Tag: FACEBOOK

  • Facebook dan Instagram Berencana Mengintegrasikan Marketplace NFT

    Tampaknya, apa yang menjadi pusat keramaian saat ini. Seperti token non-fungible (NFT), terus menarik minat pemain besar untuk turut menyediakan layanan terkait sektor yang sedang panas-panasnya tersebut.

    Diketahui, Facebook dan Instagram dilaporkan berencana mengintegrasikan marketplace NFT ke dalam platform media sosial mereka.

    Menurut laporan dari The Financial Times, Meta, pemilik di balik dua raksasa teknologi tersebut, berusaha untuk bergabung dengan banyak perusahaan lain yang mengendarai gelombang adopsi NFT.

    Baca jugaSeperti Facebook dan Instagram, YouTube Disebut Akan Menerapkan NFT Ikut Twitter

    FT mengatakan bahwa tim di Facebook dan Instagram sedang mempersiapkan fitur untuk memungkinkan pengguna mencetak NFT mereka sendiri dan menampilkannya sebagai foto profil.

    Dua sumber FT juga mengatakan bahwa Meta sedang mempersiapkan pasar NFT yang lengkap, meskipun rincian proyek masih terbatas hingga saat ini.

    Pelukan Meta di sektor ini terjadi tak lama setelah sesama raksasa media sosial Twitter mulai mengizinkan pengguna iOS untuk menampilkan NFT di foto profil mereka.

    Facebook membuat petunjuk besar pertama tentang pintu masuk ke pasar NFT pada bulan Agustus ketika kepala Keuangan Facebook David Marcus mengatakan perusahaan itu “pasti memikirkannya”.

    “Memikirkan metaverse sebagai lingkungan yang sepenuhnya digital sebenarnya sangat membantu ketika Anda merancang produk yang harus tahan terhadap masa depan. Ketika saya melihat apa yang akan dibutuhkan di metaverse, itu benar-benar pergerakan nilai yang mulus, dan untuk itu, kami membutuhkan infrastruktur baru, interoperabilitas, karena Anda ingin memiliki banyak dompet yang dapat berpartisipasi dalam metaverse.

    Baca jugaApakah Bitcoin Sudah Bottom?

    Dan saya pikir memiliki uang yang dapat diprogram dan memiliki kontrak cerdas di atas blockchain yang dibangun dengan sengaja akan menjadi transformasional untuk metaverse. Karena jika Anda seorang pencipta, jika Anda membuat NFT. Anda mungkin ingin menyewa NFT Anda atau menjual NFT Anda. Anda harus menyimpan NFT Anda. Dan Anda dapat memikirkan semua jenis model bisnis baru di sekitar ini yang tidak mungkin dilakukan dengan infrastruktur pembayaran saat ini dan tanpa kontrak pintar.”

    Tentu saja, ini adalah sinyal baru yang akan semakin membakar minat terhadap NFT, yang diperkirakan masih akan terus menjadi hype di sepanjang tahun 2022 ini karena akan bersamaan dengan melesatnya game blockchain di mata para investor dan pemain. Kita lihat saja!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solana dan Reddit akan Kembangkan Proyek Media Sosial Terdesentralisasi

    Solana Ventures dan salah satu pendiri Reddit berinisiatif menggelontorkan dana investasi untuk membiayai proyek media sosial yang terintegrasi dengan blockchain. Total dana yang akan dikeluarkan sebesar $ 100 juta.

    Hal tersebut diumumkan pada konferensi Solana Breakpoint tahun ini di Lisbon, Portugal, Selasa, 9 November 2021.

    Pendiri Solana Raj Gokal mengatakan, inisiatif tersebut salah satunya didasari oleh dirinya yang sudah muak dengan media sosial tersentralisasi macam Facebook dan Twitter. Ditambah, saat ini Facebook tengah bertransformasi menjadi Meta yang mengadopsi konsep metaverse.

    “Bantu saya melakukan itu. Bangun Twitter berikutnya, bangun Facebook berikutnya, bangun Instragam berikutnya. Saya punya hadiah khusus untuk siapa pun yang membantu saya turun dan menghapus akun saya dari layanan terpusat itu,” ujar Gokal.

    Baca jugaApa yang Membuat CEO Apple Tertarik pada Cryptocurrency?

    Pernyataan Gokal tersebut langsung disambut oleh pendiri Reddit Alexis Ohanian. Ohanian langsung menyatakan bahwa dirinya akan ikut berpartisipasi dalam inisiatif pengemabngan media sosial yang dicita-citakan Gokal.

    Media Sosial Terdesentralisasi

    Pengumuman ini muncul dalam beberapa minggu setelah perusahaan raksasa Facebook bertransformasi menjadi Meta. Namun, permasalahan utama media sosial tersentralisasi seperti Facebook masih menyisakan masalah, seperti kebocoran data, dan lainnya.

    Banyak pihak yang merasa kecewa dengan Facebook meski perusahaan tersebut mencoba menjawab dengan transformasi menjadi Meta.

    Baca jugaTwitter: Tim akan Fokus pada Crypto, dApps, NFT dan Teknologi Blockchain

    Media sosial terdesentralisasi yang terhubung dengan blockchain melalui web3 memang bukan hal yang baru. Platform seperti Voice yang dbuat oleh perusahaan blockchain block.one sudah menunjukan bagaimana mereka berjalan.

    Selain itu, ada lagi seperti Mastodon, Civic, dan lainnya. Meski belum gaung, masa depan media sosial banyak yang menilai akan berbentuk web 3 yang terhubung dengan blockchain dan cryptocurrency.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mantan Eksekutif Facebook: Bitcoin Telah Menggantikan Emas untuk Melawan Inflasi

    Mantan Eksekutif Facebook, Chamath Palihapitiya, yang juga CEO Social Capital berpendapat bahwa Bitcoin (BTC) secara efektif telah menggantikan emas sebagai aset bernilai tinggi untuk melawan inflasi fiat money.

    Hal itu ia sampaikan kepada CNBC di ajang Konferensi Delivering Alpha, Kamis (30/9/2021).

    “Saya yakin, bahwa Bitcoin telah menggantikan emas dan itu akan terus berlanjut,” katanya.

    Bitcoin dan Inflasi

    Sejak tahun 2019, Palihapitiya, memang dikenal sebagai pembela kripto, khususnya Bitcoin. Baginya aset kripto itu terus akan menggantikan emas sebagai kelas aset untuk melawan inflasi.

    Namun demikian, di acara itu ia enggan berspekulasi berapa harga Bitcoin di masa depan, sehingga bisa menegaskan pendapatnya itu.

    Pada Januari 2021, Palihapitiya meramalkan harga Bitcoin bisa mencapai US$200 ribu per BTC. Rentang waktu untuk bisa mencapai harga itu, baginya, bisa hingga 10 tahun mendatang.

    Pandangan positifnya terhadap Bitcoin berpangkal dari keprihatinan dirinya terhadap dampak buruk inflasi.

    Baginya, Bitcoin yang saat ini menjadi bagian terpadu di neraca keuangan besar, seperti Tesla dan MicroStrategy, justru akan menyelamatkan nilai bisnis perusahaan, karena tidak bergantung pada aset lain seperti dolar AS ataupun emas.

    “Bitcoin bisa menjadi sangat besar di masa depan. Kita harus terus memperhatikannya,” tegas Palihapitiya.

    Baca jugaPerusahaan Besar Yakin Kripto Terus Cerah

    Support Level Bitcoin Kuat di US$40 Ribu

    Ketika artikel ini ditulis, Kamis (30/9/2021) malam, harga Bitcoin melonjak di kisaran US$43.200 per BTC. Lonjakan itu berkat support level yang kuat di US$40 ribu-41 ribu per BTC pada beberapa hari sebelumnya.

    Support ini bisa jadi buah dari konsolidasi sebelumnya, yang disampaikan oleh Mike Novogratz dari Galaxy Digital pada 26 September 2021, terkait penegasan larangan Tiongkok terhadap kripto.

    “Tekanan hari ini memang berdampak keras terhadap pasar kripto. Namun, saat ini sejatinya BTC dan ETH sedang terkonsolidasi,” katanya. Ketika itu harga Bitcoin ambruk hingga di bawah US$41 ribu dalam tempo sesaat saja.

    Baca jugaTrading Kripto Anti FOMO dengan CryptoHero

    Bitcoin Didukung Paypal

    Momen terbaik bagi Bitcoin datang pada Oktober 2020 silam, ketika PayPal memutuskan mendukung perdagangan Bitcoin dan kripto lainnya di aplikasi PayPal.

    Hal itu ditanggapi positif oleh Palihapitiya. Katanya, langkah itu kelak akan diikuti oleh perusahaan bank.

    Dan ucapan Palihapitiya terbukti. Pada Juni 2021 misalnya,  New York Digital Investment Group (NYIG) anak perusahaan investasi Stone Ridge bekerjasama dengan perusahaan penyedia jasa keuangan, National Cash Register (NCR).

    Kerjasama itu memungkinkan 650 bank di Amerika Serikat yang menggunakan layanan NCR bisa memberikan layanan jual-beli Bitcoin kepada jutaan nasabahnya.

    Ini kelak bisa menghalangi arus uang masuk dan keluar nasabah dari dan ke bursa kripto Coinbase di AS.

    sumber. 





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Facebook Kembali Serius Garap Proyek Kripto

    Facebook saat ini tengah menyelesaikan pengembangan dompet kripto ciptaannya yang bernama Novi. Raksasa media sosial tersebut pun dikabarkan akan segera mendukung NFT.

    Kepala Facebook Financial sekaligus pemimpin projek kripto Diem besutan Facebook, David Marcus, berkata bahwa Facebook sedang melirik berbagai peluang agar terlibat di industri NFT.

    Dalam wawancara dengan Bloomberg Television, Marcus berkata Facebook mempertimbangkan sejumlah opsi untuk memperkenalkan fitur-fitur NFT sebab berada pada posisi baik untuk hal itu.

    “Ketika kami memiliki dompet kripto yang bagus seperti Novi nantinya, kami juga harus berpikir tentang cara membantu konsumen mendukung NFT,” tambah Marcus.

    Baca JugaInvestasi Kripto Institusional Malah Meningkat Setelah Serangan FUD China

    Dompet Novi disebut akan bisa digunakan untuk menyimpan NFT setelah aktif nanti. Soal berbagai layanan yang dibutuhkan ekosistem NFT. Marcus berkata, “Bila Anda adalah pencipta dan Anda menciptakan NFT, Anda mungkin ingin menyewakan NFT itu atau menjualnya. Anda harus menyimpan NFT tersebut.”

    Ia menambahkan, dompet kripto Novi sudah siap untuk diluncurkan setelah pengembangan selama dua tahun. Kendati demikian, Facebook memutuskan menunda peluncurannya hingga perusahaan itu mendapat persetujuan dari regulator untuk meresmikan Diem.

    Facebook mulai menggarap uang digital Diem dua tahun lalu yang dahulu dinamai Libra. Marcus menjelaskan, raksasa sosial media itu mempertimbangkan untuk meluncurkan Novi tanpa Diem sebagai langkah terakhir. Tetapi ia percaya kedua proyek ini sama-sama penting agar Diem sukses.

    Facebook merilis white paper bagi aset kripto Libra pada bulan Juni 2019 dengan rencana awal mematok nilai aset itu ke sekumpulan uang digital termasuk dolar AS, euro, yen Jepang, pound Inggris dan dollar Singapore.

    Baca JugaBank Raksasa Jerman Sebut Bitcoin Emas Digital Abad 21

    Tetapi, akibat desakan dari regulator global, Asosiasi Libra kesulitan meluncurkan stablecoin itu. Akhirnya, Asosiasi Libra berganti nama menjadi Asosiasi Diem, dompet Calibra berubah menjadi Novi, dan stablecoin Facebook dirancang ulang agar dipatok terhadap dolar AS saja dan diawasi oleh pemerintah AS.

    Menanggapi perlawanan dari regulator terhadap keterlibatan Facebook dalam industri keuangan, Marcus menyebut hal itu sebagai tidak bersifat Amerika. Ia berpendapat Facebook memang tidak langsung layak dipercaya rakyat, tetapi ia yakin layak mendapat peluang untuk menerima kepercayaan dari rakyat.

    sumber. 



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Facebook Beli Perusahaan GIPHY Senilai US$400 Juta

    Facebook baru saja membeli perusahaan penyedia animasi GIF popular, GIPHY. Dalam sebuah posting blog , GIPHY mengatakan akan dipadukan ke dalam tim Instagram, yang juga milik Facebook.

    Kendati kedua perusahaan memastikan kesepakatan itu, mereka enggan mengungkapkan besaran pembelian itu. Namun, perusahaan Axios memperkirakan Facebook memebli GIPHY senilai US$400 juta.

    Berita Terkait: Berkat Lobi-lobi, Libra Mungkin Bangkit Kembali

    GIPHY cukup popular di jejaring sosial. Facebook sudah menggunakannya di produk lain seperti Messenger dan WhatsApp untuk pencarian GIF.

    Beberapa jejaring sosial lain seperti Twitter, Reddit dan Slack juga mengandalkan API GIPHY untuk fitur terkait GIF mereka.

    Dalam sebuah pernyataan, Vishal Shah, Wakil Presiden Produk di Instagram, mengatakan GIPHY akan terus mengoperasikan pustaka GIF-nya dan pengembang akan memiliki akses yang sama ke API GIPHY seperti sebelumnya.

    “Lebih dari 1 miliar orang menggunakan Instagram untuk mengekspresikan perasaan mereka. Kami tidak sabar untuk membantu lebih banyak pengguna lain di Instagram,” sebut Shah. [red]



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bos Meta Mark Zuckerberg Optimis Metaverse Berpotensi Jangka Panjang

    CEO Meta, Mark Zuckerberg, menyatakan masih memiliki optimisme jangka panjang untuk metaverse. Ungkapannya itu disampaikan untuk menjawab pandang negatif masa depan metaverse di tengah crypto winter.

    Pada pertemuan beberapa nama besar di sektor keuangan, Zuckerberg ditanyai tentang meningkatnya kekhawatiran atas Metaverse. Ia juga tidak terpengaruh oleh skeptisisme seputar kondisi model metaverse saat ini.

    “Skeptisisme tidak terlalu mengganggu saya,” kata CEO perusahaan induk Facebook di DealBook Summit pada hari Rabu (30/11).

    Zuckerberg mengatakan dia masih optimis tentang metaverse dalam jangka waktu yang lebih lama. Ia mengakui bahwa Meta perlu beroperasi dengan “lebih banyak efisiensi dan disiplin” dalam waktu dekat karena kesengsaraan ekonomi makro telah memaksa perusahaan untuk mengurangi pengeluaran.

    Zuckerberg Rugi dari Metaverse

    Meta, perusahaan induk Facebook setop rekrut karyawan. Foto: Meta, perusahaan induk Facebook setop rekrut karyawan. Foto: Getty Images.Getty Images.
    Meta, perusahaan induk Facebook setop rekrut karyawan. Foto: Getty Images.

    Baca juga: Negara Tuvalu Terancam Tenggelam, Rencana Pindah ke Metaverse

    Sejak diumumkan, metaverse telah mendapat banyak penentang dan skeptis. Namun, suara-suara itu tampaknya tidak menembus proses pemikiran CEO Meta yang berbicara dengan gemilang tentang prospek masa depannya.

    “Cara kita berkomunikasi menjadi lebih kaya dan mendalam,” kata Zuckerberg. Selanjutnya, dia berbagi bahwa Meta optimis tentang bagaimana platform akan berkembang di sepanjang “lima hingga sepuluh tahun”.

    Pernyataan itu pasti memberi pandangan Zuckerberg tetap fokus pada pengembangan metaverse, meski telah menghasilkan kerugian miliaran dolar AS bagi perusahaan.

    Fokus Metaverse

    Avatar CEO Meta, Mark Zuckerberg di Metaverse.
    Avatar CEO Meta, Mark Zuckerberg di Metaverse.

    Baca juga: Bank Indonesia Rilis White Paper Proyek Garuda CBDC Digital Rupiah

    Pendiri Facebook itu bersikukuh bahwa kemajuan bergerak ke arah yang benar.

    “Skeptisisme tidak terlalu mengganggu saya,” Zuckerberg menyatakan, “Kami memiliki keraguan sepanjang waktu.”

    Sebaliknya, dia mengakui bahwa Meta membutuhkan “lebih banyak efisiensi dan disiplin” dalam jangka pendek. Terutama mengikuti realitas ekonomi yang akan berdampak pada bagaimana platform dikembangkan di tengah keadaan ekonomi makro.

    Secara meyakinkan, Zuckerberg berbagi bahwa 80% waktu Meta dihabiskan untuk rangkaian medianya, mengerjakan host aplikasinya, termasuk Facebook, Instagram, WhatsApp, dan lainnya. Jadi, sisa waktunya dihabiskan untuk mengembangkan Metaverse.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ketakutan akan PHK, Meta Induk Facebook Setop Rekrut Karyawan

    Karyawan Meta, perusahaan induk Facebook telah diperingatkan tentang potensi PHK setelah pengumuman pada hari Kamis (29/9) bahwa mereka akan menghentikan perekrutan dan restrukturisasi lebih lanjut.

    Bloomberg melaporkan, dalam komunikasi internal perusahaan dengan karyawan, CEO Mark Zuckerberg mengutip lingkungan makroekonomi yang tidak pasti untuk perubahan tersebut.

    Pengumuman itu muncul setelah beberapa perusahaan teknologi terpaksa memangkas jumlah karyawan dalam beberapa bulan terakhir, karena pengiklan memangkas pengeluaran untuk mengantisipasi resesi.

    “Saya berharap ekonomi akan lebih stabil sekarang, tetapi dari apa yang kami lihat sepertinya belum, jadi kami ingin merencanakan agak konservatif,” kata Zuckerberg.

    CEO Meta, Mark Zuckerberg. Foto: Michael Nagle/Bloomberg.
    CEO Meta, Mark Zuckerberg. Foto: Michael Nagle/Bloomberg.

    Baca juga: Kenalan Kang Jong Hyun, CEO Bithumb Kripto Dekat Park Min Young

    Efisiensi Pengeluaran

    Sebelumnya, perusahaan media sosial itu telah memotong rencana untuk mempekerjakan engineer setidaknya 30% tahun ini, Reuters melaporkan pada bulan Juni. Meta telah mengkonfirmasi pembekuan perekrutan secara luas pada bulan Mei, tetapi angka pastinya belum pernah dilaporkan.

    Meta juga menolak berkomentar tetapi membagikan pernyataan yang dibuat dalam panggilan pendapatan Juli, di mana Zuckerberg mengatakan restrukturisasi akan lebih menjadi prioritas kuartal ini.

    “Rencana kami adalah untuk terus mengurangi pertumbuhan jumlah karyawan selama tahun depan,” katanya.

    “Banyak tim akan menyusut sehingga kami dapat mengalihkan energi ke area lain, dan saya ingin memberi para pemimpin kami kemampuan untuk memutuskan di dalam tim mereka di mana harus menggandakan, di mana harus mengisi kekososngan, dan di mana harus merestrukturisasi tim sambil meminimalkan biaya ke inisiatif jangka panjang.”

    Meta, perusahaan induk Facebook setop rekrut karyawan. Foto: Meta Platform Inc.
    Meta, perusahaan induk Facebook setop rekrut karyawan. Foto: Meta Platform Inc.

    Baca juga: Alasan Tingkat Adopsi Kripto Vietnam Tinggi, Kalahkan Indonesia

    Penurunan Ekonomi Global

    Zuckerberg juga mengatakan pada hari Kamis (29/9) bahwa Meta akan mengurangi anggaran di sebagian besar tim, dan masing-masing tim harus menyelesaikan cara menangani perubahan jumlah karyawan tersebut.

    Industri teknologi telah mengalami perlambatan dalam beberapa bulan terakhir, menyusul lonjakan kesuksesan yang dipercepat selama pandemi. Di tengah penurunan ekonomi global yang lebih luas, kenaikan suku bunga, dan perjuangan regulasi, banyak perusahaan teknologi memperlambat atau menghentikan perekrutan.

    Perusahaan induk Google, Alphabet, mengumumkan pembekuan perekrutan yang efektif mulai 20 Juli dan Apple mengatakan akan mulai memperlambat perekrutan mulai tahun 2023.

    Sementara perusahaan lain hanya mengumumkan pembekuan atau perlambatan perekrutan, sebagian besar telah menghindari penggunaan istilah “PHK”. Jika restrukturisasi Meta menghasilkan PHK, mereka akan menjadi yang pertama dari perusahaan raksasa teknologi besar yang melakukannya sejak penurunan ekonomi dimulai.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Meta Hentikan Fitur NFT di Instagram dan Facebook, Ada Apa?

    Meta menghentikan fitur non-fungible token (NFT) di platform media sosial Facebook dan Instagram. Perlu diketahui, fitur NFT ini baru hadir kurang dari setahun dan sempat mendapatkan sambutan baik dari para kreator.

    Juru bicara Meta, Joshua Gunter, mengatakan perusahaan akan mengakhiri pengujian pembuatan dan penjualan NFT di Instagram, serta kemampuan untuk membagikan NFT di Instagram dan Facebook dalam beberapa minggu mendatang.

    Integrasi NFT tersebut tampaknya menjadi salah satu korban dari dorongan CEO Meta, Mark Zuckerberg untuk menjadikan tahun 2023 sebagai “tahun efisiensi,” bersama dengan program Reels Play. Nasib fitur NFT ini mengikuti jejak penutupan proyek aset kripto, Diem yang didukung Meta dan wallet digital, Novi yang dikenalkan Meta pada tahun lalu.

    Alih Fokus

    Meta akhirnya rilis fitur Instagram NFT. Sumber: Meta Platforms, Inc.
    Meta rilis fitur Instagram NFT. Sumber: Meta Platforms, Inc.

    Baca juga: 6 Cara Belajar Main Kripto untuk Pemula yang Baik dan Bijak

    Meta Commerce and Fintech lead, Stephane Kasriel, menjelaskan perusahaan akan fokus pada fitur lain untuk memberikan pengalaman yang terbaik kepada pengguna dan mendukung kreativitas serta peningkatan ekonomi kreator, individu, dan bisnis.

    “Di seluruh perusahaan, kami mencermati apa yang kami prioritaskan untuk meningkatkan fokus kami,” kata Kasriel .

    “Kami menghentikan koleksi digital (NFT) untuk saat ini guna berfokus pada cara lain untuk mendukung kreator, orang, dan bisnis.” Alih-alih, perusahaan berfokus pada “area di mana kami dapat memberikan dampak dalam skala besar”, seperti perpesanan dan monetisasi di Reels dan peningkatan Meta Pay.

    Proyek Digital

    Kasriel tidak merinci mengapa Meta membalikkan arah pada NFT, yang menurut Zuckerberg dapat berperan dalam pertumbuhan perusahaan dalam rencana proyek metaverse.“Saya harap Anda tahu, pakaian yang dikenakan avatar Anda di metaverse, Anda tahu, pada dasarnya dapat dicetak sebagai NFT dan Anda dapat membawanya di antara tempat yang berbeda,” katanya Zuckerberg saat penampilan SXSW tahun lalu.

    Meta akhirnya rilis fitur Instagram NFT. Sumber: Meta Platforms, Inc.
    Meta rilis fitur Instagram NFT. Sumber: Meta Platforms, Inc.

    Baca juga: Alasan Bitcoin Dekati Harga US$ 25.000, Pasca Kejatuhan Signature Bank

    Tapi itu bukan satu-satunya inisiatif ambisius yang gagal dalam setahun terakhir. Meta juga menutup wallet kriptonya, Novi, yang pernah dikabarkan memiliki dukungan NFTpada peta jalannya, tahun lalu. Perusahaan juga telah menghentikan proyek dengan divisi metaverse-nya, Reality Labs, dan programnya yang berbayar bonus kepada pembuat Reel.

    Namun, bahkan ketika Meta keluar dari NFT, perusahaan lain bergegas memasuki pasar aset digital ini. Reddit terus mempromosikan avatar “koleksi digital” yang merupakan NFT , Starbucks baru- baru ini menjual mengeluarkan pilihan 2.000 NFT bernilai US$ 100 dalam program loyalitas pelanggan Odyssey, dan Sesame Street baru saja mengumumkan kolaborasi NFT.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Perusahaan Induk Facebook, Meta Ingin Rilis Aset Kripto “Zuck Bucks”?

    Meta Platforms Inc., Perusahaan induk Facebook dilaporkan akan kembali fokus mengembangkan mata uang digital, setelah sebelumnya gagal mengembangkan Libra yang kemudian berganti nama jadi Diem.

    CEO Meta, Mark Zuckerberg, sedang mencari cara untuk mengembangkan koin virtual yang dijuluki “Zuck bucks”. Koin untuk pengguna Facebook dan Instagram ini merupakan bagian dari rangkaian produk yang dirancang untuk mengurangi ketergantungan platform pada pendapatan iklan di Metaverse.

    Meta sedang mengembangkan berbagai produk virtual, termasuk token digital dan “koin kreator” untuk mendiversifikasi pendapatan dan merevitalisasi basis penggunanya yang semakin beralih ke pesaing baru, seperti TikTok.

    Ilustrasi koin virtual "Zuck Bucks". Foto: Susan Walsh/AP.
    Ilustrasi koin virtual “Zuck Bucks”. Foto: Susan Walsh/AP.

    Baca juga: Kenalan dengan Anak 12 Tahun Raup Cuan Rp 14 Miliar dari NFT

    Zuck Bucks” itu Aset Kripto atau Bukan?

    Dalam laporan Financial Times, Zuck Bucks yang tampaknya dinamai sendiri oleh Mark Zuckerberg, dikabarkan tidak mungkin menjadi aset kripto. Koin virtual itu akan berkonsep seperti token dalam permainan, namun tidak dapat diperdagangkan seperti layaknya aset kripto.

    “Sebaliknya, Meta cenderung memperkenalkan token dalam aplikasi yang akan dikontrol secara terpusat oleh perusahaan, mirip dengan yang digunakan dalam aplikasi game seperti mata uang Robux di game anak-anak populer Roblox,” menurut laporan tersebut.

    Meta belum sepenuhnya menjauhkan diri dari produk blockchain, karena perusahaan juga sedang mencari cara untuk mem-posting dan berbagi NFT di platform Facebook dan Instagram.

    Seperti Facebook dan Instagram, YouTube Disebut Akan Menerapkan NFT Ikut Twitter
    NFT akan datang ke platform Facebook dan Instagram.

    Baca juga: Mark Zuckerberg Berambisi Bawa NFT ke Instagram, Kapan?

    Kemungkinan besar fitur baru itu akan diuji coba pada pertengahan Mei mendatang. Meta akan menguji keanggotaan grup Facebook berdasarkan kepemilikan NFT dan satu lagi untuk mencetak atau minting NFT.

    Juru Bicara Meta, Lauren Dickson, dalam sebuah pernyataan kepada The Verge, belum bisa memberikan kabar terbaru soal kedatangan NFT di platform Facebook dan Instagram.

    “Kami terus mempertimbangkan inovasi produk baru untuk orang, bisnis, dan kreator. Sebagai perusahaan, kami fokus membangun metaverse dan itu mencakup seperti apa pembayaran dan layanan keuangan.”



    Sumber : news.tokocrypto.com