Tag: Dominasi Bitcoin

  • Menakar Dominasi Bitcoin dan Menebak Tibanya Altseason

    Pasar aset kripto berada di titik yang penting saat ini. Setelah hampir sebulan hampir semua harga aset kripto naik, namun dalam beberapa hari belakangan malah cenderung stagnan. Ke depan, seberapa besar peluang terjadinya altseason, ketika dominasi Bitcoin menjadi berkurang?

    OLEH: Muhammad Kurnia Bijaksana
    Professional Trader Aset Kripto di SnapEx
    dan Pendiri The Crypto Legend Indonesia

    Kita mulai dari Raja Aset Kripto, Bitcoin. Dengan pergerakan harga yang tidak berbeda jauh dengan minggu lalu, yaitu masih di kisaran US$7 ribu, Bitcoin masih terlihat berusaha menembus lebih dalam ke area golden pocket fibonacci (lihat gambar). Secara garis besar, masih belum ada update yang berarti dari pergerakan harga Bitcoin.

    Golden Pocket Fibonnaci pada harga Bitcoin.

    Altcoin Mulai Tunjukkan Taring
    Sementara itu, beberapa altcoin seperti Ether (ETH) dan Ripple (XRP) terlihat mulai mengalami kenaikan yang cukup besar beberapa hari yang lalu. Lantas, apakah ke depan altcoin akan naik, dan Bitcoin masih “ragu” melaju, sehingga menunjukkan akan terjadinya altseason?

    Perhatikan Dominasi Bitcoin
    Kenaikan harga altcoin juga ditunjukkan dengan menurunnya dominasi Bitcoin. Saat penulisan artikel ini, Minggu sore (19 April 2020), dominasi Bitcoin berada di bawah 65 persen dan diprediksi masih mengalami penurunan.

    BERITA TERKAIT  Analis JPMorgan: Bitcoin Berjangka Bakkt Mungkin Picu Penurunan Harga Bitcoin

    Apakah yang terjadi jika dominasi Bitcoin turun? Tandanya altcoin akan berkinerja lebih baik daripada Bitcoin. Kita pun bisa berharap harga sejumlah altcoin akan naik atau turun tidak sebesar Bitcoin.

    Laju dominasi Bitcoin.

    Ether (ETH)
    ETH, aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar setelah Bitcoin, mengalami kenaikan yang besar dibandingkan dengan Bitcoin. ETH naik hingga hampir US$190, mendekati support yang jebol (dan sekarang menjadi resistance) sejak “dump” di awal Maret lalu.

    Menakar Altseason
    Bitcoin Halving akan terjadi kurang dari sebulan lagi. Beragam opini mulai bermunculan untuk menebak ke mana harga Bitcoin setelah Halving terjadi, mulai dari yang cukup rasional hingga yang agak lebay.

    Di luar akan naik atau turunnya harga Bitcoin, eventpengurangan imbalan bagi para miner itu akan mempengaruhi harga altcoin. Penyebabnya adalah, karena pada dasarnya beberapa tahun belakangan harga altcoin hampir selalu mengikuti arah dari pergerakan Bitcoin.

    Kita masih menantikan, mampukah Halving Bitcoin akan menjadikan altcoin seperti ETH akan naik hingga kita akan mengalami altseason?  

    ETH/BTC memberikan gambaran yang bagus ke mana arah altcoin akan bergerak. Jika harga ETH naik terhadap BTC, berarti secara umum ETH berkinerja lebih baik daripada BTC.

    Dan altcoin terbesar sampai saat ini masihlah ETH, ditambah ada puluhan atau mungkin ratusan token/crypto di luar sana yang menggunakan Ethereum/ ERC-20 sebagai basisnya.

    Sepintas dilihat, ETH masih cukup bullish terhadap pair BTC. ETH baru saja menembus area resistance di 0,025354 BTC dan sekarang sedang menguji kembali area tersebut sebagai support.

