Tag: ejakulasi

  • Perbedaan Sperma Vs Air Mani, Fakta Umum yang Kerap Terlupakan

    Jakarta

    Sperma dan air mani adalah dua hal yang berbeda. Banyak yang sudah mengetahui fakta ini, tapi tampaknya tak semua tahu persis apa saja yang membedakan keduanya.

    Dikutip dari Healthline, sperma merupakan sel-sel dalam sistem reproduksi pria yang menjadi salah satu (dan bukan satu-satunya) komponen penyusun air mani. Sperma dibutuhkan untuk membuahi sel telur.

    Sementara itu, air mani adalah cairan ejakulasi yang lazimnya keluar dari Mr P saat seorang pria mengalami orgasme. Pengecualian pada kondisi tertentu yang disebut dry orgasm, yakni saat orgasme tidak disertai ejakulasi.


    Dalam keseharian, beberapa orang menganggap keduanya sama. Padahal satu-satunya persamaan di antara keduanya adalah keluar dari Mr P melalui saluran yang sama.

    Fungsi sperma dan air mani

    Sebagai bagian dari sistem reproduksi, fungsi sel sperma yang dihasilkan pria jelas untuk membuahi sel telur pada wanita. Sel-sel sperma punya bentuk dan kemampuan untuk berenang dengan gesit agar pembuahan dapat terjadi.

    Kemampuan sperma untuk berenang tidak akan ada gunanya jika tidak ada media untuk membawanya. Air mani berfungsi untuk membawa sperma, mengantarkannya menuju tempat yang memungkinkan untuk terjadi pembuahan.

    Proses air mani dihasilkan

    Proses terbentuknya air mani salah satunya dimulai dari testis atau buah zakar, organ seksual yang memproduksi sperma dan hormon testosteron. Dari testis, sel-sel sperma dialirkan melalui epididimis dan vas deferens.

    Di tempat lain, kelenjar yang disebut vesikula seminalis dan terletak di belakang kandung kemih memproduksi cairan seminalis yang merupakan komponen lain penyusun air mani.

    Tak kalah penting, kelenjar prostat juga menghasilkan komponen terbanyak air mani.

    Perbandingan komposisi sperma dalam air mani

    Pada kondisi yang dikategorikan normal, lazimnya terdapat 15-200 juta sel sperma dalam setiap mililiter air mani. Ada banyak faktor yang berpengaruh pada jumlah sel sperma, termasuk pengaruh lingkungan dan gaya hidup.

    Produksi sperma tak dibatasi usia

    Tubuh pria menghasilkan sel-sel sperma sepanjang waktu, dan karenanya sperma tidak pernah habis kecuali karena kondisi tertentu yang terkait infertilitas. Disebut-sebut, produksi sel sperma paling optimal adalah di usia 30-an tahun.

    Seiring makin bertambahnya usia, produksi sel sperma mengalami penurunan baik dari sisi kualitas maupun motilitas atau kemampuan bergerak.

    (up/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 7 Manfaat Rutin Bercinta, Jantung Lebih Sehat hingga Bikin Awet Muda


    Jakarta

    Rutin bercinta ternyata tidak hanya membuat hubungan dengan pasangan semakin harmonis, tetapi sejumlah riset mengaitkannya dengan kesehatan tubuh, bahkan organ-organ vital. Hal ini dibenarkan oleh dokter spesialis kandungan Amy Wetter.

    “Seks dapat bermanfaat bagi kesehatan karena berbagai alasan. Beberapa di antaranya termasuk tidur yang lebih nyenyak, stres yang lebih rendah, peningkatan harga diri, penurunan tekanan darah, dan pereda nyeri,” ujarnya, dikutip dari Everyday Health.

    Berikut adalah deretan manfaat untuk kesehatan tubuh bagi pasangan suami istri yang rutin bercinta.


    1. Peningkatan kesehatan jantung

    Sebuah studi berbasis populasi longitudinal yang diterbitkan dalam American Journal of Cardiology menemukan pria yang berhubungan seks setidaknya dua kali seminggu memiliki risiko lebih kecil terkena penyakit kardiovaskular seperti stroke atau serangan jantung dibandingkan mereka yang berhubungan seks sebulan sekali atau kurang.

    Sebuah studi observasional yang diterbitkan pada 2020 menemukan bahwa seks dapat meningkatkan pemulihan jangka panjang setelah serangan jantung. Orang-orang yang lebih sering berhubungan seks memiliki risiko kematian 35 persen lebih rendah dalam dua dekade berikutnya.

    Seks sebenarnya dianggap sebagai bentuk olahraga yang baik. Sebuah penelitian kecil menunjukkan bahwa pria membakar rata-rata 4 kalori per menit selama sesi seks rata-rata 25 menit, dan wanita membakar 3 kalori.

