Tag: everyday health

  • Benarkah Skip Sarapan Bisa Bikin BB Cepat Turun? Begini Faktanya


    Jakarta

    Tidak sedikit yang menganggap melewatkan sarapan di pagi hari berpengaruh terhadap penurunan berat badan. Menjalani aktivitas dengan perut kosong disebut bermanfaat untuk mengenyahkan lemak.

    Faktanya terus menerus melewatkan sarapan tanpa rencana tentang apa dan bagaimana akan makan selama sisa hari itu malah bisa berpengaruh terhadap penurunan berat badan.

    “Melewatkan sarapan bukan hanya tentang merasa lapar; itu adalah kesempatan yang hilang untuk menutrisi tubuh dan pikiran Anda secara efektif,” kata Claire Rifkin M.S., RDN, ahli diet yang berbasis di New York dikutip dari Everyday Health.


    Banyak yang melewatkan sarapan menjadi cenderung lebih banyak ngemil karena tubuh mencoba mengejar target nutrisi yang mungkin terlewatkan. Tubuh akan mencari sumber energi cepat, yang mungkin muncul sebagai keinginan untuk keripik atau makanan cepat saji, yang dapat membuat seseorang bersemangat tetapi memicu lapar berlebihan.

    Tanpa sarapan, tubuh mencari energi di tempat lain, menarik cadangan dari lemak dan jaringan otot. Proses ini membutuhkan energi untuk melakukannya.

    Menurut studi yang dipublikasikan di jurnal Nutrients pada 2022, melewatkan sarapan dapat menyebabkan resistensi insulin dan kenaikan berat badan. Orang yang sering melewatkan sarapan juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami obesitas, hipertensi, diabetes, dan gangguan kesehatan lainnya.

    Melewatkan sarapan mungkin membantu menurunkan berat badan minimal dalam jangka pendek, tetapi prosesnya jauh dari kata berkelanjutan dan bahkan dapat menjadi bumerang.

    “Obesitas, hipertensi, diabetes, dan konsekuensi kesehatan lainnya telah dikaitkan dengan melewatkan sarapan secara teratur,” beber Rifkin.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto
  • 7 Hal yang Terjadi pada Tubuh Jika Makan Telur Rebus Tiap Hari


    Jakarta

    Telur rebus banyak menjadi pilihan sarapan bagi masyarakat Indonesia, dikarenakan cepat, murah, dan bergizi. Namun, banyak orang masih ragu apakah makan telur setiap hari baik untuk kesehatan? Atau malah sebaliknya, punya dampak merugikan?

    Untuk menjawabnya, mari kupas manfaat telur rebus satu persatu.

    1. Fungsi Kognitif Otak Membaik

    Telur adalah salah satu sumber kolin terbaik. Zat gizi ini penting untuk pembentukan asetilkolin, neurotransmitter yang berperan dalam konsentrasi dan memori. Menurut studi dalam jurnal Behavioural Neurology, asupan kolin yang cukup dapat menurunkan risiko gangguan kognitif pada orang dewasa.


    Selain itu, sebuah studi kohort menemukan bahwa konsumsi telur lebih dari satu butir per minggu dikaitkan dengan penurunan risiko Demensia Alzheimer sebesar 47 persen, dengan kolin menjadi salah satu faktor utama dalam hubungan tersebut.

    Dengan ini, konsumsi telur tiap hari tidak hanya memberikan efek kesehatan langsung, tapi juga memberikan efek kesehatan jangka panjang yaitu terhindar dari risiko Demensia Alzheimer. Demensia Alzheimer adalah penurunan daya ingat, perubahan dalam cara berpikir, berbicara, atau beraktivitas dan jenis demensia paling umum yang terjadi seiring dengan bertambahnya usia.

    2. Kolesterol Baik (HDL) Meningkat

    Selama ini, kolesterol dalam telur sering disalahpahami sebagai penyebab utama tingginya kadar kolesterol dalam darah. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa konsumsi rutin telur tidak meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam darah pada orang sehat. Sebaliknya, malah mengalami peningkatan kadar High Density Lipoprotein (HDL) atau orang awam mengenalnya sebagai kolesterol baik, yang dapat melindungi pembuluh darah.

    Dikutip dari Jurnal Agriculture 2025, hal ini dikarenakan kandungan omega-3, lemak tak jenuh dan lecithin yang ada di dalam telur sangat baik dalam memperbaiki keseimbangan kolesterol dan menurunkan trigliserida dalam darah.

    3. Terlindungi dari Kerusakan Retina Mata

    Telur yang direbus mempertahankan bentuk kuning telur dan cenderung lebih aman dalam menghindari kerusakan antioksidan lutein dan zeaxanthin. Studi pada jurnal National Institutes of Health menunjukkan kedua antioksidan yang penting dalam menjaga kesehatan retina dari radikal bebas. Senyawa ini mampu menyaring cahaya biru yang berbahaya serta mencegah kerusakan oksidatif pada retina.

