Tag: exchange kripto

  • Strategi Jitu agar Selalu Cuan di Investasi Aset Kripto

    Saat ini, bukan hanya saham yang banyak digandrungi investor karena dapat memberikan keuntungan yang menjanjikan. Namun, investasi aset kripto juga tengah menjadi sorotan, karena sama-sama dapat memberikan cuan.

    Jika kamu ingin terjun menjadi investor kripto, tentu saja ada beberapa tips yang harus dilakukan agar bisa mendapat profit seperti investasi lain. Karena, mereka yang telah sukses investasi kripto, tentunya memiliki strategi rahasia. Mari kita bongkar rahasia tersebut.

    Strategi Rahasia Investasi Kripto agar Profit

    Beberapa investor kripto sukses, memiliki strateginya masing-masing untuk bisa memaksimalkan profit investasi mereka. Namun, berikut yang akan kami bahas adalah strategi yang umum digunakan oleh investor sukses. 

    Buat Planning yang Matang

    Langkah pertama yang bisa kamu lakukan agar mendapatkan profit pada saat investasi kripto ialah dengan membuat perencanaan yang matang. Planning yang matang berfungsi agar kamu bisa memperkirakan kira-kira seberapa besar risiko yang mungkin terjadi.

    Baca Juga Mengenal Apa itu Golden Cross, Panduan Lengkap untuk Pemula

    Perlu diketahui, jika investasi aset kripto memiliki voltalitas yang tinggi. Di mana, dalam waktu sekejap bisa mengalami kenaikan pesat, namun juga bisa mengalami penurunan dalam waktu yang singkat. High risk, high return.

    Ilustrasi investasi aset kripto.

    Ilustrasi investasi aset kripto.

    Perhitungkan Fee Layanan

    Hal kedua yang bisa kamu lakukan ialah dengan memperhitungkan seberapa besar fee layanan yang harus ditanggung. Karena setiap platform exchange yang digunakan untuk trading atau investasi kripto biasanya akan menetapkan fee layanan.

    Besaran jumlah fee layanan ini akan berbeda pada setiap platform. Setiap exchange akan memiliki biaya layanan sehingga penting untuk memperhitungkannya agar tidak mendapatkan kerugian.

    Tentukan Target

    Ketika kamu ingin mendapatkan profit dari sebuah investasi, maka harus menentukan target pencapaian yang sesuai dengan kemampuan investasi. Hal ini bertujuan agar bisa konsisten pada saat berinvestasi.

    Ketika konsisten, maka tidak menutup kemungkinan kamu bisa mendapatkan profit yang besar, sekalipun masih tergolong investor pemula yang masih belajar berinvestasi kripto.

    Beli dan Jual di Waktu yang Tepat

    Prinsip dalam berinvestasi kripto adalah beli dan jual pada waktu yang tepat. Kamu harus selalu mengingat kata kunci tersebut agar bisa mendapatkan profit yang lebih maksimal dan meminimalisir kerugian.

    Pada saat harga kripto sedang naik, hal yang harus kamu lakukan ialah menjualnya. Sedangkan, jika Bitcoin atau kripto lainnya sedang turun kamu bisa membelinya. Dengan demikian, kamu harus selalu memantau pergerakan kripto setiap harinya agar mendapatkan timing yang tepat.

    Baca Juga Daftar Token Aset Kripto dengan Nama Klub Sepak Bola Terpopuler

    Ilustrasi investasi aset kripto.

    Ilustrasi investasi aset kripto.

    Berani Ambil Risiko

    Investasi kripto menjanjikan sebuah keuntungan yang besar, hal ini sebanding dengan kemungkinan risiko yang akan investor dapatkan. Saat kamu menentukan akan memilih investasi kripto, tentunya juga harus sudah siap menanggung risikonya.

    Setiap investasi tidak akan selalu memberikan keuntungan, pasti ada momen di mana investasi mengalami kerugian. Sehingga kamu harus menyiapkan mental untuk menerima, jika sewaktu-waktu investasi sedang mengalami kerugian.

    Pastikan Platform Aman

    Untuk menjalani investasi yang aman dan profit, tentunya kamu harus memilih platform investasi yang aman pula. Saat ini banyak sekali platform investasi yang hadir dan menawarkan berbagai kemudahan.

