasiswa Parsial

    2. Program Afirmasi

    • Beasiswa Penyandang Disabilitas
    • Beasiswa Putra-putri Papua
    • Beasiswa Daerah Afirmasi
    • Beasiswa Prasejahtera

    3. Program Targeted

    • Beasiswa PNS, TNI, POLRI
    • Beasiswa Kewirausahaan
    • Beasiswa Pendidikan Kader Ulama
    • Beasiswa Dokter Spesialis dan Subspesialis

    4. Program Prioritas

    • Beasiswa Prioritas LPDP – NTU Program Doktor
    • Beasiswa Prioritas LPDP – UNSW Program Doktor
    • Beasiswa Prioritas LPDP – NUS Program Master Bidang Kewirausahaan
    • Beasiswa Prioritas LPDP – University of Dundee Program Doktor

    5. Program Kerja Sama

    • Beasiswa Kerja Sama – BRIN
    • Beasiswa Kerja Sama – USTB
    • Beasiswa Kerja Sama – Bidang Ekonomi dan Perdagangan Internasional dan Bidang Transportasi

    6. Program Double Degree/Joint Degree

    Syarat Daftar Beasiswa LPDP 2024

    • WNI
    • Lulus D4/S1 dan ingin mengambil beasiswa master, S2 untuk doktor, atau D4/S1 langsung doktor
    • Pendaftar D4/S1 langsung doktor wajib mempunyai LoA unconditional dari kampus tujuan
    • Pendaftar yang lulus S2 tidak diizinkan mendaftar beasiswa S2, demikian juga pada pendaftar lulusan S3
    • Pendaftar beasiswa doktor yang lulusan dokter spesialis/subspesialis dapat menggunakan transkrip nilai sebagai syarat bukti IPK
    • Lulusan luar negeri wajib melampirkan hasil penyetaraan ijazah, hasil konversi IPK, tangkapan layar ajuan penyetaraan ijazah dan/atau konversi IPK dan/atau konversi IPK untuk pendaftar yang penyetaraan ijazah dan/atau konversi IPK-nya belum terbit.
    • Menyetujui surat pernyataan yang sudah disediakan
    • Menulis profil diri
    • Menulis komitmen kembali ke Indonesia, rencana pasca studi, dan rencana kontribusi di Indonesia
    • Menulis proposal penelitian untuk pendaftar program doktor
    • Jika memiliki publikasi ilmiah, prestasi kejuaraan/non-kejuaraan, pengalaman organisasi, maka perlu dituliskan saat daftar
    • Pendaftar yang pernah menempuh studi, tetapi tidak menyelesaikannya, bisa mendaftar di jenjang studi yang sama.
    • Melampirkan surat rekomendasi sesuai syarat program yang diterbitkan maksimal 1 tahun di bulan yang sama dengan waktu pendaftaran
    • Pendaftar yang sedang menempuh studi bisa mendaftar dengan ketentuan yaitu mendaftar di prodi dan/atau perguruan tinggi tujuan yang berbeda, membuat, dan menandatangani surat pengunduran diri yang diajukan ke kampus atas prodi yang sedang ditempuh dan menyampaikan ke LPDP maksimal 2 pekan setelah pengumuman kelulusan seleksi substansi, wajib menyerahkan surat pemberhentian resmi dari prodi/kampus, pendaftar yang mendapat gelar sebelum seleksi substansi, maka LPDP bisa membatalkan statusnya sebagai penerima beasiswa
    • Pendaftar PNS dan CPNS wajib melampirkan surat usulan minimal dari pejabat setingkat eselon II yang membidangi pembinaan/pengembangan SDM di kementerian/lembaga/pemda.
    • Pendaftar TNI wajib melampirkan surat usulan/rekomendasi minimal dari pejabat yang membidangi pembinaan SDM di Mabes TNI/TNI AD/TNI AL/TNI AU
    • Pendaftar berstatus Polri wajib melampirkan surat usulan minimal dari pejabat yang membidangi pembinaan SDM di Mabes Polri
    • Memilih kampus dan prodi tujuan sesuai ketentuan LPDP
    • Beasiswa tidak ditujukan untuk kelas eksekutif, kelas khusus, karyawan, jarak jauh, yang diselenggarakan bukan di kampus induk, kelas internasional untuk pendaftar tujuan studi dalam negeri, kelas yang diselenggarakan di lebih dari satu negara perguruan tinggi, kelas lain yang tidak memenuhi ketentuan LPDP

    Cara Daftar Beasiswa LPDP 2024

    1. Mendaftar secara online pada situs https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id/
    2. Melengkapi dan mengunggah semua dokumen yang dipersyaratkan pada aplikasi pendaftaran
    3. Pastikan melakukan submit aplikasi pendaftaran untuk mendapatkan kode registrasi/pendaftaran.
    4. Pastikan dokumen-dokumen pendukung seperti Surat Rekomendasi, Surat Keterangan atau yang sejenis masih dalam masa berlaku dan diterbitkan sesuai ketentuan LPDP

