Pergerakan market kripto terpantau mulai bersemi kembali ke zona hijau pada Kamis (29/9) pagi. Perlu diketahui pada sehari sebelumnya Rabu (28/9), market tak berdaya lemah, karena pergerakan nilai Dolar AS yang semakin tangguh.
Melansir data CoinMarketCap pada Kamis (29/9) pukul 09.00 WIB, nilai Bitcoin (BTC) mulai naik sebesar 3,97% ke level US$ 19.416. Sementara, Ethereum (ETH) juga bernasib sama naik, 4,43% menuju harga US$ 1.337. Altcoin lainnya yang naik ada, BNB dan Solana (SOL) yang naik masing-masing di atas 4%.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan kenaikan market kripto ini masih dipicu oleh Investor yang terlihat percaya diri melakukan akumulasi, setelah selera risikonya kembali pulih menyusul kenaikan indeks saham Amerika Serikat, dengan nilai S&P 500 dan Nasdaq Composite Index masing-masing naik 1,5% dan 2,2%.
“Kenaikan tersebut disebabkan oleh pelemahan tingkat imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS yang merosot dari level tertingginya selama 15 tahun terakhir, setelah bank sentral Inggris mengumumkan akan menunda rencana untuk menjual surat berharganya, atau disebut quantitative tightening,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan kondisi tersebut juga membuat memicu pemulihan instan untuk GBP/USD setelah pasangan ini mencapai posisi terendah sepanjang masa. Indeks dolar AS (DXY) pun akhirnya turun dari level tertinggi sejak dua puluh tahun lalu yang terus memberikan kembali keuntungan.
Pada saat artikel ini ditulis nilai DXY tampaknya kembali di bawah 114, turun 1,5 poin penuh hari ini. Penurunan tersebut membuat investor kembali bergairah untuk mengoleksi aset kripto, terutama yang memiliki kapitalisasi besar.
“Meski, selera risiko investor sudah mulai membaik, tapi masih ada kinerja beberapa altcoin yang masih anjlok di zona merah. Hal ini mengindikasikan bahwa investor tak mau terlampau optimistis di jajaran koin-koin yang berisiko tinggi,” tutur Afid.
Ilustrasi market aset kripto. Foto: Roy Buri, Pixabay.
Untuk pergerakan Bitcoin kemungkinan ada bounce masih ada ketika harganya menyentuh major support. Apabila berhasil bounce, target naik terdekat berada pada level US$ 19.891. Sementara, Ethereum apabila pergerakan harganya kembali pullback, maka target naik masih berada pada level US$ 1.421.
Altcoin yang menjadi top gain pagi ini adalah Helium (HNT) yang tumbuh 12,58% sehari terakhir, karena didorong sentimen Helium, jaringan nirkabel terdesentralisasi, telah resmi bermigrasi ke blockchain Solana (SOL).
“Perpindahan ke Solana memajukan misi ekosistem Helium untuk menghadirkan konektivitas yang aman, ada di mana-mana, dan terjangkau melalui model insentif yang inovatif,” pungkas Afid.
Perkembangan jaringan blokchain Cardano terus dilakukan. EMURGO, salah satu entitas pendiri Cardano, mengumumkan akan meluncurkanstablecoin didukung fiat pada kuartal pertama tahun 2023.
Stablecoin USDA ini akan sepenuhnya mematuhi peraturan dan dirancang untuk melindungi pemilik dari volatilitas bawaan pasar kripto. Dolar AS akan sepenuhnya mendukung stablecoin untuk memastikan stabilitas harga jangka panjang.
Dilaporkan Beincrypto, EMURGO mengatakan memiliki kemitraan dengan perusahaan jasa keuangan teregulasi yang tidak disebutkan namanya di AS. Entitas itu yang akan bertindak sebagai kustodian untuk setoran tunai.
USDA dicatat akan menjadi produk pertama yang datang dari suite barunya, Anzen. Suite ini akan berfokus pada menghubungkan layanan keuangan tradisional ke kripto.
Melalui portal Anzen, pengguna dapat memberi token pada dolar AS mereka dan menggunakannya di jaringan blockchain Cardano. Rencana untuk Anzen termasuk pinjam meminjam, menjembatani antara dApps dan keuangan tradisional, dan kartu debit kripto.
“Stablecoin ini tidak hanya menawarkan stabilitas kepada investor yang melakukan transaksi keuangan di blockchain, tetapi juga memajukan ekosistem Cardano untuk mengatasi masalah yang kami posisikan secara unik untuk dipecahkan —perbankan yang tidak memiliki rekening bank,” kata Fintech Managing Director EMURGO, Vineeth Bhuvanagiri.
Peluncuran USDA ditetapkan untuk Q1 tahun 2023, dan EMURGO berencana untuk mengaktifkan tokenisasi stablecoin lainnya, seperti USDT dan USDC, ke USDA. Juga, terungkap niat untuk mengaktifkan konversi dan pertukaran aset kripto seperti Bitcoin dan Ethereum.
Disamping USDA, Cardano bersama COTI juga akan meluncurkan stablecoin algoritmik, Djed di awal 2023. Stablecoin Djed akan menjadi stablecoin algoritmik dengan jaminan berlebihan yang didukung oleh cadangan Bitcoin.
Menurut rilis, Djed akan ditayangkan di mainnet pada Januari 2023, sambil menunggu audit yang sukses dan serangkaian pengujian stres test yang ketat. Menurut pengembangnya, Djed akan dipatok ke Dolar AS, didukung oleh Cardano ($ADA), dan akan menggunakan $SHEN sebagai koin cadangannya.
Ini akan menambah Cardano ke semakin banyak jaringan yang telah memperkenalkan stablecoin mereka sendiri dalam upaya untuk menyudutkan pasar di sektor industri aset kripto yang sedang berkembang ini.
Pergerakan nilai dolar AS memiliki pengaruh langsung terhadap dinamika pasar crypto. Penguatan atau pelemahan indeks dolar (DXY) dapat menentukan arah arus modal, sentimen investor, dan harga aset crypto seperti Bitcoin dan Ethereum.
Dalam artikel ini, kita akan membahas bagaimana perubahan nilai tukar dolar membentuk tren pasar crypto dan apa yang perlu diperhatikan investor.
Peran Dolar AS dalam Potret Ekonomi Global
Dominasi dolar Amerika Serikat memang tidak diragukan lagi, menurut data indikator dari Atlantic Council, per Januari 2025, dolar AS dipakai sebagai 57% cadangan devisa global dan menjadi mata uang utama dalam 88% transaksi internasional.
Dominasi yang tinggi ini menjadi salah satu alasan kenapa dolar digunakan sebagai patokan nilai komoditas umum yang sering diperdagangkan, termasuk emas, minyak, bahkan aset crypto.
Maka dari itu, fluktuasi nilai dolar bisa memiliki dampak besar terhadap aset lain, termasuk crypto.
Crypto sebagai Aset Digital yang Terdesentralisasi
Sejalan dengan tujuan diciptakannya mata uang crypto, dalam hal ini Bitcoin oleh Satoshi Nakamoto, yakni sebagai alternatif sistem keuangan konvensional yang tidak terikat oleh pemerintah atau bank sentral, crypto menawarkan kebebasan finansial, transparansi, dan desentralisasi.
Namun, perlu diakui bahwa pasar pasar crypto masih sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti regulasi dan kondisi makroekonomi—termasuk fluktuasi nilai tukar dolar.
Hubungan Invers Antara Dolar dan Crypto
Ketika nilai dolar menguat, daya tarik crypto sebagai lindung nilai atau “safe haven” sering kali berkurang. Sebaliknya, ketika dolar melemah, investor cenderung mencari aset alternatif sebagai lindung nilai seperti emas dan Bitcoin untuk mempertahankan nilai portofolio mereka.
Hubungan ini bersifat dinamis dan tidak selalu linear, namun cenderung menunjukkan korelasi negatif.
Untuk bisa melihat hubungan invers antara dolar dan aset crypto, kita bisa membandingkannya dengan Indeks Dolar AS (DXY), lalu apa itu Indeks Dolar AS (DXY)?
Indeks Dolar AS (DXY): Indikator Kekuatan USD di Pasar Global
DXY Index atau Indeks Dolar AS adalah indikator utama yang digunakan untuk mengukur kekuatan dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia, yaitu Euro (EUR), Yen Jepang (JPY), Poundsterling Inggris (GBP), Dolar Kanada (CAD), Krona Swedia (SEK), dan Franc Swiss (CHF).
Indeks ini dinyatakan dalam angka yang mencerminkan nilai relatif dolar terhadap enam mata uang tersebut.
Indeks DXY ini biasa digunakan secara luas oleh pelaku pasar, termasuk investor crypto, untuk menilai tren kekuatan dolar secara keseluruhan.
Studi Kasus: Hubungan Invers Antara Indeks Dolar (DXY) dan Bitcoin
Gambar korelasi terbaik antara Indeks Dolar AS (DXY)
Hubungan terbalik antara Bitcoin (BTC) dengan indeks Dolar AS (DXY) bisa dilihat dari chart yang disajikan di atas, terlihat bagaimana Bitcoin cenderung mengalami kenaikan disaat indeks Dolar AS (DXY) mengalami penurunan dan sebaliknya, Bitcoin cenderung mengalami penurunan di saat indeks Dolar AS (DXY) menguat.
Kenapa hal demikian bisa terjadi? Salah satu alasan paling kuat adalah ketika dolar AS menguat investor akan cenderung memilih untuk menyimpan aset mereka dalam bentuk USD daripada menyimpan dalam bentuk aset berisiko seperti Bitcoin, hal inilah yang menyebabkan harga Bitcoin dan aset berisiko seperti aset crypto mengalami penurunan di saat dolar AS menguat.
Faktor Ekonomi Makro yang Mempengaruhi Nilai Dolar dan Crypto
Contoh beberapa indikator ekonomi utama yang mempengaruhi pergerakan dolar antara lain:
Tingkat inflasi: Inflasi tinggi biasanya melemahkan daya beli dolar AS karena harga barang dan jasa meningkat, sehingga investor sering mencari aset lindung nilai seperti emas dan Bitcoin, yang dianggap sebagai store of value.
Kebijakan moneter The Fed: Kenaikan suku bunga mendorong penguatan dolar karena investor lebih memilih menyimpan uang dalam bentuk USD daripada aset spekulatif seperti crypto.
Data ketenagakerjaan dan pertumbuhan ekonomi: Data tenaga kerja yang kuat menunjukkan ekonomi AS yang sehat, yang biasanya memperkuat dolar dan dapat berpengaruh terhadap pasar crypto.
Semua faktor ini berdampak pada harga crypto, karena mempengaruhi sentimen global.
Bagaimana Pengaruh Pergerakan Dolar AS Terhadap Pasangan Crypto dengan Rupiah?
Ketika Bitcoin naik karena pelemahan Dolar AS (USD) dan Rupiah melemah terhadap USD, harga Bitcoin dalam Rupiah (BTC/IDR) cenderung mengalami kenaikan persentase yang lebih besar dibandingkan harga Bitcoin dalam USD (BTC/USD). Ini terjadi karena dua faktor yang saling memperkuat:
Kenaikan harga Bitcoin dalam USD, dan
Depresiasi Rupiah terhadap USD.
Tanggal
BTC/USD
USD/IDR
BTC/IDR
1 Januari 2025
$94,560.20
16,090.00
Rp1,544,354,048
1 Mei 2025
$96,499.30
16,600.00
Rp1,602,599,936
Sebagai contoh, antara Januari dan Mei 2025, BTC/USD naik 2,1%, USD/IDR naik 3,2%, sehingga BTC/IDR naik sekitar 3,8%—lebih tinggi dari kenaikan BTC/USD.
Ada beberapa strategi yang bisa kamu terapkan untuk menghadapi fluktuasi pasar akibat pergerakan nilai dolar. Langkah-langkah ini tidak hanya membantu meminimalkan risiko, tetapi juga membuka peluang untuk mengelola aset secara lebih bijak:
Diversifikasi portofolio untuk mengurangi ketergantungan pada satu jenis aset.
Gunakan analisis teknikal dan fundamental agar keputusan investasi lebih terarah.
Pantau berita ekonomi global, terutama terkait kebijakan moneter dan nilai tukar dolar.
Manfaatkan stablecoin sebagai penyimpan nilai jangka pendek guna menjaga kestabilan portofolio.
Hindari over-leverage, terutama saat pasar sedang bergerak tidak menentu.
Sebagai tambahan, jika kamu ingin tetap mendapatkan eksposur terhadap dolar tapi tetap ingin memiliki eksposur dari pasar crypto, menyimpan sebagian portofolio dalam bentuk stablecoin berbasis USD seperti USDT atau USDC bisa menjadi pilihan tepat.
Stablecoin memberikan kestabilan nilai di tengah gejolak pasar dan memudahkan kamu juga ingin masuk dan mulai kembali berinvestasi di pasar crypto di saat pasar sudah dalam posisi yang tepat untuk berinvestasi.
Kamu bisa membeli stablecoin berbasis USD dengan mudah melalui bursa terpercaya seperti Tokocrypto dengan spread rendah dan tanpa biaya trading dengan fitur Beli/Jual lho! Klik di sini untuk mulai simpan stablecoin.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.
Nilai tukar rupiah terus mengalami tekanan dalam beberapa waktu terakhir. Dolar Amerika Serikat (USD) semakin perkasa, sementara rupiah justru melemah bukan hanya terhadap USD, tetapi juga terhadap sejumlah mata uang asing lainnya.
Dengan dolar Singapura misalnya, dalam satu tahun terakhir Rupiah mengalami penurunan nilai tukar sebesar 9,35%. Sementara rupiah ke Dolar Amerika mengalami penurunan nilai tukar sebesar 10,60% dalam setahun terakhir.
Nilai tuakar Rupiah dan Dolar. Sumber: Google
Penguatan dolar ini dipicu oleh kebijakan suku bunga The Fed, ketidakpastian geopolitik global, hingga arus modal asing yang lebih memilih masuk ke aset-aset berbasis dolar.
Bagi masyarakat Indonesia, kondisi ini akan sangat terasa berdampak, terutama bagi barang impor, dan perjalanan internasional. Karena itu, semakin banyak orang mencari cara menukar rupiah ke dolar dengan efisien agar tidak terlalu dirugikan oleh pelemahan rupiah.
Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menukar Rupiah ke Dolar Amerika Serikat (USD):
1. Tukar Rupiah ke Dolar Melalui Crypto
Illustrasi menukar Rupiah ke Dolar dalam bentuk stablecoin USDT
Aset crypto kini bukan hanya sebagai investasi, namun juga sebagai alternatif untuk menyimpan mata uang asing. Dalam dunia crypto, aset yang setara dengan mata uang ini sering disebut ‘stablecoin’ yakni jenis aset crypto yang dirancang agar nilainya stabil, karena dipatok (pegged) pada aset tertentu seperti USD, EUR, atau emas.
Kelebihan menukar rupiah ke dolar dengan metode ini adalah prosesnya cepat, bisa dilakukan kapan saja dengan biaya transaksi rendah, dan selisih beli atau jual yang fair.
Salah satu platform yang bisa kamu gunakan adalah Tokocrypto, bursa crypto resmi yang telah berijin dan diawasi Bappebti. Di Tokocrypto kamu bisa tukar rupiah ke dolar hanya dengan minimal Rp50.000.
Ada berbagai pilihan stablecoin setara dolar yang bisa kamu pilih, mulai dari USDT, USDC, USD1, dan FDUSD.
2. Tukar Rupiah ke DolarMelalui Bank
Menukar rupiah ke dolar lewat bank menjadi cara konvensional dan resmi karena diawasi langsung oleh Bank Indonesia.
Kurs biasanya ditampilkan secara transparan di cabang maupun aplikasi mobile banking, sehingga nasabah bisa mengetahui nilai tukar dengan jelas. Keuntungan lainnya adalah jaminan keaslian uang dolar yang diperoleh.
Meski begitu, selisih kurs beli dan jual di bank umumnya lebih tinggi jika dibandingkan dengan menukar rupiah dalam bentuk stablecoin crypto, dan terkadang ada syarat tambahan seperti memiliki rekening atau menunjukkan dokumen tertentu.
3. Tukar Rupiah ke Dolar Melalui Money Changer
Jika kamu lebih suka menyimpan uang secara langsung dalam bentuk fisik, money changer bisa jadi pilihan. Banyak orang memilih jalur ini karena kurs yang ditawarkan biasanya lebih kompetitif dibandingkan bank. Prosesnya juga relatif cepat dan praktis, cukup datang membawa rupiah lalu ditukar langsung dengan dolar tunai.
Namun, penting memastikan money changer yang dipilih memiliki izin resmi dari Bank Indonesia. Money changer legal biasanya menampilkan papan kurs secara terbuka, menyediakan tanda terima transaksi, dan memiliki logo atau sertifikat izin yang terpampang jelas. Hal ini penting untuk menghindari risiko uang palsu atau praktik ilegal.
Kesimpulan
Ditengah menurunnya nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat, menukar rupiah ke Dolar bisa menjadi solusi bagi kamu yang ingin menjaga daya beli atau mungkin mempersiapkan untuk kebutuhan transaksi internasional.
Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menukar rupiah ke dolar, seperti:
Menukar Rupiah ke USD dalam bentuk crypto
Menukar secara langsung di bank
Menukar ke Money Changer
Ketiga cara tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing, namun bagi kamu yang ingin mendapatkan biaya dan selisih jual-beli rendah, kamu bisa gunakan cara pertama yakni dengan menukar Rupiah ke dalam bentuk stablecoin setara USD—seperti USDT, USDC, USD1 dan opsi stablecoin lainnya yang ada di Tokocrypto.
DISCLAIMER: Investasi aset crypto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Harga Bitcoin melonjak mendekati $90.000 sementara dunia keuangan global dikejutkan oleh kabar dari China: pemerintah bersiap untuk menyetujui peluncuran stablecoin Yuan pertama, menandai langkah besar dalam strategi negara itu untuk menyaingi dominasi dolar Amerika Serikat dalam sistem moneter internasional.
Pusat Operasi Internasional e-CNY Dibuka di Shanghai
Gubernur Bank Rakyat China (PBoC), Pan Gongsheng, baru-baru ini mengumumkan pendirian pusat operasi internasional untuk mata uang digital bank sentral (CBDC) China, e-CNY, di Shanghai. Langkah ini dianggap sebagai sinyal kuat bahwa Beijing semakin membuka diri terhadap adopsi arus utama teknologi aset digital dan blockchain.
Dilaporkan Coinpedia, China juga melonggarkan pendekatan regulasi terhadap kripto, terutama melalui Hong Kong yang telah dijadikan “laboratorium” uji coba produk-produk kripto dan blockchain. Hal ini memungkinkan inovasi dilakukan tanpa melanggar batas hukum ketat yang masih berlaku di daratan utama.
Stablecoin Yuan: Langkah Strategis Melawan Dolar
Setelah bertahun-tahun membatasi pengembangan stablecoin berbasis Yuan, pemerintah China kini menunjukkan minat kuat untuk mengeksplorasi potensi stablecoin domestik maupun luar negeri. Stablecoin ini diharapkan dapat digunakan baik secara internal maupun global — suatu langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dari Partai Komunis China (PKC).
Sebelumnya, pada 2018, perusahaan Tether sempat mencoba meluncurkan stablecoin Yuan lepas pantai bernama CNHT, namun proyek ini gagal berkembang karena tekanan regulasi. Kini, dengan pendekatan baru yang lebih strategis, China tampaknya siap untuk memimpin sendiri inisiatif ini.
Daftar aset kripto yang dilabeli ‘koin China’ sedang masuk fase bullish. Sumber: Getty Images.
Saat ini, pasar stablecoin global bernilai lebih dari $275 miliar, dengan lebih dari 98% didominasi oleh stablecoin berbasis USD seperti USDT (Tether) dan USDC (Circle). Keberhasilan Amerika Serikat dalam mempertahankan status USD sebagai mata uang cadangan global tak lepas dari regulasi yang semakin pro-kripto, termasuk pengesahan Undang-Undang GENIUS yang memperkuat kepercayaan investor terhadap ekosistem stablecoin.
Namun, dengan diperkenalkannya stablecoin Yuan yang dikelola langsung oleh otoritas China, pangsa pasar ini berpotensi mulai terdisrupsi dalam beberapa tahun ke depan.
Pasar China Kembali Dibuka, Dampak Global Tak Terelakkan
China selama ini membolehkan kepemilikan aset kripto oleh individu, namun melarang kegiatan perdagangan kripto secara langsung. Sikap ini kini perlahan melunak. Dengan dibukanya jalur resmi pengembangan stablecoin melalui Hong Kong, para pelaku industri kripto dan perusahaan Web3 global diprediksi akan membanjiri Hong Kong untuk mendapatkan lisensi operasional dan akses ke pasar China.
Ini bukan hanya soal Yuan digital atau stablecoin, tapi langkah awal China untuk kembali menjadi pemain utama dalam revolusi blockchain global. Efek domino dari kebijakan ini kemungkinan besar akan mempercepat adopsi teknologi blockchain dan kripto secara luas di Asia dan dunia.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Bitcoin menunjukkan ketahanan yang tidak biasa di tengah penguatan signifikan dolar AS sepanjang Maret 2026. Indeks Dolar AS (DXY) bahkan berhasil menembus level 100, didorong oleh kenaikan real yield dan ketegangan geopolitik global.
Dilaporkan CryptoQuant, dalam kondisi normal, penguatan dolar biasanya memberikan tekanan besar terhadap Bitcoin, seperti yang terjadi pada 2022 saat likuiditas global mengetat. Namun kali ini, pergerakan pasar menunjukkan pola yang berbeda.
Menurut Tim Research Tokocrypto, kalau dulu dolar kuat cukup buat memukul BTC keras, sekarang struktur pasar terlihat lebih tebal karena ETF spot dan pool stablecoin aktif ikut menyerap tekanan risk-off.
“Itu bukan berarti BTC otomatis bullish, tapi jelas menunjukkan perubahan rezim: downside makro masih ada, namun arus modal siap deploy membuat pasar lebih tahan banting saat drawdown,” jelasnya.
Bitcoin lebih stabil di tengah tekanan makro
Meski belum menunjukkan kenaikan signifikan, penurunan harga Bitcoin relatif lebih terbatas dibandingkan siklus sebelumnya. Hal ini mengindikasikan adanya perubahan struktur pasar yang membuat Bitcoin lebih tahan terhadap tekanan makro.
Salah satu faktor utama adalah hadirnya ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat. Produk ini membuka akses bagi investor institusional untuk masuk ke pasar secara lebih konsisten, menciptakan lapisan permintaan baru yang sebelumnya tidak ada.
Dengan adanya aliran dana institusional ini, Bitcoin mulai dipandang sebagai bagian dari portofolio investasi, bukan sekadar aset spekulatif.
Selain itu, aktivitas stablecoin juga mengalami peningkatan signifikan. Data on-chain menunjukkan pertumbuhan jumlah alamat aktif, yang menandakan bertambahnya partisipan sekaligus likuiditas di dalam ekosistem.
Kondisi ini menciptakan “modal siap pakai” yang dapat dengan cepat masuk ke pasar saat terjadi penurunan harga. Artinya, setiap koreksi berpotensi disambut oleh aliran dana baru, sehingga menahan penurunan lebih dalam.
Struktur pasar berubah, korelasi lama mulai tidak relevan
Saat ini, Bitcoin bergerak dalam dua kekuatan utama. Di satu sisi, tekanan makro seperti suku bunga tinggi dan dolar yang kuat masih membayangi. Di sisi lain, permintaan institusional dan likuiditas internal memberikan penopang yang cukup kuat.
Perubahan ini menunjukkan bahwa hubungan klasik antara dolar dan Bitcoin mulai bergeser. Untuk memahami pergerakan pasar saat ini, analisis tidak lagi cukup hanya melihat korelasi, tetapi juga harus mempertimbangkan arus modal dan struktur likuiditas yang terus berkembang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Platform jual-beli asset kripto, Ajaib Kripto menghadirkan program ‘Transfer Aset Kripto – Bonus Coin 1%’. Program tersebut sengaja dihadirkan untuk mengantisipasi potensi kenaikan Harga Bitcoin (bull run).
CEO Ajaib Kripto Adrian Sudirgo mengatakan Melalui program tersebut pengguna mendapatkan bonus 1% dalam bentuk Bitcoin untuk setiap pemindahan aset kripto ke platform Ajaib Kripto. Program ini berlaku untuk lebih dari 50 pilihan aset kripto populer, dengan periode terbatas dan kuota tanpa batas. Program ini hadir di tengah momentum pertumbuhan pesat Bitcoin di platform Ajaib Kripto dan prediksi pasar yang positif.
Dalam setahun terakhir, Ajaib Kripto mencatat peningkatan signifikan dalam aktivitas Bitcoin, dengan jumlah pengguna yang membeli Bitcoin dan total nilai transaksi meningkat sekitar 7 kali lipat, dan jumlah Bitcoin yang dibeli meningkat 3,4 kali lipat.
“Kami melihat adanya momentum positif di pasar Bitcoin dan ingin memberikan kesempatan kepada para pengguna untuk memaksimalkan potensi keuntungan mereka. Program bonus transfer 1% adalah salah satu cara kami untuk mendukung para pengguna dalam perjalanan investasi mereka. Selain itu, Ajaib Kripto menawarkan fitur-fitur unggulan yang akan sangat membantu pengguna dalam berinvestasi aset kripto,” kata Adrian dalam keterangan tertulis, Senin (2/9/2024).
Dia mengatakan Ajaib Kripto juga tengah mengadakan program bagi-bagi Bitcoin senilai total 1 BTC atau senilai Rp 900 juta. Pengguna cukup memindai kode QR di instalasi berskala masif ‘Ingat Bitcoin, Ingat Ajaib Kripto’ di terowongan Sudirman. Untuk mengikuti program tersebut bisa dengan mengunggah selfie di depan instalasi ke media sosial dengan mention akun Ajaib Kripto dan tiga teman mereka untuk berkesempatan mendapatkan Bitcoin gratis.
Baik program bagi-bagi Bitcoin maupun bonus transfer aset kripto akan berlangsung dalam periode terbatas. Pengguna dapat mengunjungi situs web Ajaib Kripto atau mengunduh aplikasi Ajaib Kripto untuk informasi lebih lanjut.
“Keberhasilan platform ini didukung oleh rekam jejak luar biasa dari perusahaan induk, Ajaib. Hingga saat ini Ajaib telah berhasil menggalang dana lebih dari US$ 153 juta dari berbagai investor industri kripto global seperti Ribbit Capital, Y Combinator, dan DST Global – investor yang sama di balik raksasa industri seperti Coinbase, Fireblocks, dan OpenSea,” jelasnya.
Pertumbuhan luar biasa ini bertepatan dengan pasar kripto Indonesia yang berkembang pesat. Menurut Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Indonesia memiliki lebih dari 18 juta investor kripto, dan telah jadi pasar kripto terbesar ke-7 di seluruh dunia.
Sementara itu, Financial Expert Ajaib Kripto Panji Yudha menilai ada Bitcoin memiliki peluang besar untuk melampaui rekor tertingginya yakni US$ 73.750.
“Dengan dukungan politik dan institusional yang semakin kuat, ditambah potensi penurunan suku bunga yang dapat melemahkan dolar AS, Bitcoin memiliki peluang besar untuk melampaui rekor tertingginya di US$ 73.750 dan bahkan mencapai kisaran US$90.000 – US$100.000 hingga akhir tahun,” tutup Panji Yudha.
Jakarta – Salah satu dukungan untuk investor dalam melakukan aktivitas tradingnya adalah live trade untuk menganalisa pergerakan pasar secara real-time. Dupoin menawarkan program live streaming bernama Live Trade, seperti Live Trade XAUUSD. Program ini dimaksudkan untuk membantu trader, baik pemula maupun yang berpengalaman dalam membuat keputusan trading yang lebih tepat dan terinformasi.
Keuntungan live trade Dupoin
Dengan mengikuti live trade Dupoin, banyak keuntungan dan informasi terkait eksekusi pasar, seperti eksekusi pasar XAUUSD saat kondisi pasar volatil dan lainnya. Apa saja keuntungan live trade?
1. Edukasi Langsung dari Analis Berpengalaman
Trader dapat mengikuti analisis pasar yang dilakukan oleh analis berpengalaman Dupoin secara real-time dengan menganalisa pergerakan pasar, mengidentifikasi peluang trading, serta memberikan panduan yang dapat diikuti langsung oleh trader. Anda bisa mengikuti live trade XAUUSD Dupoin secara gratis.
2. Eksekusi Pasar XAUUSD
Salah satu kelebihan dari Live Trade adalah dapat melakukan eksekusi pasar secara langsung. Saat analis memberikan sinyal atau rekomendasi, Anda dapat langsung mengeksekusi transaksi pada pasangan XAUUSD (emas/dolar AS). Ini memungkinkan trader untuk merespons pergerakan harga emas yang cepat dan dinamis dan memanfaatkan peluang yang ada dengan lebih baik.
3. Melatih Kestabilan Emosi Berdasarkan Hasil Analisa
Trading membutuhkan kestabilan emosi yang kuat, terutama dalam instrumen yang sangat berubah seperti XAUUSD. Dengan menggunakan analisis yang objektif untuk membuat keputusan, Live Trade membantu trader mempertahankan kestabilan emosi. Trader dapat belajar untuk mengontrol perasaan mereka, yang seringkali menyebabkan mereka kehilangan uang dalam trading, dengan mendengarkan saran dari analis yang sudah berpengalaman.
Kelebihan XAUUSD di Perdagangan Forex
XAUUSD adalah simbol untuk trading emas terhadap dolar AS di pasar forex. Salah satu keunggulan utama dari trading emas adalah likuiditas yang tinggi, sehingga trader dapat dengan mudah masuk dan keluar dari posisi trading. Selain itu, emas dikenal memiliki volatilitas yang cukup tinggi, memberikan kesempatan bagi trader untuk mendapatkan keuntungan dari pergerakan harga dalam waktu singkat.
Tidak hanya itu, XAUUSD juga sering dianggap sebagai instrumen trading yang lebih aman dibandingkan dengan mata uang atau komoditas lainnya. Ini karena emas memiliki nilai intrinsik yang stabil sepanjang sejarah, meskipun harganya bisa berfluktuasi karena berbagai faktor ekonomi.
Mengapa orang suka berdagang XAUUSD di Dupoin? trading XAUUSD di Dupoin menawarkan peluang besar untuk mendapatkan keuntungan jangka pendek. Pergerakan harga emas bisa sangat cepat dan signifikan, terutama ketika ada berita penting seperti keputusan suku bunga atau data ekonomi dari negara-negara besar, seperti Amerika Serikat.
Dengan edukasi langsung dari analis berpengalaman, eksekusi pasar yang cepat, dan kemampuan untuk mengelola emosi selama trading, Live Trade dapat membantu trader untuk membuat keputusan yang lebih baik. Ditambah lagi, kelebihan XAUUSD sebagai instrumen trading dan reputasinya sebagai aset safe haven membuatnya semakin diminati oleh trader di seluruh dunia.
Harga koin kripto Bitcoin terus melambung tinggi. Bahkan baru-baru ini melewati rekor tertinggi sepanjang sejarah di kisaran US$ 93.000 atau Rp 1.472.190.000 (Rp 1,47 miliar jika dihitung dalam kurs Rp 15.830 per dolar AS).
Tidak hanya nilai jualnya yang terus bertambah, kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini sudah menembus lebih dari US$ 1,77 triliun atau Rp 28.019,1 triliun. Kondisi ini membuat Bitcoin melampaui kapitalisasi pasar perak (US$ 1,70 triliun atau Rp 26.911 triliun) sebagai aset terbesar ke-8 di dunia.
Saat ini, kapitalisasi pasar Bitcoin hanya berada di bawah emas (US$ 17,23 triliun), Nvidia (US$ 3,63 triliun), Apple (US$ 3,4 triliun), Microsoft (US$ 3,16 triliun), Google (US$ 2,2 triliun), Amazon (US$ 2,2 triliun), dan Saudi Aramco (US$ 1,79 triliun) dalam peringkat aset terbesar dunia.
CEO sekaligus pendiri Indodax, Oscar Darmawan, mengatakan pergerakan pasar Bitcoin yang terus meningkat ini sebagian besar didorong oleh pembelian institusional dan arus kas masuk ke ETF Bitcoin yang terus berlanjut.
“Pencapaian kapitalisasi pasar Bitcoin yang kini menembus US$ 1,77 triliun adalah bukti semakin diterimanya aset digital ini di kancah global sebagai alternatif investasi yang potensial,” jelas Oscar dalam keterangan resminya, Minggu (17/11/2024).
“Lonjakan harga Bitcoin yang melewati level US$ 93.000 mencerminkan tingginya minat institusi besar terhadap kripto sebagai salah satu aset utama dalam portofolio investasi,” sambungnya lagi.
Selain itu optimisme atas kemenangan Donald Trump sebagai Presiden baru AS, yang dikenal dengan sikap pro-kripto, turut mendukung kepercayaan para investor bahwa regulasi yang lebih mendukung aset digital ini akan segera hadir.
