Tag: efek protein

  • Sudah Diet, Tapi BB Nggak Turun-turun? Bisa Jadi Ini 5 Pemicunya

    Jakarta

    Mendapatkan bentuk tubuh yang ramping dan ideal merupakan impian bagi sebagian orang. Namun, banyak orang yang merasa kesulitan untuk menurunkan berat badan, meskipun sudah menerapkan berbagai metode diet.

    Beberapa kebiasaan tidak sehat yang kerap kali masih dilakukan dapat menjadi faktor penghambat dari proses penurunan berat badan. Dikutip dari Healthline, berikut merupakan kebiasaan sehari-hari yang dapat membuat berat badan susah turun:

    1. Kurang Asupan Protein

    Protein merupakan nutrisi penting dalam proses penurunan berat badan. Sejumlah penelitian mengenai diet tinggi protein melaporkan bahwa protein dapat membantu untuk menurunkan berat badan dan mengurangi risiko penyakit jantung.


    Hal ini dapat terjadi sebab protein dapat membantu tubuh merasa kenyang lebih lama dan membantu untuk menjaga resting energy expenditure (REE), sebagian karena efek protein pada hormon pengatur nafsu makan, seperti ghrelin.

    2. Malas Bergerak

    Berolahraga secara teratur dapat membantu tubuh untuk menurunkan berat badan. Latihan aerobik dan latihan ketahanan, telah terbukti efektif dalam membantu proses penurunan berat badan, melalui berbagai penelitian.

    Berolahraga harus diimbangi dengan pendekatan diet yang tepat sebab hanya berolahraga saja tidak efektif dalam mendorong penurunan berat badan.

    3. Sering Konsumsi Gula

    Minuman manis merupakan makanan yang sangat berlemak. Organ otak dalam tubuh tidak mengompensasi kalori dengan membuat tubuh mengurangi asupan makanan lain.

    Bahkan, jus buah tidak boleh dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan. Segelas jus buah dapat mengandung gula yang sama dengan beberapa potong buah utuh.

    4. Jarang Minum Air Putih

    Mengonsumsi air putih dapat bermanfaat untuk menurunkan berat badan sebab menjaga tubuh tetap terhidrasi dapat membantu meningkatkan metabolisme dalam tubuh.

    Sebuah meta-analisis dari enam penelitian melaporkan bahwa penurunan berat badan rata-rata sebesar 5,15 persen disebabkan oleh peningkatan asupan air. Setidaknya dalam satu penelitian, hal tersebut terkait dengan penggantian minuman berkalori dengan air putih.

    5. Makan Terlalu Cepat

    Makan dengan penuh kesadaran mungkin merupakan salah satu cara yang efektif untuk menurunkan berat badan. Hal tersebut termasuk memperlambat saat makan, makan tanpa gangguan, dan menikmati setiap gigitan sembari mendengarkan sinyal alami yang mengabarkan organ otak bahwa tubuh sudah cukup.

    Berbagai penelitian melaporkan bahwa makan lebih lambat dan penuh perhatian dapat membantu tubuh merasa lebih kenyang dan mendorong proses penurunan berat badan jangka panjang.

    (suc/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto
  • Waspada! Terlalu Banyak Makan Protein Hewani Bisa Bikin Umur Pendek


    Jakarta

    Dada ayam, daging sapi, hingga telur merupakan sumber protein hewani favorit banyak orang. Namun hindari mengonsumsinya terlalu banyak karena bisa berisiko memperpendek umur. Begini kata pakar.

    Mencukupi asupan protein harian adalah hal yang sangat dianjurkan. Sebab protein berperan penting untuk kesehatan, terutama dalam memelihara atau memperbaiki jaringan tubuh yang rusak.

    Sumber protein hewani, seperti dada ayam, daging sapi, seafood, hingga telur pun bisa diandalkan. Ketersediaannya banyak, pilihannya beragam, dan rasanya enak sehingga bisa dimasukkan dalam pola makan harian.


    Mengutip HuffPost (23/9/2024), Dr. Suzanne J. Ferree menambahkan asupan protein ternyata dibutuhkan seiring pertambahan usia.

    “Teori umum menyebut bahwa kita perlu mengurangi makanan tinggi protein seiring bertambahnya usia, tetapi penelitian sebenarnya hanya mendukung hal ini pada orang yang lebih muda, tidak pada kita yang berusia di atas 50 tahun,” kata Ferree.

    Ia mengatakan orang yang lebih tua membutuhkan lebih banyak protein daripada orang dewasa yang lebih muda karena tubuh secara alami kehilangan otot seiring bertambahnya usia.

