Tag: education

  • Ramai #KaburAjaDulu, Ini 7 Beasiswa S1-S3 yang Tak Wajibkan Awardee Kembali ke RI



    Jakarta

    Tagar #KabuAjaDulu ramai dibahas oleh anak muda di media sosial. Tagar ini menunjukan sebuah tren kuliah atau bekerja di luar negeri karena situasi di Indonesia tak sesuai dengan harapan mereka.

    #KaburAjaDulu ini juga dapat bermakna kesempatan bagi pelajar di Indonesia untuk pergi ke luar negeri beberapa lama misalnya untuk kuliah. Bagi detikers yang berniat belajar di luar negeri, sejumlah beasiswa ini tak mensyaratkan mahasiswa harus kembali ke Indonesia setelah selesai studi.

    Ada beasiswa apa saja? Melansir masing-masing laman resmi beasiswa, berikut daftarnya:


    Daftar Beasiswa S1-S3 yang Tak Wajibkan Awardee Kembali ke RI

    1. Global Korean Scholarship (GKS)

    Apakah detikers ingin menetap di Korea? Beasiswa Global Korea Scholarship (GKS) bisa jadi solusi agar bisa tinggal di sana sementara sekaligus melanjutkan kuliah.

    GKS menawarkan beasiswa untuk jenjang mulai dari D2, S1, S2 hingga S3. Komponen pembiayaan yang ditanggung beasiswa ini antara lain biaya daftar, biaya kuliah, uang saku tahunan sampai Rp 224 juta dan biaya kursus bahasa Korea selama satu tahun.

    Syarat daftar beasiswa ini yakni sebagai berikut:

    • Tidak berkewarganegaraan Korea, kecuali jika melamar program R&D, International Organization program.
    • Sehat mental dan fisik.
    • Pelamar yang belum lulus saat mendaftar wajib menyertakan transkrip akademik hingga semester yang terakhir ditempuh
    • Pelamar yang belum memperoleh sertifikat TOPIK saat mendaftar masih dapat melamar.
    • Syarat lengkapnya bisa dilihat di sini https://www.studyinkorea.go.kr/ko/scholarship ya.

    2. Ministry of Education (MoE) Taiwan

    Kementerian Taiwan menawarkan beasiswa MoE Taiwan untuk jenjang S1, S2 dan S3. Awardee beasiswa ini dapat menerima bantuan pendidikan hingga NT$ 40.000/semester atau sekitar Rp 19,9 juta.

    Tak ada syarat usia dalam beasiswa ini. Lebih jelasnya berikut syarat yang harus dipenuhi pelamar:

    • Tidak berstatus Overseas Chinese Student atau warga negara Taiwan.
    • Belum/tidak terdaftar belajar di salah satu kampus di Taiwan pada tahun sebelumnya.
    • Tidak mengikuti pertukaran pelajar antar universitas ketika nanti lolos.
    • Tidak pernah belajar di Taiwan pada tingkatan/jenjang yang sama.
    • Tidak pernah menerima beasiswa dari pemerintah taiwan lebih dari lima tahun.
    • Tidak menerima beasiswa lain dari pemerintah Taiwan jika lolos.
    • Tidak pernah membatalkan program beasiswa MoE Taiwan pada waktu sebelumnya.

    3. MEXT Research Jepang

    Beasiswa MEXT Research Jepang ini bisa dicoba bagi yang ingin melanjutkan D4, S1 atau S2. Pendanaan berlaku hingga 2 tahun masa studi.

    Beasiswa MEXT ini bersifat fully funded. Awardee akan ditanggung biaya kuliahnya, tunjangan hidup. tiket pesawat hingga pengurusan visa pelajar.

    Namun, pelamar sebelumnya harus memenuhi syarat ini agar dapat lolos:

    • Mempunyai IPK minimal 3,2
    • Memilih jurusan yang sesuai dengan jenjang pendidikan sebelumnya
    • Sehat secara jasmani dan rohani
    • Siap belajar bahasa Jepang
    • Mempunyai skor TOEFL-PBT/ITP: minimal 543, TOEFL-iBT: minimal 72, IELTS: minimal 5.5, TOEIC L&R: minimal 785, TOEIC S&W: minimal 310, dan JLPT: minimal N2

    4. Singapore International Graduate Award (Singa)

    Beasiswa Singa disediakan oleh Agency for Science, Technology, and Research Singapore. Jenis beasiswa yang tersedia dapat memungkinan awardee melanjutkan studi S2 langsung ke S3.

    Adapun tujuan kampus yang bisa dipilih di beasiswa Singa antara lain
    Nanyang Technological University, The National University of Singapore, The Singapore University of Technology and Design dan The Singapore Management University.

    Apa saja syarat bisa ikut beasiswa Singa? Berikut di antaranya:

    • Mempunyai semangat dalam penelitian dan berprestasi secara akademik
    • Ijazah atau surat keterangan lulus S1 atau S2
    • Transkrip akademik S1 atau S2
    • Mempunyai paspor
    • Foto ukuran paspor terbaru berformat JPEG atau PNG
    • Dua surat rekomendasi (dikirim secara daring oleh pemberi rekomendasi)
    • Hasil GRE/IELTS/TOEFL/SAT I&II/GATE yang bisa diminta dari pihak kampus

    5. Turkiye Burslari

    Turki merupakan salah satu tujuan studi favorit mahasiswa Indonesia. Jika detikers ingin ke sana, maka beasiswa Turkiye Burslari bisa jadi pilihan.

    Cakupan pembiayaan beasiswa ini terdiri dari uang kuliah, uang saku per bulan, tiket pesawat hingga tempat tinggal. Ada empat jenis beasiswa yang tersedia yakni beasiswa S1, S2, S3 dan beasiswa riset.

    Beberapa syarat khusus berdasarkan jenjang dapat dilihat selengkapnya di sini ya https://www.turkiyeburslari.gov.tr/.

    6. Stipendium Hungaricum Scholarship Program

    Beasiswa ini sediakan oleh Director for Internationalisation of Higher Education Stipendium Hungaricum Programme. Beasiswa menawarkan bantuan pendidikan S1, S2, dan kursus pelatihan.

    Beasiswa ini menanggung biaya kuliah secara penuh dan tunjangan hidup bulanan. Jika ingin mendaftar beasiswa ini, pelamar harus memenuhi syarat umum ini:

    • Melakukan pendaftaran di laman registrasi.
    • Mengunggah foto terbaru pelamar.
    • Pelamar beasiswa parsial studi parsial harus menyatakan dengan jelas durasi (ditunjukkan dalam bulan) dan tanggal mulai (September atau Februari) studi yang mereka lamar.
    • Membuat motivation letter.
    • Mengunggah salinan pindaian bukti asli kemampuan berbahasa.
    • Sementara syarat khusus setiap jenjang bisa dilihat di sini https://apply.stipendiumhungaricum.hu/ ya.

    7. Ministry of Entrepreneurship and Tourism Romania

    Pemerintah Romania menawarkan kesempatan warga Indonesia belajar di negaranya lewat beasiswa ini. Salah satu hal yang berbeda dari beasiswa ini adalah pelamar tak disyaratkan minimal IPK dan tak perlu melampirkan skor TOEFL atau IELTS.

    Beasiswa ini menanggung biaya kuliah, biaya latihan bahasa selama satu tahun, biaya hidup bulanan, asrama, bantuan layanan kesehatan hingga biaya transportasi lokal.

    Jika detikers tertarik daftar beasiswa dari pemerintah Romania ini dapat mendaftar di sini ya https://jakarta.mae.ro/en/local-news/1310.

    Itulah beberapa beasiswa yang tak mewajibkan awardee kembali ke Indonesia. Ada yang menarik minatmu?

    (cyu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Beasiswa Luar Negeri S1 yang Tak Wajib Pulang, Pendaftarannya Masih Dibuka!


    Jakarta

    Kuliah ke luar negeri adalah impian sebagian orang. Keterbatasan biaya janganlah dijadikan alasan karena ada sejumlah beasiswa yang menawarkan pendidikan S1 di luar negeri secara gratis.

    Dalam persyaratannya, beberapa beasiswa terkadang mengharuskan alumni kembali ke negara asal untuk berkontribusi atau mengabdi. Namun, ada kok beasiswa S1 luar negeri yang tidak mewajibkan lulusannya untuk pulang setelah selesai studi. Apa saja?

    Daftar Beasiswa Luar Negeri S1

    Sejumlah beasiswa S1 luar negeri tidak mengharuskan alumninya pulang ke negara asal usai studi berakhir. Beberapa program beasiswa bahkan masih dibuka pendaftarannya.


    1. Romanian Government Scholarship

    Pemerintah Rumania melalui Kementerian Luar Negeri (MFA)-nya menawarkan program S1 Romanian Government Scholarship kepada lulusan SMA sederajat dari negara-negara non-Uni Eropa yang memiliki prestasi akademik.

    Beasiswa terbuka untuk semua program studi di perguruan tinggi terbaik Rumania, kecuali Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Farmasi. Akan diberikan program persiapan belajar bahasa Rumania selama 1 tahun bagi penerima beasiswa yang belum mahir.

    Mengutip laman resmi MFA Rumania, pendaftaran Romanian Government Scholarship 2025 masih sampai 12 Maret 2025. Hasil seleksi akan diumumkan sekitar 30 Juni 2025. Pendaftaran hanya dapat diajukan melalui situs Study in Romania.

    2. MoE Taiwan Scholarship

    Kementerian Pendidikan Republik China (ROC) Taiwan memberikan program beasiswa kepada warga negara internasional yang lulusan SMA sederajat dan memiliki prestasi akademik.

    Beasiswa S1 hanya diberikan selama 4 tahun. Penerima beasiswa akan mendapatkan biaya kuliah sebesar TWD 40.000 per semesternya dengan tunjangan bulanan sebesar TWD 15.000. Kelebihan biaya ditanggung sendiri oleh penerima beasiswa.

    Dilansir situs Kemdikbud RI, pendaftaran MoE Taiwan Scholarship masih dibuka hingga 31 Maret 2025. Pendaftar beasiswa harus melakukan pendaftaran mandiri terlebih dahulu ke perguruan tinggi di Taiwan untuk penerimaan. Informasi lebih lanjut dapat dicek melalui situs resmi Divisi Pendidikan TETO Indonesia dan media sosial TETO & TEC Indonesia.

    3. MEXT Scholarship (Program Gakubu/Undergraduate)

    MEXT Scholarship Program Gakubu/Undergraduate merupakan beasiswa yang diberikan pemerintah Jepang kepada lulusan sekolah formal SMA/SMK sederajat untuk melanjutkan studi S1 di universitas-universitas Jepang.

    Pendaftaran MEXT Scholarship Program Gakubu/Undergraduate dilakukan melalui Kedutaan Besar Jepang di Tanah Air dan tanpa dipungut biaya. Penerima beasiswa akan mengikuti persiapan selama 1 tahun untuk belajar bahasa Jepang dan pengetahuan umum lainnya.

    Hingga kini belum ada informasi kapan pendaftaran beasiswa MEXT 2025 dibuka. Melihat tahun sebelumnya, MEXT Scholarship Program Gakubu/Undergraduate dibuka pendaftarannya pada awal Mei.

    4. Global Korean Scholarship (GKS)

    Global Korean Scholarship (GKS) dikenal sebagai beasiswa fully funded untuk program S1 dari NIIED (National Institute for International Education) dan pemerintah Korea. Pelamar hanya dapat melanjutkan pendidikan di universitas dan program studi yang bekerja sama dengan GKS.

    Penerima beasiswa akan menerima biaya kuliah, biaya tiket pesawat, tunjangan bulanan senilai KRW 1.000.000, serta insentif lain seperti asuransi kesehatan dan tunjangan penelitian.

    Mengutip laman resminya, Global Korean Scholarship (GKS) 2025 sudah ditutup pada September 2024 silam. Beasiswa GKS periode 2026 diperkirakan dibuka kembali pada September 2025.

    5. Stipendium Hungariucum Scholarship

    Pemerintah Hungaria menyediakan Stipendium Hungaricum Scholarship untuk mahasiswa internasional berprestasi yang ingin melanjutkan pendidikan S1 di Hungaria. Pelamar dapat memilih sejumlah program studi yang ditawarkan perguruan tinggi paling terkenal di negara tersebut.

    Penerima beasiswa dibebaskan dari biaya kuliah dan akan menerima fasilitas asrama atau akomodasi sebesar HUF 40.000 per bulan untuk biaya sewa tempat tinggal hingga asuransi kesehatan.

    Mengutip situs resminya, pendaftaran Stipendium Hungariucum Scholarship untuk tahun akademik 2025/2026 sudah ditutup pada 15 Januari 2025 lalu. Belum diketahui pasti kapan pendaftaran beasiswa untuk periode berikutnya dibuka.

    (azn/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa MoE Taiwan 2025 Dibuka, Kuliah S1-S3 Gratis Plus Tunjangan hingga Rp 9,9 Juta



    Jakarta

    Ministry of Education Taiwan (MoE) menawarkan beasiswa bagi pelajar di Indonesia. Beasiswa ini mencakup bantuan pendidikan untuk studi S1, S2 dan S3.

    Lewat beasiswa ini, mahasiswa bisa mendapatkan biaya pendidikan hingga NT$ 40.000/semester atau sekitar Rp 19,9 juta. Selain itu, mahasiswa juga akan memperoleh tunjangan bulanan.

    Tunjangan bagi mahasiswa S1 sebesar NT$ 15.000/bulan atau sekitar Rp 7,4 juta. Sementara mahasiswa S2 dan S3, tunjangan bulanan NT$ 20.000/bulan atau sekitar Rp 9,9 juta.


    Durasi beasiswa berlaku selama maksimal 4 tahun bagi mahasiswa S1, maksimal 2 tahun bagi mahasiswa S2 dan maksimal 4 tahun bagi mahasiswa S3.

    Tertarik daftar beasiswa kuliah di Taiwan ini? Mengutip laman resmi beasiswa MoE Taiwan 2025, berikut persyaratan dan cara daftarnya.

