Tag: ekonomi digital

  • Bappebti: Indonesia Negara Pengadopsi Pengaturan Kripto Tercepat

    Tingkat adopsi aset kripto di Indoneisa menurut sejumlah organisasi diklaim cukup tinggi. Bappebti sebagai lembaga pengawas perdagangan kripto di Indonesia pun mengakui, bahwa pengaturan tentang aset digital tersebut salah satu tercepat di dunia.

    Plt. Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Didid Noordiatmoko, mengatakan Indonesia adalah salah satu negara yang mengadopsi pengaturan kripto tercepat.

    Bappebti memandang bahwa pengaturan perdagangan kripto wajib dilakukan terkait perlindungan dana nasabah, kepastian hukum berusaha, dan memandang dinamika transaksi aset kripto sebagai sesuatu yang baik.

    “Kementerian Perdagangan melalui Bappebti mengatur perdagangan aset kripto dalam sejumlah peraturan sebagai upaya memberikan perlindungan kepada konsumen dan kepastian berusaha, meningkatkan investasi di dalam negeri atau mencegah capital outflow, meningkatkan penerimaan pajak bagi negara, mencegah kejahatan pencucian uang dan pendanaan terorisme, serta membuka lapangan kerja baru di bidang teknologi informasi,” kata Didid dalam keterangan resminya.

    Ilustrasi aset kripto
    Ilustrasi aset kripto

    Baca juga: Market Awal Pekan: Investor Kripto Berharap ‘Uptober’ Terulang

    Dukung Ekonomi Digital

    Pemerintah selalu mendukung pertumbuhan perdagangan aset kripto di Indonesia yang merupakan bagian dari ekonomi digital yang sedang berkembang. Hal ini dibuktikan dengan data Gross Merchandise Value (GMV) yang menyebutkan, pada 2021, Indonesia merupakan negara teratas di ASEAN dengan nilai ekonomi digital sebesar US$ 70 miliar.

    Di sisi lain, jumlah investor aset kripto terdaftar di Indonesia sampai dengan Agustus 2022 tercatat sebesar 16,1 juta pelanggan dengan rata-rata kenaikan sebesar 725 ribu pelanggan per bulan. Sedangkan, total nilai transaksi pada Januari—Agustus 2022 tercatat sebesar Rp 249,3 triliun atau turun 56,35 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

    Ilustrasi aset kripto dan uang rupiah. Foto: Shutterstock.
    Ilustrasi aset kripto dan uang rupiah. Foto: Shutterstock.

    Baca juga: Diterpa Isu KDRT Rizky Billar, Koin Kripto Leslar Anjlok Tenggelam

    Penurunan transaksi tersebut, menurut Didid merupakan hal yang wajar. Meski, begitu pertumbuhan jumlah investor terus terjadi dan akan diproyeksikan akan meningkat.

    “Hal ini menunjukkan minat masyarakat untuk berinvestasi di perdagangan aset kripto terus meningkat. Sehingga, Beppebti menilai perlu adanya pengawasan yang baik untuk menjaga agar kondisi perdagangan aset kripto di Indonesia tetap kondusif,” ungkapnya.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ketua MPR: Bursa Kripto Bantu Tumbuhkan Ekonomi Indonesia

    Kehadiran bursa kripto atau bursa berjangka sudah dinantikan oleh investor dan pelaku usaha di industri kripto. Kabarnya akhir tahun ini bursa kripto akan resmi diluncurkan di Indonesia.

    Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, mengatakan bahwa pembentukan bursa kripto dapat ikut menumbuhkan perekonomian di Indonesia. Ia menyebutkan penting bagi Indonesia menghadirkan bursa kripto, sehingga bisa menarik para investor muda maupun investor luar negeri melakukan transaksi kripto di dalam negeri. Sekaligus memaksimalkan potensi yang bisa didapatkan negara dari sektor perpajakan.

    Kementerian Perdagangan melaporkan transaksi kripto di Indonesia sepanjang tahun 2021 mencapai Rp 859 triliun dengan jumlah investor mencapai 11,2 juta (7,5 juta diantaranya berasal dari kalangan milenial) dan nilai transaksi harian Rp 2,7 triliun.

    “Tantangan kemajuan teknologi ke depan, di dunia termasuk di Indonesia sedang menghadapi masalah yang sama yaitu era digital, begitu juga nanti perdagangan transaksi menggunakan cryptocurrency. Jadi dengan sumber daya yang luar biasa saat ini tumbuh 270 juta lebih dan ekonomi menjadi tumbuh terus,” kata Bamsoet sapaan akrab Bambang Soesatyo dikutip Antara pada Rabu (7/9).

    Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo resmikan kantor penambang aset kripto terbesar Indonesia, PT Cipta Aset Digital. Foto: Dok. Bambang Soesatyo.
    Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo resmikan kantor penambang aset kripto terbesar Indonesia, PT Cipta Aset Digital. Foto: Dok. Bambang Soesatyo.

    Baca juga: Ketua MPR Resmikan Kantor Penambangan Kripto Terbesar di Indonesia

    Indonesia Negara Pasar Kripto Terbesar

    Menurut bamsoet, Indonesia saat ini masuk negara pasar kripto terbesar di dunia dan hal itu menjadi peluang untuk ikut sebagai pemain utama dalam pasar kripto tersebut.

    “Jadi kita tidak bisa membiarkan, kita menyambut baik adanya digital mining atau tambang digital ini. Harus berusaha untuk menjadi pemain terbesar, tidak hanya di Indonesia tetapi di dunia,” katanya.

    Ketua MPR RI menambahkan, di era ekonomi digital ini, semua kegiatan transaksi baik perdagangan dan yang lainnya akan didorong ke penggunaan atau adopsi aset kripto. Sehingga, hal itu pun dapat membantu menumbuhkan ekonomi di Indonesia secara maksimal.

    Bursa Kripto Bakal Rilis Akhir Tahun 2022

    Wakil Menteri Perdagangan RI, Jerry Sambuaga, memperkirakan kehadiran bursa kripto pada akhir tahun 2022. Ia menjelaskan penundaan peluncuran bursa kripto tidak berkaitan dengan masalah yang signifikan. Semua prosedur sudah dijalani dengan baik, namun peluncuran bursa kripto memerlukan banyak persiapan.

    Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga di acara peresmian T-Hub Solo pada Jumat (18/8). Foto: Dok. Tokocrypto.
    Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga di acara peresmian T-Hub Solo pada Jumat (18/8). Foto: Dok. Tokocrypto.