    Menariknya, meski kandungan lutein telur lebih sedikit dibanding sayuran hijau, bioavailabilitasnya jauh lebih tinggi karena larut dalam lemak yang terkandung dalam kuning telur. Itu berarti tubuh lebih mudah menyerapnya, sehingga konsumsi telur rebus bisa efektif melindungi kesehatan mata.

    4. Rambut dan Kulit Makin Sehat

    Telur kaya akan asam amino sulfur, terutama metionin dan sistein. Zat ini berperan penting dalam pembentukan keratin yang menjaga kekuatan rambut dan kuku. Selain itu, sulfur juga diperlukan untuk metabolisme protein di seluruh tubuh.

    Selain itu, menurut Jurnal Antioxidant 2023, sulfur mendukung produksi glutation, antioksidan alami yang berfungsi sebagai “perisai” sel tubuh dari kerusakan. Jadi, makan telur rebus setiap hari tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan protein, tetapi juga mendukung kesehatan kulit, rambut, dan daya tahan tubuh.

    5. Massa Otot Meningkat

    Dikutip dari Everyday Health protein telur dikenal sebagai “protein sempurna” karena mengandung sembilan asam amino esensial yang dibutuhkan oleh tubuh. Studi membuktikan bahwa konsumsi telur utuh setelah olahraga mampu merangsang sintesis protein otot lebih efektif dibanding hanya putih telur saja.

    Hal ini menjadikan telur rebus sebagai pilihan ideal untuk atlet maupun orang yang sedang menjalani program latihan kekuatan. Dengan kandungan protein tinggi namun rendah kalori, telur rebus membantu memperbaiki jaringan otot sekaligus mempertahankan massa otot.

    6. Berat Badan Turun

    Telur kaya protein dan relatif rendah kalori, sehingga bisa membantu membuat rasa kenyang lebih lama. Menurut penelitian International Journal of Environmental Research and Public Health, makan telur untuk sarapan membuat sekelompok orang dewasa yang kelebihan berat badan merasa lebih puas makan (kenyang) dan bisa mengurangi asupan kalori saat makan siang

    Hal ini membuat telur rebus cocok dijadikan menu diet sehat, terutama bila dipadukan dengan sayur dan sumber karbohidrat kompleks.

    7. Produksi Sel Darah Meningkat

    Hasil penelitian Jurnal Wacana Kesehatan 2020 menunjukkan bahwa konsumsi telur dapat meningkatkan kadar hemoglobin darah. Telur mengandung vitamin B12, folat, zat besi, dan protein yang berperan penting dalam pembentukan sel darah merah. Kekurangan nutrisi ini dapat memicu anemia dan menurunkan kapasitas tubuh mengangkut oksigen.

    Kesimpulan

    Makan telur rebus setiap hari dapat memberi banyak manfaat, mulai dari meningkatkan fungsi otak, melindungi mata, hingga mendukung kesehatan jantung dan otot. Meski demikian, bagi penderita diabetes atau kolesterol tinggi, jumlah konsumsi sebaiknya disesuaikan dan dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan.

    (mal/up)



    Sumber : health.detik.com

  • 7 Hal yang Terjadi pada Tubuh Jika Makan Telur Rebus Tiap Hari


    Jakarta

    Telur rebus banyak menjadi pilihan sarapan bagi masyarakat Indonesia, dikarenakan cepat, murah, dan bergizi. Namun, banyak orang masih ragu apakah makan telur setiap hari baik untuk kesehatan? Atau malah sebaliknya, punya dampak merugikan?

    Untuk menjawabnya, mari kupas manfaat telur rebus satu persatu.

    1. Fungsi Kognitif Otak Membaik

    Telur adalah salah satu sumber kolin terbaik. Zat gizi ini penting untuk pembentukan asetilkolin, neurotransmitter yang berperan dalam konsentrasi dan memori. Menurut studi dalam jurnal Behavioural Neurology, asupan kolin yang cukup dapat menurunkan risiko gangguan kognitif pada orang dewasa.


    Selain itu, sebuah studi kohort menemukan bahwa konsumsi telur lebih dari satu butir per minggu dikaitkan dengan penurunan risiko Demensia Alzheimer sebesar 47 persen, dengan kolin menjadi salah satu faktor utama dalam hubungan tersebut.

    Dengan ini, konsumsi telur tiap hari tidak hanya memberikan efek kesehatan langsung, tapi juga memberikan efek kesehatan jangka panjang yaitu terhindar dari risiko Demensia Alzheimer. Demensia Alzheimer adalah penurunan daya ingat, perubahan dalam cara berpikir, berbicara, atau beraktivitas dan jenis demensia paling umum yang terjadi seiring dengan bertambahnya usia.

