Tag: donasi

  • Ukraina Terima Donasi Bitcoin & Ethereum Capai Rp 530 M Lawan Rusia

    Pemerintah Ukraina telah merangkul komunitas kripto di seluruh dunia melalui platfrom Twitter untuk mengumpulkan donasi guna mendukung kebutuhan warga sipil dan pasukan militer mereka. Langkah donasi dengan aset kripto sebagai bentuk perlawanan terhadap Rusia.

    Wakil Perdana Menteri Ukraina, Mykhailo Fedorov, melalui media sosial Twitter menyampaikan meminta bantuan internasional buat menghadapi invasi Rusia, termasuk mengharapkan donasi dalam bentuk aset kripto Bitcoin, Ethereum, dan stablecoin USDT.

    “Berdiri bersama raykat Ukraina. Sekarang menerima donasi uang kripto. Ethereum. Bitcoin dan Tether (USDTtrc20),” tulis Fedorov dalam cuitan di akun Twitter resminya.

    Baca juga: Aset Kripto Lokal Bisa Tingkatkan Potensi Perekonomian Digital RI

    Selain Fedorov, akun Twitter centang biru @Ukraine yang mengklaim di kolom biografi sebagai akun resmi Ukraina juga mengunggah alamat dompet kripto untuk donasi. Menurut Bloomberg, alamat-alamat dompet kripto ini sudah dikonfirmasi benar oleh Victor Zhora, salah satu pejabat keamanan siber Ukraina.

    Alamat dompet kripto yang ditulis dua akun itu diketahui sudah menerima ratusan donasi yang nilainya lebih dari $ 37 juta atau sekitar Rp 530 miliar. Berdasarkan informasi blockchain yang disediakan perusahaan analitik, Eliptic, rata-rata donasi US$ 95 atau berkisar Rp 1,3 juta.

    Banyak Donasi Kripto dari Lembaga Lain

    Di sisi lain, Come Back Alive, sebuah organisasi non-pemerintah yang mengatakan membantu upaya perlawanan Angkatan Bersenjata Ukraina, telah menerima lebih dari $ 7,2 juta atau setara Rp 103 miliar dalam bentuk donasi BTC di alamat dompetnya. Cointelegraph berbicara kepada penggemar kripto Ukraina tentang badan amal tersebut, yang menjamin legitimasinya.

    Baca juga: Tips Kelola Gaji untuk Investasi Kripto #SiapLebihCuan Bareng Tokocrypto dan GoPay

    Lalu ada UkraineDAO, yang dipimpin oleh Pussy Riot (grup musik protes feminis Rusia) Nadya Tolokonnikova dan berusaha untuk menjual satu token nonfungible, atau NFT, bendera untuk mendanai organisasi sipil Ukraina. Saat ini, tawaran tertinggi untuk NFT adalah $ 2,89 juta.

    Selanjutnya, para aktivis di komunitas blockchain telah menciptakan Unchain Fund untuk membantu Ukraina. Inisiatif ini mendukung banyak altcoin, termasuk NEAR, Binance Coin (BNB), Binance USD (BUSD) dan banyak lagi. Sejak diluncurkan, dana tersebut telah mengumpulkan lebih dari $ 1,5 juta (Rp 21 miliar) dalam bentuk kripto, sebagian besar melalui donasi token NEAR.

    Menurut Coindesk, ini bukan yang pertama penggunaan aset kripto sebagai donasi untuk membantu Ukraina. Sebelumya, sudah ada pengumpulan dana bantuan buat tentara Ukraina yang mencapai $6 juta atau sekitar Rp86 miliar dalam bentuk Bitcoin.

    Daya tarik urun dana (crowdfunding) menggunakan aset kripto belum pernah terjadi sebelumnya. Padahal, beberapa negara seperti El Salvador telah menggunakan mata uang kripto untuk pengembangan layanan keuangan negaranya.

    Baca juga: Daftar Badan Amal yang Buka Donasi Kripto, Ada Pelestarian Orangutan





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Daftar Badan Amal yang Buka Donasi Kripto, Ada Pelestarian Orangutan

    Hadirnya mata uang kripto saat ini memang menjadi sorotan masyarakat. Di balik mengenai pro kontranya informasi mengenai cryptocurrency, ternyata ada fakta mengejutkan bahwa ternyata kini kripto sudah bisa digunakan untuk berdonasi.

