Tag: edukasi finansial

  • Genjot Literasi Keuangan Anak, Ajaib Luncurkan ‘Aura of The Future Fund’


    Jakarta

    Bertepatan dengan Hari Anak Nasional, Ajaib meluncurkan ‘Aura of the Future Fund’. Inisiatif berkelanjutan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan anak dan remaja.

    Inisiatif yang diluncurkan pekan lalu ini sekaligus menjadi kegiatan perdana yang mengawali gerakan #SIAPinvestasi, program Ajaib yang fokus ke peningkatan keamanan dan literasi keuangan bagi investor retail di Indonesia

    Inisiatif Aura of the Future Fund berangkat dari kesenjangan antara adopsi digital yang tinggi dan literasi keuangan yang masih rendah di kalangan generasi muda. Riset dari MicroSave menunjukkan 78% anak muda Indonesia belum memahami produk dan layanan keuangan secara mendalam, padahal 45,5% dari mereka aktif menggunakan layanan keuangan digital.


    Kondisi ini membuka celah bagi risiko kejahatan finansial seperti investasi bodong dan pinjaman online ilegal.

    Direktur Utama Ajaib Sekuritas Juliana mengatakan anak-anak dan remaja sangat terbuka terhadap dunia digital, tapi mereka butuh dibekali pengetahuan untuk mengelola keuangan secara bijak serta menghindari penipuan.

    “Aura of the Future Fund adalah bentuk komitmen kami untuk membekali mereka melalui edukasi keuangan, termasuk identifikasi risiko serta cara menghindari penipuan – terutama di ruang digital,” tuturnya dalam keterangan tertulis, Selasa (29/7/2025).

    Program Aura Fund akan mencakup beberapa kegiatan:

    ● Kelas Literasi Keuangan: Kelas yang menyenangkan dan sesuai usia di sekolah-sekolah dan komunitas.

    ● Kolaborasi dengan Inspirator Muda: Bermitra dengan figur-figur muda inspiratif seperti Dhika untuk menjangkau lebih banyak komunitas.

    ● Konten Edukasi Digital: Konten yang mudah diakses di aplikasi Ajaib dan media sosial.

    “Melalui Aura of the Future Fund, kami ingin mengambil peran aktif dalam membentuk masa depan finansial anak-anak Indonesia. Kami percaya bahwa kebiasaan finansial yang sehat harus ditanamkan sejak dini, salah satunya melalui akses terhadap edukasi keuangan. Hal ini sesuai dengan misi kami menyambut generasi baru di layanan keuangan modern,” tutur Juliana.

    Sebagai langkah awal Aura of the Future Fund, Ajaib mengundang Rayyan Arkan Dhika, seorang anak berusia 11 tahun dari Riau yang dikenal karena kecintaannya pada tarian Pacu Jalur, untuk menerima perlengkapan sekolah dan akses reksa dana pendidikan. Ajaib juga akan memberikan dukungan yang sama kepada seluruh tim Pacu Jalur Dhika.

    “Saya senang sekali bisa datang ke Jakarta dan bertemu tim Ajaib,” ujar Dhika.

    “Ini membuat saya semakin semangat belajar tentang keuangan dan cara menabung untuk masa depan. Saya berharap teman-teman saya juga bisa belajar agar kita semua lebih pintar mengatur uang,” sambungnya.

    Gerakan ini merupakan bagian dari Ajaib Protect, komitmen menyeluruh dari Ajaib untuk memberikan perlindungan dan edukasi bagi seluruh investor di Indonesia, dari keamanan platform yang terus diperbarui dengan teknologi terbaru hingga program #SiapInvestasi yang fokus ke peningkatan dan literasi investasi.

    (prf/ega)

    Sumber : finance.detik.com

    Alhamdulillah Haji Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad Ekonomi Bisnis uang dolar
    ilustrasi sumber : unsplash.com / adam nir
  • Aset Kripto Terus Berkembang di RI, Begini Datanya


    Jakarta

    Instrumen investasi kripto saat ini terus mengalami perkembangan. Dibutuhkan edukasi dan literasi agar instrumen ini bisa digunakan dengan bijak oleh masyarakat.

    Dari sisi transaksi aset crypto, data terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pada Januari 2025 mencapai Rp 44,07 triliun. Tingginya potensi dan volume transaksi di kedua sektor ini mencerminkan masa depan yang menjanjikan bagi industri fintech dan aset crypto di Indonesia.

    Industri fintech dalam negeri diproyeksikan akan terus tumbuh. Berdasarkan laporan dari Mordor Intelligence, industri fintech Indonesia pada tahun 2025 dapat mencapai $20,93 miliar atau sekitar Rp341,1 triliun.


    Chief Marketing Officer PINTU Timothius Martin menjelaskan kolaborasi dan partisipasi aktif guna mendorong peningkatan kesadaran dan penetrasi aset crypto menjadi bagian dari komitmen kami untuk mendukung kemajuan industri aset crypto di Indonesia.

    “Potensi aset crypto masih sangat besar untuk itu kami akan melanjutkan program edukasi dan literasi ini yang diharapkan dapat memberikan informasi menyeluruh tentang aset crypto, potensi, dan risikonya,” kata dia dalam siaran pers, Kamis (24/4/2025).

    Director of Communications DANA Indonesia Olavina Harahap mengungkapkan memberi dukungan ke program edukasi dan literasi yang dilakukan oleh PINTU. Sesuai dengan visi perusahaan edukasi adalah bagian dari upaya untuk terus meningkatkan literasi dan menyejahterakan keuangan masyarakat Indonesia.

    “Diskusi mengenai aset crypto menjadi pembahasan yang menarik sekaligus menambah pengetahuan lebih dalam mengenai instrumen investasi crypto yang masih relatif baru namun terus mengalami perkembangan positif. Kami berharap kolaborasi edukasi antar industri tekfin yang inovatif bisa terus berjalan untuk menciptakan ekosistem digital yang aman, sehat, dan berkelanjutan,” ujar dia.

    PT Pintu Kemana Saja (PINTU) memperluas program literasi dan edukasi mengenai aset crypto dan teknologi blockchain di Indonesia. Kali ini, PINTU berkolaborasi dalam program Pintu Goes to Office bertemakan Crypto Office Hour dengan PT Espay Debit Indonesia Koe (DANA) selaku aplikasi dompet digital terkemuka di Indonesia.

    ‘Lihat juga video: Peran Ajaib Kripto Dalam Kemajuan Kripto di Indonesia’

    (kil/kil)



    Sumber : finance.detik.com

  • Terseret Dugaan Penipuan Kripto Miliaran, Siapa Sebenarnya Timothy Ronald?


    Jakarta

    Influencer Timothy Ronald terseret dalam laporan dugaan penipuan trading kripto yang sedang ditangani aparat penegak hukum. Laporan itu berkaitan dengan aktivitas trading kripto yang disebut-sebut menyebabkan sejumlah orang mengalami kerugian.

    Pelapor berinisial Y menyebut para korban mayoritas berusia 18-27 tahun dan nilai kerugian yang dilaporkan mencapai miliaran rupiah. Korban mengaku mendapat janji keuntungan ratusan persen dari kripto namun berujung merugi.

    Timothy bukanlah nama asing di jagat kripto Indonesia yang dikenal luas sebagai influencer dan pegiat trading aset digital. Lewat berbagai konten edukasi, kelas dan komunitas yang ia kelola, Timothy membangun citra sebagai sosok yang aktif mempopulerkan investasi kripto.


    Dalam catatan detikcom, Timothy Ronald mulai menyelami dunia investasi sejak usianya menginjak 15 tahun. Terinspirasi oleh legenda investasi seperti Warren Buffett dan buku-buku fundamental seperti ‘The Intelligent Investor’ karya Benjamin Graham serta ‘Security Analysis’, ia mempelajari setiap seluk-beluk pasar modal.