    2. Kolesterol Baik (HDL) Meningkat

    Selama ini, kolesterol dalam telur sering disalahpahami sebagai penyebab utama tingginya kadar kolesterol dalam darah. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa konsumsi rutin telur tidak meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam darah pada orang sehat. Sebaliknya, malah mengalami peningkatan kadar High Density Lipoprotein (HDL) atau orang awam mengenalnya sebagai kolesterol baik, yang dapat melindungi pembuluh darah.

    Dikutip dari Jurnal Agriculture 2025, hal ini dikarenakan kandungan omega-3, lemak tak jenuh dan lecithin yang ada di dalam telur sangat baik dalam memperbaiki keseimbangan kolesterol dan menurunkan trigliserida dalam darah.

    3. Terlindungi dari Kerusakan Retina Mata

    Telur yang direbus mempertahankan bentuk kuning telur dan cenderung lebih aman dalam menghindari kerusakan antioksidan lutein dan zeaxanthin. Studi pada jurnal National Institutes of Health menunjukkan kedua antioksidan yang penting dalam menjaga kesehatan retina dari radikal bebas. Senyawa ini mampu menyaring cahaya biru yang berbahaya serta mencegah kerusakan oksidatif pada retina.

    Menariknya, meski kandungan lutein telur lebih sedikit dibanding sayuran hijau, bioavailabilitasnya jauh lebih tinggi karena larut dalam lemak yang terkandung dalam kuning telur. Itu berarti tubuh lebih mudah menyerapnya, sehingga konsumsi telur rebus bisa efektif melindungi kesehatan mata.

    4. Rambut dan Kulit Makin Sehat

    Telur kaya akan asam amino sulfur, terutama metionin dan sistein. Zat ini berperan penting dalam pembentukan keratin yang menjaga kekuatan rambut dan kuku. Selain itu, sulfur juga diperlukan untuk metabolisme protein di seluruh tubuh.

    Selain itu, menurut Jurnal Antioxidant 2023, sulfur mendukung produksi glutation, antioksidan alami yang berfungsi sebagai “perisai” sel tubuh dari kerusakan. Jadi, makan telur rebus setiap hari tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan protein, tetapi juga mendukung kesehatan kulit, rambut, dan daya tahan tubuh.

    5. Massa Otot Meningkat

    Dikutip dari Everyday Health protein telur dikenal sebagai “protein sempurna” karena mengandung sembilan asam amino esensial yang dibutuhkan oleh tubuh. Studi membuktikan bahwa konsumsi telur utuh setelah olahraga mampu merangsang sintesis protein otot lebih efektif dibanding hanya putih telur saja.

    Hal ini menjadikan telur rebus sebagai pilihan ideal untuk atlet maupun orang yang sedang menjalani program latihan kekuatan. Dengan kandungan protein tinggi namun rendah kalori, telur rebus membantu memperbaiki jaringan otot sekaligus mempertahankan massa otot.

    6. Berat Badan Turun

    Telur kaya protein dan relatif rendah kalori, sehingga bisa membantu membuat rasa kenyang lebih lama. Menurut penelitian International Journal of Environmental Research and Public Health, makan telur untuk sarapan membuat sekelompok orang dewasa yang kelebihan berat badan merasa lebih puas makan (kenyang) dan bisa mengurangi asupan kalori saat makan siang

    Hal ini membuat telur rebus cocok dijadikan menu diet sehat, terutama bila dipadukan dengan sayur dan sumber karbohidrat kompleks.

    7. Produksi Sel Darah Meningkat

    Hasil penelitian Jurnal Wacana Kesehatan 2020 menunjukkan bahwa konsumsi telur dapat meningkatkan kadar hemoglobin darah. Telur mengandung vitamin B12, folat, zat besi, dan protein yang berperan penting dalam pembentukan sel darah merah. Kekurangan nutrisi ini dapat memicu anemia dan menurunkan kapasitas tubuh mengangkut oksigen.

    Kesimpulan

    Makan telur rebus setiap hari dapat memberi banyak manfaat, mulai dari meningkatkan fungsi otak, melindungi mata, hingga mendukung kesehatan jantung dan otot. Meski demikian, bagi penderita diabetes atau kolesterol tinggi, jumlah konsumsi sebaiknya disesuaikan dan dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan.

    (mal/up)



    Sumber : health.detik.com

  • Seberapa Efektif Diet dengan Telur Rebus? Begini Kata Pakar


    Jakarta

    Telur rebus merupakan salah satu menu yang kerap dikonsumsi saat diet, yang sering disebut diet telur rebus. Selama diet, makanan utama yang dikonsumsi adalah telur rebus.

    Biasanya, dalam sehari seseorang bisa makan 2-3 butir telur. Lantas, bagaimana cara kerjanya?

    Dikutip dari Everyday Health, ada beberapa versi diet telur rebus. Diet yang paling umum yakni:


    • Sarapan dengan dua butir telur dan satu potong buah.
    • Selain itu mengkonsumsi sayuran yang rendah karbohidrat atau protein opsional.
    • Makan siang dengan telur atau protein rendah lemak, serta sayuran rendah karbohidrat.
    • Makan malam telur atau protein rendah lemak, dan sayuran rendah karbohidrat.