    Jadi, protein memang sangat penting. Jumlah yang dibutuhkan seseorang setiap hari bervariasi, tergantung kondisi kesehatan dan kebutuhan masing-masing orang.

    Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) merekomendasikan konsumsi protein 50 gram sehari sebagai bagian dari diet 2.000 kalori. Namun, faktanya banyak orang terlalu banyak konsumsi protein dan mendapatkannya dari sumber yang tidak sehat.

    Konsumsi protein hewani berlebih memperpendek umur

    Ilustrasi dada ayamFoto: Getty Images/iStockphoto/YelenaYemchuk

    Secara umum, sumber protein terbagi dua yaitu nabati dan hewani. Penelitian menemukan asupan protein nabati lebih sehat dibanding protein hewani.

    “Banyak orang menganggap konsumsi protein, khususnya protein hewani, penting untuk umur panjang dan pemeliharaan otot. Banyak orang pun berasumsi bahwa semakin banyak protein yang mereka konsumsi, makan semakin sehat mereka. Hal ini akhirnya mengarahkan pada konsumsi protein hewani berlebih seperti daging, susu, dan telur,” kata Dr. Monisha Bhanote, seorang dokter dan pakar umur panjang.

    Namun, faktanya konsumsi protein hewani berlebihan dapat mempercepat penuaan dan merusak kesehatan sel. Ini karena dua senyawa yaitu glikasi lanjutan (AGEs) dan trimetilamina N-oksida (TMAO).

    “AGE adalah senyawa berbahaya yang terbentuk saat protein atau lemak bercampur dengan gula dalam aliran darah,” kata Bhanote. Ia menjelaskan konsumsi makanan hewani, terutama jika dipanggang, digoreng, atau dikukus, mengandung AGE dalam jumlah tinggi.

    Penelitian menunjukkan bahwa senyawa ini dapat terakumulasi dalam jaringan tubuh dan, seiring waktu, dapat menyebabkan stres oksidatif dan peradangan, yang merupakan pendorong utama penuaan sel.

    “AGE merusak protein, DNA, dan struktur sel vital lainnya, mempercepat proses penuaan, dan berkontribusi terhadap penyakit kronis seperti diabetes, penyakit kardiovaskular, dan Alzheimer,” kata Bhanote.

    TMAO juga berbahaya

    Selain AGE, senyawa TMAO dalam protein hewani juga perlu diwaspadai. Bhanote menjelaskan bahwa kadar TMAO yang tinggi telah dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk aterosklerosis, serangan jantung, dan stroke.

    “TMAO meningkatkan akumulasi kolesterol di arteri dan mengganggu kemampuan tubuh untuk membuangnya. Kondisi ini menyebabkan peradangan dan kerusakan lebih lanjut pada sistem kardiovaskular. Hal ini tidak hanya membahayakan kesehatan jantung tetapi juga memengaruhi fungsi seluler dan umur panjang secara keseluruhan,” kata Bhanote.

    Baca halaman selanjutnya untuk tahu cara konsumsi protein yang sehat.

    Cara konsumsi protein yang sehat

    7 Makanan Nabati Tinggi Protein yang Murah dan Bisa Perkuat Imun TubuhFoto: Getty Images/iStockphoto/sorrapong

    Untuk membuat protein bermanfaat bagi umur panjang, Bhanote menyarankan makan lebih banyak protein nabati dan ikan yang kaya protein.

    Ikan memang tergolong hewani, tapi dianggap berbeda dari protein hewani pada umumnya karena kandungan nutrisi yang sama sekali tak sama dengan daging.

    Penelitian ilmiah telah berulang kali menunjukkan manfaat protein dari ikan jika dikonsumsi secara teratur. Makan ikan secara teratur telah dikaitkan dengan penurunan risiko kematian dini hingga 12%.

    Untuk protein nabati, kamu bisa mengandalkan asupan kacang-kacangan dan biji-bijian. Keduanya tinggi antioksidan, serat, dan nutrisi yang menjaga kesehatan jantung, mengurangi peradangan, serta menurunkan risiko penyakit kronis.

    Studi ilmiah menunjukkan bahwa menjalani diet yang mengutamakan protein nabati menurunkan risiko kematian yang terkait dengan penyakit kardiovaskular dan penyebab lainnya. Dengan kata lain, mengganti protein hewani dengan protein nabati dapat memperpanjang usia hidup.

    (adr/adr)



    Sumber : food.detik.com