    Jadwal Seleksi Beasiswa LPDP 2024 Tahap 2

    • Pendaftaran: 19 Juni – 18 Juli 2024
    • Seleksi administrasi: 22 Juli – 7 Agustus 2024
    • Pengumuman hasil seleksi administrasi: 9 Agustus 2024
    • Masa sanggah hasil seleksi administrasi: 10 – 11 Agustus 2024
    • Proses sanggah hasil seleksi administrasi: 12 – 16 Agustus 2024
    • Pengumuman hasil sanggah seleksi administrasi: 21 Agustus 2024
    • Seleksi bakat skolastik: 27 – 31 Agustus 2024
    • Pengumuman hasil seleksi bakat skolastik: 5 September 2024
    • Seleksi substansi: 10 September – 25 Oktober 2024
    • Pengumuman hasil seleksi substansi: 7 November 2024

    Itulah informasi seputar pendaftaran beasiswa LPDP 2024 tahap 2. Ayo buruan daftar sebelum ketinggalan!

    (cyu/nwy)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / alexander grey
  • Beasiswa S2 Langsung S3, Pendaftaran PMDSU Dibuka



    Jakarta

    Beasiswa Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) membuka pendaftaran Batch VIII Tahun 2024 sampai 19 Juli 2024. Lulusan S1 yang memenuhi syarat dapat mendaftar.

    Beasiswa PMDSU adalah beasiswa bagi sarjana unggul untuk dapat menjalani percepatan pendidikan menjadi lulusan doktor pada usia muda. Masa studi magister dan doktor bagi penerima (awardee) PMDSU yakni empat tahun.

    Awardee PMDSU diharapkan dapat berkontribusi dalam menghasilkan publikasi dan paten bereputasi nasional, serta inovasi yang bermuara pada teknologi tepat guna untuk memenuhi kebutuhan industri dalam negeri.


    Lulusan doktor berperan dalam perkembangan ekonomi negara, inovasi, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Termasuk di antaranya yaitu dalam pengembangan pengetahuan dan inovasi, peningkatan kualitas pendidikan tinggi, daya saing ekonomi, penguatan sistem penelitian dan pengembangan nasional, pengembangan kebijakan publik dan peningkatan kesejahteraan, serta transformasi sosial dan budaya.

    Syarat Beasiswa PMDSU

    Berikut syarat beasiswa PMDSU seperti dikutip dari laman resminya:

    1. WNI.
    2. Sarjana unggul fresh graduate.
    3. Syarat IPK seusai akreditasi kampus asal & Prodi:
      – Akreditasi kampus asal A/unggul, prodi A/unggul: IPK minimal 3,25
      – Akreditasi kampus asal B/baik sekali, prodi A/unggul: IPK minimal 3,5
      – Akreditasi kampus asal A/unggul, prodi B/baik sekali: IPK minimal 3,5
      – Akreditasi kampus asal B/baik sekali, prodi B/baik sekali: IPK minimal 3,75
      – Akreditasi kampus asal dan prodi selain yang di atas: IPK minimal 3,8.
    4. Usia maksimal 24 tahun untuk lulusan nonprofesi dan 27 tahun untuk lulusan profesi.
    5. Rekomendasi dari dosen pembimbing.
    6. Tidak sedang menerima beasiswa lain.
    7. Sehat jasmani, rohani, bebas narkotika, psikotropika, atau obat terlarang.
    8. Bersedia mengikuti pendidikan pascasarjana selama 4 tahun dengan menandatangani surat pernyataan bermeterai.

    Komponen Beasiswa

    Berikut komponen pembiayaan beasiswa PMDSU seperti dikutip dari pedomannya:

    1. Biaya hidup, biaya buku, biaya penelitian sesuai standar beasiswa dalam negeri.
    2. Biaya pendidikan sesuai ketetapan perguruan tinggi.
    3. Riset di kelompok peneliti/promotor (maksimal Rp 60 juta per mahasiswa per tahun selama 3 tahun mulai tahun kedua, masuk jenjang S3).
    4. Program penguatan kerja sama promotor (PKP) PMDSU (kompetitif).
    5. Outsourcing fasilitas riset di luar negeri (kompetitif).

    Informasi pendaftaran Beasiswa PMDSU 202024 dapat diakses di https://pmdsu.id atau akun Instagram @pmdsu. Pendaftaran dibuka secara daring di laman https://pmdsu.kemdikbud.go.id/v2.

    (twu/nah)



    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / alexander grey
  • 11 Prodi Paling Diminati Mahasiswa Beasiswa Unggulan, Pendaftaran Tutup 14 Juli



    Jakarta

    Pendaftaran Beasiswa Unggulan (BU) 2024 ditutup Minggu, 14 Juli mendatang. Untuk itu, masih ada waktu empat hari dalam menyelesaikan proses pendaftaran melalui tautan https://beasiswaunggulan.kemdikbud.go.id/.

    Seperti yang diketahui, Beasiswa Unggulan adalah bantuan pendidikan yang diberikan untuk masyarakat berprestasi baik umum ataupun disabilitas. Beasiswa ini terbuka untuk mahasiswa jenjang sarjana (S1), magister (S2), dan doktor (S3).

