Tag: etf ethereum

  • BlackRock dan NYSE Dorong Adopsi Staking ETF Ethereum

    BlackRock dan NYSE Arca tengah mendorong adopsi produk ini untuk meningkatkan daya tarik bagi investor institusional melalui Staking ETF Ethereum.

    Sebagaimana dikutip dari Ambcrypto para Minggu (23/3), Staking ETF Ethereum adalah produk investasi yang memungkinkan pemegang ETF mendapatkan imbal hasil tambahan dari staking Ethereum (ETH).

    BlackRock dan Dukungannya terhadap Staking ETF Ethereum

    BlackRock, salah satu manajer aset terbesar dunia, meyakini bahwa ETF Ethereum tanpa fitur staking masih kurang optimal.

    Kepala Aset Digital BlackRock, Robbie Mitchnick, menegaskan bahwa staking dapat meningkatkan imbal hasil dan selaras dengan mekanisme proof-of-stake Ethereum.

    Proposal NYSE Arca untuk ETF Staking

    Bukan hanya BlackRock, NYSE Arca telah mengajukan proposal ke Securities and Exchange Commission (SEC) untuk memungkinkan staking pada Bitwise ETF Ethereum.

    Jika disetujui, langkah ini akan merevolusi ETF berbasis Ethereum dengan menghadirkan pendapatan tambahan dari staking rewards.

    Tren Staking Ethereum yang Terus Berkembang

    Data terbaru dari Dune Analytics menunjukkan bahwa Kraken dan Blockdaemon memimpin pertumbuhan staking ETH.

    Sementara Coinbase mengalami arus keluar besar. Platform seperti Lido, stakefish, dan Upbit tetap mempertahankan aliran staking yang stabil.

    Potensi Dampak bagi Investor dan Pasar ETF

    Jika staking ETF Ethereum mendapat persetujuan, investor dapat menikmati keuntungan ganda, eksposur harga Ethereum dan pendapatan pasif dari staking.

    Produk ini dapat menarik lebih banyak investor institusional yang mencari instrumen investasi kripto dengan imbal hasil tambahan.

    Tantangan Regulasi

    Meski menjanjikan, regulasi masih menjadi hambatan utama. SEC selama ini cenderung berhati-hati terhadap produk investasi kripto, terutama yang melibatkan staking.

    Persetujuan proposal NYSE Arca dapat menjadi preseden bagi pengembangan produk berbasis Ethereum lainnya.

    Staked ETH ETF berpotensi menjadi terobosan besar dalam dunia investasi Ethereum.

    Dengan dukungan BlackRock dan NYSE Arca, serta tren staking yang terus meningkat, produk ini bisa membuka peluang baru bagi investor. Namun, keputusan akhir tetap bergantung pada persetujuan regulator.

    _________________

    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • BlackRock: Staking Bisa Meningkatkan Performa ETF Ethereum

    BlackRock, perusahaan investasi global, menyatakan bahwa penambahan fitur staking dapat meningkatkan performa dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) Ethereum.

    Hal ini diungkapkan oleh Robert Mitchnick, kepala aset digital BlackRock, dalam Digital Asset Summit di New York seperti dilaporkan Yolowire pada Sabtu (23/3).

    Staking: Solusi untuk Ethereum ETF yang Lesu

    Sejak diluncurkan musim panas lalu, minat terhadap ETF Ethereum terbilang lemah. Menurut Mitchnick, salah satu faktor utama penyebabnya adalah ketidakmampuan dana tersebut untuk menghasilkan keuntungan dari staking.

    Staking adalah metode bagi investor untuk mendapatkan imbal hasil pasif dengan mengunci aset kripto mereka di jaringan blockchain untuk periode tertentu.

    Dengan staking, investor bisa mendapatkan tambahan keuntungan tanpa harus menjual aset mereka.

    Namun, saat ini fitur staking masih belum tersedia untuk ETF Ethereum dan Bitcoin di pasar kripto.

    Mitchnick menegaskan bahwa staking memiliki peran penting dalam menghasilkan imbal hasil investasi di sektor ini.

    Oleh karena itu, jika ETF Ethereum dapat menerapkan fitur staking, minat investor kemungkinan akan meningkat secara signifikan.

    Tantangan Regulasi untuk Staking dalam ETF

    Meskipun staking dapat memberikan keuntungan bagi investor, ada hambatan regulasi yang harus dihadapi.

    Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) hingga kini menganggap layanan staking sebagai potensi sekuritas yang tidak terdaftar berdasarkan Howey Test. Akibatnya, staking dalam ETF hingga saat ini masih belum bisa diterapkan.

    Namun, Mitchnick tetap optimistis bahwa di bawah regulasi yang lebih ramah terhadap kripto, staking dapat diadopsi dalam ETF Ethereum.

    Jika hal ini terjadi, ETF berbasis Ethereum dapat memiliki daya tarik yang lebih tinggi bagi investor.

    Ethereum dalam Tren Penurunan

    Saat ini, Ethereum mengalami masa sulit dengan penurunan nilai sekitar 40% sepanjang tahun ini.

    Bahkan, mata uang kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar ini mencatat kinerja kuartal pertama terburuk sejak peluncurannya pada 2015.

    BlackRock, yang menerbitkan iShares Ethereum Trust ETF (ETHA), juga mengalami dampak negatif dengan penurunan nilai hingga 43% sepanjang tahun ini.

    Dengan kondisi ini, adopsi staking dalam ETF Ethereum bisa menjadi strategi penting untuk meningkatkan daya tarik dan performa aset tersebut di pasar.

    BlackRock melihat staking sebagai solusi potensial untuk meningkatkan daya tarik ETF Ethereum yang saat ini masih lesu.

    Namun, tantangan regulasi dari SEC bisa menjadi penghalang utama dalam penerapan fitur ini.

    Jika regulasi ke depan lebih mendukung, staking dalam ETF Ethereum bisa menjadi langkah signifikan dalam meningkatkan keuntungan bagi para investor.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • BlackRock Dukung Staking untuk ETF Ethereum

    BlackRock, salah satu manajer aset terbesar di dunia, menunjukkan minat kuat terhadap mekanisme staking untuk ETF Ethereum.

    Robert Mitchnick, Kepala Aset Digital BlackRock dalam wawancara dengan Theblock, menyatakan bahwa staking dapat menjadi faktor utama dalam meningkatkan daya tarik Ethereum ETF di pasar.

    Menurut Mitchnick, semua ETF Ethereum yang diluncurkan sebelumnya tidak memiliki fitur staking.

    Padahal, staking dapat meningkatkan potensi keuntungan bagi investor melalui yield tambahan.

    Jika mekanisme ini disetujui, diharapkan lebih banyak investor tertarik untuk berinvestasi di produk ETF Ethereum.

    NYSE Arca Ajukan Perubahan Aturan

    Bersamaan dengan optimisme BlackRock, NYSE Arca mengajukan perubahan aturan yang memungkinkan Bitwise Ethereum ETF untuk melakukan staking.

    Langkah ini diikuti oleh beberapa pemain besar lainnya, seperti Grayscale, 21Shares, dan Fidelity, yang juga mengajukan proposal serupa.

    Dengan adanya pengajuan ini, diharapkan regulator seperti SEC dapat memberikan izin bagi ETF Ethereum untuk memperoleh keuntungan tambahan dari staking.

    Saat ini, SEC di bawah kepemimpinan baru tampak lebih terbuka terhadap inovasi di sektor aset kripto.

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 21 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 21 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Potensi Keuntungan bagi Investor

    Jika SEC menyetujui mekanisme staking untuk ETF Ethereum, para penerbit dana dapat memperoleh pendapatan tambahan dari hasil staking tanpa harus menjual aset utama mereka.

    Hal ini akan meningkatkan daya tarik ETF Ethereum sebagai instrumen investasi yang lebih menguntungkan.

    Meski demikian, masih terdapat tantangan teknis dan regulasi yang harus diselesaikan sebelum mekanisme ini dapat diterapkan sepenuhnya.

    Namun, jika berhasil, langkah ini dapat menjadi perubahan besar dalam ekosistem investasi kripto.

    Perbandingan dengan ETF Bitcoin

    Meskipun ETF Ethereum telah menarik investasi miliaran dolar, pencapaiannya masih jauh di bawah ETF Bitcoin.

    Sebagai contoh, ETF Ethereum milik BlackRock memiliki aset kelolaan sekitar $2,3 miliar, sedangkan ETF Bitcoin milik perusahaan yang sama mencapai hampir $48 miliar.

    Dengan diperbolehkannya staking, ETF Ethereum berpotensi mendapatkan momentum baru untuk mengejar ketertinggalan dari ETF Bitcoin dan menarik lebih banyak investor institusional maupun ritel.

    Adanya dorongan dari BlackRock dan langkah proaktif dari NYSE Arca menunjukkan bahwa pasar ETF Ethereum sedang menuju perubahan besar.

    Jika staking diperbolehkan, ETF Ethereum dapat menjadi lebih kompetitif dan menguntungkan bagi investor.

    Keputusan SEC dalam beberapa bulan ke depan akan menjadi faktor penentu bagi masa depan ETF Ethereum di pasar keuangan global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Gagal Pertahankan Bullish, Ethereum Turun 11%

    Meski sempat mencatatkan tren positif, Ethereum akhirnya gagal mempertahankan tren bullish setelah menembus resistance $2800.

    Akibatnya, harga token ETH turun tajam karena kondisi bearish, menyentuh angka di bawah $2500.

    Namun, tren menurun ini menawarkan kesempatan kepada investor Ethereum untuk mengakumulasi token pada nilai yang lebih rendah.

    Investor Ethereum Memanfaatkan Penurunan Harga

    Menurut data dari Cost Basis Distribution (CBD), investor Ethereum menunjukkan kepercayaan pada token tersebut meskipun harganya turun.

    Glassnode mengatakan ETH CBD menunjukkan akuisisi yang lebih stabil oleh investor untuk memanfaatkan keuntungan, meskipun kecil.

    Banyak indikator basis biaya yang turun, yang menunjukkan bahwa sebenarnya investor masih diuntungkan dari fase penurunan harga Ethereum.

    Data menunjukkan support kuat di $2.632 , di mana lebih dari 0,7 juta ETH telah terkumpul, dan resistance di $3.149 , dengan nilai akumulasi 1,22 juta ETH.

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 28 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 28 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Level support dan resistance ini sangat penting bagi stabilitas harga Ethereum, karena mengindikasikan di mana investor besar membeli dan menjual token tersebut.

    Meskipun mengalami penurunan, momentum makroekonomi ETH tetap solid . Neraca bersih bursa menunjukkan pergeseran yang signifikan, dengan sekitar 178.500 token ditarik dari bursa dalam dua hari terakhir.

    Pergeseran ini menunjukkan bahwa investor memindahkan aset mereka ke dompet dingin dengan tujuan menyimpannya untuk jangka panjang dan memperoleh keuntungan di masa mendatang.

    Arus keluar telah mencapai $444 juta , menandakan keyakinan investor yang kuat terhadap pemulihan harga Ethereum di masa mendatang setelah fase penurunan berakhir.

    Saat ini, token tersebut diperdagangkan pada harga $2406, sekaligus menandai adanya penurunan ETH sebesar 11% dalam 24 jam terakhir.

    Penurunan tersebut mengikuti upaya untuk menembus di atas $2793, yang membuat ETH tetap dalam tren turun selama tiga bulan terakhir.

    Namun, prediksi harga Ethereum di masa mendatang menunjukkan tanda-tanda kemungkinan pemulihan, meskipun masih di bawah $2500.

    Skenario Alternatif untuk Ethereum

    Jika harga Ethereum berhasil melampaui $2600, hal itu dapat memicu rebound dan mendorongnya ke atas $2793 , dengan kemungkinan mencapai $3000 lagi.

    Namun sebaliknya, jika ETH gagal mencapai level $2654 dan terus bergerak dalam fase bearish, harganya bisa turun lebih jauh di bawah $2350.

    Seandainya terjadi, akan ada kerugian lebih lanjut, sehingga membatalkan tren bullish yang telah ditunggu-tunggu oleh banyak investor.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mendulang Cuan Tambahan dari Staking ETF Ethereum

    Ethereum kembali menjadi sorotan setelah Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) mengakui pengajuan dari 21Shares untuk mengizinkan staking pada ETF Ethereum.

    Jika disetujui, langkah ini dapat memberikan peluang keuntungan tambahan bagi investor. Lantas, apa yang dimaksud dengan staking ETF Ethereum?

    The Block menyebutkan Staking memungkinkan dana investasi yang memiliki Ethereum (ETH) untuk mendapatkan hasil tambahan dengan mengamankan jaringan blockchain.

    Dalam pengajuan ke SEC, Cboe BZX Exchange mewakili 21Shares untuk mengusulkan agar ETF mereka dapat melakukan staking terhadap ETH yang dimiliki.

    Sistem ini menjanjikan keuntungan tambahan bagi para investor Dengan adanya staking, ETF dapat menghasilkan pendapatan tambahan dari kepemilikan Ethereum mereka.

    Keuntungan ini berpotensi dialokasikan kepada para investor, menjadikannya daya tarik tambahan bagi institusi dan individu yang ingin berinvestasi dalam Ethereum melalui ETF.

    Regulasi yang Semakin Ramah terhadap Kripto

    Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) gugatan kasus Ripple. Sumber: REUTERS/Jonathan Ernst/File Photo.
    Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) menyetujui ETF Bitcoin spot. Sumber: REUTERS/Jonathan Ernst/File Photo.

    Di bawah administrasi sebelumnya, SEC menganggap token berbasis proof-of-stake sebagai sekuritas. Namun, dengan pendekatan yang lebih ramah terhadap kripto, regulator kini mempertimbangkan untuk mengklasifikasikan beberapa token sebagai “non-securities.”

    Hal ini membuka peluang bagi Ethereum dan ekosistem staking untuk mendapatkan kejelasan hukum, sehingga dapat memberikan dampak pada likuiditas Ethereum.

    Menurut laporan terbaru, kepemilikan institusional terhadap ETF Ethereum meningkat signifikan pada kuartal keempat, dari 4,8% menjadi 14,5%.

    Jika staking diizinkan, hal ini dapat menarik lebih banyak investor institusional, meningkatkan likuiditas, dan memperkuat posisi Ethereum di pasar aset digital.

    Masa Depan Ethereum dan Staking

    Dengan semakin banyaknya institusi yang tertarik pada Ethereum, persetujuan dari SEC bisa menjadi katalis bagi adopsi lebih luas. Selain 21Shares, NYSE Arca juga telah mengajukan permohonan serupa untuk ETF Ethereum dari Grayscale.

    Jika tren ini terus berlanjut, Ethereum dapat semakin mengukuhkan posisinya sebagai aset investasi utama. Dengan adanya peluang ini, investor perlu terus memantau perkembangan regulasi dan bagaimana dampaknya terhadap ekosistem Ethereum.

    Terkait pertanyaan apakah staking dalam ETF akan menjadi standar baru dalam investasi kripto? Hanya waktu yang akan menjawabnya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Cadangan Ethereum Terkuras! ETF & Perusahaan Borong ETH

    Cadangan Ethereum (ETH) di bursa kripto terpusat kini berada di titik terendah dalam tiga tahun terakhir, memicu spekulasi besar tentang masa depan harga dan ketersediaan aset ini. Pasalnya, miliaran dolar mengalir deras ke ETF spot dan perbendaharaan perusahaan, menyedot pasokan ETH dari pasar terbuka.

    Menurut CryptoQuant, sejak puncaknya di 28,8 juta ETH pada September 2022, cadangan bursa telah menyusut hingga 38%, menyisakan hanya sekitar 17,4 juta ETH. Bahkan, dalam tiga bulan terakhir saja, sekitar 2,5 juta ETH keluar dari bursa.

    ETF Ethereum Jadi Magnet Raksasa

    Dilaporkan Cointelegraph, lonjakan minat terhadap ETF ETH spot sejak peluncurannya pada Juli 2024 menjadi faktor kunci. Data CoinGlass mencatat, dana ini sudah menyerap lebih dari $13 miliar arus masuk bersih, termasuk rekor $5,4 miliar hanya pada Juli lalu.

    ETF terbesar, iShares Ethereum ETF (ETHA) milik BlackRock, kini menguasai aset senilai lebih dari $16 miliar, menjadikannya salah satu ETF dengan pertumbuhan tercepat sepanjang sejarah. Secara total, ETF spot ETH sudah mengelola dana sekitar $24 miliar (CoinMarketCap).

    Baca juga: Ethereum Kehabisan Napas? Cadangan Devisa ETH Terpuruk Dalam 3 Tahun

    Perusahaan Publik Ikut Borong ETH

    Tren lain yang tak kalah signifikan datang dari korporasi. 17 perusahaan publik kini tercatat menyimpan Ether dalam neraca mereka, dengan total kepemilikan mencapai lebih dari 3,6 juta ETH.

    Beberapa pemain besar:

    • SharpLink Gaming – memegang 797.704 ETH senilai $3,5 miliar.
    • BitMine Immersion Technologies – mengakumulasi 1,86 juta ETH (1,5% total suplai).
    • The Ether Machine – mengoleksi 495.000 ETH dan siap IPO di Nasdaq.

    Menurut analis Bitfinex, salah satu alasan ETH semakin diminati adalah sifatnya yang unik: “ETH bukan hanya aset makro seperti Bitcoin, tetapi juga aset produktivitas karena menghasilkan imbal hasil melalui staking sekaligus menopang ekosistem DeFi bernilai lebih dari $100 miliar.”

    Lonjakan Staking: ETH Kian Langka

    Tak hanya ETF dan perusahaan, staking Ethereum juga menyedot suplai. Per Selasa lalu, antrean staking mencapai 860.369 ETH senilai $3,7 miliar — tertinggi sejak 2023. Total ETH yang dipertaruhkan kini menembus 35 juta ETH, memperketat pasokan likuid di pasar.

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Sabtu, 6 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Sabtu, 6 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Masa Depan: ETF + Staking = Game Changer?

    Ke depan, skenario bisa semakin menarik. Beberapa penerbit ETF, termasuk BlackRock dan Fidelity, sedang mengajukan izin untuk menambahkan fitur staking ke dalam ETF Ether mereka. Jika disetujui SEC pada Oktober mendatang, investor institusional bisa mendapatkan imbal hasil staking langsung dari ETF mereka.

    Fabian Dori, CIO Sygnum, menyebut langkah ini bisa menjadi katalis besar: “ETF ETH spot dengan fitur staking akan membuat produk ini jauh lebih menarik, menarik lebih banyak arus masuk, dan memperkuat status Ethereum sebagai aset produktif.”


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • ETF Ethereum Tarik Rp 4,8 Triliun, Bitcoin Justru Alami Arus Keluar

    ETF (Exchange-Traded Fund) Ethereum mencatat arus masuk harian sebesar $296 juta pada Selasa (22/7), memperpanjang tren positif selama 12 hari berturut-turut. Sebaliknya, ETF Bitcoin mengalami arus keluar sebesar $131 juta, mengakhiri rekor arus masuk yang telah berlangsung selama hampir dua minggu.

    Data dari SoSoValue menunjukkan bahwa ETF Bitcoin spot mencatatkan arus keluar harian pertamanya sejak 1 Juli. Dana ARKB milik Ark & 21Shares menjadi penyumbang terbesar dengan penarikan sebesar $77,46 juta, disusul oleh dana dari Grayscale, Fidelity, Bitwise, dan VanEck. IBIT milik BlackRock, yang merupakan ETF Bitcoin spot terbesar berdasarkan aset kelolaan, tidak mencatat arus keluar pada hari tersebut, bersama enam ETF lainnya.

    Dilaporkan The Block, selama periode 12 hari sebelumnya, ETF Bitcoin spot telah mengumpulkan arus masuk bersih senilai $6,12 miliar.

    Arus Masuk ETF Ethereum Tinggi

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 22 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 22 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Minat Institusional Kian Tinggi, Ethereum Bidik $4.000

    Sementara itu, ETF Ethereum spot mencatatkan arus masuk sebesar $296,6 juta pada hari yang sama. FETH milik Fidelity menyumbang arus masuk terbesar senilai $126,93 juta, diikuti oleh ETHA milik BlackRock sebesar $102 juta. Mini Ethereum Trust dari Grayscale dan ETHW dari Bitwise juga mencatatkan arus masuk bersih.

    Dengan ini, ETF Ethereum telah mengumpulkan total arus masuk sebesar $3,53 miliar sejak diluncurkan pada 24 Juli, dan dalam beberapa hari terakhir bahkan melampaui arus masuk harian ETF Bitcoin.

    Analis Riset Presto, Min Jung, menyebut pergerakan ini mencerminkan rotasi pasar yang lazim dari Bitcoin ke Ethereum dan altcoin berkapitalisasi besar lainnya.

    “Bitcoin telah menguat signifikan sepanjang tahun ini. Bagi investor yang merasa telah ‘tertinggal’ dari reli BTC, Ethereum menjadi langkah alami berikutnya,” ujar Jung. “Dominasi Bitcoin telah turun 5% dalam sepekan terakhir, yang menjadi indikasi awal perputaran modal ke aset dengan risiko lebih tinggi. Secara historis, musim altcoin dimulai ketika harga ETH naik dan dominasi BTC menurun.”

    Meski demikian, Jung menambahkan bahwa belum pasti apakah rotasi ini akan meluas ke altcoin berkapitalisasi kecil, mengingat reli pasar saat ini masih didorong oleh modal institusional.

    Berdasarkan data harga dari The Block, pada hari yang sama Bitcoin turun 1,27% menjadi $116.868, sementara Ether turun 2,17% ke level $3.679.

    Baca juga: Cara Cek Harga Ethereum dalam Rupiah dan Cara Beli Modal Rp100.000


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • ETF Ethereum Catat Lonjakan Rekor $1 Miliar Hanya dalam Dua Hari

    Produk investasi berbasis Ethereum kembali mencuri perhatian pasar keuangan global. ETF (Exchange-Traded Fund) spot Ethereum yang baru-baru ini diluncurkan di Amerika Serikat mencatatkan rekor arus masuk sebesar $1 miliar hanya dalam waktu dua hari, menurut data dari Farside Investors.

    Menurut laporan Coindoo, antara tanggal 16 dan 17 Juli, ETF Ethereum mengumpulkan total dana sebesar $1,32 miliar. Lonjakan ini didorong terutama oleh ETHA, produk ETF besutan raksasa manajemen aset BlackRock, yang menyumbang sekitar 79% dari total arus masuk tersebut. Pada tanggal 16 Juli saja, arus masuk mencapai lebih dari $726 juta—menjadikannya hari dengan rekor tertinggi untuk arus masuk ETF Ethereum sepanjang sejarah.

    Kinerja luar biasa ini langsung mengangkat posisi ETHA ke peringkat kelima di antara seluruh ETF global dalam hal arus masuk mingguan. Per 18 Juli, ETHA telah menarik dana sebesar $1,26 miliar dalam seminggu, bergabung bersama ETF Bitcoin spot BlackRock, IBIT, sebagai dua dari lima ETF dengan arus masuk mingguan terbesar di dunia dari lebih dari 4.300 produk yang dipantau.

    Baca juga: Bit Digital Borong 19.683 ETH, Jadi Pemegang Ether Raksasa

    Persaingan ETF Ethereum dan Bitcoin

    Tak hanya itu, persaingan antara Ethereum dan Bitcoin pun semakin ketat. Sepanjang minggu ini, ETF Ethereum mencatatkan total arus masuk sebesar $1,78 miliar, dibandingkan dengan $2,02 miliar untuk Bitcoin. Hal ini membawa rasio arus masuk ETH terhadap BTC ke angka 88%—rasio tertinggi ketiga dalam sejarah. Rekor tertinggi sendiri terjadi pada Februari lalu dengan rasio mencapai 206,2%.

    Lonjakan ini menunjukkan betapa cepatnya daya tarik institusional terhadap Ethereum berkembang, terutama setelah peluncuran ETF spot di pasar AS. Para analis melihat ini sebagai sinyal kuat bahwa Ethereum kini semakin dipandang sebagai aset investasi utama di kalangan institusi, menyusul langkah serupa yang sebelumnya dialami oleh Bitcoin.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • BlackRock Kejutkan Pasar Kripto, Ajukan ETF Ethereum Staking ke SEC!

    Raksasa manajemen aset dunia, BlackRock, kembali membuat gebrakan di industri kripto. Perusahaan ini resmi mengajukan permohonan kepada Securities and Exchange Commission (SEC) Amerika Serikat untuk meluncurkan Exchange-Traded Fund (ETF) Ethereum berbasis staking.

    Langkah ini menyusul kesuksesan besar ETF Bitcoin BlackRock yang diluncurkan pada 2024. Produk tersebut mencatatkan kinerja luar biasa, bahkan melampaui pendapatan tahunan seluruh ETF tradisional BlackRock lainnya yang telah beroperasi lebih dari 20 tahun. Keberhasilan itu kini menjadi sinyal positif bagi Ethereum, karena berpotensi menarik lebih banyak investor institusional dan konvensional ke ekosistem kripto terbesar kedua di dunia tersebut.

    Apa Itu Staking Ethereum?

    Dilaporkan Cryptonomist, staking merupakan mekanisme di mana pemilik aset kripto “mengunci” koin mereka untuk membantu jaringan memverifikasi transaksi. Sebagai imbalannya, investor akan memperoleh reward staking dalam bentuk aset yang sama, menyerupai dividen pada saham. Untuk Ethereum, imbal hasil staking umumnya berada di kisaran 3–4 persen per tahun (APY).

    Sejak 2022, Ethereum telah beralih dari mekanisme Proof-of-Work (PoW) ke Proof-of-Stake (PoS). Perubahan ini menghilangkan proses penambangan dan menjadikan staking sebagai komponen utama dalam validasi transaksi jaringan Ethereum.

    Baca juga: BlackRock Diam-Diam Daftarkan Staked Ethereum Trust

    ETF Ethereum Staking: Pilihan Baru Investor

    Sebelumnya, BlackRock telah memiliki ETF Ethereum, namun produk tersebut belum mengakomodasi fitur staking karena belum mendapat persetujuan regulator saat peluncuran. Alih-alih mengubah ETF yang sudah ada, BlackRock memilih mengajukan ETF baru khusus Ethereum staking.

    Jika disetujui, investor akan dihadapkan pada dua pilihan: ETF Ethereum yang hanya mengikuti pergerakan harga, atau ETF Ethereum yang sekaligus menghasilkan imbal hasil dari staking. Dengan tingginya minat investor terhadap produk berimbal hasil, ETF staking diperkirakan akan menjadi opsi favorit.

    Sebelum BlackRock, Grayscale tercatat sebagai manajer aset pertama yang meluncurkan ETF Ethereum staking pada Oktober 2025. Kehadiran produk Grayscale disebut membuka jalan bagi masuknya pemain besar lainnya, termasuk BlackRock.

    ETF vs Kepemilikan Langsung Kripto

    Meski ETF menawarkan kemudahan bagi investor tradisional, terdapat perbedaan mendasar dibandingkan kepemilikan kripto secara langsung (self-custody). Dalam ETF, aset kripto disimpan dan dikelola oleh pihak penerbit, sehingga investor tidak memiliki kontrol penuh atas aset tersebut.

    Konsekuensinya, transaksi jual beli hanya bisa dilakukan pada jam perdagangan pasar, serta dikenakan biaya pengelolaan tahunan. Sebaliknya, kepemilikan langsung melalui dompet kripto memungkinkan pengguna memindahkan, menukar, atau menjual aset kapan saja, dengan biaya terbatas pada ongkos transaksi jaringan.

    Karena alasan tersebut, sebagian investor tetap memilih self-custody wallet untuk mengelola aset kripto mereka secara mandiri, termasuk untuk memanfaatkan peluang staking di luar ETF.

    Dampak bagi Pasar

    Pengajuan ETF Ethereum staking oleh BlackRock dinilai sebagai sinyal kuat meningkatnya adopsi kripto oleh institusi keuangan global. Jika disetujui SEC, produk ini berpotensi memperluas akses investor tradisional ke Ethereum sekaligus memperkuat posisi aset kripto sebagai instrumen investasi berimbal hasil di pasar keuangan global.

    Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • ETF Ethereum Cetak Rekor 6 Minggu, Sinyal Rotasi Besar Investor

    Produk ETF Ethereum spotmencatat lonjakan masuk dana terbesar dalam enam minggu terakhir, menandai pergeseran strategi investor institusional yang mulai melirik aset kripto di luar Bitcoin.

    Dilaporkan Decrypt, data SoSoValue menunjukkan bahwa pada Selasa (10/12), spot Ethereum ETF meraup $177,64 juta, melampaui arus masuk ke spot Bitcoin ETF yang hanya sebesar $151,74 juta.

    Di antara ETF altcoin lain, Solana mencatat arus masuk tertinggi dengan $16,54 juta, disusul XRP sebesar $8,73 juta, sementara Dogecoin dan Chainlink tercatat stagnan.

    CEO SynFutures, Rachel Lin, menyebut pergerakan ini sebagai bukti bahwa investor kini lebih selektif dalam memilih aset kripto.

    “ETF flows menunjukkan cerita yang jelas. Investor mulai melihat Ethereum bukan hanya sebagai aset, tapi sebagai infrastruktur,” ujar Lin.

    Ia menambahkan bahwa meningkatnya minat institusi didorong oleh produk-produk staking serta pertumbuhan sektor tokenisasi yang memanfaatkan jaringan Ethereum.

    Hingga saat ini, berbagai produk ETF telah mengumpulkan $21,40 miliar Ethereum, setara sekitar 5% dari kapitalisasi pasar ETH yang mencapai $400 miliar.

    Harga ETH Melonjak, Pasar Prediksi Target Baru

    Dalam 24 jam terakhir, harga Ethereum naik 6,9% ke level $3.329 menurut CoinGecko. Sentimen positif ini juga tercermin di pasar prediksi Myriad, di mana peluang ETH menyentuh $4.500 kini mencapai 58%, naik drastis dari di bawah 30% di awal bulan.

    Meski Bitcoin tetap mendominasi alokasi dana institusional, Lin menilai dinamika saat ini menunjukkan perubahan struktural:

    “Ethereum menarik arus masuk signifikan bahkan ketika Bitcoin melambat. Ini menunjukkan rotasi jangka panjang, bukan sekadar perdagangan jangka pendek.”

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 11 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 11 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Wirehouse Raksasa AS Mulai Buka Pintu untuk Crypto ETFs

    Sentimen bullish turut diperkuat oleh pernyataan CIO Bitwise, Matthew Hougan, yang mengatakan empat wirehouse terbesar di AS, Morgan Stanley, Merrill Lynch, UBS, dan Wells Fargo, telah mulai membuka akses ke ETF kripto dalam enam bulan terakhir.

    “Triliunan dolar kini bisa masuk ke ETF kripto, akses yang tidak ada enam bulan lalu,” kata Hougan.

    Ia memperkirakan 2026 akan menjadi tahun rekor arus masuk ETF kripto.

    Prospek ke Depan: Ethereum Berpeluang Jadi Primadona ETF

    Lin memprediksi inflow ETF akan meningkat menuju 2026 seiring semakin matangnya produk dan meningkatnya kejelasan regulasi. Dalam kondisi makro yang membaik, Ethereum diperkirakan akan menyerap porsi lebih besar dari permintaan ETF berkat utility dan potensi imbal hasilnya.

    Baca juga: Pecahkan Rekor, Arus Masuk ETF Ethereum Tembus Miliaran!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com