Tag: dunia virtual

  • Apa Itu Metaverse? Masa Depan Dunia Virtual

    Metaverse menjadi topik hangat yang menarik untuk dibahas secara mendalam. Kamu mungkin baru-baru ini mendengar bagaimana metaverse akan mengantarkan era baru konektivitas digital ke dalam dunia virtual yang bisa diadaptasi di hampir semua sektor.

    Sudah lebih dari enam bulan sejak Facebook mengumumkan rebranding ke Meta dan akan memfokuskan masa depannya pada “metaverse” yang akan datang. Sejak saat itu, arti istilah metaverse itu belum menjadi lebih jelas.

    Di sisi lain, ada banyak hype marketing yang terbungkus dalam menjual gagasan “metaverse.” Untuk membantu kamu memahami betapa kabur dan kompleksnya istilah “metaverse”, berikut penjelasan yang komprehensifnya.

    Serius, Apa Itu Metaverse?

    Berbicara tentang metaverse terasa sangat mirip dengan membahas tentang internet di tahun 70-an dan 80-an. Saat blok bangunan dari bentuk komunikasi baru sedang diletakkan, hal itu memicu spekulasi tentang seperti apa bentuknya dan bagaimana orang akan menggunakannya.

    Semua orang membicarakannya tetapi hanya sedikit yang tahu apa artinya atau bagaimana cara kerjanya. Melihat ke belakang, ternyata tidak persis seperti yang dibayangkan beberapa orang.

    Istilah metaverse telah beredar selama beberapa tahun terakhir, kata “metaverse” sebenarnya diciptakan oleh penulis Neal Stephenson dalam novel fiksi ilmiahnya tahun 1992, “Snow Crash.” Dalam bukunya, Stephenson menyebut metaverse sebagai dunia digital yang mencakup semua yang ada paralel dengan dunia nyata.

    Namun pada tahun 2022, para ahli masih belum yakin apakah metaverse di dunia nyata dapat berevolusi menjadi sesuatu yang serupa.

    Avatar CEO Meta, Mark Zuckerberg di Metaverse.
    Avatar CEO Meta, Mark Zuckerberg di Metaverse.

    Baca juga: Nilai Pasar Metaverse Diramalkan Menjadi US$ 5 Triliun pada Tahun 2030

    Metaverse Hanya Dunia Game Saja?

    Banyak ahli melihat metaverse sebagai model 3D dari internet. Pada dasarnya, tempat yang sejajar dengan dunia fisik, di mana kamu menghabiskan kehidupan digital secara virtual. Tempat di mana kamu dan orang lain memiliki avatar, dan berinteraksi dengan mereka melalui avatar juga. Beberapa berpendapat bahwa metaverse dalam arti sebenarnya dari istilah tersebut sebenarnya belum ada.

    Pada dasarnya, metaverse seharusnya menjadi versi 3D dari internet yang dilihat sebagai tahap pengembangan selanjutnya yang logis, dan idealnya akan diakses melalui satu gateway. Namun, itu tidak mengharuskan ruang tersebut diakses secara eksklusif melalui VR atau AR. Dunia virtual —seperti aspek Fortnite yang dapat diakses melalui PC, konsol game, dan bahkan ponsel— sudah mulai menyebut diri mereka sebagai “metaverse.”

    Mengapa Metaverse Melibatkan Avatar?

    Metaverse adalah dunia realitas virtual yang digambarkan sebagai pasar yang mengelilingi planet di mana real estat virtual dapat dibeli dan dijual, dan di mana pengguna yang memakai kacamata VR menghuni avatar 3D yang bentuknya bebas untuk mereka pilih.

    Ketiga elemen ini —VR, kepemilikan digital, dan avatar— masih menonjol dalam konsep metaverse saat ini. Tetapi tidak satu pun dari mereka yang benar-benar penting untuk gagasan itu. Dalam istilah yang paling luas, metaverse dipahami sebagai ruang virtual yang kaya grafis, di mana orang dapat bekerja, bermain, berbelanja, bersosialisasi.

    Pendukung metaverse sering berfokus pada konsep “kehadiran” sebagai faktor penentu: Merasa seperti kamu benar-benar ada di sana, dan merasa seperti orang lain juga benar-benar ada di sana bersama kamu. Versi metaverse ini bisa dibilang sudah ada dalam bentuk video game. Tapi ada definisi lain dari metaverse yang melampaui dunia virtual yang kita kenal.

    gambaran bermain di metaverse
    Ilustrasi Metaverse.

    Baca juga: Token Kripto Metaverse Terus Tumbuh, meski Market Bearish

    Definisi tersebut sebenarnya tidak menggambarkan metaverse sama sekali, tetapi menjelaskan mengapa semua orang menganggapnya sangat penting. Definisi ini bukan tentang visi untuk masa depan atau teknologi baru. Sebaliknya, ini melihat ke masa lalu dan ke teknologi internet dan smartphone yang sekarang biasa, dan mengasumsikan bahwa perlu untuk menemukan metaverse untuk menggantikannya.

    Hambatan Wujudkan Metaverse Jadi Realitas Virtual

    Tetapi ada tantangan yang harus diatasi sebelum metaverse dapat mencapai adopsi global yang luas. Dan satu tantangan utama adalah bagian “virtual” dari alam semesta ini.

    Sementara, VR dianggap sebagai bahan utama resep metaverse, masuk ke metaverse tidak (dan tidak boleh) dibatasi dengan memiliki headset VR. Dalam arti tertentu, siapa pun yang memiliki komputer atau smartphone dapat memanfaatkan pengalaman metaverse secara nyata.

    Menawarkan aksesibilitas yang luas adalah kunci untuk membuat metaverse bekerja berdasarkan perjuangan berat VR yang berkelanjutan untuk mendapatkan daya tarik dengan konsumen.

    Pasar VR telah melihat inovasi luar biasa dalam waktu singkat. Beberapa tahun yang lalu, orang yang tertarik dengan VR rumahan harus memilih antara sistem berbasis komputer yang mahal yang menambatkan pengguna atau headset berbasis ponsel cerdas yang murah namun sangat terbatas.

    Lima Aset Kripto Metaverse Paling Top
    Ilustrasi memakai VR untuk akses metaverse.

    Baca juga: Kenalan dengan Decentraland, Salah Satu Proyek Metaverse

    Riset dari PwC, teknologi VR dan AR untuk metaverse meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) global US$ 1,4 triliun pada 2030. Selain kontribusi ke PDB global, VR dan AR memberikan dampak ke pekerjaan.

    Pengembangan kedua teknologi ini dinilai mampu mendorong terciptanya 23,3 juta pekerjaan baru pada 2030. Teknologi metaverse juga mampu menyusup ke semua lini ekonomi. Sebanyak 25% masyarakat dunia diperkirakan menghabiskan waktunya satu jam per hari di metaverse pada 2026.

    Metaverse, Kripto, NFT dan Blockchain

    Metaverse adalah kombinasi dari beberapa elemen teknologi, termasuk blockchain, kripto, NFT, web3, virtual reality (VR) dan augmented reality (AR), di mana pengguna dapat merasakan hidup dalam dunia digital.

    Crypto is the key to the metaverse. Faktanya, metaverse membutuhkan aset kripto untuk beroperasi dengan baik dan maksimal. Konsep metaverse cenderung masih berfokus pada dunia games, NFT dan ada beberapa token kripto yang khusus diaplikasikan pada platform metaverse.

    Co-Founder & Chariman VCGamers, Wafa Taftazani, menjelaskan metaverse merupakan konsep kolaboratif yang menggabungkan interaksi manusia dengan avatar serta berbagai produk dan layanan antara dunia nyata dengan dunia digital tanpa batas, di mana semua bisa berlangsung secara simultan dan paralel di dalam jaringan blokchain.