“Saya melihat adanya potensi besar dalam regulasi yang mendukung industri kripto seperti Financial Innovation and Technology for the 21st Century Act (FIT 21) dan Financial Innovation Act (FIA) dalam kebijakan Amerika, dan juga kebijakan baru mengenai perpindahan regulasi ke OJK di Indonesia di 2025,” papar Oscar.
“Dukungan regulasi yang positif akan memperkuat perkembangan pasar dan mengurangi risiko yang dihadapi oleh para investor kripto,” terangnya lagi.
Menurutnya selain faktor-faktor tadi, faktor pendorong lainnya seperti sentimen inflasi juga memberikan dampak pada pergerakan harga Bitcoin. Misalkan saja pada Rabu (13/11) kemarin saat inflasi di AS tercatat sebesar 2,6% YoY atau naik dari periode sebelumnya yang sebesar 2,4%.
Kenaikan sebesar 0,2% ini sebetulnya masih dalam perhitungan konsensus, sehingga seharusnya kenaikan inflasi ini memberikan pandangan positif terhadap dolar. Namun, kripto Bitcoin justru mengalami kenaikan dan berhasil mencapai all-time high (ATH), mencerminkan antusiasme investor terhadap adopsi Bitcoin di tengah kondisi ekonomi saat ini.
“Dengan inflasi tinggi, Bitcoin dianggap sebagai aset yang dapat melindungi nilai dan menarik investor yang mencari alternatif investasi yang lebih stabil dibandingkan aset tradisional yang bisa terdampak penurunan nilai akibat inflasi,” katanya.
Karena itu, Oscar optimis bahwa Bitcoin masih memiliki ruang untuk tumbuh lebih jauh, terutama jika didukung oleh kerangka regulasi yang lebih jelas dan penerimaan publik yang terus meningkat.
Bitcoin melonjak ke rekor tertinggi hingga di atas US$ 106.000 atau lebih dari Rp 1,6 miliar pada awal perdagangan Asia pada hari Senin (16/12/2024). Hal ini lantaran didorong oleh komentar dari Presiden terpilih Donald Trump yang menyatakan bahwa ia berencana untuk membuat cadangan strategis bitcoin Amerika Serikat (AS), yang serupa dengan cadangan minyak strategisnya.
Bitcoin yang menjadi mata uang kripto terbesar dan paling terkenal di dunia ini mencapai level tertinggi hingga sebesar US$ 106.533 dan terakhir diperdagangkan seharga US$ 105.688.
“Kita berada di wilayah langit biru di sini. Angka berikutnya yang dicari pasar adalah US$ 110.000. Kemunduran yang ditunggu-tunggu banyak orang tidak terjadi, karena sekarang kita punya berita ini.” kata Analis IG, Tony Sycamore, melansir dari Reuters pada Senin (16/12/2024).
“Kami akan melakukan sesuatu yang hebat dengan kripto karena kami tidak ingin Tiongkok atau negara lain – bukan hanya Tiongkok tetapi negara lain yang mengadopsinya – dan kami ingin menjadi pemimpinnya,” kata Trump kepada CNBC akhir pekan lalu.
Trump berencana membangun cadangan kripto yang serupa dengan cadangan minyak. Negara-negara lain juga telah mempertimbangkan cadangan strategis mata uang kripto.
Presiden Rusia Vladimir Putin awal bulan ini mempertanyakan perlunya menyimpan cadangan negara dalam mata uang asing, dan mengatakan bahwa investasi dalam negeri dalam bentuk cadangan tersebut lebih menarik.
Putin mengatakan pemerintahan AS saat ini meremehkan peran dolar AS sebagai mata uang cadangan dalam perekonomian global dengan menggunakannya untuk tujuan politik, sehingga memaksa banyak negara beralih ke aset alternatif, termasuk mata uang kripto.
“Misalnya bitcoin, siapa yang bisa melarangnya? Tidak ada siapa-siapa,” kata Putin.
Namun ada yang skeptis, karena Ketua The Federal Reserve, Jerome Powell, menyamakan bitcoin dengan emas awal bulan ini.
“Orang-orang tidak menggunakannya sebagai bentuk pembayaran, atau sebagai penyimpan nilai. Ini sangat fluktuatif, dan bukan pesaing dolar,” ujar Powell.
Sebagai informasi, bitcoin telah melonjak lebih dari 50% sejak pemilu pada 5 November 2024, yang menyaksikan Trump terpilih bersama dengan banyak kandidat pro-kripto lainnya. Nilai total pasar mata uang kripto telah meningkat hampir dua kali lipat sepanjang tahun ini hingga mencapai rekor lebih dari US$ 3,8 triliun.
Trump bulan ini menunjuk pejabat Gedung Putih untuk artificial intelligence (AI) dan mata uang kripto, yaitu mantan eksekutif PayPal David Sacks, dan teman dekat penasihat Trump sekaligus CEO Tesla Elon Musk. Trump juga mengatakan dia akan mencalonkan pengacara pro-kripto Washington Paul Atkins untuk mengepalai Komisi Sekuritas dan Bursa.