Tag: ekonomi

  • Indikator Ekonomi AS yang Mempengaruhi Pasar Kripto Pekan Ini

    Pasar kripto menghadapi pekan penting karena beberapa data ekonomi Amerika Serikat dijadwalkan rilis dan diperkirakan akan memicu volatilitas harga, khususnya pada Bitcoin (BTC). Di tengah meningkatnya sensitivitas BTC terhadap kebijakan The Fed dan kekuatan dolar AS, para pelaku pasar disarankan untuk mencermati empat indikator utama berikut:

    1. Laporan Lowongan Kerja (JOLTS) – 3 Juni

    Menurut laporan BeInCrypto, data JOLTS untuk April 2025 akan menjadi sinyal awal kondisi pasar tenaga kerja AS. Bulan Maret lalu, jumlah lowongan turun ke 7,19 juta—terendah sejak September 2024. Jika tren penurunan ini berlanjut, bisa menjadi sinyal bagi The Fed untuk melonggarkan kebijakan moneternya. Hal ini dapat melemahkan dolar dan meningkatkan minat terhadap Bitcoin sebagai aset alternatif.

    Namun, bila lowongan tetap tinggi atau naik, ekspektasi terhadap pengetatan kebijakan bisa kembali menguat, berpotensi menekan BTC.

    2. Data Ketenagakerjaan ADP – 4 Juni

    Laporan pekerjaan sektor swasta dari ADP untuk Mei 2025 diperkirakan menunjukkan penambahan sekitar 112.000 pekerjaan. Jika realisasi di bawah ekspektasi, bisa menjadi sinyal pelemahan ekonomi, membuka peluang pelonggaran moneter oleh The Fed dan meningkatkan daya tarik Bitcoin sebagai lindung nilai terhadap inflasi atau depresiasi dolar.

    Sebaliknya, data yang lebih kuat dari perkiraan bisa mengisyaratkan ekonomi yang tangguh dan memperkecil kemungkinan pelonggaran, sehingga dapat melemahkan sentimen pasar terhadap kripto.

    Indikator Ekonomi AS. Sumber: Trading Economics.
    Indikator Ekonomi AS. Sumber: Trading Economics.

    Baca juga: Harga Rocket Pool (RPL) Melonjak 23% Jadi Solusi Staking Ethereum

    3. Klaim Pengangguran Awal – 6 Juni

    Jumlah klaim pengangguran awal pekan lalu mencapai 240.000, tertinggi sejak November 2021. Data terbaru untuk pekan yang berakhir 31 Mei diperkirakan turun ke 232.000. Peningkatan klaim bisa memperkuat sinyal pelemahan pasar tenaga kerja dan mendorong kebijakan The Fed yang lebih akomodatif, yang cenderung positif untuk Bitcoin.

    Namun, jika peningkatan klaim dianggap hanya bersifat sementara, dampaknya terhadap kripto mungkin terbatas.

    4. Non-Farm Payrolls (NFP) – 6 Juni

    Laporan ketenagakerjaan utama AS ini menjadi penentu arah kebijakan moneter jangka pendek. Setelah menambah 177.000 pekerjaan di April, NFP bulan Mei diperkirakan melambat ke 130.000. Angka yang lebih rendah dari perkiraan bisa mendorong The Fed untuk lebih dovish, mendukung kenaikan BTC.

    Sebaliknya, jika data tetap kuat, potensi pengetatan lanjutan bisa menguatkan dolar dan menekan harga Bitcoin.

    Pasar Kripto Menanti Volatilitas

    Para analis memperkirakan meningkatnya volatilitas di pasar kripto minggu ini. Para investor dan trader disarankan untuk menerapkan strategi manajemen risiko yang disiplin dan menunggu konfirmasi arah pasar sebelum mengambil posisi.

    BTC diperdagangkan di sekitar $104.858, naik 0,17% dalam 24 jam terakhir (data per 2 Juni 2025).


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Inflasi dan Belanja Melambat, The Fed Diperkirakan Tahan Suku Bunga

    Federal Reserve (The Fed) diperkirakan tetap mempertahankan suku bunga acuan karena inflasi melandai dan pengeluaran konsumen menunjukkan perlambatan. Data terbaru menunjukkan bahwa laju inflasi tahunan pada April turun menjadi 2,1%, mendekati target Fed sebesar 2%, sementara belanja konsumen nyaris stagnan dan tingkat tabungan meningkat.

    Menurut laporan Departemen Perdagangan AS pada Jumat (30/5), pengeluaran hanya tumbuh 0,2% di bulan April, sedangkan tingkat tabungan pribadi naik menjadi 4,9% dari sebelumnya 4,3%. Kondisi ini mencerminkan kehati-hatian masyarakat akibat ketidakpastian kebijakan tarif yang terus berubah.

    Inflasi Mereda?

    Meski inflasi mulai mereda, para pejabat The Fed belum melihat alasan cukup kuat untuk menurunkan suku bunga. Mereka memilih bersikap hati-hati, apalagi di tengah meningkatnya tekanan dari kebijakan tarif Presiden Donald Trump yang berpotensi mendorong biaya impor naik. Banyak pelaku usaha mulai membebankan biaya tambahan ini kepada konsumen.

    Ilustrasi inflasi AS. Foto: Reuters.
    Ilustrasi inflasi AS. Foto: Reuters.

    Baca juga: Apa itu The Fed dan Kenapa Kebijakannya Mempengaruhi Pasar?

    Dikutip Cryptopolitan, Olu Sonola dari Fitch Ratings menyebutkan bahwa penurunan inflasi bulan April bisa jadi hanya “ketenangan sebelum badai.” Ia menambahkan, kecuali terjadi lonjakan PHK atau penurunan tajam dalam belanja konsumen, Fed kemungkinan besar akan tetap mempertahankan suku bunga.

    Tahan Suku Bunga Lagi?

    Sejak Desember, The Fed menahan suku bunga jangka pendek di kisaran 4,25%–4,50%. Dalam pernyataan pasca-pertemuan bulan Mei, para pejabat menegaskan fokus utama tetap pada inflasi. Presiden Fed San Francisco, Mary Daly, menekankan bahwa tekanan harga masih tinggi dan suku bunga harus tetap cukup ketat untuk menekan inflasi.

    Senada dengan Daly, Lorie Logan dari Fed Dallas menyatakan bahwa ketidakpastian dampak kebijakan perdagangan terhadap inflasi maupun pasar tenaga kerja membuat Fed enggan bertindak tergesa-gesa. “Risikonya masih seimbang,” ujarnya.

    Meski begitu, pasar keuangan mulai memperkirakan bahwa penurunan suku bunga bisa dimulai pada September, dengan ekspektasi suku bunga turun ke kisaran 3,75%–4,0% di akhir tahun. Namun, hingga kini, belum ada sinyal konkret dari The Fed untuk mengubah arah kebijakan kecuali terjadi perubahan signifikan pada inflasi atau pasar tenaga kerja.

    Baca juga: Kripto Potensi Tetap Menguat, Trump Desak Fed Pangkas Suku Bunga


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Hari Ini 17 Desember 2025: Data Ekonomi AS Bikin Bangkit!

    Pasar kripto hari ini, Rabu (17/12) mulai menunjukkan tanda kebangkitan dengan altcoin memimpin penguatan, di mana FORM melonjak tajam 41%, disusul USTC yang naik 16% dan OM yang menguat 14%.

    Dari sisi makro, rilis data ketenagakerjaan AS yang lebih baik dari ekspektasi turut mendorong sentimen positif, membuat Bitcoin sempat menyentuh level $88.000 meski tingkat pengangguran sedikit meningkat.

    Di tengah momentum ini, Tokocrypto menghadirkan kemudahan baru lewat fitur deposit via BCA yang memungkinkan pengguna melakukan deposit lebih cepat dan nyaman tanpa biaya tambahan. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

    Daftar Altcoin Pimpin Kenaikan di Tengah Pasar yang Mulai Bangkit

    • FORM mengalami kenaikan 41%, dengan harga mencapai $0,428.
    • USTC catat penguatan harian 16%, harganya naik $0,00753.
    • Harga OM melonjak 14%, saat ini diperdagangkan di level $0,0752.

    Data Ketenagakerjaan AS Melebihi Ekspektasi, Harga Bitcoin Naik

    • Jumlah pekerjaan di sektor nonpertanian meningkat menjadi 64.000 pada bulan November, di atas perkiraan 50.000
    • Tingkat pengangguran naik menjadi 4,6%, di atas perkiraan sebesar 4,5%.
    • Harga Bitcoin sempat mencapai angka tertinggi $88.000 setelah data tersebut dirilis.

    Ini yang Ditunggu! Fitur Deposit via BCA Hadir di Tokocrypto

    Prediksi harga Dogecoin 2026: Akankah DOGE Kembali Bangkit?

    • Penurunan Doge tunjukkan tekanan jual terus-menerus di tengah pasar kripto yang lesu.
    • Token saat ini 82% di bawah ATH Mei 2021, dan upaya pemulihan gagal bertahan.
    • Prakiraan DOGE tunjukkan pergerakan bertahap, bukan lompatan besar, mengikuti sentimen kripto global.

    Harga Ethereum di Bawah $3.000, Arus Keluar Tiga Hari ETF ETH

    • Ethereum turun di bawah $3.000 pada hari Selasa (ketiga kalinya bulan ini).
    • ETF Ether AS rugi hampir $140 juta akibat arus keluar tiga hari berturut-turut.
    • Harga ETH hampir konfirmasi pola bearish flag pada grafik harian.

    Baca juga: OJK: Investor Kripto Tembus 19 Juta, Siap Salip Investor Pasar Modal?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • SEC Tengah Hancurkan Perlindungan Investor, Ekonomi AS Bisa Terpuruk!

    Dalam langkah yang mengejutkan banyak pihak, Securities and Exchange Commission (SEC) di bawah pimpinan Paul Atkins dikritik keras karena dianggap sedang menghancurkan perlindungan investor yang telah menjadi misi utama lembaga ini sejak 1934.

    Menurut Dennis M. Kelleher, Amanda Fischer, dan Benjamin Schiffrin dari Better Markets, perubahan ini bukan sekadar soal investor kecil atau regulasi niche seperti ESG atau DEI. Dampaknya meluas hingga seluruh pasar finansial dan ekonomi AS.

    Sejak awal kepemimpinan Atkins, SEC bergerak menjauh dari tujuan historisnya untuk melindungi investor dan pasar, dan malah lebih fokus melindungi kepentingan manajemen dan industri keuangan. Ini termasuk pembatasan hak investor untuk mengajukan gugatan, pengurangan keterbukaan informasi, dan melemahkan alat pengawasan seperti Consolidated Audit Trail (CAT). Bahkan tindakan penegakan hukum terhadap potensi penipuan dan industri kripto kini jauh berkurang.

    Dampak Ekonomi AS

    Baca juga: Akankah XRP Capai ke $5, Jika SEC Setujui ETF Bulan Ini?

    Akibatnya, investor berisiko menghadapi informasi yang lebih sedikit, keputusan investasi yang salah arah, dan pasar yang kurang efisien. Langkah-langkah ini juga berpotensi merusak proses pembentukan modal, harga aset yang adil, dan bahkan standar hidup masyarakat Amerika. Kritik tajam muncul karena banyak kebijakan ini diambil tanpa konsultasi publik atau transparansi memadai, termasuk pencabutan aturan terkait pengungkapan ESG dan gaji eksekutif, serta pembatasan akses investor terhadap tindakan hukum kolektif.

    Yang lebih mengkhawatirkan, SEC kini mempermudah investor ritel masuk ke pasar privat tanpa proteksi yang memadai. Dengan dorongan legislasi yang memungkinkan penerbit crypto menawarkan token hingga miliaran dolar tanpa pengungkapan signifikan, investor publik berisiko menghadapi kerugian besar tanpa jalur hukum yang jelas.

    Sementara itu, CAT, alat utama untuk memantau pasar dan mencegah manipulasi, dihadapkan pada upaya pemangkasan data dan pembiayaan, mengurangi kemampuan SEC untuk menegakkan hukum.

    Secara keseluruhan, pergeseran ekstrem SEC dari perlindungan investor ke kepentingan korporasi dan manajemen dapat menggerus kepercayaan pada pasar keuangan AS, menurunkan efisiensi pasar, dan mengancam ekonomi secara keseluruhan.

    Jika tren ini berlanjut, bukan hanya investor yang rugi—semua warga Amerika bisa merasakan dampaknya melalui penurunan kekayaan, kesempatan, dan standar hidup.

    Baca juga: SEC Akhirnya Setujui 21Shares ETF Solana, Jalan Terbuka Menuju $300?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kerja AS Panas, Harapan Pemangkasan Bunga Sirna di April 2026

    Ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) mendadak runtuh setelah data tenaga kerja Amerika Serikat menunjukkan hasil yang jauh lebih kuat dari perkiraan. Kondisi ini langsung mengubah arah pasar, mendorong kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS sekaligus menekan aset berisiko seperti kripto.

    Laporan ketenagakerjaan Maret mencatat penambahan nonfarm payrolls sebesar 178.000, jauh di atas estimasi pasar yang hanya 65.000. Di saat yang sama, tingkat pengangguran turun menjadi 4,3%, lebih rendah dari proyeksi 4,4%. Data ini menjadi sinyal bahwa pasar tenaga kerja AS masih solid, sehingga mengurangi urgensi bagi The Fed untuk melonggarkan kebijakan moneter.

    Dilaporkan Coingape, kondisi ini berbanding terbalik dengan data Februari yang direvisi menunjukkan kehilangan pekerjaan sebesar 133.000. Rebound yang kuat pada Maret membuat pelaku pasar mulai menilai ulang proyeksi ekonomi dan arah kebijakan suku bunga ke depan.

    Dampaknya, imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun naik sekitar 3–4 basis poin, mencerminkan perubahan ekspektasi pasar. Sebelumnya, investor masih memperkirakan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga tahun ini. Namun kini, sebagian besar ekspektasi tersebut telah dihapus.

    Perubahan Sentimen Picu Repricing Pasar

    Setelah rilis data, pasar keuangan global langsung melakukan penyesuaian. Harga obligasi turun seiring kenaikan yield, sementara dolar AS sempat menguat sebelum akhirnya terkoreksi tipis.

    Di sisi lain, aset berisiko ikut terdampak. Bitcoin mengalami penurunan karena likuiditas pasar menyusut seiring berkurangnya harapan pelonggaran moneter. Pergerakan ini mencerminkan perubahan sentimen investor yang menjadi lebih defensif.

    Baca juga: Donald Trump Desak The Fed Pangkas Suku Bunga 2 Poin

    Pelaku pasar juga mulai menutup posisi yang sebelumnya bertaruh pada penurunan yield. JPMorgan bahkan menyarankan untuk keluar dari posisi tertentu di pasar obligasi, mengingat risiko penundaan pemangkasan suku bunga semakin besar.

    Meski demikian, beberapa ekonom menilai data ini masih bersifat “backward-looking” dan belum sepenuhnya mencerminkan dampak kenaikan harga energi serta ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung.

    Lonjakan Harga Minyak Perumit Arah Kebijakan

    Di saat yang sama, harga minyak dunia melonjak hingga menembus USD 111 per barel, dipicu oleh meningkatnya tensi konflik AS-Iran. Risiko gangguan distribusi energi melalui Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb menjadi perhatian utama pasar.

    Kenaikan harga energi ini berpotensi mendorong inflasi kembali naik, yang secara langsung memperkecil peluang The Fed untuk menurunkan suku bunga dalam waktu dekat. Kombinasi antara data tenaga kerja yang kuat dan tekanan inflasi dari sektor energi menciptakan dilema baru bagi bank sentral.

    Sebelumnya, pasar sempat memperkirakan beberapa kali pemangkasan suku bunga setelah The Fed melakukan pelonggaran sebanyak tiga kali tahun lalu. Namun dengan kondisi terbaru, arah kebijakan kini cenderung mengarah pada “higher for longer”.

    Likuiditas Global Mengetat

    Tim Research Tokocrypto melihat bahwa perubahan ekspektasi suku bunga ini menjadi katalis penting bagi pergerakan pasar kripto dalam jangka pendek. Ketika peluang penurunan suku bunga menurun, likuiditas global cenderung mengetat, sehingga menekan aset berisiko seperti Bitcoin dan altcoin.

    Kenaikan yield obligasi AS juga membuat instrumen tradisional menjadi lebih menarik dibandingkan aset kripto, terutama bagi investor institusional. Hal ini dapat menyebabkan rotasi dana dari pasar kripto ke pasar obligasi dalam jangka pendek.

    Namun, di sisi lain, kombinasi antara ketegangan geopolitik dan potensi inflasi yang meningkat dapat membuka peluang baru bagi narasi kripto sebagai alternatif lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi global.

    Tim Research Tokocrypto juga menilai bahwa pasar saat ini sedang berada dalam fase transisi, di mana investor mencoba menyeimbangkan antara data ekonomi yang kuat dan risiko makro yang meningkat. Selama belum ada kepastian arah kebijakan The Fed, volatilitas di pasar kripto diperkirakan akan tetap tinggi.

    Data tenaga kerja yang kuat telah mengubah arah ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed, sekaligus memicu penyesuaian besar di berbagai instrumen keuangan. Kenaikan yield, penguatan dolar, dan tekanan terhadap kripto menjadi refleksi dari perubahan sentimen ini.

    Dengan tambahan faktor risiko dari lonjakan harga minyak dan konflik geopolitik, pasar kini menghadapi ketidakpastian yang lebih kompleks. Dalam situasi seperti ini, pelaku pasar perlu mencermati data ekonomi dan perkembangan global secara lebih hati-hati sebelum mengambil keputusan.

    Baca juga: 8,4 Juta WLFI Gratis! Begini Cara Mendapatkannya Lewat Program USD1


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ekonomi Lagi Sulit, Keuangan Orang RI Tertekan-Bergantung ke Pinjol


    Jakarta

    Keadaan ekonomi yang sulit semakin dirasakan semua generasi, mulai dari gen X, milenial, hingga gen Z. Hal ini dapat dilihat dari pengeluaran yang semakin bertambah dalam satu tahun terakhir.

    Berdasarkan hasil survei lembaga riset YouGov Indonesia, sekitar 50% responden mengalami kenaikan pengeluaran rumah tangga, terutama untuk kebutuhan pokok (34%), pendidikan (25%), dan tabungan (24%).

    “Lalu kita melihat generasi Gen X, sebetulnya sama. Mereka merasa 51 dari 2 bilang, ya, pengeluarannya lebih bertambah. Di mana kelihatan millennials di sini yang sedikit kelihatan lebih condong pengeluarannya. Lebih bertambah di 12 bulan terakhir,” kata General Manager YouGov Indonesia, Edward Hutasoit dalam ‘Media Briefing’ yang disiarkan secara daring, Kamis (19/6/2025).


    Generasi Milenial dan gen X mencatat peningkatan belanja pada kebutuhan rumah tangga seperti bahan makanan dan listrik. Di sisi lain, Gen Z justru lebih banyak mengalokasikan pengeluaran untuk kategori gaya hidup, seperti kecantikan (21%) dan fesyen (20%).

    “Sedangkan Gen Z, itu terlihat kalau pengeluaran itu lebih banyak untuk kebutuhan-kebutuhan personal mereka, menyediakan personal care, untuk beli-beli baju, atau makan di luar,” tambah Edward.

    Pengeluaran yang makin bertambah, membuat setiap generasi memangkas pengeluaran di beberapa pos. Gen Z lebih banyak memangkas pengeluaran di kategori dasar seperti layanan kesehatan dan belanja kebutuhan pokok. Sementara generasi yang gen milenial dan gen X, lebih memilih mengurangi aktivitas konsumtif seperti makan di luar (23%) dan hiburan (19%). Milenial sendiri cenderung menahan pengeluaran untuk makanan siap saji, dan perjalanan internasional.

    Makin Sering Pakai Pinjol

    Untuk mengatasi kesulitan, Edward menilai masyarakat cenderung mengambil pinjaman. Bahkan, bagi mereka yang sudah mengambil pinjaman pun makin bertambah.

    Berdasarkan layanan keuangan, sebanyak 36% responden menambah pinjaman di pinjol, 40% tidak merasa, dan 24% menurunkan jumlah pinjaman di pinjol.

    “Jadi meminjam uang juga adalah sesuatu yang mereka salah satu opsi untuk mereka menghadapi kesulitan situasi ini. Kalau kita melihat, ada 36% yang merasa increase dalam peminjaman pinjol,” tutur Edward.

    Selain pinjol, Edward menyebut sebanyak 27% yang juga mengalami peningkatan pinjaman di paylater, 50% responden tidak meningkatkan pinjaman, dan 23% responden menurunkan pinjaman di paylater.

    Hal serupa juga terjadi bank, sebanyak 28% yang makin bertambah pinjamannya di bank. Edward menekankan survei ini diikuti oleh 2.067 responden, di mana berusia di atas 18 tahun serta basisnya yang memang sudah mempunyai pinjaman dalam setahun terakhir.

    Apabila digolongkan lintas generasi, Edward menyebut gen X dan gen milenial lebih memilih pinjam uang ke teman atau keluarga. Sementara, gen Z cenderung menggunakan produk layanan keuangan, seperti kartu kredit.

    Meski semakin meningkatnya pinjaman, sebanyak 70% responden merasa mampu membayar pinjaman tepat waktu. Kendati begitu, 20% masih merasa mengalami telat bayar dan 10% hanya mampu melunasi setengahnya.

    “Sebetulnya 70% dari mereka sebetulnya enggak, mereka merasa saya selalu membayar on time dan selalu full. Tapi kita melihat memang ada sekitar 20% mengalami kesulitan telat bayar,” terang Edward.

    Simak juga Video: Deputi Gubernur Senior BI Bicara Masa Depan Ekonomi RI

    (rea/rrd)

    Sumber : finance.detik.com

    Alhamdulillah Haji Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad Ekonomi Bisnis uang dolar
    ilustrasi sumber : unsplash.com / adam nir
  • Heboh Fenomena Pinjol Masuk Kampus


    Jakarta

    Istilah ‘gali lubang tutup lubang’ sudah tak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Istilah ini menggambarkan keadaan di mana seseorang meminjam uang untuk melunasi utang yang sudah ada.

    Belakangan, istilah tersebut kian populer di kalangan kampus. Hal ini menyusul maraknya kampus yang menjalin kerja sama dengan pinjaman online atau dikenal dengan pinjol. Layanan pinjol ini diklaim untuk membantu mahasiswa dalam melakukan pembayaran uang kuliah tunggal (UKT).

    Berdasarkan catatan detikcom, ada banyak kampus yang bekerja sama dengan jasa pinjol melalui PT Inclusive Finance Group (Danacita) sejak Agustus 2023. Tercatat pada Mei 2024 lalu, sudah 82 universitas hingga sekolah tinggi yang menggunakan skema pembayaran UKT melalui pinjaman online. Salah satunya yakni Institut Teknologi Bandung (ITB). Biaya bulanan platform yang dibebankan kepada konsumen sebesar 1,75%.


    Wakil Rektor Bidang Keuangan, Perencanaan, dan Pengembangan ITB Muhammad Abduh, dalam konferensi pers, menegaskan kerja sama ini tidak bertujuan mengambil keuntungan untuk kampus.

    “Danacita itu kerja sama dengan ITB untuk membantu mahasiswa yang memiliki permasalahan keuangan. Tidak ada hubungannya dengan pemasukan untuk ITB. Pemasukan untuk ITB ketika mahasiswa itu membayar,” tegas Abduh 1 Februari 2024 silam.

    Universitas Negeri Gadjah Mada juga turut bekerja sama dengan Danacita untuk menyediakan skema pembayaran UKT melalui pinjaman online. Kerja sama ini bahkan terjalin sejak Agustus 2022. Kendati demikian, di UGM, kerja sama dengan Danacita hanya diberlakukan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).

    Sekretaris UGM Andi Sandi mengatakan kerja sama tersebut datang dari Danacita untuk memudahkan pembayaran UKT, terutama bagi mereka yang mahasiswa program pascasarjana yang memang sudah bekerja. Andi menyebut kini terdapat 33 mahasiswa program pascasarjana yang menggunakan skema tersebut.

    “Untuk Danacita itu tidak serta-merta orang bisa pakai gitu. Karena harus ada approval dari tingkat fakultas. Dan ketika itu disetujui oleh Danacita, dananya tidak tertransfer ke pribadi, tapi ditransfer langsung ke rekening fakultas,” ungkap Sandi.

    Sandi menuturkan kemampuan mahasiswa tersebut bisa membayar pinjaman online dinilai dari data yang diterima pihak kampus dan Danacita. Ketika ada kemampuan membayar yang mendukung, opsi tersebut baru bisa digunakan oleh mahasiswa terkait.

    “Kalau S1 sebenarnya kita cukup yakin dengan mekanisme yang ada bahwa itu tidak akan sampai pada titik untuk menggunakan feature dari lembaga jasa keuangan itu kalau S1. Kalau S2, kan apalagi yang mereka sudah kerja ya, mereka kan bisa ngitung, apalagi ini orang ekonomi,” kata Sandi kepada detikX.

    Sementara itu, Deputi Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sardjito mengatakan OJK telah memanggil Danacita terkait dengan pemberitaan yang beredar. Hasilnya, sejauh ini belum ada pelanggaran yang ditemukan.

    Terkait dengan skema pembayaran UKT melalui pinjaman online, Sardjito menuturkan OJK tidak memiliki wewenang mengatur hal tersebut karena kaitannya dengan kebijakan kampus. Namun Sardjito menambahkan, sebagai pribadi yang pernah menjadi mahasiswa dulunya, penting bagi pihak kampus untuk mencari opsi yang paling baik bagi mahasiswanya.

    “Apabila mahasiswa-mahasiswa yang berprestasi tentunya yang niat sekolah tapi nggak punya uang, tentu harus dicarikan model atau mode-mode pembayaran UKT yang paling baik untuk mahasiswa. Dan ini tugasnya universitas untuk mencarikan, untuk mencari yang terbaik, jadi tidak hanya mikir yang penting kampus terbayar ini UKT-nya, terserah nanti mahasiswa mau bagaimana dengan pihak pemberi pinjaman,” kata Sardjito kepada detikX.

    Sementara itu, Plt Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemendikbud-Ristek, Prof Nizam, tidak menanggapi secara spesifik terkait dengan adanya fenomena kerja sama kampus dengan penyedia pinjaman online. Ia mengakui negara belum mampu mendanai penyelenggaraan pendidikan tinggi di PTN. Oleh sebab itu, pendanaan dilakukan gotong-royong bersama masyarakat.

    Namun, kala itu Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi bersama Kementerian Keuangan sedang mengkaji skema pinjaman tanpa bunga untuk mahasiswa. Ia memberikan contoh praktik student loan yang dipandang cukup berhasil adalah skema income contingent loan yang diterapkan di Australia dan beberapa negara lainnya. Prinsipnya, mahasiswa membayar kembali pinjamannya setelah bekerja dan berpenghasilan di atas suatu batas tertentu.

    “Saat ini skema pinjaman murah bagi mahasiswa dengan sistem pengembalian yang lebih baik tersebut sedang dipersiapkan oleh Kementerian Keuangan, semoga dapat segera terimplementasikan,” pungkasnya.

    Adapun langkah sejumlah Universitas dan Perguruan Tinggi mendapatkan perhatian serius oleh berbagai kalangan. Misalnya, anggota Komisi X DPR RI, AS Sukawijaya yang menyayangkan pinjol masuk kampus. Ia menilai fenomena ini lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya.

    “Pinjol masuk kampus saya sangat menyayangkan sekali. Harusnya pihak kampus atau pemerintah memiliki solusi lain. Ini fenomena tidak baik. Entah itu pinjol resmi atau tidak, banyak mudaratnya,” ujarnya dikutip dari laman DPR RI.

    Ia menegaskan bahwa dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) tercatat pinjaman bagi mahasiswa tidak boleh mengenakan bunga. “Jadi, jelas di UU Sidiknas disebut kalau ada pinjaman tak boleh ada bunga,” jelasnya.

    Wakil Ketua Komisi X DPR Abdul Fikri Faqih mengatakan opsi membayar dengan pinjol bukan keputusan yang bijaksana karena konstitusi menyebutkan bahwa pendidikan adalah tugas negara. Terbukti, kewajiban negara ini tercantum pada pasal 31 ayat 1-5 dalam UUD 1945. Ia mengusulkan pembaharuan terhadap struktur dan formula anggaran pendidikan.

    “Maka, menurut saya, perlu diadakan diskusi kembali tentang struktur dan formula anggaran pendidikan yang 20 persen yaitu sebesar Rp660 triliun ke mana saja. Kenapa harus membiarkan problem seperti solusi membayar UKT dengan skema pinjol ini muncul?” ungkap Fikri.

    Pengamat kebijakan pendidikan sekaligus Ketua Prodi Magister dan Doktor Pendidikan Kewarganegaraan Universitas Pendidikan Indonesia Cecep Darmawan menyayangkan fenomena kerja sama pinjol dengan pihak universitas. Sebab, menurutnya, universitas lah yang harus mencari jalan keluar bagi mahasiswa yang kesulitan membayar UKT, bukan dengan diserahkan ke pinjol.

    “Orang bisa pinjam (online) sendiri ya kalau mau. Jadi bukan solusi, bahkan kalau pinjol itu bunganya berlipat-lipat dan menjerat dalam mahasiswa, ya ini akan memprihatinkan, ya kasihan mahasiswa kecuali kalau pinjolnya tanpa bunga, itu bagus,” ucap Cecep.

    Menurutnya, universitas yang bekerja sama dengan pinjol terlalu pragmatis dan kurang kreatif dalam mencari jalan keluar mengelola keuangan. Apabila ini dibiarkan dan berlanjut, dikhawatirkan pihak kampus akan semakin lepas tangan.

    (acd/acd)



    Sumber : finance.detik.com

  • Orang RI Doyan Main Kripto, Begini Dampaknya buat Ekonomi


    Jakarta

    Industri kripto disebut mempunyai potensi menciptakan hingga 1,22 juta lapangan kerja baru di sektor digital nasional. Hal ini berdasarkan studi terbaru Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI).

    Masih dari studi yang sama, kontribusi industri kripto terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai Rp 189,46 hingga Rp 260,36 triliun atau 0,86-1,18%. Pada 2024, perdagangan aset kripto di Indonesia telah memberikan kontribusi sebesar Rp 70,04 triliun, serta menciptakan lebih dari 333 ribu lapangan kerja baru.

    Potensi ini dapat terealisasikan apabila pendapatan dari perdagangan aset kripto dialirkan kembali ke sektor riil melalui konsumsi dan investasi domestik.


    Vice President Indodax Antony Kusuma, menilai pertumbuhan industri kripto bukan sekadar angka transaksi, melainkan peluang nyata bagi penguatan ekonomi digital Indonesia. “Industri kripto memberikan ruang bagi inovasi, tenaga kerja digital, dan kontribusi signifikan terhadap PDB jika dikelola secara tepat,” ujarnya dalam keterangannya, Jumat (17/10/2025).

    Antony menekankan pentingnya keseimbangan regulasi dan inovasi. Menurutnya, regulasi yang tepat akan menciptakan iklim industri yang kompetitif, aman, dan mendorong partisipasi masyarakat secara luas.

    Ia menyebut pembaruan aturan periklanan untuk platform berizin juga dianjurkan agar edukasi dan transparansi publik tetap terjaga, sambil mendorong penggunaan platform legal. Pihaknya aktif mendukung inisiatif ini melalui program internal yang meningkatkan literasi digital dan edukasi keamanan aset kripto bagi penggunanya.

    “Kami melihat literasi dan keamanan sebagai fondasi utama pertumbuhan industri. Tanpa itu, potensi ekonomi dan penciptaan lapangan kerja tidak akan optimal,” imbuhnya.

    Ia menilai akan ada efek multiplier yang mendorong pertumbuhan sektor riil lainnya. Dengan meningkatnya transaksi digital, platform kripto legal menjadi penting sebagai jembatan bagi investor untuk berpartisipasi secara aman dalam ekosistem ini.

    Ia menilai industri kripto bukan hanya soal investasi, tetapi tentang pembangunan ekosistem digital yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan inovasi lokal. Pihaknya berkomitmen untuk terus memfasilitasi pertumbuhan industri kripto yang sehat, mendukung regulasi yang tepat, serta memaksimalkan manfaat ekonomi bagi masyarakat luas.

    Antony Kusuma menekankan bahwa peran platform digital tidak hanya sebagai platform perdagangan, tetapi juga sebagai fasilitator ekosistem yang mendukung inovasi dan lapangan kerja baru.

    “Kita harus melihat industri ini sebagai peluang strategis untuk membangun ekosistem ekonomi digital yang inklusif, mendorong adopsi teknologi, dan membuka kesempatan kerja bagi generasi muda Indonesia,” terangnya.

    Lihat juga Video Nilai Transaksi Kripto September 2025 Turun 14,53 Persen

    (acd/acd)



    Sumber : finance.detik.com

  • Tak Hanya Berdagang, Nabi Muhammad SAW Juga Berinvestasi di Properti



    Jakarta

    Nabi Muhammad SAW merupakan pedagang yang jujur dan amanah. Selain berdagang, ia juga berinvestasi di bidang properti dengan menyewakan tanah.

    Dilansir dari detikHikmah yang mengutip Laporan Musaffa, Rasulullah SAW menyewakan tanah kepada orang Yahudi dengan konsep bagi hasil. Ia menyewakan kebun kurma dan tanah di Khaibar pada orang Yahudi.

    Penyewa dapat tinggal dan mengelola tanah tanah tersebut. Lalu, keuntungannya dibagi menggunakan konsep bagi hasil atau mudharabah. Kisah ini tertuang dalam hadits berikut.


    “Dari Nafi’, dari ‘Abdullah bin ‘Umar, bahwasannya Rasulullah SAW menyerahkan kepada bangsa Yahudi Khaibar kebun kurma dan ladang daerah Khaibar, agar mereka yang menggarapnya dengan biaya dari mereka sendiri, dengan perjanjian, Rasulullah SAW mendapatkan separuh dari hasil panennya.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Dikutip dari buku Bisnis, Ekonomi, Asuransi dan Keuangan Syariah yang disusun Abdullah Amrin, mudharabah adalah kontrak bagi hasil antara pemilik dana dan pengelola yang menjalankan bisnis.

    Pemilik dana atau shohibul mal menyerahkan premi kepada pengusaha sebagai mudharib. Kumpulan dana tersebut lalu dikelola oleh operator dan digunakan untuk saling menanggung di antara pemilik dana apabila ada kerugian.

    Selain itu, investasi Rasulullah SAW selalu berkaitan dengan sedekah. Islam mengajarkan bahwa ada hak orang lain di dalam setiap harta yang dimiliki. Harta yang digunakan dengan cara membantu orang lain akan mendapat keuntungan tersendiri dari Allah SWT.

    Menukil dari buku Bisnis dalam Islam – Panduan Berbisnis Menggunakan Ajaran Nabi Muhammad SAW yang ditulis Bagas Bantara, Nabi Muhammad SAW mengajarkan agar bijak dalam berinvestasi. Ia memilih untuk menjalankan investasi yang halal dan menghindari yang spekulatif.

    Rasulullah SAW bukan investor, tapi beliau menarik modal untuk menjalankan bisnisnya. Menurut riset The Rasulullah Way of Business oleh Badrah Uyuni yang terbit di Jurnal Bina Ummat Vol 4 No 1 tahun 2021, Nabi SAW memiliki modal kepercayaan karena sifatnya yang amanah dan jujur, sehingga bisa mendapat investor.

    Nabi SAW menjalankan usaha dari kumpulan uang para pemodal. Kemudian, beliau melakukan bagi hasil pada keuntungan usahanya dan berinvestasi agar mendapat passive income.

    Artikel ini sudah tayang di detikHikmah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Syarat Besar Gaji Ortu agar Bisa Daftar KIP Kuliah di SNBT 2024



    Jakarta

    Pendaftaran Kartu Indonesia Pintar (KIP)) Kuliah untuk jalur Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) 2024 sudah dibuka sejak 20 Maret 2024 lalu. Ada satu syarat yang harus diperhatikan pendaftar, yakni besaran gaji orang tua atau wali.

    Sebagaimana tujuannya, beasiswa KIP Kuliah diberikan kepada mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu atau miskin. Besaran gaji orang tua/wali menjadi salah satu pertimbangan lolos atau tidaknya pendaftar.

    Untuk itu, perhatikan dulu syarat dan besar gaji orang tua agar bisa mendaftar KIP Kuliah 2024. Mengutip buku Pedoman Pendaftaran KIP Kuliah 2024, berikut informasi selengkapnya:


    Syarat Ekonomi Daftar KIP Kuliah 2024

    1. Mempunyai Kartu Indonesia Pintar (KIP) pendidikan menengah.
    2. Berasal dari keluarga yang terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau penerima program bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) atau Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
    3. Masuk dalam kelompok masyarakat miskin/rentan miskin maksimal pada desil 3 Data Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (PPKE) yang ditetapkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
    4. Mahasiswa dari panti sosial/panti asuhan.
    5. Pemilik Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang dilegalisir pemerintah minimal tingkat desa/kelurahan sebagai bukti termasuk golongan miskin.

    Syarat Besar Gaji Ortu untuk Daftar KIP Kuliah 2024

    Syarat gaji orang tua berlaku bagi calon penerima yang tidak termasuk ke dalam 5 kelompok yang disebutkan sebelumnya. Oleh karena itu, gaji orang tua/wali dijadikan sebagai syarat.

    Berikut ketentuan besar gaji orang tua agar bisa daftar KIP Kuliah 2024:

    • Pendapatan gabungan kotor orang tua/wali maksimal Rp 4 juta per bulan.
    • Pendapatan kotor gabungan orang tua/wali dibagi jumlah anggota maksimal Rp 750 ribu.

    Manfaat Beasiswa KIP Kuliah 2024

    1. Pembebasan biaya pendaftaran seleksi masuk jalur UTBK SNBT 2024
    2. Pembebasan biaya pendidikan atau Uang Kuliah Tunggal (UKT) dengan besaran:
      – Prodi akreditasi Unggul atau A atau internasional maksimal Rp 8 juta dan khusus prodi kedokteran maksimal Rp 12 juta
      – Prodi akreditasi Baik Sekali atau B maksimal Rp 4 juta
      – Prodi dengan akreditasi Baik atau C maksimal Rp 2,4 juta
    3. Bantuan biaya hidup dengan besaran sesuai wilayah dan dibedakan menjadi 5 klaster yakni Rp 800 ribu, Rp 950 ribu, Rp 1,1 juta, Rp 1,25 juta, dan Rp 1,4 juta per bulannya.

    Jadwal Penting KIP Kuliah dan SNBT 2024

    • Pendaftaran KIP Kuliah: 20 Maret – 4 April 2024
    • Pendaftaran UTBK SNBT: 21 Maret – 5 April 2024
    • Pelaksanaan UTBK Gelombang I : 30 April dan 2 – 7 Mei 2024
    • Pelaksanaan UTBK Gelombang II : 14 – 20 Mei 2024
    • Pengumuman hasil SNBT : 13 Juni 2024
    • Masa unduh sertifikat UTBK : 17 Juni – 31 Juli 2024
    • Seleksi KIP-K di perguruan tinggi : 1 Juli – 31 Oktober 2024
    • Penetapan penerima baru : 1 Juli – 31 Oktober 2024

    Begitulah syarat gaji orang tua atau wali agar bisa daftar KIP Kuliah di SNBT 2024. Detikers tertarik daftar beasiswa KIP Kuliah ini?

    (cyu/twu)



    Sumber : www.detik.com