    Jika ETH berhasil mempertahankan momentum bullish-nya terhadap BTC, kita bisa berharap 1 di antara 2 hal berikut. Pertama, altcoin akan naik berkinerja lebih baik daripada BTC dan berpotensi terjadinya altseason.

    Kedua, jika BTC turun, altcoin akan turun lebih sedikit dibandingkan BTC, mirip dengan yang terjadi jika dominasi BTC menurun. [*]



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dominasi Bitcoin Meningkat! Bagaimana Akan Pengaruhi BTC dan Altcoin?

    Bitcoin, yang lebih stabil pada bulan September dibandingkan bulan Agustus, naik di atas US$ 27.000 atau sekitar Rp 415 juta sebelum keputusan The Fed. BTC yang mengalami penurunan akibat dampak sidang kasus Binance SEC, kembali pulih dan kembali naik di atas US$ 27.000.

    Dominasi pasar BTC, saat ini sebesar US$ 27.100, juga meningkat. Tingkat dominasi pasar Bitcoin, yang melacak pangsa BTC terhadap total pasar aset digital, naik menjadi 50,2%, mencapai level tertinggi dalam sebulan.

    Pada angka 50,2%, dominasi Bitcoin mendekati level 52% yang terlihat pada akhir Juni, level tertinggi dalam 26 bulan terakhir.

    Dominasi Bitcoin Dapat Naik

    Seperti yang mungkin diingat, pada bulan Juni, BlackRock, manajer aset terbesar di dunia, mengajukan permohonan ETF Bitcoin spot. Setelah penerapan ini, dominasi BTC meningkat menjadi 52%.

    Berbicara pada titik ini, para analis menyatakan bahwa dominasi Bitcoin dapat meningkat lebih jauh, dengan mengatakan bahwa harapan untuk persetujuan ETF Bitcoin spot dan tindakan regulasi dapat menjadi katalis lebih lanjut untuk harga BTC.

    koin bitcoin
    Ilustrasi aset kripto Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: 17 Altcoin Akan Token Unlock Pekan Ini, Antisipasi Gerak Harga Kripto

    Menunjukkan bahwa altcoin berada di ambang potensi penurunan, kepala penelitian Matrixport, Markus Thielen mengatakan:

    “Risiko di pasar altcoin termasuk penjualan token oleh bursa FTX yang bangkrut, penurunan pendapatan protokol Ethereum, dan pembukaan kunci token yang mengakibatkan investor modal ventura menjual token.”

    Jika kita melihat Bitcoin, BTC mencapai puncaknya pada Juli 2023, dan altcoin terbesar Ethereum (ETH) mencapai puncaknya pada bulan April.

    “Pada titik ini, meskipun berita spot BTC ETF telah menjadi katalis untuk harga BTC, hal itu belum benar-benar menguntungkan altcoin, bahkan ETH,” tambah Thielen.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apa pun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas berisiko tinggi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dominasi Bitcoin Melonjak Tinggi Pasca Peretasan Bybit

    Dominasi Bitcoin melonjak pasca peretasan besar-besaran kembali mengguncang dunia kripto. Kali ini, bursa perdagangan kripto Bybit menjadi korban serangan siber yang mengakibatkan hilangnya Ethereum senilai $1,4 miliar.

    Insiden ini menimbulkan berbagai reaksi dari tokoh-tokoh penting di industri kripto, termasuk Adam Back, Samson Mow, dan komunitas Ethereum. Peristiwa ini juga berkontribusi terhadap lonjakan dominasi Bitcoin di pasar.

    Peretasan Bybit dan Dugaan Keterlibatan Lazarus Group

    Menurut para analis, serangan ini diduga dilakukan oleh kelompok peretas terkenal Lazarus, yang berbasis di Korea Utara. Lazarus dikenal sebagai dalang di balik berbagai peretasan besar yang menargetkan industri keuangan dan kripto selama bertahun-tahun. Kejahatan siber ini semakin memperkuat kekhawatiran tentang keamanan platform perdagangan aset digital.

    Dikutip U Today, CEO dan salah satu pendiri Bybit, Ben Zhou, mengonfirmasi bahwa para peretas mulai mencuci Ethereum yang dicuri dengan mengonversinya ke Bitcoin melalui platform Chainflip.

    Zhou pun meminta bantuan komunitas dan berbagai jembatan blockchain untuk memblokir transaksi yang dilakukan oleh peretas. Selain itu, Bybit berencana meluncurkan program hadiah bagi siapa saja yang dapat membantu melacak atau memulihkan dana yang telah dicuri.

    Dominasi Bitcoin Melonjak Pasca Peretasan

    Adam Back, cypherpunk sekaligus CEO Blockstream, menanggapi insiden ini dengan kritik tajam terhadap Ethereum. Ia menyatakan bahwa peretasan terhadap kontrak EVM (Ethereum Virtual Machine) sudah terlalu sering terjadi dan membuktikan kelemahan fundamental dalam desain Ethereum.

    Back menyebut teknologi EVM sebagai “kompleks, rapuh, dan sulit diamankan.” Ia juga menegaskan bahwa selama bertahun-tahun, miliaran dolar telah hilang akibat kelemahan ini.

    Ia menambahkan bahwa dominasi Bitcoin di pasar semakin meningkat akibat peretasan ini. Keamanan Bitcoin yang lebih terdesentralisasi dan tidak bergantung pada kontrak pintar seperti Ethereum menjadikannya pilihan yang lebih menarik bagi investor.

    Mantan Chief Strategy Officer Blockstream, Samson Mow, turut mengkritik Ethereum dengan menyarankan agar Vitalik Buterin melakukan hard fork untuk membalikkan transaksi yang telah dilakukan oleh peretas.

    Ia mengingatkan bahwa pada tahun 2016, Ethereum pernah melakukan hard fork setelah peretasan DAO, yang kemudian menyebabkan perpecahan antara Ethereum (ETH) dan Ethereum Classic (ETC). Namun, usulan ini masih menuai perdebatan di komunitas kripto.

    Respons Bursa Kripto Lain dan Dampaknya pada Pasar

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 23 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 23 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Menanggapi peretasan ini, beberapa bursa kripto utama seperti Binance, Bitget, dan MEXC telah memberikan pinjaman kepada Bybit untuk membantu menjaga likuiditasnya. CEO Binance, Richard Teng, serta mantan CEO Binance, Changpeng Zhao (CZ), turut menyuarakan dukungan mereka terhadap Bybit.

    Sementara itu, dampak dari insiden ini cukup signifikan terhadap pasar kripto. Harga beberapa aset digital utama, termasuk XRP, ADA, SHIB, dan DOGE, mengalami penurunan akibat tekanan likuidasi besar-besaran.

    Total nilai likuidasi kripto dilaporkan mencapai $556 juta dalam kurun waktu yang singkat. Sementara itu, Bitcoin justru mengalami peningkatan dominasi di pasar sebagai aset yang lebih aman dibandingkan dengan Ethereum.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Dominance Naik Lagi! Sinyal Pemulihan Besar di Depan Mata?

    Bitcoin kembali menunjukkan taringnya di pasar kripto. Bitcoin Dominance kini berada di 58,1%, naik tipis dari level pekan lalu yang sempat menyentuh 57,9%. Sementara Ethereum tertahan di kisaran 13%, dan altcoin lain berada di sekitar 28,9%.

    Pergerakan ini bukan sekadar angka biasa. Data terbaru dari Glassnode menunjukkan bahwa indikator penting on-chain, yakni Short-Term Holder Realized Value (STH RVT), kini berada di titik krusial yang mendekati level terendah siklus.

    Apa Itu RVT dan Kenapa Penting?

    Dilaporkan Trading View, RVT (Realized Value to Transaction Volume) adalah osilator yang mengukur rasio keuntungan/kerugian yang direalisasikan investor terhadap total volume transfer di jaringan Bitcoin.

    • Jika RVT turun, artinya investor merealisasikan laba/rugi lebih rendah dibanding volume transaksi.
    • Saat ini, RVT pemegang jangka pendek (yang membeli BTC dalam 155 hari terakhir) anjlok tajam, mendekati titik terendah siklus.

    Artinya? Sebagian besar koin BTC di pasar bergerak mendekati harga impas, menandakan fase detoksifikasi pasar sedang berlangsung.

    Glassnode menjelaskan:
    “Secara historis, reset semacam ini sering kali menjadi fondasi untuk pemulihan jangka panjang yang lebih sehat.”

    Data Bitcoin Dominance pada tanggal 2 Oktober 2025. Sumber: CoinMarketCap.
    Data Bitcoin Dominance pada tanggal 2 Oktober 2025. Sumber: CoinMarketCap.

    Baca juga: Bitcoin Dominance Dekati ke 57,5%! Apakah Era Altcoin Sudah Tamat?

    Pola Historis: Saat BTC Bangkit Setelah Titik Lemah

    Jika melihat ke belakang:

    • Pertengahan 2024 & awal 2025: RVT STH sempat berada di level serupa, lalu diikuti pemulihan harga.
    • Tahun 2023: Indikator bahkan turun lebih dalam sebelum BTC stabil dan kembali reli.

    Kini, pertanyaannya: apakah BTC sudah mencapai titik terendah saat ini di kisaran $117.000 (naik 3% dalam sepekan), ataukah masih ada koreksi lanjutan sebelum reli besar dimulai?

    Dominasi BTC Kembali Pulih: Sinyal Sehat?

    Selain RVT, indikator lain yang ikut menguat adalah dominasi pasar Bitcoin. Setelah sempat jatuh ke 57%, dominasi BTC kini bangkit ke hampir 59%.

    Menurut Glassnode, pergerakan ini adalah tanda pasar yang lebih sehat.
    Mengapa? Karena reli yang didorong BTC biasanya lebih sustainable dibanding reli altcoin, yang sering kali cepat panas tapi cepat pula meredup.

    Kesimpulan: Fase Tenang Sebelum Ledakan?

    Gabungan indikator on-chain dan kenaikan dominasi pasar membuat banyak analis percaya bahwa Bitcoin sedang membangun fondasi baru sebelum potensi reli berikutnya.

    Dengan harga saat ini di $117.000, investor tampaknya sedang menunggu kepastian: Apakah BTC siap melesat ke level tertinggi baru? Atau apakah pasar masih butuh sedikit “uji kesabaran” sebelum momentum besar benar-benar datang?

    Baca juga: AI Select Token: BNB, AVAX, Hingga HEMI Masuk Radar Hari Ini


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dominasi Bitcoin Mulai Retak, Altcoin Bersiap untuk Melesat

    Pasar kripto kembali menampilkan drama menarik, tapi dominasi Bitcoin mulai retak. Bitcoin (BTC) masih berada di level tinggi, yakni $110.260, namun pergerakannya mulai kehilangan tenaga. Dalam 24 jam terakhir, BTC turun tipis -0,35%, meski masih mencatatkan kenaikan +1,36% dalam sepekan.

    Di saat dominasi Bitcoin terlihat goyah, sejumlah altcoin mulai menunjukkan potensi besar untuk merebut panggung utama.

    Data CoinMarketCap: Dominasi Bitcoin vs Altcoin

    Menurut CoinMarketCap, dominasi Bitcoin saat ini berada di angka 57,8%, turun 2,4%. Ethereum menguasai 13,6% pasar dengan penurunan 1,47%, sementara kategori Others (altcoin lain) mencatat 28,5%, naik 0,93%.

    Data Bitcoin Dominance pada tanggal 6 September 2025. Sumber: CoinMarketCap.
    Data Bitcoin Dominance pada tanggal 6 September 2025. Sumber: CoinMarketCap.

    Perbandingan Historical Values:

    • Kemarin: Bitcoin 58,0% | Ethereum 13,7% | Others 28,3%
    • Pekan lalu: Bitcoin 57,4% | Ethereum 14,0% | Others 28,7%
    • Sebulan lalu: Bitcoin 60,9% | Ethereum 11,8% | Others 27,3%

    Tren ini menunjukkan bahwa dominasi Bitcoin yang sempat kokoh di atas 60% perlahan menurun, sementara altcoin — terutama kategori Others — mendapatkan porsi pasar lebih besar.

    Ethereum (ETH): Tertekan, tapi Jadi Penentu

    Ethereum saat ini diperdagangkan di $4.279,70. Meski turun -0,59% dalam 24 jam terakhir dan melemah -2,14% dalam sepekan, ETH masih dianggap sebagai barometer altcoin. Banyak analis percaya bahwa pemulihan Ethereum bisa menjadi katalis bagi reli altcoin berikutnya.

    Polkadot (DOT): Tanda Awal Kebangkitan

    Polkadot berada di level $3,83, relatif stabil dengan pergerakan harian hanya -0,02%. Namun, dalam sepekan DOT mencatatkan kenaikan +0,70%. Sinyal kecil ini bisa jadi indikasi bahwa investor mulai melirik kembali proyek-proyek blockchain multichain seperti Polkadot.

    Solana (SOL): Tertekan di $200, tapi Potensi Masih Besar

    Solana kini diperdagangkan di $200,72, turun -1,39% dalam sehari dan -0,98% dalam sepekan. Meski tertekan, SOL tetap menjadi salah satu aset kripto yang paling diperhatikan berkat ekosistem DeFi dan NFT yang terus berkembang.

    XRP: Konsolidasi Menentukan Breakout?

    XRP stagnan di $2,81, dengan penurunan tipis -0,13% baik harian maupun mingguan. Posisi ini bisa menandakan fase konsolidasi yang berpotensi memicu breakout tajam jika volume perdagangan meningkat.

    Shiba Inu (SHIB): Memang Kecil, Tapi Perlawanan Ada

    Shiba Inu diperdagangkan di $0,00001229, terkoreksi -1,01% dalam sehari dan melemah -0,36% dalam sepekan. Meski begitu, komunitas SHIB yang sangat aktif masih menjadi faktor kejutan yang bisa mendorong harga sewaktu-waktu.

    Dengan dominasi Bitcoin yang turun dari 60,9% sebulan lalu menjadi 57,8% hari ini, altcoin semakin punya ruang untuk unjuk gigi. Ethereum, Solana, hingga Polkadot menjadi kandidat kuat untuk memimpin reli berikutnya.

    Pertanyaannya: apakah altcoin benar-benar siap melesat dan menggantikan dominasi BTC dalam waktu dekat?

    Baca juga: Banyak Perusahaan Borong BTC $810 Juta Saat Bitcoin Capai $123.000


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dominasi Bitcoin Turun ke 55%, Altcoin Bersiap Ambil Panggung

    Dominasi Bitcoin di pasar kripto terus mengalami pelemahan, turun dari puncak 62% menjadi 55%. Pergerakan ini menjadi sinyal penting bagi investor, karena biasanya penurunan dominasi Bitcoin membuka jalan bagi rotasi modal ke altcoin, terutama aset besar seperti Ethereum (ETH) dan Solana (SOL).

    Dominasi Bitcoin sendiri merupakan ukuran kapitalisasi pasar Bitcoin dibandingkan dengan total kapitalisasi pasar kripto. Angka ini sering digunakan sebagai barometer apakah pasar lebih condong ke arah aset “safe haven” seperti Bitcoin atau mulai mencari peluang berisiko lebih tinggi dengan potensi imbal hasil lebih besar di altcoin.

    Ethereum dan Solana Menjadi Sorotan

    Dilaporkan The Block, penurunan 700 basis poin dari puncak siklus tahun ini dianggap sebagai perkembangan positif bagi altcoin menjelang kuartal keempat 2025. Ethereum dan Solana sudah menunjukkan tanda-tanda minat baru, baik dari investor institusional maupun ritel. Salah satu faktor yang mendorong adalah meningkatnya perhatian terhadap digital asset treasury (DAT), di mana berbagai tim berupaya mengumpulkan modal serta membeli aset melalui entitas yang diperdagangkan secara publik.

    Metrik Bitcoin Dominance. Sumber CoinMarketCap.
    Metrik Bitcoin Dominance. Sumber CoinMarketCap.

    Jika menengok siklus sebelumnya pada 2021–2022, dominasi Bitcoin sempat turun hingga di bawah 40%. Kondisi itu memicu reli besar altcoin, sehingga saat ini banyak analis melihat peluang serupa dapat kembali terjadi apabila pasar terus mendukung aset berisiko.

    Pasar dalam Fase Transisi

    Dengan dominasi Bitcoin yang kini berada di level 55%, pasar dianggap berada pada fase transisi. Artinya, altcoin bisa mulai membangun momentum tanpa harus bergantung sepenuhnya pada sentimen spekulatif ekstrem. Namun, ada faktor penting yang perlu diawasi: apakah altcoin benar-benar mampu menarik permintaan pasar spot, bukan hanya dorongan sesaat dari perdagangan derivatif.

    Potensi masuknya modal institusional dalam jumlah besar melalui produk ETF dan treasury aset digital bisa menjadi katalis utama. Pertanyaannya, apakah aliran dana tersebut akan mendorong pembelian langsung token sehingga mampu memberikan apresiasi harga yang berkelanjutan bagi altcoin.

    Baca juga: Altcoin Season 2025: Benarkah Sudah Dimulai?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Mendekati All Time High, Pakar Sebut Ini Faktor Penyebabnya


    Jakarta

    Menjelang penutupan bulan Oktober 2024, bitcoin (BTC) melanjutkan kenaikannya, mendekati level all-time high di sekitar US$73.750. Pada hari ini, harga BTC mencapai US$72.785 sebelum sedikit turun dan bertengger di angka US$72.290 pada pukul 08.00 WIB.

    Bahkan dalam 24 jam terakhir, bitcoin mengalami penguatan sebesar 2,80% dan naik 7,5% dalam seminggu terakhir. Secara Year to Date (YTD) kenaikan bitcoin tercatat sekitar 66%.

    Financial Expert Ajaib Kripto Panji Yudha mengatakan momentum penguatan ini muncul di tengah optimisme pasar menjelang pemilihan umum di Amerika Serikat pada 5 November mendatang. Diperkirakan Pemilu Amerika Serikat akan berdampak pada kebijakan ekonomi dan sektor keuangan AS, termasuk pasar kripto.


    Kenaikan ini juga dapat dikaitkan dengan sentimen ‘risk-on’ di tengah ekspektasi bahwa suku bunga The Fed mungkin akan kembali memotong suku bunganya sebesar 25 bps pada FOMC 7 November, yang memberikan ruang bagi Bitcoin untuk terus bergerak naik.

    “Dari perspektif teknikal, Bitcoin telah berhasil breakout dari resistance trendline descending broadening wedge pattern hingga sempat mencapai US$72.785. Saat ini, terdapat potensi pelemahan terlebih dahulu yang dapat membawa BTC untuk menguji ulang area resistance trendline sebelumnya, yang kini juga menjadi area support di level US$ 69.000. Jika berhasil rebound maka besar peluang BTC untuk mencetak new All Time High dalam beberapa hari kedepan,” kata Panji dalam keterangan tertulis, Rabu (30/10/2024).

    Dia mengatakan dalam beberapa bulan terakhir, produk ETF ini berhasil menarik miliaran dolar ke pasar kripto, terutama setelah penundaan persetujuan di awal tahun.

    “ETF kripto memberikan cara baru bagi investor institusi untuk masuk ke pasar kripto yang sebelumnya dianggap terlalu berisiko,” ujar Panji.

    Hingga kini, momentum positifETFbitcoin spot masih berlanjut terbukti bahwa adanyainflow sebesar US$479 juta pada perdagangan Senin (28/10/2024). Hal itu melanjutkan tren positif minggu lalu dengan lonjakan arus masuk hingga US$997 juta dalam periode perdagangan 21-25 Oktober 2024, dikutip dariSoSo Value.

    Bitcoin mencapai rekor tertinggi baru di angka US$73,737 pada bulan Maret tepat dua bulan setelah ETF ini diluncurkan. Namun, aset ini mengalami tekanan pasca ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan ketidakpastian mengenai suku bunga yang masih tinggi. Namun, keputusan bank sentral untuk menurunkan suku bunga bulan lalu kembali meningkatkan minat investor pada aset berisiko seperti bitcoin.

    Dia pun optimistis hal itu bisa membuat bitcoin dan altcoin akan naik signifikan dalam beberapa waktu ke depan.

    “Lingkungan suku bunga rendah memungkinkan investasi berisiko seperti kripto lebih menarik karena biaya pinjaman yang lebih rendah,” jelasnya.

    Altseason 2024: Momentum bagi Altcoin?

    Tidak hanya bitcoin yang mengalami kenaikan, altcoin diprediksi akan kembali bersinar layaknya altcoin season di tahun 2021 di mana ketika itu DeFi dan NFT menjadi sorotan. Saat ini, dominasi bitcoin (BTC.D) di pasar kripto telah mencapai angka 59,52%, mendekati 60%, angka tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

    Namun, kondisi ini juga membuka spekulasi mengenai datangnya ‘altseason’ atau periode di mana altcoin seperti Ethereum dan Solana cenderung mencatatkan performa yang lebih baik dibandingkan bitcoin.

    “Pola ini sering kali terjadi setelah Bitcoin mencapai puncaknya, di mana investor mulai beralih ke aset kripto lain atau altcoin,” ungkapnya.

    Pola teknikal rising wedge wedge yang terlihat dalam BTC.D menandakan potensi koreksi BTC.D yang bisa membuka jalan bagi altseason.

    “Jika dominasi Bitcoin menurun, ini bisa menjadi sinyal awal altseason, di mana altcoin memiliki peluang untuk tumbuh dengan cepat,” lanjut Panji.

    Beberapa altcoin utama seperti Ethereum, Solana, hingga meme coin dapat menjadi pilihan menarik bagi trader.

    BTC Siap Cetak Rekor Tertinggi Baru?

    Dia mengatakan dengan dukungan ETF dan tren peningkatan minat investor institusi membuat bitcoin berada di jalur untuk mencapai rekor tertinggi baru. Potensi untuk menembus level rekor baru tentu ada, terutama jika bitcoin berhasil bertahan di atas level US$70,000.

    “Namun, investor juga harus berhati-hati terhadap potensi koreksi yang bisa terjadi kapan saja, terutama di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global. Dengan demikian, kombinasi antara faktor teknikal dan sentimen pasar menjelang pemilu akan menjadi penentu apakah bitcoin mampu bertahan atau bahkan mencetak rekor baru dalam waktu dekat,” tutupnya.

    Lihat Video: Elon Musk Dinyatakan Tak Bersalah Atas Tudingan Manipulasi Dogecoin

    [Gambas:Video 20detik]

    (anl/ega)



    Sumber : finance.detik.com