    Lantas, apakah diet telur rebus efektif?

    Secara keseluruhan, diet ini mengandung makanan sehat, tetapi bukan diet yang seimbang dan sehat. Diet telur rebus sangat ketat, sangat rendah kalori, dan hanya tren sesaat.

    “Saya rasa Anda tidak boleh menjalani diet yang mengharuskan Anda terobsesi dengan satu makanan,” kata Lisa Young, PhD, RDN, penulis Finally Full, Finally Slim yang berbasis di New York City.

    Telur menjadi makanan pokok dalam diet ini. Menurut Dr Young, telur rebus memang sehat, tetapi tidak bisa menjadi satu-satunya makanan utama.

    American Heart Association (AHA) mengatakan bahwa orang yang sehat dapat mengkonsumsi hingga satu butir telur per hari, dan orang yang lebih tua dengan kadar kolesterol yang sehat dapat mengonsumsi dua butir telur.

    “Telur merupakan sarapan yang lezat. Telur rebus adalah camilan yang bergizi, tetapi menurut saya mengonsumsi berbagai jenis makanan merupakan cara makan yang lebih sehat,” sambungnya.

    Menurut Dr Young, hal yang baik tentang telur adalah kandungan proteinnya yang tinggi. Satu butir telur rebus berukuran besar mengandung 78 kalori, 6,3 gram (g) protein, 5,3 g lemak, 0,6 g karbohidrat, dan 0 g serat.

    “Telur merupakan protein lengkap dan mengandung nutrisi seperti vitamin D dan kolin,” terang Amy Shapiro, RD, pendiri dan direktur Real Nutrition di New York City.

    Protein lengkap adalah protein yang mengandung semua asam amino esensial dalam jumlah yang cukup. Kolin merupakan nutrisi yang membantu menghasilkan neurotransmitter yang mengatur memori dan suasana hati, serta berbagai fungsi lainnya.

    “Meskipun satu studi kecil telah mengaitkan sarapan berprotein tinggi yang mengandung telur dengan membantu pelaku diet menurunkan berat badan. Tidak ada yang ajaib tentang telur untuk menurunkan berat badan,” beber Shapiro.

    NEXT: Apakah aman menjalani diet telur rebus?

    Jika memiliki riwayat gangguan makan, diet ketat apapun (termasuk diet telur rebus) tidak cocok. Mereka yang hidup dengan kondisi kesehatan kronis, terutama yang memerlukan pengobatan, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum membuat perubahan drastis pada pola makan mereka.

    Di sisi lain, orang yang tidak memiliki riwayat gangguan makan atau kondisi kesehatan saat ini cenderung tidak menghadapi masalah kesehatan, jika mereka melakukan diet telur rebus dalam jangka pendek.

    “Saya menganggap ini sebagai diet karpet merah. Ini hanya sesuatu yang bisa dicoba ketika Anda ingin melihat hasilnya dengan cepat dan Anda tidak keberatan merasa dibatasi untuk waktu yang singkat,” tutur Shapiro.

    Ditambah lagi, masih ada kebingungan tentang apakah telur baik, karena mengandung kolesterol makanan. Setiap telur rebus mengandung 186 mg kolesterol.

    Satu studi menyimpulkan bahwa setiap tambahan 300 mg kolesterol makanan yang dikonsumsi per hari dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian akibat penyebab apapun masing-masing sebesar 17 dan 18 persen.

    (sao/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Paksu Wajib Tahu! 3 Trik yang Bikin Istri Mudah Capai Orgasme

    Jakarta

    Wanita disebut lebih sulit untuk mencapai puncak kenikmatan saat bercinta atau orgasme dibandingkan pria. Setiap wanita memiliki keinginan yang berbeda tentang hal-hal yang dapat membuat mereka terangsang saat bercinta.

    Meski begitu, bukan berarti orgasme wanita adalah sesuatu yang mustahil untuk dicapai. Masih ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk membuat istri mencapai orgasme seperti yang diinginkannya.

    Berikut tiga hal yang bisa dilakukan para suami untuk membantu istri mencapai orgasme yang memuaskan saat bercinta:


    1. Luangkan Lebih Banyak Waktu untuk Foreplay

    Saat bercinta, usahakan untuk tidak terburu-buru untuk melakukan penetrasi. Cobalah luangkan waktu untuk melakukan berbagai ‘sesi pemanasan’ atau foreplay selama bercinta.

    Sebagai awal, ciptakan suasana yang romantis dan sensual. Bisa dengan menyalakan lilin atau musik yang romantis penuh cinta.

    Selanjutnya, berikan sentuhan lembut untuk istri, misalnya seperti memegang tangan, memeluk, hingga menyentuh zona sensitifnya. Bisa juga dengan memberikan ciuman di beberapa bagian tubuh, mulai dari bibir, bahu, leher, hingga payudara.

    2. Temukan G-spot Pasangan dengan Tepat

    Dikutip dari Everyday Health, klitoris dan titik G sangat penting untuk orgasme wanita. Itu terletak pada ujung saraf, sama dengan kepala penis.

    Klitoris sangat sensitif dan kebanyakan wanita membutuhkan rangsangan di area ini untuk mengalami klimaks. Suami dapat membelai dan merangsang labia atau bibir vagina untuk membangkitkan gairah istri karena jaringan klitoris yang terletak di dalamnya.

    “Beberapa wanita juga menyukai rangsangan di sini, selain rangsangan kepala klitoris langsung yang dapat sangat intens bagi sebagian wanita,” beber pakar kesehatan seksual dari Texas A&M School of Medicine, Lyndsey Harper, MD.

    Di sisi lain, G-spot terletak di dalam vagina. Ini merupakan kumpulan ujung saraf yang sangat sensitif, dan umumnya terletak di dinding anterior vagina atau bagian dalam vagina yang dekat ke perut.

    “Anda dapat bereksperimen dan melihat apakah area ini membawa kenikmatan seksual melalui rangsangan manual, mainan seks, dan posisi seks penetrasi tertentu yang memberi tekanan pada vagina anterior,” sambungnya.

    3. Cobalah Posisi yang Disukai Istri

    Faktor lain yang dapat membantu istri mencapai orgasme adalah posisi seks. Hal ini yang melibatkan rangsangan pada klitoris dapat meningkatkan peluang istri mencapai orgasme saat penetrasi vagina.

    Berikut beberapa posisi seks yang banyak disukai wanita:

    Spooning: Pada posisi ini, sudut penetrasi memungkinkan pangkal penis untuk merangsang klitoris. Selain itu, posisi ini juga memudahkan akses bagi suami untuk memberikan rangsangan pada istri di area sensitifnya.

    Woman on top: Ini merupakan salah satu posisi seks yang dapat memberikan rangsangan terbaik pada G-spot. Pada posisi ini, istri dapat menggerakkan tubuhnya untuk membantunya merangsang klitoris dan menemukan sudut penetrasi yang pas.

    Sitting: Dengan posisi ini, suami dapat memberikan stimulasi yang pas pada klitoris. Ini memberikan banyak keintiman, sehingga dapat meningkatkan gairah istri saat bercinta.

    (sao/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Paksu Catat, Ini 3 Jurus Jitu Bikin Istri ‘Big O’ Saat Bercinta

    Jakarta

    Orgasme wanita kerap dianggap sebagai “teka-teki” yang sulit untuk dipecahkan. Wanita memang dikenal lebih sulit mencapai puncak kenikmatan saat bercinta dibandingkan pria, dan setiap wanita memiliki preferensi yang berbeda tentang hal-hal yang membuat mereka terangsang di ranjang.

    Kendati demikian, bukan berarti orgasme wanita sesuatu yang mustahil untuk dicapai. Ada sejumlah tips yang bisa dipraktikkan para suami untuk meningkatkan peluang istri mendapatkan orgasme saat bercinta.

    Dikutip dari Everyday Health, berikut tiga hal yang bisa dilakukan paksu agar istri bisa “Big O” saat di ranjang.


    1. Habiskan Lebih Banyak Waktu untuk Foreplay

    Jangan langsung terburu-buru melakukan penetrasi. Meluangkan waktu untuk melakukan foreplay dapat membuka jalan menuju seks yang lebih menggairahkan.

    Berikut beberapa tips foreplay untuk membuat pasangan bergairah:

    Tambahkan romansa: menyalakan lilin, memberikan bunga, atau memutar musik romantis dapat membangkitkan suasana yang sensual dan penuh cinta. Bagi kebanyakan wanita, kedekatan dan keintiman emosional dapat menghasilkan pengalaman seksual yang lebih baik dan lebih banyak orgasme.

    Berikan sentuhan lembut: membelai pasangan dengan lembut dapat menciptakan ketegangan seksual sebelum bercinta. Cobalah untuk memeluk, memegang tangan, atau menyentuh titik sensitif pasangan.

    Hujani dengan ciuman: ciuman tidak hanya di bibir saja. Cobalah untuk mengecup titik-titik sensitif pada tubuh pasangan, seperti bahu, belakang leher, payudara, dan lain sebagainya.

    Menonton film erotis: menonton film erotis dapat membantu pasangan untuk menemukan gairah, sehingga meningkatkan “semangat” bercinta.

    2. Temukan “Titik Manis”

    Klitoris dan G-spot merupakan bagian yang sangat penting bagi orgasme wanita. Terbuat dari ujung saraf yang sama seperti kepala penis, klitoris sangat sensitif dan kebanyakan wanita membutuhkan rangsangan di area ini untuk mencapai klimaks.

    Membelai dan merangsang labia atau bibir vagina juga dapat membangkitkan gairah karena jaringan klitoris yang terletak di dalamnya.

    “Beberapa wanita juga menyukai rangsangan di sini selain rangsangan kepala klitoris langsung yang dapat sangat intens bagi sebagian wanita,” ujar pakar kesehatan seksual dari Texas A&M School of Medicine, Lyndsey Harper, MD.

    Di sisi lain, G-spot terletak di dalam vagina. G-spot merupakan kumpulan ujung saraf yang sangat sensitif, dan biasanya terletak di dinding anterior vagina (bagian dalam vagina yang dekat ke perut).

    “Anda dapat bereksperimen dan melihat apakah area ini membawa kenikmatan seksual melalui rangsangan manual, mainan seks, dan posisi seks penetrasi tertentu yang memberi tekanan pada vagina anterior,” kata Harper.

    3. Coba Posisi Seks yang “Ramah Wanita”

    Posisi seks yang melibatkan rangsangan pada klitoris dapat meningkatkan peluang wanita mencapai orgasme saat penetrasi vagina. Posisi-posisi ini meliputi:

    Woman on top: posisi ini memberikan rangsangan terbaik pada G-spot. Wanita juga dapat menggerakkan tubuh untuk merangsang klitorisnya dan menemukan sudut penetrasi yang pas.

    Sitting: posisi ini memberikan stimulasi yang lebih baik pada klitoris. Posisi ini juga menawarkan banyak keintiman, sehingga meningkatkan gairah wanita saat bercinta.

    Spooning: sudut penetrasi pada posisi ini memungkinkan pangkal penis untuk merangsang klitoris. Posisi ini juga memungkinkan akses lebih mudah bagi pria untuk merangsang titik sensitif pada tubuh wanita.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Normalkah Jika Berhubungan Intim Setiap Hari? Ini Penjelasannya

    Jakarta

    Hubungan seksual bagi pasangan suami istri diyakini sebagai salah satu ‘obat’ mujarab untuk melepaskan stres. Hal ini karena salah satu manfaat dari bercinta adalah membuat tubuh lebih rileks dan meredakan stres.

    Disebut-sebut frekuensi normal dari berhubungan seks yakni sekitar dua hingga tiga kali dalam seminggu. Lantas bagaimana jika berhubungan intim setiap hari?

    Dikutip MedicineNet dan Everyday Health, berhubungan seksual setiap hari merupakan hal yang wajar. Hal ini karena seks sendiri merupakan aktivitas menyehatkan. Namun, bercinta setiap hari bukanlah sesuatu yang umum dalam pasangan.


    Menurut survei tahun 2017, hanya sekitar 4 persen orang dewasa yang mengatakan mereka berhubungan seks setiap hari. Biasanya, frekuensi seks akan lebih sering pada saat pasangan masih merasakan fase bulan madu.

    Hal ini juga terjadi ketika pasangan berencana untuk memiliki bayi dan ingin meningkatkan peluang mereka untuk hamil. Lalu apa saja manfaat dari rutin berhubungan seksual?

    1. Mengurangi Stres

    Seks dan orgasme terbukti dapat mengurangi stres dan kecemasan pada manusia. Hal ini karena seks dapat mengurangi hormon stres kortisol dan adrenalin. Seks juga dapat melepaskan endorfin dan oksitosin, yang memiliki efek menenangkan dan menghilangkan stres.

    2. Tidur Lebih Nyenyak

    Sebuah penelitian tahun 2019 menemukan bahwa melakukan hubungan seks dengan pasangan sebelum tidur dapat membantu seseorang tertidur lebih cepat dan lebih nyenyak.

    3. Meredakan Nyeri

    Endorfin dan zat kimia lain yang dilepaskan selama gairah dan orgasme adalah pereda nyeri alami yang bekerja seperti opioid. Hal ini dapat menjelaskan mengapa seks dan orgasme memberikan kelegaan cepat dari kram menstruasi, migrain , dan sakit kepala bagi sebagian orang.

    4. Meningkatkan Kesehatan Jantung

    Sebuah studi berbasis populasi longitudinal yang diterbitkan dalam American Journal of Cardiology menemukan pria yang berhubungan seks setidaknya dua kali seminggu memiliki risiko lebih kecil terkena penyakit kardiovaskular seperti stroke atau serangan jantung dibandingkan mereka yang berhubungan seks sebulan sekali atau kurang.

    5. Mengurangi Risiko Kanker Prostat

    Sebuah studi yang melibatkan 32.000 pria di Amerika Serikat menemukan fakta bahwa mereka yang mengalami ejakulasi lebih dari 21 kali per bulan, dibandingkan mereka yang melakukannya hanya empat sampai tujuh kali per bulan memiliki kemungkinan 20 persen lebih kecil terkena kanker prostat.

    (dpy/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Dear Pasutri, Ini Masalah Kesehatan yang Bisa Sembuh saat Rutin Bercinta

    Jakarta

    Bukan rahasia lagi jika berhubungan seksual dapat memberikan banyak manfaat bagi para pasangan. Selain membuat hubungan lebih ‘hangat’, bercinta juga bisa berdampak positif bagi kesehatan, termasuk menyembuhkan beberapa penyakit.

    Dikutip dari Everyday Health dan WebMD, hormon-hormon yang dilepaskan oleh tubuh saat seseorang berhubungan seksual dapat membantu mengobati beberapa masalah kesehatan yang terjadi.

    Lalu apa saja penyakit yang bisa diobati dengan rutin berhubungan seksual?


    1. Insomnia

    Saat berhubungan seksual, khususnya saat orgasme tubuh akan melepaskan hormon prolaktin. Hormon ini akan membantu seseorang untuk tidur.

    Setelah berhubungan seks, lonjakan prolaktin sebagian besar bertanggung jawab atas rasa kantuk dan rileks yang sering terjadi. Hal ini tidak hanya membantu tertidur lebih mudah tetapi juga mendukung tidur yang lebih nyenyak dan lebih nyenyak.

    2. Nyeri di Tubuh

    Selain dapat menghilangkan stres, endorfin yang dilepaskan tubuh saat berhubungan seksual juga dapat menjadi pereda sakit alami. Selama berhubungan seks, tubuh akan dibanjiri endorfin, yang berinteraksi dengan reseptor rasa sakit di otak dengan menghalangi transmisi sinyal rasa sakit.

    3. Inkontinensia

    Inkontinensia urine adalah kondisi ketika hilangnya kontrol kandung kemih yang menyebabkan penderitanya sulit menahan buang air kecil. Seks sendiri dapat menguatkan otot panggul yang bisa berdampak pada kesehatan otot-otot kandung kemih, usus, dan rahim (pada wanita) atau prostat (pada pria).

    4. Penyakit Jantung

    Seks dapat meningkatkan detak jantung, yang sangat baik untuk sirkulasi dan membantu menjaga tekanan darah dalam kisaran yang sehat. Beberapa penelitian menunjukkan bagi pria yang lebih muda dan sehat, berhubungan seks secara teratur dapat dikaitkan dengan risiko lebih rendah terkena masalah jantung di kemudian hari.

    Penelitian lain pada tahun 2020 menemukan bahwa pasien serangan jantung yang berhubungan seks setidaknya seminggu sekali memiliki peluang 10 persen lebih rendah untuk meninggal karena penyakit jantung.

    (dpy/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Dear Paksu! Ini Cara Menemukan G-spot Istri, Bikin Orgasme Lebih Intens

    Jakarta

    Titik G-spot pada wanita wanita memang nyata adanya. Namun, ini bukan sebuah ‘tombol ajaib’ yang bisa ditekan, sehingga wanita bisa langsung mendapatkan orgasme instan.

    Laki-laki harus mencari keberadaan g-spot di area vagina. Jika area ini ditemukan dan disentuh, menurut banyak wanita dapat menimbulkan sensasi nikmat, bahkan orgasme. Hal ini disampaikan Jordan Rullo, PhD, psikolog kesehatan klinis di Utah, Amerika Serikat.

    “Tempat yang jika disentuh akan menimbulkan orgasme. Siapa yang tidak menginginkannya. Jika ada titik yang mudah menyebabkan orgasme, hal ini akan mengurangi rasa frustasi banyak orang tentang bagaimana membantu pasangan wanitanya mencapai klimaks,” ujar Jordan Rullo dikutip dari Everyday Health.


    Ternyata, masih banyak orang yang belum mengetahui seperti apa sebenarnya bentuk klitoris pada wanita. Dosen kehormatan di Universitas Manchester, Fiona Reid MD mengatakan hal ini karena fungsi seksual wanita sangat kompleks.

    “Fungsi seksual wanita sangat kompleks dan mungkin kurang mendapat perhatian dalam penelitian atau pengobatan klinis,” kata Fiona Reid.

    Megan Pollock, terapis seks yang disertifikasi oleh American Association of Sexuality Educators, Counselors, and Therapist mengatakan wanita tidak akan memiliki G-spot jika bukan karena klitoris. G-spot adalah jaringan yang memisahkan dinding vagina dari klitoris.

    Sedangkan Rachel Needle, PsyD direktur Modern Sex Therapy Institutes mengatakan rangsangan pada G-spot mungkin juga akan merangsang setidaknya 8.000 syaraf bagian dari klitoris.

    Di mana Letak G-spot?

    Zona ini terletak di bagian depan dinding vagina. Untuk menemukannya, masukkan jari yang sudah terlumasi (satu atau dua jari) ke dalam vagina. Letak G-spot sekitar dua inci di atas vagina, dan ketika ditemukan tekstur dinding (vagina) akan menjadi sedikit berenda.

    Area tersebut juga sering digambarkan sebagai ‘spons’. Sisa dinding akan terasa halus, sampai jari menyentuh area ini.

    “Area ini padat dengan saraf dan mengembang ketika gairah seksual meningkat,” kata Rullo.

    Saat area tersebut dirasa sudah ditemukan, maka bisa distimulasi dengan melakukan gerakan pada jari dengan perlahan. Selain mencarinya dengan jari, beberapa posisi seks tertentu seperti woman on top, karena penis kemungkinan akan bisa menyentuh area tersebut saat penetrasi.

    Bagaimana Rasanya Orgasme G-spot?

    Orgasme G-spot adalah hasil interkoneksi antara klitoris, uretra, dan dinding anterior vagina. Wanita mungkin menganggap jenis orgasme ini lebih kompleks daripada rangsangan klitoris langsung.

    Ahli menyebut kebanyakan wanita melaporkan orgasme G-spot terasa lebih dalam, internal, dan menyeluruh. Namun, tidak terfokus pada area klitoris saja.

    “Jika Anda penasaran dan ingin menjelajahi rangsangan G-spot, dekati pengalaman tersebut tanpa tekanan atau ekspektasi. Pahami bahwa Anda mungkin tidak menemukan apa yang Anda cari, dan itu tidak masalah,” kata Rullo.

    (dpy/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Dear Paksu, Ini 5 Tips Foreplay yang Bikin Sesi Bercinta Menggebu-gebu

    Jakarta

    Foreplay adalah salah satu elemen yang sebenarnya penting dalam bercinta. Jika seks diibaratkan sebagai makanan, maka foreplay adalah ‘saus’ yang membuatnya semakin sempurna.

    Foreplay yang tepat tidak hanya meningkatkan gairah bercinta, tapi juga bisa membuat pasangan lebih mudah mencapai orgasme. Jadi jika ingin sesi bercinta memuaskan dan mindblowing, mempelajari teknik foreplay yang benar adalah salah satu caranya.

    Pertanyaannya, foreplay seperti apa yang bisa membawa gairah pasangan meletup-letup? Meski setiap orang memiliki preferensi dan titik sensitif yang berbeda-beda, dikutip dari Everyday Health, berikut beberapa teknik foreplay yang bisa mendongkrak gairah bercinta.


    1. Berikan sentuhan lembut

    Sentuhan lembut dapat memberikan rangsangan seksual, bahkan sebelum penetrasi dilakukan. Ada banyak cara yang bisa dilakukan, mulai dari menggenggam tangan, memeluk, hingga membelai anggota tubuh.

    Poin plus dari teknik foreplay ini adalah bisa dilakukan kapan saja. Misalnya, saat duduk berdua di sofa, berdansa, atau ketika mandi bersama. Hal ini dapat membuat pasangan tetap bergairah hingga menjelang ‘acara puncak’.

    2. ‘Jelajahi’ seluruh bagian tubuh

    Salah satu kesalahan yang biasa dilakukan saat foreplay adalah tidak mengeksplorasi seluruh tubuh pasangan. Setiap orang memiliki titik sensitif yang dapat memberikan rangsangan ketika disentuh. Namun, letak titik sensitif tersebut berbeda-beda pada setiap orang.

    Satu-satunya cara untuk menemukan titik sensitif itu adalah dengan ‘menjelajahi’ seluruh bagian tubuh pasangan. Jangan lupa saling berkomunikasi untuk mengetahui hal-hal yang disukai dan tidak disukai saat foreplay.

    3. Bisikkan kata-kata mesra

    Kontak fisik bukanlah satu-satunya cara untuk melakukan foreplay. Membisikkan kalimat mesra atau kata-kata ‘kotor’ juga dapat membuat pasangan semakin bergairah saat bercinta.

    Selain mengucapkan kalimat mesra, memberikan pujian kepada pasangan juga dapat meningkatkan rasa percaya diri dan kenyamanan saat bercinta.

    4. Petting

    Petting adalah foreplay yang dilakukan dengan cara menstimulasi organ intim pasangan. Biasanya, petting dilakukan dengan sentuhan tangan atau alat kelamin.

    Aktivitas foreplay ini dapat memberikan rangsangan luar biasa saat bercinta, apalagi jika berhasil mengenai G-spot. Petting juga dapat menstimulasi vagina pasangan agar siap untuk seks penetrasi.

    5. Bangun hubungan emosional

    Wanita membutuhkan lebih banyak persiapan untuk bercinta, baik secara fisik maupun emosional. Karenanya, luangkan waktu untuk membangun hubungan emosional itu sebelum sesi bercinta.

    Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menciptakan hubungan emosional, dan tidak semua harus dilakukan di ranjang. Misalnya, mengirimkan bunga atau hadiah kepada pasangan, mengajak kencan makan malam, menonton film romantis, dan lain sebagainya.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy