Tag: eth

  • Supply Ethereum di Bursa Anjlok ke Titik Terendah!

    Pasar Ethereum menunjukkan perubahan besar setelah data terbaru mengungkap lonjakan signifikan dalam aktivitas staking dan penurunan tajam suplai di exchange. Kondisi ini dinilai sebagai sinyal penting yang dapat memengaruhi pergerakan harga dalam waktu dekat.

    Berdasarkan data on-chain, sekitar 31,4% dari total suplai Ethereum kini telah di-stake, menandai level tertinggi sepanjang sejarah.

    Staking ETH Capai Rekor Tertinggi

    Jumlah Ethereum yang terkunci dalam staking kini mencapai sekitar 38,31 juta ETH, atau hampir sepertiga dari total suplai. Kondisi ini menunjukkan bahwa semakin banyak investor memilih untuk menahan aset dalam jangka panjang dibandingkan menjualnya di pasar.

    Peningkatan staking ini secara langsung mengurangi jumlah ETH yang tersedia untuk diperdagangkan, sehingga memperketat likuiditas di pasar.

    Fenomena ini juga mencerminkan pergeseran perilaku investor dari trading jangka pendek menuju strategi holding jangka panjang.

    Supply di Exchange Turun ke Level Terendah

    Di sisi lain, suplai Ethereum di exchange, termasuk Binance, tercatat turun ke level terendah sejak 2020, bahkan secara global mencapai titik terendah sejak 2016.

    Dilaporkan Crypto Quant, penurunan ini menandakan semakin sedikitnya ETH yang tersedia untuk dijual di pasar terbuka. Dalam kondisi seperti ini, pasar menjadi lebih sensitif terhadap permintaan, karena peningkatan pembelian dalam jumlah kecil sekalipun dapat mendorong harga secara signifikan.

    Kombinasi antara staking tinggi dan rendahnya suplai di exchange memperkuat potensi terjadinya supply shock.

    Baca juga: Ethereum Foundation Jual ETH Rp160 Miliar, Strategi Baru?

    Potensi Supply Shock dan Dampaknya

    Dengan semakin banyak ETH yang terkunci dan berkurangnya likuiditas, tekanan jual di pasar cenderung menurun. Kondisi ini dapat menciptakan situasi di mana kenaikan permintaan langsung berdampak besar terhadap harga.

    Supply shock sering kali menjadi pemicu pergerakan harga yang cepat, terutama jika didukung oleh sentimen positif atau arus dana baru ke pasar.

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa lonjakan staking dan penurunan suplai di exchange merupakan indikator kuat dari perubahan struktur pasar Ethereum.

    Menurut mereka, kondisi ini menunjukkan bahwa investor semakin percaya terhadap prospek jangka panjang Ethereum, sehingga memilih untuk mengunci aset mereka dalam staking daripada menjualnya.

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 25 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 25 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Namun, Tim Research Tokocrypto juga mengingatkan bahwa meskipun potensi supply shock meningkat, pergerakan harga tetap akan dipengaruhi oleh faktor lain seperti kondisi makroekonomi, arus dana institusional, dan sentimen pasar secara keseluruhan.

    Mereka menambahkan bahwa dalam kondisi likuiditas rendah, volatilitas juga berpotensi meningkat, sehingga investor perlu tetap memperhatikan manajemen risiko.

    Pasar Masuk Fase Baru

    Dengan hampir sepertiga suplai Ethereum terkunci dan ketersediaan di exchange terus menurun, pasar kini memasuki fase yang berbeda dibandingkan siklus sebelumnya.

    Pelaku pasar akan mencermati apakah kondisi ini akan benar-benar mendorong kenaikan harga dalam waktu dekat, atau justru tetap tertahan oleh faktor eksternal yang lebih luas.

    Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ethereum Foundation Jual ETH Rp160 Miliar, Strategi Baru?

    Ethereum Foundation dilaporkan telah menjual 5.000 Ether (ETH) senilai sekitar 10,2 juta dolar AS melalui transaksi over-the-counter (OTC) kepada BitMine Immersion Technologies. Transaksi ini dilakukan dengan harga rata-rata sekitar 2.042,96 dolar AS per ETH sebagai bagian dari strategi pengelolaan treasury organisasi.

    Dikutip Cointelegraph, langkah ini menjadi bagian dari upaya Ethereum Foundation dalam menjaga keberlanjutan operasional serta mendukung pengembangan ekosistem Ethereum.

    Penjualan untuk Dukung Operasional dan Ekosistem

    Dalam pernyataannya, Ethereum Foundation menyebut bahwa dana hasil penjualan akan digunakan untuk mendukung berbagai aktivitas inti, termasuk riset dan pengembangan protokol, inisiatif pertumbuhan ekosistem, serta program hibah komunitas.

    Transaksi ini dilakukan melalui wallet multisignature resmi milik Ethereum Foundation, menegaskan transparansi dalam pengelolaan aset organisasi.

    BitMine Perkuat Posisi sebagai Pemegang ETH Besar

    BitMine, perusahaan publik yang terdaftar di NYSE American dengan kode BMNR, menjadi pihak pembeli dalam transaksi ini. Perusahaan yang dipimpin oleh Tom Lee tersebut saat ini telah menjadi salah satu pemegang Ethereum terbesar di kalangan korporasi.

    BitMine diketahui memiliki lebih dari 4,5 juta ETH dengan nilai sekitar 9,3 miliar dolar AS, dan terus melakukan akumulasi sejak pertengahan 2025 dengan pendekatan yang mirip strategi akumulasi Bitcoin oleh perusahaan besar lainnya.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, ini lebih penting sebagai sinyal manajemen treasury yang disiplin daripada bearish event biasa, karena penjualannya dilakukan lewat OTC sehingga tidak langsung membanjiri order book pasar.

    “Tapi pesannya tetap jelas: Ethereum Foundation masih aktif memonetisasi sebagian treasury untuk membiayai operasional, jadi pasar harus membaca langkah ini sebagai bagian dari kerangka treasury yang lebih luas, termasuk staking sekitar 70.000 ETH, bukan sekadar headline jual-beli sesaat,” jelasnya.

    Baca juga: Whale Ethereum Borong Diam-Diam? Data Ini Bikin Pasar Kaget

    Transaksi OTC Kedua oleh Ethereum Foundation

    Penjualan ini merupakan transaksi OTC kedua yang dilakukan Ethereum Foundation kepada pembeli korporasi. Sebelumnya, pada Juli 2025, organisasi ini menjual 10.000 ETH kepada SharpLink Gaming dengan nilai sekitar 25,7 juta dolar AS.

    Kedua transaksi tersebut merupakan bagian dari kebijakan pengelolaan treasury yang diperkenalkan pada Juni 2025. Dalam kebijakan tersebut, Ethereum Foundation secara berkala mengonversi sebagian aset ETH menjadi dana fiat guna memastikan ketersediaan dana operasional jangka panjang.

    Strategi Treasury dan Rencana Staking

    Ethereum Foundation menargetkan penggunaan sekitar 15% dari total treasury setiap tahunnya untuk mendukung operasional, sambil menjaga cadangan dana untuk beberapa tahun ke depan.

    Selain itu, organisasi ini juga mulai mengalokasikan sebagian asetnya untuk staking, dengan rencana menempatkan sekitar 70.000 ETH ke dalam validator menggunakan infrastruktur open-source.

    Fokus pada Desentralisasi dan Pengembangan Jangka Panjang

    Dalam perkembangan terbaru, Ethereum Foundation juga merilis mandat baru yang menegaskan perannya dalam ekosistem Ethereum. Organisasi tersebut menekankan pentingnya desentralisasi, privasi, serta ketahanan terhadap sensor.

    Ke depan, Ethereum Foundation akan lebih fokus pada pengembangan protokol inti, riset jangka panjang, keamanan siber, serta pengembangan alat bagi developer, sembari secara bertahap mengurangi pengaruh langsung terhadap jaringan.

    Langkah penjualan ETH ini menjadi bagian dari strategi yang lebih luas dalam menjaga keseimbangan antara keberlanjutan operasional dan pengembangan ekosistem Ethereum secara global.

    Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Satu Perusahaan Kuasai 3,8% ETH, Raup Rp2,7 Triliun

    Perusahaan publik Bitmine Immersion Technologies kembali menjadi sorotan setelah mempercepat akumulasi Ethereum (ETH) dalam beberapa pekan terakhir. Langkah agresif ini membuat total cadangan ETH perusahaan melonjak hingga mencapai 4,596 juta ETH, setara dengan sekitar 3,81% dari total suplai Ethereum secara global.

    Langkah ini menegaskan peran perusahaan sebagai salah satu pemain institusional terbesar dalam ekosistem Ethereum, di tengah meningkatnya perhatian pasar terhadap akumulasi aset kripto oleh korporasi besar.

    Akselerasi Pembelian Ethereum oleh Bitmine

    Ketua Bitmine, Tom Lee, mengungkapkan bahwa perusahaan menambah 60.999 ETH hanya dalam satu minggu terakhir, meningkat signifikan dibandingkan rata-rata sebelumnya yang berada di kisaran 45.000 hingga 50.000 ETH per minggu. Salah satu transaksi terbaru termasuk pembelian 5.000 ETH secara over-the-counter (OTC) langsung dari Ethereum Foundation.

    Dilaporkan Cointelegraph, transaksi tersebut dirancang untuk membantu Ethereum Foundation membiayai operasional tanpa harus menjual aset di pasar terbuka, sehingga meminimalkan tekanan jual terhadap harga ETH.

    Dengan total kepemilikan mencapai jutaan ETH, nilai gabungan aset kripto, kas, dan investasi lain milik Bitmine kini diperkirakan mencapai sekitar 11,5 miliar dolar AS.

    Staking Jadi Sumber Pendapatan Besar

    Dari total kepemilikan tersebut, sekitar 3.040.515 ETH atau sekitar 66% telah di-stake. Nilai aset yang di-stake ini diperkirakan mencapai sekitar 6,6 miliar dolar AS dengan asumsi harga ETH di kisaran 2.185 dolar AS.

    Aktivitas staking tersebut menjadi sumber pendapatan signifikan bagi perusahaan, dengan estimasi menghasilkan sekitar 180 juta dolar AS per tahun. Ke depan, Bitmine berencana memperluas aktivitas staking melalui peluncuran jaringan validator bernama Made in America Validator Network (MAVAN).

    Respons pasar terhadap strategi ini terlihat positif, dengan saham Bitmine (BMNR) ditutup naik hampir 14% ke level 23,39 dolar AS.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, ini penting secara onchain karena menunjukkan ETH makin diperlakukan seperti aset treasury produktif, bukan cuma cadangan pasif.

    “Kalau perusahaan publik terus mengakumulasi dan men-stake ETH dalam ukuran sebesar ini, tekanan supply likuid bisa makin ketat dan narasi corporate treasury untuk Ether akan terlihat semakin serius, bukan sekadar side story di bawah bayang-bayang Bitcoin,” tuturnya.

    Baca juga: Sinyal Bahaya atau Peluang? Leverage Ethereum Naik

    Korporasi Kuasai Lebih dari 5% Suplai Ethereum

    Secara keseluruhan, kepemilikan Ethereum oleh entitas publik juga menunjukkan tren yang signifikan. Data terbaru mencatat sekitar 30 perusahaan publik di tujuh negara menguasai total sekitar 6,6 juta ETH, atau setara 5,47% dari total suplai Ethereum.

    Namun, dalam 30 hari terakhir, hanya sebagian kecil perusahaan yang meningkatkan kepemilikan mereka. Bitmine menjadi yang paling agresif dengan tambahan 269.824 ETH, jauh melampaui perusahaan lain seperti SharpLink dan Eightco.

    Di sisi lain, Eightco juga menarik perhatian setelah menggalang dana sebesar 125 juta dolar AS untuk ekspansi di sektor blockchain dan kecerdasan buatan, dengan Bitmine sebagai investor utama sebesar 75 juta dolar AS.

    Harga Ethereum dan Arah Pasar

    Ethereum saat ini diperdagangkan di kisaran 2.342 dolar AS, naik hampir 11% dalam 24 jam terakhir, meskipun masih mengalami penurunan sekitar 21% sejak awal tahun. Kapitalisasi pasar Ethereum tercatat sekitar 282 miliar dolar AS dengan suplai beredar mencapai 120,7 juta ETH.

    Aksi agresif Bitmine dan meningkatnya dominasi korporasi dalam kepemilikan ETH menjadi indikator penting yang terus dipantau pelaku pasar, terutama dalam melihat potensi pergerakan harga dan struktur kepemilikan aset kripto ke depan.

    Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Whale Ethereum Borong Diam-Diam? Data Ini Bikin Pasar Kaget

    Harga Ethereum (ETH) kembali mencuri perhatian setelah berhasil menembus level 2.200 dolar AS pada sesi perdagangan Asia, Senin (16/3). Kenaikan ini menjadi yang tertinggi dalam lebih dari satu bulan terakhir, sekaligus melanjutkan tren positif sejak akhir pekan.

    Di tengah penguatan harga tersebut, data on-chain menunjukkan bahwa investor besar atau crypto whales активно meningkatkan akumulasi mereka, memanfaatkan momentum pasar yang sedang menguat.

    Akumulasi Paus Meningkat Seiring Kenaikan Harga

    Dilaporkan BeInCrypto, salah satu aktivitas signifikan datang dari Erik Voorhees, pendiri ShapeShift dan pendukung awal Bitcoin, yang kembali membeli Ethereum setelah sempat berhenti selama sekitar satu tahun. Sebelumnya, ia diketahui menjual 12.886 ETH senilai sekitar 42,83 juta dolar AS dengan harga rata-rata 3.324 dolar AS.

    Pada Maret 2026, dua wallet yang terhubung dengannya tercatat mengakumulasi 23.393 ETH senilai sekitar 49,08 juta dolar AS, dengan harga rata-rata pembelian di kisaran 2.098 dolar AS. Selain itu, ia masih memegang sekitar 35,25 juta USDT yang berpotensi digunakan untuk akumulasi lanjutan.

    Aktivitas serupa juga terlihat dari wallet lain yang terhubung dengan kontributor awal Ethereum. Wallet tersebut dilaporkan mengeluarkan sekitar 17,46 juta dolar AS untuk membeli 7.769 ETH di harga rata-rata 2.248 dolar AS.

    Baca juga: Sinyal Bahaya atau Peluang? Leverage Ethereum Naik

    Tren Pembelian Besar Terus Berlanjut

    Aksi akumulasi ini bukan fenomena baru dalam beberapa hari terakhir. Sejak 11 Maret, sebuah wallet diketahui telah menarik 80.157 ETH dari exchange, yang umumnya mengindikasikan niat penyimpanan jangka panjang.

    Selain itu, investor besar lainnya juga dilaporkan membeli 11.985 ETH senilai sekitar 24,79 juta dolar AS. Secara keseluruhan, kepemilikan ETH oleh wallet besar meningkat dari 113,47 juta menjadi 121,45 juta ETH dalam periode 12 Maret hingga saat ini, atau bertambah sekitar 7,98 juta ETH berdasarkan data Santiment.

    Permintaan Institusi Ikut Menguat

    Tidak hanya dari sisi whale individu, permintaan institusional juga menunjukkan peningkatan. Data menunjukkan bahwa ETF Ethereum spot mencatat arus masuk dana bersih selama tiga minggu berturut-turut.

    Kondisi ini memperkuat indikasi bahwa minat terhadap Ethereum tidak hanya datang dari investor ritel, tetapi juga dari pelaku pasar besar dengan horizon investasi jangka panjang.

    Arah Harga Bergantung pada Momentum Pasar

    Meski tren akumulasi terlihat kuat, keberlanjutan kenaikan harga Ethereum masih akan sangat dipengaruhi oleh kondisi pasar secara keseluruhan. Konsistensi pembelian oleh whale dan aliran dana institusi menjadi faktor kunci yang akan menentukan apakah ETH mampu bertahan di level tinggi atau mengalami koreksi dalam waktu dekat.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, yang penting di sini bukan cuma satu-dua wallet besar, tapi fakta bahwa akumulasi whale terjadi saat harga sudah bergerak naik, bukan ketika pasar sedang panik di dasar.

    “Itu cenderung konstruktif buat ETH karena menunjukkan pemain besar masih melihat upside lanjutan, meski risiko tetap ada kalau reli ini gagal dipertahankan dan whale berubah dari akumulasi jadi distribusi cepat,” analisanya.

    Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sinyal Bahaya atau Peluang? Leverage Ethereum Naik

    Pasar kripto mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan dengan meningkatnya aktivitas leverage di Ethereum. Indikator Estimated Leverage Ratio (ELR) mencatat kenaikan signifikan, mengindikasikan kembalinya minat risiko di kalangan trader setelah periode tekanan pasar.

    Kenaikan ini terjadi di tengah reli harga Bitcoin dan Ethereum yang menunjukkan perubahan sentimen menuju fase “risk-on”.

    Ethereum dan Bitcoin Kompak Menguat

    Dalam sepekan terakhir, Bitcoin mencatat kenaikan sekitar 8,6%, sementara Ethereum naik lebih tinggi dengan lonjakan 13,9%.

    Dilaporkan Crypto Quant, kenaikan ini mencerminkan kembalinya minat investor terhadap aset kripto berisiko, didukung oleh arus dana institusional melalui produk ETF.

    Pergerakan ini juga menandai potensi awal dari fase pemulihan pasar setelah periode volatilitas sebelumnya.

    Leverage Ethereum Kembali Meningkat

    Salah satu indikator utama yang diperhatikan adalah Estimated Leverage Ratio (ELR), yang mengukur tingkat penggunaan leverage di pasar derivatif Ethereum.

    Setelah sempat turun tajam akibat peristiwa likuidasi besar pada Oktober 2025, ELR kini kembali meningkat dan mencapai sekitar 0,69 pada pertengahan Maret 2026.

    Sebelumnya, rasio ini sempat anjlok dari 0,56 ke 0,41, mencerminkan penurunan leverage sebesar 27% akibat likuidasi besar-besaran.

    Kenaikan terbaru menunjukkan bahwa trader kembali berani mengambil posisi dengan leverage lebih tinggi.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, ini bullish karena menunjukkan likuiditas dan selera risiko kembali mengalir ke ETH, tapi tetap ada sisi tajamnya: leverage yang tumbuh cepat berarti pasar juga makin rapuh terhadap liquidations baru.

    “Jadi sinyal ini bagus untuk momentum, namun bukan tipe sinyal yang bikin trader boleh santai karena volatilitas justru bisa makin brutal kalau posisi pasar terlalu crowded,” tuturnya.

    Baca juga: Ethereum Sempat Tiba-Tiba Ngebut 10%, Sinyal Altcoin Season Dimulai?

    Dampak Likuidasi Besar Masih Terasa

    Peristiwa likuidasi pada Oktober lalu menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah kripto, dengan lebih dari US$19 miliar posisi leverage terlikuidasi dalam 24 jam.

    Kejadian ini sempat mereset struktur pasar dan menurunkan eksposur risiko secara signifikan.

    Namun, pemulihan ELR saat ini menunjukkan bahwa pasar mulai kembali membangun eksposur leverage secara bertahap.

    Indikasi Kembalinya Risk Appetite

    Peningkatan leverage biasanya mencerminkan meningkatnya kepercayaan trader terhadap arah pasar.

    Nilai ELR yang lebih tinggi menunjukkan bahwa posisi terbuka di pasar derivatif tumbuh lebih cepat dibandingkan cadangan aset di bursa, yang berpotensi meningkatkan volatilitas.

    Kondisi ini menandakan bahwa pelaku pasar mulai kembali berspekulasi terhadap pergerakan harga Ethereum.

    Potensi Peluang dan Risiko ke Depan

    Dengan meningkatnya sentimen positif, Ethereum dan Bitcoin kembali menjadi aset utama dalam fase risk-on.

    Namun, kenaikan leverage juga membawa risiko yang lebih tinggi, termasuk potensi likuidasi jika terjadi pergerakan harga yang tajam.

    Sementara itu, sebagian investor yang lebih konservatif cenderung mencari alternatif seperti aset berbasis emas digital.

    Ke depan, arah pasar akan sangat bergantung pada keberlanjutan arus dana institusional serta stabilitas kondisi makroekonomi global.

    Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ethereum Sempat Tiba-Tiba Ngebut 10%, Sinyal Altcoin Season Dimulai?

    Ethereum (ETH) mencuri perhatian pasar kripto setelah melonjak lebih dari 10% dalam 24 jam terakhir dan menembus level US$2.300, mencapai titik tertinggi dalam enam minggu terakhir. Kenaikan ini melampaui performa Bitcoin dan sebagian besar aset kripto lainnya.

    Dilaporkan Coindesk, lonjakan harga ini terjadi di tengah meningkatnya permintaan institusional serta indikasi pergeseran minat investor dari Bitcoin ke altcoin.

    Ethereum Pimpin Kenaikan Pasar Kripto

    Dalam perdagangan terbaru, ETH mencatat kenaikan lebih dari 10%, jauh di atas Bitcoin yang hanya naik sekitar 3% pada periode yang sama.

    Performa ini menunjukkan perubahan momentum pasar, di mana aset di luar Bitcoin mulai mendapatkan perhatian lebih besar dari investor.

    Meski demikian, Ethereum masih berada lebih dari 50% di bawah level tertingginya pada Agustus lalu, setelah sempat mengalami penurunan tajam selama periode bearish.

    Baca juga: Pasar Ethereum Melemah? Volume Futures 6 Kali Lebih Besar dari Spot

    Aliran Dana ETF dan Aksi Korporasi Dorong Harga

    Salah satu faktor utama penguatan ETH adalah meningkatnya aliran dana ke produk exchange-traded fund (ETF) berbasis Ethereum.

    Data menunjukkan ETF spot Ethereum di Amerika Serikat mencatat lebih dari US$160 juta arus masuk dalam sepekan terakhir, menjadi yang tertinggi sejak pertengahan Januari.

    Selain itu, peluncuran ETF staking Ethereum oleh BlackRock juga menarik minat pasar, dengan total dana yang masuk mencapai puluhan juta dolar hanya dalam beberapa hari pertama.

    Di sisi lain, perusahaan treasury aset digital BitMine turut memperkuat permintaan dengan membeli hampir 122.000 ETH dalam dua pekan terakhir.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, ini sinyal onchain dan flow yang jauh lebih sehat untuk ETH karena permintaan datang dari beberapa sumber sekaligus: ETF spot, produk staking baru, dan corporate treasury buyer. Kalau rotasi dari Bitcoin ke ETH benar-benar berlanjut.

    “ETH bisa jadi aset besar berikutnya yang mendapatkan repricing serius, meski tetap sensitif terhadap nada The Fed dan perubahan risk appetite makro,” ungkapnya.

    Indikasi Rotasi dari Bitcoin ke Altcoin

    Analis menilai pergerakan ETH ini sebagai indikasi adanya rotasi modal dari Bitcoin ke aset kripto lain.

    Ethereum juga tercatat berhasil menembus level penting terhadap Bitcoin, yang selama ini menjadi area konsolidasi sejak awal tahun.

    Perubahan ini menunjukkan bahwa minat risiko investor mulai meluas, tidak lagi hanya terfokus pada Bitcoin sebagai aset utama.

    Namun demikian, para analis mengingatkan bahwa pergerakan ini masih sangat dipengaruhi kondisi makroekonomi global, termasuk kebijakan suku bunga dari Federal Reserve.

    Reli Masih Rentan Tekanan Makro

    Meskipun tren saat ini menunjukkan penguatan, reli Ethereum masih berpotensi menghadapi tekanan jika kondisi makro tidak mendukung.

    Kebijakan moneter yang lebih ketat atau sentimen inflasi dapat dengan cepat membalikkan arah pasar, terutama untuk aset dengan risiko lebih tinggi seperti altcoin.

    Secara keseluruhan, kenaikan Ethereum saat ini menjadi sinyal awal perubahan dinamika pasar, namun keberlanjutan tren tersebut masih bergantung pada faktor eksternal dan arus dana institusional ke depan.

    Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Ethereum Melemah? Volume Futures 6 Kali Lebih Besar dari Spot

    Aktivitas perdagangan Ethereum menunjukkan perubahan signifikan, dengan volume transaksi di pasar futures kini tercatat lebih dari enam kali lipat dibandingkan pasar spot. Kondisi ini mencerminkan melemahnya permintaan langsung terhadap ETH di tengah tekanan makroekonomi global.

    Perubahan struktur pasar ini terjadi seiring meningkatnya ketegangan geopolitik serta tekanan inflasi yang masih tinggi di Amerika Serikat.

    Volume Futures Dominasi Perdagangan ETH

    Data terbaru menunjukkan bahwa rasio volume spot terhadap futures Ethereum di Binance turun ke level terendah sejak 2023, yang merupakan periode akhir dari fase bear market sebelumnya.

    Saat ini, volume perdagangan futures ETH tercatat lebih dari enam kali lebih besar dibandingkan volume di pasar spot.

    Dilaporkan Crypto Quant, dominasi pasar derivatif ini mengindikasikan bahwa aktivitas perdagangan lebih banyak didorong oleh spekulasi jangka pendek dibandingkan permintaan riil di pasar spot.

    Open Interest ETH Turun Signifikan

    Selain itu, open interest Ethereum di Binance juga mengalami penurunan yang cukup besar.

    Sejak Januari 2026, open interest tercatat turun sekitar 400.000 ETH atau setara hampir US$4 miliar. Penurunan ini menunjukkan bahwa banyak trader menutup posisi mereka di pasar derivatif.

    Meski demikian, tingginya volume futures menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan masih didominasi oleh kontrak jangka pendek, bukan akumulasi aset secara langsung.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, struktur seperti ini bikin pasar ETH lebih rapuh karena harga lebih banyak digerakkan leverage daripada demand spot yang sehat.

    “Selama arus beli spot belum pulih, risiko whipsaw, squeeze singkat, dan dump lanjutan masih tinggi,” jelasnya.

    Baca juga: Harga Ethereum Labil, Aktivitas Jaringan Meledak

    Tekanan Makro Pengaruhi Sentimen Pasar

    Kondisi ini tidak terlepas dari tekanan makroekonomi global. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran mendorong kenaikan harga minyak, yang berpotensi meningkatkan tekanan inflasi.

    Data inflasi terbaru menunjukkan core CPI berada di level 2,5% secara tahunan, sementara core PCE mencapai 3,1%.

    Kenaikan harga energi serta inflasi yang masih tinggi membuat investor cenderung menghindari aset berisiko seperti kripto.

    Di sisi lain, penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi jangka panjang juga turut menekan minat investor terhadap aset digital.

    Ethereum Jadi Salah Satu yang Terdampak

    Di antara aset kripto utama, Ethereum menjadi salah satu yang paling terdampak oleh kondisi ini.

    Melemahnya permintaan di pasar spot menunjukkan bahwa minat investor terhadap ETH saat ini masih terbatas.

    Beberapa analis juga menyebut kemungkinan adanya tekanan tambahan dari penjualan oleh entitas besar seperti Ethereum Foundation atau tokoh industri, meskipun hal ini belum dikonfirmasi secara resmi.

    Dengan kombinasi faktor makro dan perubahan struktur pasar, pergerakan Ethereum dalam waktu dekat diperkirakan akan sangat bergantung pada pemulihan permintaan di pasar spot serta perkembangan kondisi ekonomi global.

    Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Erik Voorhees Borong ETH Rp900 Miliar, Sinyal Bullish?

    Pendiri ShapeShift, Erik Voorhees, dilaporkan kembali membeli Ethereum dalam jumlah besar setelah sebelumnya menjual sebagian kepemilikannya pada tahun lalu. Data on-chain menunjukkan bahwa tokoh kripto tersebut membeli Ethereum senilai lebih dari US$56 juta atau sekitar Rp900 miliar.

    Informasi ini diungkap oleh analis blockchain yang memantau aktivitas transaksi di jaringan Ethereum.

    Pembelian ETH Senilai $56 Juta

    Berdasarkan data dari Arkham yang dikutip oleh platform analitik Lookonchain, Voorhees membeli sekitar 23.393 ETH menggunakan sekitar 49,08 juta USDT melalui dua dompet kripto pada Minggu.

    Setelah laporan tersebut muncul, salah satu dompet yang teridentifikasi masih melakukan pembelian tambahan Ethereum dengan menukar jutaan USDT.

    Secara keseluruhan, dua dompet tersebut kini tercatat telah membeli sekitar 24.968 ETH dengan nilai sekitar US$56,5 juta.

    Baca juga: Harga Ethereum Labil, Aktivitas Jaringan Meledak

    Perubahan Strategi Setelah Menjual ETH

    Dilaporkan The Block, langkah ini menarik perhatian karena Voorhees diketahui sempat menjual sebagian besar Ethereum miliknya sekitar satu tahun lalu.

    Saat itu, ia menjual sekitar 12.886 ETH ketika harga Ethereum berada di sekitar US$3.324 per koin.

    Pembelian kembali dalam jumlah besar ini memunculkan spekulasi bahwa Voorhees mungkin melihat peluang baru dalam pergerakan pasar Ethereum saat ini.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, kalau akumulasi sebesar ini benar, pesannya cukup jelas: pelaku lama yang pernah keluar dari ETH justru kembali masuk dalam ukuran besar saat sentimen Ethereum mulai membaik.

    “Secara onchain, pembelian seperti ini bukan jaminan tren naik permanen, tapi tetap penting karena menunjukkan conviction high-net-worth terhadap ETH sebagai aset inti, bukan cuma alat trading jangka pendek,” jelasnya.

    Aktivitas Dompet Kripto Terpantau

    Data blockchain menunjukkan bahwa salah satu dompet yang terlibat dalam transaksi, dengan alamat awal 0x3e6…Ef2f7, masih menyimpan sekitar 4,44 juta USDT serta 8,64 juta AETHUSDT.

    Sementara itu, dompet kedua dengan alamat awal 0x431…10c91 dilaporkan telah menggunakan seluruh saldo USDT-nya untuk membeli Ethereum.

    Selain membeli ETH, Voorhees juga diketahui membeli aset kripto berbasis emas tokenisasi.

    Investasi di Aset Emas Digital

    Beberapa hari sebelum pembelian Ethereum tersebut, Voorhees dilaporkan membeli token emas digital XAUT dan PAXG senilai sekitar US$23,7 juta.

    Aset tersebut merupakan stablecoin yang didukung oleh emas fisik dan biasanya digunakan oleh investor sebagai lindung nilai terhadap volatilitas pasar kripto.

    Indikasi Minat Institusional terhadap Ethereum

    Kembalinya Voorhees ke pasar Ethereum dinilai oleh sejumlah analis sebagai sinyal meningkatnya kepercayaan investor terhadap aset tersebut.

    Tren ini juga terlihat dari meningkatnya arus dana ke produk ETF Ethereum spot yang tercatat menerima sekitar US$160,8 juta arus masuk bersih dalam pekan terakhir.

    Selain Voorhees, analis blockchain juga melaporkan bahwa Billy Luedtke, CEO Intuition Protocol dan salah satu pengguna awal Ethereum, membeli sekitar 7.769 ETH pada hari yang sama.

    Pada saat laporan ini disusun, Ethereum diperdagangkan di sekitar US$2.265 per koin, naik sekitar 7% dalam 24 jam terakhir.

    Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Ethereum Labil, Aktivitas Jaringan Meledak

    Aktivitas jaringan Ethereum mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa waktu terakhir, meskipun pergerakan harga aset kripto tersebut masih menunjukkan tren yang beragam. Data terbaru menunjukkan jumlah alamat aktif di jaringan Ethereum mencapai salah satu level tertinggi dalam sejarahnya.

    Lonjakan ini menunjukkan meningkatnya partisipasi pengguna di dalam ekosistem Ethereum, bahkan ketika kondisi pasar kripto masih mengalami volatilitas.

    Alamat Aktif Ethereum Capai Level Tinggi

    Dilaporkan Crypto Quant, jumlah alamat aktif merupakan salah satu indikator utama yang digunakan untuk mengukur aktivitas di jaringan blockchain. Peningkatan jumlah alamat aktif menunjukkan semakin banyak pengguna yang melakukan transaksi atau berinteraksi dengan aplikasi di jaringan tersebut.

    Data terbaru menunjukkan bahwa alamat aktif Ethereum meningkat secara signifikan, menandakan aktivitas jaringan yang semakin padat. Lonjakan ini menjadi salah satu sinyal bahwa penggunaan jaringan terus berkembang.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, kenaikan alamat aktif ini mencerminkan meluasnya penggunaan Ethereum di area seperti DeFi, stablecoin, dan interaksi smart contract otomatis.

    “Secara onchain, divergensi antara harga yang belum sepenuhnya kuat dan aktivitas jaringan yang terus naik adalah sinyal konstruktif: adopsi dasar jaringan bisa saja sedang menguat lebih dulu sebelum sepenuhnya tercermin ke valuasi ETH di pasar,” jelasnya.

    Baca juga: Data Futures Ungkap Tekanan Jual Ethereum Belum Mereda

    Peningkatan Penggunaan di Berbagai Sektor

    Pertumbuhan aktivitas jaringan Ethereum sebagian besar didorong oleh meningkatnya penggunaan di berbagai sektor dalam ekosistem blockchain.

    Beberapa di antaranya termasuk sektor decentralized finance (DeFi), penggunaan stablecoin, serta berbagai interaksi otomatis melalui smart contract.

    Aplikasi-aplikasi ini memerlukan transaksi yang terus berjalan di jaringan Ethereum, sehingga turut mendorong peningkatan jumlah alamat aktif dan volume aktivitas secara keseluruhan.

    Adopsi Jaringan Tetap Kuat Meski Harga Berfluktuasi

    Menariknya, peningkatan aktivitas jaringan terjadi di tengah pergerakan harga Ethereum yang masih menunjukkan ketidakpastian.

    Fenomena ini menunjukkan adanya perbedaan antara dinamika harga di pasar dan perkembangan fundamental jaringan.

    Beberapa analis menilai bahwa meningkatnya aktivitas jaringan dapat menjadi indikasi bahwa adopsi Ethereum terus berkembang, yang berpotensi memperkuat fundamental jangka panjang dari aset tersebut.

    Dengan semakin luasnya penggunaan di berbagai sektor, aktivitas jaringan yang tinggi dapat menjadi faktor penting dalam mendukung ekosistem Ethereum di tengah volatilitas pasar kripto.

    Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Data Futures Ungkap Tekanan Jual Ethereum Belum Mereda

    Aktivitas pasar derivatif Ethereum menunjukkan tekanan jual yang masih mendominasi dalam beberapa bulan terakhir. Data dari indikator ETH Binance Futures Smart Money CVD (90 hari) mengungkapkan perubahan struktur permintaan di pasar futures Ethereum, terutama di platform Binance.

    Meskipun dalam sesi perdagangan terbaru terdapat sedikit keunggulan pada aktivitas beli agresif, data jangka menengah masih menunjukkan dominasi tekanan jual dari pelaku pasar besar.

    Perbedaan Tipis Antara Pembeli dan Penjual

    Berdasarkan data terbaru, volume pembelian agresif Ethereum futures di Binance mencapai sekitar US$4,583 miliar. Sementara itu, volume penjualan agresif tercatat hampir setara, yaitu sekitar US$4,576 miliar.

    Dilaporkan Crypto Quant, selisih harian antara keduanya, yang dikenal sebagai Taker Delta, mencatat nilai positif sekitar US$7,15 juta. Angka ini menunjukkan bahwa aktivitas beli agresif sedikit lebih tinggi dibandingkan aktivitas jual dalam sesi perdagangan tersebut.

    Namun, keunggulan ini tergolong kecil jika dibandingkan dengan dinamika pasar secara keseluruhan dalam periode yang lebih panjang.

    CVD 90 Hari Masih Negatif

    Jika dilihat dalam rentang waktu yang lebih luas, indikator Smart Money CVD selama 90 hari masih menunjukkan nilai negatif sekitar minus US$5,71 miliar.

    Nilai negatif ini menandakan bahwa selama tiga bulan terakhir, total aktivitas penjualan agresif di pasar futures Ethereum lebih besar dibandingkan aktivitas pembelian agresif.

    Secara umum, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pelaku pasar besar masih lebih aktif melakukan penjualan atau membuka posisi short di pasar derivatif.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, artinya, meski ada pembelian agresif sesaat, tekanan jual kumulatif selama tiga bulan terakhir masih dominan dan belum benar-benar dipatahkan.

    “Secara onchain dan derivatif, kondisi ini sering mencerminkan fase di mana buyer mulai menyerap pasokan tanpa langsung mampu membalikkan tren, sehingga ETH masih berada di zona rapuh sampai ada konfirmasi demand yang lebih konsisten,” jelasnya.

    Baca juga: ETF Ethereum Staking Pertama BlackRock Catat Debut Kuat di Pasar

    Dominasi Penjual di Pasar Futures

    Dalam struktur pasar derivatif, nilai CVD negatif biasanya menandakan dominasi penjual agresif yang mengeksekusi transaksi melalui market order.

    Perilaku ini sering mencerminkan dua kemungkinan, yaitu trader yang menutup posisi lama atau pelaku pasar yang membuka posisi short baru sebagai respons terhadap kondisi pasar.

    Meski demikian, dominasi penjual tidak selalu berarti harga akan langsung turun dalam waktu dekat.

    Potensi Fenomena Liquidity Absorption

    Dalam beberapa situasi, pasar dapat mengalami fenomena yang dikenal sebagai liquidity absorption.

    Fenomena ini terjadi ketika pembeli menempatkan limit order dalam jumlah besar untuk menyerap tekanan jual yang masuk ke pasar. Akibatnya, tekanan jual dapat tertahan tanpa langsung mendorong harga naik secara signifikan.

    Kondisi seperti ini sering muncul pada fase konsolidasi pasar, ketika pembeli dan penjual sama-sama aktif namun harga bergerak dalam rentang yang relatif terbatas.

    Dengan struktur pasar yang masih menunjukkan tekanan jual dalam jangka menengah, pergerakan Ethereum dalam waktu dekat kemungkinan akan dipengaruhi oleh keseimbangan antara tekanan jual dari pasar derivatif dan kemampuan pembeli untuk menyerap likuiditas tersebut.

    Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com