    Berbeda dengan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), BU mengutamakan perguruan tinggi dalam negeri baik negeri maupun swasta yang berada di bawah binaan Kemendikbudristek sebagai tujuan awardee. Sejak empat tahun terakhir, perguruan tinggi negeri (PTN) masih dijadikan tujuan utama dibanding perguruan tinggi swasta (PTS).


    Hal ini terlihat dari data 10 besar penerima terbanyak mahasiswa BU adalah PTN. Di urutan pertama ada Universitas Indonesia (UI) dengan jumlah 530 orang diikuti Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Hasanuddin (Unhas).

    Tidak hanya PTN favorit, tim BU juga membagikan data program studi (prodi) yang paling diminati mahasiswa BU lo. Berikut ini datanya dikutip dari Pedoman Pendaftaran Beasiswa Unggulan Masyarakat Berprestasi 2024, Rabu (10/7/2024).

    11 Prodi Paling Diminati Mahasiswa Beasiswa Unggulan

    Diketahui BU sudah ada sejak tahun 2006, pada awal 2024 jumlah mahasiswa aktif penerima bantuan pendidikan ini berjumlah 4.259 orang, dengan perincian:

    • Jenjang S1/D-4 sebanyak 2.275 orang
    • Jenjang S2 sebanyak 1.715 orang
    • Jenjang S3 sebanyak 269 orang.

    Mereka terdiri atas penerima beasiswa Masyarakat Berprestasi (Mapres) sebanyak 3.946 orang yang 3 orang di antaranya adalah mahasiswa penyandang disabilitas dan 77 orang mahasiswa penerima beasiswa Pegawai Kemendikbudristek.

    Seluruhnya tersebar di 260 perguruan tinggi di dalam negeri yang terdiri atas 94 PTN dan 166 PTS. Dalam 4 tahun terakhir (2020-2023) data menunjukkan bila prodi Ilmu Hukum dan Manajemen adalah dua bidang studi terfavorit dan menjadi pilihan terbanyak yang diambil mahasiswa Beasiswa Unggulan. Berikut data lengkapnya:

    1. Ilmu Hukum: 331 mahasiswa
    2. Manajemen: 328 mahasiswa
    3. Ilmu Komunikasi: 155 mahasiswa
    4. Akuntansi: 125 mahasiswa
    5. Pendidikan Matematika: 118 mahasiswa
    6. Kedokteran: 86 mahasiswa
    7. Pendidikan Bahasa Inggris: 66 mahasiswa
    8. Pendidikan Dokter: 49 mahasiswa
    9. Ilmu Komputer: 46 mahasiswa
    10. Ilmu Keperawatan: 44 mahasiswa
    11. Psikologi: 44 mahasiswa

    Syarat Pendaftaran Beasiswa Unggulan

    Meski waktu penutupan pendaftaran semakin dekat, masih ada kesempatan untuk detikers mendaftar Beasiswa Unggulan. Yuk simak lagi berbagai syarat umumnya:

    1. Diutamakan mempunyai sertifikat yang membuktikan prestasi akademik/non akademik tingkat nasional dan/atau internasional
    2. Memperoleh rekomendasi minimal dari guru BK sekolah asal untuk pendaftar S1 dan dari pimpinan kampus asal atau pembimbing akademik/skripsi/tesis untuk pendaftar S2/S3
    3. Tidak tengah mendaftar dan/atau menerima beasiswa dari pihak manapun, termasuk APBN atau APBD dengan komponen pembiayaan yang sama
    4. Belum pernah menempuh jenjang yang sama
    5. Diterima di perguruan tinggi dalam negeri yang sudah terakreditasi minimal B atau baik sekali dan masuk dalam daftar perguruan tinggi tujuan Beasiswa Unggulan atau di perguruan tinggi di luar negeri yang diakui Ditjen Diktiristek
    6. Tidak berstatus sebagai dosen, guru, tenaga kependidikan, ataupun pelaku budaya
    7. Beasiswa hanya untuk kelas reguler dan tidak untuk kelas eksekutif, khusus, karyawan, jarak jauh, kelas internasional, dan kelas yang diselenggarakan di lebih dari satu negara perguruan tinggi.
    8. Berkomitmen mempertahankan indeks prestasi semester minimal 3,00 pada program S1 atau IPS minimal 3,25 pada program S2 dan S3 selama menjadi penerima beasiswa.

    Sekali lagi, pendaftaran Beasiswa Unggulan ditutup 14 Juli 2024 yuk segara kunjungi https://beasiswaunggulan.kemdikbud.go.id/ dan buruan daftar detikers!

    (det/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • 42% Alumni KIP Kuliah Raih IPK Cumlaude



    Jakarta

    Hasil tracer study kepada ribuan alumni Bidikmisi atau KIP Kuliah menunjukkan bahwa 42% alumni meraih IPK Cumlaude. Seperti apa sebarannya?

    Seperti diketahui, Bidikmisi adalah program bantuan pendidikan dari pemerintah untuk siswa dari latar belakang ekonomi kurang mampu melanjutkan studinya ke perguruan tinggi. Pada 2020, Bidikmisi bertransformasi menjadi KIP Kuliah dan pada 2021 kembali disempurnakan menjadi KIP Kuliah Merdeka.

    Untuk melihat keluaran program Bidikmisi/KIP Kuliah, Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kemendikbudristek melakukan tracer study pada periode April hingga September 2023. Dari tracer study tersebut, banyak alumni yang meraih IPK Cumlaude.


    42% Alumni KIP Kuliah Raih IPK Cumlaude

    Dari 20.706 alumni Bidikmisi/KIP Kuliah yang mengisi kuesioner, 42 persen di antaranya mampu mencapai IPK antara 3.50 sampai 3.75 sehingga berhak berpredikat Cumlaude. Bahkan, sebanyak 28 persen alumni yang mengisi kuesioner mampu mencapai IPK 3,75 sampai 3,99.

    Di Indonesia, lulusan yang memiliki IPK 3,8 hingga 3,9 berhak menyandang predikat Magna Cumlaude atau dengan kehormatan besar. Kemudian ada sebanyak 2,3 persen persen alumni di jenjang D2 yang mampu mencapai IPK 4,00.

    Melanjutkan Pendidikan

    Tingginya IPK ini berbanding lurus dengan keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Ada sebanyak 2.884 orang jenjang S1 yang melanjutkan pendidikan ke pendidikan profesi, 3.118 orang sampai jenjang master dan ada 76 orang yang setelah lulus S1, lanjut magister dan kemudian ke jenjang doktor.

    Data pada alumni penerima Bidikmisi/KIP Kuliah di jenjang D1, menemukan jika ada sebanyak 9 alumni penerima yang lanjut pendidikannya ke jenjang S1 hingga magister, bahkan ada yang melanjutkan ke jenjang doktoral.

    (nir/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Pendaftaran Beasiswa Doktor LPDP X UIII Dibuka, WNI dan WNA Bisa Daftar!



    Jakarta

    Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) bekerja sama dengan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) membuka beasiswa jenjang doktoral. Kali ini, beasiswa dibuka bagi Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA).

    Beasiswa Kerja Sama LPDP dengan UIII telah dibuka mulai 4 Juni sampai 11 Juni 2024. Adapun empat program doktor yang tersedia, yaitu Program Doktor Studi Islam pada Fakultas Studi Islam, Program Doktor Ilmu Ekonomi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Program Doktor Ilmu Politik pada Fakultas Ilmu Sosial, dan Program Doktor Ilmu Pendidikan pada Fakultas Ilmu Pendidikan.

    Meski beasiswa ini bisa diikuti oleh WNA, mereka tetap diwajibkan untuk kembali ke negara asal setelah merampungkan studi. Sedangkan untuk lulusan WNI, wajib mengikuti ketentuan berkontribusi di Indonesia dengan periode paling singkat dua kali masa studi ditambah satu tahun (2n+1).


    Tertarik mendaftar? Melansir dari laman resmi LPDP, berikut komponen beasiswa serta syarat lengkapnya.

    Komponen Beasiswa LPDP x UIII 2024

    1. Dana Pendidikan

    Dana Pendaftaran
    Dana SPP
    Dana Tunjangan Buku
    Dana Bantuan Penelitian Disertasi
    Dana Bantuan Publikasi Jurnal Internasional, dan
    Dana Bantuan Seminar Internasional

    2. Dana Pendukung

    Dana Transportasi, khusus untuk WNA dari negara asal ke Indonesia (pergi pulang), untuk WNI sesuai ketentuan yang berlaku di LPDP
    Dana Aplikasi Visa dan/atau Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) khusus untuk WNA
    Dana Asuransi Kesehatan
    Dana Hidup Bulanan
    Dana Kedatangan
    Dana Tunjangan keluarga, dan
    Dana keadaaan darurat (jika diperlukan)

