Tag: emisi

  • Cuaca Mulai Panas, Ini 5 Cara Agar Rumah Tetap Adem


    Jakarta

    Cuaca panas mulai terasa seiring dengan memasuki musim kemarau. Untuk mengurangi rasa panas tersebut, penghuni rumah biasanya menyiasatinya dengan cara menggunakan AC atau kipas angin.

    Selain itu, masih ada juga cara-cara lainnya untuk membuat rumah bisa tetap terasa adem meski cuaca sedang panas. Salah satu caranya adalah mengoptimalkan penggunaan bahan dan struktur bangunan.

    Dalam catatan detikcom, berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membuat rumah terasa tetap adem di tengah cuaca panas.


    1. Optimalkan Atap dan Plafon Rumah

    Penggunaan atap berwarna cerah atau yang dilapisi bahan reflektif bisa membantu memantulkan sinar matahari dan mengurangi penyerapan panas. Memasang ventilasi atap atau turbine ventilator juga dapat meningkatkan sirkulasi udara sehingga panas yang terperangkap di bawah atap dapat dilepaskan dengan lebih efisien.

    2. Pasang Jendela yang Tepat

    Jendela yang tepat juga merupakan kunci untuk menjaga rumah tetap sejuk. Jendela berlapis ganda atau kaca rendah emisi (low-e) dapat mengurangi panas yang masuk ke dalam rumah sekaligus mempertahankan suhu dingin di dalam.

    Selain itu, posisi jendela juga perlu dipertimbangkan. Jendela yang menghadap ke arah timur atau barat cenderung menerima lebih banyak sinar matahari langsung sehingga meningkatkan suhu dalam rumah. Menggunakan tirai tebal, gorden berlapis, atau film pelindung panas pada jendela juga dapat membantu mengurangi panas yang masuk.

    3. Pakai Pelapis Dinding yang Tepat

    Memakai pelapis dinding yang tepat juga bisa membantu rumah terasa adem. Cat berwarna terang atau pelapis dinding reflektif bisa mengurangi penyerapan panas di dalam rumah.

    Di beberapa daerah, penggunaan bahan isolasi pada dinding luar juga menjadi pilihan populer untuk mengurangi transfer panas dari luar ke dalam rumah. Bahan isolasi ini bisa berupa busa poliuretan atau panel isolasi yang dipasang di antara dinding bata.

    4. Pastikan Ventilasi Terpasang dengan Baik

    Langkah lain yang tak kalah penting adalah memastikan rumah memiliki ventilasi yang baik. Sistem ventilasi silang, di mana udara dapat bergerak bebas dari satu sisi rumah ke sisi lain, sangat efektif dalam menjaga sirkulasi udara dan mendinginkan ruangan.

    Membuka jendela pada waktu yang tepat, terutama pada pagi dan sore hari ketika suhu lebih rendah, dapat membantu mengalirkan udara segar ke dalam rumah. Pemasangan ventilasi tambahan seperti ventilasi atap atau lubang angin di dinding juga dapat meningkatkan aliran udara dan mengurangi panas dalam rumah.

    Dilansir dari BBC, saat siang hari, penghuni rumah bisa menutup jendela dan pintu untuk menjaga agar udara panas tidak masuk ke dalam rumah. Untuk menutup jendela, bisa gunakan gorden.

    5. Gunakan Dekorasi yang Sesuai

    Pada 2024 lalu, PR dan Marketing Communication Senior Manager Gravel, Ricky Alexander, sempat mengungkapkan tak hanya material dan struktur bangunan saja yang penting untuk membuat rumah adem, dekorasi juga bisa memberikan dampak serupa.

    Dekorasi rumah tidak hanya mempercantik bangunan saja namun bisa juga membuat hunian terasa adem. Ia mencontohkan untuk menambahkan unsur-unsur alam di dalam rumah, misalnya kolam ikan, air mancur, serta tanaman.

    Itulah beberapa cara untuk menjaga rumah tetap terasa adem walaupun cuaca sedang panas.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Kompor Gas vs Kompor Listrik: Adu Hemat dan Keamanan



    Jakarta

    Memilih antara kompor gas dan kompor listrik bisa menjadi dilema bagi banyak orang. Keduanya memiliki keunggulan dan kekurangan tersendiri yang dapat mempengaruhi biaya, kenyamanan, hingga keamanan di dapur.

    Apakah kamu lebih sering memasak dalam jumlah besar atau hanya sekedar membuat masakan dalam jumlah kecil. Sebelum menentukan pilihan, simak perbandingan dan beberapa faktor berikut antara kompor gas dan kompor listrik untuk menemukan yang paling sesuai dengan kebutuhan kamu.

    Keamanan

    Melansir Bob Vila, pada umumnya kompor listrik dianggap jauh lebih aman dibanding kompor gas. Kompor gas dapat menghasilkan emisi berbahaya, seperti karbon dioksida dan karbon monoksida yang berbahaya bagi kamu dan lingkungan sekitar, terutama yang tidak memiliki ventilasi udara yang baik.


    Terdapat api yang terbuka pada kompor gas, ini memungkinkan resiko kebakaran yang lebih tinggi, apalagi jika dekat benda yang mudah terbakar seperti tisu dapur dan kain lap.

    Biaya Perawatan

    Kompor gas cenderung lebih mahal untuk dipasang dibanding dengan kompor listrik, tetapi tidak jauh lebih mahal. Harga dari keduanya sangat bervariasi, ini semua tergantung pada model, merek, dan fiturnya, jadi dalam beberapa kasus, kompor listrik masih jauh lebih mahal daripada kompor gas.

    Namun, biaya operasional biasanya cukup berbeda sehingga menjadi faktor penting dalam memilih. Meskipun tarif listrik dan gas bervariasi di setiap wilayah, di kebanyakan tempat, gas alam cenderung lebih terjangkau dibandingkan listrik.

    Karena itu, kompor gas umumnya menghabiskan biaya operasional 10 hingga 30 persen lebih rendah bila digunakan terus-menerus.

    Dalam hal perawatan, meskipun membersihkan kompor dengan elemen listrik terbuka hampir sama dengan kompor gas yang memiliki pembakar dan jeruji, kompor listrik dengan permukaan kaca atau keramik cenderung jauh lebih mudah dibersihkan.

    Saat sudah dingin, permukaan kompor listrik ini bisa dibersihkan dengan mudah menggunakan lap basah dan sedikit sabun pencuci piring.

    Kontrol Suhu

    Kompor gas bereaksi sangat cepat pada perubahan suhu ketika api menyebar di dasar panci, sehingga kamu bisa mengatur panas nya lebih tepat sesuai kemauan. Sementara itu kompor listrik memiliki reaksi yang kurang cepat, terutama ketika suhu berubah dari panas ke dingin.

    Efisiensi Energi

    Walaupun kompor gas lebih ekonomis dalam biaya operasional dibandingkan kompor listrik, kompor gas kurang efisien dalam penggunaan energi. Sekitar 74 persen energi dari kompor listrik dialirkan ke makanan, sedangkan pada kompor gas hanya sekitar 40 persen.

    Namun, kompor listrik masih belum menjadi pilihan paling hemat energi. Berdasarkan studi dari American Council for an Energy-Efficient Economy, kompor induksi, yang memanaskan peralatan memasak melalui elektromagnetisme, mampu mentransfer hingga 90 persen energinya langsung ke makanan.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Dari Mana Debu di Rumah Berasal? Bisa Jadi Ini Sumbernya


    Jakarta

    Membersihkan rumah dari debu rasanya tidak ada habisnya. Setiap sudut rumah harus dibersihkan setiap hari agar bebas debu.

    Rumah memang harus rajin dibersihkan agar tidak ada debu yang menumpuk dan mengotori rumah. Sebab, benda kecil ini dapat membuat rumah kotor dan kesehatan penghuni terganggu.

    Namun, dari mana sebenarnya asal debu dan bagaimana cara mencegahnya? Simak penjelasannya berikut ini.


    Sumber Debu di Rumah

    Inilah beberapa sumber debu dan tips mencegahnya, dikutip dari Forbes Home.

    1. Tungau Debu

    Debu di rumah bisa saja berasal dari kumpulan tungau debu. Serangga ini memakan kulit mati manusia yang terlepas.

    Manusia biasanya melepaskan 1,5 gram kulit mati dari tubuh dan ditemukan pada seprai, bantal, dan matras. Oleh karena itu, penghuni perlu rajin membersihkan permukaan kain.

    2. Polusi

    Polusi yang berasal dari knalpot mobil atau emisi pabrik bisa masuk ke dalam rumah melalui jendela. Apalagi kalau rumah berada dekat jalanan ramai.

    Partikel polusi akan menjadi debu di dalam rumah. Penghuni dapat menggunakan air purifier untuk membersihkan udara dari polusi.

    3. Kain

    Kain dapat menjadi sarang debu sekaligus juga sumbernya. Bahan kain pada gorden, handuk, seprai, maupun pakaian bisa melepaskan partikel-partikel kecil yang menjadi debu.

    4. Jalanan dan Tanah

    Selain itu, partikel debu juga bisa dari jalanan seperti tanah, pasir, dan batu. Partikel tersebut terbawa ke dalam rumah karena menempel pada pakaian ataupun sepatu.

    Cara mencegah debu masuk rumah bisa dengan menutup celah pintu dan jendela. Lalu hindari menggunakan sepatu di dalam rumah.

    5. Rambut Hewan Peliharaan

    Hewan peliharaan seperti anjing dan kucing sering meninggalkan jejak rambut di sekitar rumah. Rambut tersebut akan berterbangan di udara atau menempel pada furniture. Penghuni dapat mengurangi intensitas rambut hewan dengan rajin menyisir dan memandikan peliharaannya.

    6. Serbuk Sari

    Serbuk sari dari tanaman bertebaran di udara lalu masuk ke rumah melalui pintu atau jendela. Coba gunakan layar jendela atau air purifier sebagai filter serbuk sari agar tidak menjadi debu di rumah.