    Baca juga: Wamendag Sebut Bursa Kripto Bakal Rilis Akhir Tahun 2022

    “Kami akan memastikan bahwa setiap persyaratan, prosedur, dan langkah-langkah yang diperlukan telah diambil,” kata Jerry saat menghadiri NXC International Summit 2022 di Bali, Rabu (31/08).

    “Ini bukti bahwa kita berhati-hati. Kami tidak ingin terburu-buru karena dapat menyebabkan kami melewatkan sesuatu. Mendirikan sebuah bursa membutuhkan banyak persiapan. Kita perlu melihat entitas mana yang harus masuk bursa. Kedua, kita perlu memvalidasi entitas tersebut. Ketiga, ada model minimal dan persyaratan lain, terkait kustodian penyimpanan, hal-hal teknis.”

    Secara terpisah, CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai, mengatakan bursa dapat menjadi katalis bagi seluruh ekositem kripto di Indonesia yang mengarah ke lebih banyak pelaku usaha, lebih banyak komunitas dan minat dari investor internasional.

    “Industri akan tumbuh, kami akan mulai melihat lebih banyak proyek lokal,” kata Kai di Bali.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa Itu Metaverse? Masa Depan Dunia Virtual

    Metaverse menjadi topik hangat yang menarik untuk dibahas secara mendalam. Kamu mungkin baru-baru ini mendengar bagaimana metaverse akan mengantarkan era baru konektivitas digital ke dalam dunia virtual yang bisa diadaptasi di hampir semua sektor.

    Sudah lebih dari enam bulan sejak Facebook mengumumkan rebranding ke Meta dan akan memfokuskan masa depannya pada “metaverse” yang akan datang. Sejak saat itu, arti istilah metaverse itu belum menjadi lebih jelas.

    Di sisi lain, ada banyak hype marketing yang terbungkus dalam menjual gagasan “metaverse.” Untuk membantu kamu memahami betapa kabur dan kompleksnya istilah “metaverse”, berikut penjelasan yang komprehensifnya.

    Serius, Apa Itu Metaverse?

    Berbicara tentang metaverse terasa sangat mirip dengan membahas tentang internet di tahun 70-an dan 80-an. Saat blok bangunan dari bentuk komunikasi baru sedang diletakkan, hal itu memicu spekulasi tentang seperti apa bentuknya dan bagaimana orang akan menggunakannya.

    Semua orang membicarakannya tetapi hanya sedikit yang tahu apa artinya atau bagaimana cara kerjanya. Melihat ke belakang, ternyata tidak persis seperti yang dibayangkan beberapa orang.

    Istilah metaverse telah beredar selama beberapa tahun terakhir, kata “metaverse” sebenarnya diciptakan oleh penulis Neal Stephenson dalam novel fiksi ilmiahnya tahun 1992, “Snow Crash.” Dalam bukunya, Stephenson menyebut metaverse sebagai dunia digital yang mencakup semua yang ada paralel dengan dunia nyata.

    Namun pada tahun 2022, para ahli masih belum yakin apakah metaverse di dunia nyata dapat berevolusi menjadi sesuatu yang serupa.

    Avatar CEO Meta, Mark Zuckerberg di Metaverse.
    Avatar CEO Meta, Mark Zuckerberg di Metaverse.

    Baca juga: Nilai Pasar Metaverse Diramalkan Menjadi US$ 5 Triliun pada Tahun 2030

    Metaverse Hanya Dunia Game Saja?

    Banyak ahli melihat metaverse sebagai model 3D dari internet. Pada dasarnya, tempat yang sejajar dengan dunia fisik, di mana kamu menghabiskan kehidupan digital secara virtual. Tempat di mana kamu dan orang lain memiliki avatar, dan berinteraksi dengan mereka melalui avatar juga. Beberapa berpendapat bahwa metaverse dalam arti sebenarnya dari istilah tersebut sebenarnya belum ada.

    Pada dasarnya, metaverse seharusnya menjadi versi 3D dari internet yang dilihat sebagai tahap pengembangan selanjutnya yang logis, dan idealnya akan diakses melalui satu gateway. Namun, itu tidak mengharuskan ruang tersebut diakses secara eksklusif melalui VR atau AR. Dunia virtual —seperti aspek Fortnite yang dapat diakses melalui PC, konsol game, dan bahkan ponsel— sudah mulai menyebut diri mereka sebagai “metaverse.”

    Mengapa Metaverse Melibatkan Avatar?

    Metaverse adalah dunia realitas virtual yang digambarkan sebagai pasar yang mengelilingi planet di mana real estat virtual dapat dibeli dan dijual, dan di mana pengguna yang memakai kacamata VR menghuni avatar 3D yang bentuknya bebas untuk mereka pilih.

    Ketiga elemen ini —VR, kepemilikan digital, dan avatar— masih menonjol dalam konsep metaverse saat ini. Tetapi tidak satu pun dari mereka yang benar-benar penting untuk gagasan itu. Dalam istilah yang paling luas, metaverse dipahami sebagai ruang virtual yang kaya grafis, di mana orang dapat bekerja, bermain, berbelanja, bersosialisasi.

    Pendukung metaverse sering berfokus pada konsep “kehadiran” sebagai faktor penentu: Merasa seperti kamu benar-benar ada di sana, dan merasa seperti orang lain juga benar-benar ada di sana bersama kamu. Versi metaverse ini bisa dibilang sudah ada dalam bentuk video game. Tapi ada definisi lain dari metaverse yang melampaui dunia virtual yang kita kenal.

    gambaran bermain di metaverse
    Ilustrasi Metaverse.

    Baca juga: Token Kripto Metaverse Terus Tumbuh, meski Market Bearish

    Definisi tersebut sebenarnya tidak menggambarkan metaverse sama sekali, tetapi menjelaskan mengapa semua orang menganggapnya sangat penting. Definisi ini bukan tentang visi untuk masa depan atau teknologi baru. Sebaliknya, ini melihat ke masa lalu dan ke teknologi internet dan smartphone yang sekarang biasa, dan mengasumsikan bahwa perlu untuk menemukan metaverse untuk menggantikannya.

    Hambatan Wujudkan Metaverse Jadi Realitas Virtual

    Tetapi ada tantangan yang harus diatasi sebelum metaverse dapat mencapai adopsi global yang luas. Dan satu tantangan utama adalah bagian “virtual” dari alam semesta ini.