    Syarat Beasiswa LPDP x UIII 2024

    1. Warga Negara Indonesia (WNI) atau Warga Negara Asing (WNA)
    2. Telah menyelesaikan studi program magister (S2)
    3. Belum pernah menyelesaikan studi doktor (S3)
    4. Tidak sedang menempuh studi (on going) program magister (S2) ataupun doktor (S3)
    5. Mengunggah dokumen Letter of Admission/Acceptance (LoA) Unconditional
      dari UIII pada jenjang doktor sesuai dengan program studi tujuan yang dipilih pada laman pendaftaran.
    6. Memenuhi ketentuan batas usia pendaftar 31 Desember di tahun pendaftaran berusia paling tinggi 40 tahun.
    7. Mengunggah Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sekurang-kurangnya 3,25 pada skala 4,00 atau yang setara dibuktikan dengan transkrip nilai asli atau salinan yang telah dilegalisir. Khusus untuk pendaftar dari jenjang studi magister tanpa IPK, wajib melampirkan surat keterangan dari perguruan tinggi asal.
    8. Bagi WNI pendaftar lulusan perguruan tinggi luar negeri pada jenjang pendidikan sebelumnya, wajib melampirkan:
      -Hasil penyetaraan ijazah dan konversi IPK dari Kemendikbud atau Kemenag
      -Tangkapan layar ajuan penyetaraan ijazah dan konversi IPK bagi pendaftar yang
      penyetaraan ijazah dan/atau konversi IPKnya belum terbit.
    9. Bagi WNA pendaftar lulusan perguruan tinggi luar negeri pada jenjang studi magister yang nilai IPK belum menggunakan skala 4,00 maka wajib dikonversi melalui tautan https://www.scholaro.com/gpa-calculator/ dan hasil konversi IPK diunggah/dilampirkan bersamaan dengan ijazah dan transkrip nilai pada jenjang pendidikan sebelumnya.
    10. Mengunggah dokumen sertifikat kemampuan bahasa Inggris yang diterbitkan paling lambat pada 2 (tahun terakhir dari tahun pendaftaran beasiswa oleh ETS (www.ets.org), PTE Academic (www.pearsonpte.com), atau IELTS
      (www.ielts.org)
    11. Bagi WNA yang negaranya menjadikan Bahasa Inggris sebagai bahasa resmi/English Speaking Country, dapat dikecualikan dari kewajiban mengunggah sertifikat kemampuan Bahasa Inggris.
    12. Bagi pendaftar WNI, menyetujui surat pernyataan yang telah disediakan pada aplikasi pendaftaran beasiswa LPDP
    13. Bagi pendaftar WNA mengunggah surat rekomendasi dari UIII, dan bagi pendaftar WNI mengunggah surat rekomendasi dari akademisi.
    14. Bagi pendaftar WNI yang berstatus PNS dan CPNS wajib melampirkan surat usulan sekurang-kurangnya dari pejabat setingkat eselon II yang membidangi pembinaan/pengembangan SDM pada Kementerian/Lembaga atau Pemerintah Daerah untuk mengikuti program beasiswa LPDP.

    Jadwal Beasiswa LPDP x UIII 2024

    Pendaftaran: 4 – 11 Juni 2024
    Seleksi Administrasi: 12 – 14 Juni 2024
    Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 21 Juni 2024
    Pengajuan Sanggah: 22 – 23 Juni 2024
    Pengumuman Hasil Sanggah: 1 Juli 2024
    Seleksi Substansi: 4 – 10 Juli 2024
    Pengumuman Hasil Seleksi Substansi: 17 Juli 2024

    (nir/nwy)



    Sumber : www.detik.com

  • Mengenal Beasiswa Quad, Kuliah Magister dan Doktor di Amerika Gratis!



    Jakarta

    Beasiswa Quad 2024 telah dibuka. Beasiswa dari Pemerintah Amerika Serikat (AS) bersama dengan Australia, India, dan Jepang (Quad) ini ditujukan bagi mahasiswa dari negara-negara Quad dan ASEAN khusus dalam bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika.

    “Program ini mensponsori mahasiswa magister dan doktoral untuk mempelajari sains, teknologi, teknik, dan matematika di AS,” kata Wakil Presiden Eksekutif, Pengembangan Program dan Layanan Mitra di Institut Pendidikan Internasional (IIE), Jonah Kokodyniak, dalam Antara dikutip Rabu (26/6/2024).

    Pada kelompok pertama, Quad akan memilih mahasiswa dari empat negara Quad: Australia, India, Jepang, dan Amerika Serikat. Kemudian, mereka memperluas cakupan geografis pada negara ASEAN.


    “Kami menerima sejumlah besar lamaran dari hampir setiap negara ASEAN selama upaya ini. Ini menunjukkan tingginya permintaan di kawasan, dan negara-negara ASEAN terhadap pendidikan tinggi AS dan kolaborasi ilmiah,” kata Jonah.

    Ia lebih lanjut mengatakan, IIE saat ini sedang dalam proses menyeleksi kandidat. Apabila pendaftar belum berhasil lolos atau peminat tertarik untuk memperoleh beasiswa ini, dapat mengakses informasi pendaftaran di quadfellowship.org.

    “Saat ini, kami sedang menyeleksi kelompok mahasiswa kedua pada musim gugur dan dingin Tahun 2024. Dan pada 2025, kami akan menyeleksi kelompok pendaftar ketiga,” katanya.

    Cakupan Beasiswa

    • Awardee Quad atau Quad Fellows akan menerima satu kali gaji sebesar USD 40.000 yang akan digunakan untuk biaya akademik.
    • Selama Fellowship, Quad Fellows akan memiliki kesempatan untuk membangun jaringan dan terlibat dalam program dengan pemikiran yang unggul di bidang STEM, pemerintahan, dan masyarakat.
    • Setelah lulus dari program Quad Fellowship, Senior Fellows akan bergabung dengan jaringan alumni untuk memajukan inovasi dan penelitian untuk dampak sosial