    “Metaverse pada dasarnya adalah menggabung NFT, crypto asset, blockchain, smart contract di dalam satu lingkungan virtual. Metaverse itu kolektif seperti menjadi seperti dunia nyata, tapi terjadi di dalam blockchain. Jadi orang bertransaksi dengan crypto asset, tanah dan bangunan virtual jadi NFT, semua transaksi tercatat di blockchain,” ujar Wafa dikutip CNBC Indonesia.

    Ilustrasi Ketika lembaga pemerintahan Indonesia melirik pengembangan metaverse. Foto: Pusat Penerangan Kemendagri.
    Ilustrasi Ketika lembaga pemerintahan Indonesia melirik pengembangan metaverse. Foto: Pusat Penerangan Kemendagri.

    Baca juga: Tanah Cluster Metaverse Pertama di Indonesia Laku Terjual Rp 150 Juta

    Metaverse memiliki potensi yang besar untuk masyarakat bisa berinteraksi, bekerja, belajar dan berkarya. Tentu saja butuh waktu untuk mengembangkan dunia virtual yang optimal dan bisa digunakan oleh semua orang.

    Potensi dan Tantangan Besar Metaverse di Indonesia

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, menyebutkan potensi metaverse di Indonesia sangat besar. Menurut Sandiaga, metaverse harus dioptimalkan untuk kepentingan pemulihan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

    Metaverse bisa mendorong ekonomi digital di mana Indonesia memiliki potensi yang luar biasa dengan 600.000 talenta digital per tahun. Dan ada potensi 30 juta UMKM serta kontribusi ekonomi yang diprediksi bisa mencapai 150 miliar dolar AS pada 2025.

    “Indonesia memiliki potensi luar biasa dan ini jadi peluang usaha kita untuk bisa meningkatkan aktivitas pembiayaan dan usaha sehingga bisa membuka lapangan kerja baru dan salah satunya di space metaverse ini,” kata Sandiaga dikutip dari siaran pers Kemenparekraf.

    Senada dengan Sandiaga, Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo), Teguh Kurniawan Harmanda, mengatakan metaverse adalah sebuah keniscayaan. Menurutnya cepat atau lambat perkembangan metaverse akan begitu masif seiring dengan adopsi aset kripto dan blockchian yang bisa menjadi bagian dunia virtual yang dibangun nantinya.

    “Adopsi kripto dan blockchain akan mempercepat pengembangan metaverse yang memiliki potensi besar di Indonesia. Bayangkan akan banyak inovasi yang muncul saat ini akan lari ke arah metaverse di masa depan. Apa yang kita rasakan di dunia nyata, semua akan bisa terjadi juga di metaverse,” kata pria yang akrab disapa Manda.

    Ilustrasi token kripto dan dunia Metaverse.
    Ilustrasi dunia metaverse.

    Baca juga: Ketika Lembaga Pemerintahan Indonesia Melirik Pengembangan Metaverse

    Peluang Ekonomi Digital dari Metaverse

    Riset dari The Analysis Group, metaverse pada 2031 akan memiliki kontribusi terhadap perekonomian global mencapai US$ 3,01 triliun. Kajian yang bertajuk “The Potential Global Economic Impact of Metaverse” ini menyebut angka itu setara dengan 2,8 persen dari pertumbuhan ekonomi dunia.

    Peluang ekonomi metaverse pun, menurut McKinsey, tak bisa dianggap remeh. Sektor teknologi ini ditaksir akan mencapai nilai US$5 triliun atau lebih dari Rp74.152 triliun pada 2030.

    Dari jumlah tersebut, sektor e-commerce akan menjadi ceruk terbesar, dengan nilai mencapai sekitar US$ 2 triliun, diikuti pembelajaran virtual mencapai US$ 180 miliar sampai US$ 270 miliar, iklan virtual US$ 144 miliar sampai US$ 206 miliar, dan gim US$ 108 miliar sampai US$ 125 miliar.

    Menurut Manda, metaverse nantinya bukan hanya akan menjadi tren baru dalam dunia virtual untuk media sosial dan lainnya, tapi juga memunculkan solusi-solusi baru atas berbagai masalah yang dihadapi Indonesia saat ini.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa Itu Metahuman? Simak Penjelasan dan Contohnya

    Dengan semakin berkembangnya Metaverse, teknologi yang ada di dalamnya pun ikut berkembang. Salah satu perkembangan yang menarik adalah kemunculan teknologi bernama MetaHuman. Nah, MetaHuman ini adalah “manusia” dalam versi Metaverse. Merekalah yang menghuni Metaverse dan beraktivitas di sana. Namun, sebenarnya bagaimana teknologi ini bisa berkembang? Serta apakah sudah ada contoh penerapannya? Yuk, simak selengkapnya!

    Sekilas Mengenai Metaverse

    ilustrasi metaverse

    Membahas tentang MetaHuman tidak akan lengkap tanpa membahas Metaverse itu sendiri. Sederhananya, Metaverse yang saat ini populer adalah sebuah dunia virtual dengan kualitas grafis yang canggih dan interaktif, di mana para penggunanya bisa melakukan hal yang biasa dilakukan di dunia nyata. Sebut saja seperti membeli lahan, membangun rumah, bekerja kantoran, hingga mengunjungi festival musik. Metaverse sendiri bisa berjalan dengan memanfaatkan teknologi blockchain.

    Namun, jika ditarik ke belakang, istilah “metaverse” sendiri pertama kali muncul dalam sebuah novel sci-fi berjudul Snow Crash (1992) karya Neal Stephenson. Dalam novel tersebut, metaverse merupakan sebuah dunia yang menerapkan realitas virtual. Sedangkan, Metaverse yang ramai belakangan ini muncul karena pengembangan generasi internet terbaru, web 3.0.

    Sebenarnya, konsep Metaverse sudah diterapkan sejak lama. Anda bahkan mungkin sudah pernah mencobanya. Salah satu contoh penerapannya adalah dunia virtual yang ada dalam game. Beberapa jenis game (misalnya game multiplayer online) menghadirkan sebuah realitas alternatif yang memungkinkan pemain berinteraksi dengan pemain lain meski mereka terpisah jarak.

    Baca juga: Metaverse adalah Gambaran Masa Depan? Begini Cara Kerjanya

    Kini, teknologi Metaverse sudah semakin berkembang. Paling baru ada sebuah dunia VR (virtual reality) yang dirancang oleh Facebook pada 2019. Dalam dunia tersebut, pengguna dapat “masuk” ke dunia virtual dan bersosialisasi dengan pengguna lainnya.

    Bersamaan dengan perkembangan pesat Metaverse, muncul teknologi lain yang berjalan di dunia virtual tersebut. Salah satu yang menarik perhatian yaitu teknologi manusia virtual yang dinamakan MetaHuman. 

    Apa Itu MetaHuman?

    MetaHuman adalah sebuah teknologi yang digunakan untuk membuat “manusia virtual” yang nantinya akan tinggal di Metaverse. Jadi, sederhananya teknologi ini menciptakan “penduduk” Metaverse. 

    Untuk bisa menciptakannya sebenarnya butuh proses yang kompleks, sebab teknologi ini dirancang untuk sebisa mungkin mirip dengan manusia asli. Namun, istilah MetaHuman sendiri berasal dari sebuah game engine bernama Unreal Engine yang dikembangkan oleh studio Epic Games. 

    Game engine tersebut telah melahirkan berbagai game dengan grafis super-realistis seperti Valorant dan Final Fantasy. Unreal Engine juga menangani CGI untuk film-film Hollywood, utamanya yang ber-genre sci-fi. Salah satunya film seri The Mandalorian (2019) karya Jon Favreau.  

    Baca juga: Hubungan Game Play to Earn dengan NFT dan 5 Game yang Potensial

    Cara Kerja Pembuatan MetaHuman dengan Unreal Engine

    metahuman avatar creation

    Source: Unreal Engine

    MetaHuman Creator dari Unreal Engine pertama kali diperkenalkan pada Februari 2021. Kala itu, Unreal Engine memperkenalkan dua sampel MetaHuman yang memiliki tampilan super-realistis, nyaris menyerupai manusia. Mulai dari tampilan hingga cara gerak, semuanya mirip manusia asli.

    Pada April 2021, Unreal Engine membuka pendaftaran untuk pembuatan manusia virtual ini. Anda bisa mendesain karakter sesuai dengan keinginan. Setelah jadi, Unreal Engine akan mengirimkannya langsung pada Anda dan bisa langsung diunduh atau diterapkan pada aplikasi DCC (Digital Command Control) seperti Autodesk Maya.

    Untuk bisa meniru manusia asli, pengembang aplikasi MetaHuman Creator mengumpulkan data mengenai anatomi dan gerakan tubuh manusia. Setelah itu, dengan bantuan AI, data tersebut dipilih hingga akhirnya muncul sosok manusia virtual yang lengkap dan bisa melakukan berbagai aktivitas.

    Melansir Unreal Engine, berikut adalah langkah-langkah yang harus diselesaikan dalam membuat dan mengedit sebuah karakter MetaHuman di Unreal Engine, yaitu:

    1. Kunjungi https://metahuman.unrealengine.com/ dan login dengan akun Epic Games
    2. Klik Create MetaHuman dan pilih presetnya
    3. Lakukan inspeksi awal terhadap MetaHuman yang Anda pilih
    4. Klik Next dan selesai
    5. Buka menu My MetaHuman, pilih preset yang sudah Anda miliki
    6. Klik Edit Selected dan mulai edit MetaHuman Anda
    7. Klik Next dan selesai

    QVerse, Contoh Penerapan MetaHuman

    Sekarang ini, teknologi Metaverse satu ini sudah mulai beredar. Beberapa diantaranya bahkan sudah “menjadi” selebritas. Misalnya, YuA yang merupakan idol virtual asal Korea Selatan. Contoh lainnya yang sempat viral adalah QVerse yang dijalankan oleh maskapai penerbangan Qatar Airways.

    qatar airway qverse

    Source: Qatar Airways

    Apa itu Qverse

    QVerse adalah sebuah teknologi keluaran maskapai ternama dunia, Qatar Airways, yang menawarkan sebuah pengalaman VR untuk seluruh pengguna maskapai Qatar Airways. Teknologi berbasis cloud tersebut memiliki tugas memberikan tur kepada pelanggan dan melakukan navigasi di area check-in untuk executive lounge Qatar Airways di Hamad International Airport. Selain itu, QVerse juga didukung oleh awak kabin MetaHuman bernama Sama.

    Meski berformat virtual, Sama mampu memberikan pengalaman interaktif yang menarik bagi para penumpang. Mereka dapat menghadirkan sebuah perjalanan virtual sambil menampilkan berbagai fitur unik.  Untuk saat ini, Sama telah hadir di kelas Bisnis dan Ekonomi Qatar Airways. Anda pun bisa mencoba tur virtual tersebut dengan mengunjungi situs resmi Qverse.

    Selain MetaHuman, masih ada banyak sekali teknologi yang berkembang dalam dunia Metaverse. 

    Nah, agar tidak ketinggalan informasi tersebut, Anda bisa mengakses Tokonews untuk informasi seputar dunia kripto, blockchain, NFT, juga Metaverse.

    _______

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.



    Sumber : news.tokocrypto.com