    Sementara, VR dianggap sebagai bahan utama resep metaverse, masuk ke metaverse tidak (dan tidak boleh) dibatasi dengan memiliki headset VR. Dalam arti tertentu, siapa pun yang memiliki komputer atau smartphone dapat memanfaatkan pengalaman metaverse secara nyata.

    Menawarkan aksesibilitas yang luas adalah kunci untuk membuat metaverse bekerja berdasarkan perjuangan berat VR yang berkelanjutan untuk mendapatkan daya tarik dengan konsumen.

    Pasar VR telah melihat inovasi luar biasa dalam waktu singkat. Beberapa tahun yang lalu, orang yang tertarik dengan VR rumahan harus memilih antara sistem berbasis komputer yang mahal yang menambatkan pengguna atau headset berbasis ponsel cerdas yang murah namun sangat terbatas.

    Lima Aset Kripto Metaverse Paling Top
    Ilustrasi memakai VR untuk akses metaverse.

    Baca juga: Kenalan dengan Decentraland, Salah Satu Proyek Metaverse

    Riset dari PwC, teknologi VR dan AR untuk metaverse meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) global US$ 1,4 triliun pada 2030. Selain kontribusi ke PDB global, VR dan AR memberikan dampak ke pekerjaan.

    Pengembangan kedua teknologi ini dinilai mampu mendorong terciptanya 23,3 juta pekerjaan baru pada 2030. Teknologi metaverse juga mampu menyusup ke semua lini ekonomi. Sebanyak 25% masyarakat dunia diperkirakan menghabiskan waktunya satu jam per hari di metaverse pada 2026.

    Metaverse, Kripto, NFT dan Blockchain

    Metaverse adalah kombinasi dari beberapa elemen teknologi, termasuk blockchain, kripto, NFT, web3, virtual reality (VR) dan augmented reality (AR), di mana pengguna dapat merasakan hidup dalam dunia digital.

    Crypto is the key to the metaverse. Faktanya, metaverse membutuhkan aset kripto untuk beroperasi dengan baik dan maksimal. Konsep metaverse cenderung masih berfokus pada dunia games, NFT dan ada beberapa token kripto yang khusus diaplikasikan pada platform metaverse.

    Co-Founder & Chariman VCGamers, Wafa Taftazani, menjelaskan metaverse merupakan konsep kolaboratif yang menggabungkan interaksi manusia dengan avatar serta berbagai produk dan layanan antara dunia nyata dengan dunia digital tanpa batas, di mana semua bisa berlangsung secara simultan dan paralel di dalam jaringan blokchain.

    “Metaverse pada dasarnya adalah menggabung NFT, crypto asset, blockchain, smart contract di dalam satu lingkungan virtual. Metaverse itu kolektif seperti menjadi seperti dunia nyata, tapi terjadi di dalam blockchain. Jadi orang bertransaksi dengan crypto asset, tanah dan bangunan virtual jadi NFT, semua transaksi tercatat di blockchain,” ujar Wafa dikutip CNBC Indonesia.

    Ilustrasi Ketika lembaga pemerintahan Indonesia melirik pengembangan metaverse. Foto: Pusat Penerangan Kemendagri.
    Ilustrasi Ketika lembaga pemerintahan Indonesia melirik pengembangan metaverse. Foto: Pusat Penerangan Kemendagri.

    Baca juga: Tanah Cluster Metaverse Pertama di Indonesia Laku Terjual Rp 150 Juta

    Metaverse memiliki potensi yang besar untuk masyarakat bisa berinteraksi, bekerja, belajar dan berkarya. Tentu saja butuh waktu untuk mengembangkan dunia virtual yang optimal dan bisa digunakan oleh semua orang.

    Potensi dan Tantangan Besar Metaverse di Indonesia

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, menyebutkan potensi metaverse di Indonesia sangat besar. Menurut Sandiaga, metaverse harus dioptimalkan untuk kepentingan pemulihan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

    Metaverse bisa mendorong ekonomi digital di mana Indonesia memiliki potensi yang luar biasa dengan 600.000 talenta digital per tahun. Dan ada potensi 30 juta UMKM serta kontribusi ekonomi yang diprediksi bisa mencapai 150 miliar dolar AS pada 2025.

    “Indonesia memiliki potensi luar biasa dan ini jadi peluang usaha kita untuk bisa meningkatkan aktivitas pembiayaan dan usaha sehingga bisa membuka lapangan kerja baru dan salah satunya di space metaverse ini,” kata Sandiaga dikutip dari siaran pers Kemenparekraf.

    Senada dengan Sandiaga, Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo), Teguh Kurniawan Harmanda, mengatakan metaverse adalah sebuah keniscayaan. Menurutnya cepat atau lambat perkembangan metaverse akan begitu masif seiring dengan adopsi aset kripto dan blockchian yang bisa menjadi bagian dunia virtual yang dibangun nantinya.

    “Adopsi kripto dan blockchain akan mempercepat pengembangan metaverse yang memiliki potensi besar di Indonesia. Bayangkan akan banyak inovasi yang muncul saat ini akan lari ke arah metaverse di masa depan. Apa yang kita rasakan di dunia nyata, semua akan bisa terjadi juga di metaverse,” kata pria yang akrab disapa Manda.

    Ilustrasi token kripto dan dunia Metaverse.
    Ilustrasi dunia metaverse.

    Baca juga: Ketika Lembaga Pemerintahan Indonesia Melirik Pengembangan Metaverse

    Peluang Ekonomi Digital dari Metaverse

    Riset dari The Analysis Group, metaverse pada 2031 akan memiliki kontribusi terhadap perekonomian global mencapai US$ 3,01 triliun. Kajian yang bertajuk “The Potential Global Economic Impact of Metaverse” ini menyebut angka itu setara dengan 2,8 persen dari pertumbuhan ekonomi dunia.

    Peluang ekonomi metaverse pun, menurut McKinsey, tak bisa dianggap remeh. Sektor teknologi ini ditaksir akan mencapai nilai US$5 triliun atau lebih dari Rp74.152 triliun pada 2030.

    Dari jumlah tersebut, sektor e-commerce akan menjadi ceruk terbesar, dengan nilai mencapai sekitar US$ 2 triliun, diikuti pembelajaran virtual mencapai US$ 180 miliar sampai US$ 270 miliar, iklan virtual US$ 144 miliar sampai US$ 206 miliar, dan gim US$ 108 miliar sampai US$ 125 miliar.

    Menurut Manda, metaverse nantinya bukan hanya akan menjadi tren baru dalam dunia virtual untuk media sosial dan lainnya, tapi juga memunculkan solusi-solusi baru atas berbagai masalah yang dihadapi Indonesia saat ini.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ada Kripto, Potensi Ekonomi Digital Indonesia Bisa Capai US$ 146 Miliar

    Perdagangan aset kripto merupakan bagian ekonomi digital di Indonesia dan diperkirakan akan berkembang pesat di masa mendatang. Diyakini menurut data Google diproyeksikan potensi ekonomi digital Indonesia pada 2025 akan mencapai US$ 146 miliar, terbesar di Asia Tenggara.

    Wakil Menteri Perdagangan RI, Jerry Sambuaga, mengatakan konsep aset kripto dan blockchain akan memberikan pengaruh luas dan intensif dalam berbagai sektor serta mengubah pola pengaturan ekonomi perdagangan menjadi berbasis otoritas pasar dan komunitas.

    “Potensi ekonomi digital Indonesia dalam beberapa tahun ke depan akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara, yaitu sebesar USD 146 miliar. Hal ini merupakan sesuatu yang harus dapat kita realisasikan bersama,” kata Wamendag, Jerry Sambuaga dalam keterangan tertulisnya dikutip Senin (27/2).

    “Maka dari itu, aset kripto harus teratur dan terlembaga serta harus berada di bawah pengaturan negara, sehingga mampu memberikan perlindungan kepada masyarakat serta dapat memberikan manfaat terbaik bagi perekonomian nasional.”

    Diminati Anak Muda

    Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Jerry Sambuaga di acara Tokocrypto Bulan Literasi Kripto 2023. Foto: Tokocrypto.
    Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Jerry Sambuaga di acara Tokocrypto Bulan Literasi Kripto 2023. Foto: Tokocrypto.

    Baca juga: Market Watch: Bitcoin Sempat Anjlok, Kini Berusaha Bangkit Lagi

    Menurut Wamendag, perdagangan aset kripto menjadi salah satu pilihan berinvestasi yang belakangan ini sangat diminati, terutama oleh anak muda. Menurut data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kemendag, lebih dari separuh pelanggan aset kripto di Indonesia berada pada rentang usia 18-35 tahun.

    Survei dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS), juga menunjukkan bahwa aset kripto berada pada urutan ketiga instrumen investasi yang dimiliki masyarakat Indonesia di mana 21,1 persen responden memiliki instrumen investasi aset kripto, angka ini berada di bawah Reksadana (29,8 persen) dan saham (21,7 persen) dengan rata-rata penempatan dana yang dilakukan masyarakat.

    Kementerian Perdagangan melalui Bappebti terus berupaya menyempurnakan peraturan terkait perdagangan fisik aset kripto serta memberikan kesempatan kepada anak bangsa untuk terus berinovasi dalam mengembangkan aset kripto untuk diperdagangkan.

    Kuatkan Regulasi

    Bappebti telah mengeluarkan peraturan terbaru yaitu Peraturan Nomor 11 Tahun 2022 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto sebanyak 383 jenis aset kripto di mana di antaranya terdapat sekitar 10 aset kripto lokal.

    Diskusi panel di acara Tokocrypto Bulan Literasi Kripto 2023. Foto: Tokocrypto.
    Diskusi panel di acara Tokocrypto Bulan Literasi Kripto 2023. Foto: Tokocrypto.

    Baca juga: Kripto ANKR Melonjak 60% Efek Kemitraan dengan Microsoft dan Tencent

    Selain itu, Bappebti juga telah menerbitkan Peraturan Bappebti Nomor 13 Tahun 2022 tentang
    Perubahan Atas Peraturan Bappebti Nomor 8 Tahun 2021 Tentang Pedoman Penyelenggaraan
    Perdagangan Pasar Fisik Aset Kripto di Bursa Berjangka.

    “Bappebti dan para pemangku kepentingan terus berupaya meningkatkan literasi kepada masyarakat, karena tidak dapat dipungkiri bahwa salah satu tolak ukur bahwa sebuah industri sudah matang juga ditunjukkan oleh kematangan literasi dari masyarakat yang terlibat,” tutur Jerry.

    Dalam enam bulan ke depan, Bappebti bersama kementerian/lembaga lainnya akan menyusun Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) yang akan mengatur secara teknis mekanisme masa peralihan wewenang pengaturan dan pengawasan perdagangan fisik aset kripto selama dua tahun ke depan.

    “Sebelum masa peralihan tersebut berakhir, kami menargetkan seluruh kelembagaan pada ekosistem perdagangan fisik aset kripto akan segera terbentuk. Hal ini menjadi sebuah penegasan komitmen Kementerian Perdagangan terhadap perkembangan perdagangan fisik aset kripto yang adil serta berorientasi kepada perlindungan masyarakat,” pungkas Wamendag.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Nilai Pasar NFT Indonesia Bisa Capai Rp 200 T pada Tahun 2028

    Pasar NFT Indonesia diperkirakan akan terus tumbuh di masa depan. Sebuah perusahaan riset Research and Markets baru-baru ini mengeluarkan prediksi nilai pasar NFT Indonesia bisa capai lebih dari Rp 200 triliun di tahun 2028.

    Indonesia menjadi salah satu negara yang diperhitungkan dalam peta industri NFT global. Firma Research and Markets memprediksi industri NFT di Tanah Air diperkirakan akan tumbuh sebesar 50,8% secara tahunan hingga mencapai US$ 2.367,6 juta pada tahun 2022 lalu.

    Kemudian dalam jangka panjang, diproyeksikan akan tumbuh dengan stabil dan mencatat compounded annual growth rate (CAGR) sebesar 35,8% selama 2022-2028. Nilai Pembelanjaan NFT di Indonesia akan meningkat dari US$ 2.367,6 juta pada tahun 2022 menjadi US$ 13.394 miliar atau sekitar Rp 200 triliun pada tahun 2028.

    Ekonomi Digital

    Ekonomi digital Indonesia menurut Research and Markets tengah mengarah ke Web3, Metaverse, dan Decentralized Autonomous Organizations (DAO). Akibatnya, konten kreator dari semua lapisan masyarakat menggunakan momentum yang berkembang untuk memasuki ruang kreatif industri digital yang baru tumbuh ini.

    contoh ekonomi kreatif
    Ilustrasi ekonomi digital.

    Baca juga: Harga Ethereum Ditargetkan Capai US$ 2.000 Setelah Shanghai Upgrade

    Selama 12 bulan terakhir, NFT memungkinkan konten kreator untuk memiliki kendali penuh atas konten mereka dan mendorong interaksi secara signifikan dengan komunitas mereka.

    Di Indonesia, banyak seniman yang memasuki ruang NFT karena mereka terus mencari cara baru untuk mengembangkan dan memanfaatkan bakat mereka. Khususnya, Art Moments Jakarta, salah satu pengadopsi awal di ruang aset digital telah mendukung penuh ekonomi digital Indonesia dengan mengambil pendekatan hybrid live-online pada pameran di tahun 2021.

    Dengan NFT mendapatkan momentum dan popularitas yang konstan di Indonesia, pemerintah juga menunjukkan minat untuk melirik keberadaan teknologi blockchain. Pengembang mengharapkan seperangkat pedoman peraturan yang lebih kuat untuk sektor aset digital di Indonesia dari perspektif jangka pendek hingga menengah.

    Layanan Berbasis Blockchain dan NFT

    Adopsi aset kripto, NFT, dan blockchain diperkirakan akan semakin meluas selama dua hingga tiga tahun ke depan di Indonesia. Sementara literasi digital juga akan meningkat dengan tingginya minat investasi kripto dan penggunaan NFT.

    Sangat penting untuk membiasakan masyarakat umum dengan layanan berbasis blockchain dan NFT, mengingat dua sektor itu relatif baru dalam hal pengaplikasian teknologi.

    TokoCare gandeng BeKind dan WeCare.id, hadirkan kolaborasi "Kado Lebaran" di bulan Ramadan. Foto: Tokocrypto.
    TokoCare gandeng BeKind dan WeCare.id, hadirkan kolaborasi “Kado Lebaran” di bulan Ramadan. Foto: Tokocrypto.

    Baca juga: Reli Bitcoin Untungkan Investor Kripto yang Baru Masuk

    Secara global, brand dan bisnis telah menemukan beberapa kasus penggunaan NFT yang inovatif. Dari menggunakan NFT sebagai alat promosi untuk menciptakan awareness hingga menggunakan aset digital untuk mengumpulkan dana dengan tujuan mulia.

    Di Indonesia, tren serupa terlihat di mana banyak individu dan organisasi yang mengorganisir kampanye penggalangan dana NFT untuk melawan pandemi global.

    Tokocrypto, salah satu bursa kripto terkemuka di Indonesia, bermitra dengan Aldi Haryopratomo, Evan Tan, dan William Tan, dan Chef Arnold Poernomo untuk mengatur NFT kampanye penggalangan dana di Indonesia.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pertemuan G20 Akan Bahas Aset Kripto dan Uang Digital Bank Sentral

    Aset kripto dan uang digital bank sentral atau Central Bank Digital Currency (CDBC) akan jadi topik utama dalam rangkaian agenda 3rd Finance Ministers and Central Bank Governors (FMCBG) dan Finance and Central Bank Deputies Meetings (FCBD) G20 yang akan berlangsung di Bali mulai pekan depan 11-17 Juli 2022. 

    Agenda besar pertemuan FMCBG dan FCBD tersebut akan membahas tren terbaru dalam industri digital keuangan, termasuk pembayaran lintas batas, aset kripto dan CBDC. Pembahasan akan dilakukan seputar bagaimana desain atau standar dari aset kripto dan CDBC, bagaimana perkembangannya, serta ada diskusi panel yang dihadir oleh delegasi dari negara anggota G20, terdiri dari perwakilan bank sentral, pejabat pemerintah, pengusaha dan akademisi.

    Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda.
    Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda. Foto: Tokocrypto.

    Baca juga: Potensi Industri Aset Kripto di Indonesia saat Bear Market

    Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo), Teguh Kurniawan Harmanda, menyambut baik pembahasan aset kripto dan CBDC yang akan menjadi topik utama dalam pertemuan 3rd FMCBG dan FCBD G20 di Bali. Menurutnya pertemuan tersebut bisa memfasilitasi pertumbuhan industri kripto untuk mencapai keseimbangan yang tepat antara inovasi dan mitigasi risiko.

    “Perkembangan aset kripto tak bisa dimungkiri sangatlah pesat. Momentum pertemuan 3rd FMCBG dan FCBD G20 di Bali nanti, bisa dimanfaatkan untuk setiap negara-negara G20 saling bertukar pikiran bagaimana perlunya pembuat kebijakan untuk mencapai keseimbangan yang tepat antara inovasi dan mitigasi risiko,” jelas pria yang akrab disapa Manda.

    Regulasi yang Matang

    Lebih lanjut, Manda mengungkap diharapkan dengan rangkaian pertemuan tersebut bisa mendorong pertumbuhan industri aset kripto dan blockchain di Indonesia, melalui regulasi yang matang dengan mengedepankan transformasi digital dan inklusivitas. Di samping itu, para panelis bisa lebih mengenal konsep CBDC yang menggunakan teknologi blockchain untuk memberikan akses yang lebih luas dan mendorong inklusi keuangan.

    World Economic Forum
    Pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos, Swiss bahas soal aset kripto. Foto: Getty Images.

    Baca juga: Aset Kripto dan Blockchain Jadi Perhatian di Pertemuan Tahunan WEF 2022, Apa Dampaknya?

    Aset kripto pun saat ini sudah diakui oleh global dengan masuk sebagai pembahasan utama di agenda tahunan World Economic Forum (WEF) yang digelar bulan Mei lalu. Aset kripto dan blockhcain sudah tidak dipandang sebelah mata oleh para pemimpin ekonomi global.

    Kesempatan ini merupakan peluang untuk menciptakan nilai tambah yang baik. Pokok pembahasan tersebut bisa menjadi acuan bagi perkembangan kripto dan blockchain ke depannya, termasuk di Indonesia.

    Manda menjelaskan kehadiran aset kripto tetap tumbuh, walau saat ini market secara keseluruhan sedang mengalami kelesuan. Menurutnya, kripto semakin terintegrasi dengan perekonomian global, maka risiko-risiko seperti itu bisa jadi memiliki beberapa justifikasi. Meski demikian, masih memungkinkan kripto dan teknologi blockchain berfungsi dengan berbagai cara dan melangkah lebih jauh lagi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Indonesia Bisa Jadi Pusat Ekonomi Digital Dunia, Lewat Aset Kripto

    Pasar aset kripto dan turunannya dalam perdagangan berjangka komoditi memiliki potensi investasi yang besar di Indonesia. Industri aset kripto diharapkan bisa terus tumbuh dan mendorong perekonomian digital.

    Ketua MPR RI & Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan & Keamanan KADIN Indonesia, Bambang Soesatyo, mengakui perdagangan aset kripto di dalam negeri terus bertumbuh. Saat ini pasar kripto Indonesia dicatat sebagai yang terbesar di Asia Tenggara dan posisi 30 di level global.

    “Peluang penambangan kripto masih sangat besar. Terlebih, saat ini pertumbuhan kripto di dalam negeri terbilang masif dengan ditandai lonjakan jumlah investor dan gelembung nilai transaksi,” kata pria yang akrab disapa Bamsoet dalam keterangan resminya, Minggu (13/3).

    Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, menghadiri soft launching Tambang Digital Indonesia di Jakarta, Minggu (13/3/22).

    Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, menghadiri soft launching Tambang Digital Indonesia di Jakarta, Minggu (13/3/22).

    Aset Kripto Pendorong Ekonomi Digital di Indonesia

    Lebih lanjut, Bamsoet menjelaskan tingginya minat masyarakat pada pasar aset kripto di dalam negeri, serta pertumbuhannya masif bisa dijadikan momentum percepatan transformasi ekonomi digital.

    Seperti diketahui, ekonomi digital yang berkembang mencakup, mulai dari supply chain, digitalisasi komoditi, artificial intelligence, transportasi dan logistik digital, ekonomi Metaverse, hingga brain super interface intelligence.

    “Semua itu hendaknya dimulai dengan membangun ekosistem perdagangan baru, meliputi edukasi, mekanisme perdagangan yang lebih baik, penguatan perlindungan konsumen dan investor, pembentukan para profesi penunjang yang kapabel dan terpercaya, hingga perluasan potensi penerimaan pajak,” kata Ketua MPR RI dikutip Antara.

    Baca juga: Blockchain Bisa Ciptakan Peluang Ekonomi Digital Baru di RI

    Transaksi Aset Kripto Tinggi

    Bamsoet mengatakan, kemampuan pasar aset kripto menghimpun dana, jelas jauh lebih besar dibanding penghimpunan dana di pasar modal yang jumlahnya masih sekitar Rp363,3 triliun.

    Berdasarkan data Kementerian Perdagangan per Desember 2021, jumlah investor aset kripto di Indonesia sudah mencapai 11 juta orang.

    Angka tersebut menurut dia jauh lebih besar dibanding jumlah investor di pasar modal berbasis Single Investor Identification (SID) yang jumlahnya mencapai 7,48 juta investor.

    Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, menghadiri soft launching Tambang Digital Indonesia di Jakarta, Minggu (13/3/22).

    Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, menghadiri soft launching Tambang Digital Indonesia di Jakarta, Minggu (13/3/22).

    Baca juga: Kemendag Perketat Perdagangan Aset Kripto, Bikin Industri Sehat

    “Sepanjang tahun 2021, akumulasi nilai transaksi aset kripto juga terus tumbuh hingga mencapai Rp 859,45 triliun dengan nilai transaksi rata-rata per hari mencapai Rp 2,3 triliun,” ujarnya.

    Jumlah investor kripto akan terus tumbuh karena ekosistemnya terus berkembang, misalnya di dalam negeri, kripto dikelompokkan sebagai komoditi yang dapat diperdagangkan di bursa berjangka.

    Regulasi Aset Kripto Dukung Pertumbuhan

    Bamsoet meminta Bappebti Kementerian Perdagangan, OJK, Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Polri dan Kejaksaan sebagai regulator dan penegakan hukum harus segera menyiapkan regulasi perundangan terkait ekonomi digital.

    “Dasar hukumnya antara lain UU No.10/2011 Tentang Perubahan Atas UU No. 32 Tahun 1997 Tentang Perdagangan Berjangka Komoditi serta Peraturan Menteri Perdagangan No.99 Tahun 2018 Tentang Kebijakan Umum Penyelenggaraan Perdagangan Berjangka Aset Kripto,” katanya.

    Menurut dia, perlu diantisipasi free rider di pasar yang memanfaatkan kekosongan hukum tersebut untuk menipu masyarakat, dengan cara memanipulasi skema money game atau ponzi yang dibuat mirip seperti kripto, robot trading atau sejenisnya.

    Baca juga: Kemenparekraf Percaya Kripto dan NFT Bisa Dorong Ekonomi Kreatif RI



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Blockchain Bisa Ciptakan Peluang Ekonomi Digital Baru di RI

    Perkembangan aset kripto dan ekosistem blockchain semakin menarik perhatian. Presiden Indonesia, Joko Widodo, bahkan sempat menyinggung teknologi blockchain dalam Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri yang digelar di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Selasa (1/3).

    “TNI-Polri juga harus memiliki talent digital, karena eranya sudah era seperti ini, harus punya jago-jago AI (artificial intelligence), cloud computing, digital design, mengerti mengenai masalah blockchain,” ujar Jokowi saat memberi sambutan dalam acara itu.

    Presiden Jokowi juga menyatakan sektor ekonomi digital di Indonesia memiliki potensi yang besar. Pada 2025, potensi ekonomi digital Indonesia diperkirakan menyentuh angka 146 miliar dolar AS atau sekitar Rp 2.000 triliun.

    Selain itu, kontribusi Indonesia di dunia ekonomi digital juga diproyeksikan mengalami kenaikan hingga delapan kali pada 2030, yakni senilai Rp 4.531 triliun. Faktor pendorong ekonomi digital tersebut, tidak lain adalah teknologi 5G, Internet of Things (IoT), blockchain, kecerdasan buatan, dan cloud computing.

    Ilustrasi blockchain.

    Ilustrasi blockchain.

    Baca juga: Belajar dari Joe Biden Soal Kripto: Langkah Besar ke Arah yang Benar

    Peluang Blockchain Ciptakan Ekonomi Digital Baru

    Di sisi lain, Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda, mengatakan teknologi blockchain, di mana termasuk aset kripto dan NFT bisa menciptakan multiplier effect positif yang meluas yang dapat mempengaruhi peningkatan pendapatan dan konsumsi.

    “Blockchain saat ini sudah menjadi salah satu teknologi yang krusial secara global. Teknologi ini dapat diaplikasikan di banyak sektor dan memberi manfaat yang luas bagi masyarakat secara langsung maupun tidak. Langkah baiknya, blockchain memberi harapan dukungan efisiensi dan transparansi sehingga Indonesia dapat mengantisipasi perubahan dunia yang sangat cepat,” kata pria yang akrab disapa Manda.

    Lebih lanjut, Manda mengatakan perkembangan teknologi blockchain begitu cepat dan saat ini masih dalam tahap awal atau early. Indonesia seharusnya bisa mengadopsinya lebih cepat dan memimpin perkembangan teknologi blockchain di kawasan Asia Tenggara.

    Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda. Foto: Tokocrypto.

    Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda. Foto: Tokocrypto.

    “Peluang pengaplikasian project blockchain di Indonesia juga luar biasa luasnya. Blockchain bisa diimplementasikan dalam berbagai sektor, meliputi perbankan, media sosial, periklanan, hiburan, kesehatan, asuransi, properti, olahraga, energi, pemerintahan, dan berbagai industri lainnya,” ungkapnya.

    Blockchain dan aset kripto masih dalam tahap pertumbuhan dan memerlukan waktu yang panjang untuk adopsi massal. Keuntungan menjadi yang awal adalah, peluang untuk mendapat manfaat masih cukup besar. Tantangannya kemudian, bagaimana menyeleksi project yang benar-benar akan bertahan dan diadopsi oleh masyarakat luas.

    Baca juga: Mengenal NanoByte, Token Kripto Lokal Didukung Sinar Mas & Tokocrypto

    Literasi dan Lapangan Pekerjaan Sektor Blockchain di Indonesia

    Salah satu hambatan perkembangan teknologi blockchain di Indonesia adalah persoalan literasi. Sebagian masyarakat awam masih memandang blockchain adalah aset kripto atau bahkan menyebutnya dengan Bitcoin. Faktanya kedua hal itu berbeda, walaupun saling berkaitan.

    Peningkatan pemahaman literasi konsep teknologi blockchain juga beriringan dengan menciptakan kualitas sumber daya manusia. Pemanfaatan teknologi blockchain membutuhkan akselerasi penguasaan teknologi digital, sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan baru yang lebih luas dan masif.

    Ragam Jenis NFT yang Diperjualbelikan

    Ilustrasi blockchain.

    “Menelisik lebih jauh, tak bisa dipungkiri seiring dengan meningkatnya pamor aset kripto, banyak orang yang ingin terlibat lebih jauh dalam pekerjaan di bidang blockchain, dalam berbagai proyek serta yang tak kalah penting peran teknologi di belakangnya yang bahkan mampu menggeser pekerjaan di sektor konvensional,” tutur Manda.

    Pertumbuhan investasi aset kripto yang eksponensial turut membuat masyarakat semakin tertarik dengan teknologi blockchain. Maka demikian, bisa dibilang perdagangan aset kripto di Indonesia sebagai perintis penggunaan blockchain yang telah diatur resmi oleh Bappebti di bawah Kementerian Perdagangan.

    Kepastian regulasi dan literasi yang masif tidak menutup kemungkinan banyak pemangku kepentingan yang akan lebih terbuka menerima teknologi ini di masa mendatang. “Percayalah bahwa semua akan ter-blockchain pada waktunya,” pungkas Manda.

    Baca juga: Dunia Blockchain, Kripto dan NFT Bisa Jadi Tempat Ramah Perempuan



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kemenparekraf Percaya Kripto dan NFT Bisa Dorong Ekonomi Kreatif RI

    Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyakini aset kripto dan non-fungible token (NFT) memiliki potensi besar dalam mendorong nilai ekonomi industri kreatif Indonesia di tengah era digital.

    Deputi Industri dan Investasi Kemenparekraf, Fadjar Utomo, mengatakan saat ini kehadiran aset kripto dan NFT disikapi secara skeptis oleh berbagai pihak. Bahkan, pada forum negara-negara G-20, aset kripto masuk ke dalam salah satu bahasan pokok dalam tema ekonomi digital secara global.

    “Terdapat beberapa faktor pemicu respon negatif terhadap kehadiran aset kripto tersebut. Misalnya, saat ini, di Indonesia sendiri tengah ramai terkuak berbagai kasus penipuan investasi berbasis platform digital,” kata Fadjar melalui keterangan tertulis.

    Faktor Aset Kripto dan NFT Dipandang skeptis

    Lebih lanjut, Fadjar menjelaskan ada beberapa faktor yang menyebabkan kripto mendapatkan respon skeptis atau negatif. Ia mencontohkan saat ini, di Indonesia tengah ramai terkuak berbagai kasus penipuan investasi berbasis platform digital.

    Ilustrasi kreator NFT.

    Ilustrasi kreator NFT.

    Baca juga: Dunia Blockchain, Kripto dan NFT Bisa Jadi Tempat Ramah Perempuan

    “Maraknya kasus penipuan investasi dan berkedok perdagangan kripto yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab tersebut yang terkadang memanfaatkan influencer atau publik figur. Sedangkan, penindakan dan pemantauan terhadap modus-modus penipuan investasi digital masih sangat terbatas,” ungkapnya.

    Faktor lainnya, secara intrinsik aset kripto dikenal sebagai opsi investasi yang memiliki volatilitas tinggi. Hal tersebut pun membuat rentan posisi aset kripto sebagai instrumen investasi yang disalahartikan banyak kalangan.

    Di sisi lain, makna kripto juga masih banyak dianggap sebagai mata uang digital oleh sebagian besar masyarakat, sehingga dipandang akan menggantikan mata uang fiat, yakni Rupiah. Hal tersebut menimbulkan asumsi terhadap aset kripto yang disebut dapat berpotensi mengganggu stabilitas keuangan dan sistem moneter.

    Potensi Besar Aset Kripto dan NFT Bagi Ekonomi Kreatif

    Di Indonesia, aset kripto secara resmi diterima sebagai salah satu instrumen investasi perdagangan berjangka, selayaknya komoditas perdagangan berjangka, bukan sebagai alat pembayaran yang diatur Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan.

    Melihat aset kripto dan NFT yang menggunakan blockchain, Fadjar menjelaskan teknologi tersebut memiliki peran memperbesar nilai ekonomi industri kreatif Indonesia.

    Cara mencetak NFT

    Ilustrasi NFT.

    Baca juga: Tokocrypto Market Signal 2 Maret 2022: Pasar Mulai Pulih, Awas Bull Trap

    “Kami mendorong literasi agar para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif agar lebih memahami NFT ini. Sebab NFT ini di masa depan bisa menjadi medium bagi pelaku industri kreatif untuk mengkapitalisasi karya dalam bentuk baru dan relevan dengan perkembangan ekosistem digital,” ungkap Fadjar.

    NFT memiliki peran sebagai bukti kepemilikan barang secara digital yang dapat dipertukarkan melalui perantara aset kripto. NFT adalah konversi bentuk digital dari barang berharga dengan nilai tertentu yang tak dapat diganti.

    “Melalui prinsip kerja demikian, NFT sangat relevan bagi para pekerja industri kreatif yang bisa menjadikan karyanya sebagai aset dalam ekosistem digital. NFT sangat prospektif dari sisi industri kreatif,” ujar Fadjar.

    NFT Bisa Promosikan Sektor Parekraf

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, menyambut baik upaya penggunaan NFT sebagai promosikan pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf).
    Menurutnya, NFT dapat meningkatkan partisipasi masyarakat tanpa batas di era digitalisasi.

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno

    “NFT yang saat ini hot banget dan kelihatannya eksklusif, ternyata ada yang terjangkau baik dari harga dan fungsi NFT sendiri. Ini membuka peluang yang lebih berkeadilan, dan menunjukkan NFT punya fungsi dan utility (kegunaan) yang jelas,” kata Sandiaga dilansir Antara.

    Lebih lanjut, Sandiaga menuturkan NFT dapat membangkitkan ekonomi, peningkatan peluang usaha, serta lapangan kerja dinilai dapat tercapai. Dia menilai NFT harus mampu menjangkau desa wisata dan desa kreatif yang menjadi lokus-lokus andalan membangkitkan sektor parekraf.

    Baca juga: Korea Selatan Investasikan Rp 2,6 Triliun Ambisi Jadi Raja Metaverse



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bos AdaKami Sebut RI Kandidat Kuat Pemain Utama Ekonomi Digital di ASEAN


    Jakarta

    Indonesia dinilai memiliki posisi yang kuat untuk menjadi salah satu pemain utama dalam sektor ekonomi digital di Asia Tenggara. Apalagi dengan adanya populasi besar, tingkat adopsi teknologi yang tinggi, serta pasar domestik yang dinamis,

    Pandangan tersebut disampaikan oleh Chief Executive Officer (CEO) AdaKami sekaligus Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Luar Negeri Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Bernardino Vega, dalam sesi diskusi panel World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, yang membahas arah dan tantangan transformasi digital Indonesia.

    Berbagai proyeksi menunjukkan bahwa nilai ekonomi digital Indonesia berpotensi tumbuh signifikan dalam beberapa tahun ke depan, sejalan dengan meningkatnya pemanfaatan teknologi digital di berbagai sektor. Namun, menurut Bernardino, peluang pasar tersebut perlu diiringi dengan kepastian eksekusi agar dapat diterjemahkan menjadi investasi yang berkelanjutan.


    “Ketika kami mempromosikan Indonesia kepada investor, kami selalu berbicara tentang potensi. Saat ini, sektor ekonomi digital Indonesia menjadi yang terbesar di ASEAN. Inilah peluang investasi yang kami maksud,” ujar Bernardino dalam keterangannya, Sabtu (31/1/2026).

    Dalam paparannya, Bernardino menyampaikan beberapa peluang investasi sektor ekonomi digital di Indonesia yang mencakup sub-sektor e-commerce, kecerdasan buatan, dan teknologi finansial.

    Dalam menyambut peluang investasi ini, ia menuturkan bahwa Indonesia sudah memiliki berbagai kebijakan yang mendukung pengembangan ekonomi digital. Namun, tantangan berikutnya terletak pada aspek eksekusi. Bernardino menyebut eksekusi adalah ‘gorila 800 pon 1 di dalam ruangan’, isu besar yang jarang dibicarakan secara terbuka, padahal justru itulah yang perlu dihadapi.

    “Karena itu, pertanyaan utama bagi investor adalah kejelasan regulasi dan, yang lebih penting, bagaimana regulasi tersebut diterapkan. Kerangka kebijakan nasional pada dasarnya sudah tersedia, dan tantangan ke depan adalah bagaimana memastikan kebijakan-kebijakan tersebut dapat dijalankan secara efektif di lapangan,” jelasnya.

    AdaKamiFoto: AdaKami

    Lebih lanjut, Bernardino menyampaikan bahwa investor pada dasarnya tidak mempermasalahkan potensi risiko selama risiko tersebut bisa dihitung dan dipetakan. Namun, yang menjadi perhatian para investor adalah ketidakpastian. Ketika kerangka regulasi tidak cukup jelas, di situlah investor mulai mengajukan lebih banyak pertanyaan.

    Untuk memaksimalkan potensi ekonomi digital Indonesia, Bernardino menekankan pentingnya penguatan dua jenis infrastruktur. Pertama, infrastruktur keras seperti konektivitas. Seiring meningkatnya aktivitas digital, diperlukan lebih banyak pusat data yang membutuhkan pasokan listrik yang andal, yang idealnya berbasis energi hijau, serta ketersediaan air yang memadai.

    Kedua, lanjut Bernardino, infrastruktur lunak, termasuk kesiapan teknologi, literasi digital, dan literasi keuangan digital juga sama pentingnya dalam mendukung ekosistem ekonomi digital yang berkelanjutan.

    Dari perspektif industri ekonomi digital di Indonesia, ia juga menyoroti pentingnya dialog berkelanjutan dengan regulator. Ia menjelaskan bahwa forum diskusi rutin antara pelaku industri dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan arah perkembangan teknologi dengan kebutuhan kebijakan ke depan.

    “Dialog yang berkelanjutan ini memberikan keyakinan kepada investor bahwa Indonesia secara aktif merespon perkembangan teknologi, mengantisipasi tantangan ke depan, serta terus memperkuat ekosistem investasi digital,” pungkasnya.

    (akd/ega)

    Sumber : finance.detik.com

    Alhamdulillah Haji Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad Ekonomi Bisnis uang dolar
    ilustrasi sumber : unsplash.com / adam nir