    Syarat Beasiswa Quad

    1. Berusia minimal 18 tahun pada saat melamar
    2. Warga negara atau penduduk tetap yang sah di salah satu negara Quad – Australia, India, Jepang, atau Amerika Serikat – atau salah satu dari 10 negara ASEAN – Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, atau Vietnam
    3. Memiliki gelar sarjana atau setara di bidang STEM paling lambat Agustus 2024
    4. Memiliki catatan prestasi akademis yang unggul di tingkat sarjana
    5. Calon mahasiswa Pascasarjana: Harus sudah mendaftar ke program pascasarjana STEM yang memenuhi syarat di universitas yang berbasis di AS untuk memulai tahun akademik 2024-2025
    6. Mahasiswa Pascasarjana saat ini di universitas-universitas AS: Jika pelamar saat ini terdaftar di program Master atau PhD di AS, mereka harus terdaftar penuh waktu di program pascasarjana STEM yang memenuhi syarat untuk tahun akademik 2024-2025 penuh.
    7. Program gelar perawatan kesehatan klinis seperti doktor kedokteran atau magister keperawatan tidak bisa mendaftar

    (nir/nwy)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa S3 di Universitas Top Singapura, Dapat Biaya Hidup Sampai Rp 32 Juta Per Bulan!



    Jakarta

    Agency For Science, Technology and Research (A*STAR) bekerja sama dengan lima universitas top Singapura resmi membuka beasiswa SINGA Singapura. Apa saja persyaratannya?

    Melansir dari laman resminya, Singapore International Graduate Award (SINGA) merupakan hasil kerja sama antara Agency for Science, Technology and Research (A*STAR), Nanyang Technological University (NTU), National University of Singapore (NUS), Singapore University of Technology and Design (SUTD), Singapore Management University (SMU), dan Singapore Institute of Technology (SIT).

    Beasiswa ini diberikan tanpa ikatan dinas kepada mahasiswa internasional yang berminat untuk meraih gelar doktor (PhD) atau EngD dalam bidang Sains dan Teknik di Universitas Singapura.


    Mahasiswa yang berminat dapat memilih untuk mengikuti pelatihan PhD atau EngD di lembaga penelitian A*STAR, NTU, NUS, SUTD, SMU, atau SIT. Setelah berhasil menyelesaikan riset, mahasiswa akan diberikan gelar PhD atau EngD oleh NTU, NUS, SUTD, SMU, atau SIT.

    Beasiswa SINGA dibuka untuk Ilmu Biomedis, Ilmu Komputasi dan Informasi, Teknik dan Teknologi, dan Ilmu Fisika. Adapun pendaftaran dibuka hingga 1 Desember 2024.

    Syarat Beasiswa SINGA

    1. Terbuka untuk lulusan internasional yang memiliki minat pada penelitian
    2. Kemampuan dalam bahasa Inggris lisan dan tulisan
    3. Laporan yang baik dari rekomendasi akademis

    Syarat Dokumen Beasiswa SINGA

    1. Transkrip akademik Sarjana dan/atau Magister.
    2. Dua surat rekomendasi
    3. Pelamar yang melamar ke supervisor/proyek NUS diharuskan untuk menyerahkan skor GRE dalam formulir aplikasi SINGA
    4. Untuk semua pelamar lainnya, kamu mungkin diminta oleh universitas untuk menyerahkan skor GRE yang memuaskan sebagai bagian dari persyaratan penerimaan universitas
    5. Hasil IELTS / TOEFL / SAT I & II / GATE bersifat opsional dan dapat diminta kemudian oleh universitas untuk penerimaan

    Cakupan Beasiswa SINGA

    Beasiswa ini menyediakan dukungan hingga 4 tahun untuk studi PhD, termasuk:

    • Biaya kuliah
    • Biaya hidup bulanan sebesar SGD 2.700 atau Rp 32 juta
    • Beasiswa tiket pesawat satu kali hingga SGD 1.500 atau Rp 17 juta
    • Gaji untuk tempat tinggal satu kali sebesar SGD 1.000 atau Rp 11 juta

    Tata Cara Daftar Beasiswa SINGA

    1. Telusuri Proyek Penelitian S3
    Kunjungi laman https://www.a-star.edu.sg/ untuk menelusuri proyek yang kamu minati.

    2. Siapkan dokumen yang diperlukan
    Selain syarat-syarat dokumen di atas, pendaftar juga wajib menyertakan:

    a. Paspor yang masih berlaku
    b. Foto ukuran paspor terbaru

    4. Transkrip dan Laporan
    Sebelum mengirim dokumen, pastikan kamu sudah menerjemahkan dokumen ke dalam bahasa Inggris.

    5. Pendaftaran

    Kumpulkan dokumen pendaftaran pada laman https://sms-applicant-app.a-star.edu.sg/. Kandidat terpilih akan diumumkan 12 minggu setelah penutupan pendaftaran

    Informasi lebih lanjut tentang beasiswa S3 SINGA dapat dicek melalui https://www.a-star.edu.sg/Scholarships/for-graduate-studies/singapore-international-graduate-award-singa. Tertarik mendaftar, detikers?

    (nir/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa Indonesia-Austria 2025 Khusus Dosen Dibuka Lagi, Ada Tunjangan Keluarga!



    Jakarta

    Pendaftaran beasiswa Indonesia-Austria Scholarship Programme (IASP) 2025. Beasiswa ini diberikan khusus kepada dosen di bawah binaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kementerian Diktisaintek) yang ingin melanjutkan pendidikan jenjang doktor (S3) di kampus Austria.

    Dibuka hingga 1 Maret 2025 mendatang, pendaftaran IASP dilakukan melalui http://beasiswadosen.kemdikbud.go.id/. Setiap tahunnya, beasiswa ini membuka kuota hingga 15 penerima dengan bidang studi atau penelitian yang fokus pada Ilmu Pengetahuan Alam, Teknik, Kedokteran, Ilmu Kesehatan, Pertanian, Ilmu Sosial dan Humaniora, serta Seni.

    Siap mendaftar? Berikut informasinya dikutip dari laman Ditjen Diktiristek, dan Austria’s Agency for Education and Internationalisation, Selasa (29/10/2024).


    Syarat Beasiswa IASP 2025

    Adapun syarat yang harus dipenuhi calon awardee beasiswa IASP 2025 yakni:

    1. Dosen tetap pada perguruan tinggi di bawah pembinaan Kementerian Diktisaintek
    2. Memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN)
    3. Memiliki surat izin dari pemimpin perguruan tinggi asal (untuk dosen perguruan tinggi negeri) dan/atau dari Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) wilayah masing-masing (untuk dosen PTS)
    4. Memiliki gelar magister (S2) dengan tahun kelulusan maksimal 5 tahun pada tahun pendaftaran
    5. Belum memiliki gelar doktor (S3) dan tidak sedang menempuh pendidikan jenjang doktor (on-going)
    6. Memiliki sertifikat kemampuan bahasa Inggris dengan ketentuan skor minimal yaitu: TOEFL iBT 90; atau TOEFL ITP 550; atau IELTS 6,5, yang masih berlaku (maksimal dua tahun terakhir)
    7. Mempunyai usulan penelitian yang telah disetujui calon pembimbing/supervisor di perguruan tinggi Austria
    8. Berusia maksimal 35 tahun pada 31 Desember tahun pendaftaran
    9. Memiliki CV dalam bahasa Inggris
    10. Memiliki 2 buah surat rekomendasi akademik berbahasa Inggris
    11. Memiliki paspor yang masih berlaku minimal 1 tahun
    12. Memiliki Letter of Acceptance (LoA) yang masih berlaku dan tidak bersyarat (unconditional) dari perguruan tinggi tujuan atau dari calon pembimbing/supervisor di perguruan tinggi tujuan
    13. Memiliki ijazah dan transkrip nilai pendidikan program magister dalam bahasa Inggris sesuai dengan aslinya
    14. Sehat jasmani dan rohani, dibuktikan dengan surat keterangan dokter rumah sakit pemerintah
    15. Pelamar yang berstatus suami/istri dan memiliki bidang keilmuan yang sama, tidak diperkenankan melamar pada perguruan tinggi yang sama dan/atau dibimbing oleh supervisor yang sama.

    Manfaat Beasiswa IASP 2025

    • Biaya pendidikan hingga akhir
    • Tunjangan hidup bulanan sebesar EUR 1.150 atau sekitar Rp 19.543.560 (per kurs hari ini sebesar Rp 16.994)
    • Tiket pesawat dengan biaya maksimum EUR 1.000 atau sekitar Rp 16 juta
    • Tunjangan transportasi bulanan sebesar EUR 80 atau sekitar Rp 1,3 juta
    • Tunjangan keluarga bulanan maksimal sebesar EUR 250 atau Rp 4,2 juta untuk pasangan dan tambahan EUR 250 atau Rp 4,2 juta untuk maksimal satu anak. Tunjangan keluarga diberikan di tahun ke-2 dan ke-3 mahasiswa.

    Pendaftaran masih dibuka hingga bulan Maret 2025. Informasi lebih lengkap bisa lihat di sini atau mengunjungi tautan https://grants.at/en/. Selamat mendaftar!

    (det/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa Garuda ACE 2025 Dibuka, Mahasiswa Bakal Dibimbing Sampai Jago Riset



    Jakarta

    Program Beasiswa Garuda Academic of Excellence 2.0 (Garuda ACE) 2025 resmi dibuka. Mahasiswa bakal dapat pelatihan riset internasional selama 6 bulan.

    Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi meluncurkan Program Beasiswa Garuda ACE 2025 pada Senin(28/10/2024). Bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda, beasiswa ini ditujukan untuk membimbing generasi muda jenjang sarjana atau magister dalam pelatihan bahasa dan riset internasional.

    Adapun mahasiswa yang bisa mendaftar adalah mahasiswa jenjang sarjana tahun ketiga atau keempat serta mahasiswa magister tahun pertama. Program ditujukan untuk jurusan dari bidang ilmu dan teknik komputer, informasi dan data, dan bidang-bidang terkait. Ke depannya, program ini diharapkan dapat diperluas ke fokus bidang lainnya sesuai kebutuhan Pemerintah Indonesia.