    “Investasi bukan sekadar tentang mencari keuntungan, tapi kita juga harus memahami bagaimana cara kerja bisnis yang sebenarnya,” ungap Timothy dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (12/1/2026).

    Berjualan pomade dan sedotan adalah caranya bisa memiliki modal awal berinvestasi di pasar modal. Di usia 19 tahun, pria kelahiran 22 September tahun 2000 itu mendirikan Ternak Uang, sebuah platform edukasi finansial dengan misi meningkatkan literasi finansial masyarakat Indonesia.

    Melihat perkembangan pesat teknologi blockchain dan aset kripto, Timothy juga mendirikan Akademi Crypto. Platform ini berfokus pada pengajaran teknologi blockchain dan investasi kripto kepada generasi muda.

    Dilansir dari laman Linkedin pribadinya, Timothy pernah menduduki posisi penting di sejumlah perusahaan antara lain owner di Ternak Uang, CEO di Akademi Crypto, Commissioner di Holywings Group dan Co-Owner di FLOQ.

    Saat ini, Timothy aktif membagikan konten seputar investasi di platform YouTube pribadinya @TimothyRonald. Ia berpartner dengan rekannya sesama trader, Kalimasada, yang juga terseret dalam laporan tersebut.

    Saksikan juga Ekslusif Update, Suyudi: UU Narkoba Penting untuk Direvisi agar Relevan

    Tonton juga video “Modus Pria Bandung Bobol Situs Kripto London Rp 6,6 M”

    (acd/acd)



    Sumber : finance.detik.com

  • Rekam Jejak Timothy Ronald, Influencer yang Terseret Kasus Kripto


    Jakarta

    Nama influencer Timothy Ronald muncul dalam laporan dugaan penipuan terkait aktivitas trading kripto. Pengaduan tersebut dilayangkan sehubungan dengan transaksi aset digital yang disebut telah menimbulkan kerugian bagi sejumlah pihak.

    Pelapor berinisial Y menyampaikan bahwa para korban sebagian besar berasal dari kelompok usia 18 hingga 27 tahun dengan total kerugian yang dilaporkan mencapai miliaran rupiah. Para korban mengaku sempat dijanjikan imbal hasil ratusan persen dari investasi kripto, namun justru berakhir dengan kerugian.

    Timothy bukanlah nama asing di jagat kripto Indonesia yang dikenal luas sebagai influencer dan pegiat trading aset digital. Lewat berbagai konten edukasi, kelas dan komunitas yang ia kelola, Timothy membangun citra sebagai sosok yang aktif mempopulerkan investasi kripto.


    Dalam catatan detikcom, Timothy Ronald mulai menyelami dunia investasi sejak usianya menginjak 15 tahun. Terinspirasi oleh legenda investasi seperti Warren Buffett dan buku-buku fundamental seperti ‘The Intelligent Investor’ karya Benjamin Graham serta ‘Security Analysis’, ia mempelajari setiap seluk-beluk pasar modal.

    “Investasi bukan sekadar tentang mencari keuntungan, tapi kita juga harus memahami bagaimana cara kerja bisnis yang sebenarnya,” ungkap Timothy dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (12/1/2026).

    Berjualan pomade dan sedotan adalah caranya bisa memiliki modal awal berinvestasi di pasar modal. Di usia 19 tahun, pria kelahiran 22 September tahun 2000 itu mendirikan Ternak Uang, sebuah platform edukasi finansial dengan misi meningkatkan literasi finansial masyarakat Indonesia.

    Melihat perkembangan pesat teknologi blockchain dan aset kripto, Timothy juga mendirikan Akademi Crypto. Platform ini berfokus pada pengajaran teknologi blockchain dan investasi kripto kepada generasi muda.

    Dilansir dari laman Linkedin pribadinya, Timothy pernah menduduki posisi penting di sejumlah perusahaan antara lain owner di Ternak Uang, CEO di Akademi Crypto, Commissioner di Holywings Group dan Co-Owner di FLOQ.

    Saat ini, Timothy aktif membagikan konten seputar investasi di platform YouTube pribadinya @TimothyRonald. Ia berpartner dengan rekannya sesama trader, Kalimasada, yang juga terseret dalam laporan tersebut.

    Tonton juga video “Timothy Ronald Terseret Dugaan Penipuan Kripto, Kerugian Capai Rp 3 M”

    (ily/hns)



    Sumber : finance.detik.com

  • Jangan Cuma Menabung, Kenali Aset Masa Depan


    Jakarta

    Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tingginya tekanan terhadap daya beli masyarakat, literasi keuangan menjadi fondasi penting untuk membangun ketahanan finansial pribadi. Meski ekonomi Indonesia tumbuh 4,87% (yoy) pada kuartal I 2025 menurut data Kementerian Keuangan, tantangan eksternal seperti suku bunga tinggi dan ketegangan geopolitik tetap membayangi.

    Menteri Keuangan Sri Mulyani menilai perekonomian Indonesia masih cukup resilien. “Perekonomian Indonesia menunjukkan performa yang cukup tangguh di tengah perlambatan ekonomi dan ketidakpastian global,” ujarnya beberapa waktu lalu.

    Dalam kondisi ini, kebutuhan akan edukasi keuangan yang relevan dan mudah dipahami menjadi semakin mendesak. Salah satu tokoh yang aktif mengedukasi publik adalah Angga Andinata, konsisten menyuarakan pentingnya pemahaman terhadap Bitcoin sebagai bagian dari strategi keuangan jangka panjang.


    Saat itu, harga Bitcoin masih berada di kisaran Rp250 juta. Kini, dengan harga yang telah melonjak signifikan, edukasi yang disampaikan Angga terbukti memberi dampak nyata bagi banyak orang. Melalui berbagai kanal digital dan pertemuan langsung, ia rutin menyampaikan materi keuangan secara praktis-mulai dari pengelolaan keuangan dasar, dana darurat, hingga pengenalan terhadap aset masa depan seperti Bitcoin.

    “Edukasi keuangan harus berkembang. Kita tidak bisa hanya bicara menabung, tapi juga mengenali instrumen yang punya potensi lindung nilai dan kebebasan finansial,” jelasnya dalam salah satu sesi daring.

    Angga juga dikenal aktif menjangkau komunitas di berbagai daerah dengan akses literasi terbatas. Testimoni atas dampak edukasinya datang dari beragam kalangan-dari individu yang kini lebih paham mengatur keuangan, hingga yang merasakan transformasi signifikan dalam hidup mereka.

    Meski demikian, sejumlah pengamat tetap mengingatkan pentingnya kehati-hatian. “Bitcoin memang menarik, tapi volatilitasnya tinggi. Edukasi harus menyampaikan potensi dan risiko secara seimbang,” ujar Dian Wibowo dari Institute for Financial Literacy Indonesia.

    Menanggapi hal itu, Angga menegaskan pendekatannya selalu objektif dan rasional. “Saya tidak mengajak orang bermimpi instan. Justru yang saya dorong adalah pemahaman menyeluruh, supaya mereka bisa membuat keputusan berdasarkan kapasitas dan tujuan keuangan masing-masing,” ungkapnya.

    Dengan pendekatan yang konsisten, inklusif, dan berorientasi jangka panjang, Angga Andinata kini dikenal sebagai salah satu penggerak literasi keuangan digital yang memberi dampak luas di tengah dinamika ekonomi yang tak menentu.

    Tonton juga “Kabar Buruk dari Sri Mulyani Tentang Ekonomi Global” di sini:

    (fdl/fdl)



    Sumber : finance.detik.com