    Itulah beberapa sumber debu di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Maybank Marathon 2025 Hadirkan Inovasi Hijau Kalkulator Jejak Karbon


    Jakarta

    Maybank Marathon 2025 digelar dengan sentuhan berbeda. Tahun ini, ajang lari bertaraf internasional tersebut hadir dengan konsep ramah lingkungan.

    Konsep ramah lingkungan ini diwujudkan PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) melalui peluncuran Kalkulator Jejak Karbon. Kalkulator ini berfungsi menghitung dan memantau emisi dari penyelenggaraan lomba lari internasional tersebut.

    Kalkulator ini menjadi bagian dari integrasi inisiatif berkelanjutan yang dikembangkan Maybank Indonesia, termasuk program Jejak Hijau Desa Sanding: Menuju Masa Depan Netral-Karbon. Melalui alat ini, pelari, panitia, hingga mitra pendukung diajak memahami dampak lingkungan dari aktivitas mereka dan berpartisipasi dalam mewujudkan maraton ramah lingkungan pada 2030.


    Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan menjelaskan bahwa inisiatif desa Sanding merupakan contoh langkah nyata keberlanjutan.

    “Jejak Hijau Desa Sanding menjadi langkah konkret Maybank Indonesia dalam mendukung transformasi desa melalui pengelolaan sampah berkelanjutan, edukasi lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal, sekaligus menjadi model desa netral karbon di Bali,” ujar Steffano dalam keterangannya, Jumat (22/8/2025).

    Sementara itu, Country Director WRI Indonesia Dr. Nirarta Samadhi menambahkan pentingnya peran desa dalam strategi emisi nol bersih.

    “Desa adalah titik awal dari masa depan rendah emisi. Inisiatif seperti Desa Sanding menunjukkan bagaimana aksi lokal dapat menjadi fondasi solusi iklim daerah dan nasional yang berbasis data dan berkelanjutan, WRI Indonesia bersama dengan Maybank Indonesia akan bekerjasama dalam mendukung pencapaian target Bali Emisi Nol Bersih 2045,” jelasnya.

    Founder BenihBaik.com Andy F. Noya yang hadir sebagai moderator talk show pun turut menekankan pentingnya peran masyarakat dalam pencapaian target tersebut.

    “Desa Sanding memberi harapan bahwa perubahan iklim bukan isu jauh di pusat kota, tetapi juga nyata di desa. Dan solusi pun bisa datang dari desa. Kita semua punya peran,” kata Andy.

    Selain memperkenalkan kalkulator karbon, acara juga mencakup penandatanganan nota kesepahaman, penyerahan triseda elektrik dan panel surya atap, serta kunjungan ke fasilitas Black Soldier Fly (BSF) yang mengolah sampah organik menjadi pupuk dan pakan ternak.

    Integrasi inisiatif berkelanjutan dalam Maybank Marathon 2025 disebut sebagai bagian dari strategi jangka panjang Maybank Indonesia. Fokusnya adalah pengurangan jejak karbon, pengelolaan sampah lebih efektif, serta penguatan keterlibatan sosial masyarakat melalui olahraga.

    Sebagai informasi, kegiatan ini turut dihadiri oleh Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Bali Bagus Setiawan, Country Director WRI Indonesia Dr Nirarta Samadhi, serta Founder BenihBaik.com Andy F. Noya yang memandu talk show inspiratif bersama komunitas dan mitra kolaborator.

    (akn/ega)



    Sumber : sport.detik.com

  • Pengertian, Fungsi, dan Gejala Kerusakannya


    Jakarta

    TPS adalah singkatan dari Throttle Position Sensor. Sensor TPS merupakan salah satu bagian kecil sepeda motor, tapi berperan cukup penting bagi kenyamanan kendaraan. Kenali apa itu sensor TPS pada motor, termasuk fungsi, dan gejala kerusakannya.

    Pengertian Sensor TPS

    Dikutip dari buku Materi Ajar Praktek Tune Up Sepeda Motor 4 Tak Berbasis Kebutuhan Dunia Kerja untuk Siswa SMK (2023) yang disusun Suryo Hartanto dan Handoko, sensor TPS adalah salah satu komponen dari throttle body di dalam sistem bahan bakar injeksi. Letak throttle body ini berada di antara intake manifold dan filter udara.

    Throttle body merupakan pengatur udara yang masuk ke ruang bakar. Di dalamnya terdapat komponen throttle valve dan TPS. Throttle valve berfungsi sebagai sistem buka tutup saluran utama yang akan dilalui udara ke throttle body.


    Sementara sensor TPS merupakan sensor dari sistem electronic fuel injection (EFI) untuk mendeteksi bukaan dari throttle valve dengan memanfaatkan potensiometer.

    Fungsi Sensor TPS

    Berikut ini sejumlah fungsi sensor TPS yang dilansir dari situs suzuki.batara.co.id:

    1. Pengirim Sinyal Pergeseran Katup

    Fungsi pertama adalah untuk mengirimkan sinyal terkait pergeseran katup sehingga dapat penggunaan bensin pada mesin bisa teratur dan seimbang.

    Posisinya yang menyatu dengan body throttle difungsikan untuk memastikan katup gas memiliki sudut bukaan sesuai.

    Ketika terjadi pergeseran katup, maka sensor akan mengirimkan sinyal ke perangkat Electronic Control Unit (ECU), kemudian diproses sehingga terjadi suplai atau injeksi BBM ke dalam ruang bakar.

    2. Menginformasikan Kondisi Kendaraan

    Keberadaan sensor TPS memberikan informasi mengenai mode dan kondisi kendaraan. Perubahan kondisi katup pada throttle body, apakah terbuka penuh, setengah, atau menutup penuh, akan menandakan perbedaan akselerasi.

    Contohnya, saat katup terbuka penuh maka maka akselerasi akan meningkat. Saat katup tertutup penuh maka mesin akan mati. Sedangkan saat katup terbuka setengah maka kondisi mesin ada di putaran menengah.

    3. Mengoreksi Perbandingan Udara dan BBM

    Sensor TPS dapat mengoreksi perbandingan campuran bahan bakar dan udara. Ketika katup gas terbuka penuh, akselerasi meningkat, bahan bakar yang dibutuhkan pun ikut meningkat.

    Ketika katup hanya terbuka sedikit, BBM yang dibutuhkan berkurang, tetapi akselerasi juga ikut turun. Maka jumlah udara dan bahan bakar yang masuk harus seimbang agar menciptakan tenaga sempurna.

    4. Memberikan Kontrol pada Fuel Cut

    Sensor TPS juga dapat mengontrol fuel cut atau kerja dari injector. Saat sensor TPS memberikan sinyal katup gas terbuka, maka injektor akan menyala dalam waktu lebih lama.

    Sebaliknya jika sensor memberikan sinyal katup gas terbuka sedikit, maka injektor menyala sebentar.

    5. Menghentikan Switch AC dan Kontrol Emisi

    Fungsi sensor TPS yang terakhir adalah untuk mematikan atau menghentikan switch AC dan kontrol emisi.

    Ketika beban sudah berlebihan, switch AC akan mati secara otomatis agar tenaga yang bekerja lebih maksimal. Dengan demikian performa mesin tetap terjaga.

    Gejala Kerusakan Sensor TPS

    Sensor TPS dapat bermasalah atau bahkan perlu diganti. Dikutip dari situs hondacengkareng.com, berikut ini beberapa gejala kerusakan sensor TPS:

    • Malfunction Indicator Lamp (MIL) pada sepeda motor akan berkedip menyala 8 kali sebagai tanda kinerja TPS mesin sedang bermasalah.
    • Ketika motor digunakan untuk menaikkan gas, mesin tidak responsif.
    • Saat mesin baru dinyalakan atau dipanaskan, rpm bisa naik dengan sendirinya.
    • Tarikan gas berebet saat menambah gas maupun menurunkan gas.

    Demikian tadi telah kita ketahui apa itu sensor TPS pada motor, mulai dari pengertian, fungsi, hingga gejala kerusakannya.

    (bai/inf)



    Sumber : oto.detik.com

  • Kenapa Knalpot Mobil Keluar Asap Putih? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Knalpot yang mengeluarkan asap putih bisa jadi tanda adanya masalah pada kendaraan. Pada mobil, ini bisa jadi tanda kalau sistem pembakaran.

    Oleh sebab itu, sebagai pengguna mobil kita perlu mengetahui penyebab dan cara mengatasi knalpot mobil yang keluar asap putih. Berikut ulasannya.

    Penyebab

    Dikutip dari laman resmi Suzuki Indonesia, berikut merupakan penyebab mesin mobil keluar asap putih secara umum:


    • Kebocoran pada air pendingin.
    • Kebocoran oli menuju kompartemen pembakaran.
    • Kondensasi gas buang.
    • Terjadi Kerusakan pada sistem Polyvinyl Chloride (PVC).
    • Ada sisa air yang tertinggal di saluran knalpot.
    • Keausan pada sel katup.
    • Keausan pada ring piston dan silinder blok.

    Penting untuk diketahui, keluarnya asap putih normal bisa terjadi pada kondisi tertentu. Contohnya, saat saat suhu udara dingin (knalpot mengeluarkan uap air yang terlihat sebagai asap putih).

    Ini adalah kondisi normal dan biasanya tidak menunjukkan masalah serius. Pastikan kendaraan sudah cukup dipanaskan, dan perhatikan apakah asap putih tetap keluar saat mesin sudah mencapai suhu kerja normal.

    Cara Mengatasi Knalpot Mobil Keluar Asap Putih

    Dikutip dari situs Astra International, berikut merupakan cara mengatasi knalpot berasap pada mobil:

    1. Cek Oli Mesin

    Knalpot yang mengeluarkan asap putih bisa jadi tanda adanya masalah pada sistem pembakaran maupun kebocoran cairan pendingin ke dalam ruang bakar.

    Oleh sebab itu, cara mengatasinya adalah dengan memeriksa oli mesin.
    Hal ini dilakukan untuk melihat apakah ada tanda-tanda pencampuran dengan air. Jika ada, segeralah bawa mobil ke bengkel agar diperiksa lebih lanjut.

    2. Periksa Niveau Cairan Pendingin

    Keluarnya asap termasuk dari indikasi kebocoran cairan pendingin ke dalam ruang bakar. Cek niveau cairan pendingin, untuk memastikan tidak ada penurunan yang signifikan sekaligus mencegah overheating mesin.

    3. Periksa Piston dan Cylinder Head

    Asap putih knalpot secara berlebihan dengan bau manis, bisa jadi tanda adanya masalah pada piston atau cylinder head. Lakukanlah pengecekan ini oleh teknisi profesional. Tujuannya untuk menentukan sumber masalah dan perbaikan yang sesuai.

    4. Cek Katalis Konverter

    Katalis konverter berperan dalam mengurangi emisi gas buang. Keluarnya asap putih kemungkinan jadi tanda adanya kerusakan pada katalis konverter.

    Periksalah untuk melihat apakah ada bahan bakar yang terbakar secara tidak sempurna atau kerak di katalis konverter. Adanya kerusakan, menjadi alasan untuk penggantian katalis konverter.

    5. Lakukan Perawatan Rutin

    Perawatan rutin sangat disarankan. Hal ini termasuk dalam penggantian cairan pendingin, oli mesin, dan pemeriksaan berkala sesuai dengan jadwal. Cara ini akan membantu mencegah masalah yang lebih serius.

    6. Jangan Abaikan Warna Asap Kendaraan

    Apabila asap putih di knalpot terus menerus keluar dengan bau yang aneh atau warna mencurigakan, sebaiknya konsultasikan dengan bengkel dan mekanik terpercaya. Pasalnya, warna dan bau asap knalpot bisa jadi salah satu tanda dari adanya masalah spesifik pada mesin mobil

    Jika kamu tidak yakin tentang penyebab asap putih pada knalpot, lebih baik berkonsultasi dengan mekanik profesional.

    (khq/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • Kapan Ganti Oli Mobil yang Tepat? Awas Kelewat, Efeknya Bisa Begini


    Jakarta

    Oli mobil harus rutin diganti untuk menjaga kualitas mesin dan kinerjanya. Sebagai pelumas, oli mencegah gesekan antara komponen satu dengan lainnya. Tanpa oli, komponen akan saling bergesekan sehingga rentan rusak.

    Karena fungsi oli sangat vital, maka kita tidak boleh terlambat mengganti oli. Lantas kapan waktu yang tepat mengganti oli mobil agar mesin tetap awet? Simak penjelasannya di bawah ini, lengkap dengan tanda-tanda oli butuh diganti dan akibatnya jika telat ganti oli.

    Kapan Seharusnya Mengganti Oli Mobil?

    Ganti oli mobil umumnya dilakukan ketika jarak tempuhnya sudah mencapai 10.000 km. Dikutip dari situs Hyundai, jarak ini biasanya dicapai pada waktu 6 bulan.


    Namun, waktu yang tepat mengganti oli mobil bergantung pada jarak tempuh mobil yang ditandai dengan jumlah kilometernya. Selain itu, penggantian oli juga bisa berdasarkan jangka waktu penggunaan.

    Pada mobil yang sering dipakai, tentunya akan mencapai jarak 10.000 km tak sampai 6 bulan. Jika mobil jarang dipakai, oli sebaiknya tetap diganti 6 bulan sekali, meski belum mencapai jarak 10.000 km.

    Berdasarkan situs Suzuki, mobil yang sering dipakai untuk jarak jauh dan menempuh medan berat, seperti tanjakan, kemacetan, muatan lebih berat, maka direkomendasikan untuk mengganti oli setiap 7.500 km.

    Selain itu, detikers juga harus mengetahui kondisi mobil kamu. Mobil dengan masalah tertentu kemungkinan akan lebih cepat menghabiskan oli, sehingga harus ganti oli lebih cepat dari biasanya.

    Tanda Mobil Harus Ganti Oli

    Pemilik mobil juga harus peka dengan kondisi mobilnya. Dikutip dari situs Astra-Daihatsu, berikut ini tanda-tanda mobil harus ganti oli:

    Salah satu tanda oli harus segera diganti adalah ketika kualitasnya sudah menurun. Kamu harus mengecek kondisi oli untuk mengetahui kualitasnya.

    Oli baru memiliki tekstur yang licin, lengket, dan berwarna jernih. Ketika oli sudah berputar ke seluruh komponen dalam waktu lama, maka warnanya akan berubah menjadi keruh dan coklat gelap.

    Warna oli yang gelap ini dikarenakan oli membersihkan permukaan dinding silinder mesin yang berkerak akibat oksidasi. Ketika sudah sangat keruh, maka itu tandanya oli mobil sudah harus segera diganti.

    2. Akselerasi Terasa Lambat

    Tanda lainnya adalah ketika akselerasi mobil sudah terasa lambat. Kualitas oli yang menurun akan menyebabkan gesekan yang lebih tinggi dalam mesin. Ini akan menyebabkan kinerja mesin menjadi kurang responsif karena mesin harus bekerja lebih keras.

    3. Mesin Bergetar Lebih Kuat

    Ketika mesin dalam keadaan idle, yaitu dalam kondisi diam tetapi mesin menyala, coba rasakan getarannya. Jika getaran mesin lebih kuat dari biasanya, maka kemungkinan menjadi tanda bahwa ada masalah dengan oli mesin.

    Ketika oli mesin sudah diganti, biasanya getaran mesin akan terasa halus kembali. Pemilik mobil harus lebih sensitif terhadap getaran mesin, baik dalam kondisi idle maupun saat berjalan.

    4. Suara Kerja Mesin Lebih Kasar

    Selain getarannya, pemilik mobil juga harus peka dengan suara mobil. Saat mobil dinyalakan, cek apakah suaranya kasar atau tidak. Jika terdengar kasar atau berisik, maka kemungkinan oli sudah butuh diganti.

    Akibat Terlambat Ganti Oli

    Penting bagi pemilik untuk mencatat kapan dan pada jarak berapa terakhir kali mengganti oli. Jangan sampai lupa untuk mengganti oli jika sudah tiba waktunya. Dikutip dari situs Suzuki, berikut ini beberapa akibat jika terlambat ganti oli:

    1. Mesin Cepat Panas

    Ketika terlambat ganti oli, maka mesin akan menjadi cepat panas. Sebab oli yang buruk tidak akan melumasi mesin dengan baik, sehingga gesekan meningkat dan menyebabkan mesin overheating atau cepat panas. Jika ini bertahan dalam waktu lama, maka akan merusak komponen mesin dan bahkan bisa menyebabkan kebakaran.

    Ketika komponen sering bergesekan karena oli sudah kotor, maka mesin akan terasa berat saat bekerja. Hal ini mengakibatkan akselerasi menjadi lambat dan suara mesin menjadi kasar. Bahkan saat oli habis, mesin tidak akan bisa dinyalakan sama sekali.

    3. Bahan Bakar Semakin Boros

    Kualitas oli yang sudah turun membuat mesin bekerja lebih keras, konsumsi bahan bakar pun jadi meningkat. Kamu pun akan semakin sering mengisi bahan bakar.

    4. Kerusakan Turbocharger

    Pada mobil dengan turbocharger, oli yang sudah kotor juga bisa merusak komponen ini. Turbo bekerja pada suhu tinggi, sehingga membutuhkan pelumas yang baik. Jika telat ganti oli, maka bisa membuatnya cepat rusak dan biaya perbaikannya mahal.

    5. Penyumbatan Katalisator

    Saat telat ganti oli, pembakaran mesin menjadi tidak sempurna. Hal ini membuat katalisator tersumbat dan rusak, sehingga mobil bisa jadi tidak lolos uji emisi.

    6. Penurunan Performa Sistem Lainnya

    Berbagai komponen mobil juga membutuhkan oli sebagai pelumas. Jika kekurangan pelumas atau oli kotor, maka bisa mempengaruhi pelumas lain, seperti oli transmisi dan gardan, sehingga menurunkan performa sistem lainnya.

    Nah, sekarang detikers sudah tahu kan kapan waktu yang tepat untuk mengganti oli? Waspada jika kinerja mesin mobil terasa turun, yang bisa jadi mengindikasikan oli harus segera diganti.

    (row/row)



    Sumber : oto.detik.com

  • Fortuner-Innova Diesel Dikasih ‘Minum’ Solar Subsidi? Harus Sering Begini


    Jakarta

    Fortuner-Innova Reborn diesel kamu sering dikasih solar subsidi? Lebih baik sering melakukan treatment purging supaya injector tak terhambat.

    Solar subsidi merupakan satu jenis bahan bakar yang masih digunakan pengendara mobil diesel di Tanah Air. Tak bisa dipungkiri, harga jualnya paling murah ketimbang bahan bakar diesel lainnya. Solar atau biosolar saat ini dijual Rp 6.500 per liter.

    Di sisi lain kandungan sulfur pada bahan bakar jenis solar subsidi cukup tinggi. Dalam catatan detikOto, kandungan sulfur solar subsidi itu 2.500 ppm. Padahal secara standar internasional, kandungan sulfur pada bahan bakar adalah 50 ppm atau lebih rendah. Penggunaan BBM dengan sulfur tinggi tentu mempengaruhi performa mesin.


    Harus Sering Purging

    Contohnya bila kamu menggunakan solar subsidi di mobil sekelas Fortuner ataupun Innova Reborn diesel maka ada perlakuan khusus yang harus dilakukan supaya injektor tak cepat rusak. Kepala Bengkel Auto2000 Jatiasih Wahono menjelaskan, sejatinya solar subsidi masih aman digunakan pada mobil-mobil Toyota seperti Fortuner ataupun Innova diesel. Tapi, pemilik kendaraan disarankan melakukan purging supaya endapan sulfur bisa dihilangkan.

    “Aman di komponen (mesin) dengan catatan harus ada treatment khusus. Misalkan di injektor, pernah dengar purging, itu wajib dilakukan. Kalau bisa tiap servis, kalau di sini kita sampaikan ke pelanggan ini wajib purging,” terang Wahono saat ditemui di kantornya belum lama ini.

    Wahono mengungkap ada beberapa kasus pengguna solar subsidi, malah membuat injektor mobil jadi mampet. Kasus ini ditemui pada kendaraan dengan usia tiga tahun ke atas.

    “Sementara harga injektor kan mahal. Jadi purging itu pembersihan kerak-kerak tadi, sulfur-sulfurnya nanti bisa hilang. Setiap servis berkala, (dibersihkan) pakai obat lah ya,” beber Wahono.

    Meski begitu, pengendara Innova maupun Fortuner tak disarankan menggunakan bahan bakar rendah sulfur tersebut. Untuk menjaga performa mesin sekaligus rendah emisi, disarankan menggunakan bahan bakar diesel yang sulfurnya lebih rendah.

    “Untuk dapat emisi Euro 4 itu wajib pakai BBM-nya yang angka cetanenya tinggi, minimal Dexlite lah. Tetapi, gimana kalau dipakainya solar biasa? Kalau Toyota masih aman, kan ada beberapa merek yang nggak bisa saya sebut engine lamp-nya nyala segala macam. Kalau Toyota masih bisa, tapi pengaruh nggak performance? Pengaruh pasti, tenaganya pasti berkurang,” kata Wahono.

    Jenis BBM untuk Innova Reborn Diesel dan Fortuner Diesel

    Sebagai informasi tambahan, dikutip dari buku panduan manual Toyota Fortuner, untuk versi diesel model Euro 4 dianjurkan menggunakan bahan bakar diesel 50 ppm atau kurang sulfur. Angka cetanenya 48 atau lebih tinggi. Begitupun dengan Innova Reborn diesel yang mengusung sistem DPF, dianjurkan pakai BBM dengan kandungan sulfur 10 ppm atau kurang sulfur.

    “Kendaraan dengan sistem DPF: Jangan menggunakan bahan bakar diesel yang mengandung kandungan sulfur di atas 10 ppm. Penggunaan berulang dari bahan bakar diesel dengan kandungan sulfur di atas 10 ppm dapat menyebabkan kerusakan pada mesin dan sistem exhaust dan mempengaruhi daya tahan kendaraan Anda,” begitu bunyi penjelasan di buku panduan Innova Reborn diesel.

    (dry/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Mengetahui Cara Kerja Mesin 4 Tak dan Sejumlah Keunggulannya


    Jakarta

    Sepeda motor keluaran terbaru umumnya sudah mengusung teknologi mesin 4 tak. Mesin ini diklaim lebih efisien dan ramah lingkungan jika dibandingkan dengan mesin 2 tak.

    Cara kerja mesin empat tak cukup kompleks, mulai dari masuknya campuran udara dan bahan bakar hingga proses pembuangan gas hasil pembakaran. Setiap langkah-langkahnya memiliki peran penting dalam kinerja mesin 4 tak.

    Lantas, seperti apa cara kerja mesin 4 tak yang dapat dipahami dengan mudah? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Cara Kerja Mesin 4 Tak

    Dikutip laman Suzuki Indonesia, mesin empat tak mengikuti siklus kerja yang terdiri dari empat tahap utama, yakni intake, kompresi, pembakaran, dan exhaust. Simak penjelasannya di bawah ini:

    1. Intake

    Langkah yang pertama adalah intake. Semua berawal ketika piston bergerak ke bawah saat klep masuk terbuka, sehingga memungkinkan campuran udara dan bahan bakar masuk ke dalam silinder.

    Lalu, udara yang telah masuk kemudian dicampur dengan bahan bakar melalui karburator atau injektor bahan bakar. Dengan intake yang efisien, mesin dapat menghasilkan tenaga yang lebih besar dengan menggunakan jumlah bahan bakar yang lebih sedikit.

    2. Kompresi

    Setelah melalui tahap intake, piston bergerak ke atas dan memampatkan campuran udara dan bahan bakar di dalam silinder. Proses kompresi ini dapat meningkatkan tekanan dan suhu campuran yang sangat penting untuk pembakaran yang efisien.

    Semakin tinggi kompresi maka semakin besar tenaga yang dihasilkan oleh mesin. Lalu, kompresi yang baik juga dapat menghemat bahan bakar dan mengurangi emisi gas buang.

    3. Pembakaran

    Tahap selanjutnya adalah pembakaran. Langkah ini dimulai saat busi menyala dan menyebabkan campuran udara serta bahan bakar terbakar secara cepat dan terkontrol.

    Energi yang dihasilkan dari pembakaran ini dapat mendorong piston ke bawah, lalu menghasilkan tenaga yang dibutuhkan untuk menggerakkan kendaraan. Pembakaran yang efisien sangat penting untuk mengoptimalkan tenaga yang dihasilkan oleh mesin.

    4. Exhaust

    Setelah proses pembakaran selesai piston kembali bergerak ke atas dan mengeluarkan gas buang melalui katup buang yang terbuka. Proses ini memungkinkan pembuangan gas hasil pembakaran dari dalam silinder dan mempersiapkan mesin untuk siklus berikutnya.

    Penjelasan cara kerja di atas dikenal sebagai satu ‘putaran’ atau satu ‘siklus’ mesin 4 tak. Jadi, prosesnya akan terus berulang selama mesin beroperasi, menghasilkan daya dorong yang diperlukan untuk menggerakkan kendaraan dengan efisien dan cepat.

    Keunggulan Mesin 4 Tak

    Ada sejumlah keunggulan dari mesin 4 tak, sehingga mesin ini menjadi pilihan utama pada sepeda motor modern. Dikutip dari laman Astra Oto Shop, berikut beberapa keunggulannya:

    1. Ramah Lingkungan dan Irit Bahan Bakar

    Keunggulan yang pertama adalah ramah lingkungan dan irit bahan bakar. Sebab, mesin 4 tak dirancang untuk menghasilkan gas emisi yang lebih bersih sehingga lebih ramah lingkungan. Lalu, mesin ini juga cenderung lebih irit dalam penggunaan bahan bakar.

    2. Kinerjanya Lebih Halus

    Mesin 4 tak dinilai memiliki putaran yang lebih rendah, sehingga bekerja lebih halus dan stabil. Dengan begitu, pengendara juga lebih nyaman saat berkendara.

    3. Tenaga Lebih Stabil

    Keunggulan lainnya adalah mesin 4 tak menghasilkan tenaga yang lebih stabil. Sebab, mesin ini menggunakan siklus empat langkah sehingga menghasilkan proses pembakaran menjadi lebih efisien.

    Demikian pembahasan tentang cara kerja mesin 4 tak serta beberapa keunggulannya. Semoga bermanfaat!

    (ilf/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • 8 Ciri-ciri Mesin Mobil Bekas Masih Bagus, Ketahui Sebelum Membeli


    Jakarta

    Membeli mobil bekas dapat menjadi solusi untuk mendapat kendaraan berkualitas. Meski begitu, tak semua mobil bekas menawarkan kondisi prima.

    Jadi, penting untuk mengetahui ciri-ciri mobil bekas yang masih bagus agar tidak menyesal di kemudian hari. Jangan sampai mesin mobil sudah tidak bagus dan harus dilakukan perbaikan.

    Ciri-ciri Mesin Mobil Bekas Masih Bagus

    Saat membeli mobil bekas, perhatikan beberapa ciri-ciri mesin yang masih bagus. Berikut di antaranya:


    1. Saat Menanjak Performanya Baik

    Menurut laman Auto2000, mobil bekas yang masih bagus akan mempunyai performa yang baik saat melalui tanjakan. Sebab, mesin mobil yang sehat mampu menghasilkan tenaga yang cukup saat menanjak.

    2. Tak Ada Indikasi Kebocoran

    Ciri selanjutnya adalah tidak ada indikasi adanya kebocoran pada oli dan juga bahan bakar. Perlu diketahui, kebocoran pada oli dan bahan bakar bisa menyebabkan kerusakan pada mesin mobil. Hal tersebut dapat mengakibatkan biaya perbaikan yang besar.

    3. Warna Asap Normal

    Mesin yang masih bagus atau tidak juga bisa dilihat dari warna asap kendaraan. Apabila warna asapnya normal, berarti mesin mobil masih dalam kondisi baik dan tidak menghasilkan emisi berlebihan.

    4. Getaran Mesin Normal

    Jika masih bagus, mobil bekas tidak akan menghasilkan getaran yang tidak normal. Sebab, getaran mesin yang tidak normal bisa menjadi ciri-ciri mobil yang tidak sehat. Jadi, kemungkinan besar mobil ini memerlukan perbaikan agar bisa digunakan dengan maksimal.

    5. Lampu Indikator Tidak Menyala

    Lampu indikator yang menyala menandakan adanya kondisi yang tidak normal pada mesin mobil. Pada mobil bekas yang masih bagus, lampu indikatornya tidak akan menyala.

    6. Bunyi Mesin Tidak Kasar

    Bunyi mesin yang kasar menjadi tanda dari mesin yang rusak. Sebaliknya, bunyi mesin yang normal menandakan mesin masih bagus. Jika ada tanda bunyi mesin yang kasar dari mobil, lebih baik urungkan niat membeli karena berisiko memerlukan biaya besar untuk perbaikan.

    7. Stick Oli Masih Bagus

    Stick oli pada mobil bekas yang masih bagus memiliki oli yang masih bagus. Sebagai informasi, oli yang bagus bisa menjadi tanda mesin yang masih sehat.

    8. Tidak Mengeluarkan Bau

    Sama seperti bunyi pada mesin, bau yang aneh juga bisa menjadi tanda adanya masalah pada mesin mobil. Mengutip laman Caryanams, biasanya, bau ini disebabkan adanya kerusakan pada sistem pembuangan.

    Lebih jelas lagi, menurut laman Nissan, bau terbakar pada mobil bisa ditimbulkan karena beberapa hal, seperti kebocoran oli yang masuk ke sistem pembuangan, v-belt terbakar, hingga brake pads atau rotor mengalami overheat.

    (elk/row)



    Sumber : oto.detik.com