    Syarat Daftar Beasiswa MoE Taiwan 2025

    • Tidak berstatus Overseas Chinese Student atau warga negara Taiwan.
    • Belum/tidak terdaftar belajar di salah satu kampus di Taiwan pada tahun sebelumnya.
    • Tidak pernah belajar di Taiwan pada tingkatan/jenjang yang sama.
    • Tidak boleh mengikuti pertukaran pelajar antar universitas ketika nanti lolos.
    • Tidak pernah menerima beasiswa dari pemerintah taiwan lebih dari lima tahun.
    • Tidak pernah membatalkan program beasiswa MoE Taiwan pada waktu sebelumnya.
    • Tidak boleh menerima beasiswa lain dari pemerintah Taiwan jika lolos.

    Dokumen Persyaratan Daftar Beasiswa MoE Taiwan 2025

    • Formulir pendaftaran Beasiswa MoE Taiwan 2025.
    • Fotokopi paspor dan kartu keluarga.
    • Fotokopi ijazah dan transkrip nilai pendidikan terakhir yang telah terbit (dalam bahasa Inggris atau Mandarin). Jika lulusan luar negeri maka harus dilegalisir.
    • Fotokopi atau scan bukti pendaftaran universitas yang menunjukkan bahwa peserta telah mendaftar ke universitas di Taiwan untuk semester Fall tahun 2025
    • Dua surat rekomendasi (dari kepala sekolah, dekan, rektor atau profesor) yang telah ditandatangani dan tersegel rapat dalam amplop.
    • Fotokopi sertifikat kemampuan bahasa. Jika pilihan prodi tak menggunakan bahasa Inggris maka sertifikat yang diperlukan “Test of Chinese as a Foreign Language” (TOCFL). Sedangkan
    • jika pilihan prodi memakai bahasa Inggris maka sertifikat yang dilampirkan adalah TOEFL.

    Cara Daftar Beasiswa MoE Taiwan 2025

    1. Ajukan pendaftaran terlebih dahulu ke salah satu kampus di Taiwan dan dapatkan surat bukti diterima di kampus tersebut.
    2. Lakukan pendaftaran lewat link https://forms.gle/NV6XJN9nXSgwtCm77.
    3. Mengirimkan dokumen persyaratan ke kantor Kantor Taipei Economic and Trade Office (TETO) Gedung Artha Graha Lantai 17, Jl. Jend. Sudirman kav 52-53, Jakarta Selatan, 12190. Dokumen pendaftaran dimasukan ke dalam amplop. Tulis keterangan “Pendaftaran MoE Taiwan Scholarship” di bagian depan amplop.
    4. Pihak TETO tidak menerima konfirmasi penerimaan dokumen. Silakan cek sendiri ke masing-masing jasa kirim, dan tidak menerima pengiriman dokumen via pengiriman online seperti Gojek atau Grab.

    Pendaftaran Beasiswa MoE Taiwan ini akan ditutup pada 31 Maret 2025. Adapun hasil seleksi akan diinformasikan pada 13 Juni 2025. Selamat mendaftar.

    (cyu/nwy)



    Sumber : www.detik.com

  • Pertukaran Guru ke Korea Dibuka Kemendikdasmen, Dapat Tunjangan dan Tempat Tinggal


    Jakarta

    Pertukaran guru ke Korea dibuka Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Indonesian-Korean Teacher Exchange (IKTE). Pendaftaran dibuka 17 Februari sampai 18 Maret 2025.

    Indonesian-Korean Teacher Exchange (IKTE) adalah program pertukaran guru antara Indonesia dan Korea Selatan lewat Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kemendikdasmen dan Kementerian Pendidikan Korsel.

    Pada pertukaran ini, guru-guru dari Korea dan Indonesia dikirim ke sekolah lokal di negara mitra. Guru-guru Korea akan tinggal di Indonesia selama sekitar 6 bulan, termasuk pelatihan penyesuaian lokal di Indonesia, sedangkan guru-guru Indonesia akan tinggal di Korea selama sekitar 3 bulan, termasuk pelatihan penyesuaian lokal di Korea.


    Di Korea, guru akan mengajar dalam bahasa Inggris atau Korea. Di samping mengampu mata pelajaran sesuai kebutuhan host school dalam jam pelajaran, keberadaan guru RI di sana akan mengajarkan nilai-nilai toleransi, global citizenship, dan keberagaman kepada siswa.

    Guru juga membawa misi budaya dalam pertukaran ini. Diharapkan, guru dapat membangun pemahaman budaya yang lebih luas dan mempererat hubungan antara Indonesia dan Korea, serta memahami perbedaan budaya dan cara beradaptasi dalam lingkungan internasional.

    Saat kembali ke Indonesia, guru diharapkan bisa menerapkan metode pembelajaran yang lebih variatif, inovatif dan efektif di sekolah asalnya. Berangkat dari wawasan yang diperoleh saat pertukaran, guru juga bisa mengembangkan fleksibilitas dan kreativitas dalam mengajar.

    Pertukaran Guru Indonesia-Korea 2025

    Berikut komponen yang dibiayai pada Pertukaran Guru Indonesia-Korea 2025 seperti dilansir dari laman GTK Dikdasmen:

    • Biaya pembuatan visa
    • Tiket pesawat PP Indonesia-Korea-Indonesia
    • Akomodasi/tempat tinggal di Korea, biasanya di asrama atau apartemen yang disediakan oleh sekolah atau Asia-Pacific Teacher Exchange for Global Education (APCEIU)
    • Tunjangan bulanan (living allowance) untuk biaya makan dan kebutuhan sehari-hari
    • Asuransi kesehatan dasar di Korea
    • Pelatihan dan workshop sebelum keberangkatan dan awal program

    Sedangkan biaya yang ditanggung guru yakni:

    • Biaya pembuatan paspor
    • Makan dan kebutuhan pribadi, transportasi di luar program (tunjangan diatur sendiri)

    Guru juga disarankan membawa media pembelajaran dari Indonesia untuk memperkenalkan budaya dengan lebih menarik dan interaktif. Jika media bisa dibeli di Korea, maka bisa mengajukan pendanaan dari sekolah.

    Syarat Pertukaran Guru ke Korea

    • Pria/wanita usia 30-45 tahun
    • Merupakan guru Aparatur Sipil Negara (ASN) atau guru tetap yayasan (GTY)
    • Memiliki pengalaman mengajar minimal 5 tahun pada jenjang SD/SMP/SMA/SMK non-kejuruan
    • Memiliki kemampuan berbahasa Inggris lisan dan tulisan
    • Energik, kreatif, memiliki kemampuan interpersonal yang baik dan aktif dalam komunitas guru
    • Memiliki prestasi dan atau menguasai keterampilan di bidang seni tradisional Indonesia
    • Memiliki prestasi sebagai guru (guru berprestasi/guru inovatif dan sejenisnya)
    • Sehat jasmani, rohani dan tidak sedang dalam kondisi hamil
    • Berwawasan luas dan memiliki pengalaman dalam forum internasional
    • Bersedia mengikuti program sampai dengan selesai
    • Mendapatkan izin dari pimpinan satuan pendidikan
    • Melampirkan biodata/CV
    • Foto berwarna terbaru ukuran 4×6 sebanyak 1 lembar.

    Syarat Provinsi

    • Bengkulu
    • Riau
    • Kepulauan Riau
    • Jambi
    • Lampung
    • Kalimantan Selatan
    • Kalimantan Utara
    • Kalimantan Tengah
    • Kalimantan Barat
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
    • Maluku
    • Papua
    • Papua Barat.

    Informasi pertukaran guru Indonesia-Korea selengkapnya bisa diakses di https://gtk.dikdasmen.go.id/ikte/. Semoga bermanfaat!

    (twu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa Indonesia Bangkit S2 Double Degree 2025 Dibuka, Cek Daftar Kampusnya!


    Jakarta

    Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan bersama Kementerian Agama membuka Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) 2025 untuk program S2 double degree. Apa saja kampus tujuannya?

    Perlu diketahui sebelumnya, beasiswa S2 double degree ini memungkinkan mahasiswa yang berkuliah di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKIN) dapat mengambil program studi lain di kampus luar negeri.

    Setelah lulus, mahasiswa akan mendapatkan dua gelar sekaligus. Lama pendidikan double degree bisa berlangsung selama satu tahun di kampus Indonesia dan satu tahun di kampus luar negeri.


    Pendaftaran skema BIB ini akan ditutup pada 12 Juni 2025. Mengutip unggahan @puspenma.kemenag_official, berikut daftar kampus yang bisa dipilih.

    Daftar Perguruan Tinggi Dalam Negeri dengan Universiti Utara Malaysia (UMM)

    Mahasiswa yang berkuliah di kampus-kampus berikut dapat double degree di Universiti Utara Malaysia (UMM). Ini daftarnya:

    – UIN Ar-Raniry Banda Aceh
    – UIN Mataram
    – UIN Raden Fatah Palembang
    – UIN Sunan Ampel Surabaya
    – UIN Sunan Gunung Djati Bandung

    Adapun program studi yang bisa dipilih antara lain:

    – Master in Islamic Finance and Banking
    – Master of Science (Managerial Communication)
    – Master of Education (Islamic Education)
    – Master of Science (Educational Management)

    Daftar Perguruan Tinggi Dalam Negeri dengan SOAS University of London atau University of Edinburgh

    Mahasiswa yang berkuliah di kampus-kampus berikut dapat double degree di SOAS University of London dan University of Edinburgh. Ini daftarnya:

    – Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII)
    – UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
    – UIN Alaudin Makassar

    Adapun program studi yang bisa dipilih antara lain:

    – MSc in Islamic and Middle Eastern Studies (Edinburgh)
    – MA Middle Eastern Studies (SOAS)
    – MA in History of Art and Architecture of Islamic Middle East (SOAS)
    – MA Religion Politics and Society (SOAS)
    – MA Islamic Studies (SOAS)
    – MA in History (SOAS)
    – MA in Islamic Humanities (SOAS)

    Syarat Daftar BIB S2 Double Degree 2025

    • Warga Indonesia.
    • Berusia maksimal 30 tahun pada 31 Desember 2025.
    • Lulusan S1 PTKI atau lulusan Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) Kemenag.
    • Mengunggah foto resmi dan terbaru ukuran 3×4 (maksimal 1 MB).
    • Mempunyai ijazah S1/D4 disertai transkrip nilai dengan IPK minimal 3.00.
    • Bagi lulusan perguruan tinggi luar negeri harus melampirkan hasil penetapan penyetaraan ijazah.
    • Mempunyai surat rekomendasi dari akademisi dan pembimbing skripsi.
    • Mempunyai surat keterangans sehat jasmani dari rumah sakit.
    • Membuat rencana studi berisikan alasan memilih prodi, rencana topik tesis, rencana studi semester 1 hingga akhir dan aktivitas non-akademik selama kuliah (3-5 halaman).
    • Membuat esai motivasi diri (1.000-1.500 kata).
    • Mempunyai sertifikat bahasa Inggris dengan skor minimal TOEFL ITP 500, TOEFL IBT 75 atau IELTS 6.0
    • Menandatangani surat pernyataan komitmen dan integritas di atas materai Rp 10.000.
    • Tidak sedang mendaftar, akan menerima atau menerima beasiswa dari sumber lain.
    • Tidak sedang menempuh pendidikan S1.
    • Tidak sedang atau akan mendaftar jadi pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN).
    • Wajib ikut pendidikan secara penuh di kampus tujuan.

    Jadwal Pendaftaran BIB S2 Double Degree 2025

    • Pendaftaran: 4-12 Juni 2025
    • Seleksi administrasi: 13-17 Juni 2025
    • Pengumuman seleksi administrasi: 18 Juni 2025
    • Seleksi bakat skolastik: 19-25 Juni 2025
    • Seleksi wawancara: 28 Juni-15 Juli 2025
    • Pengumuman seleksi wawancara: 31 Juli 2025

    Detikers tertarik? Pendaftaran bisa dilakukan hingga 12 Juni 2025 pada laman https://pendaftaran-beasiswa.kemenag.go.id/

    (cyu/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Dirjen Pendis Kemenag Ungkap PIP Madrasah Tahap I Sudah 100 Persen Tersalurkan



    Jakarta

    Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Dirjen Pendis Kemenag) Amien Suyitno ungkap dana Program Indonesia Pintar (PIP) Madrasah tahap I tahun 2025 sudah dicairkan seluruhnya. Bahkan sekarang kini Kemenag tengah membuka pendaftaran PIP untuk tahap kedua.

    “PIP tahap I sudah cair, sekarang sudah di rekeningnya masing-masing. Sekarang sudah (mulai) masuk tahap II, sudah mulai pendaftaran lagi,” ucap Amien Suyitno usai acara Rakornas “Pembentukan Karakter Anak Bangsa melalui Efektivitas Penerapan Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Agama pada Satuan Pendidikan RA, MI, MTs, MA/MAK” di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (31/7/2025).


    Cara Ambil Dana PIP Tahap I

    Lebih lanjut Amien menyatakan penerima PIP Madrasah merupakan siswa yang berasal dari keluarga dengan kategori miskin. Bila seluruh syarat telah dipenuhi, siswa sudah memiliki rekening dan masuk dalam daftar penerima, maka ia pasti mendapat dana PIP tahap I.

    Dalam petunjuk teknis (juknis) PIP Madrasah 2025, cara penarikan dana bantuan bisa dilakukan dengan cara:

    • Penarikan dana PIP dapat langsung dilakukan setelah aktivasi rekening dari masing-masing siswa.
    • Penarikan dana PIP dapat dilakukan dengan menggunakan buku tabungan SimPel atau kartu debit ATM.
    • Penarikan dana PIP dapat dilakukan secara langsung oleh peserta didik yang bersangkutan didampingi guru/orang tua/wali/kepala madrasah di kantor bank penyalur.
    • Penarikan dana PIP bisa dilakukan secara kolektif oleh kuasa peserta didik melalui kuasa penerima dana PIP ke unit kerja operasional atau petugas unit kerja operasional bank penyaluran.
    • Dana PIP yang ditarik secara kolektif harus segera disalurkan kepada peserta didik yang bersangkutan dibuktikan dengan tanda terima kwitansi/daftar tanda tangan oleh peserta didik.
    • Penarikan baik secara individu atau kolektif tidak dikenakan pemotongan dana dalam bentuk apapun ataupun biaya administrasi perbankan.

    Ketika artikel ini ditulis pada Kamis (31/7/2025) pukul 18.42 WIB, laman PIP Kemenag pada tautan https://pipmadrasah.kemenag.go.id/ sedang mengalami eror. Ketika disampaikan kepada Amien Suyitno, ia menyatakan pihaknya akan mengecek dan memperbaiki kembali.

    “Hari ini aja mungkin (sedang eror). Nanti saya cek lagi,” tegasnya.

    Cara Daftar PIP Madrasah Tahap II

    Usai pencairan dana PIP Madrasah tahap I, Kemenag segera membuka pendaftaran PIP Madrasah tahap kedua. Adapun syarat dan cara mendaftarnya berdasarkan aturan terkait, yakni:

    1. Ditujukan bagi siswa madrasah berusia 6-21 tahun dari keluarga miskin/rentan miskin.

    2. Siswa tercatat aktif di satuan pendidikan Madrasah yang memiliki Nomor Statistik Madrasah (NSM).

    3. Siswa madrasah memiliki NISN dan NIK yang valid dari Education Management Information System (EMIS).

    4. Siswa dari keluarga miskin/rentan miskin yang diusulkan oleh madrasah melalui persetujuan Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari Kepala Desa/Kelurahan dengan mempertimbangkan kriteria:

    • Siswa berstatus yatim/piatu/yatim piatu/anak yang tinggal di panti asuhan.
    • Siswa berasal dari daerah yang terdampak bencana alam.
    • Siswa berkebutuhan khusus.
    • Siswa yang orang tua/walinya berstatus narapidana di lembaga pemasyarakatan.
    • Siswa yang berstatus sebagai tersangka atau narapidana di rumah tahanan atau lembaga pemasyarakatan.
    • Siswa putus sekolah yang kembali bersekolah.
    • Siswa yang mendapat rekomendasi tidak mampu dari Kepala Madrasah dibuktikan dengan Surat Pertanggungjawaban Mutlak (SPTJM).

    Siswa didaftarkan atau diusulkan oleh pemangku kepentingan yang bersumber melalui EMIS.

    Demikianlah informasi terbaru tentang PIP Madrasah Kemenag 2025. Semoga bermanfaat ya detikers!

    (det/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Beasiswa ke Australia, Siap-siap Kuota Mahasiswa Ditambah!


    Jakarta

    Detikers berminat kuliah dengan beasiswa ke Australia? Kabar baik, Pemerintah Australia akan menambah jumlah penerimaan mahasiswa internasional di Australia tahun depan.

    Kuota mahasiswa internasional akan naik 9 persen menjadi 295.000 orang pada 2026. Sekitar dua pertiga mahasiswa akan dialokasikan untuk perguruan tinggi, sedangkan sepertiga lainnya untuk pelatihan dan sektor vokasi.

    Lebih lanjut, universitas di Australia mulai tahun depan juga wajib menyediakan akomodasi mahasiswa tambahan. Kebijakan ini bertujuan agar mahasiswa Australia maupun internasional dapat menghuni tempat tinggal yang aman dan terjamin.


    Berdasarkan catatan Kedubes Australia, rekor sebanyak 24.000 mahasiswa asal Indonesia belajar di negara kanguru pada 2025.

    “Kami menantikan untuk menyambut lebih banyak warga Indonesia belajar di Australia. Mahasiswa Indonesia menambah nilai bagi kampus-kampus kami dan membantu memperkuat hubungan antara kedua negara kita,” kata Duta Besar Australia Rod Brazier dalam laman Kedutaan Besar Australia di Indonesia, Jumat (8/8/2025).

    Sebagai bagian dari kebijakan ini, universitas negeri di Australia akan dibolehkan mengajukan permohonan untuk menambah alokasi mahasiswa internasional masing-masing pada 2026, khususnya untuk meningkatkan hubungan dengan Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lain. Caranya baik melalui penawaran pendidikan, kemitraan, kampus cabang, keterlibatan alumni, dan pemberian beasiswa.

    Sementara itu berdasarkan laman resmi Study Australia, saat ini, beasiswa pendidikan tinggi, hibah, dan bantuan keuangan untuk studi dan riset di negara kanguru ini antara lain disediakan oleh Pemerintah Australia, penyedia layanan pendidikan, organisasi publik, maupun institusi swasta.

    Sejumlah program bahkan merupakan beasiswa penuh, yang meliputi tiket pesawat PP, uang kuliah, biaya hidup, dan lain sebagainya. Jelang peningkatan kuota mahasiswa asal Indonesia dan Asia Tenggara di Australia, yuk, cek beberapa program beasiswa yang bisa dilamar di bawah ini!

    Beasiswa ke Australia

    1. Australia Awards Scholarships – Beasiswa AAS

    Berdasarkan penerimaan 2025, berikut syarat dan jadwal beasiswa tanpa syarat usia jenjang S2 dan S3 dari Pemerintah Australia ini:

    Syarat Beasiswa AAS

    • IPK pelamar S2: 3,0 untuk pegawai Pemerintah Indonesia/umum, 2,75 untuk kelompok sasaran ekuitas; harus sesuai dengan program prioritas
    • IPK pelamar S3: 2,9 untuk pegawai Pemerintah Indonesia/umum, 2,75 untuk kelompok sasaran ekuitas; harus sesuai dengan program prioritas

    Dokumen Beasiswa AAS

    • Ijazah sekolah menengah atau perguruan tinggi
    • Transkrip nilai sekolah menengah atau perguruan tinggi
    • Akta kelahiran
    • KTP
    • Riwayat hidup
    • Tes bahasa Inggris
    • Academic referee
    • Deklarasi badan nominasi
    • Surat keputusan pengangkatan PNS
    • Hasil IELTS, TOEFL, atau PTE
    • Laporan peninjauan akademis

    Jadwal Beasiswa AAS

    • Pendaftaran: Februari-April
    • Pengumuman hasil seleksi dan kandidat wawancara: Juni
    • Wawancara & tes IELTS: Juli
    • Pengumuman hasil akhir: Agustus

    Komponen Beasiswa AAS

    • Biaya kuliah penuh
    • Tiket pesawat PP
    • Tunjangan kedatangan
    • Biaya hidup
    • Program akademik pengantar, meliputi info kehidupan dan studi di Australia
    • Asuransi kesehatan mahasiswa luar negeri
    • Biaya les bahasa Inggris
    • Dukungan akademis tambahan jika perlu
    • Tiket pesawat kerja lapangan untuk program riset atau program kuliah yang memiliki komponen penelitian

    2. Australia for ASEAN Scholarship – Beasiswa Aus4ASEAN

    Berdasarkan penerimaan 2025, bidang studi prioritas beasiswa ini meliputi maritim, konektivitas, ekonomi, kerja sama pembangunan berkelanjutan. Pendaftar beasiswa AAS juga akan dipertimbangkan untuk menerima beasiswa Aus4ASEAN.

    Beasiswa ini dibuka untuk jenjang S2, baik program Master by coursework maupun Master by research. Penerima beasiswa juga akan berpartisipasi pada program ASEAN Emerging Leaders Program yang meliputi kesempatan belajar, berjejaring, dan mengembangkan diri.

    Beasiswa ini diutamakan bagi calon mahasiswa yang sudah mendaftar ke kampus yang turut mendanai program ini bersama Pemerintah Australia. Berikut daftar kampusnya:

    • Australian National University
    • Bond University
    • Deakin University
    • Griffith University
    • Monash University
    • Queensland University of Technology
    • RMIT University
    • Swinburne University of Technology
    • University of Adelaide
    • University of Melbourne
    • University of New South Wales
    • University of Queensland
    • University of Southern Queensland
    • University of Sydney
    • University of Tasmania

    Berdasarkan informasi beasiswa dari University of Southern Queensland (UniSQ), periode pendaftaran beasiswa Aus4ASEAN pada 2024 lalu berlangsung pada 13 Maret-30 April. Komponen beasiswanya meliputi:

    • Tiket pesawat PP
    • Tunjangan kedatangan
    • Uang kuliah penuh
    • Bantuan biaya hidup
    • Program pengenalan akademis
    • Asuransi mahasiswa
    • Dukungan akademis tambahan
    • Tunjangan lapangan untuk mahasiswa riset dan mahasiswa program Master by research
    • Mengikuti the Indo-Pacific Emerging Leaders Program.

    Sementara itu, syarat mendaftar di UniSQ dengan beasiswa Aus4ASEAN yaitu:

    • Skor bahasa Inggris minimal IELTS 6.5
    • Merampungkan kuliah 3 tahun di kampus Australia atau yang setara, dengan opsi:
      – IPK 5 dari 7 atau yang setara, pada bidang yang relevan
      – Merampungkan kuliah jenjang Master program coursework dengan IPK 5 dari 7 atau yang setara, pada bidang yang relevan
    • Penerimaan bergantung pada ketersediaan dan rekomendasi dari supervisor UniSQ.

    3. Beasiswa Short Courses

    Beasiswa pelatihan ini disediakan sebagai bagian Australia Awards in Indonesia. Kursus 2 pekan ini digelar di Australia dan 1-2 lokakarya di Indonesia. Berikut sejumlah contoh kursus yang dibuka:

    • At The Forefront of Film: Screenwriting and Directing, Griffith University, 2024
    • Momen-led MSMEs – Ready to Export, RMIT, 2024
    • Sustainable Finance in Indonesia: Transforming Challenges into Opportunities, University of Technology Sydney, 2024
    • Strengthening the Higher Education Systems in Indonesia, Australian National University, 2025
    • Advancing Indonesia’s Sports Industry: Opportunities and Strategies for Growth, Melbourne Business School, 2025

    Penerima beasiswa Short Course AAI akan mendapat:

    • Lokakarya di Indonesia, sebelum dan sesudah kursus, beserta tiket PP ke lokasi lokakarya di Indonesia
    • Biaya akomodasi
    • Uang saku di Australia dan Indonesia
    • Biaya pendidikan
    • Tiket PP ke lokasi kursus di Australia
    • Visa dan asuransi kesehatan Australia selama durasi short course.

    Jadwal pendaftaran short course Australia Awards in Indonesia berbeda-beda. Pantau berkala infonya di https://www.australiaawardsindonesia.org/.

    4. Beasiswa Research Training Program (RTP)

    Pemerintah Australia juga mendanai beasiswa RTP, yang terdiri dari program gelar research doctorate dan research masters. Sedangkan pendaftarannya dibuka di universitas tujuan masing-masing.

    Pendanaan RTP bersifat fleksibel. Pelajar dapat ditawarkan beasiswa dengan salah satu atau beberapa dari komponen berikut:

    • Pengurangan biaya kuliah
    • Tunjangan hidup
    • Tunjangan terkait biaya tambahan studi

    Sebagai contoh, beasiswa RTP di The University of Sydney terdiri dari RTP Stipend Scholarship dan RTP Fee Offset. Jenis yang pertama dibuka untuk mahasiswa domestik dan internasional, meliputi biaya hidup AUD 41.735 per tahun atau Rp per tahun, tunjangan relokasi, dan tunjangan tesis.

    Sedangkan RTP Fee Offset dibuka untuk mahasiswa internasional. Penerima RTP jenis pertama otomatis juga mendapat beasiswa jenis kedua ini. Komponen beasiswanya meliputi uang kuliah 100 persen hingga 14 periode riset dan asuransi kesehatan mahasiswa luar negeri.

    Jadwal pendaftaran beasiswa RTP di kampus ini terdiri dari beberapa periode riset. Cek infonya dengan klik di SINI.

    5. Beasiswa Kampus Australia Lainnya

    Beasiswa yang disediakan kampus-kampus Australia dapat dicari tahu melalui laman https://search.studyaustralia.gov.au/. Cek jenjang studi, komponen beasiswa, jadwal, dan kriteria penerima beasiswa yang dicari kampus Australia tujuan melalui laman ini.

    Nah, itu dia beberapa jenis beasiswa ke Australia yang bisa dicoba. Yuk, persiapkan diri!

    (twu/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Siap-siap, Pendaftaran Beasiswa GKS 2026 Dibuka Mulai 15 September



    Jakarta

    Pendaftaran beasiswa program sarjana GKS tahun 2026 akan dibuka pada 15 September 2025. Hal tersebut diungkapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Institut Pendidikan Internasional Korea Selatan.

    Berdasarkan laman resmi Korea.net, panitiaGKS membuka kuota bagi 280 mahasiswa internasional dari 71 negara. Pendaftaran dibuka hingga 31 Oktober 2025.


    GKS atau Global Korea Scholarship adalah program beasiswa penuh yang dikelola oleh National Institute for International Education (NIIED), lembaga eksekutif di bawah kementerian pendidikan Korea Selatan.

    Beasiswa ini diberikan oleh Pemerintah Korea Selatan kepada mahasiswa Internasional yang ingin kuliah di Korea untuk jenjang D2, S1, S2, dan S3. Beasiswa GKS bertujuan untuk mengembangkan sumber daya manusia internasional dengan Korea Selatan di luar negeri.

    Apa saja manfaat beasiswa GKS? Simak di bawah ini.

    Manfaat Beasiswa GKS Sarjana 2026

    Melansir laman Atase Pendidikan KBRI di Korea Selatan, manfaat beasiswa GKS mencakup:

    Tiket pesawat PP Indonesia-Korea pada awal dan akhir masa penerimaan beasiswa.

    Tunjangan awal saat pertama kali tiba di Korea sejumlah 200 ribu KRW (Rp 2,3 juta)

    Tunjangan untuk mahasiswa Program Sarjana senilai 900 ribuKRW (Rp 10,6 juta) setiap bulan, mahasiswa Program Magister 1 jutaKRW (Rp 11,8 juta) setiap bulan, dan pelajar Program Riset diberikan tunjangan senilai 1,5 jutaKRW (Rp 17,7 juta) setiap bulan.

    Tunjangan penelitian sejumlah 210.000-240.000 KRW (Rp 2,48 juta-Rp 2,83 juta) per semester.

    Biaya belajar bahasa Korea selama 1 tahun sebelum perkuliahan

    Tanggungan penuh biaya perkuliahan

    Asuransi kesehatan sebesar 20 ribu KRW (Rp 236 ribu) per bulan.

    Hibah Kemampuan Bahasa Korea sejumlah 100 ribu KRW (Rp 1,18 juta) per bulan bagi penerima beasiswa GKS yang memiliki TOPIK level 5 dan 6.

    Hibah Penyelesaian Beasiswa 100 ribu KRW (Rp 1,18 juta).

    Syarat Beasiswa GKS 2026

    Pelamar harus memiliki kesehatan yang memadai, baik mental maupun fisik, untuk tinggal di negara asing untuk waktu yang lama.

    Harus berusia di bawah 25 tahun pada tanggal masuk (untuk jenjang S1)

    Telah menyelesaikan atau dijadwalkan untuk menyelesaikan pendidikan formal semua kursus dasar, menengah, dan menengah pada tanggal kedatangan (S1)

    Memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (GPA) di atas 80% dari institusi pendidikan terakhir

    Dokumen Pendaftaran BeasiswaGKS 2026

    Satu set dokumen asli lengkap yang terdiri dari:
    a. Form 1: Formulir pendaftaran
    b. Form 2: NIIED Pledge
    c. Form 3: Personal Statement
    d. Form 4: Study Plan
    e. Form 5: 2 Surat rekomendasi
    f. Form 6: Completed Self Medical Assessment
    g. Form 7: Sertifikat dan penghargaan lainnya (opsional)
    h. Form 8: Hasil tes kesehatan pelamar

    Seluruh dokumen di atas dapat diunduh pada link berikut: https://www.studyinkorea.go.kr.

    Informasi lebih lanjut mengenai Beasiswa GKS 2026 dapat dicek melalui http://posspika.kemdikbud.go.id/beasiswa-gks. Bagaimana detikers, tertarik mendaftar?

    (nir/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa TAMBA SAMBA 2026, Kuliah Gratis di LA-Dapat Rp 41,2 Juta per Bulan


    Jakarta

    Pendaftaran beasiswa TAMBA SAMBA Scholarship 2026-2027 sedang dibuka hingga 30 September 2025. Penerima beasiswa akan berkuliah University of Southern California (USC) Marshall School of Business, Los Angeles, California, Amerika Serikat.

    TAMBA SAMBA merupakan akronim dari Thohir AUSCI MBA dan Soeryadjaya AUSCI MBA. Dikutip dari laman Alumni USC Indonesia (AUSCI), beasiswa penuh untuk kuliah program International Business Education and Research (IBEAR) MBA ini disponsori oleh Yayasan Mochamad Thohir and William & Lily Foundation.


    Penerima beasiswa diharapkan berkomitmen untuk memberikan dampak positif pada lanskap bisnis Indonesia. Selama masa studi, awardee akan dibekali perspektif global dan keterampilan untuk menavigasi dunia bisnis internasional.

    Beasiswa TAMBA SAMBA Scholarship 2026-2027

    Berikut komponen beasiswa yang akan diperoleh awardee:

    • Biaya kuliah penuh, termasuk asuransi kesehatan
    • Tunjangan hidup USD 2.500 (Rp 41,2 juta) per bulan
    • Tiket pesawat pulang-pergi

    Syarat Beasiswa TAMBA SAMBA 2026-2027

    Pendaftar TAMBA SAMBA Scholarship disyaratkan memiliki setidaknya 6 tahun pengalaman kerja. Berikut syarat selengkapnya:

    • Berkewarganegaraan Indonesia
    • Pengalaman kerja profesional minimal 6 tahun
    • Usia maksimal 40 tahun per 30 September 2025
    • Pendidikan minimal S1 atau yang setara
    • Tidak pernah memiliki gelar S2 atau S3 dari universitas manapun
    • Rekam kinerja akademis luar biasa dari universitas terkemuka
    • Menunjukkan kemampuan kepemimpinan yang kuat
    • Aktif dalam pelayanan masyarakat dan/atau inisiatif kewirausahaan
    • Berkomitmen untuk bekerja di Indonesia dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi negara setelah lulus, minimal 5 tahun komitmen
    • Seleksi beasiswa menghargai prestasi, tetapi pelamar dengan kebutuhan keuangan riil juga didorong untuk melamar.

    Syarat Dokumen Pendaftaran

    • Kartu identitas berupa KTP atau paspor
    • Resume sepanjang 1-2 halaman
    • Ijazah
    • Transkrip akademik
    • Sertifikat kemampuan bahasa Inggris dengan skor minimal 95 untuk TOEFL atau 7 untuk IELTS
    • Pernyataan pribadi (personal statement) tentang “Apa yang mendefinisikan siapa Anda dan diri Anda di masa depan?” sepanjang 750 kata
    • Pernyataan dukungan (supporting essay) sesuai format di https://bit.ly/TAMBASAMBASupportingEssay2025
    • Dua surat rekomendasi
    • Hasil tes terstandar GMAT atau GRE, tidak wajib tetapi sangat dianjurkan.

    Jadwal Beasiswa TAMBA SAMBA 2026-2027

    • Pendaftaran: 1 Juni-30 September 2025
    • Pengumuman calon penerima beasiswa: 15 Oktober 2025
    • Batas pengiriman video sesuai topik: 31 Oktober 2025 pukul 17.00 WIB
    • Wawancara: 8 November 2025
    • Wawancara akhir dengan pihak Kantor Penerimaan USC Marshall: 15 November 2025
    • Pengumuman hasil seleksi: 15 Desember 2025

    Informasi beasiswa TAMBA SAMBA Scholarship lebih lanjut dapat diakses melalui https://ausci.org/scholarship/. Semoga bermanfaat, detikers!

    (twu/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa Unggulan dari Pemerintah Swiss, Tunjangan Bulanan Capai Rp 70 Juta



    Jakarta

    Pemerintah Swiss kembali membuka program Swiss Government Excellence Scholarships bagi mahasiswa internasional dari 183 negara, termasuk Indonesia. Beasiswa ini dianggap sebagai salah satu penghargaan akademik internasional prestisius, kerap dibandingkan dengan program seperti Beasiswa Fulbright karena keketatan dan dampaknya.

    Setiap tahun, penerima beasiswa akan diseleksi dengan ketat oleh Federal Commission for Scholarships for Foreign Students (FCS). Program ini terutama menyasar peneliti muda berbakat yang telah menyelesaikan studi magister atau doktoral dan ingin melanjutkan penelitian di lembaga pendidikan tinggi maupun institut riset di Swiss.

    Untuk pelamar dari Indonesia, periode pendaftaran dibuka mulai 4 Agustus hingga 8 Desember 2025 seperti dikutip dari laman State Secretariat for Education, Research and Innovation SERI. Penelitian dan studi akan dimulai pada 1 September 2026.


    Jenis Beasiswa Swiss Government Excellence Scholarships

    Terdapat tiga kategori utama dalam program ini:

    1. Research Fellowship

    Tujuan:

    – Beasiswa ini memungkinkan pelamar terpilih untuk melaksanakan proyek penelitian satu tahun sebagai bagian dari studi doktoral mereka di institusi pendidikan tinggi Swiss atau lembaga penelitian yang diakui

    – Hanya berlaku untuk penelitian penuh waktu di Swiss

    Kelompok Sasaran:

    – Peneliti muda berkualifikasi tinggi dari semua bidang akademik, termasuk dokter muda

    – Prioritas akan diberikan kepada individu yang belum pernah belajar atau melakukan penelitian di Swiss (lihat kriteria kelayakan untuk pengecualian).

    Kriteria:

    – Gelar Magister atau setara yang diselesaikan paling lambat 31 Juli 2026 (untuk ETH Zurich: 30 Juni 2026)

    – Tanggal lahir setelah 31 Desember 1990

    – Rencana penelitian terperinci dengan lini masa yang merinci tonggak dan kegiatan utama

    – Pelamar harus memiliki surat dukungan dari pembimbing akademik di Swiss (termasuk CV singkat)

    – Jika pelamar sudah berdomisili di Swiss: tanggal masuk tidak boleh lebih awal dari 1 Agustus 2025 (serahkan salinan konfirmasi pendaftaran atau izin tinggal).

    Kriteria seleksi:

    – Profil akademis, kompetensi penelitian, dan motivasi

    – Orisinalitas dan kualitas metodologis proyek

    – Kualitas supervisi dan potensi kolaborasi di masa mendatang

    Durasi:

    – Maksimal 12 bulan dan tidak ada perpanjangan

    – Tanggal mulai: 1 September 2026

    Besar beasiswa: CHF 1.920 (sekitar Rp 35 juta) per bulan untuk biaya hidup dasar satu orang (Beasiswa ini bukan gaji)

    2. PhD Scholarship

    Tujuan:

    – Beasiswa ini ditujukan untuk mendukung pelamar terpilih dalam menempuh program PhD di universitas atau lembaga penelitian terakreditasi di Swiss.

    – Hanya berlaku untuk penelitian penuh waktu di Swiss.

    Kelompok sasaran:

    – Peneliti berkualifikasi tinggi yang telah menyelesaikan gelar magister di bidang akademik apa pun

    – Prioritas akan diberikan kepada individu yang belum pernah belajar atau melakukan penelitian di Swiss (lihat kriteria kelayakan untuk pengecualian).

    Kriteria:

    – Gelar Magister atau setara yang diselesaikan paling lambat 31 Juli 2026 (untuk ETH Zurich: 30 Juni 2026)

    – Tanggal lahir setelah 31 Desember 1990

    – Rencana penelitian terperinci dengan lini masa yang merinci tonggak dan kegiatan utama

    – Pelamar harus memiliki surat dukungan dari pembimbing akademik di Swiss (termasuk CV singkat)

    – Jika pelamar sudah berdomisili di Swiss: tanggal masuk tidak boleh lebih awal dari 1 Agustus 2025 (serahkan salinan konfirmasi pendaftaran atau izin tinggal).

    Kriteria seleksi:

    – Profil akademis, kompetensi penelitian, dan motivasi

    – Orisinalitas dan kualitas metodologis proyek

    – Kualitas supervisi dan potensi kolaborasi di masa mendatang

    Durasi:

    – 12 bulan, dapat diperpanjang dua kali hingga 36 bulan (tergantung pada kemajuan akademis selama 12 bulan pertama)

    – Tanggal mulai: 1 September 2026

    Besar beasiswa: CHF 1.920 (sekitar Rp 35 juta) per bulan untuk biaya hidup dasar satu orang (Beasiswa ini bukan gaji)

    3. Postdoctoral Fellowship

    Tujuan:

    – Beasiswa ini memungkinkan para peneliti untuk melaksanakan proyek penelitian pascadoktoral di universitas Swiss atau lembaga penelitian yang diakui

    – Hanya berlaku untuk penelitian penuh waktu di Swiss.

    Kelompok sasaran:

    – Peneliti pascadoktoral awal karier yang berkualifikasi tinggi.

    – Prioritas akan diberikan kepada individu yang belum pernah belajar atau melakukan penelitian di Swiss (lihat kriteria kelayakan untuk pengecualian).

    Kriteria kelayakan:

    – Penyelesaian disertasi PhD antara 1 Januari 2023 dan 31 Juli 2026 (ETH Zürich: 30 Juni 2026)

    – Rencana penelitian terperinci dengan lini masa yang merinci tonggak dan kegiatan utama.

    – Pelamar harus memiliki surat dukungan dari pembimbing akademik di Swiss (termasuk CV singkat)

    – Jika pelamar sudah berdomisili di Swiss: tanggal masuk tidak boleh lebih awal dari 1 Agustus 2025 (serahkan salinan konfirmasi pendaftaran atau izin tinggal).

    Durasi:

    – Periode maksimum 12 bulan dan tidak dapat diperpanjang

    – Tanggal mulai: 1 September 2026.

    Besar beasiswa: CHF 3.500 (Rp 70 juta) per bulan untuk biaya hidup dasar satu orang (Beasiswa ini bukan gaji)

    Daftar Universitas di Swiss

    Program PhD, Postdoctoral scholarships and research fellowships

    • University of Basel
    • University of Bern
    • University of Fribourg
    • University of Geneva
    • University of Lausanne
    • University of Lucerne
    • University of Neuchâtel
    • University of St. Gallen
    • University of Zurich
    • Università della Svizzera italiana
    • Swiss Federal Institute of Technology Lausanne (EPFL)
    • Swiss Federal Institute of Technology Zurich (ETHZ)
    • Research Institutes of the ETH Domain (PSI; WSL; EMPA; EAWAG)
    • Graduate Institute of International and Development Studies (IHEID)

    Program Postdoctoral Scholarships dan Research Fellowships

    • University of Applied Sciences and Arts Western Switzerland (HES-SO)
    • Bern University of Applied Sciences (BFH)
    • University of Applied Sciences Northwestern Switzerland (FHNW)
    • Eastern Switzerland University of Applied Sciences (OST)
    • University of Applied Sciences of the Grisons (FHGR)
    • Lucerne University of Applied Sciences and Arts (HSLU)
    • University of Applied Sciences and Arts of Southern Switzerland (SUPSI)
    • Zurich University of Applied Sciences (ZHAW)
    • Universities of teacher education
    • UniDistance Suisse(presence in Switzerland mandatory)
    • Swiss Federal University for Vocational Education and Training (SFUVET)
    • Swiss Federal Institute of Sport Magglingen (SFISM)

    *Penulis adalah peserta Program PRIMA Magang PTKI Kementerian Agama di detikcom

    (pal/pal)



    Sumber : www.detik.com