    2. Meringankan rasa sakit

    Dalam sebuah penelitian, orang-orang yang berada dalam sembilan bulan pertama hubungan romantis terkena nyeri termal di laboratorium. Mereka diperlihatkan foto-foto pasangan dan momen romantis mereka, serta permainan kata sebagai selingan.

    Peserta melaporkan bahwa melihat pasangan romantis secara signifikan mengurangi rasa sakit, dan pencitraan otak menunjukkan bahwa hal itu juga meningkatkan aktivitas di area yang terkait dengan sistem penghargaan otak.

    3. Mengurangi stres dan menurunkan tekanan darah

    “Seks dapat membantu menghilangkan stres dengan meningkatkan endorfin dan hormon lain yang meningkatkan suasana hati,” kata Wetter.

    Sebuah penelitian kecil yang diterbitkan di Sexual Medicine menemukan bahwa berhubungan seks pada malam sebelum pembacaan tekanan darah menyebabkan penurunan tingkat tekanan darah sistolik.

    4. Mengurangi risiko kanker prostat

    Sebuah studi yang melibatkan 32.000 pria di Amerika Serikat menemukan fakta bahwa mereka yang mengalami ejakulasi lebih dari 21 kali per bulan, dibandingkan mereka yang melakukannya hanya empat sampai tujuh kali per bulan memiliki kemungkinan 20 persen lebih kecil terkena kanker prostat.

    5. Tidur lebih nyenyak

    Seks yang baik akan memberikan pengaruh kepada kualitas tidur seseorang. Hal ini karena adanya pelepasan beberapa hormon.

    “Seks dapat meningkatkan kualitas tidur dengan pelepasan hormon yang disebut oksitosin, prolaktin, dan endorfin,” kata Wetter.

    6. Suasana hati yang lebih bahagia

    Setelah berhubungan seks, seseorang cenderung akan memiliki pandangan yang lebih positif. Ada alasan biokimia untuk mengalami peningkatan suasana hati sebagai manfaat seks, mulai dari neurotransmiter yang mungkin dilepaskan selama hubungan seks yang sehat hingga peningkat suasana hati yang terkandung dalam air mani itu sendiri.

    Selain itu, seks yang baik juga bisa memberikan perasaan senang dan mampu membantu menjalin ikatan yang lebih baik dengan pasangan.

    7. Kulit bercahaya dan tampak lebih muda

    Pada saat bercinta, detak jantung akan meningkat dan menyebabkan adanya peningkatan aliran darah ke wajah. Sehingga, ini akan membuat wajah seseorang menjadi lebih cerah. Meskipun ini hanya bersifat sementara.

    “Hal ini menyebabkan pembuluh darah membesar dan membuat tampak cerah,” jelas Wetter.

    (dpy/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 6 Hal yang Terjadi Pada Tubuh saat Pasutri Mendadak Jarang Bercinta

    Jakarta

    Seks adalah salah satu ‘rutinitas’ yang dilakoni oleh pasangan suami istri. Selain untuk kepuasan dan menjaga keharmonisan, seks juga dapat memberikan sejumlah manfaat untuk kesehatan.

    Lantas, apa yang terjadi jika pasutri mendadak jarang berhubungan seks? Berhenti bercinta untuk sementara waktu memang tidak memiliki pengaruh yang serius terhadap tubuh. Namun, jika seseorang berhenti bercinta dalam waktu yang sangat lama, maka efek sampingnya bisa menyerang kesehatan fisik dan mental.

    Dikutip dari berbagai sumber, berikut hal-hal yang terjadi pada tubuh ketika berhenti bercinta dalam waktu yang lama.


    1. Stres dan Cemas Meningkat

    Dikutip dari WebMD, seks dapat membantu menurunkan tingkat stres dan kecemasan. Ini karena seks melepaskan hormon bahagia, seperti dopamin dan endorfin, yang membuat relaks tubuh dan mengurangi stres.

    Karenanya, orang yang berhenti bercinta dalam waktu lama bisa lebih rentan mengalami stres. Kehidupan seks yang aktif juga dapat membuat seseorang lebih sehat dan bahagia, sehingga jauh dari kecemasan.

    2. Gangguan pada Jantung

    Penelitian menemukan orang yang berhubungan seks sekali sebulan atau kurang memiliki risiko lebih besar terkena penyakit jantung, dibanding orang yang melakukannya dua kali seminggu. Salah satu alasannya adalah karena seks bertindak sebagai aktivitas fisik yang membantu melancarkan sirkulasi darah.

    Selain itu, seks juga dapat menurunkan tingkat stres, salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

    3. Penurunan Daya Ingat

    Seseorang yang berhenti bercinta juga rentan mengalami penurunan daya ingat. Pasalnya, seks secara rutin dapat membantu meningkatkan kemampuan daya ingat, terutama pada orang yang berusia antara 50-89 tahun.

    Belum diketahui secara pasti kaitan antara seks dan daya ingat. Namun, peneliti menduga seks dapat meningkatkan perkembangan sel otak yang berhubungan dengan ingatan.

    Penelitian juga menunjukkan seks dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, terutama immunoglobulin A yang terdapat pada lapisan mukosa (selaput lendir) dan melindungi tubuh dari ancaman virus, bakteri, dan zat berbahaya penyebab penyakit.

    Pria yang jarang berhubungan seks ternyata memiliki risiko lebih besar terkena kanker prostat. Sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti di Harvard menemukan pria yang ejakulasi kurang dari 7 kali dalam sebulan memiliki risiko kanker prostat 20 persen lebih tinggi dibanding pria yang ejakulasi 21 kali per bulan.

    Studi yang sama dilakukan di Australia menemukan pria yang ejakulasi 7 kali dalam seminggu memiliki risiko kanker prostat 36 persen lebih rendah.

    6. Risiko Gangguan Seksual Meningkat

    Baik pria maupun wanita yang jarang bercinta juga punya risiko lebih tinggi mengalami gangguan fungsi seksual. Pada wanita yang memasuki masa menopause, dinding vagina mereka dapat menipis dan kering jika tidak rutin berhubungan seks.

    Penelitian juga menunjukkan pria yang bercinta kurang dari satu kali dalam seminggu memiliki risiko lebih tinggi terkena disfungsi ereksi dibanding pria yang bercinta setiap minggu.

    (ath/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Bercinta Tak ‘Sepanas’ Biasanya? Ini 5 Hal yang Bisa Bikin Libido Suami Drop

    Jakarta

    Bercinta menjadi momen yang penting untuk pasangan suami istri. Dalam banyak kasus, libido suami yang drop dapat mengganggu kesenangan pasangan ketika bercinta.

    Sebenarnya apa sih faktor-faktor yang dapat menyebabkan menurunnya libido suami? Berikut ini adalah beberapa di antaranya dikutip dari Healthline:

    1. Masalah Tidur

    Sebuah studi yang diterbitkan di Journal of Clinical Sleep Medicine menemukan bahwa pria yang memiliki masalah tidur seperti sleep apnea cenderung memiliki kadar testosteron yang lebih rendah. Sleep apnea merupakan gangguan tidur yang terjadi ketika pernapasan terhenti sementara dalam beberapa periode ketika tidur.


    Seiring berjalannya waktu, kondisi ini dapat menyebabkan penurunan aktivitas seksual dan libido. Dalam studi tersebut, tim peneliti menemukan hampir sepertiga pria yang mengalami sleep apnea parah mengalami penurunan kadar testosteron.

    Penelitian lain menyebut kadar testosteron menurun 10-15 persen setelah seminggu jam tidur dibatasi menjadi lima jam per malam.

    2. Usia Bertambah

    Tingkat testosteron yang berkaitan dengan libido berada di titik tertinggi ketika seorang pria memasuki usia akhir remaja. Semakin tua, mungkin diperlukan waktu yang sedikit lebih lama untuk orgasme, ejakulasi, atau bahkan terangsang.

    Ereksi yang terjadi mungkin tidak sekeras biasanya dan membutuhkan waktu yang lebih lama. Untuk mengatasi masalah ini, coba konsultasikan dengan profesional kesehatan terpercaya.

    3. Penyakit Kronis

    Masalah penyakit kronis juga dapat menjadi salah satu pemicu libido suami menjadi drop. Beberapa jenis penyakit kronis yang dimaksud meliputi diabetes tipe dua, obesitas, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, hingga masalah organ seperti paru-paru, jantung, ginjal, dan hati kronis.

    Jika memiliki masalah penyakit kronis di atas, pertimbangkan menemui dokter untuk mengelola masalah kesehatan tersebut. Berbicara dengan pasangan untuk menemukan cara agar tetap intim juga diperlukan.

    4. Stres

    Stres dan tekanan situasi dapat menurunkan hasrat seksual. Ini berkaitan erat dengan hormon yang ada pada tubuh, hingga pembuluh darah arteri yang menyempit ketika stres. Penyempitan ini membatasi aliran darah dan berpotensi meningkatkan risiko disfungsi ereksi.

    Penelitian yang diterbitkan dalam Scientific Research and Essays mendukung gagasan bahwa stres mempunyai efek langsung pada masalah seksual. Tidak hanya pada suami, ini juga dapat terjadi pada istri.

    Penelitian lain mengungkapkan gangguan stres pasca trauma atau yang lebih dikenal dengan PTSD juga meningkatkan risiko disfungsi seksual sebanyak tiga kali lipat.

    Stres merupakan sesuatu yang sulit dihindari. Lakukan latihan teknik manajemen stres seperti latihan pernapasan dan meditasi. Jika masih sulit menangani stres, cobalah pergi ke ahli kesehatan jiwa.

    5. Tidak Olahraga

    Jarang berolahraga atau tidak sama sekali dapat menyebabkan masalah kesehatan seksual, hingga memengaruhi gairah dan hasrat. Berolahraga secara teratur, dapat membantu mengurangi risiko penyakit kronis yang berkaitan dengan menurunnya libido suami.

    Olahraga ringan dapat menurunkan kadar kortisol di malam hari dan mengurang stres. Kebiasaan ini dapat mengurangi stres dan membantu meningkatkan gairah seks.

    (avk/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Dokter Sebut Masih Banyak Pasutri Tak Tahu Cara Bercinta yang Benar


    Jakarta

    Memiliki buah hati merupakan impian dari banyak pasangan suami istri. Namun, dalam banyak kasus, tak jarang pasangan kesulitan untuk memiliki buah hati.

    Spesialis obstetri dan ginekologi dr Upik Anggraheni, SpOG, SubspFER menjelaskan bahwa hal ini disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satunya masih ada banyaknya pasutri yang belum tahu bagaimana cara berhubungan intim dengan baik dan benar.

    dr Upik mengatakan ada sekitar 10 persen pasangan suami istri di Indonesia rupanya belum tahu bagaimana cara berhubungan intim dengan benar. Kondisi ini membuat mereka kesulitan mendapatkan momongan meskipun sudah beberapa tahun menikah.


    “Kegagalan pasangan dalam mendapatkan anak bisa terjadi apabila tidak berhubungan dengan benar dan teratur. Kenapa dikatakan ‘benar’? Ternyata tidak semua pasangan itu paham bagaimana berhubungan yang benar,” kata dr Upik ketika ditemui awak media di Jakarta Selatan, Kamis (18/7/2024).

    “Cara berhubungan yang benar itu adalah terjadinya ejakulasi di dalam vagina, dia tidak di atas perut atau di luar ya, bahkan misal di kolam renang itu tidak ya,” sambungnya.

    Selain masalah masih kurangnya melakukan hubungan dengan benar, dr Upik menyebut masih banyak pria yang enggan memeriksakan kesehatan reproduksinya ke dokter. Tak sedikit dari mereka yang masih menganggap hal ini merupakan aib dan takut mendapat ‘judge’ buruk dari dokter.

    dr Upik mengingatkan pemeriksaan kesuburan perlu dilakukan untuk oleh pasangan yang sedang menjalani program hamil (promil). Terlebih apabila pasangan tidak kunjung hamil setelah sekian lama menjalani promil.

    “Karena misalnya kita temukan ada kekurangan pada spermanya, sangat mungkin untuk diperbaiki,” ujar dr Upik.

    “Kalau sperma 90 hari sekali diproduksi yang baru. Kalau perempuan tidak pernah memproduksi sel telur. Kami hanya punya cadangan sel telur saja,” sambungnya.

    Beberapa kesalahan lainnya menurut dr Upik adalah bercinta terpaku pada satu posisi hingga penetrasi yang dilakukan tidak tepat.

    Sebenarnya tidak ada satupun posisi seks yang menjamin wanita bisa cepat hamil, namun melakukan eksplorasi posisi sangat disarankan bagi pasangan. Hal ini penting untuk meningkatkan kenikmatan bercinta, meredakan stres hingga membantu proses pembuahan yang lebih baik.

    “Banyak pasangan yang justru tidak penetrasi di lokasi yang tepat atau posisinya tepat tapi kurang dalam, memang tidak semua tapi ini bisa menghambat kehamilan,” tandasnya.

    (avk/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Tak Disangka-sangka, Ini 5 Manfaat Seks yang Jarang Diketahui

    Jakarta

    Seks bukan sekadar aktivitas yang menyenangkan bagi pasangan. Bercinta, bagi banyak pasangan dapat membangun hubungan yang lebih kuat antara dua orang dengan mengurangi segala hal negatif yang ada.

    Hormon oksitosin yang dilepaskan selama momen intim antar pasangan mampu meningkatkan kepercayaan dan rasa persahabatan yang lebih kuat. Hal ini membuat seks tak hanya sekadar bersenang-senang di ranjang, namun juga memiliki banyak manfaat.

    Dikutip dari WebMD, berikut adalah 5 manfaat kesehatan dari bercinta.


    1. Menjaga Sistem Kekebalan Tubuh

    Pakar kesehatan seksual Yvonne K Fulbright, PhD mengatakan mereka yang aktif secara seksual memiliki kekebalan tubuh yang bagus, sehingga jarang sakit. Orang yang berhubungan seks memiliki tingkat pertahanan tubuh yang lebih tinggi terhadap kuman hingga virus.

    “Orang yang aktif secara seksual memiliki waktu sakit lebih sedikit,” ujar Fulbright dikutip dari Web MD.

    2. Mengurangi Rasa Sakit

    Profesor dari University of New Jersey, Barry Komisaruk phD mengatakan orgasme dapat menurunkan rasa sakit pada seseorang.

    “Kami menemukan bahwa rangsangan pada vagina dapat menghalangi nyeri kronis pada punggung dan kaki dan banyak wanita mengatakan kepada kami bahwa rangsangan pada alat kelamin dapat mengurangi kram menstruasi, nyeri rematik, dan dalam beberapa kasus bahkan sakit kepala,” kata Komisaruk.

    Pria yang sering ejakulasi (setidaknya 21 kali sebulan) lebih kecil kemungkinannya terkena kanker prostat. Hal ini terbukti pada penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association.

    4. Meningkatkan Kualitas Tidur

    Psikiater di West Hollywood, California Sheenie Ambardar, MD mengatakan seks dapat membuat seseorang mendapatkan tidur yang berkualitas. Hal ini karena adanya hormon prolaktin yang dilepaskan oleh tubuh.

    “Setelah orgasme, hormon prolaktin dilepaskan yang bertanggung jawab atas perasaan rileks dan mengantuk setelah berhubungan seks,” kata Ambardar.

    5. Meredakan Stres

    Setiap sentuhan dan pelukan pada saat bercinta, tubuh akan melepaskan hormon yang dapat membuat perasaan menjadi lebih bahagia. Gairah seksual melepaskan zat kimia otak yang meningkatkan sistem kesenangan dan penghargaan di otak.

    “Seks dan keintiman dapat meningkatkan harga diri dan kebahagiaan,” ujar Ambardar.

    (dpy/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 5 Alasan Seks Bisa Bikin Panjang Umur, Cegah Penyakit Jantung hingga Kanker

    Jakarta

    Seks bukan hanya sekadar aktivitas untuk mendapatkan kenikmatan semata. Selama beberapa tahun terakhir, sejumlah penelitian telah menemukan kaitan antara seks dan kesehatan.

    Bahkan, seks bisa membuat seseorang hidup lebih lama alias panjang umur. Direktur Klinik San Diego Sexual Medicine, dr Irwin Goldstein mengatakan kehidupan seksual yang aktif dapat berkontribusi terhadap kesehatan secara keseluruhan.

    Lantas, bagaimana cara seks bisa membuat seseorang hidup lebih lama? Dikutip dari Healthline, berikut penjelasannya.


    1. Seks mengurangi risiko penyakit jantung

    Salah satu cara utama seks membuat seseorang panjang umur adalah dengan menurunkan risiko penyakit tertentu. Beberapa penelitian menunjukkan orang yang rutin berhubungan intim memiliki risiko yang lebih kecil terkena penyakit kronis tertentu, salah satunya penyakit jantung.

    Studi yang dilakukan New England Research Institute pada 2010 menemukan aktivitas seksual dapat mengurangi risiko penyakit jantung. Lebih lanjut, rutinitas seks juga dapat menurunkan risiko serangan jantung dan stroke.

    2. Seks mengurangi stres dan tekanan darah tinggi

    Stres dan tekanan darah tinggi adalah dua faktor yang dapat meningkatkan risiko berbagai macam penyakit. Nah, seks dapat membantu mengatasi kedua hal tersebut.

    Aktivitas seksual akan membuat tubuh melepaskan hormon bahagia, seperti oksitosin dan dopamin. Hormon bahagia ini tidak hanya memberikan perasaan nyaman, tapi juga menurunkan kadar kortisol, yakni hormon yang memunculkan stres.

    Ketika tingkat stres menurun, pembuluh darah di dalam tubuh akan mengendur. Alhasil, aliran darah menjadi lebih lancar dan tekanan darah menurun.

    Sebuah studi yang dilakukan di Australia pada 2003 menemukan pria yang sering ejakulasi memiliki risiko lebih kecil terkena kanker prostat.

    Studi serupa yang dilakukan oleh National Cancer Institute menunjukkan pria yang ejakulasi setidaknya lima kali dalam seminggu, baik melalui seks atau masturbasi, memiliki peluang lebih kecil mengalami kanker prostat.