    Jurusan Sasaran Beasiswa Garuda ACE 2025

    Informatika/teknik informatika/ilmu komputer
    Teknik komputer
    Teknik elektro/ilmu elektronika
    Sistem informasi
    Teknik telekomunikasi

    Periode Beasiswa Garuda ACE 2025

    Gelombang 1, Jalur 1: Pelatihan riset (Januari-Maret), lalu pelatihan bahasa (April-Juni)
    Gelombang 1, Jalur 2: Pelatihan bahasa (Jan-Mar), lalu pelatihan riset (April-Juni)
    Gelombang 2, Jalur 1: Pelatihan riset (Juli-September), lalu pelatihan bahasa (Oktober-Desember)
    Gelombang 2, Jalur 2: Pelatihan bahasa (Juli-September), lalu pelatihan riset (Oktober-Desember)

    Cakupan Pelatihan Beasiswa Garuda ACE 2025

    Jalur 1

    Jalur 1 dibuat untuk mahasiswa yang memiliki kemampuan komunikasi bahasa Inggris yang bagus. Oleh karena itu, mereka dapat langsung memulai pelatihan riset selama 3 bulan terlebih dahulu.

    Jalur 2

    Jalur 2 dibuat untuk mahasiswa yang memiliki keterampilan teknis yang bagus tetapi kurang memiliki kemampuan komunikasi bahasa Inggris. Pelatihan akan dimulai dengan pelatihan bahasa Inggris selama 3 bulan, diikuti dengan pelatihan penelitian selama 3 bulan.

    Syarat Beasiswa Garuda ACE 2025

    1. IPK/IP minimal 3.2
    2. Berasal dari salah satu jurusan sasaran
    3. Jika ingin mendaftar untuk Gelombang 1 (periode Januari-Juni 2025):
      -Mahasiswa jenjang sarjana yang memasuki semester 6 boleh pada periode Gelobang 1 boleh mendaftar.
      -Mahasiswa jenjang sarjana yang sudah memasuki semester 8 pada periode Gelombang 1 dan tidak akan melanjutkan studi ke jenjang magister di perguruan tinggi Indonesia tidak boleh mendaftar (karena tidak ada waktu untuk melakukan riset setelah lulus).
      -Mahasiswa jenjang sarjana yang sudah memasuki semester 8 pada periode Gelombang 1 dan sudah diterima pada program magister jurusan terkait di perguruan tinggi Indonesia boleh mendaftar (karena masih mempunyai waktu 1-2 tahun untuk melakukan riset selama menempuh pendidikan jenjang magister).
      -Mahasiswa jenjang magister yang memasuki semester 1, pada periode Gelombang 1, boleh mendaftar.
      -Mahasiswa jenjang magister yang memasuki semester 2, 3, atau 4, pada periode Gelombang 1, tidak boleh mendaftar.
    4. Jika ingin mendaftar untuk Gelombang 2 (periode Juli-Desember 2025):
      -Mahasiswa jenjang sarjana yang memasuki semester 5 pada periode Gelombang 2 boleh mendaftar.
      -Mahasiswa jenjang sarjana yang memasuki semester 7 pada periode Gelombang 2 dan tidak akan melanjutkan ke program magister di perguruan tinggi Indonesia tidak boleh mendaftar (karena tidak ada waktu untuk melakukan riset setelah lulus).
      -Mahasiswa jenjang sarjana yang memasuki semester 7 pada periode Gelombang 2 dan sudah/akan diterima pada program magister jurusan terkait di perguruan tinggi Indonesia boleh mendaftar (karena masih mempunyai waktu 1-2 tahun untuk melakukan riset selama menempuh pendidikan jenjang magister).
      -Mahasiswa jenjang magister yang baru/akan memasuki semester 1 atau 2 pada periode Gelombang 2 boleh mendaftar.
      -Mahasiswa jenjang magister yang sudah memasuki semester 3 pada periode Gelombang 2 tidak boleh mendaftar.
      -Harus mempunyai keinginan untuk melanjutkan pendidikan dan riset ke jenjang PhD (kombo magister+doktor) pada perguruan tinggi terkemuka di luar negeri.
    5. Seusai mengikuti program Garuda ACE, peserta dapat melanjutkan karir riset mereka ke jenjang PhD (kombo magister+doktor) pada perguruan tinggi terkemuka di luar negeri (baik di Amerika, Eropa, Australia maupun negara-negara Asia yang sudah maju).
    6. Peserta yang berencana untuk langsung bekerja setelah lulus tidak boleh mendaftar, karena program ini tidak akan bermanfaat bagi mereka.
    7. Berkeinginan untuk melakukan riset/penelitian sebagai karir masa depan
    8. Bercita-cita untuk masuk grup penelitian dan pengembangan (research and development) pada perusahaan teknologi besar, start-ups, atau laboratorium nasional (national labs)
    9. Bercita-cita untuk menjadi akademisi jalur riset, menjadi profesor, dan sejenisnya.
    10. Setelah menyelesaikan program pelatihan 6 bulan, yakni dalam periode pasca-pelatihan, peserta harus mempunyai waktu setidaknya 1 tahun dalam kampus untuk melakukan riset sebelum wisuda

    Pendaftaran Beasiswa Garuda ACE 2025 dilakukan melalui https://ace-ina-2025.hotcrp.com. Informasi lebih lanjut dapat detikers cek di https://pmdsu.kemdikbud.go.id/garuda-ace/. Tertarik mendaftar, detikers?

    (nir/twu)



    Sumber : www.detik.com