Tag: EIP-1559

  • London Hard Fork Kemungkinan Ditunda, Ini Pernyataan Developer Ethereum

    Terdapat kabar bahwa London Hard Fork yang akan memberikan peningkatan pada efisiensi jaringan Ethereum (ETH) akan ditunda.

    Dari sebelumnya dijadwalkan akhir bulan ini, salah satu developer dan pendiri dari ethhub.io menyatakan bahwa ada potensi penundaan.

    London Hard Fork Kemungkinan Ditunda

    Anthony Sassano baru saja memberikan informasi mengenai potensi penundaan peluncuran London Hard Fork untuk Ethereum.

    Dikabarkan bahwa penundaan tersebut akan terjadi hingga 4 Agustus 2021, namun semua bergantung pada kelancaran jaringan uji coba RInkeby.

    Jaringan testnet atau uji coba tersebut dikabarkan akan meluncur pada 7 Juli 2021, yang akan menentukan perkembangan Ethereum.

    Banyak pihak yang menyatakan bahwa penundaan akan terus berlanjut bahkan melebihi tanggal yang dijanjikan oleh Sassano.

    Baca Juga: Inilah 5 Pola Candlestick Bearish yang Harus Diketahui Para Trader Kripto

    Salah satu pihak tersebut adalah Lark Davies, seorang Youtuber, yang menyatakan bahwa Ethereum bisa ditunda hingga pertengahan Agustus.

    Ia menyatakan bahwa kemungkinan besar semua akan menunggu hasil pertemuan antar developer yang akan terjadi pada 14 Juli 2021.

    Akibat penundaan ini banyak pihak yang mempertanyakan apakah sebenarnya layak ditunggu atau apakah akan memiliki dampak yang besar.

    Hal ini disebabkan suatu yang besar seharusnya tidak ditunda, menurut beberapa pihak di komunitas Ethereum.

    Namun beberapa pihak berargumen penundaan ini dapat menjadi hal positif akibat adanya kepastian dalam implementasi yang baik.

    London Hard Fork menjadi suatu hal yang ditunggu akibat akan membuat jaringan Ethereum lebih efisien dan lebih rendah biaya.

    Dua hal tersebut adalah hal yang dicari akibat daya saing Blockchain Ethereum yang mulai menurun akibat dua kekurangan tersebut.

    Tapi ada satu hal yang dikabarkan akan menjadi sentimen positif utama dari Hard Fork ini yaitu mekanisme burn.

    Nantinya dengan implementasi Hard Fork, 70% biaya transaksi Ethereum akan dihilangkan yang membuat jumlahnya berkurang 1,4% per tahun.

    Mekanisme ini akan membuat Ethereum semakin langka, yang jika terus naik permintaannya, dapat mendorong harganya naik.

    Keraguan dalam Peningkatan Efisiensi

    Namun, saat ini banyak pandangan dari penambang yang menyatakan implementasi proposal Hard Fork tersebut tidak akan seefisien yang dikatakan.

    Para penambang Ethereum saat ini masih terlihat menolak adanya implementasi proposal EIP-1559 yang akan diterapkan di London Hard Fork.

    Hal ini disebabkan adanya potensi penurunan pendapatan dari penambangan Ethereum sebesar 20% hingga 35%.

    Prediksi ini juga masuk akal mengingat transisi Hard Fork akan mempermudah masuknya perubahan dari Proof of Work ke Proof of Stake, yang tidak lagi membutuhkan penambangan.

    Baca Juga: Cardano Ungguli Ethereum 2.0 Dan Luncurkan Alonzo Testnet, Ini Analisis Harganya

    Selain itu, saat ini terdapat celaan dari beberapa pesaing, salah satunya adalah dari komunitas Cardano (ADA) melalui Twitter.

    Terdapat celaan bahwa EIP-1559 tidak akan bermanfaat secara signifikan terhadap Ethereum akibat hanya akan menjadi “bualan” untuk “mempercantik” Ethereum.

    Selain itu banyak pihak yang juga berasumsi bahwa penundaan akan terus berlanjut dan kemungkinan tidak akan terjadi di awal Agustus 2021.

    Bersama dengan peluncuran Alonzo Hard Fork dari Cardano, kemungkinan Ethereum memiliki saingan yang cukup kuat.

    Kemungkinan perdebatan antara komunitas Cardano dan Ethereum masih akan terus berlanjut hingga kedua Hard Fork terjadi, bahkan berlanjut.

    Namun untuk efisiensi London Hard Fork, masih belum ada yang yakin dan mengetahui secara pasti bagaimana kemungkinan dampaknya secara nyata walau baik secara tertulis.

    sumber.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • ETH Bakal Langka, Kini Masuk Tahap Akhir

    Kabar pembaruan blockchain Ethereum (ETH) kini kembali menggema. Pembaruan bakal membuat jumlah ETH jadi lebih langka. Prosesnya di tahap akhir sudah dimulai.

    ETH Akan Menjadi Aset yang Langka

    Berdasarkan laporan dari Decrypt, hard fork London, pembaruan terjadwal di blockchain Ethereum, kini kali pertama menuju ke jaringan uji blockchain.

    Tim Beiko dari Ethereum Foundation belum lama ini mengumumkan bahwa London akan aktif di test net Ropsten sekitar  24 Juni 2021 mendatang, diikuti oleh Goerli pada 30 Juni 2021 dan Rinkeby pada 7 Juli 2021.

    Tetapi tanggal-tanggal tersebut bukanlah waktu pasti, karena semua ini masih akan bergantung dengan berapa lama waktu yang dibutuhkan block untuk ditambang.

    “Setelah pemutakhiran berhasil diaktifkan di jaringan ini, block akan ditetapkan untuk main net Ethereum, yang seharusnya pada  Juli,” kata Ethereum, dilansir dari pengumuman resmi mereka, Jumat (18/6/2021).

    Baca Juga: Analis Plan B: Harga Bitcoin Bisa Sentuh Rp 6,5 Milyar di Akhir Tahun 2021

    Dikabarkan, pembaruan London tersebut akan menerapkan lima Proposal Peningkatan Ethereum (EIP) terpisah, yang merupakan perubahan pada kode blockchain yang harus disetujui secara luas oleh anggota komunitas sebelum dapat diadopsi secara penuh.

    Dan yang terbaru, setiap kali seseorang melakukan transaksi atau berinteraksi dengan smart contract di Ethereum, mereka harus memutuskan biaya dengan cara yang cukup unik, yakni dengan menebak (kira-kira).

    Untuk mendorong transaksi dengan cepat, Anda dapat menetapkan biaya tinggi, kecuali memastikan penambang akan memasukkannya ke dalam block.

    Jika Anda lowball (sengaja atau tidak), transaksi Anda kemungkinan akan menunggu hingga penambang tidak terlalu sibuk memroses transaksi dengan bayaran lebih tinggi.

    Kecepatan adalah peran penting dalam beberapa kasus, termasuk saat berdagang di bursa terdesentralisasi berbasis Ethereum seperti Uniswap, di mana harga token dapat berayun dengan cepat yang dapat menyebabkan pedagang kehilangan uang jika mereka menunggu (bahkan dalam beberapa menit saja).

    Akan Jadi Aset Deflasi

    Selain itu, salah satu yang paling menarik dari pembaruan ini adalah akan ditambahkannya fitur burn (pembakaran) terhadap Ether (ETH), sedikit mengadopsi sistem Bitcoin.

    Mekanisme burn memastikan mengurangi jumlah ETH yang beredar alias lebih langka.

    Cara itu pula guna menekan laju inflasi akibat pasokan ETH yang terlampau banyak.

    Fitur burn terkait dengan EIP-1559 yang kelak memastikan setiap ETH yang digunakan sebagai biaya transaksi (gas fee) akan di-burn (dimusnahkan). Itu yang kelak jumlah ETH jauh lebih langka daripada sebelumnya.

    Cara ini sebenarnya serupa dengan mekanisme burn di blockchain Ripple, di mana XRP di-burn untuk setiap transaksinya. Perbedaannya hanya terletak pada pasokan unit kripto-nya.

    XRP misalnya masih dibatasi pasokannya maksimalnya, yakni 100 milyar XRP. Sedangkan ETH memang tak ada batasan, sekalipun itu nanti masuk Ethereum 2.0.

    Itu akan berdampak pada tertekannya tingkat inflasi ETH, karena pasokan ETH pada dasarnya tidaklah terbatas.

    Sejumlah penambang (miner) ETH ada yang tak setuju dengan itu, karena bisa berdampak pada berkurangnya pendapatan mereka, karena imbalan transaksi hanya akan berasal dari pengguna transaksi itu sendiri.

    Skenarionya begini. Pengguna A mengirimkan ETH kepada pengguna B. Maka pengguna A menambahkan sejumlah kecil ETH sebagai biaya transaksi. Lalu beberapa ETH lagi diberikan kepada penambang.

    Mekanisme burn adalah bagian dari rencana menuju Ethereum 2.0 yang diperkirakan akan rampung pada tahun 2022 atau tahun 2023 mendatang.

    Kala itu Ethereum tak lagi mengandalkan Proof-of-Work seperti saat ini, melainkan murni Proof-of-Stake yang lebih hemat energi.

    Baca Juga: MicroStrategy Beli Bitcoin Lagi, Setara Rp7 Triliun

    Ethereum 2.0 memastikan biaya transaksi menjadi lebih rendah dan mampu menangangi volume transaksi yang jauh lebih banyak.

    Penambang di Ethereum 2.0 disebut “node validator” akan mendapatkan imbalan ETH secara tahunan. Besarannya tergantung pada jumlah node validator dan jumlah ETH yang di-stake di sistem.

    Imbalan paling kecil adalah 4,9 persen secara tahunan (APR), jikalau jumlah total ETH yang di-stake adalah 10 juta ETH. Rinciannya bisa dilihat di situs ini.

    Sejumlah analis dan pengamat yang berpandangan, nilai ETH akan menjadi semakin besar dan diminati jika proses pembaruan ini telah berjalan 100 persen.

    Ujung-ujungnya sejumlah produk investasi terkait ETH berpotensi semakin beragam dan dibeli oleh investor institusi.



    Sumber : news.tokocrypto.com