    4. Seks mengurangi risiko kanker payudara

    Seks tidak hanya mengurangi risiko kanker pada pria, tapi juga wanita. Goldstein mengatakan beberapa studi menunjukkan wanita yang sering melakukan seks vagina memiliki risiko lebih kecil terkena kanker payudara.

    5. Seks mencegah preeklamsia

    Preeklamsia adalah salah satu penyebab kematian tertinggi pada ibu hamil. Preeklamsia adalah peningkatan tekanan darah yang dapat menyebabkan kerusakan organ. Kondisi ini biasanya terjadi setelah usia kehamilan lebih dari 20 minggu.

    Sejumlah penelitian menunjukkan wanita yang cukup terpapar sperma pasangannya sebelum pembuahan, memiliki kemungkinan preeklamsia yang lebih kecil.

    Lebih lanjut, penelitian yang dilakukan pada 2000 menemukan wanita yang sering melakukan seks oral, khususnya mereka yang menelan sperma pasangannya, memiliki risiko preeklamsia yang lebih kecil.

    (ath/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Pria Merapat, Ini 6 Tips Biar Gaspol dan Tahan Lama saat Bercinta

    Jakarta

    Ejakulasi yang terlalu cepat pada pria tentu akan merusak suasana ketika bercinta, sehingga memiliki stamina yang prima merupakan suatu keharusan agar bisa tahan lama ketika di ranjang.

    Para pria tentu akan merasa seks menjadi lebih intim jika mampu bertahan lebih lama saat berhubungan seks. Mereka mungkin akan mencoba berbagai posisi agar lebih tahan lama di ranjang.

    Selain penentuan posisi seks yang tepat, tahan lama ketika bercinta bisa didapatkan dari berbagai cara lain. Dikutip dari Health Shots berikut adalah sederet tips yang bisa dilakukan untuk meningkatkan stamina seks.


    1. Pentingnya Foreplay

    Pemanasan atau foreplay sebelum berhubungan seks ternyata bisa membantu para pria yang memiliki masalah stamina atau disfungsi ereksi. Foreplay yang tepat dapat memuaskan istri ketika sesi bercinta.

    Foreplay meliputi sentuhan, ciuman, dan seks oral. Memperpanjang sesi foreplay akan meningkatkan pengalaman seksual bagi wanita seperti mendapatkan orgasme.

    2. Lakukan Teknik Start-Stop

    Pria yang ingin bertahan lebih lama di atas ranjang mungkin bisa mempertimbangkan teknik start-stop saat bercinta. Teknik ini bisa dilakukan dengan cara berhenti sejenak ketika merasa ejakulasi sudah dekat.

    Setelah itu tarik napas dalam-dalam sampai tubuh terasa tenang. Kemudian bisa dilanjutkan lagi dengan penetrasi. Teknik ini membantu tubuh untuk menyesuaikan cara menahan ejakulasi.

    3. Mencoba Hal Baru

    Kenikmatan seksual terasa lebih didorong dalam lingkungan yang penuh dengan kegembiraan dan gairah. Pria bisa mencoba hal-hal baru untuk mendapatkan hal ini.

    Hal baru tersebut bisa meliputi aktivitas atau posisi seksual dan lokasi bercinta yang berbeda agar lebih menarik. Selain itu, komunikasi terkait fantasi seksual juga bisa dilakukan bersama pasangan.

    4. Perhatikan Pola Makan

    Pola makan yang tidak teratur dan tepat dapat menurunkan performa pria ketika bercinta. Mulailah untuk mengonsumsi sayuran hijau, kacang-kacangan, kurma untuk agar bisa meningkatkan stamina.

    Selain itu, makanan kaya omega, ika, dan produk susu bisa berdampak baik bagi kinerja seksual. Beberapa makanan afrodisiak seperti tiram, coklat hitam, dan semangka dianggap dapat membantu meningkatkan libido.

    5. Kelola Stres

    Tingkat stres yang tinggi dapat merusak libido dan membuat ereksi menjadi sulit. Selain itu, orang yang cemas mungkin merasa terganggu dari keintiman seksual.

    Kecemasan terhadap kinerja dapat membuat seks menjadi kurang menggairahkan dan memikat. Manjakan diri dengan teknik pengurangan stres seperti meditasi atau yoga dapat membantu meningkatkan stamina saat bercinta.

    6. Tidur Nyenyak

    Kurang tidur juga dapat mengganggu kinerja seksual seseorang. Tidak bisa tidur dengan nyenyak selama beberapa malam akan berdampak negatif pada gairah seks.

    Usahakan untuk mendapatkan tidur yang cukup. Setidaknya tujuh sampai sembilan jam per malam agar stamina seks meningkat.