    Ingat, jangan sembarangan memilih platform exchange investasi kripto karena tidak semua platform terjamin keamanannya. Karena, ada saja perusahaan yang berniat jahat dengan melakukan penipuan pada nasabahnya.

    Dari pembahasan di atas, maka dapat kita simpulkan jika ingin mendapatkan profit pada saat investasi kripto, maka kamu harus konsisten berinvestasi, berani ambil risiko, selalu belajar, siap mental dan yang paling penting adalah investasi di platform terpercaya.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Yuk, Pahami Pengertian Bursa Kripto dan Kegunaannya

    Dalam berkecimpung di dunia aset kripto, tentunya dibutuhkan tempat pertemuan antara penjual dan pembeli melalui bursa kripto. Selain sebagai tempat pertemuan saat melakukan transaksi, ternyata bursa dalam aset kripto memiliki peran lain yang tak kalah penting bagi para pegiat aset kripto, termasuk di Indonesia. Yuk, simak informasi selengkapnya!

    Kenalan dengan Bursa Kripto dan Pengertiannya

    Jika membahas mengenai bursa kripto, sebenarnya sudah banyak bursa kripto besar di dunia. Bursa kripto dapat dikatakan sebagai tempat untuk mempertemukan penjual dan pembeli aset kripto. Nah, beberapa bursa kripto ternama di dunia di antaranya adalah CoinBase yang berasal dari Amerika Serikat dan Binance yang dibentuk di Kepulauan Cayman dan berpusat di Singapura.

    Baik CoinBase maupun Binance sendiri merupakan bursa kripto yang digolongkan sebagai yang terbesar di dunia dengan keunikan masing-masing. CoinBase menawarkan dompet custodian yang diasuransikan pada pengguna. Sementara, Binance memungkinkan investor untuk membeli sejumlah aset kripto, khususnya altcoin, dengan kartu debit atau kredit. Keduanya sukses mendominasi dalam mewadahi transaksi aset kripto hingga menghasilkan volume perdagangan yang besar setiap harinya.

    Kini, demam aset kripto terus berkembang pesat melihat semakin banyak masyarakat yang terjun berinvestasi. Tak terkecuali masyarakat Indonesia, lho. Berdasarkan data Bappebti, per Juli 2021 terdapat 7,4 juta orang yang sudah menjadi investor aset kripto di Indonesia. Jumlah transaksi aset kripto di Indonesia sejak Januari hingga Juli 2021 adalah sebanyak 478,5 Triliun Rupiah. Walaupun begitu, hingga kini Indonesia masih belum mempunyai bursa kripto sendiri sehingga pemerintah menyusun rencana untuk pembentukannya.

    Jadi, sebenarnya apa itu bursa kripto dan bagaimana peranannya dalam dunia aset kripto? 

    Berdasarkan definisinya, bursa kripto adalah suatu badan usaha yang dibentuk sebagai wadah dalam mengawasi aktivitas jual-beli aset kripto serta pergerakan masing-masing proyek kripto yang tersedia di pasar. 

    Selain sebagai pengawas, bursa kripto berperan dalam menciptakan sebuah ekosistem aset kripto menjadi satu-kesatuan. Lewat bursa kripto, baik investor maupun trader bisa lebih mudah mengetahui pergerakan harga aset kripto yang sedang di-hold maupun diincar. Bursa kripto juga berperan dalam melindungi investor retail dari hal-hal yang tidak diinginkan dalam aktivitas investasi.

    Kegunaan Bursa Kripto

    Nah, bursa kripto sendiri memiliki beberapa kegunaan yang tentunya bisa membantu para pegiat aset kripto dalam bertransaksi, di antaranya:

    • Wadah bagi Pegiat Aset Kripto

    Seperti yang sudah secara singkat dijelaskan, bursa kripto ini berguna untuk mewadahi aktivitas para pegiat aset kripto termasuk investor, trader, hingga lembaga lain yang berkaitan dengan transaksi aset kripto ini. Masing-masing dapat mengetahui apakah aset kripto tertentu sedang untung atau rugi, hingga prediksi harganya di masa depan.

