Tag: ethereum ATH

  • Ethereum Capai Harga Tertinggi Baru, Begini Pergerakan Selanjutnya

    Ethereum terlihat naik capai harga tertinggi barunya di atas $2.500 atau Rp36,5 Juta pertama kali dalam sejarah.

    Apresiasi ini terjadi setelah Berlin Hardfork dari Ethereum yang membuat adanya perbaikan beberapa permasalahan blockchain Ethereum sebelumnya.

    Diprediksi bahwa apresiasi ini belum selesai akibat masih memiliki potensi untuk naik lebih tinggi dari harga tertingginya saat ini, dalam beberapa pekan ke depan.

    Ethereum Capai Harga Tertinggi Baru

    Apresiasi ini terjadi setelah Berlin Hardfork resmi dijalankan pada Blockchain Ethereum, yang nampaknya membawa sentimen positif.

    Hal tersebut disebabkan adanya implementasi Ethereum Improvement Proposal (EIP) baru dalam hardfork yang dilaksanakan tersebut.

    Terdapat empat EIP yang diimplementasikan pada hardfork terbaru dari Blockchain Ethereum yaitu EIP 2565, 2929, 2718, dan 2930.

    Secara keseluruhan, EIP tersebut berfungsi untuk mengimplementasikan pembaruan sistem kinerja yang lebih cepat, lebih efisien, dan juga lebih rendah dalam biaya transaksi.

    Baca Juga: Karena Mereka, DOGE Terbang Ke Peringkat 8 Kapitalisasi Pasar

    Diprediksi bahwa implementasi empat EIP tersebut telah membawa persepsi positif terhadap Ethereum yang membuat harganya naik.

    Selain itu, dorongan positif datang dari Rothschild Investment Corp., yang membeli lebih dari 250.000 lembar kepemilikan “Reksadana“ ETH Grayscale (ETHE).

    Perusahaan yang mengelola sekitar Rp256,67 Triliun dana kelolaan ini telah memiliki ETHE yang membuat sentimen positif baru.

    Dengan pembelian ini, maka terdapat pembelian baru ETH oleh Grayscale untuk memenuhi pemesanan ETHE oleh Rothschild Investment Corp.

    Sehingga, selain memberi dorongan positif dari segi persepsi, nampaknya pembelian tersebut juga berhasil mendorong harganya naik cukup signifikan.

    Masih Memiliki Ruang Gerak Lebih Tinggi

    Dua sentimen positif tersebut nampaknya adalah penyebab utama mengapa Ethereum mencapai harga tertinggi barunya saat ini.

    Namun, diprediksi bahwa apresiasi belum selesai akibat adanya potensi berlanjutnya apresiasi dalam beberapa pekan ke depan.

    Hal tersebut disebabkan oleh adanya London Hardfork yang dikabarkan akan terjadi pada 31 Juli 2021.

    Hardfork tersebut akan mengimplementasikan EIP 1559 yang telah ditunggu mayoritas pendukung Ethereum akibat memberikan pengembangan kualitas baru secara menyeluruh.

    Oleh karena itu, saat ini kemungkinan apresiasi belum selesai walau akan dipenuhi oleh beberapa koreksi agar apresiasi terjadi secara normal.

    Baca Juga: Bertambah Lagi Perusahaan yang Akan Adopsi Mata Uang Kripto

    Dari sisi teknikal, mengingat umumnya sebuah crypto mengalami koreksi setelah mencapai harga tertinggi barunya, kemungkinan Ethereum akan bergerak turun.

    Koreksi ini adalah akibat dari tekanan jual beberapa pihak yang mencari keuntungan, sehingga diprediksi akan terjadi secara singkat.

    Grafik 4 Jam ETHUSD

    Diprediksi bahwa koreksi akan menuju sekitar $2.400 atau Rp35 Juta hingga $2.200 atau Rp33,5 Juta sebelum mulai naik kembali.

    Batas pengaman apresiasi Ethereum kemungkinan besar berada di $2.200 atau Rp32 Juta.

    Jika batas tersebut ditembus, kemungkinan potensi apresiasi jangka pendek akan menjadi lebih kecil.

    Namun, dalam jangka panjang, bersama potensi implementasi EIP 1559 London Hardfork, kemungkinan pergerakan masih akan naik setelah koreksi.

    Target apresiasi dalam jangka panjang berada di sekitar $4.000 atau Rp58,5 Juta yang berada di daerah 161,8% Fibonacci Extension.

    Namun sebelum membeli Ethereum, ada baiknya analisis pribadi dilakukan terlebih dahulu akibat risiko ditanggung investor atau trader masing-masing.

    Artikel ini hanya merupakan analisis pribadi dan bukan saran resmi untuk trading atau investasi.

    Disclaimer

    Perdagangan Digital Asset (Bitcoin, Ethereum, dll) merupakan aktivitas beresiko tinggi, ketahui dan kelola risiko Anda dalam melakukan perdagangan Digital Asset. Perdagangan Digital Asset sebaiknya dilakukan pada platform exchange yang terdaftar di Bappebti.

    Kami tidak memaksa pengguna untuk membeli atau menjual Digital Asset, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Semua keputusan perdagangan Digital Asset merupakan keputusan independen oleh pengguna.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ethereum Harga Tertinggi Baru Bersama Kencangnya Apresiasi Bitcoin

    Ethereum saat ini sedang bergerak naik membentuk harga tertinggi barunya di sekitar $1.825 bersama dengan Bitcoin.

    Diprediksi bahwa harganya masih akan terus naik bersama banyaknya sentimen positif di sekitar Ethereum.

    Ethereum Harga Tertinggi Baru Bersama Bitcoin

    Sejak 8 Februari 2021 pukul 19.00 WIB, harga Bitcoin terlihat mengalami apresiasi yang signifikan sekitar 22,8%.

    Apresiasi ini terjadi akibat Tesla yang baru saja membeli Bitcoin senilai $1,5 Miliar atau setara dengan Rp21 Triliun.

    Dana tersebut merupakan 7,7% dari keseluruhan dana kas yang dimiliki oleh Tesla.

    Baca juga: Tesla Beli Bitcoin $1,5 Miliar, Apple Bakal Ikutan?

    Apresiasi dari Bitcoin nampaknya memberikan dorongan positif untuk beberapa mata uang crypto lainnya, terutama Ethereum.

    Di saat yang bersamaan dengan apresiasi Bitcoin, harga Ethereum naik sekitar 10% hingga harga tertinggi barunya.

    Oleh karena itu, dengan masih kencangnya apresiasi Bitcoin, diprediksi bahwa Ethereum akan terus naik bahkan mencapai angka signifikan.

    Potensi Sentimen Positif EIP-1559

    Salah satu sentimen positif utama yang nampaknya akan mendorong Ethereum naik lebih tinggi adalah Proposal bernama EIP-1559.

    Proposal ini akan menghilangkan masalah biaya transaksi Ethereum yang berasal dari mahalnya biaya gas.

    Ethereum telah mencapai biaya transaksi tertingginya pada $25 walau telah bergerak di sekitar $23 dan $25 saat ini.

    Baca juga: Ini Dia Waktu yang Tepat untuk Transaksi dengan Gas Fee Rendah

    Akibat apresiasi biaya ini, penambang Ethereum dilihat paling diuntungkan.

    Pendapatan penambang naik ke nilai tertinggi pada $55 Juta dalam satu hari akibat dari naiknya biaya transaksi.

    Biaya transaksi yang tinggi ini menjadi salah satu permasalahan besar yang berpotensi menghalang pertumbuhan Ethereum ke depannya.

    Namun, akibat proposal baru ini, kemungkinan masalah tersebut akan hilang.

    Jika masalah tersebut hilang, Ethereum memiliki potensi untuk naik, bahkan mencapai $20.000 atau Rp28 Juta.

    Prediksi tersebut dibuat oleh Ryan Berckmans, pendiri dari Predictions.Global yang yakin akibat adanya beberapa hal.

    Yang pertamabiaya transaksi yang tinggi namun sedang ditangani, membuat banyak pihak berubah menjadi investor atau hodler.

    Oleh karena itu, kemungkinan besar tekanan jual terhadap Ethereum akan terlihat berkurang yang akan menjaga stabilitas apresiasi dalam jangka panjang.

    Baca Juga: Kisah Inspiratif 2 TKO Angels Setelah Investasi di Tokocrypto

    Proposal EIP-1559 juga menjadi penyebab utama mengapa Ethereum dapat terus mengalami apresiasi.

    Selain mengurangi biaya, sistem ini akan mengurangi persediaan Ethereum akibat penerapan sistem proof-of-stake (POS).

    Dengan sistem ini, para penambang akan berubah menjadi investor akibat jika dibandingkan dengan saat ini mereka tidak perlu menjual hasil tambangannya sebanyak sekarang untuk menutup biaya.

    Hasilnya dengan berkurangnya tekanan jual bersama investor ritel, harga Ethereum memiliki potensi untuk naik lebih tinggi.

    Dengan EIP-1559 yang sudah mulai diuji coba dan direncanakan untuk diluncurkan tahun ini, sentimen positif menjadi sangat kuat.

    Bersama volume perdagangan Ethereum yang pekan lalu menggarap 80% dari keseluruhan volume transaksi di pasar crypto, kemungkinan besar apresiasi ke $20.000 menjadi sangat mungkin.

    Namun jika ingin membeli Ethereum, manajemen risiko dan penggunaan “uang dingin” tetap harus dilakukan untuk menjaga kondisi finansial pribadi jika terjadi kerugian.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ethereum Raih Harga Tertinggi, Hati-hati Ada Potensi Koreksi

    Ethereum baru saja raih harga tertinggi di sekitar $1.549 di bursa Coinbase yang setara dengan Rp21.693.435 pada kurs Dolar Amerika hari ini.

    Terdapat beberapa sentimen yang mendorong harga Ethereum naik walau saat ini sedang terkoreksi kembali. Namun beberapa sentimen ini nampaknya akan membantu apresiasi di 2021.

    Ethereum Raih Harga Tertinggi Baru

    Harga Ethereum (ETH) baru saja menyentuh harga tertingginya setelah sebelumnya stagnan berkonsolidasi di pertengahan hingga akhir Januari 2021.

    Pencapaian ini merupakan pencapaian kedua di 2021 untuk Ethereum akibat sebelumnya di Bulan Januari, Ethereum juga berhasil mencapai harga tertinggi barunya di atas $1.400.

    Dikabarkan terdapat beberapa sentimen positif yang mendorong apresiasi ini untuk terjadi yang berasal dari faktor eksternal dan juga faktor internal.

    Penyebab Apresiasi ke Harga Tertinggi Baru

    Faktor pertama yang menjadi penyebab apresiasi nampaknya adalah pergerakan naik dari Bitcoin. Bitcoin baru saja naik sekitar 5% dari zona konsolidasi awalnya beberapa hari terakhir.

    Apresiasi tersebut nampaknya terjadi sebagian besar akibat Elon Musk yang menunjukkan sentimen positif terhadap Bitcoin. Sehingga mengingat korelasi harga Ethereum dan Bitcoin sangat kuat, Ethereum ikut naik.

    Baca juga:Rasio Bitcoin dan Stablecoin Turun, Bitcoin Naik Lagi?

    Namun, Ethereum juga memiliki beberapa faktor internal seperti jumlah nilai terkunci (TVL) yang naik hingga mencapai $28 Triliun protokol DeFi yang berbasis jaringan Ethereum.

    Jumlah ini menandakan kepercayaan pada Ethereum akibat TVL tersebut tidak dapat ditarik yang menandakan investasi jangka panjang.

    Grayscale juga menjadi salah satu penyebab apresiasi dengan pembukaan kembali pengelolaan Reksadana Ethereumnya setelah di Desember 2020 memberhentikan jasa tersebut.

    Persepsi Positif Walau Memiliki Potensi Koreksi

    Saat ini nampaknya akibat beberapa sentimen tersebut, Ethereum sedang memiliki persepsi positif, terutama untuk Tahun 2021.

    Namun, terdapat satu sentimen yang masih berpotensi negatif dan juga positif, yaitu peluncuran kontrak futures Ethereum oleh CME pada 8 Februari 2021.

    Kontrak ini seharusnya menjadi sentimen positif untuk Ethereum akibat semakin banyak pihak yang dapat masuk merasakan Ethereum terutama investor institusional.

    Kegunaan kontrak ini dapat dijadikan sebagai pengaman atau hedging sehingga Ethereum dapat memiliki sentimen baru dari kontrak derivatif tersebut.

    Namun, potensi sentimen negatif datang dari cerminan pergerakan Bitcoin yang jatuh harganya saat peluncuran kontrak futures dari CME terjadi.

    eth ATH

    Jika melihat pergerakan harga, umumnya setelah menyentuh harga tertinggi, Ethereum akan koreksi. Saat ini kemungkinan koreksi muncul jika daerah $1.500 dapat ditembus.

    Namun mengingat sebelumnya jika Indikator MACD masih naik walau RSI bergerak di zona overbought Ethereum masih bergerak naik, hal yang sama nampaknya akan terjadi.

    Baca Juga: Glassnode: Fundamental Bitcoin Masih Kuat

    Sehingga koreksi kecil kemungkinan terjadi menuju daerah antara $1.500 dan $1.430. Tetapi mengingat harga masih kuat naik, Jika batas atas pada $1.545 saat ini dapat ditembus, kemungkinan target berikutnya berada di sekitar $1.630 yang berada di titik 161,8% Fibonacci.

    Mengingat harga yang naik dari titik 61,8%, yang merupakan rasio emas, kemungkinan besar ke depannya apresiasi untuk Ethereum masih sangat kuat. Tapi saat ini tanggal 8 Februari 2021 perlu diwaspadai.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ethereum Melewati Harga di 2018, Ini Tiga Penyebabnya

    Sentimen positif masih terus terlihat mengelilingi Ethereum selama beberapa pekan terakhir dengan harganya yang berhasil menembus $1.200 pertama kali sejak 2018. Diprediksi bahwa apresiasi ini terjadi akibat tiga faktor penting yang tidak hanya mengelilingi Ethereum, namun pasar crypto secara menyeluruh.

    Baca Juga: 4 Analisis Fundamental Privacy Coin

    Ethereum Melewati $1.200

    Nilai Ethereum dikabarkan telah berhasil mencapai $1.229 menurut data dari Bitstamp sebelum harganya terkoreksi. Harga tersebut merupakan sebuah pencapaian akibat selama tiga tahun, Ethereum selalu gagal untuk menembus $1.200.

    Mata uang crypto ini telah berhasil naik lebih dari 60% dalam satu pekan terakhir yang membawa kapitalisasi pasarnya hingga $139 Miliar. Dengan tempo apresiasi ini banyak pihak yang memprediksi bahwa Ethereum akan sangat mudah menembus harga tertingginya sejak 20018 yaitu pada $1.432.

    Banyak pihak yang memprediksi bahwa Ethereum akan mencapai harga tersebut dalam beberapa hari ke depan. Hal ini disebabkan sedang banyaknya sentimen positif yang berputar di sekitar Ethereum.

    Bitcoin Menjadi Pendorong Utama Pasar

    Dengan 2021 yang membawa sentimen positif terhadap Bitcoin, saat ini pengaruhnya terhadap pasar crypto semakin menguat. Saat ini Bitcoin telah berhasil menembus $37.000 dan sedang berjalan menuju harga tertinggi barunya lagi.

    Dalam satu bulan terakhir, Bitcoin berhasil naik lebih dari 100% akibat banyaknya dorongan dari investor institusional dan persediaan yang menipis. Ethereum dan aset crypto lainnya telah merasakan manfaat dari apresiasi ini akibat mereka juga terangkat.

    Baca juga: Ethereum Tembus $1.000, Diduga Cerminan dari Bitcoin

    Saat ini terdapat sentimen baru lagi yang akan mengangkat Ethereum naik lebih tinggi yaitu perpindahan fokus dari Bitcoin ke Ethereum oleh investor institusional. Hal ini disebabkan Bitcoin sudah dikelilingi terlalu banyak pemain besar yang membuat mayoritas institusi mencari aset crypto bagus yang lainnya.

    Sehingga kemungkinan besar tujuan selanjutnya berada pada Ethereum mengingat kapitalisasinya yang besar di pasar crypto yaitu pada urutan kedua setelah Bitcoin. Namun, di luar sentimen ini terdapat pengaruh lain yang dapat mendorong Ethereum untuk terus naik.

    Kontrak Berjangka Ethereum Segera Diluncurkan

    Chicago Mercantile Exchange atau CME Group juga dikabarkan telah mengakui adanya ketertarikan yang lebih dalam terhadap Ethereum. Sehingga saat ini mereka sedang berencana untuk meluncurkan kontrak berjangka baru dengan Ethereum sebagai aset yang mendasarinya.

    Dikabarkan bahwa peluncuran produk baru tersebut akan dilaksanakan pada Bulan Februari 2021. Mulai dari 8 Februari 2021, trader akan diberikan kesempatan untuk mulai mengambil posisi di pasar derivatif tersebut.

    Produk kontrak berjangka tersebut akan bernama CME CF Ether Reference Rate. Tujuan dari peluncuran produk tersebut adalah untuk memberikan akses jangkauan yang lebih mudah untuk terjun ke dunia Ethereum.

    Seperti yang terjadi pada Bitcoin, pasar derivatif umumnya dapat memberikan dampak terhadap pergerakan pasar spot. Sehingga, dengan adanya pasar future atau kontrak berjangka ini, Ethereum dapat memiliki dorongan positif tambahan yang akan mengangkat harganya mencapai ATH baru.

    DeFi Juga Mendorong Ethereum

    Walau fenomena ketertarikan terhadap DeFi telah terlihat turun sejak musim panas tahun lalu, saat ini ekosistemnya terlihat mulai menjarah ke segmen konsumen yang lebih luas. Hingga hari ini, dikabarkan bahwa mayoritas koin DeFi di peringkat 20 teratas mengalami apresiasi yang beberapa melebihi apresiasi Ethereum.

    Baca juga: 10 Proyek DeFi yang Perlu Diperhatikan di 2021

    Mengingat mayoritas proyek DeFi dibangun dengan jaringan Ethereum, dampak dari apresiasi koin-koin tersebut akan memberikan dorongan untuk harga Ethereum. Menurut data dari CoinMetrics, jika terjadi fenomena ketertarikan yang signifikan seperti beberapa bulan yang lalu, Ethereum akan terdampak untuk terus naik.

    Hingga saat ini dapat dilihat bahwa jumlah total nilai yang terkunci di jaringan DeFi telah menyentuh nilai tertinggi sepanjang masa. Sehingga seluruh sentimen tersebut berpotensi mengangkat Ethereum yang kemungkinan akan melebihi ATH-nya dengan mudah.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com