    (dpy/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Paksu Wajib Waspada, Sperma Seperti Ini Bisa Jadi Pertanda Masalah di Tubuh


    Jakarta

    Sama dengan urine dan kotoran, kondisi cairan sperma juga bisa menjadi salah satu indikator penting soal kesehatan pria. Variasi warna, tekstur, aroma, hingga volumenya bisa menandakan kondisi kesehatan seseorang

    Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), parameter cairan sperma atau mani dikatakan ‘normal’ biasanya meliputi konsentrasi sel sperma sedikitnya 15 juta per mililiter. Dari keseluruhan sel sperma, setidaknya 40 persen menunjukkan motilitas dan 4 persen memiliki morfologi atau bentuk yang normal.

    Dikutip dari CNN, berikut ini adalah ciri-ciri cairan sperma yang bisa menandakan adanya masalah kesehatan pada tubuh:


    1. Warna Berubah

    Cairan sperma biasanya memiliki warna abu-abu keputihan. Warna ini bisa berubah ketika bercampur dengan urine, darah, atau cairan lain di saluran kemih atau reproduksi.

    Beberapa penyebab perubahan sperma bisa disebabkan adanya masalah pada kesehatan pada tubuh, atau akibat konsumsi suplemen dan obat-obatan. Misalnya cairan sperma yang berwarna kuning atau hijau dapat mengindikasikan adanya infeksi saluran kemih, infeksi menular seksual, atau radang prostat.

    Cairan sperma berwarna coklat atau merah (hematospermia) mungkin dapat terlihat mengkhawatirkan namun sering kali tidak terlalu berbahaya. Kondisi ini disebabkan oleh peradangan, infeksi prostat yang membesar, atau bahkan bersepeda terlalu lama.

    2. Konsistensi Kental dan Menggumpal

    Tekstur atau konsistensi cairan sperma biasanya sedikit kental dan seperti agar-agar. Cairan sperma yang lebih kental dan menggumpal bisa menjadi tanda masalah dehidrasi atau infeksi.

    Pria dengan dehidrasi kronis seringkali mengalami perubahan parameter cairan sperma, termasuk tekstur yang dapat menyebabkan penurunan kesuburan.

    Namun, di sisi lain cairan sperma yang terlalu encer juga dapat mengindikasikan jumlah sel sperma yang terlalu rendah atau ejakulasi yang terlalu sering. Ini dapat mengurangi kualitas sperma untuk sementara.

    3. Berbau Kuat atau Busuk

    Cairan sperma biasanya memiliki aroma seperti pemutih atau amonia karena pH-nya yang sedikit basa. Bau yang kuat atau busuk bisa menjadi tanda bahaya infeksi seperti prostatitis bakteri atau infeksi menular seksual.

    Selain itu, bau yang berubah manis bisa menunjukkan kadar glukosa abnormal yang mengkhawatirkan bagi pengidap diabetes.

    4. Volume Menurun

    Volume rata-rata cairan sperma yang keluar biasanya sekitar 1,5-5 ml setiap ejakulasi terjadi. Volume yang lebih rendah biasanya disebabkan oleh ejakulasi yang terlalu sering, kadar testosteron rendah, atau ada penyumbatan pada saluran reproduksi.

    Sedangkan volume cairan sperma yang tinggi biasanya disebabkan oleh tidak ejakulasi dalam waktu yang lama atau dalam kasus yang jarang disebabkan oleh infeksi atau peradangan.

    5. Ejakulasi Terasa Nyeri

    Selain ciri yang bisa dilihat dari cairan sperma, timbulnya rasa nyeri ketika ejakulasi juga bisa menjadi tanda ada masalah pada tubuh. Itu bisa menjadi tanda prostatitis, uretritis, atau kondisi lainnya.

    Berdasarkan tinjauan pedoman terkini, 15-55 persen pria dengan prostatitis kronis dapat mengalami disfungsi seksual atau nyeri saat ejakulasi.

    (avk/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Ketahui Cara Pakai Tisu Magic Serta Efek Sampingnya pada Mr P

    Jakarta

    Ada banyak cara yang bisa dilakukan agar berhubungan intim semakin puas, salah satunya dengan menggunakan tisu magic. Produk yang dikhususkan untuk pria ini disebut dapat menunda ejakulasi dini.

    Meski begitu, tak semua laki-laki tahu cara menggunakan tisu magic yang benar. Alhasil, bukannya puas bercinta dengan pasangan tapi hanya mendapat rasa kebasnya saja pada penis.

    Meski diklaim dapat mencegah ejakulasi dini saat berhubungan seksual, namun ada sejumlah efek samping yang ditimbulkan dari tisu magic. Jadi, detikers perlu hati-hati dan tidak boleh menggunakannya secara berlebihan.


    Lantas, bagaimana cara menggunakan tisu magic yang benar? Lalu apa saja efek samping yang ditimbulkan? Simak dalam artikel ini.

    Apa Itu Tisu Magic?

    Tisu magic atau magic tissue merupakan tisu basah yang mengandung benzocaine, yakni anestesi lokal yang dapat memberikan efek kebas saat diusapkan ke kulit.

    Tisu magic membuat penis jadi kebas atau mati rasa saat bercinta karena dapat mengurangi sensitivitas pada sarafnya. Dengan begitu, tisu magic dapat meminimalisir ejakulasi dini yang kerap dialami pria.

    Kandungan Tisu Magic

    Selain mengandung benzocaine (benzalkonium chloride), ada sejumlah kandungan lain yang terdapat pada tisu magic, yakni sebagai berikut:

    • Alkohol
    • Triclosan
    • Cocamidopropyl betaine
    • PEG-78
    • Glyceryl cocoate

    Sejumlah tisu magic juga mengandung bahan-bahan alami seperti ekstrak lidah buaya yang dapat melembabkan dan melembutkan kulit. Walau kandungannya berbeda-beda, namun kegunaannya tetap sama yakni mencegah ejakulasi dini.

    Cara Menggunakan Tisu Magic

    Masih banyak pria yang kurang paham cara menggunakan tisu magic yang tepat. Alhasil, Mr P hanya terasa kebas saja dan kenikmatan bercinta jadi berkurang.

    Lalu, bagaimana cara pakai tisu magic yang tepat? Mengutip laman Promescent, berikut cara menggunakannya yang benar:

    1. Oleskan Perlahan di Penis

    Gunakan tisu magic dengan cara mengolesinya secara perlahan pada area yang menurutmu paling sensitif di penis. Pada umumnya, bagian kepala dan bawah batang penis merupakan salah satu area yang paling sensitif.

    Terutama bagian kepala penis. Sebab, kepala Mr P memiliki ujung saraf paling banyak sehingga dapat mengurangi sensasi hubungan seksual secara signifikan.

    2. Tunggu Beberapa Menit

    Setelah mengolesi tisu magic ke penis, tunggu sekitar 5-15 menit agar benzocaine dapat meresap ke kulit. Jadi, jangan langsung melakukan hubungan intim dengan pasangan.

    Sambil menunggu, kamu bisa mencuci tangan dengan sabun dan air bersih sebelum melakukan sesi foreplay. Langkah ini dilakukan agar zat benzocaine yang menempel di jari hilang, sehingga mencegah munculnya rasa kebas di jari atau Miss V pasanganmu.

    3. Cuci Penis dengan Sabun hingga Bersih

    Setelah kering, disarankan untuk mencuci penis dengan sabun dan air hangat sampai bersih. Cara ini dilakukan agar pasangan tidak merasakan pahit ketika melakukan oral seks.

    Apakah Efektif Menggunakan Tisu Magic?

    Tisu magic disebut-sebut mampu meminimalisir ejakulasi dini pada pria saat berhubungan seks. Namun, apakah benar efektif?

    Studi terkait tisu magic sebenarnya telah dilakukan selama beberapa kali, salah satunya pada 2017. Studi tersebut menunjukkan bahwa 15 pria yang menggunakan tisu magic mengaku efektif dalam menunda ejakulasi dini.

    Lebih lanjut, studi pada 2019 juga menunjukkan bahwa pria yang menggunakan tisu magic terbukti lebih bisa mengontrol ejakulasinya dan merasa puas ketika berhubungan intim dengan pasangannya.

    Tapi perlu diingat, efek kebas pada kepala penis hanya bertahan sebentar saja. Pria akan kembali mendapatkan sensitivitas penuh pada Mr P setelah 90 menit.

    Efek Samping Tisu Magic

    Meski dapat mengurangi ejakulasi dini secara instan, namun penggunaan tisu magic dalam jangka panjang dinilai kurang baik. Sebab, tisu magic dapat menimbulkan efek samping terhadap penis, yaitu:

    • Menurunnya sensitivitas pada penis
    • Memicu luka atau iritasi pada vagina yang sensitif
    • Berisiko tumbuhnya jamur di vagina
    • Berisiko mengidap infeksi saluran kencing pada wanita
    • Sejumlah kandungan pada tisu magic dapat menyebabkan wanita lebih lama mencapai orgasme
    • Mengurangi kenikmatan hubungan seksual.

    Sebagai pengingat, cukup gunakan satu lembar tisu magic untuk satu kali pemakaian. Jika muncul beberapa efek samping seperti di atas, segera pergi ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

    Itu dia cara menggunakan tisu magic yang benar serta efek sampingnya terhadap Mr P. Semoga artikel ini dapat membantu detikers.

    (ilf/fds)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy