Tag: eth zurich

  • Siap-siap Beasiswa S2 di ETH Zurich, Kampus Terbaik Versi QS WUR 2025: Europe



    Jakarta

    Swiss Federal Institute of Technology Zurich atau ETH Zurich akan membuka beasiswa S2 dalam program Excellence Scholarship & Opportunity Programme (ESOP). Sebelum pembukaan pendaftaran secara daring pada 1-30 November 2024 mendatang, detikers bisa mulai menyiapkan persyaratannya.

    Beasiswa ESOP adalah beasiswa jenjang magister bagi calon mahasiswa yang ingin kuliah di ETH Zurich. Mahasiswa S2 on-going di kampus ini tidak dapat mendaftar.

    Beasiswa ESOP ETH Zurich meliputi biaya hidup dan studi CHF 12 ribu (Rp 216 juta) per semester, gratis biaya kuliah, mentorship, dan kesempatan berjejaring dengan ETH Foundation.


    Syarat Beasiswa S2 ESOP ETH Zurich

    1. Hasil akademik S1 yang memuaskan, dengan pendaftar merupakan 10 persen teratas di prodi (grade A).
    2. Dapat dikontek melalui kontak telepon yang disampaikan di CV, seleksi dapat termasuk wawancara via telepon atau video conference pada Februari.
    3. Pemilik gelar Master atau sedang kuliah S2 di ETH ZUrich tidak diperkenankan mendaftar beasiswa ESOP.
    4. Mendaftar pada masa pendaftaran pertama, yakni pada 1-30 November 2024.
    5. Menyiapkan dokumen preproposal tesis jenjang Magister.
    6. Preproposal tesis Magister wajib dikembangkan oleh pendaftar sendiri dan menggunakan tata cara pengutipan ilmiah yang berlaku.
    7. Tidak melakukan plagiasi, pengabaian, atau misinformasi secara sengaja; jika diketahui maka akan dikeluarkan dari proses seleksi atau ditarik dari program beasiswa apapun.
    8. Jika prodi tujuan tidak meminta dua tokoh referensi, sertakan data dan kontak 2 tokoh referensi (dosen) pada pendaftaran beasiswa ESOP.
    9. Tokoh referensi yang disertakan pada pendaftaran akan dikirim email oleh sistem dan wajib mengunggah surat referensi.

      Pendaftaran para calon penerima beasiswa akan ditinjau oleh Admissions Committees di tiap program Magister tujuan. Keputusan akhir pemberian beasiswa ESOP merupakan kewenangan rektor ETH Zurich.

    Informasi pendaftaran beasiswa S2 ETH Zurich 2024/2025 lebih lanjut dapat diakses di sini. Semoga bermanfaat, detikers.

    (twu/nwy)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / alexander grey
  • Terungkap! Sel Lemak Punya ‘Memori’ yang Bikin Berat Badan Selalu Naik Lagi


    Jakarta

    Sekali menggendut, rasanya susah sekali untuk mempertahankan berat badan ideal. Baru kurus sebentar setelah diet ketat, kemasukan cokelat dubai secuil saja tiba-tiba sudah gendut lagi.

    Sebuah penelitian terbaru di jurnal Nature menjelaskan hal ini. Berat badan naik lagi setelah sempat kurus erat kaitannya dengan modifikasi kimia pada DNA (Deoxyribo Nucleic Acid), atau penanda epigenetik, yang mungkin membuat sel-sel mempertahankan memori tentang status berat badan terakhirnya.

    Dikutip dari Livescience, DNA memang akan tetap sama sepanjang hayat. Namun cara tubuh membaca kode DNA bersifat dinamis, dipengaruhi oleh modifikasi epigenetik. Modifikasi tersebut mengubah fungsi sel karena cara mereka membaca DNA juga berubah.


    Dalam sebuah eksperimen, para ilmuwan mengamati sekelompok tikus yang diberi diet tinggi lemak selama beberapa waktu sebelum dikembalikan ke diet normalnya. Secara metabolik, tikus-tikus ini tidak berbeda dengan tikus lain yang tidak diberi diet tinggi lemak.

    Namun ketika diperiksa sel-sel lemaknya, tikus-tikus yang sempat gemuk tersebut ternyata masih membawa perubahan epigentik yang didapat ketika berat badannya meningkat. Untuk memastikan mekanisme serupa juga terjadi pada manusia, para ilmuwan membandingkannya dengan pasien operasi bariatrik, operasi yang biasanya dilakukan pada obesitas ekstrem.

    “Di sana, mereka menemukan pola aktivitas gen yang menunjukkan perubahan epigenetik memang terjadi dan bertahan setelah berat badan turun,” kata Laura Hinte, mahasiswa doktoral ETH Zurich, yang juga co-author dalam penelitian tersebut.

    NEXT: Menjelaskan kenapa susah kurus jika sudah pernah gemuk

    Pengamatan lebih dekat pada sel-sel lemak tikus makin memperkuat adanya ‘memori’ tentang kegemukan. Sel-sel yang diambil dari tikus dengan diet glukosa dan palmitate, yang tinggi gula, membesar lebih cepat dibanding sel-sel lemak dari tikus normal. Tikus yang sempat gemuk juga lebih mudah mengalami kenaikan berat badan saat diberi diet tinggi kalori.

    Penelitian ini memang tidak membuktikan bahwa perubahan epigenetik secara langsung berhubungan dengan ‘rebound’ atau kenaikan kembali berat badan. Namun diyakini, temuan ini menunjukkan bahwa mekanisme tersebut mungkin berperan dalam interaksi kompleks yang mendorong obesitas.

    (up/up)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto