Tag: dubai

  • Solana Naik Drastis Usai Sepakat dengan Regulator Dubai

    Solana Foundation baru saja mengumumkan kemitraan strategis dengan Virtual Assets Regulatory Authority (VARA) Dubai melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Langkah ini menandai upaya kolaboratif untuk memperkuat pengembangan ekosistem Solana sekaligus mendorong kejelasan regulasi di kawasan Timur Tengah. Merespons kabar tersebut, harga Solana (SOL) tercatat mengalami kenaikan, mencerminkan sentimen positif dari pasar.

    Kemitraan Strategis dengan VARA

    Dilaporkan The Coin Republic, nota kesepahaman ini menandai komitmen bersama untuk memajukan industri blockchain melalui berbagai inisiatif, termasuk:

    • Pengembangan program bakat dan pelatihan.
    • Berbagi informasi dan data ekonomi penting.
    • Menyelenggarakan lokakarya regulasi bersama.
    • Dukungan pembentukan Zona Ekonomi Solana di Dubai.

    Kerja sama ini sejalan dengan visi Dubai sebagai pusat inovasi aset virtual yang progresif dan teregulasi.

    Respons Pasar: Harga SOL Naik 4%

    Baca juga: Solana Attestation Service (SAS): Identitas Terdesentralisasi Web3

    Meski pasar kripto global masih dilanda tekanan, harga Solana menunjukkan performa positif. Setelah sempat menyentuh level rendah mendekati $150, harga SOL naik sekitar 4% dan diperdagangkan di kisaran $160 saat artikel ini ditulis. Kenaikan ini dinilai sebagai refleksi kepercayaan investor terhadap arah dan dukungan regulasi yang kini dimiliki Solana melalui kolaborasi dengan VARA.

    Sinyal Pembalikan Harga dari Analisis Teknis

    Dari sisi teknikal, indikator TD Sequential memunculkan sinyal beli bullish pada grafik 12 jam, menunjukkan kemungkinan pembalikan tren setelah fase penurunan. Sinyal ini muncul setelah penyelesaian pola sembilan candle merah, yang sering digunakan untuk mengidentifikasi kelelahan tren dan potensi titik balik harga.

    Data Rantai Mengindikasikan Kepercayaan Investor

    Data on-chain dari Glassnode menunjukkan bahwa tingkat liveliness jaringan Solana turun ke 0,76 — level terendah dalam dua minggu terakhir. Indikator ini menunjukkan bahwa sebagian besar pemegang SOL memilih menyimpan aset mereka daripada menjual, sebuah sinyal kepercayaan jangka menengah hingga panjang.

    Analis crypto populer Satoshi Flipper juga menyuarakan pandangan optimistis, memproyeksikan harga SOL bisa mencapai $200. Menurutnya, SOL sedang berada di level support utama dalam saluran tren naik, yang menjadi titik masuk strategis bagi para trader.

    Dorongan untuk Ekosistem Solana

    Baca juga: Solana Menguat: Staking $621 Juta, ETF di Persimpangan

    VARA dan Solana Foundation juga merencanakan inisiatif langsung untuk mendukung para pengembang dan startup blockchain di wilayah MENA (Timur Tengah dan Afrika Utara). Ini termasuk:

    • Layanan konsultasi untuk proyek berbasis Solana.
    • Dukungan pertemuan dengan pendiri proyek.
    • Kebijakan pro-ekonomi untuk memperkuat adopsi blockchain.

    Zona Ekonomi Solana menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang untuk mempercepat inovasi teknologi di Dubai, sekaligus menjadikan kota ini pusat utama pengembangan dApps dan solusi Web3 global.

    Kemitraan antara Solana Foundation dan VARA Dubai menjadi titik penting bagi masa depan ekosistem Solana di kawasan strategis. Selain membuka peluang regulasi yang lebih jelas, inisiatif ini turut mendongkrak kepercayaan investor dan harga pasar SOL. Dengan dukungan dari pemerintah Dubai, Solana tampak siap memperluas pengaruhnya secara global—dimulai dari Timur Tengah.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • RLUSD Resmi Terdaftar di Dubai

    Ripple, perusahaan blockchain dibalik XRP, kembali mencatatkan pencapaian yang penting.

    RLUSD, stablecoin terbarunya yang di-backing dolar AS, telah mendapatkan status resmi sebagai Recognized Crypto Token di Dubai.

    Persetujuan ini dikeluarkan oleh Dubai Virtual Assets Regulatory Authority (VARA), memperkuat posisi Ripple dalam ekosistem kripto global.

    Apa Itu RLUSD dan Mengapa Pengesahan di Dubai Penting?

    RLUSD (Ripple USD) adalah stablecoin yang dirancang untuk memberikan stabilitas nilai dengan 1:1 terhadap dolar AS. Kehadirannya di Dubai memiliki implikasi strategis karena:

    • Legalitas Jelas: Dubai melalui VARA dikenal memiliki regulasi kripto yang progresif namun terukur.
    • Akses Pasar Timur Tengah: Dubai menjadi hub finansial global, membuka pintu bagi adopsi RLUSD di kawasan EMEA (Eropa, Timur Tengah, Afrika).
    • Persaingan dengan USDT & USDC: RLUSD kini masuk dalam daftar stablecoin yang diakui di Dubai, bersaing langsung dengan Tether dan Circle.

    Baca Juga: Harga XRP Terancam Turun: Gagal Tembus $0,50, Ada Apa?

    Detail Regulasi dan Dampaknya bagi Ripple

    VARA memberikan persetujuan setelah RLUSD memenuhi sejumlah persyaratan ketat, termasuk Transparansi Cadangan (Proof of Reserves), Kepatuhan Anti-Pencucian Uang (AML), dan Audit Keuangan Berkala.

    Brad Garlinghouse, CEO Ripple, menyatakan bahwa ini adalah langkah penting untuk ekspansi global perusahaan.

    Dubai adalah pasar kunci bagi inovasi fintech. Persetujuan RLUSD membuka peluang kolaborasi dengan institusi finansial di kawasan ini,” ujarnya sebagaimana dikutip dari Livebitcoinnews pada Rabu (4/6).

    Apa Artinya bagi Investor XRP dan Pasar Kripto?

    1. Potensi Kenaikan Permintaan XRP – RLUSD akan terintegrasi dengan produk Ripple seperti On-Demand Liquidity (ODL), yang menggunakan XRP sebagai aset jembatan. Ini bisa meningkatkan utilitas dan nilai XRP.
    2. Stablecoin sebagai Penopang DeFi – RLUSD dapat digunakan dalam protokol DeFi di Dubai, bersaing dengan USDT di platform seperti Ethereum dan Solana.
    3. Sinyal Positif Regulasi – Pengakuan RLUSD menunjukkan bahwa regulator mulai menerima aset kripto dengan kerangka hukum jelas, berpotensi memicu rally pasar.
    Pergerakan harga Ripple (XRP/USDT) pada Rabu, 4 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ripple (XRP/USDT) pada Rabu, 4 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Analisis Harga XRP Pasca-Pengumuman

    Meskipun berita ini bullish, harga XRP belum menunjukkan reaksi signifikan. Beberapa faktor yang memengaruhi:

    • Sentimen Pasar Secara Keseluruhan – Tren Bitcoin dan kebijakan Fed masih dominan.
    • Tahap Awal RLUSD – Masih perlu waktu untuk melihat dampak adopsi riil.

    Namun, analis memprediksi bahwa jika Ripple berhasil menarik mitra institusi di Dubai, harga XRP bisa menembus $0.70–$0.80 dalam beberapa bulan ke depan.

    Tantangan ke Depan

    • Persaingan Ketat – RLUSD harus bersaing dengan USDT yang menguasai 70% pasar stablecoin.
    • Regulasi AS yang Belum Jelas – Ripple masih berurusan dengan SEC, yang mungkin memengaruhi kepercayaan investor.

    Baca Juga: Harga XRP Kembali Melemah, Apakah Koreksi Lebih Dalam Akan Terjadi?

    Langkah Strategis Ripple

    Persetujuan RLUSD di Dubai adalah bukti bahwa Ripple terus memperluas pengaruhnya di luar XRP.

    Bagi investor, ini bisa menjadi momentum untuk memantau perkembangan Ripple di kawasan Timur Tengah dan potensi partnership baru.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dubai Luncurkan Prypco Mint, Buka Investasi Properti Melalui Tokenisasi

    Pemerintah Dubai kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat inovasi terkemuka di dunia dengan peluncuran platform real estat ter-tokenisasi.

    Inisiatif ambisius ini menargetkan digitalisasi properti senilai $16 miliar (sekitar Rp 260 triliun) pada tahun 2033, membuka era baru dalam kepemilikan dan investasi properti.

    Membuka Gerbang Investasi Properti dengan Tokenisasi

    Platform baru yang diberi nama Prypco Mint ini merupakan langkah revolusioner dalam upaya Dubai untuk mendemokratisasi akses ke pasar properti yang selama ini seringkali eksklusif.

    Melalui tokenisasi, investor kini dapat membeli kepemilikan fraksional (sebagian kecil) dari properti di Dubai, dengan investasi awal yang sangat terjangkau, yaitu mulai dari sekitar $540 atau setara dengan Rp 8,8 juta.

    Konsep tokenisasi berarti aset fisik, dalam hal ini properti, dipecah menjadi unit-unit digital atau “token” yang dicatat di blockchain.

    Setiap token merepresentasikan sebagian kecil dari properti tersebut. Ini memungkinkan kepemilikan bersama atas properti mahal, mengurangi hambatan masuk bagi investor kecil dan menengah, serta meningkatkan likuiditas pasar real estat secara signifikan.

    Baca Juga: SOL Strategies Jajaki Tokenisasi Saham di Blockchain Solana

    Kolaborasi Strategis dan Visi Jangka Panjang

    Inisiatif penting ini dipimpin langsung oleh Departemen Tanah Dubai (DLD), sebuah badan pemerintah yang bertanggung jawab atas registrasi dan regulasi properti di emirat tersebut.

    Keterlibatan langsung DLD menggarisbawahi komitmen pemerintah Dubai untuk mengintegrasikan teknologi blockchain ke dalam sektor-sektor kunci ekonominya.

    Platform Prypco Mint dibangun di atas infrastruktur tokenisasi yang dikembangkan oleh Ctrl Alt. Yang lebih penting lagi, platform ini telah terintegrasi langsung dengan sistem DLD.

    Integrasi ini memastikan bahwa semua entri di blockchain tetap tersinkronisasi dengan registri tanah tradisional Dubai, memberikan lapisan keamanan dan legitimasi tambahan bagi investor.

    Sinkronisasi antara catatan digital dan fisik ini adalah krusial untuk membangun kepercayaan dan memastikan legalitas transaksi properti yang ter-tokenisasi.

    DLD meyakini bahwa real estat yang ter-tokenisasi akan membuat kepemilikan properti jauh lebih mudah diakses.

    Selama ini, harga properti yang tinggi di Dubai, meskipun menawarkan potensi keuntungan yang besar, seringkali menjadi penghalang bagi banyak calon investor.

    Dengan model kepemilikan fraksional melalui tokenisasi, investor tidak lagi memerlukan modal besar untuk masuk ke pasar properti Dubai. Ini berarti:

    • Aksesibilitas Lebih Luas: Investor dari berbagai latar belakang finansial dapat berpartisipasi dalam pasar properti yang sebelumnya sulit dijangkau.
    • Diversifikasi Portofolio: Investor dapat dengan mudah mendiversifikasi investasi mereka ke beberapa properti dengan modal yang relatif kecil.
    • Peningkatan Likuiditas: Token dapat diperdagangkan di pasar sekunder, yang berpotensi memungkinkan penjualan sebagian kecil properti dengan lebih cepat dibandingkan menjual seluruh properti fisik.

    Dampak Potensial dan Prospek Masa Depan

    Target ambisius untuk mendigitalkan $16 miliar properti pada tahun 2033 menunjukkan kepercayaan besar Dubai pada potensi teknologi blockchain untuk merevolusi sektor real estat.

    Jika berhasil, inisiatif ini tidak hanya akan menarik lebih banyak investasi ke Dubai tetapi juga dapat menjadi model bagi kota-kota lain di seluruh dunia yang ingin memanfaatkan blockchain untuk pasar properti mereka.

    Baca Juga: Dubai: DCCI dan Emirates NBD Menandatangani MoU mengenai Blockchain

    Langkah Dubai ini adalah bagian dari strategi yang lebih besar untuk menjadi pusat ekonomi digital dan inovasi global.

    Dengan regulasi yang progresif dan dukungan pemerintah yang kuat, Dubai terus menarik investasi dan talenta ke ekosistem kripto dan blockchain-nya.

    Tentu saja, seperti halnya inovasi disruptif lainnya, ada tantangan yang perlu diatasi, termasuk pemahaman investor tentang tokenisasi, kerangka hukum yang terus berkembang, dan keamanan siber.

    Namun, dengan fondasi yang kuat dan visi yang jelas, platform real estat ter-tokenisasi Dubai siap untuk mengubah cara dunia berinvestasi dan memiliki properti.

    Ini adalah era baru di mana aset fisik bertemu dengan teknologi digital, menciptakan peluang yang sebelumnya tidak terbayangkan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Regulator Dubai Perintahkan KuCoin Hentikan Operasi Tanpa Lisensi

    Regulator aset virtual di Dubai mengambil langkah tegas terhadap aktivitas perdagangan kripto tanpa izin.

    Virtual Assets Regulatory Authority (VARA) mengeluarkan perintah stop-and-desist kepada entitas yang berada di balik bursa kripto KuCoin karena dinilai beroperasi tanpa lisensi resmi di wilayah Dubai.

    Dalam pernyataan resminya, sebagaimana dilansir dari Cointelegraph, VARA menegaskan bahwa KuCoin tidak memiliki izin untuk menyediakan layanan perdagangan kripto kepada penduduk Dubai.

    Otoritas juga memperingatkan masyarakat mengenai potensi risiko finansial jika menggunakan layanan dari platform yang tidak terdaftar atau tidak diatur oleh regulator setempat.

    Langkah ini menjadi bagian dari upaya Dubai untuk memperketat pengawasan terhadap industri kripto yang berkembang pesat di wilayah tersebut.

    Baca Juga: Nasib Pasar Prediksi Terpaku pada Hasil Uji Regulasi Polymarket

    Regulator Ingatkan Risiko bagi Pengguna

    VARA menyatakan bahwa setiap platform yang ingin menawarkan layanan aset virtual kepada masyarakat Dubai harus memperoleh lisensi resmi terlebih dahulu.

    Tanpa izin tersebut, maka secara hukum aktivitas operasional dianggap melanggar kerangka regulasi yang berlaku.

    Selain itu, regulator menekankan bahwa pengguna yang bertransaksi melalui platform tanpa lisensi berpotensi menghadapi berbagai risiko, termasuk kurangnya perlindungan hukum dan potensi kerugian finansial.

    Dubai dalam beberapa tahun terakhir memang dikenal sebagai salah satu pusat industri kripto global, namun pemerintah setempat juga berusaha memastikan pertumbuhan tersebut tetap berjalan dalam kerangka regulasi yang jelas.

    VARA sendiri dibentuk untuk mengawasi aktivitas perdagangan aset digital di Dubai, termasuk bursa kripto, layanan kustodian, serta penyedia layanan lainnya yang beroperasi di sektor ini.

    Dubai Perketat Standar Kepatuhan Bursa Kripto

    Kasus KuCoin menambah daftar platform kripto yang mendapat perhatian regulator di berbagai negara.

    Banyak otoritas keuangan global kini semakin aktif menindak perusahaan yang beroperasi tanpa izin di yurisdiksi mereka.

    Langkah tegas ini menunjukkan bahwa pemerintah Dubai ingin mempertahankan reputasinya sebagai pusat inovasi kripto yang tetap memiliki standar regulasi yang kuat.

    Dengan mewajibkan perusahaan kripto memperoleh lisensi lokal, regulator berupaya menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi investor sekaligus memastikan kepatuhan terhadap aturan keuangan internasional.

    Bagi bursa global, kondisi ini berarti mereka tidak lagi bisa mengandalkan model operasional lintas negara tanpa kehadiran resmi di yurisdiksi tertentu.

    Sinyal Kuat bagi Bursa Global

    Menurut analis industri kripto, tindakan VARA terhadap KuCoin mencerminkan tren global di mana regulator semakin memperketat aturan bagi perusahaan kripto yang ingin beroperasi di pasar lokal.

    Tim Research Tokocrypto menilai langkah ini merupakan sinyal bahwa era operasi di wilayah “abu-abu” mulai berakhir bagi banyak bursa kripto internasional.

    “Regulator Dubai makin galak soal kepatuhan. Setelah Austria, sekarang Dubai yang ngetok palu buat KuCoin. Ini sinyal kalau bursa global nggak bisa lagi main di ‘abu-abu’ di hub kripto utama; lisensi lokal sekarang harga mati,” kata Tim Research Tokocrypto.

    Pernyataan tersebut menggambarkan perubahan lanskap regulasi kripto global yang semakin ketat, terutama di wilayah yang ingin menjadi pusat industri aset digital.

    Baca Juga: Bursa Kripto KuCoin Didakwa Pelanggaran Pencucian Uang di AS

    Dampak bagi Industri Kripto

    Langkah regulator Dubai berpotensi berdampak pada strategi ekspansi banyak perusahaan kripto.

    Bursa global kemungkinan perlu mempercepat proses perizinan di berbagai negara jika ingin terus menjangkau pengguna di pasar internasional.

    Di sisi lain, pengetatan regulasi juga dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap ekosistem kripto yang lebih teratur dan transparan.

    Bagi Dubai sendiri, pendekatan ini bertujuan menjaga keseimbangan antara mendorong inovasi teknologi blockchain dan melindungi investor dari risiko yang tidak perlu.

    Seiring meningkatnya perhatian regulator terhadap industri kripto, perusahaan yang ingin bertahan di pasar global kemungkinan harus lebih serius dalam memenuhi standar kepatuhan di setiap yurisdiksi.

    Dengan langkah tegas terhadap platform yang tidak memiliki izin, Dubai menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat kripto dunia yang tidak hanya inovatif, tetapi juga memiliki kerangka regulasi yang semakin matang.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 5 Rekomendasi Aplikasi Crypto Terpercaya 2025


    Jakarta

    Pada tahun 2025, pasar keuangan global memperlihatkan dinamika yang menarik. Walaupun dibayangi oleh ketidakpastian terkait tarif dan kebijakan makroekonomi, performa pasar cryptocurrency tetap menunjukkan pertumbuhan yang solid.

    Menurut data TradingView, hingga 3 September 2025, Bitcoin (BTC) telah mencatat kenaikan sebesar 18,6%, sementara Ethereum (ETH) meningkat 28,6% sepanjang tahun berjalan.

    Bitcoin bahkan berhasil menembus rekor tertinggi sepanjang masa sebanyak empat kali dalam tahun ini. Selain itu, kapitalisasi pasar crypto secara keseluruhan juga meningkat sebesar 18,2% pada periode yang sama.


    Tren serupa juga tercermin dari aliran dana institusi. Sejak peluncuran ETF (Exchange Traded Fund) Bitcoin pada 2024, yang kemudian diikuti oleh ETF Ethereum dan ETF Solana, semakin banyak investor institusional yang masuk ke pasar aset digital. Berdasarkan data Farside Investors, total dana institusi yang masuk ke Bitcoin melalui ETF telah mencapai $54,5 miliar, diikuti oleh Ethereum sebesar $13,4 miliar, dan Solana $190,4 juta (per 3 September 2025).

    Situasi ini menciptakan peluang baru bagi para trader dan investor untuk memanfaatkan perkembangan pasar, terutama di sektor cryptocurrency. Bagi investor di Indonesia, perkembangan positif ini membuka berbagai peluang investasi. Namun, untuk dapat merespons peluang dengan optimal, pemilihan aplikasi crypto yang tepat menjadi faktor kunci agar proses investasi berjalan cepat dan efisien.

    Pilihan aplikasi crypto di Indonesia pun semakin beragam. Meski demikian, aspek keamanan dan regulasi harus menjadi prioritas utama agar transaksi tetap aman dan nyaman.

    Ulasan berikut membandingkan lima aplikasi crypto terpopuler yang digunakan di Indonesia. Dengan mempertimbangkan tren adopsi teknologi finansial serta kebutuhan akan platform yang aman, efisien, dan mudah diakses, artikel ini bertujuan membantu pembaca mengevaluasi pilihan aplikasi crypto yang paling sesuai dengan preferensi dan tujuan investasi masing- masing.

    1. Pluang

    Pluang semakin mengukuhkan dirinya sebagai salah satu aplikasi crypto terdepan di Indonesia. Dengan ekosistem investasi yang luas dan jumlah pengguna lebih dari 12 juta, platform ini hadir sebagai solusi investasi digital yang aman, berizin, dan diawasi langsung oleh Bappebti serta OJK.

    Lewat satu aplikasi, pengguna bisa mengakses lebih dari 1.000 produk investasi-mulai dari aset crypto, saham Amerika dan ETF, emas, reksa dana, hingga crypto futures dan opsi saham Amerika-dengan biaya kompetitif.

    Fitur & Keunggulan

    – Jual beli 360+ aset crypto populer seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL), Pepe, dan Altcoin lainnya mulai dari Rp10.000 dengan pair IDR maupun USD/USDT.

    – Trading crypto futures 130+ coin dengan leverage hingga 25X. Dengan fitur ini, trader dapat bertransaksi melebihi modal yang dimiliki, sehingga peluang keuntungan bisa meningkat signifikan.

    – Pro Features: advanced order, take profit, dan stop loss, ditambah akses gratis ke web trading berbasis TradingView untuk analisis teknikal yang lebih akurat.

    – Kirim dan terima aset crypto kapan saja. Transfer token populer antar platform via Binance Smart Chain (BSC) mulai dari Rp6.300, terima aset tanpa biaya.

    – Pluang Academy dengan video dan artikel edukasi investasi ringkas dan relevan.

    Dari sisi keamanan dan kepatuhan, Pluang beroperasi melalui PT Bumi Santosa Cemerlang sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin OJK untuk aset crypto . Seluruh transaksi tercatat di CFX dan KKI, sementara produk Crypto Futures difasilitasi oleh PT PG Berjangka yang berlisensi Bappebti. Pluang bermitra dengan Fireblocks untuk menjamin keamanan transfer dan penyimpanan aset digital.

    Catatan Risiko

    Meski berada dalam pengawasan regulator, investor tetap perlu mewaspadai volatilitas tinggi aset crypto.

    2. eToro

    eToro adalah platform investasi global yang menawarkan akses ke saham, ETF, komoditas, dan kripto melalui konsep social trading. Platform ini diawasi oleh regulator internasional seperti FCA, CySEC, dan ASIC, namun belum berada di bawah lisensi OJK.

    Fitur & Keunggulan

    – 70+ aset kripto tersedia

    – CFDs (non-US, leverage)

    – Web & mobile app

    – CopyTrader, social trading, Smart Portfolios, riset pasar

    – Recurring deposits tersedia

    – Akun demo

    Platform ini cocok bagi investor pemula maupun berpengalaman yang ingin memanfaatkan social trading sekaligus mengakses berbagai instrumen global dalam satu aplikasi.

    Catatan Risiko

    eToro belum mengantongi izin PAKD dari OJK, yang berarti transaksi kripto di platform ini bisa menimbulkan masalah pajak dan perlindungan konsumen bagi pengguna di Indonesia.

    3. Webull

    Webull adalah platform trading global yang menyediakan akses ke berbagai produk investasi seperti saham, indeks, komoditas, futures, serta kripto. Platform ini diawasi oleh sejumlah regulator internasional, namun hingga kini belum berada di bawah pengawasan OJK untuk produk kripto.

    Fitur & Keunggulan

    – Akses pembelian dan penjualan aset crypto melalui layanan Webull Pay di wilayah tertentu.

    – Mendukung trading futures pada komoditas, indeks, dan aset crypto.

    – Platform web dan desktop penuh fitur, tersedia juga aplikasi mobile.

    – Mendukung trading saham, ETF, opsi saham, lengkap dengan charting tools, price alerts, paper trading, dan trading di luar jam pasar.

    – Program cash management dengan APY menarik untuk dana nganggur.

    Platform ini cocok bagi investor yang mencari aplikasi trading komprehensif dan terpercaya, lengkap dengan sejumlah instrumen investasi dan tools analisa canggih.

    Catatan Risiko

    Webull belum memiliki izin resmi PAKD dari OJK untuk perdagangan aset kripto, sehingga transaksi di platform ini berpotensi menimbulkan persoalan pajak maupun perlindungan konsumen di Indonesia.

    4. Bybit

    Bybit adalah platform exchange kripto global yang berbasis di Dubai yang diawasi oleh regulator internasional, namun belum berada di bawah lisensi OJK. Platform ini menawarkan akses aset kripto dan menjadi salah satu bursa derivatif yang menawarkan futures berjangka (perpetual contracts) dan leverage tinggi.

    Fitur & Keunggulan

    – 500+ coins: Akses ke ratusan aset kripto populer dan altcoin

    – Termasuk perpetual futures dengan leverage hingga 200×

    – Otomatisasi trading dan tiru strategi trader handal

    – Order Types & Tools: Termasuk Market, Limit, Conditional orders, Trailing Stop, serta tools manajemen risiko

    Platform ini cocok bagi trader yang membutuhkan opsi leverage tinggi dan fleksibilitas trading.

    Catatan Risiko

    Risiko pasar cukup tinggi, terutama pada produk derivatif. Ditambah, absennya izin PAKD dari OJK membuat transaksi kripto di Bybit berpotensi menimbulkan persoalan pajak serta lemahnya perlindungan konsumen.

    5. Coinbase

    Coinbase adalah platform exchange dan dompet aset kripto asal Amerika Serikat. Platform ini merupakan salah satu bursa kripto dengan reputasi keamanan tinggi serta diawasi oleh berbagai regulator global terkemuka, namun belum berada di bawah lisensi OJK.

    Fitur & Keunggulan

    – 300+ aset kripto tersedia luas bagi pengguna

    – Coinbase Wallet, staking, recurring buys, integrasi DeFi

    – Jenis Order & Tools: Limit, Market, Stop-Limit, OCO (one-cancels-the-other), TWAP (time-weighted average price); Futures (hingga 20× leverage), margin, grid trading, copy trading

    – Yield / Staking

    Platform ini cocok bagi investor yang menginginkan akses luas ke aset digital dan berbagai opsi investasi (termasuk leverage dan staking).

    Catatan Risiko

    Coinbase belum berizin PAKD dari OJK, sehingga transaksi kripto di platform ini bisa menimbulkan masalah pajak dan perlindungan konsumen di Indonesia.

    Tips Memilih Aplikasi Crypto

    – Pastikan aplikasi berizin dan diawasi regulator seperti OJK atau Bappebti.

    – Pertimbangkan biaya transaksi, minimum deposit, dan fitur yang sesuai kebutuhan.

    – Pilih aplikasi dengan keamanan data dan dana yang jelas.

    – Manfaatkan akun demo atau fitur edukasi sebelum mulai investasi riil.

    – Sesuaikan pilihan dengan profil risiko dan tujuan investasi Anda.

    Kesimpulan

    Di tengah pertumbuhan pesat industri aset digital di Indonesia, setiap aplikasi crypto menawarkan nilai tambah yang berbeda. Namun, investor tetap perlu memperhatikan aspek keamanan, biaya transaksi, serta kepatuhan regulasi sebelum mengambil keputusan.

    Sepanjang 2025, Pluang terlihat menonjol sebagai salah satu platform investasi terdepan berkat ekosistem produk yang lengkap, biaya kompetitif, serta dukungan regulasi yang kuat. Komitmen Pluang terhadap literasi finansial dan penyediaan fitur edukasi juga memperkuat posisinya di pasar, sekaligus merefleksikan arah perkembangan industri investasi digital di Tanah Air.

    Bagi investor, penting untuk mengevaluasi kebutuhan dan profil risiko pribadi sebelum berinvestasi. Manfaatkan fitur edukasi maupun akun demo yang tersedia agar lebih siap dalam mengambil keputusan investasi.

    (akn/ega)



    Sumber : finance.detik.com

  • Bos Investree Masih Buron, OJK Ungkap Kabar Terbarunya


    Jakarta

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan Adrian Asharyanto Gunadi atau Adrian Gunadi selaku Direktur Utama PT Investree Radika Jaya (PT IRJ) telah ditetapkan sebagai tersangka dan telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Kabarnya Adrian berada di Dubai.

    Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (KE PVML) Agusman mengatakan OJK akan terus bekerja sama dengan Aparat Penegak Hukum untuk melakukan pengejaran.

    “Terkait tindak lanjut proses penegakan hukum dugaan tindak pidana sektor jasa keuangan, Sdr. Adrian Asharyanto selaku Direktur Utama PT Investree Radika Jaya (PT IRJ) telah ditetapkan sebagai tersangka dan telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang, OJK akan terus bekerja sama dengan Aparat Penegak Hukum sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” kata dia dalam keterangannya, dikutip Sabtu (11/1/2025).


    Sementara ini, OJK telah melakukan penelaahan kelayakan atas tiga orang calon Tim Likuidasi PT IRJ dan telah menyampaikan pernyataan tidak keberatan atas pembentukan Tim Likuidasi tersebut. Selanjutnya, PT IRJ dinyatakan wajib menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk memutuskan Pembubaran dan membentuk Tim Likuidasi.

    “Proses penyelesaian kewajiban, termasuk terhadap karyawan PT IRJ, dilakukan melalui Tim Likuidasi,” pungkasnya.

    Sebelumnya, Agusman juga telah mengatakan, Adrian Gunadi telah ditetapkan sebagai tersangka dan masuk daftar pencarian orang (DPO).

    “Eks CEO PT Investree Radhika Jaya, Adrian Asharyanto Gunadi atau Adrian Gunadi telah ditetapkan sebagai tersangka dan telah masuk DPO,” kata Agusman dalam konferensi pers virtual, Jumat (13/12/2024).

    (ada/ara)



    Sumber : finance.detik.com

  • OJK Ungkap Kabar Terbaru Bos Investree yang Buron


    Jakarta

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih memburu Adrian Asharyanto Gunadi atau Adrian Gunadi selaku Direktur Utama PT Investree Radika Jaya (PT IRJ) yang telah ditetapkan sebagai tersangka pada kasus kredit macet perusahaan. Adrian juga telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

    Kabarnya Adrian berada di Dubai. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (KE PVML) Agusman mengatakan OJK akan terus bekerja sama dengan Aparat Penegak Hukum untuk melakukan pengejaran.

    “Terkait tindak lanjut proses penegakan hukum dugaan tindak pidana sektor jasa keuangan, Sdr. Adrian Asharyanto selaku Direktur Utama PT Investree Radika Jaya (PT IRJ) telah ditetapkan sebagai tersangka dan telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang, OJK akan terus bekerja sama dengan Aparat Penegak Hukum sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” kata dia dalam keterangannya, dikutip Minggu (12/1/2025).


    Sementara ini, OJK telah melakukan penelaahan kelayakan atas tiga orang calon Tim Likuidasi PT IRJ dan telah menyampaikan pernyataan tidak keberatan atas pembentukan Tim Likuidasi tersebut. Selanjutnya, PT IRJ dinyatakan wajib menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk memutuskan Pembubaran dan membentuk Tim Likuidasi.

    “Proses penyelesaian kewajiban, termasuk terhadap karyawan PT IRJ, dilakukan melalui Tim Likuidasi,” pungkasnya.

    Kasus pengejaran Adrian Gunadi ini bermula pada 2023 saat Investree diterpa isu gagal bayar. Walaupun sempat membantah, namun beberapa bulan berlalu sejak awal 2023, dalam catatan detikcom masuk pengaduan mengenai dana nasabah yang tidak kembali.

    Lalu pada awal 2024 di tengah semakin kencangnya kredit macet perusahaan, Adrian Gunadi mundur dari jabatannya sebagai Direktur Utama Investree. Kala itu kredit macet tercatat naik signifikan.

    Mengutip data yang tertera di situs resmi perusahaan, TWP90 yang mengukur tingkat wanprestasi 90 hari sejak tanggal jatuh tempo Investree mencapai 12,58%. Artinya ada 12,58% dana yang disalurkan gagal dibayarkan oleh nasabah selama 90 hari setelah jatuh tempo. Tercatat per 2 Januari 2024 total pinjaman outstanding Investree mencapai Rp 444,69 miliar.

    Semakin runyamnya keadaan Investree, OJK turun tangan untuk memeriksa kasus tersebut. Dugaan awalnya ternyata fraud di Investree. Kemudian tak lama perusahaan terbukti gagal bayar.

    Pada 21 Oktober 2024, OJK resmi mencabut izin usaha Investree. Pencabutan ini diputuskan melalui Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-53/D.06/2024 tanggal 21 Oktober 2024. Perusahaan yang beralamat di AIA Central Lantai 21, Jalan Jend. Sudirman Kav. 48A, RT05/RW04, Karet Semanggi, Jakarta Selatan ini telah melanggar ekuitas minimum dan ketentuan lainnya sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 10/POJK.05/2022 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI) sekaligus kinerja yang memburuk yang mengganggu operasional dan pelayanan kepada masyarakat.

    Selain itu OJK juga melakukan pemblokiran rekening perbankan Adrian Asharyanto Gunadi serta pihak-pihak lainnya yang dinilai terlibat dengan permasalahan dan kegagalan Investree. Penelusuran aset-aset Adrian Gunadi dan pihak lainnya juga dilakukan.

    Tak kunjung memberikan langkah koperatif, Adrian Gunadi pun kini dalam pengejaran aparat penegak hukum. Dia juga telah ditetapkan sebagai tersangka dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

    Simak juga Video: KPK Geledah Kantor OJK Terkait Kasus CSR Bank Indonesia

    [Gambas:Video 20detik]

    (ada/ara)



    Sumber : finance.detik.com

  • Industri Minta Pajak Kripto Dihapus, Ini Alasannya


    Jakarta

    CEO platform perdagangan kripto INDODAX, Oscar Darmawan, mengatakan penerapan regulasi pajak kripto di Indonesia masih memiliki cukup banyak tantangan, terutama terkait pajak transaksi luar negeri dan adanya Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

    Ia menjelaskan aset kripto pertama kali dikenakan pajak pada 2017 lalu setelah dinyatakan sebagai komoditas yang sah diperdagangkan berdasarkan peraturan Menteri Perdagangan. Di mana pada 2017-2022, pajak kripto tersebut bersifat self-reporting, yakni pendapatan dari kripto dilaporkan dalam SPT dan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) progresif.

    Barulah sejak 2022, pemerintah Indonesia menerapkan pajak final terhadap transaksi aset kripto di-exchange berizin, yaitu Pajak Penghasilan (PPh) Final sebesar 0,1% dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 0,11%. Skema ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan tarif pajak kripto paling rendah di dunia.


    Menurutnya kebijakan ini lebih kompetitif dibandingkan negara-negara lain yang menerapkan pajak progresif berdasarkan keuntungan. Di Amerika Serikat misalnya, pajak atas keuntungan dari aset kripto bisa mencapai 40%, terutama bagi investor dengan penghasilan tinggi.

    Sementara itu di Eropa tarif pajak atas keuntungan dari kripto dapat mencapai 50%. Sebaliknya, di Dubai dan beberapa negaraTimur Tengah tidak ada pajak penghasilan sehingga transaksi kripto sepenuhnya bebas pajak.

    “Indonesia menjadi satu-satunya negara yang menerapkan sistem pajak final untuk kripto, serupa dengan mekanisme perpajakan di pasar saham,” jelas Oscar dalam keterangan resminya, Minggu (23/2/2025).

    “Dengan adanya pajak final, tarif pajak kripto di Indonesia justru lebih ringan dibandingkan negara-negara lain yang mengenakan pajak berbasis keuntungan,” terangnya lagi.

    Meskipun lebih rendah, menurutnya sistem pajak final ini dinilai kurang ideal karena tetap dikenakan meski trader mengalami kerugian, berbeda dengan skema capital gains tax yang hanya dikenakan saat ada keuntungan.

    Karenanya Oscar Darmawan menilai bahwa skema pajak final ini sudah cukup baik, tetapi ada ruang untuk perbaikan, terutama terkait PPN. Menurutnya, karena aset kripto kini berada di bawah regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai aset keuangan, seharusnya kripto tidak lagi dikenakan PPN, sebagaimana produk keuangan lainnya.

    Jika PPN dihapuskan, biaya transaksi akan menjadi lebih kompetitif, sehingga mendorong lebih banyak investor untuk bertransaksi di dalam negeri daripada menggunakan platform luar negeri dan ujungnya pendapatan negara dari PPH akan mengalami peningkatan lebih besar.

    “Seharusnya, sebagai aset keuangan, kripto tidak lagi dikenakan PPN,” terang Oscar.

    Sedangkan untuk masalah penggunaan layanan jual-beli kripto luar negeri, Oscar menjelaskan transaksi di exchange luar negeri atau yang belum memiliki izin dari OJK.

    Sehingga dalam PMK 68 diatur pajak PPh final yang dikenakan untuk transaksi kripto melalui exchange luar negeri adalah 0,2% atau dua kali lipat dari yang berlaku di exchange berizin. Namun kondisi ini justru menciptakan ketidakpastian dalam implementasi aturan ini.

    “Seharusnya, exchange luar negeri yang memungut pajak, bukan tradernya. Tapi karena belum ada mekanisme pemungutan oleh exchange luar, akhirnya trader yang harus melaporkan sendiri,” terang Oscar.

    “Bahkan, di beberapa wilayah, pajak yang dikenakan masih menggunakan skema PPh progresif,” sambungnya.

    Hal ini menyebabkan perbedaan interpretasi di berbagai kantor pajak. Untuk itu dirinya menyarankan para trader yang melakukan transaksi di exchange luar negeri untuk terus berkonsultasi dengan Account Representative (AR) di kantor pajak tempat mereka terdaftar.

    “Setiap wajib pajak memiliki AR di kantor pajak masing-masing, yang bisa diajak berdiskusi mengenai bagaimana cara pembayaran pajak kripto yang sesuai dengan regulasi,” tambahnya.

    (kil/kil)



    Sumber : finance.detik.com

  • Zeta Prive Rilis Abaya di Dubai, Koleksi Terinspriasi Keindahan Bulan

    Dubai

    Brand ready to wear Zeta Prive memperkenalkan koleksi terbarunya di Dubai, Arab Saudi. Zeta Privé meluncurkan koleksi dengan tema cahaya rembulan.

    Zeta Privé sebelumnya sudah sukses tampil di New York Fashion Week 2023. Melangkah maju, Zeta Privé ditunjuk oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sebagai salah satu wakil Indonesia di Wonderful Indonesia Night yang digelar di Raffles Dubai Hotel, 8 Mei 2204.

    Zeta Privé berpartisipasi pada segmen puncak acara Indonesia Fashion Event. Pada event ini, Zeta Prive menghadirkan koleksi busana, Moonlight Abaya Collection, dalam peragaan yang disaksikan oleh para calon pembeli di Dubai.


    zeta priveKoleksi Zeta Prive yang tampil di Dubai. Foto: Dok. @zetaprive.id.

    “Saya sangat senang dan bangga sekali dengan diundangnya kami (Zeta Privé) mewakili Indonesia yang kaya akan warisan budaya dan kreatifitas. Saya yakin sumber daya manusia maupun alamnya memiliki potensi yang luar biasa untuk bersaing di dunia internasional,” kata Trisha Chas, owner sekaligus fashion designer Zeta Privé.

    Para pengunjung Wonderful Indonesia Night dapat menikmati dan menyelami budaya Indonesia dan dihadiri langsung oleh Menparekraf, Sandiaga Uno. Acara ini juga bertujuan memperkenalkan kekayaan fashion dan keberagaman kuliner Indonesia kepada dunia.

    Koleksi Moonlight Abaya yang dirilis Zeta Prive di Dubai terinspirasi dari salah satu ciptaan Tuhan yang keindahannya paling sering dibahas dalam lagu, sajak, dan puisi. Indahnya cahaya rembulan menerangi gelapnya malam merupakan inspirasi yang dituangkan dalam setiap looks pada koleksi ini.

    zeta priveKoleksi Zeta Prive yang tampil di Dubai. Foto: Dok. @zetaprive.id.

    Koleksi khusus luxury abaya ini memakai palet warna yang mencerminkan cahaya rembulan, mulai dari hitam, biru malam, abu-abu, cream hingga kilauan beads yang menyerupai cahaya bulan. Detail koleksi abaya diberi sentuhan khas Indonesia dengan bordir bergaya vignette dengan nuansa batik yang diaplikasikan di berbagai bagian abaya.

    “Koleksi yang kami bawa ke Dubai ini tidak hanya menampilkan kualitas fashion Indonesia namun juga menampilkan seni budaya Indonesia yang kami aplikasikan dalam bentuk vignette bernuansa batik di berbagai bagian outfit Moonlight Abaya Collection. Saya berharap mata dunia dapat lebih terbuka dan kagum terhadap kekayaan budaya kita,” jelas Trisha Chas pada acara Wonderful Indonesia Night.

    zeta priveKoleksi Zeta Prive yang tampil di Dubai. Foto: Dok. @zetaprive.id.

    Sejak tahun 2023, Zeta Privé menunjukkan eksistensinya dengan mengikuti berbagai pergelaran busana kelas dunia dan nasional, mulai dari New York Fashion Week 2023, Indonesia Fashion Week 2023, Jakarta Muslim Fashion Week, Muslim Fashion Festival+, hingga Modest Fashion & Womenpreneurship Summit di Kuala Lumpur, Malaysia.

    Zeta Privé mulai dikenal pecinta fashion dalam menyajikan koleksi busana modest kontemporer namun mewah dengan aplikasi lace. Kamu bisa melihat langsung koleksi Zeta Privé di butik Zeta Scarves Lifestyle yang terletak di Pondok Indah Mall 3, lantai 2 Jakarta Selatan, atau secara online pada website www.zetaprive.com dan Instagram @zetaprive.id.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • 100 Brand Modest Lokal hingga Belgia Akan Hadir di Muslimah Creative Day

    Jakarta

    Perkembangan industri modest fashion yang semakin pesat, membuat sektor modest fashion menjadi potensi bisnis di Tanah Air. Melihat peluang tersebut, Muslimah Creative Day kembali digelar dengan menghadirkan sederet UMKM lokal.

    Berbeda dengan tahun sebelumnya, akan ada pre-event bertajuk Halal Creative Forum, satu hari menjelang acara Muslimah Creative Day. Halal Creative Forum menghadirkan talkshow dengan berbagai tema yang berkaitan dengan industri modest fashion.

    “Banyak brand yang terlahir dari kegiatan tersebut. Banyak brand dari daerah yang mencoba berjualan di kota besar. Ternyata penjualannya luar biasa dan memberikan rasa percaya diri. Ketika produknya berkualitas, punya sales yang baik di Jakarta,” ungkap Temi Sumarlin sebagai Founder & CEO Scarf Media menjelaskan Muslimah Creative Day saat konferensi pers, Kamis (25/7/2024) di GKM Green Tower Lt 20, Jakarta Selatan.


    Temi mengungkapkan tahun lalu ada 80 brand di Muslimah Creative Day. Kali ini ada sekitar 100 lebih brand modest fashion yang bergabung. Tak hanya dari Jabodetabek, ada tiga negara, Malaysia, Singapura dan Belgia ikut ambil bagian dalam Muslimah Creative Day.

    Brand lokal yang hadir di antaranya Benang Jarum, Nada Puspita, Vivi Zubedi, Ria Miranda, Zaskia Sungkar, Shi by Shireen Sungkar, Damakara, Nueta, Lozy Hijab, Haidee & Orlin, Dian Pelangi, Kain Sinapore, Celebi Belgua dan masih banyak lagi.

    Muslimah Creative Day akan digelar mulai dari 6-8 September 2024 di City Hall, Pondok Indah Mall 3. Temi berharap forum ini bisa menjadi rujukan strategis untuk pemerintah yang akan melanjutkan industri kreatif.

    “Halal Creative Forum bisa menghasilkan regulasi. Ada speaker dari Switzerland, CEO PT Testex. Ada juga Aalia Mia Head of modest Fashion Dinar Standar Dubai. Selain itu ada Didem Zeynep Celebi yaitu fashion designer dari Belgia,” kata Temi.

    “Kami ini ingin industri kreatif ini mayoritas muslim dan halal ini harus inklusif. Harapannya tentu tak hanya menjadi tempat diskusi dan bisa menjadi rujukan pemerintah,” tambahnya.

    Dinda dari Dian Pelangi mengucapkan tahun ini akan mengangkat koleksi dengan tema Harmony of Palembang. Dian Pelangi konsisten mengusung budaya Indonesia dalam setiap koleksinya.

    “Kita ingin koleksi Dian Pelangi bisa dipakai untuk semua kalangan. Kita mengangkat Palembang karena banyak sekali koleksi Dian Pelangi yang menggunakan songket dari Palembang dan Jawa,” ujarnya.

    Didem Zeynep Celebi desainer dari Belgia merasa senang bisa ikut ambil bagian di acara Muslimah Creative Day. “Saya bisa menambah jaringan di industri modest fashion di Indonesia. Menjadi bagian dari acara ini menurut saya kesempatan yang baik. Karena kita memounyai satu visi dan misi. Saya akan menjadi pembicara di acara Muslimah Creative Day. Di Belgia, industri modest juga sedang berkembang,” tutur Didem melalui webinar.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com