    Dikarenakan trading atau berdagang aset kripto berbeda dengan hanya sekadar investasi, maka diperlukan regulator dalam mengatur tata cara perdagangan yang dalam hal ini juga menjadi kegunaan dari bursa kripto. Hal ini agar sistem trading yang ditentukan bursa sesuai dengan aturan negara dan tetap selaras dengan prinsip trader. Bursa kripto juga mencatat transaksi perdagangan dalam blockchain.

    • Memberi Perlindungan dalam Transaksi

    Dalam bursa, terdapat sebuah lembaga kliring dan depository yang dapat menjamin keamanan setiap transaksi yang terjadi di blockchain dan menghindari perselisihan. Selain itu, dilakukan juga perlindungan agar tidak terjadi penyalahgunaan aset kripto, seperti misalnya money laundering, token scam, atau kepentingan negatif lainnya.

    Wacana Pembentukan Bursa Kripto di Indonesia

    Melihat perkembangan aset kripto yang sangat pesat di kalangan masyarakat, mengakibatkan munculnya wacana mengenai pembentukan bursa kripto oleh pemerintah dalam waktu dekat. Namun, pembentukan bursa khusus aset kripto ini dilakukan dengan optimalisasi bursa atau digital exchanger yang sudah ada di Indonesia sehingga tidak membangun dari nol.

    Dilansir dari Kompas.com, terdapat 13 perusahaan digital exchanger aset kripto yang tersedia di Indonesia dan secara resmi sudah terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI), salah satunya adalah Tokocrypto. Selain itu, terdapat 229 aset kripto yang telah terdaftar dan dapat diperjualbelikan di Indonesia.

    Oleh karena itu, urgensi pembuatan bursa kripto di Indonesia oleh pemerintah ini semakin meningkat. Saat ini, Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui BAPPEBTI masih dalam proses pengkajian dan penyusunan bursa kripto. Rencananya, bursa kripto di Indonesia akan diluncurkan pada Desember 2021.

    Dikutip dari Kompas.com, Wakil Menteri Perdagangan RI Jerry Sambuaga menyatakan bahwa terdapat tiga alasan diperlukannya pembentukan bursa kripto di Indonesia oleh Kemendag melalui BAPPEBTI. Pertama, kehadiran bursa kripto dapat memberikan perlindungan konsumen, di mana selaras dengan undang-undang yang berlaku mengenai perdagangan komoditas pada bursa.

    Kedua, bursa kripto dapat menjadi wadah yang menyatukan seluruh pegiat aset kripto dan membuat pencatatan transaksi menjadi lebih terbuka dan terintegrasi. Ketiga, pemerintah melihat pesatnya perkembangan aset kripto di Indonesia dan masih berpotensi hingga beberapa tahun ke depan, sehingga mencoba untuk mengoptimalkan perdagangan aset kripto di dalam negeri, tanpa harus jual-beli di bursa luar negeri.

    Itulah pengertian bursa kripto beserta kegunaan dan wacana pembentukannya di Indonesia. Sambil menunggu waktunya tiba, Anda bisa coba investasi aset kripto lebih dulu di Tokocrypto. Hanya tinggal mendaftarkan diri, melengkapi KYC, dan mengisi dana pada wallet, Anda sudah bisa membeli aset kripto yang Anda inginkan lho. Mudah, kan? Yuk, kunjungi www.tokocrypto.com sekarang!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokocrypto Umumkan Rencana Perubahan Kepemilikan Saham

    Jakarta, 19 Desember 2022 – Tokocrypto, salah satu pedagang aset kripto terbesar di Indonesia, mengumumkan rencana perubahan kepemilikan saham perusahaan. Binance, ekosistem blockchain terkemuka di dunia dan penyedia infrastruktur aset kripto, akan menambahkan kepemilikan saham di Tokocrypto secara bertahap hingga hampir 100%. Kesepakatan ini didasari oleh investasi yang telah diberikan Binance ke Tokocrypto pada tahun 2020. Tokocrypto merupakan pedagang aset kripto yang pertama teregulasi di Bappebti dan kesepakatan ini akan mendorong keduanya untuk terus memberikan dukungan pada pertumbuhan sektor Web3 di Indonesia. 

    Pasar kripto di Indonesia telah tumbuh secara signifikan selama beberapa tahun terakhir, sebagian didorong oleh tingkat penetrasi digital yang sedang berkembang di Indonesia dan besarnya populasi penduduk tidak memiliki rekening bank. Ditambah dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi digital, Indonesia akan menjadi wadah yang tepat untuk adopsi Web3 dan menyediakan tempat uji coba untuk perluasan lebih lanjut dari kemampuan blockchain di negara ini.

    Tokocrypto dan Binance

    Tokocrypto-raih-investasi-binance
    Ilustrasi Binance dan Tokocrypto. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Tokocrypto Tetap Komitmen Transparansi Kunci Kuatkan Industri Kripto

    Tokocrypto bersama Binance akan melanjutkan komitmennya terhadap perlindungan nasabah dengan menghadirkan lingkungan kripto yang patuh dan bertanggung jawab di pasar Indonesia. Binance juga akan terus mendukung Tokocrypto untuk menjalin komunikasi erat dengan regulator di Indonesia dan Bappebti guna memastikan seluruh aktivitas Tokocrypto telah mematuhi peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah.

    Tokocrypto juga akan melakukan perubahan secara struktur organisasi guna memenuhi aturan terbaru Bappebti. Pendiri dan CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai, akan mundur dari posisinya dan menyerahkan kepemimpinan kepada Yudhono Rawis, yang akan menjabat sebagai Interim CEO. Pang Xue Kai akan tetap menjadi bagian dari Dewan Komisaris Tokocrypto dan terus memberikan dukungan kepemimpinan dalam peran barunya.

    Pang Xue Kai, Founder Tokocrypto, mengatakan, “Tokocrypto hadir dari gagasan kami lebih dari empat tahun yang lalu dan saya sangat bangga melihat setiap pertumbuhan, pencapaian, dan kontribusi yang telah dibuat perusahaan untuk memajukan ekonomi digital Indonesia. Keputusan ini dilakukan setelah melalui pertimbangan matang dan kami memutuskan bahwa langkah terbaik untuk Tokocrypto ke depan adalah memanfaatkan kemampuan Binance untuk membangun platform perdagangan fisik aset kripto yang lebih lanjut.”

    Fokus Bisnis

    Ilustrasi Tokocrypto
    Ilustrasi Tokocrypto. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Tokocrypto Tingkatkan Keamanan Data Pengguna Melalui Edukasi dan Inovasi Teknologi

    Melihat kondisi pasar yang bergejolak saat ini, Tokocrypto juga akan melakukan perampingan secara operasional dan fokus pada peningkatan kinerja platform perdagangan aset kripto. Dengan ini, perusahaan akan melakukan penyesuaian jumlah karyawan dengan tujuan pengelolaan biaya operasional yang lebih baik. Karyawan yang terdampak akan diberikan hak sesuai dengan aturan pemerintah dan mendapatkan dukungan dalam bentuk rekomendasi ke perusahaan Web3 atau blockchain lain yang telah menjadi mitra Tokocrypto, salah satunya adalah Binance. 

    Yudhono Rawis, Interim CEO Tokocrypto, mengatakan “Sebagai pedagang aset kripto terdepan di Indonesia, Tokocrypto tetap berkomitmen untuk menyediakan platform yang dapat dipercaya dan diandalkan bagi pengguna yang ingin memulai perdagangan aset kripto, didukung oleh standar kepatuhan yang tinggi terhadap regulasi di Indonesia. Namun, sangat disayangkan kami harus melakukan perampingan perusahaan untuk memastikan bahwa kami tetap dalam posisi yang baik untuk menghadapi kondisi ekonomi makro yang tidak pasti dan kami menyampaikan permintaan maaf yang tulus kepada karyawan yang terkena dampak. Tokocrypto akan memberikan dukungan penuh pada karyawan yang terdampak selama masa transisi ini dan memastikan bahwa semua penyesuaian tidak akan mempengaruhi standar operasional bisnis kami untuk seluruh pengguna Tokocrypto.”



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Telegram Berencana Bikin Exchange dan Wallet Kripto Terdesentralisasi

    Telegram telah mengumumkan rencana untuk membangun exchange kripto terdesentralisasi atau Decentralized Exchange (DEX) setelah kegagalan FTX. Langkah Telegram ini disambut positif karena dapat membangun kepercayaan exchange kembali.

    Founder an CEO Telegram, Pavel Durov, mengatakan perusahaannya akan merilis serangkaian produk aset digital terdesentralisasi, termasuk DEX dan wallet non-kustodian yang memungkinkan jutaan pengguna memperdagangkan kripto mereka dengan aman.

    “Dengan cara ini kami dapat memperbaiki kesalahan yang disebabkan oleh sentralisasi berlebihan, yang mengecewakan ratusan ribu pengguna cryptocurrency,” kata Durov dikutip Kitco.

    Solusi Keamanan

    Ilustrasi Telegram. Foto: Shutterstock.
    Ilustrasi Telegram. Foto: Shutterstock.

    Baca juga: Brasil Rilis Aturan Legalkan Kripto Sebagai Metode Pembayaran

    Dalam pengumumannya, Durov langsung mereferensikan exchange kripto, FTX dalam paragraf pembukanya, menyoroti fakta bahwa “banyak orang kehilangan uang mereka ketika FTX, salah satu bursa terbesar, bangkrut.”

    Menurutnya perkembangan selama setahun terakhir telah menunjukkan bahwa ekosistem kripto secara keseluruhan perlu kembali ke akarnya yang terdesentralisasi.

    “Solusinya jelas: Proyek berbasis blockchain harus kembali ke akarnya desentralisasi. Pengguna aset kripto harus beralih ke transaksi tanpa kepercayaan dan dompet yang di-hosting sendiri yang tidak bergantung pada pihak ketiga mana pun,” katanya.

    Durov meminta pengembang untuk membantu mengarahkan industri blockchain menjauh dari sentralisasi dengan membangun aplikasi terdesentralisasi yang cepat dan mudah digunakan untuk banyak orang.

    Telegram dan Kripto

    Ilustrasi Telegram. Foto: Shutterstock.
    Ilustrasi TON (Telegram Open Network) Foundation. Foto: Shutterstock.

    Baca juga: Investor Institusi Tingkatkan Alokasi Dana Investasi Selama Crypto Winter

    Telegram diketahui secara bertahap memasuki ranah aset digital. Itu telah menambahkan dukungan untuk pembayaran kripto, menurut tweet dari TON (Telegram Open Network) Foundation, pada bulan April. Token TON dapat digunakan untuk melakukan pembayaran aset kripto di Telegram.

    550 juta pengguna Telegram kini telah terpapar teknologi blockchain dan kripto, berkat inisiatif tersebut. Namun, pengumuman baru telah muncul tentang aplikasi perpesanan instan. Sekarang berencana untuk meluncurkan non-custodial wallet dan decentralized cryptocurrency exchange.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokocrypto Prioritaskan Keamanan Nasabah dan Sinergi Strategi Bisnis

    Industri aset kripto global tengah bergejolak. Krisis yang dihadapi oleh salah satu platform crypto exchange global berbuah sentimen negatif. Oleh karena itu, Tokocrypto tetap prioritaskan keamanan nasabah.

    Peristiwa tersebut pun menciptakan trust issue terhadap business plan dan sistem keamanan aset investor yang ada di platform centralized exchange. Kondisi ini menjadi perhatian bersama para pelaku industri aset kripto di Indonesia untuk memastikan kondisi tersebut tidak akan terjadi.

    CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai, mengatakan Tokocrypto sebagai pedagang fisik aset kripto yang terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) akan terus meningkatkan keamanan aset investor. Tokocrypto tetap menjalani operasional dengan normal dan tidak memiliki afiliasi, serta eksposur dengan platform crypto exchange yang mengalami krisis tersebut.

    “Kami memahami penurunan nilai di pasar aset kripto menimbulkan kekhawatiran bagi investor dan dirasakan dampaknya di seluruh dunia. Namun, kami memastikan bahwa keseluruhan dana nasabah aman dan Tokocrypto akan selalu menaati regulasi yang ditetapkan pemerintah terkait penyimpanan aset kripto nasabah,” kata Kai.

    Keamanan dan Kenyamanan Transaksi Nasabah

    Ilustrasi aplikasi Tokocrypto. Foto: Tokocrypto.
    Ilustrasi aplikasi Tokocrypto. Foto: Tokocrypto.

    Baca juga: BREAKING: FTX Ajukan Bangkrut, CEO Sam Bankman-Fried Mundur

    Kai menegaskan keamanan dan kenyamanan transaksi nasabah adalah komitmen utama perusahaan. Tokocrypto akan terus memberikan pelayanan optimal kepada setiap nasabah dalam menjalankan perdagangan aset kripto. “Diimbau setiap nasabah untuk lebih berhati-hati dan tetap melakukan riset atas setiap keputusan investasi aset kripto yang diambil.”

    Dalam menjalankan operasional perusahaan, Tokocrypto senantiasa mengikuti ketentuan dari Bappebti Kementerian Perdagangan selaku lembaga yang mengawasi dan mengatur perdagangan aset kripto. Bappebti telah mengamanahkan kepada semua pedagang fisik aset kripto yang terdaftar resmi untuk memisahkan rekening dana yang dimiliki nasabah dengan rekening dana operasional milik perusahaan untuk menjaga likuiditas. 

    “Kami selalu menjalankan prinsip utama dari Bappebti agar dapat menjalankan operasional bisnis dengan baik dan tetap memprioritaskan keamanan investor. Tokocrypto pun saat ini sudah memenuhi syarat penyertaan modal lebih dari yang ditentukan oleh Bappebti. Modal yang besar bisa membuat bisnis lebih stabil dan memiliki rencana jangka panjang,” jelas Kai.

    Bisnis yang Berkelanjutan

    Ilustrasi Tokocrypto. Foto: Tokocrypto.
    Ilustrasi Tokocrypto. Foto: Tokocrypto.

    Baca juga: Market Gonjang-ganjing, Saat yang Tepatkah untuk Nabung Kripto?

    Menurut Kai, kondisi industri kripto yang pasang surut merupakan hal yang biasa dalam dunia finansial dan investasi. Oleh karena itu untuk menghadapinya, Tokocrypto tetap akan fokus pada strategi bisnis jangka panjang.

    “Tokocrypto saat ini sudah melakukan optimalisasi bisnis jangka panjang dengan fokus pada model bisnis crypto exchange dan mengembangkan ekosistem blockchain. Harapannya bisnis akan lebih stabil dan pertumbuhan bisa terjadi dengan rencana yang berkelanjutan,” ungkapnya.

    Investasi aset kripto terus alami pertumbuhan di Indonesia. Adapun jumlah investor kripto terdaftar hingga September 2022 mencapai 16,3 juta pelanggan dengan rata-rata peningkatan jumlah pelanggan terdaftar sekitar 692 ribu setiap bulannya. Nilai transaksi aset kripto selama Januari-September 2022 baru mencapai Rp 266,9 triliun atau turun 57,8% dibandingkan periode sama pada 2021. 

    “Kami percaya aset kripto dan blockchain masih berada di masa pertumbuhan, adopsinya menyerupai pertumbuhan internet di awal kemunculannya. Tahap ini memerlukan waktu yang panjang untuk adopsi masal,” pungkas Kai.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 48.000 BTC Ditarik dari Exchange Kripto Harap Terjadi Lonjakan Harga

    Sekitar 48.000 Bitcoin (BTC) dipindahkan dari Coinbase Pro, exchange kripto favorit di antara investor institusional pada hari Selasa (18/10). Arus keluar ini adalah yang terbesar di antara exchange kripto sejak kehancuran market pada bulan Juni tahun ini dan terbesar kedua sepanjang masa.

    Arus keluar 48.000 BTC dibagi menjadi tiga kelompok: 11.280 BTC, 4.560 BTC, dan 32.000 BTC. Arus keluar BTC ini menunjukkan investor menarik kripto mereka dari exchange dan beralih dari mode penjualan ke mode akumulasi.

    CEO perusahaan analitik Korea Selatan, CryptoQuant, Ki Young Ju, telah membagikan tangkapan layar yang menunjukkan penarikan besar-besaran Bitcoin dari exchange terbesar yang berbasis di AS, Coinbase. Dia menyatakan bahwa semua kripto ini dipindahkan dari wallet oleh institusi. Ini setara dengan hampir US$ 1 miliar dengan nilai tukar BTC/USD saat ini.

    Ilustrasi exchange Coinbase.
    Ilustrasi exchange Coinbase.

    Baca juga: Percaya Kripto, Tesla Masih Pegang Bitcoin Senilai Rp 3,3 Triliun

    Potensi Kenaikan Harga

    Institusi memindahkan BTC ke cold wallet, kenaikan harga diperkirakan bisa terjadi. Hal tersebut mengindikasikan akan tercipta fase bullish atau lonjakan harga.

    Sebelumnya dari analis CryptoQuant menunjukkan bahwa BTC yang ditarik telah disimpan di Coinbase Pro untuk jangka waktu tiga hingga lima tahun, sehingga Bitcoin ini dapat disebut “tidak aktif.”

    Ki Young Ju men-tweet bahwa Bitcoin ini dikirimkan ke klien institusional. Dia juga melampirkan tweet dari Oktober dengan tangkapan layar yang menunjukkan bahwa, secara historis, harga Bitcoin menunjukkan kenaikan substansial setelah lembaga keuangan memasukkan Bitcoin.

    Baca juga: Kenal Blockchain Aptos, Pesaing Kuat Solana dari Mantan Karyawan Meta

    Korelasi Bitcoin

    Rupanya, Ju mengharapkan harga Bitcoin untuk naik sekali lagi sekarang, setelah penarikan dari Coinbase ini.

    Sementara itu, korelasi Bitcoin dengan saham telah turun dari level tertinggi sepanjang masa bulan lalu, tetap berada di level tertinggi dalam sejarah dan harganya sebagian besar masih didorong oleh poin pemicu makro, seperti laporan data ekonomi utama dan kebijakan bank sentral.

    Namun, volatilitasnya yang rendah seperti biasanya, telah menjadi perhatian utama pasar kripto dalam beberapa hari terakhir.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Terungkap Biang Kerok 72% Bursa Kripto Rugi


    Jakarta

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sekitar 72% Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) di Indonesia merugi sepanjang 2025. Kondisi ini terjadi seiring menurunnya transaksi aset kripto menjadi Rp 482,23 triliun dari Rp 650 triliun pada 2024.

    Terkait hal tersebut CEO Indodax William Sutanto, menyebut arus transaksi kripto di platform luar negeri terjadi karena pelaku pasar menilai perdagangan di sana lebih kompetitif. Hal tersebut tercermin dari likuiditas yang besar dan efisiensi biaya transaksi.

    “Jumlah pengguna kripto di Indonesia sudah besar, tetapi nilai transaksi domestik belum maksimal karena aktivitasnya masih banyak yang mengalir ke ekosistem global. Ini menunjukkan bahwa pasar akan mencari tempat dengan eksekusi yang lebih efisien dan biaya yang lebih kompetitif,” ujar William dalam keterangan tertulis, Kamis (29/1/2026).


    Menurutnya tekanan terhadap kinerja domestik juga dipengaruhi oleh struktur pasar yang belum seimbang. Dengan ukuran pasar kripto domestik yang terbatas, jumlah exchange berizin dinilai masih cukup banyak dibandingkan volume transaksi yang tersedia.

    “Hal ini membuat persaingan likuiditas menjadi ketat, sementara biaya kepatuhan dan operasional tetap harus ditanggung masing-masing exchange,” terang William.

    Selain itu, perbedaan perlakuan biaya antara exchange domestik dan luar negeri juga mempengaruhi daya saing. Menurunnya, Bursa dalam negeri harus menanggung beban pajak dan biaya bursa.

    Sementara platform luar negeri tidak memiliki kewajiban serupa terhadap pasar Indonesia. Selain itu, William juga menegaskan perlunya meningkatkan pengawasan mengingat adanya indikasi bursa kripto ilegal yang disebut dapat menggerus penerimaan pajak negara hingga Rp 1,7 triliun per tahun.

    “Penegakan terhadap platform ilegal perlu berjalan seiring dengan upaya membangun ekosistem yang tertata, agar pelaku usaha berizin dan konsumennya berada dalam ekosistem yang sehat,” jelas William.

    Simak juga Video: Ekonom Celios Wanti-wanti Soal Investasi Kripto di Indonesia

    (ahi/hns)



    Sumber : finance.detik.com