    Bahkan, sudah ada beberapa lembaga yang bersedia menampung donasi mata uang kripto ini untuk kemudian disalurkan pada target yang membutuhkannya. Dalam laporan perusahaan, The Giving Block, setidaknya ada enam badan amal yang mendapat manfaat dari mata uang kripto, karena volume donasi keseluruhan pada platformnya melonjak lebih dari 1.000% dari tahun ke tahun pada tahun 2021. 

    Berikut adalah keenam badan amal di dunia yang terima donasi mata uang kripto berdasarkan laporan Cointelegraph.

    She’s the First

    Ilustrasi organisasi She's the First.

    Ilustrasi organisasi She’s the First.

    She’s the First, organisasi non-profit yang fokus pada pemberdayaan perempuan telah membuka donasi yang menerima mata uang digital atau kripto. Hasil penggalangan dana tersebut dalam mengirimkan lebih dari 1.400 makanan, air, dan perlengkapan menstruasi, serta menghubungkan lebih dari 6.000 remaja perempuan dengan pendamping atau mentor dari seluruh dunia untuk meningkatkan kualitas hidup.

    “Pada tahun fiskal yang paling menantang dalam karir saya sebagai CEO nirlaba, saya menyadari bahwa saya harus menganggap serius crypto. Jika tidak, kapal akan berlayar tanpa kita dan, dengan itu, mengambil sumber daya yang dapat membantu gadis-gadis di dunia untuk mengakses pendidikan dan membuka impian mereka. Donasi kripto ini adalah hadiah terbesar kedua kami tahun ini, benar-benar mengubah pandangan saya tentang mata uang kripto,” kata Tammy Tibbetts, salah satu pendiri dan CEO She’s the First.

    Baca juga: Tips Cari Cuan Investasi Aset Kripto di Kala Market Anjlok

    CARE

    Ilustrasi organisasi CARE.

    Ilustrasi organisasi CARE.

    CARE merupakan salah satu organisasi nirlaba tertua di dunia yang konsisten memerangi kemiskinan global. Mereka kini melihat sumbangan crypto meningkat dari sekitar 7.000 dolar AS pada tahun 2020 menjadi lebih dari 330.000 dolar AS pada tahun 2021.

    Salah satu kampanye, paket NFT CARE untuk Afghanistan, bahkan mengumpulkan lebih dari 200.000 dolar AS dalam hitungan minggu untuk memberikan bantuan kemanusiaan dan bantuan untuk keluarga di negara tersebut.

    Orangutan Outreach

    Ilustrasi organisasi Orangutan Outreach bikin lelang NFT.

    Ilustrasi organisasi Orangutan Outreach bikin lelang NFT.

    Organisasi Orangutan Outreach memilik program utama pelestarian orangutan, dan mampu mengumpulkan sumbangan crypto, lebih dari seluruh anggaran pendapatan mereka pada 2020 lalu. “Kami akan memasukkan crypto ke dalam semua program yang kami lakukan untuk bergerak maju, membuatnya lebih besar sehingga kami dapat melakukan lebih banyak pekerjaan yang baik,” kata Richard Zimmerman, Direktur Eksekutif Orangutan Outreach.

    Tim Organtuan Outreach sendiri telah merawat orangutan yatim piatu dan terlantar di cagar alam yang dibangun khusus dengan tujuan akhir untuk melepaskan mereka kembali ke alam liar.

    Baca juga: Daftar Kripto Diklaim Punya Fundamental yang Aman

    Trees for the Future

    Ilustrasi organisasi Trees for the Future.

    Ilustrasi organisasi Trees for the Future.

    Berkat kampanye donasi NFT, pertanian regeneratif dari lembaga nonprofit, Trees for the Future berhasil menanam 2,3 juta pohon yang diperkirakan menyerap lebih dari 80.000 metrik ton karbon dioksida selama 20 tahun.

    “Kami dapat mengubah kehidupan 5.000 petani dan keluarga mereka dengan memberikan pelatihan dan memungkinkan mereka memiliki pekerjaan dan ketahanan pangan,” kata Alexa Castellano, rekanan di Trees for the Future.

    University of Arizona

    Ilustasi University of Arizona.

    Ilustasi University of Arizona.

    Lembaga pendidikan di University of Arizona mendapat lebih dari 20.000 dolar AS per bulan dalam volume sumbangan kripto. Uang tersebut digunakan untuk mendanai beasiswa, kegiatan mahasiswa, atletik, penelitian dan berbagai program akademik.

    VIVE Church

    Ilustrasi gereja VIVE Church.

    Ilustrasi gereja VIVE Church.

    Vive Church, komunitas gereja global dengan lokasi di seluruh Amerika Serikat dan Uni Eropa, berhasil mengumpulkan lebih dari 300.000 dolar AS dalam bentuk kripto untuk membayar uang muka gedung seluas 80.000 kaki persegi di Palo Alto untuk dapat menampung 2.000 orang di auditoriumnya. 

    Crypto adalah satu-satunya kelas aset yang tampaknya sangat disukai orang. Saya terus-menerus menerima panggilan telepon dan SMS tentangnya dari para donatur. Saya tidak banyak berharap dengan hal itu. Tapi saya percaya bahwa itu adalah salah satu cara untuk memberi kemurahan hati,” kata Aaron Williams, direktur keuangan Vive Church.

    Baca juga: 5 Software Tambang Kripto Terbaik



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Inggris Larang Donasi Kripto: Starmer Sebut Demi Demokrasi

    Pemerintah Inggris resmi memberlakukan moratorium langsung terhadap donasi politik menggunakan kripto.

    Kebijakan yang dipimpin oleh Perdana Menteri Keir Starmer ini diambil sebagai respons atas kekhawatiran meningkatnya potensi pendanaan asing tersembunyi yang dapat memengaruhi sistem demokrasi.

    Crypto Dianggap Berisiko untuk Transparansi Politik

    Dilaporkan Coindesk, larangan ini mencakup seluruh bentuk donasi crypto tanpa batas nominal. Pemerintah menilai bahwa sifat anonim dari aset digital dapat dimanfaatkan untuk menyembunyikan asal-usul dana, khususnya dari pihak asing.

    Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya lebih luas untuk menekan campur tangan asing dalam politik domestik Inggris, sekaligus menempatkan crypto sebagai isu serius dalam konteks keamanan demokrasi.

    Hasil Rycroft Review Jadi Dasar Kebijakan

    Keputusan ini didasarkan pada Rycroft Review, laporan independen yang menyoroti lemahnya sistem pengawasan terhadap donasi berbasis crypto. Meski tidak merekomendasikan larangan permanen, laporan tersebut menyarankan penghentian sementara hingga regulasi yang lebih ketat dapat diterapkan.

    Penulis laporan, Philip Rycroft, menegaskan bahwa fokus utama adalah melindungi integritas proses demokrasi, bukan kepentingan partai politik tertentu.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, ini contoh jelas bagaimana kripto kini diperlakukan bukan cuma sebagai isu keuangan, tapi juga risiko demokrasi dan keamanan nasional.

    “Kalau pendekatan seperti ini menyebar ke negara lain, area politik dan pendanaan kampanye bisa jadi salah satu medan regulasi paling keras terhadap penggunaan aset digital yang anonim,” tuturnya.

    Baca juga: Hyperliquid Donasikan $254.000 ke ZachXBT, Siapa ZachXBT?

    Aturan Baru dan Sanksi Tegas

    Dalam implementasinya, partai politik diberikan waktu 30 hari untuk mengembalikan donasi crypto yang telah diterima setelah undang-undang resmi diberlakukan. Jika tidak dipatuhi, pelanggaran dapat berujung pada sanksi pidana.

    Selain itu, pemerintah juga membatasi donasi dari luar negeri, termasuk dari warga Inggris di luar negeri, maksimal sebesar £100.000 per tahun. Kebijakan ini akan dimasukkan ke dalam Representation of the People Bill yang saat ini sedang dibahas di parlemen.

    Kontroversi Politik Muncul

    Pengumuman kebijakan ini memicu reaksi keras di parlemen. Sejumlah anggota dari partai Reform UK bahkan melakukan walkout sebagai bentuk protes.

    Dalam pernyataannya, Starmer juga melontarkan kritik tajam terhadap pemimpin Reform UK, Nigel Farage, dengan menyebut bahwa ia bersedia mengatakan apa saja selama ada imbalan finansial.

    Moratorium Sementara, Tapi Sulit Dicabut

    Meski disebut sebagai langkah sementara, dimasukkannya aturan ini ke dalam undang-undang membuat kebijakan tersebut tidak mudah untuk dicabut di masa depan. Pemerintah menegaskan bahwa langkah ini diperlukan untuk memastikan transparansi dan menjaga kepercayaan publik terhadap sistem politik.

    Kebijakan ini sekaligus menandai meningkatnya perhatian regulator global terhadap peran cryptocurrency, tidak hanya dalam sektor keuangan, tetapi juga dalam stabilitas politik dan tata kelola demokrasi.

    Baca juga: Contoh Nyata Manfaat Aset Kripto: Venezuela Andalkan USDT di Tengah Inflasi


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bayrun for Charity 2025 Diikuti 9.000 Peserta, Kumpulkan Donasi Rp 4 M


    Jakarta

    Bayrun for Charity 2025 sukses digelar di Plaza Parkir Timur Senayan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, hari ini. Kegiatan yang diinisiasi oleh perusahaan energi dan pertambangan batu bara di Indonesia, Bayan Group, berhasil mendapat rekor MURI sebagai ajang lari dengan donasi terbanyak di Indonesia, yakni mencapai Rp 4 miliar.

    Total donasi tersebut terdiri dari Rp2,01 miliar kontribusi peserta dan Rp2,01 miliar donasi pribadi dari Direktur Utama Bayan Group, Dato’ Dr. Low Tuck Kwong. Donasi akan disalurkan kepada Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) untuk membantu anak-anak korban kekerasan di Indonesia.

    Mengusung tema ‘Perlindungan bagi Anak-Anak Korban Kekerasan’, Bayrun for Charity 2025 diikuti oleh sekitar 9.000 peserta. Kategori yang dihadirkan pun beragam, mulai dari 5K, 10K, 2K wheelchair, hingga 2K family run.


    Komisaris Independen Bayan Group, Budiman, mengatakan kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga wujud nyata kepedulian terhadap masa depan anak-anak bangsa.

    “Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya diajak untuk berolahraga dan menjaga kesehatan, tetapi juga berpartisipasi aktif dalam aksi sosial nyata bersama LPAI dengan nama, dengan tema, perlindungannya bagi anak-anak korban kekerasan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (9/11/2025).

    Menurutnya, setiap langkah peserta memiliki makna besar bagi perubahan sosial.

    “Para pelari yang mengikuti Bayrun For Charity 2025 hari ini telah memberikan donasi secara langsung untuk mendukung anak-anak Indonesia yang berjuang menghadapi kekerasan dan eksploitasi. Kami percaya bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah yang kecil,” sambungnya.

    Ia juga mengungkapkan rasa bangganya karena Bayrun For Charity 2025 kini tercatat dalam rekor MURI.

    “Melalui Bayrun for Charity 2025, setiap langkah para peserta bukan hanya untuk mencapai garis finis, tetapi juga untuk membawa harapan dan perlindungan bagi masa depan anak-anak bangsa. Kami juga merasa bangga karena Bayrun For Charity 2025 akan tercatat dalam rekor MURI sebagai akumulasi donasi terbanyak dari peserta lari amal,” tuturnya.

    Sementara itu, Ketua LPAI, Seto Mulyadi (Kak Seto) menjelaskan peran lembaganya dalam kegiatan ini.

    “Dalam hal ini Bayan mengajak (LPAI) kerja sama untuk menggalang charity ini di mana sekitar 29 provinsi berbagai kasus-kasus kekerasan baik kekerasan di bidang pendidikan, di bidang sosial, di tengah-tengah masyarakat maupun di tengah-tengah keluarga. Tapi khusus untuk keluarga tidak mampu, termasuk juga memberikan beasiswa bagi anak-anak,”

    “Sekitar antara 500 sampai 1.000 anak akan dibantu di mana tujuannya adalah betul-betul membangkitkan semangat anak-anak itu. Baik dalam bentuk trauma healing, berbentuk terapi dan juga bimbingan pendidikan,” pungkasnya.

    Selain lari, acara juga dimeriahkan oleh penampilan Maliq & D’Essentials dan Feel Koplo yang membuat suasana Plaza Timur GBK semakin meriah. Panitia menyiapkan berbagai hadiah menarik, mulai dari 60 smartwatch, 100 TWS, hingga grand prize tiket pesawat pulang-pergi ke Korea dan Dubai bagi peserta beruntung.

    (akd/ega)



    Sumber : sport.detik.com

  • Ivan Gunawan Rilis Hijab untuk Dukung Palestina, Keuntungan Didonasikan

    Depok

    Desainer Ivan Gunawan meluncurkan koleksi hijab bertajuk Love, Hope, For Humanity melalui lini brand hijabnya, Mandjha Hijab. Koleksi ini ia buat untuk menunjukkan solidaritas dan dukungan untuk kemanusiaan di Palestina.

    Melihat besarnya minat publik dan panggilan moral yang makin kuat, Ivan menampilkan koleksi busana dipadukan dengan visual art dan instalasi untuk memperdalam pesan dan memperluas jangkauan. Ivan Gunawan berharap koleksi hijab terbarunya dapat menjadi simbol harapan dan dukungan bagi masyarakat Palestina yang sedang menghadapi berbagai tantangan.

    “Saya membuat kurang lebih 18 motif kerudung yang mana hasil dari penjualan kerudung tersebut keuntungannya akan disumbangkan untuk sahabat-sahabat muslim di Palestina,” kata Ivan Gunawan di Margo City, Depok, Jawa Barat, Sabtu (21/6/2035).


    Ivan Gunawan mengerluarkan seri hijab dengan tema Palestina dan keuntungan hasil penjualan akan disumbangkan untuk Palestina.Ivan Gunawan mengerluarkan seri hijab dengan tema Palestina dan keuntungan hasil penjualan akan disumbangkan untuk Palestina. Foto: Dok.Gresnia/Wolipop.

    Pada 2024, Ivan sudah membuat hijab seri Palestina dan dijual secara online. Dari penjualan hijab tersebut, keuntungan yang didonasikan untuk Palestina mencapai Rp 2 miliar.

    Pada 2025 ini, tak hanya koleksi hijab, Ivan mengeluarkan koleksi busana tema Palestina yang terdiri dari tunik, kemeja dan dress. Ada juga aksesori berupa tote bag dengan logo buah semangka yang merupakan simbol perlawanan dan solidaritas untuk Palestina.

    “Di awal tahun saya tergerak membuat hijab Palestina. Gerakan saya kalau hanya online pasti akan mendapatkan seperti tahun kemarin, saya ingin lebih dan ingin membuat acara untuk menggalang dukungan. Gerakan ini tidak saya ambil dari satu gerakan agama tertentu tapi ini gerakan kemanusiaan, ini bukan urusan agama dimana solidaritas sebagai manusia tergugah,” ungkap Ivan.

    Ivan Gunawan mengerluarkan seri hijab dengan tema Palestina dan keuntungan hasil penjualan akan disumbangkan untuk Palestina.Ivan Gunawan mengerluarkan seri hijab dengan tema Palestina dan keuntungan hasil penjualan akan disumbangkan untuk Palestina. Foto: Gresnia/Wolipop.

    Dalam rangka perilisan koleksi busana terbarunya, Ivan Gunawan membuat instalasi bernuansa Palestina untuk menggambarkan kondisi yang ada di Gaza. Kehancuran bangunan dan replika puing bangunan yang bertaburan. Instalasi tersebut dibuka untuk umum mulai 21 hingga 29 Juni 2025 di Ground Floor, Margocity Depok, Jawa Barat, pukul 10.00 hingga 22.00 WIB.

    “Alhamdulillah kita sudah laku hampir 5.000 hijab dalam satu minggu. Pelanggan aku Wanita Mandjha (sebutan pelanggan setia) itu punya jiwa sosial yang tinggi. Karena saya ingin pemerintah melihat apa yang saya lakukan,” ucap Ivan.

    Harga hijab koleksi Palestina karya Ivan dijual Rp 279 ribu. Pria yang akrab disapa Igun ini juga menjelaskan inspirasi desain hijab bertajuk Love, Hope, For Humanity.

    “Desainnya cukup luas dari peta Palestina, bangunan Palestina dan motif pohon olive yang hanya tumbuh di Middle East termasuk Palestina. Saya hadirkan tiga pohon olive yang umurnya sudah lama di pameran ini. Pohon itu merupakan simbol harapan, mengusir kejahatan dan tidak suka air. Tumbuh dari batu dan matahari,” kata Ivan.

    Ivan Gunawan mengerluarkan seri hijab dengan tema Palestina dan keuntungan hasil penjualan akan disumbangkan untuk Palestina.Ivan Gunawan menghadirkan instalasi tema Palestina dan merilis koleksi busana dan hijab yang keuntungan hasil penjualan akan disumbangkan untuk Palestina. Foto: Gresnia/Wolipop.

    “Saya berharap apa yang sudah saya rencanakan ini bisa memberikan dampak positif. Saya ingin pengunjung membayangkan kehancuran yang ada di Gaza. Sehingga kita ada di sini hati kita ada di sana,” sambung Igun.

    Perayaan peluncuran koleksi hijab ini dihadiri oleh berbagai tokoh dan penggemar setia Ivan Gunawan. Antara lain Raffi Ahmad, Zuhair SM Alshun dari Kedutaan Besar Palestina, Kementrian Ekraf, Hamzah Tamimy dari Hands Foundation dan Achmad Sudrajat dari Pimpinan Baznas. Turut hadir juga Ruben Onsu, Eko Patrio hingga Ustaz Dery.

    Ivan Gunawan mengerluarkan seri hijab dengan tema Palestina dan keuntungan hasil penjualan akan disumbangkan untuk Palestina.Ivan Gunawan mengerluarkan seri hijab dengan tema Palestina dan keuntungan hasil penjualan akan disumbangkan untuk Palestina. Foto: Gresnia/Wolipop.

    Dessy Ruhati sebagai Sekretaris Kemenparekraf/Sekretaris Utama Baparekraf mengatakan pemerintah ikut mendukung aksi yang dilakukan oleh Ivan Gunawan.

    “Apa yang dilakukan oleh Ivan akan meluncurkan karya produk terbarunya dari Mandjha. Kami melihat fashion tak hanya bicara soal estetika tapi media perjuangan. Kita bisa mendorong dan dukung cinta kemanusiaan melalui fashion. Kami mengapresiasi Ivan yang bermanfaat donasi kepada saudara di Palestina. Kita mau membeli harus diniatkan untuk donasi juga,” jelas Dessy.

    Hamzah Tamimy menyampaikan tahun lalu melalui donasi Mandjha Hijab, sudah membeli 14 kontainer yang berisi makanan, sembako, tenda, dan tepung untuk warga Palestina. Ada juga ambulance yang sudah ada di Mesir.

    “Di perbatasan belum bisa masuk, ada 1 mobile clinic dan 2 ambulance yang saat ini masih ada di Mesir. Ketika perbatasan sudah dibuka bisa masuk seluruh bantuan,” ucapnya.

    Ivan Gunawan mengerluarkan seri hijab dengan tema Palestina dan keuntungan hasil penjualan akan disumbangkan untuk Palestina.Ivan Gunawan mengerluarkan seri hijab dengan tema Palestina dan keuntungan hasil penjualan akan disumbangkan untuk Palestina. Foto: Gresnia/Wolipop.

    Raffi Ahmad yang kini menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, juga menyerukan dukungan terhadap aksi kemanusiaan tersebut.

    “Instalasi ini dikerjakan dengan hati. Bicara Palestina, ini soal kemanusiaan. Mudah-mudahan doa untuk masyarakat Palestina dilindungi. Saya mengucapkan selamat kepada Mandjha hijab yang sudah mendonasikan koleksi ini untuk warga Gaza,” jelasnya.

    Ivan Gunawan mengerluarkan seri hijab dengan tema Palestina dan keuntungan hasil penjualan akan disumbangkan untuk Palestina.Ivan Gunawan mengerluarkan seri hijab dengan tema Palestina dan keuntungan hasil penjualan akan disumbangkan untuk Palestina. Foto: Gresnia/Wolipop.

    Ivan juga menggelar trunk show koleksi Love, Hope, For Humanity. Ivan Gunawan menegaskan bahwa fashion dapat menjadi sarana untuk menyampaikan pesan positif dan mendukung gerakan kemanusiaan.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Dengar Masukan Masyarakat, Baznas Tak Akan Lagi Terima Donasi dari McD



    Jakarta

    Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menyatakan tidak akan menerima lagi donasi dari McDonald’s Indonesia untuk bantuan kepada masyarakat Gaza, Palestina, dan mustahik dalam program lainnya. Sikap tersebut diambil sebagai evaluasi setelah mendengar masukan dan keresahan masyarakat.

    Deputi I BAZNAS RI Bidang Pengumpulan M. Arifin Purwakananta mengatakan sikap tersebut menindaklanjuti arahan dari Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. Noor Achmad dalam pernyataan resmi, beberapa waktu lalu.

    “BAZNAS juga menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kecintaan para muzaki dan masyarakat kepada BAZNAS selama ini. Kami memohon maaf atas kekhawatiran masyarakat dan terus akan memperbaiki diri lebih baik ke depan,” kata Arifin dalam keterangan tertulis, Kamis (5/4/2024).


    Meskipun begitu, dia menjelaskan saat ini pihaknya tetap terus menyalurkan sedekah dari masyarakat Indonesia untuk warga Gaza di Palestina. Dalam penyalurannya, BAZNAS telah bekerja sama dengan tiga lembaga filantropi besar asal Mesir yakni Mishr Al-Kheir, Bayt Zakat Wa As-Shadaqat, dan Egyptian Red Crescent Society (ERCS) untuk mempermudah penyaluran bantuan ke Gaza, Palestina.

    “Dengan total nilai penyaluran sampai saat ini mencapai Rp 43,1 miliar, 56,7 ton natura, dengan penerima manfaat sebanyak 177.881 warga Palestina, dan angka ini masih terus bertambah karena penyaluran bantuan masih terus dilakukan. Terkini, BAZNAS RI bekerja sama dengan TNI AU dan pihak Yordania mengirimkan bantuan ke Gaza Palestina lewat jalur udara,” jelasnya.

    Dia menjelaskan pihaknya juga bakal terus melakukan kordinasi dengan pemerintah termasuk TNI dan berbagai pihak dalam membantu korban genosida di Gaza Palestina. Adapun donasi yang diterima saat ini berasal dari masyarakat Indonesia, lembaga amil zakat (Laz), BAZNAS tingkat provinsi/kabupaten/kota, donasi korporasi, perseorangan, sekolah, dan penggalangan donasi MUI.

    Sementara hingga 2 April 2024, BAZNAS telah sembilan kali mengirimkan bantuan ke Palestina dengan rincian 4 November 2023 sebanyak 51,5 ton, 20 November 2023 sebanyak 21,7 ton, 18 Januari 2024 sebanyak 60 ton, 4 Desember 2023 sebanyak 6 truk kontainer, 18 Desember 2024 sebanyak 10 truk kontainer, 28 Desember 2023 sebanyak 3 truk kontainer, 19 Februari 2024 sebanyak 14 truk kontainer, dan 40 truk kontainer yang dibagi dalam dua perjalanan bantuan.

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada para muzaki dan semua pihak yang ikut membantu program Gaza dan bantuan lain dalam mengatasi kemiskinan lainnya melalui zakat, infak, sedekah dan dana sosial keagamaan lainnya (DSKL) yang disalurkan melalui BAZNAS RI. Sikap BAZNAS RI sudah jelas, kami dengan tegas mengutuk keras kebiadaban Israel yang telah membuat rakyat Palestina menderita,” tutup Arifin.

    (ncm/ega)



    Sumber : www.detik.com